Adab Menguap Dalam Islam

Adab Menguap

“Menguap dalam shalat adalah dari syaitan. Apabila salah seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menahannya sedapat mungkin”. (HR. At Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi I/116-117 no. 304)

Islam adalah agama yang telah Allah sempurnakan bagi ummat manusia. Begitu pula dengan ajarannya, di dalamnya telah dijelaskan dengan sangat detail, di antaranya adalah adab ketika menguap.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencontohkan adab tersebut. Namun sangat disayangkan sebagian kaum muslimin tidak memperhatikan adab tersebut. Bahkan sebaliknya, mereka malah mengikuti cara-cara tidak Islami ketika menguap. Mulut mereka dibuka lebar-lebar dan tidak ditutup, bahkan terkadang di iringi dengan suara yang keras.

Menguap dibenci oleh Allah Jalla wa A’laa, seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan benci terhadap menguap, maka apabila ia bersin hendaklah ia memuji Allah (dengan mengucapkan Alahamdulillah). Dan kewajiban bagi setiap muslim yang mendengar untuk mendoakannya. Adapun menguap berasal dari syaitan, hendaklah setiap muslim berusaha untuk menahannya sebisa mungkin. Dan bila mengeluarkan suara ‘ha’, maka saat itu syaitan menertawakannya.” (HR. Bukhari).

Maka dari itu selayaknya seorang muslim benci menguap sebagaimana Allah membencinya. Dan yang menyebabkan dimakruhkannya menguap adalah karena hal ini berasal dari syaitan, dan syaitan tidak akan menghinggapi sesuatu kecuali pada hal-hal yang jelek dan yang dibenci. Lagi pula, menguap membuat seseorang banyak makan yang pada akhirnya membawa kemalasan dalam beribadah.

Baca Juga  Wahdah Jakarta Akan Kedatangan Guru Besar Tafsir Alqur'an dari Saudi Arabia

Terlebih pada saat shalat, seorang muslim disunahkan untuk menahannnya sekuat mungkin karena itu dari syaithan, sebagaimana yang di riwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Menguap dalam shalat adalah dari syaitan. Apabila salah seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menahannya sedapat mungkin”. (HR. At Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi I/116-117 no. 304)

Dari sini bisa kita simpulkan bahwa hendaklah seorang muslim jika menguap berusaha untuk menahannya sedapat mungkin. Jika ia tidak dapat menahan mulutnya tetap dalam keadaan tertutup, maka hendaklah ia menutupinya dengan tangannya. Dan lebih utama menutup mulut dengan tangan kiri karena menguap merupakan perbuatan yang buruk.

Wallahu a’lam
Tri Afrianti

Sumber:
Buku Adab Menguap dan Bersin (Adaabut Tatsaa’ub wal ‘Uthaas) Syaikh Isma’il bin Marsyud Ar Rumaih

Posted in Akhlaq, Artikel, Fiqih, Hadits, Muslimah and tagged , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan