Adillah Memposisikan Dunia dan Akhirat

 

Adillah Memposisikan Dunia dan Akhirat. Gambar:wahdah.or.id 

Adillah Memposisikan Dunia dan Akhirat, karena kita akan tingga di dunia ini sementara saja, sedangkan di akhirat kekal abadi selamanya. 

Kita acap kali tidak adil dalam memberi perhatian terhadap urusan dunia dan urusan akhirat. Seringkali seluruh perhatian dan potensi dikerahkan untuk urusan dunia, sedangkan akhirat seperlunya saja.

Padahal dunia dan akhirat sangat tidak sebanding. Bahkan perbandingan antara keduanya ibarat batu bata (yang terbuat dari tanah liat) dengan bongkahan emas. Allah menyebut dalam Kitab-Nya bahwa Akhirat lebih baik dari dunia. “Wal akhiratu khairun laka minal ula; dan akhirat lebih baik bagimu dari kehidupan yang pertama (dunia)”, kata Allah dalam surat Adh Dhuha.

Bahkan akhirat tidak hanya lebih baik dari dunia. Ia juga lebih kekal. “Wal akhiratu khairun Wa abqa; dan akhirat lebih baik serta lebih kekal”, kata Allah dalam ayat lain.

Oleh karena itu tidak selayaknya kita mengerahkan seluruh perhatian dan potensi untuk dunia yang sementara lalu mengabaikan akhirat yang kekal dan lebih baik. Seharusnya perhatian dan kesungguhan kita terhadap dunia sekadar dengan singkatnya kita berdiam di sini.

Demikian pula dengan akhirat, perhatian kita kepadanya hendaknya seukur dengan lamanya tinggal di sana, sebagaimana diwasiatkan Sufyan Ats Tsauri rahimahullah. Bekerjalah untuk duniamu seukur berapa lamanya kau akan tinggal di bumi. Dan bekerjalah untuk akhiratmu, seukur berapa lamanya kau akan hidup di sana”.

Syekh Ahmad ‘Isa al-Ma’asharawi mengakatan, ” Kehidupan di atas permukaan bumi (dunia) hanya puluhan tahun, Sedangkan kehidupan di dalam tanah adalah ribuan tahun lamanya, Maka kehidupan manakah yang harus kita perhatikan bersemangat mengejarnya? Berpikirlah dua kali sebelum anda memilih yang haram dan meninggalkan yang halal“.  [sym]

Posted in Akhlaq, Tarbiyah, Tazkiyah and tagged .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan