Allah Pelindung Orang Beriman

 

 

Allah Pelindung Orang Beriman, gambar: wahdahmakassar.or. id

Allah Pelindung Orang Beriman

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Artinya:
Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” [Surat Al-Baqarah 257].

Tahfidz Weekend

Makna dan maksud Waliy pada frasa Allahu waliyyulLadzina Amanu di atas adalah penolong dan pembantu, pecinta, pemberi hidayah, sebagaimana dikatkan oleh Imam Al-Baghawi (1/273). Jadi maksud Allah sebagai Waliy bagi orang beriman adalah;
– Allah akan selalu menolong dan membantu orang-orang beriman,
– Allah mencintai orang beriman,
– Allah membimbing dan meneguhkan orang beriman di atas hidayah dan petujuk-Nya
– Allah memenuhi dan mengurusi keperluan orang-orang beriman

Kesemua karunia di atas sesungguhnya merupakan balasan dari janji Allah kepada para Waliy-Nya dah hamba-hambaNya yang beriman, sebagaimana dalam Hadits Qudsi tentang keistimewaan wali-wali Allah, “Dan jika hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah tambahan (nawafil/nafilah), maka Aku pasti mencintainya. Jika Aku telah mencintainya maka Akulah pendengarannya yang dengannya dia mendengar, (Akulah) penglihatannya yang dengannya dia melihat, (Akulah) tangannya yang dengannya dia memegang, dan (Akulah) kakinya yang dengannya dia berjalan, Jika dia meminta Aku kabulkan dan jika dia memohon perlindungan Aku pasti melinunginya”. (HR. Bukhari).

Itulah hakikat dan makna Allah sebagai waliy bagi orang beriman, sebagaimana sebaliknya orang beriman merupakan wali Allah. Sebagaimana firman Allah, “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa”. (Qs. Yunus:62-63).

Minadz Dzulumati Ilan Nur
“Mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya”; Maknanya dari gelapnya kekufuran dan kejahilan menuju cahaya iman dan ilmu. Ibnu Katsir mengatakan, “Dia mengeluarkan hamba-hambaNya yang beriman dari gelapnya kekufuran keraguan menuju cahaya kebenaran yang sangat jelas, terang, mudah, dan bersinar terang”.

Baca Juga  Wahdah Islamiyah Jakarta Tegaskan Komitmen Dakwah Qur'an

Semakna dengan Imam Ibnu Katsir, Syekh As-Sa’di mengatakan, “Allah mengeluarkan mereka dari gelapnya kekufuran, maksiat, dan kebodohan menuju cahaya iman, ketaatan, dan ilmu. Sehingga balasan bagi mereka adalah keselamatan bagi mereka dari gelapnya kuburan, hari kebangkitan, dan kiamat”.

Jalan Kebenaran dan Keselamatan Hanya Satu
Pada Frasa “minadzulumat ilan Nur”, kata dzulumat disebutkan dengan bentuk jamak (plural/jama’), sedangkan kata Nur disebutkan dengan bentuk tunggal (singular/mufrad). Hal ini mengisyaratkan bahwa jalan kebenaran itu hanya satu. Sebaliknya kekufuran itu beragam dan semuanya bathil. Hal ini semakna dengan firman Allah dalam surah Al-An’am ayat 153;

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (Qs.Al-An’am:153).

Seperti pada ayat 257 Surat Al-baqarah, dalam ayat di atas jalan lurus yang diperintahkan oleh Allah untuk diikuti disebutkan dalam bentuk mufrad (tunggal), sedangkan jalan yang Allah larang untuk diikuti disebutkan dalam bentuk jamak (plural). Sebab jalan jalan kebenaran itu hanya satu.

Wali Orang Kafir Adalah Thaghut
Adapun orang kafir maka pelindung adalah Thaghut dan Setan yang menghiasi kekafiran dalam pandangan mereka, sehingga mereka keluar dari cahaya iman dan ilmu menuju gelapnya kekufuran dan kejahilan. Jalan kekafiran disebut dan disifati sebagai kegelapan karena jalannya penuh dengan iltibas (ketidakjelasan).

Balasan untuk mereka adalah neraka dan kekal di dalamnya.
Semoga Allah meneguhkan iman di hati-hati kita dan menunjuki kita ke jalan iman, ilmu, dan ketaatan. [sym].

Posted in Al-Qur'an, Artikel, Tajuk and tagged , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.