Asmaul Husna [10]: Al-Mutakabbir (Yang Maha Memiliki Keagungan)

Asmaul Husna [10] Al-Mutakabbir

Al-Mutakabbir artinya Allah subhanahu wa ta’ala adalah Dzat yang memiliki kesombongan dan kebesaran. Kedua hal tersebut tidak dimiliki oleh yang lain, sehingga Allah subhanahu wa ta’ala pun diatas segalanya.

Dengan nama ini, maka kebesaran hanya milik-Nya. Seluruh ciptaan-Nya tunduk patuh terhadap kekuasaan dan keagungan-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ

Yang artinya: “Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengkaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan.” (Al-Hasyr: 23)

Dalam hadits Qudsi disebutkan, “Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,Kesombongan adalah pakaian atas-Ku dan kebesaran adalah pakaian bawah-Ku. Barangsiapa mengambil salah satu dari dua hal ini, maka akan Aku lemparkan ke dalam neraka.”

Karena itu, kesombongan Allah subhanahu wa ta’ala adalah tidak terbatas, dan kebesaran-Nya juga tidak ada batasnya.
Allah subhanahu wa ta’ala Maha Esa dalam kebesaran dan memiliki kerajaan-Nya; Maha Esa dalam memiliki keagungan dan kekuasaan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

فَلِلَّهِ الْحَمْدُ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَرَبِّ الْأَرْضِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٣٦﴾ وَلَهُ الْكِبْرِيَاءُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿٣٧

Yang artinya: “Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam. Dan bagi-Nya lah keagungan dilangit dan di bumi, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al-Jatsiyah: 36-37)

Baca Juga  Asmaul Husna; Al-Fattah (Maha Pembuka Rahmat)

Dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala sangat membenci orang yang berlaku sombong, dan mengancam mereka dengan neraka Jahanam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ

Yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (An-Nahl: 23)

وَيْلٌ لِّكُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ ﴿٧﴾ يَسْمَعُ آيَاتِ اللَّهِ تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصِرُّ مُسْتَكْبِرًا كَأَن لَّمْ يَسْمَعْهَا ۖ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ ﴿٨﴾

Yang artinya: “Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa, dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya kemudian dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.” (Al-Jatsiyah: 7-8)

Dengan mempelajari nama ‘Al-Mutakabbir’, ada beberapa pelajaran yang bisa diambil:
1. Kita hendaknya bersikap tawadhu’ terhadap orang lain, walaupun kedudukan kita tinggi, dan perkataan kita biasa ditaati.
2. Kita hendaknya selalu membersihkan hati kita dari sifat takabbur. Allah subhanahu wa ta’ala sangat membenci orang yang bersifat dengan sifat Allah subhanahu wa ta’ala yang satu ini.

1000 Quran untuk Palu dan Indonesia
Posted in Aqidah, Artikel and tagged , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.