Asmaul Husna [2]: Ar-Rahman (Maha Pemurah)

Ar Rahman (Maha Pemurah)

Ar-Rahman (Maha Pemurah) artinya Allah Ta’ala memiliki kasih sayang yang sangat luas dan meliputi seluruh makhluq-Nya. Maksudnya, Allah Ta’ala menyangi seluruh makhluq-Nya dengan memberikan berbagai kenikmatan. Allah Ta’ala berfirman;

الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ [٢٠:٥

(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ‘Arsy”. (Qs. Thaha:5)

قُلْ هُوَ الرَّحْمَٰنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا

Katakanlah: “Dialah Allah Yang Maha Penyayang kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakkal. (Qs. Al-Mulk:29).

الرَّحْمَٰنُ [٥٥:١] عَلَّمَ الْقُرْآنَ [٥٥:٢] خَلَقَ الْإِنسَانَ [٥٥:٣]عَلَّمَهُ الْبَيَانَ [٥٥:٤

(Tuhan) Yang Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan al Quran. Dia menciptakan manusia.
Mengajarnya pandai berbicara. (Qs. Ar-Rahman: 1-4).

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ

Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik). (Qs. Al-Isra:110)

Nama Ar-rahman sama dengan nama Allah, tidak ada satu mahkluk pun yang boleh memakai nama tersebut. Kemudian yang perlu di tekankan, rahmat Allah subahanahu wata’ala meliputi seluruh makhluk-Nya, orang shaleh maupun orang yang banyak bermaksiat. Mereka sama-sama mendapatkan rezki dari Allah subahanahu wa ta’ala, di sembuhkan dari penyakit, dan dihindarkan dari marabahaya. Namun di hari akhirat nanti, rahmat-Nya hanya diberikan khusus untuk orang-orang mukmin.

Rahmat adalah kedudukan yang sangat tinggi, oleh karna itu Allah subahanahu wa ta’ala menyebutkan bahwa di utusnya Rasulullah sallallahu a’laihi wassallam ke dunia adalah untuk membawa rahmat. Allah subahanahu wa ta’ala berfirman;

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (Qs. Al-Anbiya:107).

Baca Juga  Asmaul Husna [4]: Al-Malik (Maha Merajai)

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”. (Qs. Ali Imran:159).

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sendiri juga bersabda, ”Orang orang yang mengasihi dan menyayangi akan dikasihi dan disayangi oleh Allah yang maha pengasih. Maka kasih sayangilah orang-orang di dunia, hingga engkau akan dikasih sayangi oleh yang di langit.”

Beliau juga bersabda, “Barang siapa tidak mau mengasihi, maka dia pun tidak akan dikasihi.”

Oleh karena itu, setelah mengetahui bahwa Allah subahanahu wa ta’ala. Mempunyai sifat pengasih, maka kita sebagai hamba Allah subahanahu wa ta’ala. Juga hendaknya mau mengasihi orang lain. Bentuk kasih sayang itu, misalnya jika ada orang yang lalai dari jalan yang benar, maka kita hendaknya menasihatinya dengan penuh kelembutan, bukan dengan cara yang kasar.

Kalau kita mempunyai sifat pengasih, kita juga akan mengasihi orang-orang yang berbuat maksiat, bukan maalah menghina dan menyepelekan mereka. Dalam pikirannya ada sebuah keyakinan bahwa semua kemaksiatan yang terjadi di dunia ini adalah malapetaka yang akan menimpanya pula. Karena itu, kemaksiatan sebisa mugkin harus dihilangkan, karena kita juga merasa kasihan kepada mereka yang mengerjakannya. [sym]

Sumber: Syarh Singkat Asmaul Husna, Musthafa Wahbah, hlm. 5-9).

Baca Juga:  Penjelasan Singkat Asmaul Husna [01]: ALLAH

 

Posted in Aqidah and tagged , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.