Asmaul Husna (32) Al-Khabir  (Yang Maha Mengetahui Rahasia)

Asmaul Husna Al-Khabir (yang Maha mengetahui rahasia)

 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al-An’am ayat 18 dan 103;

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ 

Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui”. (Qs. Al-An’am: 18)

لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ ۖ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ 

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui”. (Qs. Al-An’am:103)

Al-Khabir artinya Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui hal yang ada pada masa dulu dan sekarang, mengetahui hakikat sesuatu sebelum terjadinya dan mengetahui hakikat-hakikat yang tersimpan dalam semua hal.

Dalam rangka  itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kita melaksanakan salat istikharah.

اللهم إني أستخيرك بعلمك، وأستقدرك بقدرتك ، و أسألك من فضلك العظيم ، فإنك تقدر ولا أقدر ، و تعلم ولا أعلم ، و أنت علام الغيوب 

اللهم إن كنت تعلم أن هذا الأمر (تسمي الأمر ) خير لي ، في ديني و معاشي و عاقبة أمري ، أو قال : عاجل أمري و آجله ، فاقدره لي ويسره لي ، ثم بارك لي فيه ، و إن كنت تعلم أن هذا الأمر (تسمي الأمر ) شر لي ، في ديني و معاشي و عاقبة أمري ، أو قال: في عاجل أمري و آجله ، فاصرفه عني و اصرفني عنه ، و اقدر لي الخير حيث كان ، ثم أرضني به .

“Ya Allah Sesungguhnya aku memohon pilihan kepadaMu dari anugerahmu yang agung. Sesungguhnya Engkau maha kuasa dan aku tidak ada kuasa, Engkau mengetahui dan aku tidak mengetahui, dan Engkaulah Dzat Yang Maha Mengetahui perkara-perkara yang baik.  Ya  Allah jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini (menyebutkan urusannya) baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akhir urusanku, (atau beliau bersabda urusan duniaku dan urusan akhiratku) maka buatlah aku kuasa melaksanakannya, mudahkanlah bagiku kemudian berilah aku keberkahan dalam hal itu. Jika  Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam hal agama, kehidupan, dan akhir urusanku,  (atau beliau bersabda urusan duniaku dan urusan akhiratku) maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya.  Berilah aku kebaikan di mana saja ia berada kemudian buatlah aku rela dengannya”.

Saat Nabi Ibrahim Alaihissalam berada dalam kobaran api, Malaikat Jibril Alaihissalam bertanya kepadanya,  “Apakah engkau memerlukan sesuatu?” Nabi Ibrahim Alaihissalam menjawab, “Kalau bantuan darimu aku tidak memerlukannya, kalau bantuan dari Allah subhanahu wa ta’ala, Dia Maha mengetahui Keadaanku saat ini, sehingga aku tidak perlu meminta kepadaNya”.

Menghayati  nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala Al-Khabir mengajak kita untuk memperkuat keyakinan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Mengetahui keadaan kita baik dalam keadaan suka atau duka, sehat atau sakit. Hal  ini membuat kita tidak meminta-minta kepada orang lain namun hanya meminta kepada Allah Subhanahu wa ta’ala sehingga kita tidak rendah diri di mata manusia. (Syarah Singkat Asmaul Husna, Mustafa Wahbah)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: