Asmaul Husna [4]: Al-Malik (Maha Merajai)

Asmaul Husna [4]: Al-Malik (Maha Merajai)

Al-malik (raja) artinya allh swt. Berkuasa atas segala suatu, baik dalam hal memerintah ataupun melarang. Selain itu, Al-malik juga bermakna yang memiliki segala sesuatu. Dia tidak membutuhkan kepada sesuatupun, tapi baliknya, segala sesuatu membutuhkan-Nya
Allah swt. Berfirman

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ

Dia-lah allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang maha Suci, Yang Maha Sejahtera.”  (Al-Hasyr: 23).

 

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۖ لَاإِلَٰهَ إِلَّاهُوَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

“Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang Sebenermya; tidak ada tuhan (yang Berhak disembah) selain Dia. Tuhan (Yang mempunyai) Arasy yang mulia.” (Al-Mukminun: 116).

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّمَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّمَ نْتَشَاءُۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُۖإِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau hendaki. Di tangan Engkau Maha Kuasa atas segala kebaikan Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Ali Imran: 26)

Dan Rasulullah saw. Bersabda “Di hari kiamat kelak Allah swt. Akan mencengkram bumi, kemudian melipat langit dengan tangan kanan-Nya. Saat itu Dia berkata “Akulah Raja, di manakah orang-orang yang mengaku dirinya raja?”

Baca Juga  Asmaul Husna: Al-Wahhab (Maha Pemberi Karunia)

Setelah mengetahui makna nama Allah subhanahu wata’ala  Al-Malik ini;

  • Tidak selayaknya kita merendahkan diri kita di depan salah satu makhluk-Nya,
  • Kita juga seharusnya meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di tangan Allah swt. Lebih terjaga daripada apa yang ada di tangan kita, karena Allah subhanahu wa ta’ala lah yang memiliki segala sesuatu,
  • Hendaknya kita merasa cukup dengan Allah subhanahu wa ta’ala Dan tidak merasa butuk kepada yang lain,
  • Hendaknya kita meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di tangan kita sejatinya adalah milik Allah subhanahu wa ta’ala, kapan saja dan dengan cara bagaimanapun Dia bisa mengambilnya kembali. Dari satu kita tidak perlu merasa khawatir, tapi hendaknya berdoa seperti yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.,

سبحان ذي الجبروت والملكوت والكبرياء والعظمة

Mahasuci Allah swt. Yang memiliki kekuasaan, kerajaan, keangkuhan, dan keagungan.”

Sumber: Syarh Singkat Asmaul Husna, Mustafa Wahbah, hlm. 15-17

Posted in Aqidah and tagged , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan