Gelar Mukerwil, WI Gorontalo Bertekad Wujudkan Visi 2030 Wahdah Islamiyah

Ketua DPW WI Gorontalo Ustadz Ishak Abdurl Razak bakari

Gelar Mukerwil, WI Gorontalo Bertekad Wujudkan Visi 2030 Wahdah Islamiyah

(Gorontalo) wahdahjakarta.com– Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Gorontalo kembali menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil), Sabtu 07 Rajab 1439 H bertepatan dengan 24 Maret 2018 M. Agenda yang digelar setiap tahun ini bertujuan mengevalusi program kerja yang telah dicanangkan setahun sebelumnya dan pemaparan program kerja setahun yang akan datang.

Dalam sambutannya, ketua DPW Wahdah Gorontalo, Ustadz Ishak Abdul Razak Bakari, Lc., M.Fil.I menegaskan kepada peserta Mukerwil akan visi 2030 Wahdah Islamiyah, yakni eksis di 80% kabupaten dan kota se-Indonesia.

“Visi 2030 adalah ruh yang harus kita tumbuhkan dalam berdakwah, harus selalu hidup, selalu di pelupuk mata kita. Dan itu tidak terlepas dari kader WI se-Provinsi Gorontalo. Kita ingin mengambil bagian untuk mewujudkan visi tersebut,” tegas ustadz yang juga ketua 2 MUI Provinsi Gorontalo ini.

Berkaitan dengan optimalisasi peran kader Wahdah Islamiyah yang menjadi tema utama Mukerwil ke-4 ini, ketua DPW berharap setiap kader Wahdah Islamiyah dapat mengambil peran secara optimal untuk mewujudkan visi 2030, “optimalisasi kader, baik secara personal setiap individu memberikan peran dalam perjuangan untuk mewujudkan visi 2030 maupun optimalisasi secara struktural dan mampu membangun secara kultural di masyarakat,” ungkapnya.

Mukerwil yang dibuka oleh asisten pembangunan pemda Provinsi Gorontalo, Drs. Sutan Rusdi, Ak., MM ini turut dihadiri wakil sekretaris jenderal DPP Wahdah Islamiyah, Ir. Sabaruddin Samsir.[wahdah.or.id]

Pejabat yang Belum Menepati Janji Tidak Pantas Mengumbar Janji

Pejabat yang Belum Menepati Janji Tidak Pantas Mengumbar Janji

(Bogor) –wahdahjakarta.com, Jika ada pejabat yang belum menepati janji-janjinya kemudian ingin membuat janji lagi untuk masa jabatan berikutnya maka itulah seburuk-buruknya pejabat.

“Dia dibayang-bayangi kerakusan, sudah tidak mampu, tidak menepati janji, kemudian ingin lagi, itu seburuk-buruknya pejabat,” ujar Prof Dr KH Didin Hafidhuddin dalam sebuah kajian di Masjid Al Hijri II, Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Kota Bogor, Sabtu (24/3/2018).

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengungkapkan, sikap tidak amanah tersebut pernah digambarkan dalam salah satu peristiwa Isra Mi’raj, dimana ada orang sudah memikul beban berat tapi ingin terus ditambah bebannya. Seseorang yang sangat banyak tugasnya hingga tidak mampu dilaksanakannya, tetapi ia masih menambah lagi dengan pekerjaan yang lain.

“Itu seperti yang disebut Amilatun Nasibah di dalam surat Al Ghashiyah, orang yang kelelahan tapi tidak ada hasilnya di sisi Allah, bahkan ia terancam api neraka,” ungkap Kyai Didin.

“Jadi belum apa-apa dia sudah berpikir bagaimana jabatannya ke depan, saat dilantik jabatan pertama dia sudah berpikir ingin jabatan kedua. Nah itu yang membahayakan karena sudah dikendalikan oleh setan, akhirnya segala macam cara dia gunakan untuk memperpanjang jabatannya,” tambahnya.
Sementara bagi orang beriman, ia tidak mau bersikap seperti itu. Dia harus tuntaskan dulu amanahnya, dia akan memelihara amanah dengan sebaik-baiknya. “Dia akan maksimalkan dulu pengabdiannya, karena dia harus membuktikan diri dulu dalam melaksanakan setiap janjinya,” tandas Kyai Didin. [ed:sym].

Musda I Wahdah Islamiyah Semarang Dirangkaikan Tasyakuran DIROSA

Ustadz Muhammad Qasim Saguni Memberi Sambutan Pada Acara Musda I Wahdah Islamiyah Semarang dan Tasyakuran Dirosa

Musda I  Wahdah Islamiyah Semarang Dirangkaikan Tasyakuran DIROSA

(Semarang)  wahdahjakarta.comMusyawarah Daerah (Musda) I Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah (WI) Kota Semarang di Hotel Candi Indah Semarang, pada Sabtu (24/3/2014) dirangkaikan dengan Tasyakuran Alumni Dirosa.

Sebanyak 70 orang alumni Dirosa mengikuti tasykuran yang dihadiri pengurus dan kader Wahdah Islamiyah Semarang, dan Jawa Tengah serta perwakilan Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah yang diwakili Ketua DPP WI Ustadz. Ir. Muhammad Qasim Saguni, MA, Ketua YPWI Ustadz Nursalam Sirajuddin, Wakil Sekjen WI Ustadz Saiful Bahri, SE, Ustadz Elan Kurniawan, SH yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah.

Dirosa (Dirasah Al-Qur’an Orang Dewasa) merupakan metode pembelajaran membaca Al-Qur’an bagi orang dewasa dengan 20 kali pertemuan.

Ketua DPP Wahdah Islamiyah Ustadz Ir. Muhammad Qasim Saguni, MA. dalam sambutannya mengatakan, program Dirosa merupakan pengejawantahan dari salah satu misi dan konsep dakwah Wahdah Islamiyah, yakni mengajak umat kembali kepada Al-Qur’an.

Karenanya Dirosa menjadi salah satu program unggulan Wahdah Islamiyah di seluruh DPD Wahdah Islamiyah.

Saat ini alumni dirosa sudah ribuan dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia.[sym]

Hadiri Musda Wahdah Islamiyah Semarang, Ini Harapan Walikota Semarang

Sambutan Walikota Semarang Pada Musda I WI Seamrang dibacakan oleh Camat Sandisari Moeljanto

Hadiri Musda Wahdah Islamiyah Semarang, Ini Harapan Walikota Semarang

Semarang (wahdahjakarta.com)- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah (WI) Kota Semarang Jawa Tengah menggelar Musyawarah Daerah Pertama (Musda I) di Hotel Candi Indah Semarang, pada Sabtu (24/3/2014).

Musda yang baru pertama kali digelar ini dihadiri pengurus dan kader Wahdah Islamiyah Semarang, dan Jawa Tengah serta perwakilan Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP)  yang diwakili Ketua Bidang I Ustadz. Muhammad Qasim Saguni,  Ketua Bidang IV Ustadz Nursalam Sirajuddin, Wakil Sekjen Ustadz Saiful Bahri,  Ustadz Elan Kurniawan,  yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah.

Pembukaan Musda I WI Semarang juga dihadiri perwakilan ormas Islam dan Pemerintah Kota Semarang. Dalam sambutan Walikota Semarang H. Hendrar Prihadi yag  dibacakan Camat Candisari Moeljanto dinyatakan bahwa Pemkot Semarang menyambut baik kehadiran Wahdah Islamiyah di kota Semarang.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Semarang menyambut baik dan memberi apresiasi atas dinamisasi DPD Wahdah Islamiyah Semarang yang selama ini mampu berjalan dengan baik dalam rangka melahirkan keselarasan dan kesamaan langkah di dalam mensuksekan program-program pembangunan Kota Semarang”, ujar Moeljanto.

Walikota  juga berharap forum Musda ini dimanfaatkan untuk mewujudkan percepatan pencapaian visi dan misi DPD yang telah ditetapkan serta membangun kekuatan demi eksistestensi dan peningkatan peran organisasi.

“Semua unsur DPD Wahdah Islamiyah Semarang agar bersama-sama membangun kekuatan demi eksistensi dan peningkatan peran dalam mewujudkan masyarakat yang berkualitas khaira ummah, dan negara yang aman, damai, adil, dan makmur rohaniah dan jasmaniah yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala”, ungkapnya.

“Oleh karenanya seluruh elemen DPD Wahdah Islamiyah Semarang harus bisa melaksanakan berbagai usaha, antara lain memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat, merumuskan program dan kebijakan yang sesuai nilai dan tuntunan Islam, dan menjadi penghubung antara ulama dan uamra”, imbuhnya.

“DPD Wahdah Islamiyah Semarang harus bisa mempunya fungsi sebagai wadah untuk memperjuangkan kepentingan dan bertindak sebagai pembawa aspirasi seluruh umat Muslim khususnya yang ada di kota Semarang”, tandasnya.

Beliau juga mengajak Wahdah Islamiyah Semarang untuk berperan dalam menangkal paham yang bertentangan degngan nilai-nilai Islam. “Saya juga ingin mengajak kepada seluruh keluarga besar DPD Wahdah Islamiyah  agar selalu menjadi pionir di dalam menangkal setiap paham radikalisme maupun paham-paham lain yang bertentangan dengan nilai-nilai keislaman agar tidak berkembang di kota Semarang”, pungkasnya.

Ketua Bidang I DPP WI Ustadz Muhammad Qasim Saguni

Musda juga dirangkaikan dengan Tasyakuran Alumni DIROSA. DIROSA (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa) merupakan metode pembelajaran Al-Qur’an bagi orang dewasa dengan 20 kali pertemuan. Program ini salah satu program unggulan Wahdah Islamiyah di seluruh DPD Wahdah Islamiyah. Menurut Ketua Bidang I DPP WI Ustadz Qasim Sagubi, Program ini merupakan pengejawantahan dari salah sati misi dan konsep dakwah Wahdah Islamiyah, yakni mengajak umat kembali kepada Al-Qur’an. [sym].

Milad Ke-26, Dakta Gelar Mudzakarah Kebangsaan dan Gelorakan Cinta Keluarga

Mudzakarah Kebangsaan "IKhtiar Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Beradab"

Mudzakarah Kebangsaan “IKhtiar Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Beradab”

Milad Ke-26, Dakta Gelar Mudzakarah Kebangsaan dan Gelorakan Cinta Keluarga

BEKASI (wahdahjakarta.com) – Menandai milad yang ke-26, Dakta Media Network (DMN) akan menggelar acara Mudzakarah Kebangsaan di Hotel Horison Bekasi, Selasa (27/3/2018).
Mudzakarah dengan tema “Ikhtiar Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Beradab” menghadirkan pembicara Tokoh Reformasi Prof Dr Amien Rais, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi dan Balon Presiden dari PKS Dr Mardani Ali Sera.

Direktur Utama DMN, Andi Kosala mengatakan kegiatan ini digelar sebagai upaya untuk mengingatkan kepada seluruh anak bangsa tentang cita-cita kemerdekaan dan merupakan refleksi 20 tahun reformasi di negeri ini.

“Situasi kebangsaan saat ini perlu menjadi perhatian para pemimpin agar bisa menjalankan amanah untuk menegakan keadilan dan mewujudkan kehidupan bernegara yang lebih beradab, “ jelasnya.

Andi Kosala menambahkan, Radio Dakta yang didirikan dengan semangat untuk mencerdaskan masyarakat terus berupaya meningkatkan partisipasinya dalam memberikan manfaat bagi kemashlahatan umat dan mengelorakan rasa cinta terhadap Indonesia.

“Selain bergerak di bidang penyiaran radio, kami juga memiliki sejumlah aktivitas lainnya seperti Dakta Peduli, portal berita Dakta Dotcom, Dakta Promosindo, Dakta Travel, Dakta Trading dan Dakta TV, “ imbuhnya.

Berdasarkan survey, menurut Andi, Dakta Radio dengan format news and talks saat ini menjadi radio informasi dengan loyalitas pendengar tertinggi dan populasi pendengar terbanyak kedua di Jabodetabek.

“Kami memiliki komunitas yang segmented dan loyal, terbukti dengan keberhasilan dalam menggelar berbagai event off air, baik dalam bentuk acara religi maupun lainnya, “ jelasnya.

Rangkaian acara milad 26 tahun Dakta juga diisi dengan Taklim Bulanan bertema “Menjaga Keluarga, Merawat Indonesia” dengan menghadirkan narasumber Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI) Ustadz.Dr. Muhammad Zaitun Rasmin dan pengasuh acara Kuliah Fajar di Radio Dakta, Ustadz Agus Muslim Pahlevi.

Taklim Bulanan yang berlangsung pada hari Ahad (25/3/2018) di Aula KH Noer Ali, Islamic Center Bekasi ditargetkan dihadiri sekitar 1.000 jamaah yang datang dari berbagai daerah.

Selanjutnya pada tanggal 8 April 2018 akan berlangsung kegiatan fun bike yang diikuti oleh 2.500 peserta, berlokasi di Perum Mutiara Gading Timur, Mustikajaya, Kota Bekasi.

General Manager DMN, Suyanti menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para sponsor yang turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dalam rangka milad Dakta.

“Sinergitas dan kerjasama yang kami lakukan selama ini sebagai upaya untuk terus meningkatkan kesadaran pentingnya keluarga dalam menjaga keutuhan bangsa, sebagaimana motto kami yakni, bijak mengabdi cerdas melayani, “ terangnya. [ed:Sym].

Ulama Palestina: Kami Akan Terus Lakukan Perlawanan Sampai Titik Darah Penghabisan

Ulama Palestina Diaspora, Syaikh DR. Nawwaf Takruri (tengah)

Ulama Palestina: Kami Akan Terus Lakukan Perlawanan Sampai Titik Darah Penghabisan

Jakarta (wahdahjakarta.com)- Ketua Ikatan Ulama Palestina Diaspora, Dr. Nawwaf Takruri menegaskan bahwa rakyat Palestina akan terus berjuang membela Baitul Maqdis. Hal itu dikemukakannya di hadapan awak media dalam Konfrensi Pers Realisasi Kewajiban Ulama dan Da’i Terhadap Baitul Maqdis yang digelar di bilangan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2018) sore.

“Mereka di Palestina akan mengorbankan semua yang berharga dan semua yang mereka cintai. Kami tidak akan pernah berhenti untuk terus melakukan perlawanan dan intifadhah dan akan terus bergerak sampai titik darah penghabisan,” ujarnya.

Syaikh Nawaf mengungkapkan, perlawanan yang dilakukan tidak hanya di dalam Gaza dan Palestina, namun juga di Tepi Barat dan daerah lainnya bahkan hingga ke luar Palestina dan dilakukan oleh semua kalangan dengan persenjataan yang terbatas sekalipun.

“Baik anak muda hingga orang tua bahkan ibu-ibu tetap memperjuangkan Baitul Maqdis walau hanya dengan pisau dan apa saja yang mereka miliki agar mereka bisa melakukan perlawanan,” ungkapnya.

Meskipun mendapat banyak tekanan, rakyat Palestina akan terus berjuang. Ia bersyukur mendapatkan dukungan dari ummat Islam Indonesia. “Ketika kami hampir saja lelah dan hampir sudah putus asa, kami dapati saudara-saudara kami melakukan demonstrasi di Jakarta, Kuala Lumpur, Istanbul dan di beberapa belahan dunia. Ini semacam energi baru yang akan membuat kami terus bangkit,” ucapnya.

Beliau berharap dukungan ummat Islam Indonesia terhadap perjuangan Baitul Maqdis terus mengalir. “Kami akan terus berjuang dan kami berharap Anda terus membersamai kami seterusnya dan berharap anda dapat berjuang bersama kami seterusnya,” imbuhnya.

“Saya sangat berbangga dengan apa yang dilakukan oleh ulama-ulama Indonesia khususnya sikap mereka dalam keberpihakannya terhadap saudara-saudara mereka di Palestina”, tandasnya. (Rep: Firdaus/ed:sym]).

Saatnya Ulama Indonesia Terlibat dalam Pembebasan Baitul Maqdis

 

Jakarta (wahdahjakarta.com)- Rabu sore (21/3/2018) Sejumlah Ulama dan Da’i dari berbagai tanah air dan mancanegara menghadiri Silaturrhim Ulama dan Da’i Pejuang Baitul Maqdis. Acara yang diprakarsai Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia ini dilaksanakan di kediaman Ibu Ida Ning, Jln. Ckini Raya No.24.

Menurut Sekretaris Jendral MIUMI, Ustadz Bachtiar Nasir, kegiatan ini diadakan untuk konsolidasi dan saling menyemangati dalam membela Baitul Maqdis. “Kami berkumpul disini untuk menyemangati kembali dalam pembelaan baitul Maqdis”, ucap UBN saat Press Conference.

“Selama ini kumpulan asatidz dan pejuang Palestina kelihatannya kurang serius bekerja sama dalam perjuangan Palestina, sementara di luar negri para ulama telah membentuk lembaga-lembaga khusus untuk membantu Palestina”, ujarnya.

UBN meanambahkan bahwa Palestina merupakan tanggung jawab seluruh ummat Islam, dan para ulama dituntut berperan memberikan pencerahan kepada ummat untuk tentang persolan Baitu Maqdis. Bahkan peran ulama Indonesia di level dunia sangat dinantikan.

“Apa yang terjadi di Palestina merupakan tanggung jawab kita semua, Indonesia ditunggu perannya dalam perjuangan Palestina”, ungkapanya di hadapan peserta Silaturrahim Ulama Pejuang Baitul Maqdis. “Saatnya ulama Indonesia terlibat bersama ulama dunia dalam membebaskan Baitul Maqdis”, tandasanya.

Acara Silaturrahim Ulama yang mengangkat tema Realisasi Kewajiban Ulama dan Da’i Terhadap Baitul Maqdis ini mendapt apresiasi dari Ketua Ikatan Ulama Palestina Diaspora Dr. Nawwaf Takruri. Dalam sambutannya Syaikh Nawaf mengatakan, “Saya sangat berbangga dengan apa yang dilakukan oleh ulama-ulama  Indonesia khususnya sikap mereka dalam keberpihakannya terhadap saudara-saudara mereka di Palestina”.

Acara ini dihadiri para ulama, Da’i dan aktivis pejuang Baitul Maqdis dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Tokoh yang hadir di antaranya; DR. Nawwaf Takruri (Ketua Ikatan Ulama Palestina Diaspora), DR. Muhammad Abdul Karim (Komite Dakwah Ikatan Syariah Ulama & Da’i Sudah, DR. Washu Asyur Abu Zaid Al-Mishri  (Anggota Persatuan Ulama Muslim Internasional), Ustadz Bachtiar Nasir (MIMI/AQL), DR. Nasir Zain, Ustadz. Fahmi Salim (MIUMI DKI), DR. Mu’inudinillah (MIUMI Solo), Ustadz Ridwan Hamidi, Lc, MA (Wahdah Islamiyah), dan beberapa ulama dan tokoh lainnya. [sym].

Syaikh Yusuf Estes Ajak Pemuda Muslim Giat Belajar Ilmu Agama


Syaikh Yusuf Estes Ajak Pemuda Muslim Giat Belajar Ilmu Agama

Balikpapan (wahdahjakarta.com) – Syaikh Yusuf Estes mengajak setiap pemuda muslim untuk giat menuntut Ilmu agama. Menurutnya ilmu agama dapat membentengi pemuda dari pengaruh negatif budaya barat.

“Sekarang mudah untuk mencari ilmu, tidak perlu pergi jauh dan berbulan-bulan dengan naik unta. Cukup buka internet dari tempat kerja atau sekolah,” kata dai asal Texas, Amerika Serikat itu dalam ceramah umum di Balikpapan Sport & Convention Centre (BSCC), Kalimantan Timur, Selasa (20/3/2018) malam.
Lebih lanjut dia menjelaskan, jika seorang pemuda memiliki kemauan kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, maka halangan apapun tak dapat menghentikannya.

“Jika kalian berkomitmen terhadap agama, maka tidak akan sulit untuk melakukan hal-hal yang baik,” imbuhnya.
Dia juga mengatakan, para pemuda hendaknya menghindari tayangan-tayangan negatif yang ada di saluran televisi.
“Jauhilah media (TV) yang bermasalah itu. Saya dan juga Dr Zakir Naik punya Chanel TV yang bersiaran selama 24 jam. Itu kami lakukan agar anak-anak terbiasa dengan tontonan yang baik,” jelasnya.

Ceramah Syaih Yusuf  di BSCC, Balikpapan, Selasa (20/3/2018) dihadiri sekitar 2.000 peserta. Mereka hadir dari berbagai kota di Kalimantan Timur dan sekitarnya untuk menyimak pemaparan dari mantan penginjil dan musisi itu.
Dalam rangkaian safari dakwahnya di Indonesia, pendiri Guide US TV itu singgah di beberapa kota seperti di Jakarta, Surabaya dan Balikpapan. [sym].
Sumber: http://ahad.co.id

MIUMI, AQL, dan Spirit of Aqsa Gelar Silaturrahim Ulama Pejuang Baitul Maqdis

MIUMI, AQL, dan Spirit of Aqsa Gelar Silaturrahim Ulama Pejuang Baitul Maqdis

JAKARTA (wahdahjakarta.com)- Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), AQL Islamic Center dan Spirit of Aqsa (SoA) menggelar Silaturrahim Ulama  Pejuang Baitul Maqdis di kediaman ibu Ida Hasyim Ning, Cikini No. 24, Jakarta Pusat, Rabu malam, (21/3/2018).

Sekjen MIUMI Pusat Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan silaturahim ini agar ulama dan aktivis bersatu dalam memperjuangkan kemerdekaan Baitul Maqdis.

“Selama ini kumpulan asatidz dan pejuang Palestina kelihatannya kurang serius bekerja sama dalam perjuangan Palestina, sementara di luar negri para ulama telah membentuk lembaga-lembaga khusus untuk membantu Palestina”, ujarnya.

UBN juga mengimbau para ulama untuk senantiasa merapatkan barisan agar terhindar dari upaya adu domba dan pemecah-belahan yang bertujuan melemahkan semangat pembelaan kepada Bumi Syam. “Kami mengajak para ulama untuk terus membangkitkan semangat umat dan tak berhenti meningkatkan kepeduliannya terhadap Bumi Syam”, imbuhnya.

Menurutnya, merapatkan barisan untuk perjuangan pembebasan Al -Aqsa sangat penting mengingat penderitaan saudara se-Iman di Bumi Syam hingga kini tak kunjung henti. Penindasan dan penggusuran permukiman warga Baitul Maqdis terus dilakukan oleh penjajah Zionis.
Ketua Spirit of Aqsa (SoA) ini juga menekankan bahwa persoalan Baitul Maqdis dan Palestina merupakan tanggung jawab bersama selurh ummat Islam. “Apa yang terjadi di Palestina tanggung jawab kita semua”, tandasnya.

Acara ini dihadiri para ulama, Da’i dan aktivis pejuang Baitul Maqdis dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Tokoh yang hadir di antaranya; DR. Nawwaf Takruri (Ketua Ikatan Ulama Palestina Diaspora), DR. Muhammad Abdul Karim (Komite Dakwah Ikatan Syariah Ulama & Da’i Sudah, DR. Ali Yusuf (Anggota Persatuan Ulama Internasional), Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), DR. Nasir Zain, Ustadz. Fahmi Salim (MIUMI DKI), DR. Mu’inudinillah (MIUMI Solo), Ustadz Ridwan Hamidi, Lc, MA (Wahdah Islamiyah), dan beberapa ulama dan tokoh lainnya. [sym].

Syaikh Yusuf Estes: Kebaikan Tertinggi Adalah Lailahailallah

Syaikh Yusuf Estes: Kebaikan Tertinggi Adalah Lailahailallah

Balikpapan (wahdahjakarta.com) – Islam adalah agama dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Akibat fenomena ini, sebagian masyarakat Barat memendam kekhawatiran.

“Islam pertumbuhannya tercepat di dunia. Semua orang takut dengan hal itu. Itulah kekhawatiran orang-orang di Inggris. Dunia ketakutan akan hal itu,” ungkap mubaligh asal Texas, AS, Syaikh Yusuf Estes saat berceramah di BSCC, Balikpapan, Kaltim, Selasa malam (20/03).

Secara statistik, lanjut Yusuf, saat ini Islam berada di peringkat kedua agama teresar di dunia. “Islam agama terbesar kedua di dunia. Tapi bukan hal itu yang kita fokuskan (dalam ceramah malam ini, red),” ungkap Yusuf membawakan materi tentang “Islam Tomorrow.”

Yusuf bercerita, saat dirinya masih memeluk Kristen bahkan menjadi pendeta, ia terus berusaha memasukkan orang lain agar memeluk Kristen. Sebab saat itu ia berpandangan bahwa orang di luar dia adalah kafir.

Anehnya, kata Yusuf, kata “Kafir” saat ini banyak tidak dimengerti oleh orang-orang Barat. Karenanya mereka lalu menulis dalam baju-baju mereka tulisan kafir, bahkan di jidat mereka juga. “Coba tanya Google, coba tuliskan kata kafir di Google,” kata dia.

Menurut Yusuf, kondisi manusia itu hanya dibagi dua. Mereka yang percaya kepada Allah dan mereka yang tidak percaya. “Mereka yang bukan Muslim itu kafir,” kata dia.

Yusuf lalu mengutip potongan ayat dalam Surat Ali Imran ayat 110. “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Syaikh Yusuf menjelaskan, bahwa umat terbaik itu adalah umat yang senantiasa menyeru kepada kemakrufan dan mencegah dari kemunkaran. Mereka juga beriman kepada Allah Subhanahu wata’ala. “Kebaikan tertinggi itu adalah Lailahailallah,” kata dia.

“Jika kamu percaya pada Allah tapi tidak menyeru kepada agama Allah, bagaimana bisa kamu dikatakan beriman?,” tanya pria berusia 74 tahun itu.  [sym].

Sumber: Suaraislamonline.