Layanan Hapus Tato Gratis Hadir di Hijrah Fest 2018

Founder komunitas Gerak Bareng, Ahamad Zaki

(Jakarta) wahdahjakarta.com– Hadir di Hijrah Fest 2018, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, komunitas Gerak Bareng dan Islamic Medical Service (IMS) kembali menawarkan layanan hapus tato gratis.

Founder Komunitas Gerak Bareng, Ahmad Zaki menjelaskan, pengunjung yang ingin menghapus tato tak perlu membayar. Melainkan cukup menyetorkan hapalan Alquran dan surat medical check up HIV, diabetes dan hepatitis.

“Sudah lebih dari 20 orang yang minta dihapus tatonya, selama dua hari ini. Di hari terakhir, kemungkinan besar lebih banyak lagi. Kita kemampuannya di sini, sehari bisa tigapuluh. Tapi kan mereka yang datang ke sini juga ada yang gak bawa medical chek up, jadi mereka gak bisa dilayanin,” ungkapnya, Sabtu (11/10/2018).

Zaki menambahkan, kegiatan hapus tato ini pertama kali digelar di Jakarta pada Ramadhan 2017. Di mana, kegiatan ini berawal dari kegelisahan orang-orang bertato yang sudah hijrah. Pasalnya, meski sudah berhijrah mereka masih sulit diterima di masyarakat karana stigma buruk pengguna tato.

Stand salah satu peserta pameran Hijrah Fest 2018

“Makannya, mereka yang sudah berhijrah dan bertato pasti memiliki kesulitan. Kesulitan pertama, dapatin pekerjaan. Kedua, kesulitan berinteraksi sosial di masyarakat. Yang ketiga kesulitan mendapatkan jodoh. Tiga hal ini yang akhirnya membuat kita berpikir, yuk kita bikin program hapus tato buat mereka yang hijrah. Makannya jadilah acara ini,” ungkapnya.

Satu setengah tahun berjalan, kini kegiatan hapus tato gratis sudah tersebar di 13 kota di Indonesia. Selain itu, sudah lebih dari tiga ribu orang yang merasakan manfaat dari hapus tato gratis ini. Ahmad Zaki berharap dengan kegiatan ini, orang-orang yang sudah berhijrah selalu istiqomah.

“Ya istiqomahlah hijrahnya. Memang program ini kita rancang untuk mereka yang benar-benar mau hijrah. Bukan yang setengah-setengah doang. Jadi kalau misalnya, cum buat main-main ya gak bisa,” tukasnya. (Sumber: Kiblat.net).

Bung Tomo Bangkitkan Semangat Pemuda Surabaya dengan Pekikan Takbir

Bung Tomo Bangkitkan Semangat Pemuda Surabaya dengan Pekikan Takbir

Berikut ini transkrip pidato bung Tomo di radio Surabaya menjelang 10 November 1945. Pidato inilah yang kemudia membangkitkan semangat para pemuda untuk melakukan perlawanan.

 “Bismillahirrohmanirrohim. Merdeka!! Saudara-saudara, kita semuanya, kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris itu. Dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya ini ingin mendengarken jawaban rakyat Indonesia. Ingin mendengarken jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, dengarkanlah ini, tentara Inggris. Ini jawaban kita. Ini jawaban rakyat Surabaya. Ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian:

“Hai, tentara Inggris, kau mengendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu. Kamu menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu. Kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang telah kami rampas dari tentara Jepang untuk diserahkan kepadamu. Untuk itu, sekalipun kita tahu bahwa kau sekalian akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada. Tetapi inilah jawaban kita:

“Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga. Kita tunjukken bahwa kita ini benar-benar orang-orang yang ingin merdeka. Dan untuk kita saudara-saudara, lebih baik hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap “Merdeka atau Mati”. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!! Merdeka!!”

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #haripahlawan #bungtomo #takbir #pahlawanindonesia #10november

Santri Wahdah  Bogor Raih Juara Karate Se-Kabupaten Bogor

Tiga santri Tahfizh Wahdah Islamiyah Bogor berhasil meraih juara dalam Kejuaraan karate festival series 2 sekabupaten Bogor, Sabtu (10/11/2018). Dari kiri ke kanan, Zaid Ilmi (juara 2), M.Adlan (juara 1), dan M. Dafi (juara 3).

(Bogor) wahdahjakarta.com-, Ponpes Tahfizh Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor berhasil meraih prestasi juara dalam kejuaran karate se-Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/11/2018)

“Al-hamdulillah 3 santri kita (SMA Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor), meraih kejuaran dalam Federasi Olah Raga Karate, Festival Series 2 Se-Kabupaten Bogor”, ujar Hamka Abu Thalhah selaku Kepala SMA-Qu Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor kepada wahdahjakarta.com

Ketiga santri Wahdah yang berhasil meraih juara dalam turnamen yang diikuti 625 atlit ini adalah Muhammad Adlan Al-Fakhri (Kelas XI) meraih juara pertama (medali emas), Zaid Ilmi Arrizqi Ramadhan (Kelas XI) meraih juara dua (medali perak), dan Muhammad Dafi Syahwan Savendri (kelas X) meraih juara tiga (medali perunggu).

Ponpes Tahfizh Al-Qur’an Wahdah Islamiyah berlokasi di Kampung Cikempong, RT 03/RW 09 Kelurahan Pakansari Kabupaten Bogor Jawa Barat.
Berdiri sejak tahun 2015 dibawa kepemimpinan Ustadz Samsuddin, dan KH. Muhammad Zaitun Rasmin sebagai pembina, dibawa naungan Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI) (pusat) Makassar, Tahfizh Wahdah membina dua unit pendidikan formal; SMP Al-Qur’an dan SMA Al-Qur’an dengan kurikulm Tahfizh Al-Qur’an sebagai program utama.

Dewan Pers Berharap Tidak Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Pers

Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar di Pelatihan Jurnalistik Dakwah OMOJ Angk.8 yang digelar Forjim, Sabtu (10/11/2018. 

(Jakarta) wahdahjakarta.com — Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar, jadi pembicara tamu di pelatihan One Masjid One Journalist (OMOJ) Angkatan kedelapan di Masjid Darussalam, Kota Wisata Cibubur, Jakarta, Sabtu (10/11). Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Forum Jurnalis Muslim (Forjim) dengan Yayasan Darussalam Kota Wisata Cibubur.

Dalam kesempatan tersebut, Djauhar mengatakan bahwa kerja-kerja jurnalistik merupakan kerja mulia dengan menyampaikan informasi berita kepada masyarakat. Karena itu, kata dia, wartawan harus memahami dan dibekali kode etik jurnalistik (KEJ).

Kode etik mengatur 11 ketentuan menjadi wartawan. Seluruh point tersebut merupakan kesepakatan bersama (konsensus) lebih dari 50 asosiasi profesi jurnalis se-Indonesia. Maka itu, wartawan diwajibkan untuk mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW).

“Karena pasca reformasi berita-berita yang tidak jelas kebenarannya sangat berseliweran. Dan banyak sekali yang langsung percaya. Penyakit ini bukan hanya di Indonesia, tapi juga seluruh dunia mengalami hal yang sama,” ujarnya.

“Kita harus berusaha mengambil dan menyebarkan informasi yang baik dan bermanfaat. Bekerja sebagai wartawan, tidak lepas dari kode etik jurnalistik. Nah, jika ada wartawan yang bermasalah dengan kode etik, maka kami yang akan memediasi dengan pihak terkait,” sambungnya.

Ia menjelaskan, Dewan Pers memiliki peran untuk mediasi antara media yang bersangkutan dengan pihak yang merasa dirugikan. Proses penyelesaian masalah tersebut dinamakan ajudikasi dan mediasi.

“Kami selalu berharap diantara kerja kami ada manfaatnya. Kita berharap kerja jurnalistik tidak mengandung fitnah, agitasi dan mengadu-domba masyarakat,” ujar dia.

Menurut dia, kelemahan wartawan saat ini yaitu tidak mengedepankan verifikasi faktual. “Wartawan harusnya tidak langsung percaya omongan orang. Wartawan harus skeptis. Apalagi kalau menyangkut pihak ketiga,” katanya.

Ia menandaskan, keberadaan Dewan Pers adalah menjaga kemerdekaan Pers di Indonesia terjamin. Karena penguasa yang berkuasa dimanapun keinginannya sama, dapat mengendalikan media. Menurutnya, dari 11 Negara se-Asean, hanya Indonesia saat ini yang menjamin kemerdekaan pers.

“Kami pernah mengalami represifitas pemerintah di Orde Baru. Itu ngeri sekali. Sangat menakutkan. Media yang dianggap berbahaya, langsung disikat. Saya berharap, tidak ada lagi kriminalisasi terhadap pers,” tandasnya.*

Bendera Tauhid Tidak Dilarang

Ketua Front santri Indonesia (FSI), Habib Hanif Alatas menunjukkan perbedaan bendera tauhid dan bendera HTI

Jakarta (wahdahjakarta.com)-,Kementrian Koordinator  Bidang Politik Hukum dan  Keamanan (Kemenko Polhukam) menggelar Dialog Kebangsaan bersama Tokoh-tokoh Ormas Islam di kantor Kemenko Polhukam, di Jakarta, Jum’at (09/11/2018).

Dalam pertemua tersebut Ormas-ormas Islam bersepakat untuk menjaga persatuan, kesatuan, dan mengedepankan dialog dalam segala hal, pasca kasus pembakaran bendera bertulisan kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

“Kita sepakat kita akan menjaga persatuan, kesatuan, mengedepankan dialog dalam segala hal dan terpenting terkait masalah bendera, tadi sudah dijelaskan,” ujar Ketua Umum Front Santri Indonesia (FSI) Habib Hanif Alatas.

Pada pertemuan antara pemerintah dan ormas Islam itu ia menjelaskan perbedaan antara bendera bertulisan kalimat tauhid –seperti yang dibakar di Garut tersebut– dengan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Hanif bahkan membawakan contoh dua jenis bendera dimaksud dan memperlihatkannya kepada para peserta dialog, antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, perwakilan PBNU, GP Ansor, dan ormas-ormas Islam lainnya.

“Bahwasanya yang tidak boleh ini bendera ini,” jelas Hanif seraya mengangkat contoh bendera hitam yang disertai tulisan “Hizbut Tahrir Indonesia”. “Ini bendera HTI ini, tadi sudah dijelaskan secara gamblang,” imbuhnya usai pertemuan.

Sedangkan yang satunya, yaitu bendera mirip yang dibakar di Garut, “Yang ini tidak pernah dilarang,” tegasnya seraya memperlihatkan contoh bendera hitam bertulisan putih kalimat tauhid dalam lafadz Arab “La ilaha illallah Muhammad Rasulullah”. “Tadi sudah dijelaskan dan disepakati oleh beberapa (ormas)…” sambungnya.

“Artinya,” lanjut Hanif, “ke depan bendera tauhid yang seperti ini dan dengan warna apapun tidak boleh di-sweeping lagi, tidak boleh dilarang lagi, tidak boleh dikucilkan lagi. Ini sudah menjadi kesepakatan di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia….

Mudah-mudahan dengan adanya kesepakatan ini bendera ini wajib untuk dihormati, wajib dimuliakan. Dari PBNU tadi juga sudah minta maaf, dari Banser juga sudah minta maaf.”

Pertemuan itu digelar terkait kasus pembakaran “bendera tauhid” oleh oknum Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tersebut. Pada dialog bertema “Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyah, Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa” ini, pihak yang bertemu dari pemerintah antara lain Menko Polhukam Wiranto dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, serta dari tokoh-tokoh agama Islam, para ulama, para habaib, dan pimpinan ormas Islam di antaranya dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan PBNU.

Wiranto mengatakan, dalam dialog tersebut telah terjadi kesepakatan bahwa ada kesalahpahaman yang tidak lagi boleh terjadi di masa ke depan.

GP Ansor menyampaikan, sangat menyesalkan terjadinya pembakaran bendera bertulisan kalimat tauhid oleh oknum Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

“Kami sangat menyesal dengan peristiwa ini, aturan organisasi juga sudah diterapkan, untuk hukum dipasrahkan oleh penegak hukum. Jangan sampai hal ini (pembakaran, Red) terjadi lagi dan sudah ditegaskan kepada anggota kami. Jika ada hal itu terulang maka akan ada tindakan tegas. Kami memohon maaf karena peristiwa ini menjadi gaduh,” kata Perwakilan GP Ansor Khairul Anwar.

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menyesalkan peristiwa yang terjadi di Garut.

Sumber: Hidayatullah.com

Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Lepas Puluhan Da’i ke Pedalaman

Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Lepas Puluhan Da’i ke Pedalaman
(Jakarta) wahdahjakarta.com — Puluhan Da’i Alumnus Sekolah Tinggi  Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir yang akan melaksanakan pengabdian dakwah di penjuru Nusantara dilepas secara simbolik oleh Ketua Umum Dewan Da’wah Mohammad Siddik di Masjid Al-Furqon Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Jalan Kramat Raya 45 Jakarta Pusat, Jumat (9/11) ba’da Shalat Jumat.

Para Da’i akan mengisi pos-pos dakwah di 23 provinsi untuk membimbing masyarakat setempat, baik dalam hal ibadah, sosial, maupun ekonomi, yakni Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, NTB, NTT, Ambon, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Siddik menyematkan sorban kepada 10 Da’i perwakilan sebagai tanda resmi dilepasnya 82 Da’i-Da’iyah untuk menjalankan tugas dakwah selama satu tahun ke depan.

“Alhamdulillah di hari yang mulia ini, kita semua mendapat kehormatan untuk melepas Da’i yang telah belajar selama 4 tahun di STID Mohammad Natsir, dimana misi utamanya untuk mengemban amanah dakwah,” ujar Siddik di hadapan jamaah Shalat Jumat Masjid Al-Furqon.

Ia menambahkan, tugas ini merupakan kesempatan berharga yang tidak mudah didapatkan oleh banyak orang.

“Tidak ada hidup yang lebih mulia melainkan meneruskan risalah dakwah. Ini menjadi kesempatan yang tidak mudah didapatkan oleh siapapun juga,” papar Siddik

Siddik berpesan agar selama masa pengabdian Da’i dapat membuat sesuatu yang konkret, yaitu infrastruktur dakwah.

Dewan Da'wah

Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Mohammad Siddik mengalungkan sorban kepada salah satu alumni STID Mohammad Natsir yang akan diutus dalam dalam tugas da’wah ke pedalaman Indonesia, Jum’at (9/11/2018.

“Dalam bertugas di daerah, usahakanlah membangun sesuatu yang konkret, yang dibangun dengan partisipasi masyarakat setempat, baik sebuah pesantren, rumah tahfidz, SD, TPA, PAUD, perpustakaan, Masjid, atau Majelis Taklim. Hendaklah ini menjadi suatu hal pasti yang saudara kerjakan di lapangan,” pesannya.

Selain itu, Ketua STID Mohammad Natsir Dwi Budiman Hakim berharap dan mendoakan para Da’i agar dapat menjalankan dakwah dengan sebaik-baiknya.

“Dewan Da’wah dan STID Mohammad Natsir mengucapkan selamat kepada Da’i Alumni STID Mohammad Natsir yang sebentar lagi akan segera bertugas di lapangan. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan dan ketabahan pada ujian-ujian dakwah yang akan dihadapi,” ungkap Dwi Budiman yang mendampingi Mohammad Siddik melepas Alumnus STID Mohammad Natsir angkatan VII.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Paragon yang sampai saat ini terus berkontribusi dan memberikan dukungan kepada dewan da’wah untuk mengirimkan Da’i ke pedalaman,” kata MC Hairul Anwar di sela-sela acara.

Setelah prosesi penyematan dilaksanakan, Maybank Syariah menyerahkan secara simbolik wakaf 2.250 Al-Qur’an untuk Muslim di pedalaman Indonesia kepada Da’i Dewan Da’wah. (Rilis)

Apotek Wahdah Buka Cabang ke.5 di Makassar

Grand Opening Cabang ke.5 Apotek Wahdah, Sabtu (10/11/2018)

(MAKASSAR) wahdahjakarta.com – Acara Grand Opening Apotek Wahdah Cabang Daeng Tata, Sabtu (10/10) bertempat di Jln. Daeng Tata Raya No. 79 A, Kec. Tamalate, kota Makassar resmi dibuka pagi tadi sekitar pukul 10.00 Wita.

Acara tersebut dihadiri oleh Direktur PT BCF (Berkah Cahaya Farmasi) Tuti Adythama, Perwakilan Puskesmas Tamalate Sitti Suleha, dan Ketua Bidang Tiga Departemen Pengembangan Usaha DPP Wahdah Islamiyah Hizbullah Mahdin.

Acara ini diisi dengan pemeriksaan kesehatan, pembagian vitamin, cek darah, bagi para peserta yang hadir.

Dalam sambutannya Tuti Adythama menyampaikan kehadiran Apotek Wahdah diharapkan lebih mendekatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat terutama pelayanan yang berkualitas  serta berharap  agar apotek lebih maju dan meningkatkan pelayanan yang maksimal tidak hanya berorientasi terhadap bisnis serta mampu bersinergi dengan program pemerintah.

“Karena kita ingin bersinergi dengan Penerintah dalam hal  pelayanan kefarmasian dengan mengusung tagline memberikan pelayanan cepat, tepat dan Islami,” ucapnya dihadapan peserta acara Grand Opening.

Direktur PT BCF ini mengharapkan keberadaan Apotek Wahdah tidak sekedar hanya sebagai unit bisnis saja, akan tetapi bisa menjadi sarana yang bisa membantu masyarakat dalam memilih dan menggunakan obat dengan menyiapkan para apoteker yang handal untuk mengedukasi dan melayani masyarakat.

Senada dengan itu, Sitti Suleha, Apoteker Penanggung Jawab Puskesmas Tamalate memberikan ucapan selamat atas pembukaan cabang baru Apotek Wahdah karena dinilai bisa menjadi solusi bagi masyarakat sekitar Tamalate kota Makassar.

“Saya berharap supaya Apotek Wahdah bisa bersinergi dengan kami nantinya,” tukasnya.

Pada kesempatan itu juga, Hizbullah Mahdin menyebutkan bahwa salah satu unit usaha ormas Islam Wahdah Islamiyah yang bergerak dibidang kefarmasian adalah Apotek Wahdah. Menurutnya, dakwah itu perlu sokongan finansial yang cukup, agar menyebar dan diterima oleh masyarakat.

“Saya pikir dulu usaha ini susah. Namun nyatanya Allah memberi kita kemudahan. Apotek Wahdah adalah usaha kami dalam menjalankan usaha mandiri kelembagaan Wahdah. Semoga bisa membuka cabang baru di beberapa tempat di Indonesia. Meskipun baru 5 cabang yang kita punya,” pungkasnya.

Salah satu pasien yang datang, Hasnah (66) mengaku senang dengan dibukanya cabang ini.

“Saya punya penyakit asam urat dan akar gigi. Makanya saya datang kesini dan ternyata ada acara pengobatan gratis. Alhamdulillah. Semoga Apotek Wahdah bisa berjaya,” ungkapnya. []

Reporter: Zulkifli Tri Darmawan

Pernyataan Sikap Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT

Walikota Bogor Bima Arya menyampaikan orasi sikap Pemkot Bogor tentang LGBT dan prostitusi online di hadapan massa peserta Aksi 911 #TolakLGBT di Bogor, Jum’at (9/11/2018).

Bogor (wahdahajakarta.com)-, Sebanyak 46 organisasi masyarakat (ormas) di kota Bogor yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT menggelar aksi damai tolak LGBT di Bogor pada Jum’at (9/11/2018).

Menurut Ketua Forum Abdul Halim, aksi damai ini bertujuan untuk menyuarakan penolakan terhadap perilaku LGBT sekaligus meminta pemerintah kota Bogor untuk mengeluarkan aturan yang ketat dan tegas tentang LGBT.

Aksi damai dimulai dengan konvoi dari Masjid Amaliah Ciawi, kemudian transit di Masjid Raya Bogor untuk menunaikan shalat Jum’at. Usai shalat Jum’at, massa yang diperkirakan berjumlah ribuan melanjutkan dengan longmarch menunju Balaikota Bogor.

Di Balaikota delegasi perwakilan massa bertemu dan berdialog dengan Walikota Bogor, Ketua DPRD Kota Bogor, Kapolresta kota Bogor, Dandim 0606 kota Bogor, dan unsur Muspida lainnya.

Dalam dialog  yang berjalan lancar dan khidmat ini Walikota Bogor Bima Arya menyambut baik kedatangan massa yang meminta penegakkan aturan tentang LGBT. Bima menyatakan rasa terimakasih kepada delegasi perwakilan ormas.

“Kami berterima kasih atas aspirasi yang disampaikan hari ini, merupakan dukungan moral kepada pemkot Bogor,” ucapnya.

Dalam dialog ini pula Ustad Abul Halim selaku juru bicara delegasi menyampaikan tiga pernyataan sikap Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT, yakni menolak segala tindakan dan perilaku LGBT, meminta Pemkot Bogor dan DPRD Kota Bogor menerbitkan aturan pelarangan LGBT di Bogor, dan mengajukan penutupan situs-situs online yang digunakan sebagai transaksi pelaku LGBT.

Berikit pernyataan sikap selengkapnya.

FORUM MASYARAKAT BOGOR ANTI LGBT

Kepada Ykh.
1. Walikota Bogor
2. Ketua DPRD Kota Bogor
3. Kapolres Kota Bogor
4. Ketua MUI Kota Bogor

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dengan bertawakal kepada Allah SWT kami Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT (Gay Biseksual dan Transgender) yang merupakan gabungan dari beberapa ormas lembaga komunitas Bogor Raya dengan ini menyatakan :

1. Kami menolak segala macam tindakan dan perilaku LGBT di Bogor khususnya dan di Indonesia pada umumnya.
2. Kami mendesak pemerintah kota Bogor dan DPRD kota Bogor agar membuat aturan tentang pelarangan aktivitas LGBT baik melalui Perda Khusus Melarang LGBT atau melalui Perda Ketahanan Keluarga.
3. Kami mendesak pemerintah kota dan DPRD kota Bogor untuk mengajukan penutupan situs situs media sosial dan aplikasi handphone, dll. yang mengarah pada perbuatan dan tindakan LGBT kepada Presiden melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi.
4. Kami siap bekerjasama dengan pemerintah kota khususnya dengan seluruh pihak umumnya dalam melakukan upaya pencegahan penanggulangan serta pembinaan bagi para pelaku lgbt.

Demikian surat pernyataan ini kami sampaikan Semoga dapat dilaksanakan serta mengundang keberkahan dan pertolongan Allah SWT di kota Bogor khususnya dan di Indonesia pada umumnya
Terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas segala kekurangan

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bogor 9 November 2018

 

Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT

 

Ketua
Abdul Halim

Pernyataan dan tuntutan ini diterima dan disambut baik Pemkot Bogor. Walikota Bima Arya menyampaikan secara langsung sikap Pemkot Bogor di hadapan massa aksi usai dialog dengan perwakilan massa.

Majelis Ta’lim Telkomsel Dukung Program Sekolah Darurat dan Motor Da’wah Lazis Wahdah

Majelis Ta’lim Telkomsel Dukung Program Sekolah Darurat dan Motor Da’wah Lazis Wahdah

Makassar (Wahdahjakarta.com) – Majelis Taklim Telkom (MTT) Regional Sulsel menyumbangkan donasi peduli Sulteng berupa biaya pendirian sekolah darurat dan pengadaan motor dakwah kepada LAZIS Wahdah Islamiyah. Sebelumnya, bantuan berupa paket makanan siap santap dan beberapa paket dakwah telah disalurkan ke sejumlah titik di daerah terdampak gempa dan tsunami.

Ketua MTT Regional Sulsel Bambang Mulyadi mengapresiasi kinerja relawan saat di Palu. Dalam keterangannya, ia mengatakan bahwa LAZIS Wahdah punya banyak relawan yang ia sendiri saksikan di banyak pemberitaan.

“Saya percaya dengan kinerja LAZIS Wahdah dalam penanganan kebencanaan di Palu. Masya Allah banyak sekali relawannya dan hal inilah yang membuat kami memercayakan donasi ini kepada mereka,” ujarnya dalam acara serah terima bantuan di Mushola Lt. Lima Gedung Miring, Baruga Telkomsel Jln. A.P. Pettarani kota Makassar, Kamis (8/11).

Dari pihak LAZIS Wahdah, Taufik, Direktur Fundraishing LAZIS Wahdah mengatakan bahwa pihaknya selama ini sangat terbuka bagi lembaga manapun untuk memercayakan donasinya kepada LAZIS Wahdah.

“Bukan hanya MTT, bahkan kami punya reasi di luar negeri seperti Malaysia yang sudah beberapa kali bekerjasama dengan kami. Di Palu kami punya banyak posko, relawan kami siap mendistribusikan bantuan dan menyampaikan amanah dari umat,” tukasnya.

MTT merupakan salah satu unit pengumpul zakat dari Telkom yang diambil langsung dari penghasilan masing-masing karyawan untuk selanjutnya dikelola sesuai syariat.

Donasi yang disalurkan oleh MTT ke LAZIS Wahdah untuk program kemanusiaan Sulawesi Tengah sejumlah Rp 100 Juta Rupiah. []

Bima Arya: Kemaksiatan Kita Berantas di Kota Bogor

Walikota Bogor Bima Arya menyampaikan orasi di hadapan peserta aksi #TolakLGBT di halaman kantor Balaikota Bogor, Jum’at (9/11/2018)

(Bogor) wahdahjakarta.com – Wali Kota Bogor, anggota DPRD Kota Bogor, Kapolresta Bogor dan jajaran aparatur pemerintah Kota Bogor lainnya menerima delegasi sejumlah ulama dan tokoh yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT (Lesbian Gay Biseks Transgender) di Balaikota Bogor, Jumat (9/11/2018).

Pertemuan tersebut digelar disela-sela aksi masyarakat Bogor menolak LGBT.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengucapkan terima kasih atas kegiatan menyampaikan aspirasi yang dilakukan. Hal itu ia sampaikan usai pertemuan dengan para ulama.

“Ada tiga hal yang menjadi kesapakatan kami hari ini yang insyaallah barokah, memberikan maslahat dan manfaat bagi kita semua,” ujar Bima dihadapan puluhan ribu masyarakat Bogor yang hadir.

Pertama, kata Bima, insyaallah jajaran pemerintah kota dan muspida sepakat untuk bersinergi dengan alim ulama, tokoh masyarakat untuk terus memberantas kemaksiatan di Kota Bogor, memberantas penyimpangan seksual di Kota Bogor dan memberantas prostitusi online di Kota Bogor.

“Kedua, kami sepakat untuk berikhtiar bersama-sama dengan DPRD Kota Bogor membuat regulasi yang jelas, yang kuat dan kokoh agar kemaksiatan, LGBT, prostitusi dan lainnya bisa diberantas sampai ke akar-akarnya,” tegas Bima yang disambut pekikan takbir para peserta Aksi.

Menurutnya, saat ini DPRD Kota Bogor dan Pemerintah Kota Bogor sedang merumuskan Perda Ketahanan Keluarga. “Insyaallah hal-hal yang menjadi keprihatinan kita akan diatur secara jelas didalamnya hingga kemaksiatan kita berantas di Kota Bogor tercinta,” jelasnya.

Yang ketiga, lanjut Bima, kami juga sepakat untuk menyuarakan dengan keras pesan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kominfo untuk bersikap tegas memblokir semua aplikasi dan laman media sosial yang membuka ruang terjadinya prostitusi online.

“Dan kami minta dukungannya dalam rangka menyuarakan aspirasi ini,” ucapnya.

Diakhir sambutannya, dengan tegas Bima memperintahkan jajarannya untuk bersama-sama memberantas kemaksiatan di Bogor. “Saya perintahkan kepada camat, lurah, kepala dinas dan semuanya untuk mengawasi apartemen, hotel, restoran dan kos-kosan agar tidak ada hal-hal yang kita khawatirkan bersama yaitu kemaksiatan,” jelas Bima yang kembali disambut takbir para hadirin.

Aksi ini diikuti peserta dari berbagai kalangan. Acara berjalan dengan tertib dan lancar, meski sempat diguyur hujan para peserta tetap semangat mengikuti acara hingga selesai. (Ipul/sym)