Pengurus Wahdah Islamiyah se-Indonesia Hadiri Mukernas XI DPP WI

Peserta Mukernas X Wahdah Islamiyah, Asrama Haji Sudiang Makassar

(Makassar) wahdahjakarta.com -, Seribuan pengurus Wahdah Islamiyah (WI) se-Indonesia berkumpul di Hotel Sahid Jaya, Jln. Dr Ratulangi, Makassar, Sabtu (22/12/2018) sore ini.

Mereka akan mengikuti Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XI Dewan Pimpinan Pusat  Wahdah Islamiyah (WI).

“Sekitar seribu lebih pengurus Wahdah Islamiyah yang akan bergabung nantinya,” kata Bidang Publikasi Mukernas Wahdah Islamiyah, Ustadz Suyuti Abdullah.

Peserta Mukernas merupakan utusan 193 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah se- Indonesia.

Mukernas  rencananya dihadiri Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Dr KH Muhammad Zaitun Rasmin Lc.

Gubernur Sulsel, Prof Dr Nurdin Abdullah juga dijadwalkan hadir dalam acara tersebut.

Sebelumnya, Wahdah Islamiyah juga telah menggelar Ummat Fest, di Celebes Convention Centre (CCC), Jl Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, pada 14-16 Desember lalu.

Acara tersebut merupakan rangkaian Mukernas Wahdah Islamiyah yang digelar hari ini. []

Ribuan Umat Islam Solo Gelar Aksi Bela Muslim Uighur

Ribuan Umat Islam Solo menggelar Aksi Bela Muslim Uighur, Jum’at (21/12/2018). Photo: Kiblat.net

(Solo) wahdahjakarta.com – Ribuan umat Islam Solo Raya menggelar Aksi Bela  Muslim Uighur untuk menentang kezaliman pemerintah China terhadap muslim Uighur.

“Kami mengecam tindak penindasan, persekusi, dan berbagai tindak kekerasan atas Muslim Uyghur oleh pemerintah China yang merupakan kategori kejahatan kemanusiaan, pelanggaran HAM berat,” kata Endro Sudarsono, Sekretaris Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Jum’at (21/12/2018).

Endro menjelaskan, sebelum aksi, massa diimbau untuk berkumpul terlebih dahulu di halaman Masjid Kottabarat guna untuk pengadaan konvoi bendera tauhid. Terpantau, selepas shalat Jumat halaman masjid sudah dipenuhi kendaraan dan massa dengan mengenakan baju putih dan atribut bendera, topi, ikat kepala bertuliskan kalimat Tauhid.

Tepat pukul 13.00 konvoi dimulai, diawali dengan mobil orasi lalu disusul oleh ribuan massa dibelakangnya. Dalam perjalanan, terlihat salah satu massa memberikan satu bendera tauhid nya kepada pengendara lain yang tidak berpunya. Sementara sebagian massa yang tidak mengenakan motor, berjalan beriringan di bahu jalan dengan mengayunkan bendera tauhid nya.

“Ini adalah bentuk solidaritas kita kepada saudara kita di Uighur sana,” ungkap Endro.

Sesampai di Bundaran Gladag, massa diberikan tausyiah dari ustadz, dai dan tokoh masyarakat sekitar diantaranya Ust. Dr. Mu’innuddinillah Basri. MA, Ust. Tengku Azhar, Ust. Mas’ud Izzul Mujahid, Ust. Halim Naharrussurur, Ust. Abdurrahim Ba’asyir, Ust. Fais Baradja, Kang Puji Hartono DIY, Ust. Shobarin Syakur.

Aksi  berjalan dengan lancar, lalu lintas sekitar aksi dipandu oleh laskar dengan dikawal sejumlah aparat kepolisian. Pukul 14.45 menjelang adzan Ashar, massa dibubarkan yang sebelumnya berdoa bersama. []

Sumber: kiblat.net

Kepada Wisudawan STIBA Makassar, Ust. Zaitun: Teruslah dalam Kebersamaan Wujudkan Khaira Ummah

Ketua Umum Wahdah Islamiyah pada wisuda II Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Sabtu (22/12/2018)

(Makassar) wahdahjakarta.com – Sekolah Tinggi Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar menggelar sidang senat wisuda II di Makassar, Sabtu (22/12/2018).

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Zaitun Rasmin berpesan kepada para wisudawan agar menjadikan visi-misi STIBA terpatri di dada-dada mereka. Cita-cita besar itu adalah bagaimana mencetak kader-kader dai dan pendidik sebanyak-banyaknya untuk mewujudkan ‘khaira ummah’ (umat terbaik).

Wasekjen MUI ini juga berpesan agar mereka terus belajar. “Sambil menjalankan tugas dakwah, silahkan terus melanjutkan jenjang pendidikan,” pesan beliau menyemangati.

Namun tidak lupa beliau ingatkan agar para da’i alumni STIBA ini terus meningkatkan kebersamaan dan sinergitas di medan dakwah.

“Selanjutnya mari tetap bersama-sama berada dalam kafilah dakwah Wahdah Islamiyah untuk mewujudkan baldatun thayyibatun warabbun ghafuur. Jangan bergerak sendirian, karena serigala hanya akan mengincar domba yang bersendirian,” kata beliau.

Ustadz Zaitun juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga Bapak Jusuf Kalla serta Ibu Hj. Fathimah Kalla yang telah mewakafkan tanah lebih dari 2 hektar untuk pengembangan STIBA. Demikian juga Bapak Tamsil Linrung, selaku Dewan Penyantun STIBA dan para donatur yang tidak bisa disebut satu persatu.

Sejumlah 350 wisudawan-wisudawati diwisuda dan diutus berdakwah ke berbagai wilayah di Indonesia. [ibw]

Direktur STIBA Makassar: Syukuri Nkmat Ilmu dan Teruslah Belajar

Direktur STIBA Makassar Ustadz Muhammad Yusran Ansar, Ph.D pada wisuda II, Sabtu (22/12/2018)

(Makassar) wahdahjakarta.com – Sekolah Tinggi Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar menggelar sidang senat wisuda II di Makassar, Sabtu (22/12/2018).

Dalam sambutannya Mudir (Rektor) STIBA Makassar Ustadz Muhammad Yusran Anshar, Ph.D berpesan kepada 350 wisudawan STIBA agar mensyukuri nikmatnya berada di bawah naungan Al Qur’an.

“Kita patut bersyukur dalam momentum seperti ini. Bersyukur atas nikmat ilmu di bawah naungan Al Qur’an”, pesannya.

Hal ini lanjut Ustadz Yusran sejalan dengan firman Allah Ta’aalaa:

{قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ} [يونس : 58]

Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan“.  (QS. Yunus: 58).

Semua  keberhasilan ini katanya semata karunia dari Allah subhanahu wata’ala.

“Ini lebih baik dari perbendaharaan dunia dan seisinya. Berada di bawah naungannya, menebarkan risalah yang mulia, inilah kenikmatan besar itu. Namun jangan bergembira di atas kesombongan. Kita kembalikan semua ini kepada Allah,” imbuhnya.

Terakhir ia berpesan agar para wisudawan terus belajar. “Teruslah belajar, karena perintah Allah kepada Nabi-Nya adalah wa qul rabbi zidnii ilman“, pesannya.

Hari ini sejumlah 350 mahasiswa STIBA Makassar di wisuda dan selanjutnya diutus ke berbagai daerah di Indonesia. [ibw]

Di Konsolidasi Muslimah Wahdah, Ustadz Zaitun: Kadang Wanita Lebih Kuat dalam Pengambilan Keputusan

 

Konsolidasi Nasional Muslimah Wahdah jelang pembukaan Musyawarah Kerja Nasional Wahdah Islamiyah ke.11

(Makassar) wahdahjakarta.com -, Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI), Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menghadiri Konsolidasi Muslimah Wahdah Islamiyah, di Makassar, Jumat (21/12/2018).

Dalam sambutannya Ustadz Zaitun menyampaikan pentingnya keterlibatan wanita dalam dakwah, termasuk dalam pengambilan keputusan terkait program dan strategi dakwah. Menurutnya kadang wanita lebih kuat dalam pengambilan keputusan.

“Dibalik kelembutan wanita, beliau adalah sosok makhluk yang sangat kuat. Sejarah mencatat dalam mengambil keputusan wanita terkadang lebih kuat, seperti halnya para shahabiiyah ada Sosok khadijah, Ummu Salamah dan wanita lainnya di sepanjang sejarah islam”, jelasnya.

Ia mengajak para pengurus Muslimah Wahdah untuk tetap istiqamah di jalan dakwah.  “Mungkin ada banyak jalan terjal kedepannya, tapi mari mengambil prinsip, saya akan terus berjuang di jalan Allah untuk meraih kemuliaan”, ujarnya.

Kegiatan yang mengusung Tema “ Sinergitas pergerakan muslimah wahdah Islamiyah menuju Visi 2030”, ini merupakan rangkaian kegiatan mukernas XI Wahdah Islamiyah yang akan berlangsung pada 22-25 Desember 2018 di Hotel Sahid Makassar.

Dilansir dari muslimahwahdah.or.id, konsolidasi digelar dalam rangka penyelarasan dakwah dan penguatan organisasi.

Konsolidasi ini dihadiri oleh 15 wilayah di Indonesia yang diwakili oleh para ketua Muslimah Wahdah tingkat wilayah dan daerah. Mereka berkumpul membahas tentang pengelolaan dakwah Muslimah untuk langkah pergerakan dakwah di 2019. []

Serentak di Berbagai Kota, Aksi Bela Muslim Uighur Digelar di Makassar Hingga Aceh

Seruan Aksi Bela Muslim Uighur

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Aksi Bela Muslim Uighur berlangsung di berbagai kota di Indonesia pada Jumat (21/12/2018). Selain Jakarta, aksi tersebut juga digelar di Banda Aceh, Solo, Yogyakarta, hingga Makassar.

Aksi Bela Muslim Uighur di Jakarta dipusatkan di depan Kantor Kedutaan Besar Republik Rakyat Cina (RRC) di Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Aksi tersebut melibatkan sejumlah elemen, seperti Persaudaraan Alumni 212, FUI, PAHAM, dan FPI, serta berbagai NGO kemanusiaan seperti ACT, Onecare, Syam Organizer, dan MRI.

Aksi Bela Muslim Uighur di Makassar

Di Banda Aceh, aksi damai Aceh Bela Muslim Uighur dipusatkan di Masjid Baiturrahman. Aksi yang diikuti oleh ratusan orang itu diwarni dengan ceramah dan orasi tokoh-tokoh setempat.

Aksi Bela Muslim Uighur juga berlangsung di Medan, Sumatera Utara. Aksi yang dimotori Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Sumatra Utara itu menyerukan tagar #SaveUYGHUR. Peserta aksi melakukan longmarch menuju Konsulat Jenderal Cina di Medan.

Kepedulian terhadap muslim Uighur juga ditunjukkan warga Lampung. Aksi damai bertajuk Bela Muslim Uighur digelar di Tugu Adipura, Bandar Lampung, seusai shalat Jumat.

Selanjutnya, aksi bela Uighur juga diadakan di Pangkal Pinang, Bangka Belitung dan difokuskan di Taman Mandara, Pangkal Pinang. Seruan aksi save muslim Uyghur mendesak pemutusan hubungan RI dengan Cina. Aksi itu juga diwarnai longmarch dari Taman Mandara, Jalan ahmad yani, Jalan Masjid Jami, Jalan Jendral Sudirman, Jalan RRI, kemudian kembali ke taman mandara. Acara ini diadakan oleh komunitas Rindu Islam Bangka Belitung.

Sementara Aksi Solidaritas Bandung Untuk Muslim Uyghur menyerukan perlawanan kezaliman terhadap muslim Uighur. Dengan titik kumpul di Masjid Pusdai peserta aksi memusatkan diri di Gedung Sate, Bandung. Sejumlah elemen bergabung dalam aksi ini, di antaranya Kodas, Explore, Fun Taklim, Brigade Masjid, Dewan Dakwah Islam Indonesia, dan sejumlah lembaga lainnya.

Aksi Bela Muslim Uighur juga digelar di Yogyakarta

Kepedulian terhadap muslim Uighur juga ditunjukkan masyarakat Cirebon, Jumat (21/12/2018). Mereka menggelar aksi solidaritas dengan tema Bebaskan Uighur Berislam. Dimotori ACT, aksi itu melibatkan eleman Islam setempat.

Di Solo, Aksi Bela Muslim Uighur dimotori oleh Dewan Syariah Kota Surakarta. Ribuan peserta aksi melakukan longmarch dari Masjid Attaqwa menuju ke Bundaran Gladak. Mereka menuntut Jokowi bersikap tegas menuntut Cina menghentikan penindasan terhadap muslim Uighur.

Umat Islam Yogyakarta tak ketinggalan menggelar aksi serupa. Aksi dimotori oleh Forum Ukhuwah Islamiyyah bersama seluruh Ormas Islam se-Yogjakarta. Mengusung tema doa bersama dan aksi solidaritas Muslim Uyghur, aksi cara difokuskan di Titik Nol Kilometer, Jogja. Acara tersebut digelar sejak pukul 13.00 WIB.

Aksi Bela Muslim Uighur di Poso diwarnai pembakaran bendera RRC

Di Makassar aksi bertajuk Bebaskan Uighur Berislam diawali dengan shalat Jumat di Masjid Al Markaz Al Islami, Makkasar. Ratusan peserta kemudian melakukan longmarch menuju Kantor DPRD Sulawesi Selatan.

Masyarakat Poso juga tak ketinggalan. Aksi Solidaritas Poso untuk Muslim Uighur digelar Aliansi Masyarakat Poso Peduli Uighur di depan kantor DPRD Kota Poso, Sulawesi Tengah. Aksi tersebut diwarnai dengan pembakaran bendera negara Cina.

Aksi serupa rencananya akan berlangsung pekan depan. Informasi yang diterima Kiblat menyebutkan aksi bela Uighur akan dilaksanakan di Jalan Pahlawan, Depan Kantor Gubernur Provinsi Jateng, Semarang dan di Masjid An Nur Sawitan, Borobudur, Magelang pada Jumat (28/12/2018) mendatang. []

Sumber: kiblat.net

 

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Tegaskan Pentingnya Peran Perempuan dalam Dakwah

Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin

(Makassar) wahdahjakarta.com -, 142 perwakilan Ketua Muslimah Wilayah dan Daerah Wahdah Islamiyah dari berbagai wilayah di Indonesia menghadiri Konsolidasi Muslimah Wahdah Islamiyah, di Aula Pusat Dakwah Muslimah, Antang Kota Makassar, Jum’at (21/12/2018).

Turut hadir sebagai pembicara Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin.

Dalam sambutannya ia mengajak para pengurus Muslimah Wahdah untuk terus aktif dalam dakwah dan perjuangan. Menurutnya peran perempuan dalam dakwah dan perjuangan sangat strategis.

“ Saya berharap peran muslimah wahdah ke depannya semakin besar sehingga bisa mengajak para muslimah lainnya dan juga menunjukkan semangat luar biasa dalam menyambut seruan dakwah untuk menjadi pejuang pejuang kebenaran”, ujarnya sebagaimana dilansir dari muslimahwahdah.or.id.

Menurut Wasekjen MUI pusat ini, banyak potensi para muslimah untuk berdakwah. Potensi yang besar dan tantangan yang tidak sedikit seharusnya mejadi pemacu bagi aktivis dakwah. Masih sedikit muslimah yang memahami dan menjalankan peran dakwah sebagaimana mestinya.

Olehnya itu ia mengajak kepada seluruh peserta agar tetap fokus berdakwah, mengajak orang kepada kebaikan.

“Para  pengurus dan murabbiyah  (pembina) khususnya muslimah disini hendaknya memaksimalkan perannya dalam perjuangan dakwah ini tegasnya. []

Seru, Begini Cara  Wahdah dan KWQA  Dekatkan Al-Qur’an Kepada Masyarakat

Ilustrasi: Santri Penghafal Al-Qur’an

(Soreang) wahdahjakarta.com -, Wahdah Islamiyah (WI) bekerjasama dengan Komunitas Wakaf Qur’an (KWQA) Adventure (WQA) menyelenggarakan Camping Qur’an di Madarikul Huda Kampung Cigoong RT 02 RW 05 Desa Mekarsari, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu-Ahad (15-16/12/2018).

Kegiatan camping dimaksudkan untuk mengajak masyarakat Desa yang awalnya malas untuk membaca al-Qur’an kemudian diajak untuk ikut dalam kegiatan tersebut utamanya bagi usia remaja.

Menurut Ketua KWQA Jawa Barat, Irfan Cahaya G, lembaganya  merupakan komunitas sosial yang memiliki cita-cita dan harapan tinggi untuk mewujudkan visi dan misi mendekatkan masyarakat kepada al-Qur’an.

“Beberapa proyek yang kami selenggarakan bernuansa islami, adapun beberapa kegiatan yang telah kami jalankan yakni penyebaran al-Quran, sharing metode menghafal al-Quran dan terapi hijama. Komunitas ini memiliki sejuta harapan untuk membangun masyarakat yang agamis dipelosok negeri,” ujarnya.

Beberapa rangkaian kegiatan yang diusung seperti Qur’an Camp, Tabligh Akbar, Tebar Al-Qur’an dan Memanah.

“Jadi kita disini semacam tadabur alam. Tapi kami kemas sedemikian rupa agar menarik sehingga kegiatannya tidak membosankan,” imbuhnya menjelaskan.

Ia mengharapkan kegiatan ini memberikan motivasi untuk mengisi aktivitas pada  hari-hari selanjutnya dengan aktivitas kebaikan.

Kegiatan Qur’an Camp adalah program pembelajaran al-Qur’an secara intensif. Selama dua hari para peserta akan diajak untuk berinteraksi lebih dekat dengan al- Qur’an. Target utama yang hendak dicapai dalam kegiatan ini adalah bertambah dan terjaganya hafalan al-Qur’an para peserta. Namun program khusus tahsin diberikan sebelum para peserta mulai menghafal.

Selain menghafal dan melaksanakan muroja’ah, para peserta juga akan mendapatkan beberapa motivasi dan pelatihan teknik menghafal dengan baik dan benar sehingga kedepan, akan lebih banyak lagi generasi muda di tiap Desa se Jawa Barat yang mencetak hafizh dan hafizah.

Para peserta selain fokus menghafal dan memperdalam ilmu agama, mereka juga melakukan aksi bersih-bersih masjid.

“Alhamdulillah kami bersyukur atas adanya program Qur’an Camp ini, kami berharap program ini menjadi berkesinambungan tidak hari ini saja, dan terimakasih sudah memberikan kami al-Qur’an,” kata Baban, salah seorang tokoh masyarakat yang hadir.

Donasi program wakaf al-Qur’an anda dapat dikirim ke Rek.759 900 900 5 Bank Mandiri Syariah a.n. Lazis Wahdah Wakaf. Untuk amanah pencatatan tambahkan angka 380 di belakang nominal donasi anda, contoh : Rp. 2.000.380, konfirmasi transfer via WA/SMS ke 085315900900. []

DPP Wahdah Islamiyah Serukan Qunut Nazilah Untuk Muslim Uighur

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menyerukan Aksi Bela Muslim Uighur

(Makassar) wahdahjakarta.com  -, Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) mengimbau masyarakat Islam di seluruh dunia untuk melakukan Qunut Nazilah sebagai dukungan terhadap Muslim Uighur yang sedang tertindas.

Seruan dan imbauan tersebut disampaikan Ketua Umum Wahdah Islamiyah melalui pernyataan sikap yang ditanda tangani bersama Sekjen DPP WI Syaibani Mujiono, Kamis (20/12/2018).

“Mengharapkan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan qunut nazilah atas musibah yang dialami kaum Muslimin Uighur”, sebagaimana tertulis pada poin ke. 5.

Wahdah juga mengimbau kepada seluruh umat Islam dan ormas-ormas Islam untuk memberikan dukungan moril dan penggalangan dana untuk membantu masyarakat muslim Uighur.

“Kaum muslimin di seluruh dunia khususnya di tanah air agar semakin cerdas mengekspresikan perjuangan dan pembelaannya serta menghindarkan diri dari tindakan yang kontra produktif”, imbaunya.

Kutipan  lengkap pernyataan sikap DPP WI atas penindasan terhadap etnis Muslim Uighur dapat dibaca di sini.

UBN Serukan Pembelaan Terhadap Muslim Uyghur

(Jakarta) wahdahjakarta.com –, Menyikapi penderitaan Muslim Uyghur dan kebijakan diskriminatif pemerintah Cina, Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengimbau umat Islam Indonesia untuk terus menyuarakan pembelaannya kepada Muslim Uyghur.

Menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah mendoakan mereka agar dianugerahi rahmat kasih sayang serta diberikan perlindungan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

“Marilah sama-sama kita berdoa dalam shalat kita maupun dalam kesendirian kita, semoga saudara-sudara kita mendapatkan limpahan rahmat dan kasih sayang dari Allah Subhanahu wa ta’ala. serta perlindungan dariNya.

Ini adalah yang paling pertama dan utama, jangan pelit untuk berdoa, jangan pelit shalat dua rakaat untuk saudara-saudara kita,” ucap beliau dalam seruan Aksi #BelaMuslimUyghur di AQL Islamic Center, Tebet Utara I No. 40, Jakarta Selatan, Kamis Malam, (20/12/18).

Ia juga menganjurkan ke seluruh pengurus masjid di Indonesia untuk melakukan qunut nazilah, serta himbauan kepada khatib jumat agar menyuarakan pembelaan terhadap Muslim Uyghur.

“Kami menganjurkan di seluruh masjid untuk melakukan qunut nazilah. Setidaknya dalam satu hari itu lima kali qunut nazilah. Juga kepada para khatib di seluruh Indonesia agar berbicara tentang pembelaan terhadap umat Islam Uyghur,” ungkap Pimpinan AQL Islamic Center tersebut.

Ulama  yang konsen di bidang tadabbur Qur’an itu menyerukan kepada peserta Aksi #BelaMuslimUyghur yang diadakan di depan Kedutaan Cina, Jakarta, maupun di kota besar lainnya agar menjaga adab, keamanan, kebersihan, ketertiban, peraturan, kedisiplinan, serta tidak merusak sarana publik dan tentu penuh kedamaian.

“Kepada semua yang tidak ikut, bisa ikut membantu saudara-saudara kita yang melakukan aksi dengan bantuan ekonomi, bantuan konsumsi, bantuan kesehatan, atau apa saja yang kita bisa bantu,” seru ustadz Bachtiar.

UBN juga menegaskan bahwa umat Islam harus punya nafas panjang. Beliau menjelaskan bahwa pembelaan terhadap Muslim Uyghur tidak boleh berhenti hanya pada aksi massa saja, namun setelahnya terus bergerak dari sisi media, advokasi dari sisi hukum, kerja-kerja kemanusiaa, dan bantuan ekonomi.

“Kalaupun besok (hari ini) dimulai dengan aksi massa, maka setelahnya kita akan terus bergerak dari sisi media, juga advokasi dari sisi hukum baik di tingkat nasional maupun bisa bergerak di tingkat internasional, kita juga akan bekerja secara kemanusiaan untuk mengirimkan tim investigasi dan memberikan bantuan kemanusiaan, juga kerja-kerja ekonomi apa yang bisa kami lakukan secara ekonomi untuk membantu saudara-saudara kita di Uyghur.” Jelas UBN.

Sebagaimana diberitakan luas oleh media massa internasional bahwa Muslim Uyghur di Provinsi Xinjiang, Cina mengalami kebijakan diskriminatif dari pemerintah komunis Cina. Muslim Uyghur mcngalami penyiksaan, pengucilan, dan pelarangan menjanlankan ajaran agama mereka. Jutaan warga Muslim Uyghur dimasukknn ke kamp-kamp tahanan untuk menghapuskan dan menghilangkan identitas keislaman mereka.

Rencananya, Aksi #BelaMuslimUyghur akan digelar di depan kedutaan Besar (KEDUBES) China, Kuningan, Jakarta Selatan, (21/12), usai shalat jumat hari ini.