Israel Kembali Serang Gaza : 3 Orang Tewas dan Gedung Hamas TV Hancur

Serangan yang dilakukan Israel ke jalur gaza pada dini hari tadi, Selasa(13/11) menewaskan 3 orang warfa palestina

(Gaza) wahdahjakarta.com, – Israel kembali meluncurkan serangan udara di Jalur Gaza dan menewaskan 3 orang warga Palestina pada Selasa dini hari (13/11). Serentetan tembakan roket ini juga menghancurkan studio stasiun televisi Hamas.

Dilansir AFP dan Reuters, Selasa (13/11/2018), militer Israel menyatakan serangan tersebut mengenai 70 titik militan.

Pesawat-pesawat tempur Israel membom studio TV Hamas. Tak ada keterangan soal korban dalam serangan udara di Al-Aqsa televisi.

Al-Aqsa Televisi–dinamai dari masjid bersejarah di Yerusalem–mengatakan akan segera melanjutkan siaran.

Serangan ini juga menghancurkan bangunan di sekitar studio. Banyak penduduk setempat melarikan diri setelah Israel mengeluarkan peringatan.

Serangan udara Israel ini dilakukan setelah 200 roket ditembakkan dari wilayah Hamas pada Senin (12/11) sore hingga malam hari.

Sebanyak 60 roket dicegat pertahanan rudal dan kebanyakan jatuh di daerah terbuka. Meski begitu ada permukiman yang terkena. Petugas medis melaporkan setidaknya tujuh warga Israel terbuka.

Militer Israel juga mengatakan sebuah bus dihantam rudal anti-tank di Jalur Gaza di wilayah Kfar Aza Kibbutz. Akibatnya beberapa orang terluka dan seorang tentara terluka parah.

Kelompok-kelompok militan Palestina di Gaza, termasuk Hamas, mengaku bertanggung jawab atas serangan roket dan rudal di bus. Mereka menyebut bus tersebut digunakan tentara Israel.

Serangan ini dilakukan kelompok tersebut sebagai balasan operasi mematikan Israel yang dilakukan Minggu (11/11). Saat itu bentrokan meletus selama operasi rahasia di Jalur Gaza yang menewaskan tujuh militan Palestina termasuk seorang komandan lokal Hamas. Seorang perwira Israel juga tewas dalam peristiwa tersebut.

PM Israel Benjamin Netanyahu mempersingkat perjalanan ke Paris dan bergegas pulang ketika ketegangan meningkat. Pada Senin (12/11) dia langsung mengadakan pertemuan dengan kepala keamanan Israel.

Sumber : detik.com

Longsor Terjang NTT, 5 Rumah Tertimbun dan 3 Orang Meninggal Dunia

Beberapa rumah rusak parah oleh terjangan tanah longsor di Selalejo Timur Kec. Maponggo Kab. Negekeo, NTT pada 12/11/2018.

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Bencana longsor kembali terjadi di Selalejo Timur Kecamatan Maponggo Kabupaten Negekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 12/11/2018 pukul 07.00 WITA.

Hujan deras yang berlangsung sejak Minggu malam hingga Senin pagi telah menyebabkan longsor menimbun 5 unit rumah. Tiga orang meninggal dunia akibat tertimbun longsor yaitu Paulus Loi (70), Paulina Makmuku (45) dan Damanus Labo (25). Sebanyak 5 KK atau 22 jiwa terdampak longsor.

“BPBD Kabupaten Nagekeo dan aparat setelah kejadian telah mengevakuasi korban. Bantuan terus disalurkan untuk korban yang terdampak.” Ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB.

Sementara itu pencarian korban longsor di Desa Sukamayu Mohili Kecamatan Gomo Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara yang terjadi pada 10/11/2018 pukul 08.45 WIB masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Dari 7 orang yang tertimbun longsor, satu orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sedangkan enam orang diduga masih tertimbun longsor.

“Tim SAR gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat masih melakukan pencarian. Kendala di lapangan adalah jalan yang berlumpur, berbatuan dan bergelombang menyulitkan akses ke lokasi kejadian. Areal longsoran juga luas dan tebal. Alat berat diperlukan untuk membantu mencari korban.” Jelasnya.

Masyarakat dan Pemda dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi longsor. Peta daerah rawan longsor dapat diunduh di website Badan Geologi.

Terakhir, beliau berpesan bahwa bahaya longsor juga akan meningkat akibat intensitas hujan yang juga terus meningkat.

“Bencana longsor terus mengancam masyarakat seiring meningkatnya curah hujan. Pada tahun 2015-2017 longsor adalah bencana yang paling mematikan. Artinya bencana longsor adalah bencana yang paling banyak menimbulkan korban jiwa. Jutaan masyarakat terpapar dari bahaya longsor dengan kemampuan mitigasi yang sangat minim. Itulah yang terjadi, saat hujan deras terjadi longsor dan akhirnya menimbulkan korban jiwa.” Pungkas Sutopo.

Buka Hijrah Fest 2018, Gubernur DKI : Ini Adalah Gerakan Kebangkitan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat wawancara dengan awak media yang meliput pembukaan Hijrah Fest 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jum’at (9/11).

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir dalam acara pembukaan Hijrah Fest 2018 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan dan secara resmi membuka acara tersebut pada Jum’at (9/11).

“Alhamdulillah, niat mulia yang dijalankan dengan kerja keras menemukan ridhoNya dan hari ini sebuah perhelatan besa dimulai di Jakarta.” ujar beliau dalam sambutannya.

Anies mengapresiasi acara yang digagas oleh Artis sekaligus Host Arie Untung dan artis-artis yang lain itu yang sebelumnya sempat mengalami beberapa kendala, namun tetap berjalan dengan baik.

“Ini adalah sebuah gerakan kebangkitan, gerakan itu tidak bergantung kepada retu pemerintah tetapi kebangkitan ummat yang berada dibelakangnya” jelas Anies.

Menurut beliau, spirit hijrah yang dimunculkan dalam festival ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia melihat ke arah masa depan karena hijrah pada dasarnya adalah sebuah gerakan yang merupakan projek perbaikan untuk kedepannya.

Anies juga menyebutkan bahwa Indonesia merupakan tempat dimana masyarakat harus menunjukkan kebangkitan ummat Islam kepada dunia dan menjadi inspirasi bagi generasi di masa depan. Indonesia tidak hanya mengembangkan dakwah Islam secara masif, perekonomian juga merupakan salah satu unsur yang dikembangkan secara masif. Setiap jaringan dakwah pasti dibawahnya ada pondasi jaringan perekonomian, terbukti dari beberapa daerah di jawa yang dulunya merupakan wilayah pusat perekonomian, ternyata juga merupakan pusat perkembangan kegiatan dakwah.

“Saya berharap kegiatan Hijrah Fest ini merupakan salah satu pengingat kepada kita bahwa kebangkitan ini tidak  bisa dihentikan, dan pasar yang besar ini akan bisa dikelola dengan baik, kuncinya kreativitas.”pungkasnya. [fry]

Tolak LGBT, Masyarakat Bogor Minta Pemkot Terbitkan Perda LGBT

Warga Bogor melakukan aksi penolakan terhadap LGBT sambil membawa bendera tauhid.

(Bogor) wahdahjakarta.com,-Berbagai organisasi massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT menggelar Aksi Tolak LGBT (Lesbian Gay Biseks Transgender) di Kota Bogor pada Jumat (9/11/2018).

Aksi dimulai dengan konvoi dari Masjid Amaliyah Ciawi menuju Masjid Raya Bogor untuk melaksanakan shalat Jumat, setelah shalat Jumat massa longmarch menuju Balaikota Bogor.

Dalam pernyataannya, Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT menolak segala macam tindakan dan perilaku LGBT di Bogor khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“Kami mendesak Pemerintah Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor agar membuat aturan tentang pelarangan aktifitas LGBT baik melalui Perda khusus pelarangan LGBT,” ujar Ketua Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT Abdul Halim saat membacakan pernyataan sikap di hadapan jajaran Pemkot Kota Bogor.

Pihaknya juga mendesak Pemerintah Kota dan DPRD Kota Bogor untuk mengajukan penutupan situs-situs termasuk media sosial dan aplikasi handphone dan lain-lain yang mengarah pada perbuatan dan tindakan LGBT kepada Presiden melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi.

“Selain itu kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Kota khususnya dan seluruh pihak umumnya dalam melakukan upaya pencegahan, penanggulangan serta pembinaan bagi para pelaku LGBT,” ungkap Halim.

Aksi ini diikuti puluhan ribu peserta dari berbagai kalangan. Acara berjalan dengan tertib dan lancar, meski sempat diguyur hujan para peserta tetap semangat mengikuti acara hingga selesai. (AA)

 UIKA Bogor Kirim Mahasiswa KKN dan PLP di Thailand

Kampus Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor yang terletak di Jl. Baru, Kedung Badak, Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat.

(Bogor) wahdahjakarta.com,- Lembaga Pengabdian dan Pelayanan Masyarakat (LPPM ) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, kembali memberangkatkan mahasiswanya dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Program Latihan Profesi (PLP) ke sekolah- sekolah Islam Songhkla Thailand Selatan (6/11/2018).

KKN dan PLP ke Thailand Selatan ini merupakan angkatan ke 7 yang pelaksanaannya sudah berlangsung sejak 3 tahun lalu. Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) merupakan dua fakultas yang intens mengirimkan mahasiswanya ke salah satu negara Asean yang penduduknya sebagian muslim selama kurang lebih 4,5 bulan.

Thailand sengaja di jadikan tujuan KKN dan PLP untuk mempererat tali silaturahmi dengan saudara-saudara sesama muslim disana. Berkat kegiatan ini, Respon positif pun didapat dari pengelola sekolah-sekolah Islam tempat para mahasiswa tersebut ditempatkan serta sambutan yang hangat terhadap UIKA Bogor dari pihak solihuddin yang negaranya di kenal sebagai negara Gajah Putih.

Sebanyak 13 mahasiswa dari dua fakultas ini diutus untuk melakukan kegiatan KKN dan PLP dalam rangka pengabdian serta meningkatkan skill profesi guru sehingga mahasiswa tidak hanya sekedar pandai dalam teori semata, namun juga semakin mahir dalam pengajaran Bahasa Inggris dan Pendidikan Agama Islam.

Selain itu kegiatan ini juga dimaksudkan agar mahasiswa dapat melakukan penulisan artikel dan penelitian Internasional yang merupakan poin penting sehingga dapat mengangkat nilai akreditasi fakultas dan universitas. (AA).

Banjir Rendam 9 Desa Di Pangandaran, 1 Orang Meninggal Dunia

Banjir di kabupaten Pangandaran pada selasa kemarin yang menyebabkan 1 orang meninggal dunia.

Banjir melanda sembilan desa di enam kecamatan di Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat pada 6/11/2018 pukul 02.00 WIB dan menyebabkan satu orang meninggal dunia akibat terseret arus.

Sebanyak 602 KK atau 1.155 jiwa ikut terdampak, sedangkan 4 KK atau 10 jiwa mengungsi dan hingga saat ini penanganan darurat dan pendataan masih dilakukan oleh BPBD setempat.

“Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi banjir, longsor dan puting beliung karena memasuki musim penghujan ini potensi bencana banjir, longsor dan puting beliung akan meningkat. Curah hujan juga akan terus meningkat. Umumnya puncak hujan berlangsung pada bulan Januari sehingga ancaman pun juga makin meningkat.” Jelas Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho pada rilis yang diterima Rabu(7/11/2018).

Banjir dan Longsor Terjang Tasikmalaya, 5 Orang Meninggal Dunia

Ratusan rumah di 6 Desa di 3 Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada selasa(6/11).

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Banjir disertai longsor melanda enam desa di tiga kecamatan pada Selasa (6/11/2018) pukul 04.00 WIB di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Enam desa tersebut meliputi Desa Ciandum, Desa Bantar Kalong, dan Desa Cipatujah di Kecamatan Cipatujah; Desa Cikupa dan Desa Ciawi di Kecamatan Karang Nunggal; dan Desa Ciluya di Kecamatan Culamega.

Berdasarkan laporan Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, sebanyak 5 orang meninggal dunia dan satu orang hilang akibat terseret banjir dan tertimbun longsor. Korban adalah Mardin (52) warga Kampung Cilunjang Desa Cikuya Kecamatan Culamega, Elsa (5) warga Kampung Cikondang Desa Bojongsari Kecamatan Culamega, Aning (52) warga Kampung Cikondang Desa Bojongsari Kecamatan Culamega, Sapi’in (40) warga Desa Bojongsari Kecamatan Cipatujah, dan Odin (45) warga Desa Kujang Kecamatan Karang Nunggal. Semua korban telah ditemukan dan diserahkan pada pihak keluarga.

Hingga saat ini satu orang masih dinyatakan hilang yaitu Fajar Fian (10) warga Desa Sindangreja Kecamatan Cikalong yang terseret banjir. Korban hilang pada Selasa sekitar pukul 10.00 WIB saat sedang berenang dengan temannya. Menurut temannya, saat Fajar loncat ke sungai, korban langsung tereret arus kemudian tenggelam.
Sebanyak 498 KK terdampak banjir yang di Kecamatan Cipatujah sebanyak 205 KK, Kecamatan Karang Nunggal sebanyak 193 KK, dan Kecamatan Culamega sebanyak 100 KK.

“BPBD Kabupaten Tasikmalaya bersama aparat setempat dan relawan terus melakukan penanganan darurat dan sebelumnya juga telah memberikan himbauan kepada masyarakat agar berhati-hati serta mengintruksikan kepada sebagian warga yang dekat dengan lokasi tersebut agar mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena hujan masih turun untuk antipasi kemungkinan adanya banjir dan longsor susulan. Hingga saat ini Tim SAR terus melakukan pencarian terhadap korban hilang dengan melakukan penyusunan di sungai.” tutur Sutopo pada rilis yang diterima oleh wahdahjakarta.com.[fry]

Kader Wahdah Jakarta Menang Kejuaraan Panahan Nasional

Jayadi Hasan (pegang piala) , ketua Departemen Kaderisasi Wahdah Islamiyah peraih juara II Kejuaran panahan nasional di Jakarta.

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Indonesia Youth and Sport (IYOS) mengadakan turnamen tingkat Nasional, bertempat di Lapangan GOR Popki Cibubur Jakarta Timur pada 1-4 November 2018.

Ada beberapa jenis kelas yang diperlombakan, seperti Horsebow, Barebow, Recurve dan Coumpound yang kemudian diikuti oleh kurang lebih 400 peserta dari berbagai provinsi se-Indonesia.

Tak mau ketinggalan, Jayadi Hasan yang merupakan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah DKI Jakarta-Depok juga ikut berpartisipasi dalam ajang ini di cabang Horsebow dengan alasan bahwa olahraga ini merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Nabi.

Suasana lomba yang digelar pada 1-4 November di Lapangan GOR Popki Cibubur, Jakarta Timur.

Ternyata keikutsertaan beliau membuahkan hasil. Beliau berhasil meraih peringkat ke 2 dalam kelas ini dengan teknik thumbdraw.

” Alhamdulillah semakin menambah semangat untuk terus berlatih dan menambah pengalaman serta memperluas silaturahim sesama pecinta olahraga sunnah ini” ujar Jayadi saat dihubungi oleh wahdahjakarta.com

Untuk cabang Horsebow sebetulnya termasuk cabang olahraga baru di Indonsia karena sebelumnya cabang ini belum pernah diperlombakan dalam olimpiade nasional di Indonesia, namun karena semakin pesatnya perkembangan maupun pelaksanaan lombanya membuat olahraga ini semakin diakui dan digemari. (AA/ed: Fry)

PT KAI Rekayasa Pola Operasi KA Untuk Aksi Bela Tauhid Jilid 2

PT KAI Rekayasa Pola Operasi KA Untuk Aksi Bela Tauhid Jilid 2

PT KAI Daop 1 Jakarta melakukan rekayasa pola operasi guna menghindari kemacetan dan kesulitan akses bagi penumpang yang akan berangkat dari stasiun Gambir. Foto : detik.com

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Aksi bela tauhid rencananya akan kembali digelar di Jakarta pada Jumat (2/11). Kegiatan yang juga disebut Aksi 211 itu diperkirakan akan diikuti ribuan massa yang berpusat di Istana Merdeka dan seputaran Monas.

Tentunya hal tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan sehingga para calon penumpang KA yang berangkat akan kesulitan untuk mengakses Stasiun Gambir. Mengantisipasi kemungkinan itu, PT KAI Daop 1 Jakarta akan melakukan rekayasa pola operasi pemberangkatan 17 KA dari Stasiun Gambir.

Rekayasa pola operasi pemberangkatan KA diberlakukan pada 17 KA yang berangkat dari Stasiun Gambir pada hari ini yakni dengan Berhenti Luar Biasa (BLB) atau memberhentikan KA di Stasiun Jatinegara untuk proses naik penumpang.

“Biasanya KA yang berangkat dari Stasiun Gambir tidak berhenti di stasiun Jatinegara, namun khusus hari ini akan diberhentikan juga di Stasiun Jatinegara untuk proses naik penumpang. Hal ini untuk memudahkan calon penumpang KA yang kesulitan menuju Stasiun Gambir, mereka bisa punya alternatif dengan naik dari Stasiun Jatinegara,” ucap Edy Kuswoyo, Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta.

Operasi rekayasa pemberangkatan KA ini berlaku mulai dari keberangkatan KA 32 (Argo Parahyangan) keberangkatan pukul 11.30 WIB sampai dengan KA 30 (Argo Parahyangan Tambahan) keberangkatan pukul 20.00 WIB.

“Dengan adanya rekayasa pola operasi pemberangkaran KA dengan BLB ini, PT KAI juga telah menyiagakan petugas untuk membantu pelayanan penumpang disana,” tambah Edy.

Rekayasa pola operasi ini tidak akan berjalan dengan baik bila tanpa kerja sama dengan calon penumpang. Maka, PT KAI pun menghimbau agar calon penumpang dapat mengantisipasi dengan memperkirakan waktu keberangkatan KA-nya, sehingga tidak tertinggal. Selain itu, diingatkan kembali agar calon penumpang memastikan nama yang tertera pada tiket/kode booking sesuai dengan nama yang tertera pada kartu identitas. [fry]

Fauzan, Relawan Termuda Wahdah yang Terjebak Di Pegunungan Lindu

Fauzan Nur Rahmat, siswa kelas IX SMP IT Qurrata A’yun, Kel. Tavanjuka, Kec. Palu Selatan, kota Palu yang ikut menjadi relawan bersama Tim Relawan Wahdah Islamiyah bersama ayahnya.

(Palu) wahdahjakarta.com,– Dari tujuh relawan Wahdah Islamiyah yang berhasil dievakuasi oleh satuan TNI Angkatan Udara di Pegunungan Lindu, ada satu relawan yang masih berusia sangat belia. Ia bernama Fauzan Nur Rahmat, siswa kelas IX SMP IT Qurrata A’yun, Kel. Tavanjuka, Kec. Palu Selatan, kota Palu.

Ia bersama dengan ayahnya, Edi Nurdin mengendarai sebuah motor trail menuju Desa Tomado yang berada di Kecamatan Lindu, Kab. Sigi, Sabtu (20/10).

Malam itu suasana sudah gelap. Rombongan Wahdah Islamiyah sejumlah lima orang masih belum kelihatan dari belakang. Beberapa kali ia bersama ayahnya terjungkal ke atas tanah yang berlumpur.

“Ban motor saya slip. Motor jatuh dan Fauzan sudah ada dibibir jurang. Untung kaki kirinya masih terselip di sekitar ban,” ujar Edi.

Saat itu kata Edi, motor yang dikendarainya tidak mempunyai lampu penerangan.

“Susah jalannya. Karena tidak ada lampu jalan makanya saya hanya mengandalkn lampu weser saja,” urainya.

Fauzan sendiri mengaku ikut menjadi relawan karena ingin membantu warga di Desa sana.

“Saya mau bantu mereka. Kasihan, tempatnya terkurung, akses sulit dan bantuan tidak cukup,” kata Fauzan.

Dimata ayahnya, Fauzan adalah anak yang baik. Fauzan memiliki cita-cita menjadi seorang intelijen. Ayahnya bilang, kalau Fauzan ingin menjadi pahlawan yang tak dikenal.

“Kan intelijen begitu. Jarang di publish media,” tuturnya sembari tertawa.

Pria kelahiran 13 September 2004 ini mengaku sering terlibat dalam kegiatan seperti ini. Diakuinya, ia yang juga warga Pinrang sering mengikuti kegiatan SAR di Mangkutana.

“Jadi kalau jalan seperti ini sih biasa. Tapi kan malam itu beda. Makanya saya pikir meski kita punya keahlian tapi kalau Allah punya rencana lain, kita mau apa?” pungkasnya. []