PENUNTUT ILMU YANG SIA-SIA

Seperti yang kita tahu, bahwa Allah sudah menyebut kita semua sebagai orang-orang yang merugi, pada surat Al Ashr ayat 2 :

إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ
“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian”

Tapi apakah kita semua yang merugi? Bukan, orang yang merugi itu kalau dia tidak seperti yang disebutkan Allah dalam ayat ke 3 nya :


إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَق وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ
“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Jadi sekarang kita merenung, apakah kita sudah seperti itu dalam hidup ini? Jangan sampai kita hanya sibuk mementingkan diri sendiri dan tidak peduli dengan saudara kita sesama muslim lain yang belum mendapat hidayah

Memang jahat kalau kita sudah belajar tapi tidak sempat membawa satupun teman kita ke majelis tempat kita menimba ilmu. Bukankah nanti di surga kita masih butuh syafaat dari seorang sahabat? Kenapa kita se yakin itu masuk surga dan tidak mau membantu sahabat kita yang lain, yang mungkin sangat butuh hidayah dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah berfirman :
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا, الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا, أُولَٰئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا
“Katakanlah (Muhammad), “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?”. (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu adalah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan (tidak percaya) terhadap pertemuan dengan-Nya. Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat.”
[Al-Kahfi : 103-105]

Allah katakan “orang yang paling merugi itu adalah mereka yang sia-sia perbuatannya di dunia, dan mengira bahwa mereka telah berbuat sebaik baiknya”. Sekarang coba kita sandarkan pada diri kita, apakah kita sudah cukup bermanfaat untuk orang lain? sudah berapa orang yang sudah kita ajak menuju kepada kebaikan hari ini?.

Menjadi tanda tanya besar pula, kenapa kita yang sudah lama belajar ini belum atau bahkan tidak pernah mengajak orang untuk ikut ke majelis ilmu tempat kita belajar. Bukankah itu amal jariyah buat kita kalau sanggup mengajak orang lain menuju hidayah yang dinanti-nantinya dari Allah subhanahu wa ta’ala
Saad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu ketika menafsirkan ayat diatas mengatakan, bahwa orang-orang yang paling merugi perbuatannya adalah orang Yahudi & Nasrani. Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa ayat ini berlaku untum kaum haruriyah(khawarij).

Dan Ibnu Katsir rahimahullah berkata “Kandungan ayat ini mencakup kaum Yahudi, Nasrani, Khawarij, dan lainnya. Ayat ini masuk dalam kategori ayat Makkiyah sebelum ayat-ayat untuk orang Yahudi dan orang Nasrani diturunkan, serta sebelum kemunculan kaum khawarij. Ayat ini berlaku umun berkenaan dengan setiap orang yang beribadah kepada Allah tidak sesuai dengan syariat Islam, sehingga amalannya tidak diridhai dan diterima.
[Tafsir Ibnu Katsir]

Ayat ini juga bisa kita ambil untuk masa sekarang, kalimat Imam Ibnu Katsir mengenai cakupan ayat ini adalah orang2 yang juga berasal dari golongan lain selain yahudi & nasrani, termasuk muslim.

Disini patut kita renungi, apakah kita sudah cukup banyak mengajak orang lain dalam kebaikan dan mencegahnya dari keburukan. Kenapa harus begitu? Karena kita sebagai umat muslim diwajibkan untuk melaksanakan Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar.

Jadi kewajiban itu bukan cuma buat ustadz atau ustadzah.. Kita juga wajib, dan merupakan pemikiran yang salah kalau kita katakan bahwa itu bukan tanggungjawab kita dan urusan dosa adalah urusannya. Justru nanti Allah yang akan mempertanyakan itu semua, “Sudahkah kamu mendakwahi si fulan/fulanah ini?”. Kalau kita jawab belum, maka siap2 kita juga ikut dengan dia ke neraka, atau negeri kita ditimpakan bencana.

Lantas dimana amalan yang sia-sia disini? Seperti itu tadi, ketika kita sudah belajar dengan sungguh2 di majelis ilmu, bahkan sampai hafal perkataan ulama tersebut, tapi kita tak sanggup mengajak satu orang saja untuk ikut hijrah dengan kita, maka semuanya sia-sia. Karena nanti di akhirat Allah akan tanyakan tentang kewajiban kita tersebut. Disitulah kita termasuk golongan orang-orang yang merugi. Naudzubillah..

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita rasa takut akan ancamanNya. Banyak2 berdoa mudah2an makin banyak orang yang terinspirasi untuk hijrah melalui ajakan kita, memperoleh hidayah, bahkan sampai mampu menolong kita nanti di hari akhirat. Mungkin saja, orang yang tadinya tak tahu menau sama sekali dengan agama, kemudian kita ajak belajar dan ternyata dia menikmati itu sampai derajat taqwanya mungkin bisa lebih tinggi dari kita di sisi Allah kemudian dia masuk surga, ternyata malah kita yg ga sempat masuk surga dan kemudian dia yang nolong kita. Masya Allah, betapa beruntungnya kita hari itu.

Allah berfirman :
“نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ ۖ وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِجَبَّارٍ ۖ فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ”
“Maka berilah peringatan dengan Al-Qur’an kepada siapa pun yang takut kepada ancaman-Ku.”
[Qaf : 45]

Disinilah Allah memberi solusinya, kalau kita mau mengajak orang ke jalan yang baik maka berikan nasehat atau peringatan kepada orang tersebut dengan ayat2 Al Qur’an.

Kalau kita tidak sanggup mengajak pakai tangan atau kekuasaan, minimal kita ajak dengan lisan atau perkataan kita, dan kalau kita masih belum sanggup lagi, minimal kita doakan dia dengan hati, mudah2an dia cepat mendapat hidayah, dan itulah selemah2 iman.

Sumber : KADO UNTUK AKTIVIS MUSLIM, MEREKA MENANTI KITA : FARIQ GASIM ANUZ (BAB 2 : Orang Yang Paling Merugi, HAL 9)

Unik, Ini Cara LAZIS Wahdah Bangkitkan Semangat Shalat Subuh Berjamaah Korban Tsunami Lampung Selatan

(LAMPUNG SELATAN) Wahdahjakarta.com – Relawan LAZIS Wahdah yang mendirikan posko pembinaan di Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan menggelar Gerakan Shalat Subuh Berjamaah (GSB) di Musala Darurat Kamp Pengungsian SMA N 1 Rajabasa, Senin (18/2/2019).

Momen saat shalat subuh berjamaah LAZIS Wahdah dengan penduduk setempat korban bencana tsunami di Lampung Selatan

Gerakan Shalat Subuh Berjamaah ini diisi dengan beberapa rangkaian, antara lain Tausiyah Subuh dan Sarapan Pargi bersama warga di kamp pengungsian.

Rustam Hafid selaku relawan LAZIS Wahdah mengatakan, hal ini ditujukan untuk menumbuhkan lingkungan yang Islami di tengah-tengah Kamp pengungsian.

“Mereka para Pengungsi masih ditemani trauma bencana tsunami yang menerjang kemarin. Selain itu, kondisi mereka yang jauh berbeda di bawah tenda pengungsian memerlukan pertolongan darurat berupa layanan kerohanian. Maka GSB ini kami gelar agar mereka antusias menghidupkan Musala Darurat yang kami dirikan,” tandas Rustam.

Dia melanjutkan, cara memantik partisipasi warga di kamp pengungsian yang berisi 58 Kepala Keluarga ini untuk menghadiri GSB adalah dengan menyediakan sarapan bubur kacang hijau hangat setelah mendengarkan tausiyah subuh.

“Tema tausiyah Subuh ini adalah Hak Muslim Atas Muslim yang Lain. Kami tadabburi hadits ini untuk diperdengarkan kepada warga, agar mereka tetap menjaga silaturahmi kepada sesama walaupun kondisi serba susah,” tuturnya.

Arifuddin sebagai salah satu pengungsi mengatakan, GSB yang digelar secara unik ini telah memberikan warna yang berbeda kepada kamp pengungsian mereka.

“Alhamdulillah karena sekaligus sebagai sarapan untuk anak-anak kami sebelum ke sekolah,” kata Arif sapaan akrabnya.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari Pemerintah Desa setempat. Seperti yang diutarakan oleh Muhammad Nur selaku Sekretaris Desa Kunjir.

Menurutnya, relawan-relawan yang masuk telah banyak memberikan bantuan berupa sembako dan lain sebagainya. Namun program LAZIS Wahdah ini yang unik karena menyentuh kebutuhan utama warga.

“Terimakasih karena walaupun datang dari jauh, namun masih bersemangat mendampingi kami,” ucapnya.

Pada tahap recovery untuk daerah terdampak tsunami di Lampung Selatan, LAZIS Wahdah berfokus pada program pembinaan kerohanian pengungsi, antara lain pendirian Musala Darurat, Tausiyah Singkat setelah shalat berjamaah, Pembinaan Alquran untuk anak-anak dan remaja, serta GSB yang telah digelar sebanyak dua kali. (*RH)

Fraksi PKS Janji Kawal Penolakan RUU P-KS

Forum Audiensi Penolakan RUU P-KS yang digelar pada selasa (12/2/2019) di Ruang Fraksi PKS DPR RI.

(JAKARTA) Wahdahjakarta.com – Fraksi PKS DPR RI janjikan pengawalan penolakan RUU P-KS dalam Forum Audiensi Penolakan RUU P-KS yang digelar pada selasa (12/2/2019) di Ruang Fraksi PKS DPR RI.

Forum itu dihadiri oleh Aliansi Perempuan Cinta Pertiwi (APCP), yang diwakili oleh Maimon Herawati (44) sebagai pembuat petisi “Tolak RUU Pro Zina”, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Ibu-ibu Lenteng Agung (Gerilya), Komunitas Putri Pancasilais, SMART 171, dan Rumah Quran Jatinangor.

Menurut penuturan Maimon, aspirasi yang dibawanya mewakili 150 ribu masyarakat yang menandatangani petisi dan 43 yayasan, lembaga, dan komunitas yang menolak RUU P-KS.

Dalam forum tersebut, Maimon (APCP)  menjelaskan ‘Jejak Paradigma Barat’ yang terpampang dalam naskah akademik dan RUU P-KS.

Isti (21) dari Komunitas Putri Pancasilais (KPP) menyampaikan kekhawatirannya terkait tidak adanya dasar pancasila dalam RUU P-KS.

“Bagaimana kalau hal ini menjadi pintu RUU lainnya untuk melakukan hal yang sama?” ujar Isti.

Nanda (22) dari KPP menambahkan kekhawatirannya akan ledakan HIV-AIDS positif jika RUU P-KS ini disahkan.

“Tahun 2016 saja, HIV akibat LGBT sudah tinggi, apalagi kalau RUU ini sampai disahkan” ujar Nanda.

Hilda, Ketua Gerilya, juga menyampaikan kegelisahannya terkait pornografi dan sex bebas di kalangan anak muda.

“Selama ini kami selalu melakukan penyuluhan bahaya pornografi, kalau RUU P-KS ini sampai disahkan, seluruh perjuangan kami akan sia-sia,” tambah Hilda.

Menanggapi hal tersebut, Ei mengatakan Fraksi PKS menerima aspirasi, dan akan mengawal proses penolakan RUU P-KS tersebut. Fraksi PKS juga akan terus memonitor dan mengomunikasikan data dan fakta kepada Ketua fraksi PKS dan anggota DPR lainnya.

“Kedatangan teman-teman adalah vitamin bagi kami” ujar Ei

“Perjuangan ini harus terus digerakkan. Kami akan berjuang secara konstitusi,” jelasnya

Selain itu, Fraksi PKS meminta masyarakat yang mulai paham perkara ini agar aktif bersuara di media, baik media formal maupun media sosial.

Maimon menambahkan, selain menggunakan jalur formal secara legislatif, tim APCP akan menemui MUI untuk mengadukan konten RUU P-KS.

“Bagaimanapun MUI-lah penjaga moral bangsa Indonesia. Kepada siapa lagi mengadu, kalau bukan pada ulama kita,” tutupnya.

Kelemahlembutan dalam Rumah Tangga

Bersikap lembut, santun dan kasih sayang kepada anggota rumah tangga merupakan kewajiban yang mesti ditunaikan oleh masing-masing anggota rumah tangga kepada yang lainnya.

Suami kepada istri, ayah bunda kepada anak-anaknya, kakak kepada adik dan demikian pula sebaliknya, istri kepada suami, anak-anak kepada ayah bunda dan adik kepada kakak.

Sikap lembut, santun penuh kasih adalah kunci utama segala kebaikan dalam rumah tangga, ia dapat menghadirkan ketenangan, kebahagiaan dan ketenteraman batin untuk seluruh anggota keluarga tanpa kecuali.

Oleh karena itu maka Rasulullah ﷺ :

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِأَهْلِ بَيْتٍ خَيْرًا أَدْخَلَ عَلَيْهِمْ الرِّفْقَ ( رواه أحمد )

dari Aisyah -radhiyallahu ‘anha- berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda: Jika Allah menginginkan sebuah kebaikan untuk sebuah keluarga maka Allah akan memasukkan kelembutan atas mereka.”
(HR. Ahmad)

Jika engkau menginginkan seluruh kebaikan hadir dalam rumah tanggamu maka bersikap lembut dan santunlah engkau kepada keluargamu.

Hentikan seluruh kalimat dan sikap kasar ketika berinteraksi dengan keluargamu bahkan ketika engkau dalam keadaan jengkel dan marah sekalipun kepada salah seorang di antara mereka.

Berusahalah untuk tetap mengontrol ucapan dan sikap marahmu, sehingga engkau tidak melaknat dan mencaci maki atau berlaku aniaya kepadanya.

✒ Ustaz Fadlan Akbar, Lc., M.H.I.
[Ketua Komisi Usrah & Ukhuwah Dewan Syariah Wahdah Islamiyah]

Simulasi UN Nyaris Terhambat Pasca Tsunami, LAZIS Wahdah lakukan ini di Lampung

Relawan LAZIS Wahdah saat mendamping murid MTs Nurul Islam dalam ujian TryOut yang digelar di Lab. Komputer SMKN 2 Kalianda (3/2/2019).

(KALIANDA) Wahdahjakarta.com – Jelang Ujian Nasional yang akan digelar Pemerintah pada April mendatang, LAZIS Wahdah membersamai Madrasah Tsanawiyah (MTS) Nurul Islam yang berlokasi di Desa Sukaraja, Kec. Rajabasa, Lampung Selatan, untuk menggelar Try Out Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Try Out dilaksanakan di Laboratorium Komputer SMK Negeri 2 Kalianda, diikuti oleh 25 siswa kelas IX MTS Nurul Islam, Minggu (03/02/2019).

Relawan LAZIS Wahdah, Rizki Handrajati mengatakan, Try Out digelar di sekolah yang berbeda karena laboratorium komputer MTS Nurul Islam rusak parah akibat terjangan tsunami Desember 2018 silam.

“Dua bulan lagi mereka yang duduk di kelas sembilan akan mengikuti UNBK. Keterbatasan sekolah tentu menjadi penghambat, maka kami fasilitasi untuk melaksanakan Try Out di sekolah lain yang terletak di Ibu Kota Kabupaten,” kata Handra sapaan akrabnya.

Murid MTs Nurul Islam Lampung Selatan saat mengikuti ujian TryOut

Handra menambahkan, Try Out ini bekerjasama dengan SMKN 2 Kalianda sebagai penyedia simulasi UNBK.

“Insya Allah setelah mengikuti Try Out ini, pihak sekolah akan mengevaluasi kemampuan dan persiapan siswa sehingga kondisi pasca tsunami ini tidak membuat mereka harus ikut mengorbankan pendidikan mereka,” ucap Handra.

Angkutan siswa menuju lokasi Try Out menggunakan mobil operasional LAZIS Wahdah dengan menempuh waktu 30 menit.

Sesampai di lokasi, Siswa kemudian diberikan penguatan di Musholla sekolah setempat, SMKN 2 Kalianda, oleh Relawan LAZIS Wahdah, agar bisa mengerjakan soal Try Out dengan baik dan benar.

“Awal dari semuanya adalah doa kepada Allah ta’ala, agar diberikan ketenangan dan kemampuan dalam menjawab soal. Selanjutnya adalah sugesti. Sugesti diri kita bahwa Insya Allah soalnya mudah dikerjakan. Maka Insya Allah kita akan tenang saat ujian nanti,” pesan Rustam Hafid, relawan LAZIS Wahdah di hadapan 25 siswa MTS, lima belas menit sebelum ujian dimulai.

“Jangan lupa untuk mengerjakan soal yang mudah terlebih dahulu, dan soal yang dinilai sulit kerjakan kemudian,” sambungnya.

Pengawas Try Out, Novandi Setiawan yang juga merupakan tenaga pengajar di SMK setempat mengungkapkan, mayoritas peserta Try Out terkendala pada pengoperasian komputer.

Hal ini menurut dia, sedikit banyaknya mempengaruhi konsentrasi peserta dalam mengerjakan soal.

“Misal saat input identitas pribadi, banyak siswa yang bingung cara menulis huruf kapital menggunakan keyboard. Juga banyak yang salah dalam menggunakan klik kiri dan klik kanan pada mouse komputer,” terang Novandi.

Pihak sekolah MTS Nurul Islam sebelumnya menyampaikan, kondisi pasca tsunami yang menyebabkan sebagian ruangan rusak, memberikan pengaruh terhadap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Seperti yang diungkapkan oleh Syaefudin selaku kepala MTS Nurul Islam. Dia menerangkan, salah satu ruangan yang rusak adalah ruang penyedia beberapa unit komputer, sehingga berdampak pada persiapan UNBK.

“Alhamdulillah LAZIS Wahdah memfasilitasi kami untuk tetap bisa menggelar Try Out, walaupun lokasi ujiannya nanti cukup jauh,” tutur Syaefudin.

Beberapa sekolah yang terletak di daerah terdampak Tsunami, seperti yang berada di Desa Sukaraja, Way Muli dan Kunjir, Kabupaten Lampung Selatan, kesulitan dalam mempersiapkan siswanya untuk mengikuti UNBK yang akan digelar Pemerintah pada April mendatang.

Banyak faktor yang mempengaruhinya, antara lain kondisi sekolah yang rusak, psikologi siswa yang belum pulih total dari trauma, dan akses ke sekolah yang menjadi tuan rumah Try Out yang jauh.

“Insya Allah kami juga akan memfasilitasi persiapan UN di sekolah-sekolah yang lain. Baik dengan simulasi UNBK, maupun pembahasan soal ujian secara manual,” kata Rustam, relawan LAZIS Wahdah. (*)

Membimbing Istri Lebih Dekat dengan Sunnah

Pertanyaan:

Bismillah
Assalamu’alaikum.. Ustadz saya ingin bertanya bagaimana caranya membentuk keluarga yang mengenal sunnah dan membimbing istri lebih dekat dengan sunnah.
Asdar – Poso

Jawaban:
Wa alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh.
Hayyakallahu ya Akhi, semoga Allah senantiasa menjaga Anda dan keluarga.

Cita-cita Anda sangat mulia, cita-cita serupa tersirat dari doa-doa orang sholeh yang diabadikan di dalam Al-Qur’an, diantaranya firman Allah:

”Dan orang-orang yang berkata: Ya Allah, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan yang dapat menjadi penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa”. (terj. QS Al-Furqan 74)

Namun merealisasikan cita-cita ini tentunya diperlukan upaya yang tidak kecil, ada beberapa hal yang kami usulkan untuk Anda, semoga dimudahkan untuk mewujudkannya:

  1. Komunikasi yang berkualitas dengan keluarga Anda, sehingga dapat memaparkan “visi dan misi” yang menjadi idaman Anda.
  2. Jika komunikasi telah terjalin, dan keluarga telah memahami “visi dan misi”, maka Anda dapat menentukan langkah dan program untuk mewujudkannya.

Beberapa program yang kami usulkan:

  1. Membuat halaqoh -bisa pekanan atau bulanan- dengan keluarga, bisa halaqoh tahsin tilawah, atau halaqoh tadabbur Al-Qur’an dan yang lainnya, tentunya halaqoh yang sesuai dengan kapasitas dan keilmuan Anda.
  2. Mengajak keluarga menghadiri kajian atau tabligh akbar dari para asatizah, dengan sarana ini, Anda dapat mengenalkan kepada keluarga kajian-kajian sunnah, komunitas-komunitas penuntut ilmu syar’i dan lain-lainnya. Jika keluarga Anda belum terbiasa dengan kajian-kajian tersebut, Anda upayakan untuk memilih ustadz-ustadz yang menarik retorika penyampaiannya, tentunya disamping terjaminnya kualitas keilmuannya, hal ini untuk menimbulkan kesan baik keluarga terhadap majlis-majlis ilmu dan dapat menumbuhkan ketertarikan keluarga dengan kajian-kajian sunnah, sehingga timbul kesan bahwa kajian sunnah tidak “seseram” atau “sesadis” yang tersiar di masyarakat.
  3. Jika Anda tertarik, dapat juga bergabung dengan komunitas dakwah yang dapat memberi pencerahan ilmu syar’i yang benar dan memberikan lingkungan yang kondusif untuk keluarga, serta memberikan beban berupa kegiatan-kegiatan dakwah “ringan” jika Anda dan keluarga memiliki waktu luang.
  4. Dapat juga menyimak kajian agama lewat youtube dan televisi streaming.
    Anda dapat mengkomunikasikan kegiatan yang kami usulkan ini dengan keluarga, dan memilih yang paling cocok dengan waktu dan kegiatan Anda.
  5. Menyelipkan diantara doa-doa Anda, doa untuk kebaikan keluarga dan keshalehannya, sebagaimana doa yang kami sebutkan di awal jawaban konsultasi ini. Doa memiliki peran yang sangat urgen bagi keshalehan dan keistiqomahan seseorang, sebab hati seorang hamba berada di dalam kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala, dan contoh terbesar bagi peran doa bagi keshalehan seorang hamba, adalah masuknya Umar bin Khattab ke dalam Islam, penyebabnya adalah doa Rasulullah shallallahu alaih wa sallam.
    Perpaduan antara sebab syar’i (berupa doa) dan sebab kauni ( berupa upaya konkrit), insya Allah akan memberikan hasil yang maksimal, tentunya dengan izin Allah Subhanahu wa ta’ala.
    Perlu kami ingatkan, bahwa meletakkan planning kegiatan terkadang sangat mudah, namun sesungguhnya “jihad” yang sejati akan dirasakan ketika mempraktikkannya, sebab butuh kesabaran, keuletan, dan mungkin juga membutuhkan kemahiran dalam melobi keluarga, namun jangan khawatir seluruh yang anda upayakan dan “korbankan” demi keshalehan keluarga, akan menjadi pemberat timbangan kebaikan Anda di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.
    Jawaban kami ini, sekedar usulan untuk Anda komunikasikan dengan keluarga, kami doakan semoga Allah menganugerahkan keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah dalam bingkai ilmu syar’i dan ketaatan kepada Allah, Amiin ya Rabbal Alamin.

(Ustadz. Lukman Hakim, Lc, M, Alumni S1 Fakultas Hadits Syarif Universitas Islam Medinah Munawwarah dan S2 Jurusan Dirasat Islamiyah Konsentrasi Hadits di King Saud University Riyadh KSA)
Artikel: wahdah.or.id

Ust. Zaitun: 2019 Umat Harus Berjuang Agar Indonesia Lebih Baik

Ustadz Zaitun Rasmin saat mengisi kajian ahad pagi di ponpes modern Imam Syuhodo Solo (3/2/2019)

(SOLO) Wahdahjakarta.com – Dalam Kajian Ahad Pagi di Ponpes Modern Imam Syuhodo Solo (3/2/19), Ust. Zaitun mengingatkan pentingnya berjuang bagi umat Islam. Terutama di tahun politik 2019.

Menurut Ketua Umum Wahdah Islamiyah ini, salah satu bentuk perjuangan yang tepat di tahun ini adalah ikut pemilu. Termasuk juga bentuk perjuangan adalah mengajak sesama muslim untuk memilih pemimpin yang baik.

“Meskipun pemilihan langsung tidak seideal pemilihan melalui ahlul halli wal aqdi, kita tidak boleh tawaqquf (abstain/golput). Ini untuk menghindarkan madharat yang lebih besar bagi umat dan bangsa,” kata beliau.

Menurut Wasekjen MUI ini, jika umat Islam tidak berpartisipasi dalam Pemilu, yang akan memilih justru akan merugikan umat dan bangsa.

“Kalau orang-orang baik tidak ikut memilih (dalam Pemilu), siapa yang akan memilih Bu..?”, tanya beliau kepada ribuan jama’ah. Serentak jama’ah menjawab, “Orang-orang yang tidak baiiik..”

[ibw]

Tim Medis Wahdah Islamiyah Gelar Layanan Kesehatan di Dusun Pattiro – Gowa

(Gowa) Wahdahjakarta.com — Setelah tertahan selama tiga jam akibat jembatan yang putus, relawan Wahdah Islamiyah tiba di Dusun Pattiro Desa Pattikallang Kec. Mannuju Kab. Gowa – Sulawesi Selatan, Kamis (24/10/2018)

Setelah 3 jam terhenti di jembatan penghubung desa yang putus. Pukul 18.00 relawan yang berjumlah 18 orang beranjak dari Dusun Lemoa menuju Dusun Pattiro.

Menempuh perjalan lebih satu jam dengan jalan kaki dengan kondisi jalanan yang licin dan penuh bekas longsoran serta hujan deras menjadi tantangan tersendiri bagi relawan. Ditambah lagi jaringan listrik yang masih belum pulih sejak hari pertama kejadian.

Dusun Pattiro yang dituju adalah satu daerah yang mengalami bencana tanah langsor yang menimbun 7 rumah dan menimbun 23 korban jiwa. Sepanjang perjalanan rumah-rumah warga yang selamat dipenuhi pengungsi.

Pukul 19.30 Tim Relawan Wahdah Islamiyah akhirnya tiba di Masjid Jabal Nur yang sudah dipenuhi puluhan pengungsi. Selepas shalat, Daeng Tarru, Korlap Relawan mengumpulkan warga terdampak longsor yang memiliki keluhan kesehatan.

dr. Mujahid Akbar saat melayani warga yang terdampak longsor di Kab. Gowa

Pemeriksaan kesehatan yang dipimpin dr. Mujahid bersama Akram Batjo, S.ST dipenuhi puluhan warga terdampak baik anak-anak maupun orang dewasa dengan menggunakan penerangan genset.

“Kebanyakan pasien mengeluhkan ifluenza dan demam, sebagian juga demam seperti salah seorang pasien yang muntah-muntah akibat terlalu memikirkan adiknya yang masih tertimbun.” Ujar dr. Mujahid.

Warga yang diperiksa adalah kebanyakan pengungsi yang berasal dari Desa Mangngempang Kab. Gowa. Informasi dari salah seornag warga menyebutukan jumlahnya sekitar 400 orang.

Hingga larut malam pasien terus berdatangan dengan keluhan berbeda-beda. Pasien terakhir yang diberikan layanan kesehatan adalah seorang warga setempat yang selamat.

“Waktu kejadian hari Selasa sekitar pukul 11.00. Saya lari menyelematkan diri dan lutut saya ini terbentur batu. Alhamdulillah malam ini bisa mendapatkan perawatan di kaki saya ini dari Medis Wahdah Islamiyah” ujar Daeng Bakri penuh haru. [rep:Anas]

Relawan Masih Kesulitan Tembus Lokasi Longsor Sapaya

Relawan LAZIS Wahdah bersama tim basarnas saat melakukan evakuasi di kawasan longsor di Kab. Gowa.

(Gowa) wahdahjakarta.com -, Memasuki hari keempat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Gowa, sejumlah relawan kesulitan menembus lokasi yang berada di dataran tinggi, terutama di daerah Sapaya, Kecamatan Jongaya.

Nasruddin, salah seorang relawan dari Wahdah Peduli, mengaku sekarang ini tertahan di di Dusun Pattiro, Desa Pattikallang.

“Di sini longsor menimbun 7 rumah, 23 warga tertimbun, baru 8 korban ditemukan,” katanya, Jumat (25/1).

Menurutnya, dari dusun itu, sekitar 400-an warga telah mengungsi ke daerah yang lebih aman dari ancaman longsor.

Nasruddin mengatakan, untuk menjangkau Sapaya yang menjadi tujuan utamanya, lokasinya masih sangat jauh dan harus melewati sejumlah titik longsor yang menutupi jalanan.

Sejak pagi tadi, Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, kembali memimpin personelnya membuka akses jalur yang tertutupi material longsoran di Dusun Bengo, Desa Tamalatea, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa.

“Kita fokuskan upaya pembukaan jalur yang tertimbun material longsor menuju Sapaya melalui Kecamatan Parigi, karena hingga saat ini wilayah tersebut masih terisolir akibat longsor dan belum dapat dijangkau,” kata Shinto.

Kepala Desa Tamalatea, Muhamma Safri, ikut bergabung membantu proses pembersihan timbunan longsor.

Upaya pembukaan jalur juga melibatkan alat berat berupa satu unit Backhoe Loader sejenis kendaraan eskavator untuk mempermudah dan mempercepat proses pembersihan material longsor yang memenuhi jalanan.

Sementara itu, dilaporkan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan bersama rombongan, sedang menuju ke daerah Sapaya, Kecamatan Bongaya, dengan melewati Desa Tamalatea, Kecamtan Manuju.

Rombongan mereka menemukan longsoran yang menutup badan jalan sepanjang 150 meter, dan sedang berusaha disingkirkan kendaraan jenis loeader.

Sebelumnya, pengiriman bantuan logistik dari Pemda Gowa dengan menggunakan heli milik TNI AU lantaran menembus akses ke Sapaya sangat sulit.

Sumber: Gatra.com

Air Bah Capai Dagu Orang Dewasa, Relawan Lakukan Evakuasi di Bawah Guyuran Hujan Deras

(Makassar) wahdahjakarta.com – Hujan deras tanpa henti mengguyur kota Makassar dan sekitarnya. Akibatnya volume sungai naik drastis dan merendam ratusan rumah warga di Kelurahan Antang kota Makassar, Rabu (23/1/2019).

Dari pantauan tim relawan di lapangan, ketinggian air masih setinggi dagu orang dewasa. Pada evakuasi sehari sebelumnya, setelah berjuang melakukan penyelamatan sepuluh orang warga, Selasa (23/1/2019) malam, hari ini (Rabu) tim relawan kembali menyusuri kawasan yang masih terrendaman banjir di komplek perumahan di Kelurahan Antang Kecamatan Manggala.

Relawan berusaha menerobos aliran sungai yang terlihat sangat deras. Dengan bantuan tali tambang yang dikaitkan dengan perahu dan benteng rumah-rumah warga, bantuan berupa makanan siap saji diangkut.

“Hujan sangat deras. Sulit tembus kalau tidak ada perahu karet. Alhamdulillah, ada dermawan yang meminjamkan perahunya untuk relawan,” ujar Ridwan, relawan yang bertugas di lapangan.

Selain mengangkut paket makanan, beberapa warga juga turut dievakuasi.
“Terpaksa mereka tidur semalam di rumah. Tak ada makanan yang cukup. Bahkan kedinginan,” tambahnya.

Insya Allah ikhtiar untuk membantu sesama akan dilakukan oleh relawan kami. Saat ini tim kami akan tetap berfokus melakukan aksi penyelamatan warga terdampak dan mendistribusikan beberapa paket bantuan.

Ayo bersama LAZIS Wahdah kita bantu warga terdampak Bencana Banjir SULSEL, donasi bisa disalurkan melalui melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri. []