Gempa Bumi M6,4 Guncang Jawa Timur dan Bali, 3 Orang Dikabarkan Meninggal Dunia

Keadaan rumah warga di Sumenep, Jawa Timur

Keadaan rumah warga di Sumenep, Jawa Timur pasca gempa 6,4 SR tadi malam, kamis(11/10/2018)

(Jakarta) wahdahjakarta.com- Gempabumi dengan kekuatan magnitudo M6,4 mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali pada Kamis (11/10/2018) pukul 01.57 WIB. BMKG melaporkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 km.
“Gempa tidak berpotensi tsunami”, Kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis kepada wahdahjakarta.com, Kamis (11/10/2018) pagi.
“Posko BNPB telah mengkonfirmasi dampak gempa ke BPBD Provinsi Jawa Timur. Data sementara dampak gempa dilaporkan 3 orang meninggal dunia dan beberapa rumah mengalami kerusakan. Daerah yang terparah adalah di Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep Jawa Timur”, jelas Sutopo.

Tampak dalam salah satu rumah warga pasca gempa tadi malam.

Tiga orang meninggal dunia adalah (1) Nuril Kamiliya (L/7) (Warga Desa Prambanan, Kec. Gayam – Sumenep), (2) H. Nadhar (P/55) Dsn. Jambusok, Desa Prambanan, Kec. Gayam – Sumenep, dan (3) Laki-laki Dewasa yang identitasnya masih identifikasi.
“Korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Kejadian gempa Kamis dini hari saat korban sedang tidur tiba-tiba gempa mengguncang dan rumah roboh sehingga korban tidak bisa menyelamatkan diri”, Pungkasnya. [fry/sym].

Korban Meninggal Gempa Sulteng 2.010, BNPB Putuskan Akhiri Masa Masa Tanggap Darurat

penghentian masa tanggap darurat gempa sulteng.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB ketika dimintai keterangan tentang penghentian masa tanggap darurat gempa sulteng.

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Memasuki hari kesebelas pasca gempa Sulawesi Tengah jumlah korban meninggal yang ditemukan capai 2.010.
“Semua korban meninggal telah dimakamkan di pemakaman umum maupun yang diambil oleh keluarganya untuk dimakamkan di pemakaman keluarga, ” ujar Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho pada konfrensi Pers di Graha BNPB Jakarta, Selasa (09/10/2018) siang.

Ada 10.679 korban yang mengalami luka-luka, 2.549 diantaranya mengalami luka berat dan 8.130 lainnya mengalami luka ringan.

Sementara jumlah korban hilang dilaporkan sebanyak 671 orang yang hingga saat ini masih dalam pencarian oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BNPB, Relawan, maupun masyarakat yang dikoordinir oleh Basarnas.

Untuk pengungsi yang tercatat sebanyak 82.775 orang, semenjak 8 oktober lalu sudah direncanakan relokasi hunian sementara untuk percepatan pembangunan infrastruktur.

“Di tenda itu tidak enak, panas, apalagi bercampur seperti yang ada di tempat-tempat pengungsian.” ucap sutopo.

Ada pula sebagian pengungsi yang sudah dievakuasi keluar kota Palu sebanyak 8.276 orang, 6.157 diantaranya menggunakan jalur udara, 1.908 menggunakan jalur laut dan sisanya mengevakuasi secara mandiri ke Maros melalui jalur darat sebanyak 211 orang.

Untuk penanganan pangan, BNPB mencatat ada 16 titik dapur umun yang tersebar di wilayah pusat bencana yang ditangani oleh Dinas Sosial dan Tagana dari kabupaten sekitar.

Selain itu ada pula dapur umum yang dikelola oleh lembaha dan organisasi sosial. Wahdah Islamiyah membuka dua posko, di Palu dan Pasangkayu Sulbar.
Untuk bantuan logistik, obat2an dll. sudah banyak berdatangan baik dari negara sahabat, NGO, maupun organisasi kemanusiaan di dalam negeri.

Melihat keadaan yang sudah mulai membaik dibanding pada hari-hari awal ketika gempa terjadi. Berdasarkan keputusan gubernur Sulteng, BNPB mengumumkan evakuasi tanggap darurat korban akan diakhiri pada tanggal 11 Oktober besok, sehingga untuk evakuasi korban yang masih tersisa akan di maksimalkan sebelum jatuh tempo.

“Karena Tim SAR juga punya tugas lain dalam hal penanganan bencana, maupun kemanusiaan, dan tempo pencarian korban juga kami menyesuaikan dengan undang-undang”, tutur sutopo.

Beberapa pertimbangan lain berdasarkan Rapat Koordinasi dengan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola adalah bahwa korban yang dievakuasi sudah banyak yang rusak dan sulit dikenali akibat kondisi jenazah yang sudah melepuh, sehingga begitu ditemukan langsung dimakamkan karena berpotensi menyebabkan penyakit.

Tokoh agama dan tokoh masyarakat juga menyampaikan agar dipertimbangkan untuk tidak melanjutkan evakuasi, sehingga lokasi bencana diusulkan agar menjadi tenpat penguburan massal dan masyarakat akan dibangunkan tempat lain untuk tinggal diluar lokasi bencana.

Untuk pencarian korban hingga hari ini, BNPB mengerahkan sekitar 25 alat berat, 7 diantaranya sudah beroperasi di Petobo, 5 di Balaroa, dan akan dilakukan pencarian dengan menggunakan eskavator amphibi sebanyak 6 unit di wilayah Jono Oge, kab. Sigi karena wilayah evakuasi masih sangat basah oleh lumpur. (fry)

Relawan Wahdah Islamiyah Gelar Terapi Psikososial Kepada Anak-anak Korban Gempa

Relawan Wahdah Islamiyah sedang memberikan terapi psikososial kepada anak-anak korban Gempa

Relawan Wahdah Islamiyah sedang memberikan terapi psikososial kepada anak-anak korban Gempa

(PALU) wahdahjakarta.com,- Relawan Wahdah Islamiyah yang merupakan gabungan dari Wahdah Peduli dan LAZIS Wahdah menggelar kegiatan Psikososial kepada anak-anak korban Gempa di Posko I Wahdah Islamiyah, Jalan WR. Supratman, Palu, Selasa (9/10/2018).

Kegiatan yang dilakukan berbentuk permainan edukasi untuk mengembalikan psikologi atau kondisi kejiwaan anak seperti sedia kala.

Rustam Hafid selaku relawan Wahdah Islamiyah mengatakan, kegiatan ini dikhususkan bagi anak-anak korban gempa yang memang mengalami perubahan dalam tingkah laku sosialnya.

“Alhamdulillah hari ini kami mulai dengan penuh antusias oleh anak-anak. Insya Allah besok akan dilanjutkan lagi dengan tambahan item, seperti menggambar, mewarnai dan games edukasi lainnya,” ujarnya, Selasa (9/10/2018).

Rustam melanjutkan, kegiatan ini akan dilakukan secara berkala dengan motivasi-motivasi kepada anak, menyesuaikan pada kondisi mereka yang suka bermain.

“Anak-anaknya suka bermain, jadi kami masuk melalui permainan, tentunya dengan mengedepankan edukasi,” tuturnya.

Terapi ini adalah salah satu Program Relawan Wahdah Islamiyah di lokasi terdampak gempa, selain distribusi logistik, SAR dan pelayanan kesehatan.

Menurut data BNPB, Sampai berita ini diturunkan, terdapat 82.775 jiwa warga yang mengungsi di 112 titik di Sulteng, termasuk di dalamnya adalah anak-anak. (fry)

Ustadz Ikhwan Jalil: Kembalikan Palu Ke Pangkuan Bumi Hijrah

Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil

Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil (memakai tas ranse) dan Ustadz Jahada Mangka, sesaat setelah mendarat di Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Selasa (09102018) saat menjafi Relawan Trauma Healing untuk korban gempa Sulteng.

SIGI – Bencana alam yang terjadi di Kota Palu dan sekitarnya merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah ta’ala yang harus semakin menambah keimanan setiap manusia, khususnya orang-orang yang berada dekat dengan lokasi kejadian.

“Adalah sebuah kerugian jika tanda kekuasaan Allah ta’ala ini sama sekali tidak menambah keimanan kita. Maka untuk kita yang hadir, mari memperbanyak dzikir agar hikmah peristiwa ini tidak berlalu begitu saja,” ungkap Ustad Muhammad Ikhwan Jalil di hadapan seratusan relawan Wahdah Islamiyah di Kecamatan Tinggede, Kabupaten Sigi, Selasa (9/10/2018).

Beliau juga mengajak, untuk memperbanyak membaca Alquran serta menghafalkannya. Sebab menurut dia, Alquran akan memperkuat jiwa para relawan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaannya.

Anggota Dewan Syariah Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah ini juga menghimbau untuk memperkuat persaudaraan agar tercipta kesolidan kerja.

“Ketua divisi harus mengenal anggotanya, demikian pula setiap anggota sesama relawan, harus saling mengenal. Inilah salah satu asas keberadaan kita disini,” pesannya.

Dalam penyampaiannya juga, ustad Ikhwan menambahkan masalah penting yang menjadi fokus relawan Wahdah, yakni bukan hanya memberikan makanan raga kepada Korban terdampak gempa, namun juga makanan ruhani.

“Ini kekhasan kita. Maka mari kita bumikan salah satu jargon yang menjadi asas kehidupan seorang Muslim, yakni Dakwah dan Tarbiyah. Bersama kita kembalikan Palu ke pangkuan bumi Hijrah,” terangnya bersambut takbir para relawan.

Sambutan sekaligus ceramah dari Juru Bicara Forum Umat Islam Bersatu Sulawesi Selatan (FUIB Sulsel) ini merupakan sambutan perdana sebagai Kordinator umum relawan Wahdah Islamiyah, yang sebelumnya dipegang oleh Ustad Iskandar Kato, yang bertugas sepekan di lokasi terdampak gempa.

Selanjutnya, ustad Ikhwan akan bertugas mengoordinir kinerja relawan WI selama masa penanggulangan musibah bencana gempa bumi Palu dan sekitarnya. (Fry)

Wahdah Islamiyah Kembali Kirim Relawan ‘Pasukan Hijau’ Ke Sulawesi Tengah

Pasukan Hijau Wahdah Islamiyah

“Pasukan Hijau” yang dikirim oleh DPP Wahdah Islamiyah untuk membantu evakuasi korban gempa SulTeng

(MAKASSAR) wahdahjakarta.com– “Selamat bergabung dalam ‘Pasukan Hijau’ Wahdah Islamiyah,”
demikian ucapan Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah, Ustadz DR. Rahmat Abdul Rahman, Lc. MA saat apel pelepasan relawan Wahdah Islamiyah di halaman kantor DPP WI, Jl. Antang Raya, no 48, Makassar, Selasa (9/10).

‘Pasukan Hijau’ sendiri adalah istilah yang merujuk pada relawan Wahdah Islamiyah dengan ciri khas pakaian warna hijau.

Ustadz Rahmat berpesan agar para relawan senantiasa menjaga keikhlasan. “Tugas kemanusiaan yang ikhwah sekalian akan laksanakan adalah bagian dari jihad fii sabilillah. Maka luruskan niat, perbaiki tujuan dan maksud antum semua” pesan Ustadz Rahmat.

Jihad yang dimaksud, lanjut ustadz Rahmat, bukan jihad dalam artian perang, namun untuk membantu sesama umat manusia.

Apel relawan di depan gedung DPP Wahdah Islamiyah.

Selain persiapan fisik, para relawan juga harus mempersiapkan mental dengan baik untuk menghadapi kondisi yang terburuk sekalipun. “Kondisi di sana mungkin tidak sesuai dengan bayangan antum sebelumnya, makanya jangan kaget, tetapi harus siap dengan segala kemungkinan terburuk yang bisa saja antum hadapi di sana,” kata ustadz Rahmat.

Menjelaskan kondisi di lokasi terdampak gempa Sulteng, menurut Ustadz Rahmat bahwa masih ada lokasi-lokasi pengungsi belum tertangani dengan baik, mereka masih kekurangan makanan dan minuman. Untuk itu diharapkan agar relawan bekerja dengan koordinasi yang baik dengan relawan yang telah ada di sana dan juga pihak pemerintah.

“Lihat titik-titik lokasi yang belum mendapat bantuan. Kita masuk ke pelosok-pelosok dimana belum disentuh oleh relawan-relawan dari organisasi lain. Masuk ke sana, antarkan bantuan, buat mereka tersenyum. Minimal mereka merasa bahwa mereka punya saudara yang memberikan kepedulian dan perhatian kepada mereka,” kata ustadz Rahmat penuh haru.

Koordinator pengiriman relawan Ustadz Taufan Djafri mengatakan, hari ini akan diberangkatkan relawan sebanyak 66 relawan dengan rincian 48 relawan yang akan bertugas di dapur umum, distribusi bantuan dan evakuasi, 8 orang relawan medis yang terdiri atas Dokter dan Perawat, serta 10 orang relawan Trauma Healing.

Relawan ini akan menjadi tenaga tambahan bagi 150 relawan Wahdah Islamiyah yang telah bertugas di kota Palu, kabupaten Sigi dan kabupaten Donggala.[]

Forjim dan Pesantren Cendekia Gelar Pelatihan Jurnalistik Dakwah OMOJ

kegiatan OMOJ (One Masjid One Journalist)

Salah satu foto kegiatan OMOJ (One Masjid One Journalist) yang dilakukan oleh Forjim.

DEPOK—Pesantren Cendekia Amanah Cilodong, Depok, Jawa Barat pimpinan KH Cholil Nafis bekerjasama dengan Forum Jurnalis Muslim (Forjim) akan menggelar pelatihan video jurnalistik dakwah One Masjid One Journalist (OMOJ). Acara ini rencana digelar pertengahan Nopember 2018 di Masjid Pesantren Cendekia Amanah dan akan mengundang remaja dan pemuda masjid se kota Depok.

Kyai Cholil Nafis menyambut baik kerjasama program ini. Kyai Cholil mengatakan ia bekerjasama program dengan Forjim bukan kali pertama. “Saya sudah kenal lama dengan Forjim. Belum lama, Komisi Dakwah MUI yang saya pimpin juga pernah kerjasama dengan Forjim gelar diskusi soal dakwah di medsos,” ungkap Kyai Cholil yang juga Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ketika menerima kunjungan pengurus Forjim di Pesantren Cendekia Amanah, Sabtu (6/10/2018) siang.

KH Cholil Nafis, pimpinan Pesantren Cendekia Amanah Cilodong, Depok, Jawa Barat saat memberikan sambutan pembukaan pelatihan video jurnalistik dakwah One Masjid One Journalist (OMOJ) di pesantren.

Menurut Kyai Cholil, saat ini saat ini umat manusia tidak bisa menghindari dampak kecanggihan teknologi informasi. Kecanggihan teknologi ini bisa digunakan untuk menyebar konten negatif, bisa juga untuk menyebar konten positif.

“Teknologi informasi ini bisa dijadikan sarana untuk menyampaikan pesan atau konten dakwah. Pelatihan ini diharapkan membangun kesadaran generasi muda Islam untuk berdakwah melalui media video,” ujar Kyai Cholil.

Sementara itu, Sekretaris Umum Forjim Ibnu Syafaat mengungkapkan program jurnalistik dakwah One Masjid One Journalist ini merupakan upaya Forjim membangun kesadaran literasi generasi muda. “Saat ini konten hoax begitu massif tersebar di tengah masyarakat. Untuk menangkal hoax, generasi muda perlu dibangun kesadaran literasi. Ini merupakan salah satu tanggung jawab jurnalis muslim. Pelatihan jurnalistik dakwah ini memberikan pembelajaran agar generasi muda selalu melakukan verifikasi atau tabayun terhadap informasi yang diterima,” ungkap Syafaat.

Dikatakan Syafaat, pelatihan ini sudah berlangsung di beberapa kota di Indonesia. “Pelatihan One Masjid One Journalist merupakan program unggulan Forjim. Sudah ada lima angkatan dari pelatihan ini. Pelatihan sudah kami gelar di beberapa kota seperti Jakarta, Bekasi, Bandung, Lombok Timur, dan Bogor,” jelas Syafaat.

Kemudian dalam waktu dekat, pelatihan jurnalistik dakwah rencananya digelar di Tasikmalaya, Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, dan Batam. [fry]

BNPB : 1.763 Orang Korban Meninggal Sudah Termasuk Korban WNA

Kepala Pusat Data & Informasi serta Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho saat menjelaskan proses Evakuasi Gempa Sulteng pada awak media, Ahad (7/10/2018).

H+9 Evakuasi korban, BNPB mencatat pada hari ini, 7 Oktober 2018, pada pukul 13.00 WIB ada 1.763 korban meninggal yang diitemukan. Masing- berasal dari Palu (1.519 orang), Donggala (159 orang), Sigi (69 orang), Parigi Moutong (15 orang), dan Pasangkayu (15 Orang). Data tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data & Informasi serta Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalan Konferensi Pers yang Update Penanganan Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah

“Jumlah korban jiwa terus bertambah karena memang Tim SAR gabungan yang dikoordinir oleh Basarnas setingkat TNI, Polri, Kementrian ESDM, Relawan, bahkan masyarakat juga terus melakukan pencarian korban.” Jelas beliau dalam pertemuan tersebut.

Beliau menambahkan, dalam evakuasi korban, Kota Palu merupakan wilayah paling banyak korban meninggal yang kebanyakan disebabkan oleh Tsunami.

Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman Mohammad Fachir pada konferensi pers lkemarin, 6 Oktober 2018.

Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman Mohammad Fachir pada konferensi Pers Kemarin menyebutkan sebelumnya ada sekitar 122 Warga negara asing teridentifikasi berada di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, saat terjadi gempa dan tsunami pada Jumat (28/9) pekan lalu. Dari 122 WNA tercatat seorang warga negara Korea dan Belgia belum diketahui keberadaannya.

Berdasarkan hasil evakuasi, semua korban WNA sudah ditemukan. Seorang warga Korea ditemukan tewas tertimbun reruntuhan Hotel Roa-Roa. Jenazahnya berhasil dievakuasi.

“Dari 1.763 korban meninggal dunia tadi ini, sudah termasuk 1 orang WNA yaitu Korea Selatan.” ujar Sutopo. (fry)

Pasca Gempa, Tanah di Perumahan Balaroa Palu Barat Bergeser Tiap Hari

Pasca Gempa, Tanah di Perumahan Balaroa Palu Barat Bergeser Tiap Hari

Kondisi jalan pemukiman warga di Palu

(PALU) wahdahjakarta.com- Gempa berkekuatan 7,4 SR yang mengguncang kota Palu dan sekitarnya memberikan dampak kerusakan yang sangat luas.

Terbukti, hingga berita ini diturunkan, SATGAS Gempa Palu yang berpusat di KOREM 132/ Tadulako mencatat, total meninggal dunia berjumlah 1.558 jiwa, korban luka-luka 2.549 jiwa, korban hilang 113 jiwa, korban tertimbun 152 jiwa, rumah rusak berjumlah 65.733 buah, dan total pengungsi berjumlah 70.821 jiwa.

Salah satu lokasi terparah adalah Perumahan Nasional Balaroa yang terletak di Kecamatan Palu Barat, nyaris tenggelam dalam tanah dan telah menimbun ratusan warganya.

Hingga sepekan setelah gempa, menurut relawan Wahdah Islamiyah, Abu Umar, tanah yang berada di pinggiran lokasi terdampak gempa, terus bergerak ke bawah.

“Ketika kami, tim SAR Wahdah Islamiyah melakukan kegiatan pencarian korban sehari setelah Gempa, jalan raya yang masih utuh ini hanya mengalami keretakan kecil, namun hari ini sangat mengejutkan karena keretakannya bertambah besar,” ungkapnya, Sabtu (6/10/2018).

Warga di sekitar Balaroa ikut memberikan kesaksian yang membenarkan perkembangan kerusakan yang terjadi.

Sudirman (29) menyebutkan, rumahnya tiap hari mengalami pergeseran pondasi, semakin hari semakin membesar.

Belahan tanah di antara rumah warga.

“Ini pak rumah saya, dindingnya semakin menjauh satu sama lain tiap harinya,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, gempa susulan masih terus terjadi sejak sepekan di Palu dan sekitarnya, yang berakibat pada pergeseran kerusakan rumah dan jalan raya di sekitar lokasi terdampak gempa.

Warga berharap segera ada upaya pemerintah setempat dan unsur lainnya untuk memutus pergerakan kerusakan di lokasi terdampak gempa yang dikhawatirkan akan semakin meluas.(fry)

Musibah di Atas Musibah (Khutbah Jum’at)


Oleh : Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil, Lc. MA

إن الحمد لله نحمده ، و نستعينه ، ونستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ، ومن سيئات أعمالنا
من يهده الله فلا مضل له ، ومن يضلل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له .وأ شهد أ ن محمداً عبدُه و رسولُه
يَاأَيها الذين آ مَنُوا اتقُوا اللهَ حَق تُقَا ته ولاتموتن إلا وأنتم مُسلمُون
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً
يَا أ يها الذين آ منوا اتقوا الله وقولوا قَو لاً سَديداً يُصلح لَكُم أَ عما لكم وَ يَغفر لَكُم ذُ نُو بَكُم وَ مَن يُطع الله وَ رَسُولَهُ فَقَد فَازَ فَوزاً عَظيماً

أَمَّا بَعْدُ

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وآله وسلم، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ

Kaum muslimin rahimakumullah!
apa yang terjadi pada saudara-saudara kita di beberapa tempat di Indonesia hari ini sungguh sangat memilukan

Belum lagi kering air mata kita dengan apa yang terjadi di Lombok kita pun dikejutkan dengan gempa bumi berikut tsunami yang meluluhlantakkan kota Palu.

Tidak ada kata yang patut untuk kita ucapkan atas semua ini kecuali innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
Kita semua berasal dari Allah dan akan kembali kepadanya.

Kekuasaan Allah tidak terbatas, yang meliputi segala apa yang ada di alam raya ini, dan itu terbukti dengan apa yang terjadi berupa musibah yang datang beruntun dan berturut-turut ini.

Betapa kecil dan tidak berdaya nya manusia dihadapan kemahakuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita ini ibarat sebutir debu di Padang Sahara atau Setetes Air di tujuh lautan benua.

Semua doa kita panjatkan untuk para korban , semoga yang wafat mendapatkan syahid di sisi Allah , dan yang terluka segera disembuhkanNya,

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُوْنُ وَالْمَبْطُوْنُ وَالْغَرِيْقُوَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيْدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ

Para syuhada itu ada lima golongan: yang terkena tha’un , mabthun ( sakit perut) ,tenggelam, terkena reruntuhan, dan yang syahid di jalan Allah subhanahu wa ta’ala.” ( HR.Al Bukhari & Muslim)

Kitapun berharap agar kondisi segera pulih dengan keimanan yang bertambah serta ketakwaan yang semakin mantap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dibutuhkan kontribusi kita semua moril dan materil sebagai wujud persaudaraan dan keimanan,, untuk menghadapi musibah yang sangat besar ini.

Namun ……
Jamaah Jum’at
Yang dimuliakan Allah

Tahukah kita akan musibah yang lebih besar daripada itu semua ?

Lebih besar daripada gempa bumi yang meluluhlantakkan kota

Lebih besar daripada banjir tsunami yang menyapu rata.

lebih dahsyat dari angin puyuh yang menerbangkan semua yang ada

Allah subhanahu Allah berfirman :

ۚ فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (Surat An-Nur, Ayat 63)

Menyelisihi Jalan Kebenaran jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyelisihi syariat Islam, menyelisihi petunjuk nabi, menyelisihi Al Quran , itulah semua yang mengundang bencana.

Saat kita diuji dengan bencana alam gempa bumi ,tsunami dan lain sebagainya lantas kemudian kita kembali kepada Allah menjadikannya sebagai pemicu untuk bertaubat kepada Allah sebagai jalan untuk taat dan kembali meniti jalan kesolehan maka sungguh musibah itu akan membuka lembaran-lembaran kebaikan bagi kehidupan kita.

Namun jika kekuasaan Allah yang mutlak itu telah ditunjukkannya dalam bentuk musibah yang datang silih berganti lantas kemudian kita tidak mengambil pelajaran ,kita tidak kembali kepada jalannya, kita tidak bertaubat, bahkan justru semakin sombong ,semakin ponggah dengan kesyirikan dan kemaksiatan ,maka azab Allah yang paling besar akan menimpa kita berupa kesesatan, berupa kekufuran, berupa jauhnya dan semakin jauh nya kita dari jalan Allah inilah musibah di atas musibah .
Musibah terbesar saat Allah jauhkan kita dariNya.
Wallahu l Musta’an

Bumi Langit dan seluruh semesta sejatinya adalah makhluk yang taat kepada Allah , maka Tidak sepantasnya manusia saat diberikan Wahyu oleh Allah untuk hidup di atas bimbingan Wahyu itu lantas kemudian menjauhkan diri dan bahkan menistakan wahyu Allah dan lebih memilih jalan yang dia buat sendiri, aturan yang dia ,karang sendiri, jalan hidup yang mereka rekayasa sendiri . Itulah yang justru akan menjadikan manusia itu terjatuh ke dalam lembah kebinasaan

Allah ta’ala berfirman

ومن اعرض عن ذكري فان له معيشه ضنكا ونحشره يوم القيامه اعمى

Barangsiapa yang berpaling dari peringatanku maka Sungguh aku akan berikan baginya kehidupan yang sempit dan kami bangkit kan dia di hari akhirat dalam keadaan buta

Para orang shaleh yang terdahulu saat mereka mendapatkan musibah , maka takutnya kepada Allah semakin bertambah dan itu mengantarnya lebih dekat kepada Allah.

Manusia sejatinya adalah hamba Allah yang ditugaskan beribadah kepada Allah dengan sebenarnya benarnya, saat kedurhakaan terjadi maka musibah itu akan menerpa semuanya, yang shaleh maupun yg salah , yg bermaksiat maupun yang taat.

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan takutlah atas siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya. (Surat Al-Anfal, Ayat 25)

Disinilah pentingnya kita memahami arti dakwah , amar Ma’ruf nahi mungkar,, tegaknya dakwah , amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar adalah jaring pengaman ilahiah atas adzab dan kemurkaanNya…
Semoga kita semua mendapatkan Ibrahim dan pelajaran

اقول قولي هذا و استغفره انه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua

الحمد لله وحده الصلاه و السلام على من لا نبي بعده وعلى اله واصحابه ومن سار على نهجه الى يوم الدين اما بعد

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

musibah ini sejatinya adalah musibah kita semua, Saat sebagian saudara kita meregang nyawa, bahkan ribuan mayat terhampar di hadapan kita, sementara sebagian yang lainnya masih berada di tenda-tenda pengungsian, bahkan mungkin masih ada di tempat-tempat yang belum terjangkau dengan bantuan yang berarti.

Inilah saatnya kita mengukir kebaikan dalam keimanan kita, Inilah saatnya kita membuktikan persaudaraan kita, Mari kita hadirkan secercah senyum pada anak-anak kita yang ada di Palu di Lombok dan di berbagai belahan nusantara yang saat ini sedang menangis pilu didera bencana tanah ini.
Bersabda Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam,

 

: ” مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم كمثل الجسد الواحد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الأعضاء بالحمى والسهر ” متفق عليه .

Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” Muttafaq Alaihi

Selain itu kita berharap bahwa apa yang kita berikan dijalan Allah dengan membantu saudara-saudara kita yang menderita itu Semoga menjadi asbab kita terhindar dari musibah dan berbagai Prahara.

Ingatlah kita bahwa negeri ini adalah karunia Allah yang sangat luar biasa kita dimanja dengan berbagai kekayaan alam, namun hendaknya kita mengingat pula bahwa tak ada sejengkal pun negeri ini dan seluruh bumi ini kecuali milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala olehnya itu tak pantaslah kita menginjakkan kaki di atas bumi milik Allah untuk melakukan kemaksiatan apalagi dengan kemusyrikan dan kekufuran.

Akhirnya marilah kita menundukkan jiwa dan raga kita kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Seraya bermunajat memohon ampunan nya memohon kasih sayangnya memohon rahmat nya.

Ya Allah Yang Maha pengampun ampunilah kami karena tiada yang dapat memberi ampunan melainkan engkau
Ya Allah, yang maha pengasih engkau maha tahu dosa dan kemaksiatan yang telah kami ukirkan dalam jejak hitam perjalanan hidup kami, tak ada yang dapat menghapuskannya melainkan kasihmu melainkan ampunanmu yang tiada berbatas
Ya Allah Yang Maha Kuasa janganlah kau jadikan dosa segelintir orang di antara kami untuk Kau turunkan azab dan kemurkaan Mu atas kami

Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang dapat belajar dari peringatan mu ini
Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang bersegera menuju ampunan Mu menyambut berkah syariat Mu dan jadikanlah kami orang-orang yang kembali kepadamu dalam ketaatan dalam ketakwaan dalam keimanan

Ya Allah tolonglah kami , Angkatlah musibah ini dari kami dengan kekuasaanMu yang tiada berbatas.

اللهم ادفع عنا الغلاء والوباء والربا والزنا والزلازل والمحن وسوء الفتن ما ظهر منها وما بطن عن بلدنا هذا خاصة وعن سائر بلاد المسلمين عامة يا رب العالمين، اللهم أنت الله لا إله إلا أنت،
اللهم ارحم موتانا و اشف مرضانا و أعد الينا الحياة بالإيمان و التقى العفاف و الغنى
اللهم اقسم لنا من خشيتك ما تحول بيننا وبين معصيتك ومن طاعتك ما تبلغنا به جنتك ومن اليقين ماتهون به علينا مصائب الدنيا اللهم متعنا باسماعنا وابصارنا وقواتنا ما احييتنا واجعله الوارث منا واجعل ثارنا من ظلمنا وانصرنا على من عادانا ولا تجعل مصيبتنا في ديننا ولا تجعل الدنيا اكبر همنا ولا مبلغ علمنا ولا تسلط علينا من لايخافك فينا ولا يرحمنا
سبحان ربك رب العزه عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

STIBA Makassar Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Asal Palu di Kota Makassar

STIBA Makassar Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Asal Palu

Kendaraan pengangkut Departemen Sosial Dewan Eksekutif Mahasiswa STIBA Makassar menyalurkan bantuan logistik untuk korban bencana alam Sulawesi Tengah, Kamis (4/10/2018).

(Makassar) wahdahjakarta.com- Departemen Sosial Dewan Eksekutif Mahasiswa STIBA Makassar menyalurkan bantuan logistik untuk korban bencana alam Sulawesi Tengah, Kamis (4/10/2018).

Bantuan tersebut berupa keperluan logistik ini berasal dari sumbangan masyarakat yang disalurkan melalui Posko STIBA Peduli Sulawesi Tengah yang terletak di depan Masjid Anas bin Malik Kampus STIBA Makassar.

“Sebelumnya tersiar kabar melalui media sosial bahwa sebanyak 42 korban bencana mengungsi di Perumahan Bukit Graha Praja, Jl. Nipa-Nipa Lama, Manggala Kota Makassar. Tim Depsos STIBA bergerak cepat mengirim tim untuk menyerahkan sejumlah bantuan setelah sebelumnya berkoordinasi dengan pihak LAZIS Wahdah”, ujar Divisi Humas STIBA Syahrul Qur’ani.

“Dua orang di antara mereka merupakan ibu hamil. Keduanya segera dievakuasi ke rumah sakit sesaat setelah tiba di Makassar”, ucapanya via Whatsapp pada Jum’at (05/10/2018) pagi.

Penyaluran bantuan kepada korban Gempa Sul Teng oleh Mahasiswa DEM STIBA Makassar

Menurut Syahrul, berdasarkan data yang diberikan oleh para pengungsi, kebutuhan mendesak mereka adalah makanan dan obat-obatan.

“Rencananya, hari ini (Jumat, 5/10/2018), sebanyak 200 mahasiswa STIBA Makassar kembali akan diturunkan ke sejumlah ruas jalan di Kota Makassar”, imbuhnya.

“Mereka akan kembali mengumpulkan dana bantuan untuk korban bencana Sulawesi Tengah, setelah Ahad lalu berhasil mengumpulkan Rp 43 juta dalam aksi sehari mereka,” pungkasnya. (Lap: Syahrul: ed:sym).