Sebulan Pasca Tsunami, Begini Kondisi Posko Pengungsian di Lampung Selatan

Kondisi posko pengungsian pasca tsunami yang menghantam selat sunda Desember 2018 lalu. Foto : LAZIS Wahdah

(Banten) wahdahjakarta.com — Jelang sebulan pasca bencana Tsunami yang menerjang Pesisir Banten dan Lampung Selatan, sebagian warga yang menjadi korban masih menghuni Tenda Pengungsian yang dibangun oleh Pemerintah setempat.

Seperti warga di dua Desa yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Desa Way Muli Timur dan Kunjir.

Menurut laporan Relawan LAZIS Wahdah Rustam Hafid, masih banyak warga yang bertahan di posko-posko pengungsian dari beberapa Desa yang terdampak.

“Masih ada 63 Kepala Keluarga (KK) di Desa Way Muli Timur dan 52 KK di Desa Kunjir, yang masih memilih bertahan. Mayoritasnya karena telah kehilangan rumah akibat sapuan tsunami,” tandasnya, Selasa (22/1/2019).

Jumlah itu telah berkurang dari jumlah yang awalnya mencapai ratusan. Sebagaimana yang diutarakan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Way Muli, Sertu (TNI) Darwis.

Menurut dia, jumlah pengungsi yang mendiami tenda pengungsian mulai mengalami penurunan.

“Pasca Tsunami, Jumlah pengungsi di Desa Way Muli Timur berjumlah 144 KK, dan 83 KK untuk Desa Kunjir, kini jumlah itu mulai berkurang,” terangnya.

Relawan LAZIS Wahdah Rustam Hafidz saat berbincang dengan anggota TNI di posko pengungsian korban Tsunami selat sunda

Rustam mengatakan, sebagian besar warga mencari tumpangan di rumah sanak saudara mereka.

“Selain karena kondisi tenda yang panas, posko pengungsian juga kekurangan air dan kebutuhan lainnya. Namun bagi yang jauh dari sanak saudara, harus membuat diri betah di bawah terpal,” ujarnya.

Dia menambahkan, kondisi ini akan terus terpantau oleh relawan LAZIS Wahdah hingga warga telah mendapatkan hunian sementara mereka.

“Alhamdulillah Pemerintah Daerah telah menjanjikan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk korban yang rumahnya rusak. Namun ini tidak berarti bantuan kemanusiaan dihentikan, sebab walaupun sebulan berlalu, namun pendampingan pengungsi masih harus dilakukan,” pungkasnya.

Terakhir, LAZIS Wahdah menyalurkan puluhan paket Sembako ke beberapa posko pengungsian yang terletak di kecamatan Rajabasa ini, antara lain Desa Way Muli, Desa Way Muli Timur, dan Desa Kunjir.

Paket sembako dibagikan secara berkala, dari beberapa hari pasca bencana, hingga pekan-pekan setelahnya. Paket yang dibagikan terakhir pada hari Senin (21/1/2019) kemarin. (sym/fry)

GUNAKAN KECERDASANMU..!

Perang Khandaq adalah perang antara ‘negara’ Madinah melawan konspirasi regional jazirah Arab. Pasukan gabungan lintas klan, lintas etnis, lintas agama. Bukan lagi sekedar Madinah dengan Makkah.

Di tengah ketegangan itu, Rasulullah kumpulkan sebagian shahabat. Dalam Mustadraknya, Imam Al Hakim menyebutkan bahwa yang tinggal hanya 12 orang. Akan ada penugasan, “amaliyyah”, misi khusus. Spionase ke jantung musuh.

Awalnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan penawaran. Siapa diantara mereka yang siap berangkat? Rasulullah bahkan mengulangnya sampai 3 kali. Jaminannya, “Dia bersamaku kelak di hari kiamat..” kata beliau.

Semua diam. Ini berbeda dengan Perang Uhud dulu, ketika para shahabat ditawari pedangnya Rasulullah, mereka berlomba menjulurkan tangan. Meskipun akhirnya mereka tarik kembali setelah tahu konsekuensinya tidak ringan. Hanya Abu Dujanah yang siap waktu itu.

Di Perang Khandaq ini sedikit lain. Tidak ada sama sekali yang mengajukan diri. Bukan berarti mereka tidak mau ber-‘mubadarah’. Bukan. Bukan mereka takut terhadap dingin yang menusuk, angin badai, medan berat, atau takut mati, bukan.

Mereka tahu bahwa konsekuensinya sangat-sangat berat: harus pulang membawa informasi dalam keadaan HIDUP. Kalau sekedar menyusup kemudian ‘boleh’ mati syahid, semua juga siap. Tapi kalau harus kembali hidup-hidup, itu yang tidak ringan.

Setelah tiga kali penawaran tidak ada respon, tidak ada jalan lain kecuali harus “instruksional”, penunjukan. Kalau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah memberikan instruksi, maka tidak ada pilihan lain kecuali “sam’an wa tha’atan”, siap laksanakan!

Kalau sudah penunjukan, tentu berbeda dengan tawaran yang membuka peluang ‘mubadarah’ bagi suka relawan. Itupun sang pemimpin harus tahu betul kapabilitas anggotanya. Di sisi lain, jika sang anggota sudah dipandang mampu oleh pimpinannya maka dia harus siap dan memantaskan diri. Laksanakan sampai tuntas.

Disinilah terlihat betul bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat faham terhadap ‘binaan’-nya. Beliau tahu persis, siapa yang harus ditunjuk untuk persoalan ini. Salah orang, bisa fatal.

Tugas spionase dan “covering” seperti ini butuh orang yang betul-betul menguasai medan, faham informasi dan data apa yang harus dikumpulkan, serta mampu menjaga kerahasiaan. Senyap, cepat, tepat. Maka, Hudzaifah lah orangnya, ‘shaahibu sirri Rasulillah”_shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah percaya penuh. Beliau tidak bertanya lagi, “Antum siap atau tidak?” Rasulullah juga tidak memberikan arahan teknis secara detil. Seorang Hudzaifah tidak perlu diberi tahu harus lewat lembah mana, bukit apa, masuk dari mana, siapa yang didekati, apa yang dibawa, dst. Seolah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya mengatakan, “Gunakan kecerdasanmu!”

Memang ada tipe orang yang suka diberikan instruksi detil, ada yang justru tidak suka dan malah efektif kalau instruksinya tidak didetilkan. Ada tipe orang yang harus “dituntun” baru bisa sampai tujuan, ada yang “dilepas” saja juga bakal sampai.

Seorang pemimpin dituntut untuk bisa mengenali karakter masing-masing personilnya. Dari mana? Tentu tidak cukup hanya mengandalkan psiko tes. Kemampuan ‘membaca’ seperti ini hanya bisa didapat dari interaksi yang panjang dan intens.

Hasilnya? Efektif. Misi terlaksana dengan sempurna.

Pantas saja, seorang Umar pernah berandai tentangnya.

Suatu hari Umar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada beberapa orang di sekelilingnya.

“Beranganlah kalian!”

“Aku berangan-angan seandainya rumah ini dipenuhi dengan emas, kemudian kuinfakkan seluruhnya di jalan Allah”, kata salah seorang. Yang lain pun berandai dengan angannya masing-masing.

“Adapun aku” kata Umar, “Aku berangan seandainya rumah ini dipenuhi dengan orang-orang sekelas Abu Ubaidah bin Jarrah, Mu’adz bin Jabal, Salim Maula Abu Hudzaifah, serta Hudzaifah bin Yaman”

“Aku akan ajak mereka untuk meninggikan kalimat Allah,” kata Umar.
Radhiyallahu ‘anhum ajma’in.

Ditulis oleh : Ust. Murtadha Ibawi (Ketua Departemen Dakwah DPW Wahdah DKI Jakarta

Wahdah Peduli Salurkan Paket Sembako Pada Warga Terdampak Tsunami

Relawan Wahdah Peduli bersama salah satu warga terdampak tsunami banten saat penyaluran sembako.

(Pandeglang) wahdahjakarta.com — Tim Relawan Wahdah Islamiyah, kembali mengunjungi warga terdampak tsunami di Kampung Paniis, Pandeglang-Banten, Sabtu (29/12/2018) .

Warga terdampak tsunami Selat Sunda di kampung yang masuk wilayah Desa Taman Jaya ini sepekan pasca bencana masih mengungsi dengan kondisi memprihatinkan.

Sebagian besar warga masih mengungsi ketika malam hari di pegunungan dengan tenda seadanya. Sebagian juga memilih tinggal di gubuk persawahan.

“Kami sekeluarga 5 hari sebelumnya mengungsi di gunung atas, baru beberapa malam ini tinggal di sini.” Ujar Ade (40) yang ditemui Relawan Wahdha Islamiyah di gubuknya.

Di gubuk dengan dinding terbuka inilah ia tinggal sementara bersama 4 KK atau 16 jiwa keluarganya yang lain karena rumah sudah rata diterjang tsunami.

“Alhamdulillah walau sekarang tinggal di kondisi seperti ini tetapi yang terpenting bisa selamat dari tsunami.” lanjutnya sesaat setelah menerima paket sembako dari LAZIS Wahdah.

Rombongan pun melanjutkan penyaluran 43 paket sembako dengan mengunjungi gubuk dan tenda pengungsian agar tersalurkan secara tepat sasaran kepada warga terdampak bencana tsunami. [fry]

Adian Husaini: Pendidikan Terbaik Yang Meningkatkan Iman dan Taqwa

Ust Dr. Adian Husaini saat menyampaikan sambutan di Wisuda II STIBA Makassar,Adian Husaini: Pendidikan Terbaik Adalah Yang Meningkatkan Iman dan Taqwa

(Makassar) wahdahajakarta.com-, Ketua Program Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor Adian Husaini, Ph.D mengatakan, pendidikan terbaik menurut Undang-Undang dasar 1945 adalah yang meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Hal itu disampaikan ustadz Adian dalam orasi ilmiah Wisuda II Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Sabtu, (22/12/2018).

“Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang,” jelasnya mengutip pasal 31 ayat 3 UUD 45.

Cendekiawan muslim ini berharap STIBA Makassar menjadi kampus Islam terbaik. Menurutnya, kriteria kampus terbaik tidaklah rumit. Bahkan selama ini sebetulnya sudah dicapai oleh STIBA Makassar, Perguruan Tinggi Islam yang didirikan oleh Wahdah Islamiyah.

“Kampus terbaik menurut Islam adalah khairun naas anfa’uhum linnas, dan khairun naas ahsanuhum khuluqan”, tegasnya.

Jadi, STIBA menjadi kampus terbaik jika alumninya mampu menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain, serta akhlaqnya adalah akhlaq terbaik.

Inisiator MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) ini juga mengingatkan, alumni institusi pendidikan Islam seharusnya tidak ada yang menganggur. Karena masih sangat banyak yang belum bisa membaca Al Qur’an serta masih merebaknya kemaksiatan di negeri ini.

“Itu pekerjaan semua. Harusnya tidak ada yang menganggur. Gajinya dari mana? Ya dari Allah,” tegasnya.

Kepada para  wisudawan ia berharap, mereka mampu melanjutkan peran para ulama dan santri di Nusantara sejak dahulukala.

“Mereka mampu menjaga negeri kita. Ratusan tahun ulama dan santri kita menjaga masyarakat agar tidak dimurtadkan oleh penjajah”, harapnya.

Ia berharap STIBA dapat melahirkan para pejuang dan para pemimpin dengan sebutan “4C Generation”. Yaitu generasi yang memiliki “critical thinking” (mampu berfikir kritis), “creativity” (kreativitas), “competition” (mampu berkompetisi), serta “collaboration” (mampu mengkolaborasikan berbagai peran dan kemampuan). [ibw/sym]

Event Kreatif Ummat Fest 2018 Tingkatkan Omzet Penjualan

Stand 212 Mart di Pameran Ummat Fest 2018

(Makassar) wahdahjakarta.com — Upaya-upaya promosi kreatif harus dilakukan oleh para produsen, guna meningkatkan penjualan produk di tengah kondisi perekonomian yang belum stabil seperti saat ini. Salah satunya, dengan mengadakan berbagai macam promo menarik di momen menarik Ummat Fest 2018 di gedung Celebes Convention Center (CCC) Kota Makassar yang dihelat selama tiga Hari, dimulai pada Jumat (14/12) hingga Ahad (16/12).

Seperti yang dirasakan oleh Haeruddin, owner Anoa Coffee yang turut serta meramaikan event akbar ini . Hingga hari kedua berlangsungnya Ummat Fest, omzet penjualannya meningkat.

“Alhamdulillah banyak yang pesan. Saya kira ini juga berkat adanya event ini,” ungkapnya.

Beberapa produk yang dijual seperti kopi toraja, kopi aceh gayo, kopi Arabia, dan berbagai macam produk rumahan yang ia kelola dengan mengusung tagline produk kopi lokal.

Muhammad Hidayat Hanis, Ketua Komunitas 212 Mart Kota Makassar, juga mengakui bahwa omzetnya lumayan meninggi saat mengikuti event Ummat Fest.

“Kami jual produk Ummat. Dan kegiatan ini benar-benar membantu kami,” imbuhnya.

212 Mart sendiri sudah tersebar di seluruh pelosok negeri. Hidayat mengatakan, khusus di Makassar, ada empat gerai dan satu di Barry.

“Saya setuju kalau Ummat Fest tahun depan diadakan lagi,” tuturnya.

Event syariah terbesar dan pertama di Kota Makassar ini menyediakan ratusan gerai untuk dijadikan lokasi pameran produk maupun kuliner.

Animo masyarakat dengan program tersebut juga cukup baik. Terbukti, dengan banyaknya orang yang hadir, bahkan Ada pula yang berasal dari luar Sulsel.

Selain kerjasama bidang penjualan, pihaknya penyelenggara kegiatan juga telah menjalin kerjasama program dengan perbankan syariah dan beberapa travel, investasi pertanahan dan obat herbal. []

Pemprov Sulsel Apresiasi Kiprah Dakwah Wahdah Islamiyah

Program-program LAZIS Wahdah sebagai salah satu supplier dalam perkembangan dakwah Wahdah Islamiyah maupun lembaga-lembaga dakwah lainnya.

(Makassar) wahdahjakarta.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (pemprov Sulsel) mengapresiasi kiprah Dakwah Wahdah Islamiyah di Sulawesi Selatan.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian (kabag) Keuangan Pemprov Sulsel, Andi Arwin saat menyampaikan sambutan pada pembukan pameran Ummat Fest 2018, Makassar, Jum’at (14/12/2018).

“Selama ini, apa yang dilakukan oleh Wahdah Islamiyah patut diapresiasi”, ujarnya di hadapan ribuan jama’ah yang memadati gedung Celebes Convention Center (CCC).

Menurutnya, Wahdah Islamiyah telah banyak berkontribusi bagi perkembangan dakwah di Sulawesi Selatan.
“Saya mewakili pak wagub meminta maaf karena tak bisa hadir menepati janjinya karena ada amanah mendadak dari bapak gubernur yang saat ini berada di Jepang,” ucapnya.

“Saya Kenal Wahdah saat di Palopo. Waktu itu saya juga sempat menjadi bagian pemerintah Palopo yang sudah bersinergi sejak lama dengan Wahdah,” paparnya.

“Kalau boleh saya minta izin. Saya mau bergabung dengan Wahdah dan membaktikan segala potensi saya untuk agama Allah dan Rasul-Nya,” tuturnya dengan tersenyum.

Dalam kegiatan Ummat Fest 2018 ini, Wahdah Islamiyah menghadirkan beberapa kegiatan keummatan. Diantaranya pameran produk, kuliner, talk show yang dipandu oleh sejumlah publik figur seperti Teuku Wisnu, Arie K. Untung dan Erwin Raja.

Menurut Ketua Panitia Gishar Hamka, perhelatan Ummat Fest 2018 merupakan kegiatan pertama dan terbesar di Makassar. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut dan memeriahkan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke.11 Wahdah Islamiyah yang digelar akhir Desember 2018. [sym]

Target Ribuan Pengunjung, Begini Persiapan Panitia Ummat Fest WI Di Makassar

Sekjend DPP Wahdah Islamiyah, Syaibani Mujiono, dalam sebuah press conference yang dilaksanakan di Warunk Upnormal Makassar Jl. Andi Djemma No.72, Banta-Bantaeng, Rappocini, Kota Makassar.

(Makassar) wahdahjakarta.com,- Ummat Fest 2018 akan digelar, 14-16 Desember mendatang, di Celebes Convention Center (CCC) Makassar di Jl. Metro Tj. Bunga, Panambungan, Mariso, Kota Makassar.

Event pameran syariah terbesar dan pertama di kota Makassar ini menargetkan ribuan orang pengunjung.

Demi menyukseskan acara yang akan dihadiri oleh sejumlah publik figur, komunitas hijrah, dan sejumlah tokoh pemerintah dan tokoh nasional, panitia telah merampungkan beberapa persiapan.

Sekjend DPP Wahdah Islamiyah, Syaibani Mujiono, dalam sebuah press conference yang dilaksanakan di Warunk Upnormal Makassar Jl. Andi Djemma No.72, Banta-Bantaeng, Rappocini, Kota Makassar, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan musyawarah kerja nasional (MUKERNAS) Wahdah Islamiyah yang ke-11 yang nantinya akan dihelat di Hotel Sahid Raya Makassar pada tanggal 22-25 Desember 2018 dengan menghadirkan 1000 dai dari pelosok-pelosok negeri.

“Di CCC, kita akan bangun 169 stan yang akan menyediakan berbagai macam produk syariah. Tak hanya itu kita juga akan melaksanakan sejumlah kegiatan menarik lainnya,” ungkap Syaibani.

Rencananya kegiatan ini akan dihadiri oleh sejumlah publik figur diantaranya Teuku Wisnu, Arie Untung, Ricky Harun, Erwin (ayah kembar), dan Meyda Sefira. Dai nasional Bachtiar Natsir juga akan turut meramaikan kegiatan ini bersama dengan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.

Ummat Fest 2018 ini mengangkat tema “Bersama Membangun Kejayaan Ummat”. Setiap peserta akan dipersilakan masuk secara gratis.

“Sengaja kita gratiskan supaya masyarakat bisa ikut membaur bersama kita. Harapannya agar semangat hijrah itu akan selalu ada,” paparnya.

Lanjut Syaibani, setiap pelaksanaan kegiatan apapun tentu punya kendala-kendala, termasuk kendala yang dihadapi panitia mula dari awal pembentukan hingga penutupan event nasional ini.

“Kendala paling berat itu soal koordinasi tapi insya allah dengan kerja tim bisa teratasi” jelasnya.

“Insya Allah persiapan kami dalam menyambut kegiatan ini bisa dikatakan sudah siap. Tinggal nantinya pemaksimalan peserta yang bakal hadir,” pungkasnya. []

From Zero To Hero With Qur’an

Pamflet Seminar Al Qur’an FROM ZERO TO HERO WITH QUR’AN yang akan diadakan di Jakarta Utara pada Ahad(16/12/2018) di Kedai Kang Haji, Jakarta Utara.

Seminar Al-Qur’an
Khusus ikhwan

FROM ZERO TO HERO WITH QUR’AN

Judul & Pemateri :
1. The legend of Muslim heroes
(Ust. Abdullah Ali, SH)
2. Muslim Zaman Now
(Ust. Sarmin Idris, SH)
3. AlQur’an adalah solusi
(Ust. La Ode Munawan Lc, Al Hafidz) 

WAKTU & TEMPAT

Ahad, 16 Desember 2018
Jam 08:00 – 11:30
Kedai Kang Haji L.2,
Jln. Bugis no 3B, Tanjung Priok, Jakarta Utara

Cara pendaftaran

Ketik SA_NAMA_ALAMAT
kirim ke SMS, WA :
08 212 4950 117

Atau Datang langsung ke :
Markaz Qur’an Wahdah Jakarta Utara
Jl. Swasembada Barat IX no 19a, kel. Kebon Bawang, kec. Tanjung Priok,  Jakarta Utara

 

FASILITAS & MANFAAT :

  1. Ilmu

  2. Teman baru

  3. Snack

  4. Makan siang

  5. Kelompok belajar baru

GRATIS

PESERTA TERBATAS!!!

 

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya”

(HR. Muslim).

Wahdah Islamiyah Jabar Gelar Workshop Media di Bandung

Peserta Workhop Dakwah Media Bersama Ketua Infokom DPP Wahdah Islamiyah Ust. Zainal Abidin dalam Pelatihan yang digelar di Bandung, 8-9 Desember 2018.

(Bandung) wahdahjakarta.com–Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Jawa Barat menggelar workshop media di Markaz Wahdah Islamiyah Bandung, sabtu-ahad 8-9 Desember 2018.

Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Wahdah Islamiyah se-Jawa Barat, DKI Jakarta dan Lampung. Workshop diisi oleh Kadep Infokom Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Zainal Abidin, Kadep Infokom DPW DKI Jakarta Syamsudin Lahanufi serta Pimpinan Pondok IT Yogyakarta Irhamullah Yunta.

Materi workshop meliputi videografi, desain grafis, jurnalistik, media sosial, branding, fotografi, pembuatan website, serta online streaming / broadcasting.

Antusias peserta saat mengikuti serangkaian acara dalam Workshop Dakwah Media di Bandung(8-9/12/2018)

Sekitar 30 orang dari berbagai daerah antusias mengikuti acara ini, antara lain utusan dari Bandung, Bandung Barat, Cianjur, Depok, Bekasi (Jawa Barat), Jakarta Utara, Jakarta Timur (DKI Jakarta) serta Bandar Lampung (Lampung).

“Kami sangat senang akhirnya bisa membuat video dakwah singkat hasil jerih payah tangan kami sendiri. Mulai dari diskusi tentang pemilihan ide, penyusunan naskah, pengambilan gambar sampai dengan mengedit video hingga menjadi video pendek berdurasi sekitar 4 menit”, ujar Alir salah seorang peserta yang berasal dari Depok.

Ketua panitia workshop, Yan Syafri Hidayat mengatakan, workshop ini bertujuan agar setiap pengurus Wahdah Islamiyah memiliki kemampuan dalam bidang media dan jurnalistik yang menunjang kegiatan dakwah di daerah masing-masing. “Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, ini termasuk workshop dengan peserta terbanyak yg diisi oleh Infokom DPP”, ujarnya.
Ia berharap acara ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja nyata dan pertemuan rutin Infokom, khususnya untuk daerah Jawa Barat.

(infokom-dpwjbr).

Wahdah Jakarta Utara Sertifikasi 11 Pengajar Al-Qur’an Khusus Dewasa

Peserta Training yang lulus sertifikasi sebagai pengajar dirosa di Jakarta Utara pada Ahad(9/12/2018) di Markaz Qur’an Wahdah Jakarta Utara.

(Jakarta) wahdahjakarta.com,– Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Jakarta Utara melakukan sertifikasi terhadap 11 pengajar Al-Qur’an khusus orang dewasa, Ahad (9/13/2108).

Para peserta disertikasi setelah terlebih dahulu mengikuti pengajar Al-Qur’an metode DIROSA (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa) yang digelar pada hari yang sama di Markaz Qur’an Wahdah Jakarta Utara.

Menurut Ketua pelaksana Saripudin, kegiatan ini memang bertujuan untuk mencetak para pengajar dari pemuda muslim untuk memberantas buta huruf Alquran.

“Dirosa ini programnya “ECI” (Efektif, Cepat, Indah), artinya efektif, cepat diterapkan dan indah karena kebersamaan.” ujar Andi(35th), salah seorang peserta training dari Cilincing.

Menurut Andi, program ini sangat perlu dikembangkan di beberapa wilayah khususnya Jakarta karena kebanyakan masyarakat kurang paham(buta) dengan huruf Al Qur’an.

Suasana saat berlangsung materi penguasaan buku dirosa pada Training Pengajar Dirosa Jakarta Utara, Ahad(9/12/2018) di Markaz Qur’an Wahdah Jakarta Utara

Peserta awalnya disuguhi materi tentang penguasaan metode buku Dirosa selama lebih kurang 2 jam dan kemudian diberi kesempatan untuk praktek dalam mikro teaching selama 3 jam.

Terakhir, Saripudin yang juga ketua DPD WI Jakarta Utara bersyukur atas kelancaran kegiatan dan berharap agar para pengajar yang baru lulus dari pelatihan pengajar ini mampu ikut serta dalam pemberantasan buta huruf khususnya di wilayah Jakarta Utara.

“Harapannya kedepan para pengajar yang baru lulus dari training bisa ikut bergabung melaksanakan pemberantasan buta huruf di Jakarta Utara.”pungkasnya. [fry]