Mengetuk Pintu Langit Untuk Indonesia Menang

Judul asli dari puisi yang ditulis oleh Ustadz Muhammad Ihsan Zainuddin ini adalah “Mengetuk Pintu Langit Untuk Indonesia“. Karena pertimbangan tertentu admin menambahkan kata menang menjadi “Mengetuk Pintu Langit Untuk Indonesia Menang“. 

“Mengetuk Pintu Langit Untuk Indonesia Menang”

MENGETUK PINTU LANGIT UNTUK INDONESIA…

Sudah berhari-hari lamanya

kita mengerah segala upaya

berikhtiar sepenuh jiwa dan daya

menjaga negeri, menyelamatkan bangsa…

Pertempuran tanpa desing mesiu.

Pertarungan tanpa luka terkoyak.

Tiada yang mengerang dan tersungkur,

tapi rakyat telah lama ditikam tanpa sangkur!

Ini bukan lagi pertarungan di medan laga,

tapi pertarungan melawan para khianat

yang menikam bangsa sambil melipat.

Kita bertempur melawan para berudu,

yang hatinya dipenuhi dendam dan khianat!

Kita bertempur di ruang-ruang maya.

Menggenggam gagdet tak berdesing.

Kita bertarung dalam rangkaian narasi,

narasi para pecinta negeri yang tegak merdeka

atas Rahmat Allah Sang Maha Perkasa.

***

Dan inilah kita:

Hari ini, segala ikhtiar telah terkerahkan.

Segala kelelahan telah teruraikan.

Dan para khianat busuk itu tetap menata makar.

Mereka memang punya dana tak terkira.

Mereka memang punya kuasa.

Sungguh,

jika semesta ini tunduk semata

pada daya hitung manusia:

maka kita telah tumbang sejak dulu kala…

media tak berpihak pada kita.

Lembaga survei terpenjara.

Aparat tunduk pada penguasa.

Tapi, bukankah dunia sejak dahulu:

telah punya kisahnya sendiri?

Daya hitung manusia akan selalu payah,

selalu berkeping binasa di hadap Kuasa Sang Mahakuasa.

Namrudz, Diraja Babilonia, tumbang begitu rupa

dihunjam Ibrahim yang tiada balatentara.

Firaun, diktator Mesir, binasa begitu saja

Dilasak Musa yang miskin papa.

Maka hari ini:

Kita akan tumbangkan kezhaliman di merata Negeri ini,

seperti Ibrahim tumbangkan Namrudz,

sebagai Musa libaskan Firauan!

Ibrahim mengetuk pintu langit.

Musa mengetuk pintu langit.

Maka kita pun mengetuk pintu langit!

Ketuklah pintu langit itu, Kawan…

Ketuklah tiada henti!

Agar Sang Penguasa semesta berkenan:

tumbangkan para zhalim yang keji,

sungkurkan para khianat yang durjana.

Malam ini:

Ketuklah pintu yang sentiasa terbuka itu.

Dan esok pagi:

Hunjamkan pakumu di ruang-ruang TPS,

memilih dia, Pria yang mengukir tangis di hadapan ulama!

Memilih dia, Pria yang sentiasa takzim pada ulama!

Semoga ikhtiar sederhanamu itu,

mengantar Indonesia menuju ADIL & MAKMUR…

Amiin…

Akhukum,

Muhammad Ihsan Zainuddin

Lazis Wahdah Terima Kunjungan Tim Verifikasi Faktual Kemenag RI

Verifikasi Faktul Lazis Wahdah menuju Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas)

(Makassar) Wahdahjakarta.com – Direktur LAZIS Wahdah Islamiyah menerima kunjungan Tim Verifikasi Faktual Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Jumat (12/4/2019) di kantor pusat Wahdah Islamiyah, Jalan Antang, kota Makassar.

Kasi Identifikasi dan Inventaris Lembaga Zakat dan Wakaf, Nur uyun bersama Muhammad Yasser Arrafat, staff kemenag RI meninjau langsung beberapa tempat dan lokasi program LAZIS Wahdah. Dalam kesempatan tersebut, tim kemenag  memverifikasi sejumlah persyaratan lembaga ZIS untuk dinaikkan statusnya menjadi LAZNAS Nasional.

Dalam sambutannya, Nur Uyun menyebutkan peranan lembaga zakat dalam mengoptimalkan dana ummat memegang posisi yang teramat vital.

“Saya kenal banyak lembaga zakat. Pekerjaan mereka tidak mudah. Makanya dana ummat yang besar ini harus dikelola oleh lembaga yang profesional,” kata Nur Uyun.

Sementara itu, Syahruddin menjelaskan, untuk proses penyaluran dana zakat kepada masyarakat yang membutuhkan, ia memastikan penyalurannya sudah sesuai dengan syariat Islam dengan memperhatikan dan menghitung secara seksama komposisi delapan asnaf yang berhak menerimanya.

“Semua prosedur telah kita laksanakan. Apalagi kami juga punya dewan pengawas syariah,” jelasnya.

“Dengan berpegang teguh pada visi Wahdah Islamiyah, kami terus berupaya untuk mewujudkan kepercayaan masyarakat sebagai badan pengelola zakat, infaq dan shodaqoh yang professional, terpercaya dan akuntabel,” tambahnya.

Beberapa lokasi yang dikunjungi oleh kemenag adalah kantor pusat LAZIS Wahdah Islamiyah, Usaha Mikro POM (Persatuan Orangtua Murid) SDIT 01 Wahdah Islamiyah, program sekolah guru tahfizhul qur’an (Iddad Muhaffizin), dan Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasar Arab (STIBA) Makassar. []

Sambut Ramadhan 1440, LAZIS Wahdah Berbenah dan Bekali Para Amil

(LAMPUNG) Wahdahjakarta.com – Menjelang masuknya bulan Ramadhan 1440 H Lembaga Amil Zakat Wahdah Islamiyah (Lazis Wahdah)  mulai  berbenah. Pada  Sabtu (6/4/2019), LAZIS Wahdah mengadakan konsolidasi LAZIS Wahdah Sumatra dan LAZIS Wahdah Banten di Hotel Syari’ah Lampung.

Kegiatan yang digagas oleh LAZIS Wahdah Banten dan Lampung ini, diisi oleh Direktur Eksekutif LAZIS Wahdah Jakarta, Ustadz Yudi Wahyudi.

Kegiatan  ini para menitikberatkan pada peningkatan kemampuan fundraising para pengurus dana amil memeasuki bulan Ramadhan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mendapat tambahan ilmu sehingga meningkatkan kompetensi dan kemampuan mereka dalam kegiatan penghimpunan dan penyaluran danasi.

“Kami mengharapkan bahwa dengan adanya konsolidasi dapat meningkatkan skill yang dimiliki oleh setiap amil untuk turut menyalurkan bantuan dari masyarakat untuk ke yang berhak memperoleh bantuan”, ujar Prayoga, peserta konsolidasi.

Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu tetapi juga praktek. Kegiatan ini ditutup dengan praktek lapangan yang diawasi langsung oleh pemateri pelatihan.

Acara ini diikuti oleh utusan-utusan LAZIS Wahdah dari beberapa wilayah Sumatera diantaranya Lampung, Jambi, dan Palembang, serta LAZIS Wahdah Banten. []

Berkumpul di Solo, Forum Ulama dan Tokoh Nasional Keluarkan Resolusi Songsong Kemenangan Ummat dan Bangsa

Musyawarah Ulama dan Tokoh Nasional “Sinergitas Umara dan Ulama daaaaaalam Membangun Bangsa”

(Surakarta) Wahdahjakarta.com  – Menjelang masa akhir kampanye Pemilu/Pilpres 2019 Forum  Ulama dan Tokoh Nasional menggelar musyawarah membahas tema utama “Sinergitas Umara dan Ulama dalam Membangun Bangsa”, Solo, Sabtu (6/4/2019)

Musyawarah yang dihadiri sekitar 300 ulama dan tokoh ini menghasilkan resolusi menyongsong kemenangan ummat dan bangsa dengan poin-poin sebagai berikut:

Pertama, Memperkuat dan mempertegas dukungan kepada pasangan capres-cawapres 02 Prabowo Sandi demi keselamatan dan kedaulatan bangsa serta mewujudkan kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Kedua, Selalu menjaga stamina kedekatan diri kepada Allah, dengan ikhlash untuk-Nya dan bertawakkal kepada-Nya, selalu berpegang teguh dengan hidayahNya, konsisten dengan syariat Allah,karena pertolongan hanya dari Allah,dan tujuan perjuangan untuk beribadah kepada Allah.

Ketiga, Menyerukan kepada para ulama dan tokoh ummat untuk lebih bersatu dalam perjuangan dan terus bekerja keras penuh pengorbanan menyongsong kemenangan.

Keempat, Menyerukan kepada KPU dan Bawaslu agar dapat menyelenggarakan pemilu/pilpres dengan jujur, adil dan transparan.Juga kepada aparat keamanan (TNI/Polri) dan ASN untuk menjaga netralitas sehingga tidak menimbulkan potensi konflik di masyarakat.

Kelima, Mengingatkan kepada Prabowo-Sandi yang insyaa Allah akan memimpin Indonesia lima tahun kedepan agar menepati pakta integritas ijtima’ ulama dan selalu memperhatikan bimbingan dan masukan para ulama.

Keenam , Menyerukan dan mengingatkan kaum muslimin agar menggunakan hak pilihnya dan tidak golput yang mengakibatkan terpilihnya pemimpin-pemimpin yang tidak amanah dan tidak cakap serta menguntungkan pihak asing atau pihak yang membahayakan kedaulatan bangsa dan negara.

Ketujuh, Menyerukan kepada ummat Islam secara umum dan laskar keummatan secara khusus untuk menjaga dan mengawal suara rakyat dari TPS-TPS hingga KPU pusat.

Forum ini dihadiri sejumlah tokoh diantaranya Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, Ustadz Mu’inudinillah Basri, dan sebagainya. []

Danramil Apresiasi Pengobatan dan Fogging Gratis Kerjasama Masjid Agung Bekasi dengan IDC

(BEKASI) Wahdahjakarta.com—DKM Masjid Agung Al Barkah Kota Bekasi, Jawa Barat gandeng Infaq Dakwah Center (IDC) menggelar bakti sosial pengobatan dan fogging gratis, Sabtu dan Ahad (6-7/4/2019).

Acara pengobatan gratis berlangsung di halaman Masjid Agung Al Barkah. Ratusan warga yang mukim di sekitar Masjid Agung Al Barkah ikut memanfaatkan program pengobatan gratis. 

Sementara fogging dilakukan di lima RW Kelurahan Marga Jaya.  Tak hanya pemukiman, perkantoran yang berada di sekitar Masjid Agung Al Barkah juga menjadi sasaran fogging.“Fogging dilakukan di wilayah Kelurahan Marga Jaya yang meliputi pemukiman dan perkantoran. Fogging ini untuk pencegahan dini, karena ini sedang musim pancaroba,” kata Raden Sutiana yang mewakili DKM Masjid Agung Al Barkah.

Atas nama DKM Masjid Agung Al Barkah, Raden Sutiana mengucapkan terima kasih kepada IDC. Diharapkana kerjasama ini bisa berlanjut pada program-program lainnya.

Tak hanya warga biasa, program pengobatan gratis juga dimanfaatkan sejumlah aparat keamanan untuk berobat. Salah satu yang ikut berobat adalah Mayor Inf Siswo Prandoko, Komandan Koramil 01/Kranji Kodim 0507 Bekasi Kota.

Ditemui di lokasi acara, Siswo mengapresiasi sinergi program Masjid Agung Al Barkah dengan IDC. “Saya sebagai pengamanan, saya berterima kasih sekali dengan adanya (program) IDC ini. Ini sangat positif sekali dan sangat membantu di lingkungan masyarakat, khususnya di lingkungan Masjid Al-Barkah.  Saya juga berterima kasih kepada dokter-dokter yang bertugas,” kata Siswo.

Kemudian, Siswo berharap program fogging gratis ini tak hanya di wilayah Kelurahan Marga Jaya saja. Tetapi di lakukan di kelurahan-kelurahan lainnya. Ia sendiri berjanji akan menginformasikan kepada khalayak umum terkait program fogging gratis IDC ini.

“Program IDC ini harus terus dilakukan, agar masyarakat hidup sehat. Fogging ini sangat perlu, bahkan jarang sekali dilaksanakan. Apalagi ini IDC menyiapkan fogging. Saya kira ini bisa diprogramkan untuk tingkat RW atau Kecamatan. Karena sangat diperlukan sekali fogging ini,” kata Siswo.

Badru Tamam, relawan IDC mengatakan program pengobatan dan fogging gratis yang dilakukan IDC sudah dilakukan di berbagai wilayah di Jabodetabek. Selama ini untuk program pengobatan gratis IDC menggandeng tim dokter dari Go Medica.

Badru juga berharap kerjasama IDC dengan DKM Masjid Agung Al Barkah terus berlanjut. Apalagi kantor IDC persis berada di samping Masjid Agung Al Barkah. “Kita bertetangga, kantor IDC bersebelahan dengan Masjid Agung Al Barkah. Relawan-relawan IDC juga rutin shalat di Al Barkah. Sehingga kerjasama ini perlu dilanjutkan untuk program-program lainnya,” ungkap Badru. []

Laskar Sedekah Barang IDC Santuni Anak Yatim Dhuafa

(JAKARTA) Wahdahjakarta.com — Laskar Sedekah Barang Infaq Dakwah Center (IDC), menggelar kegiatan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa.

Kegiatan ini digelar bertepatan dengan hari libur Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Isra Mi’raj, 27 Rajab 1440 H di Gudang Sedekah Barang IDC, yang terletak di Kemanggisan, Jakarta Barat.

Ustadz Agus, salah seorang Laskar Sedekah Barang IDC menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari penyaluran hasil kelola sedekah barang dari para muhsinin, kepada penerima manfaat yakni anak-anak yatim.

“Mudah-mudahan apa yang diberikan oleh para muhsinin dan donatur sedekah barang lebih bermanfaat bagi kami semua,” kata Ustadz Agus dalam sambutannya di acara santunan yatim dhuafa, Rabu (3/4/2019).

Untuk diketahui, IDC memiliki Program Sedekah Barang Berkualitas (Barkas) yang dijalankan oleh Laskar Sedekah Barang.

Hasil dari sedekah barang ada yang langsung disalurkan kepada penerima manfaat seperti korban bencana, yakni berupa pakaian layak. Ada pula sedekah barang yang dikelola dan hasilnya disalurkan untuk membantu anak-anak yatim dan dhuafa yang membutuhkan.

Bagi kaum Muslimin yang memiliki barang bekas berkualitas, Laskar Sedekah Barang IDC siap menjemput, tanpa dipungut biaya (gratis). Untuk sementara pejemputan Sedekah Barang hanya melayani sekita Jabodetabek dan Solo. Informasi dan penjemputan Sedekah Barang bisa menghubungi 08122700020 (Admin IDC).[]

Di Pameran Kamar Diponegoro, Anies Berbagi Cerita Tentang Pangeran Diponegoro

Peresmian Pameran Kamar Diponegoro di Museum Sejarah Jakarta, Senin (01/04/2019)

(Jakarta) Wahdahjakarta.com– Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Anies Baswedan meresmikan Pameran Kamar Diponegoro di Museum Sejarah Jakarta, Senin (01/04/2019).

Di Museum Fatahillah ini Pangeran Diponegoro ditahan selama 26 hari sebelum diasingkan ke Sulawesi.

Anies berharap museum kamar Diponegoro ini menjadi tempat merefleksikan perjuangan Pangeran Diponegoro.

“Jadi tempat ini kita harapkan menjadi tempat bagi ribuan orang untuk merefleksikan. Ukurannya tidak besar, dari sisi luas ruangan, tetapi kekuatan sebuah museum adalah dia mengkonversi perjalanan waktu jadi ruang. Itulah kekuatan museum”, jelas Gubernur Anies.

Melalui fan page @Aniesbaswedan mantan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Kerja ini juga berbagi cerita singkat tentang Pangeran Diponegoro.

Kamar Diponegoro. Di Kamar inilah Pangeran Diponegoro disekap selama 26 hari sebelum diasingkan ke Sulawesi.

Berikut selengkapnya;

Ketika di sekolah dulu kita semua pasti fasih dengan kisah perjuangan Pangeran Diponegoro.

Bicara mengenai Pangeran Diponegoro saya ada cerita tersendiri.

Masa kecil saya di Jogja, sekolah saya dulu hanya sekitar satu kilometer dari Tegalrejo, kami sering sekali bermain di tempat perlawanan Pangeran Diponegoro dulu, tak terlupakan masa-masa itu.

Tiga tahun yang lalu, Februari 2015 saya mendapatkan kehormatan mewakili bangsa dan negara untuk menerima pengembalian Tongkat Cakra Pangeran Diponegoro dari Belanda. Tongkat pusaka tersebut lepas pada 1829, setahun sebelum Perang Diponegoro. Lalu ditemukan di keluarga Baud di Belanda diserahkan kembali ke Indonesia dan kini disimpan di museum Nasional.

Joglo di rumah saya adalah boyongan dari Kyai Kasan Besari yang dibangun 1742 di Pesantren Tegalsari, Ponorogo dan salah satu santrinya adalah Diponegoro. Karena itu ada lukisan wajah Pangeran Diponegoro yg dibuat oleh pelukis Rosid terpasang di dalam joglo.

Dan hari ini kembali mendapatkan kehormatan untuk meresmikan dibukanya Pameran Kamar Diponegoro di Museum Sejarah Jakarta. Di tempat ini Pangeran Diponegoro pernah ditahan selama 26 hari sebelum diasingkan ke Sulawesi.

Kalau kita datang ke ruangan ini bayangkan di abad ke-19, akan melihat detail perjalanannya dan hidupnya, perjuangannya dan juga bagaimana seorang Diponegoro di dalam pengasingannya memberikan perhatian pada keluarganya yang ada di Jogja Pada masa itu.

Jadi tempat ini kita harapkan menjadi tempat bagi ribuan orang untuk merefleksikan. Ukurannya tidak besar, dari sisi luas ruangan, tetapi kekuatan sebuah museum adalah dia mengkonversi perjalanan waktu jadi ruang. Itulah kekuatan museum.

Karena itu kami ingin menyampaikan terima kasih, khususnya kepada pak Peter Carey sebagai kurator, sejarawan yang dari karya-karya penelitian dan tulisannya kita banyak belajar soal Diponegoro. Dan apresiasi juga kepada para pegiat museum yang sudah membantu proses bisa terbangunnya Kamar Diponegoro ini.

Mudah-mudahan semua yang terlibat mendapatkan keberkahan atas ini semua dan InsyaAllah kepada yang mengelola, kelola ini dengan baik-baik, jadikan sebuah amanat, bahwa ini adalah untuk masa depan bangsa kita.

Museum tidak hanya bicara masa lalu, museum adalah tentang menginspirasi ke masa depan. Karena itu kita berharap anak-anak muda generasi baru yang datang ke tempat ini, menjadi lebih memahami nilai perjuangan Pangeran Diponegoro.

Mari datangi, mari jadikan tempat ini sebagai inspirasi. #ABW

Sumber: @Aniesbaswedan 

Mengharukan, Gubernur Anies Puji Kebesaran Hati Ibu Elly

Ibu Elly, ibunda dari Naufal Rosyid, petugas kebersihan korban kecelakaan tabrak lari saat menerima santunan meninggal dunia JKK dari BPJS. Sumber Photo: @Aniesbaswesan

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (DKI Jakarta) Anies Baswedan memuji kebesaran hati Ibu Elly. Ibu Elly merupakan ibu dari Naufal Rosyid, petugas kebersihan pemprov DKI Jakarta yang meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari saat bekerja.

“Wajahnya jelas dalam duka, tapi imannya memancar lebih jelas. Itulah Ibu Elly, Ibunda Alm Naufal Rosyid. Itulah wajah beliau saat tiba di Balai Kota”, kata Guberbur Anies melalui Fan Page @Aniesbaswedan, Selasa (02/04/2019) siang.

Hari ini, Selasa (02/04/2019) Ibu Elly selaku ahli waris meneriman santunan meninggal dunia JKK dari BPJS di kantor Balaikota.

“Pagi ini santunan senilai 196 juta diserahkan dari BPJS Ketenagakerjaan utk Ibu Elly, sbg ahli waris”, lanjut Anies.

Berikut curhatan Anies selengkapnya;

Badannya Kecil, Hatinya Besar

Wajahnya jelas dalam duka, tapi imannya memancar lebih jelas. Itulah Ibu Elly, Ibunda Alm.Naufal Rosyid. Itulah wajah beliau saat tiba di Balai Kota.

Almarhum Naufal masih bujang, dia tinggal bersama Ibunya dan bekerja untuk ikut menghidupi keluarganya. Ibunya menuturkan bahwa gaji Naufal selalu diserahkan padanya.

Kini Naufal telah pulang ke Yang Maha Abadi. Meskipun sudah berpulang, seakan Naufal masih menitipkan uang untuk ibunya. Pagi ini santunan senilai 196 juta diserahkan dari BPJS Ketenagakerjaan utk Ibu Elly, sbg ahli waris.

Semua pekerja yang bekerja untuk Pemprov DKI Jakarta kami daftarkan di BPJS Ketenagakerjaan. Iuran bulanan dibayarkan oleh Pemprov. Kami ingin semua bisa bekerja dengan tenang. Jika kita memikirkan para pekerja, maka para pekerja bisa menunaikan tugas dengan tenang dan keluarganya bisa tentram terjamin. Kami minta semua badan usaha dan badan pemerintah untuk melindungi tenanga kerjanya dengan jaminan. Khususnya pekerja yang masih berstatus pegawai tidak tetap. Izinkan mereka bekerja dalam rasa tenang.

Pagi ini Ibu Elly menerima titipan uang yang terakhir dari Alm Naufal. Kita tahu, sebesar apapun santunan, ia tak pernah bisa menggantikan seorang anak yang lahir dari rahimnya. Sesantun apapun ucapan pengantar santunan, dia tak pernah bisa menghapus duka di hati seorang ibu.

Kita doakan agar Ibu Elly terus diberikan ketabahan. Saat berpamit, saya sampaikan padanya, “Bu Elly, Insya Allah Alm.Naufal pulang duluan untuk membukakan pintu Jannah bagi Ibunya…“ beliau menatap dengan mata berair, tersenyum dan menjawab lirih sekali… “amin amin ya rabbal alamin…“ #ABW []

Gubernur DKI Anies Baswedan memanggul jenazah alm. Naufal Rosyid, Petugas Kebersihan korban kecelakaan tabrak lari.

Naufal Rosyid (24 thn) adalah petugas kebersihan pemprov DKI yang menjadi korban tabrak lari, (26/03) lalu.  ditemukan terkapar di tepi jalan di bawah jalan layang Pasar Rebo Jakarta Timur. Masih dengan sapu dan seragamnya. Tak sadarkan diri. Pukul 5.30 pagi dia ditemukan oleh kawan kerjanya.

Subuh itu, teman-teman kerjanya sesama petugas kebersihan, melarikan Naufal ke RS Pasar Minggu. Tim dokter bekerja keras, dioperasi karena ada pendarahan di otak. Kondisinya berat.

Ibunya mencintai Naufal, tapi Allah lebih mencintainya. Panggilan pulang ke Rahmatullah yang ia songsong pada Ahad (31/03/2019). Insya Allah ia husnul khatimah, kata Anies. 

Gubernur Anies turut melayat, menyolatkan, mendoakan, dan mengantar jenazah almarhum ke kuburan. []

Fenomena Ustadz Daun Salam dalam Pesta Politik

llustrasi: Daun salam dan nasi uduk

Wahdahjakarta.com -, Dalam suasana kampanye, setiap partai dan caleg hingga capres membutuhkan keikutsertaan dan kehadiran ustadz, kiyai dan ulama. Tapi jangan seperti daun salam dalam pembuatan nasi uduk yang fungsinya sekadar penyedap. Sesudah nasi uduk jadi dengan aroma yang menggoda, justeru yang pertama dibuang atau disingkirkan adalah daun salam.

Selama ini, kenyataannya memang demikian. Ustadz dan ulama hanya dibutuhkan saat kampanye, setelah itu kebijakan para pemimpin justeru bertentangan dengan apa yang diajarkan para ustadz dan ulama itu. Bahkan prilaku sang pemimpin sendiri sangat bententangan seperti melakukan kebohongan, korupsi dan seterusnya.

Lebih tragis lagi, sesudah berkuasa, justeru ustadz dan ulama itu yang dipenjarakan karena tidak sejalan dengan kebijakan pemimpin. 

Oleh: Ahmad Yani (Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI))

Lazis Wahdah Jakarta Dukung Training Jurnalistik Asyik

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok dan Forum Jurnalis Muslim (Forjim)  menggelar Training Jurnalistik Asyik di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jakarta Timur, Sabtu (30/03/2019). Pelatihan ini didukung Lazis Wahdah Jakarta.

Menurut Ketua Departemen Informasi dan Komunikasi (Infokom) Wahdah Jakarta-Depok, Syamsuddin Al-Munawiy  pelatihan ini digelar untuk melahirkan kader jurnalistik dakwah yang memiliki kompetensi dalam dakwah media.

“Diharapkan dari  pelatihan ini lahir jurnalis-jurnalis dakwah yang siap berdakwah melalui jurnalistik, karena di zaman ini peran media dalam dakwah tidak dinafikan”, ucapnya.

Sementara Direktur Eksekutif  Lazis Wahdah Jakarta, Yudi Wahyudi berharap pelatihan ini dapat ditindak lanjuti. Apalagi melihat animo peserta yang antusias mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir.

“Pelatihan jurnalistik asyik insya Allah akan terus berlanjut dan akan segera ada follow up, baik pelatihan singkat mupun bentuk lain berupa pelatihan  jurnalistik video maupun pelatiahn intensif selama tiga bulan”, ungkapnya.

“Dengan melihat antusiasme peserta maka menjadi gambaran ke depan, pelatihan akan menjadi salah satu program berkelanjutan”, imbuhnya.

Ia menambahkan, kerjsama dengan forjim merupakn kerjasam yang sangat strategis. “Mudah-mudahan bisa memperkaya materi kita ke depan sehingga minat dan semangat calon jurnalis dapat ditingkatkan”, harapnya.

Pelatihan ini diikuti  22 peserta yang berasal dari para pelajar dan Da’i perwakilan Pesantren sekitar Jakarta. []