Kaji Konsep Pendidikan Al-Qur’an Ulama Bugis,  Ustadz Zaitun Raih Gelar Doktor

Suasana ujian terbuka sidang promosi doktor Ustadz Zaitun Rasmin di kampus UIKA Bogor, Jum’at (16/08/2019)

(Bogor) Wahdahjakarta.com -, Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin meraih gelar doktor dalam bidang Pendidikan Agama Islam di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. Gelar doktor pendidikan Islam diraih Ustadz Zaitun setelah berhasil mempertahankan disertasi beliau dalam sidang terbuka promosi doktor yang digelar pada  Jum’at (16/08/2019) sore.

UZR, sapaan akrab ustadz Zaitun menulis disertasi dengan mengkaji konsep pendidikan tahfizh Al-Qur’an ulama Bugis, KH. Lanre Said dengan judul disertasi, “Mafhum Tarbiyah Tahfizhil Qur’an ‘inda Alim Bugisi Lanre Said.

Disertasi yang ditulis dalam bahasa Arab tersebut dibimbing oleh tiga pakar pendidikan UIKA Bogor, yakni Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, MS, (co promotor), Adian Husaini, Ph.D (promotor), dan Dr. Endin Mujahidin, M.Si (promotor).

Ustadz Zaitun (tengah) bersama para penguji dan promotor usai ujian terbuka sidang promosi doktor.

“Ini (bahasa Arab) luar biasa dari disertasi ini”, ujar seorang hadirin yang turut menyaksikan sidang terbuka promosi doktor Ustadz Zaitun. Yang luar biasa juga, UZR menjalani kuliah S3 dan penulisan disertasi disela-sela kesibukan beliau sebagai pimpinan gerakan da’wah Wahdah Islamiyah dan amanah dakwah lainnya. Bahkan proses penyusunan disertasi sempat tertunda karena agenda keumatan yang harus beliau dahulukan.

“Sungguh pencapaian ini bukan sebatas selesainya program belajar seorang mahasiswa Pasca Sarjana, namun pencapaian ini adalah balut-balut keberkahan yang energinya biiznillah akan terurai pada langkah perjuangan yang lebih tertata, pada semangat yang kembali dan terus menyala, pada ukhuwah yang semakin kuat terjaga”, ujar ketua Dewan Syuro DPP WI Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil.

Gurutta Lanre Said termasuk sosok yang mula-mula membuka pesantren khusus penghafal Al-Qur’an (tafizhul qur’an) di Kajuara Tujutuju Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. []

 

Yuk, Bangun Kembali Asrama Penghafal Al-Qur’an yang Terbakar

Asrama santri yang terbakar

Wahdahjakarta.com -, Kebakaran melanda Pondok Pesantren Abu Bakr Ash-Shiddiq Wahdah Islamiyah di Jalan H Parojai, Desa Taccorong, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 10.30 Wita, Rabu (31/7).

Peristiwa itu terjadi saat santri sedang belajar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, tiga gedung asrama putra ludes dilalap api.

Penyebab kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik atau korsleting dari salah satu ruangan pondok penghafal Alqur’an itu.

Pimpinan Pondok Pesantren Abu Bakr Ash-Shiddiq Bulukumba, Ustaz A. Muhammad Syawal, SHI., mengatakan barang-barang di dalam pesantren yang ikut terbakar, yakni 71 lemari tempat penyimpanan pakaian santri beserta ranjang milik para santri yang berjumlah 71 orang.

“Taksiran kerugian sekitar Rp 350.000.000,” ujarnya melalui rilis.

Pasca kebakaran itu, kegiatan penggalangan dana guna membantu memulihkan kondisi di Pondok Pesantren Abu Bakr Ash-Shiddiq Bulukumba pun dilakukan, di antaranya dari Lazis Wahdah Bulukumba.

Bagi Anda yang ingin membantu dengan menyalurkan donasi, bisa melakukan transfer dana ke Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan nomor rekening: 747 000 22 33, atas nama Lazis Wahdah Bulukumba. Konfirmasi donasi ke nomor telepon: 08114180233.

Sumber: Pilarindonesia.com

 

Kawal Kasus Wanita Bawa Anjing ke Masjid, FUI Temui MUI Bogor

Pimpinan Ormas Islam Kab. Bogor bersama Ketua MUI Kab. Bogor, KH. Mukri Aji usai pertemuan membahasa kasus wanita pembawa Anjing ke Masjid

(Bogor) Wahdahjakarta.com – Sejumlah ulama dan pimpinan ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Bogor Raya melakukan audiensi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor di kantor MUI Kabupaten Bogor, Jl Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (30/7/2019).

Ketua FUI Bogor Ustaz Hasri Harahap mengatakan, audiensi dilakukan dalam rangka membahas kasus wanita membawa anjing ke Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor pada akhir Juni 2019 lalu.

“Kasus ini bukan hanya viral secara nasional tapi juga internasional, kebetulan saya baru safari dakwah di Malaysia dan bertemu kawan-kawan dari berbagai negara itu menanyakan kelanjutan kasus ini,” ujarnya.

“Kasus ini sepertinya bukan hanya sudah dingin tapi kelihatannya sudah seperti masuk ‘freezer‘. Karena itu kita mengunjungi majelis ulama untuk meminta nasihat dan petunjuk langkah selanjutnya yang harus dilakukan,” tambah Hasri.

Sementara itu, tim kuasa hukum Masjid Al Munawaroh Endy Kusuma menambahkan, kedatangan delegasi ini untuk meminta fatwa atas kasus tersebut. Pasalnya, SM yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka ini belum diputus di pengadilan.

“Fatwa diperlukan untuk memperkuat apa yang sudah ditetapkan oleh polisi yaitu pasal 156a tentang penodaan agama, fatwa juga nantinya bisa menguatkan di kejaksaan,” ujar Endy.

Pertemuan Pimpinan Ormas Islam Kab. Bogor bersama MUI Kab. Bogor

Menanggapi hal tersebut, Ketua MUI Kabupaten Bogor KH Ahmad Mukri Aji menegaskan bahwa kasus tersebut jelas adalah pelecehan agama.

Menurutnya, elemen-elemen dalam delik pidana pasal 156a tentang penodaan agama dalam kasus ini sudah terpenuhi. “Sejak awal saya minta kepada aparat agar kasus ini ditegakkan hukum secara profesional, objektif dan terbuka. Itu jelas pelecehan, bukan hanya penodaan,” jelasnya.

Pihaknya mengaku mengawal kasus ini dan berharap bisa tuntas penegakkan hukumnya secara adil. Terkaitnya fatwa yang diminta, MUI Kabupaten Bogor, kata Kiai Mukri Aji, akan segera membahas dalam rapat pleno.

“Pembuatan fatwa ini akan dikaji dalam waktu cepat. Nanti kita bawa dalam bagian fatwa dulu, lalu kemudian kita bawa ke sidang pleno sampai ke pusat. Kita cari waktu yang pas,” tandasnya.

Seperti diketahui, kasus SM membawa seekor anjing masuk Masjid Al-Munawaroh, Sentul pada Ahad (30/6) itu bikin heboh. Tak sedikit masyarakat yang mengecam tindakan perempuan 52 tahun tersebut.

Tak hanya membawa anjing, SM juga masuk dalam masjid tanpa melepas alas kaki. Tindakan SM ini pun langsung ditangani Polres Bogor dan ditetapkan sebagai tersangka. []

Siswa SMAQu Wahdah Islamiyah Raih Juara Silat Tapak Suci UHAMKA Championship

Siswa SMAQu Wahdah Islamiyah Raih Juara Silat Tapak Suci UHAMKA Championship

Adlan Dzil Ikram (santri Kelas XII SMAQu WI)  menerima Piala pesilat terbaik putra tingkat SMA

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Siswa Sekolah Menengah Atas Al-Qur’an (SMAQu) Wahdah Islamiyah Cibinong  Bogor, Adlan Fakhri Dzil  Ikram meraih juara sebagai pesilat terbaik putra tingkat SMA pada kejuaraan silat Tapak Suci UHAMKA Championship, Ahad (21/07/2019).

Adlan mengaku senang dan bangga bisa mempersembahkan medali emas sekaligus prestasi sebagai pesilat terbaik pada kompetisi ini.

“Sangat senang bisa meraih Pesilat terbaik tingkat SMA mewakili Pondok Pesantren Tahfidz Wahdah,  Islamiyah” ujar santri kelas XII ini.

Menurutnya ada enam santri Wahdah yang ikut serta dalam kejuaraan ini. Lima diantaranya berhasil meraih medali.

“Kita menurunkan enam pesilat, Alhamdulillah lima diantaranya meraih medali, Adlan (emas), Nurhijatul (emas), Afadin (perak), Zaki zafran (perak), dan Mahfuz (pertunggu)”, ucapnya.

Tim santri Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor

Yang unik adalah Wahdah merupakan Satu satunya Pondok Pesantren setingkat SMA yang menurukan pesilatnya pada turaneman ini.  Turnamen ini diikuti kalangan umum, baik pelajar, maupun mahasiswa.

Silat yang merupakan olahraga bela diri khas Nusantara memang menjadi salah satu kegiatan ektra kurikuler bagi santri Wahdah Islamiyah Bogor.

“Di Pondok kita ada dua ekskul bela diri, silat dan karate, dan santri wajib memilih salah satunya”, ujar kepala SMAQu Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor, Agusman, S. Si, M.E.I. []

Ya Allah, Maafkan Hamba

Hamba harus bagaimana lagi?
Rasanya hamba sudah tidak kuat saat ini. Sungguh berat ujian yang Engkau berikan kali ini. Memang jalan yang Engkau pilihkan adalah selalu yang terbaik. Namun, hamba kadang sulit untuk mengerti. Namun, hati kadang sulit untuk menerima.

Apabila rencana-Mu tak sesuai dengan kehendak hamba. Maaf jika sampai saat ini hamba masih memaksa. Maaf jika sampai saat ini kecewa itu masih ada. Sungguh hamba adalah hamba-Mu yang durhaka.

Yang tak pernah bisa menerima ketetapan-Mu apa adanya. Maafkan hamba yang ibadahnya rajin ketika ada maunya saja. Maafkan hamba yang tidak pandai bersyukur atas nikmat yang tak terhitung banyaknya.

Hamba ingin hidup seperti dulu, ketika semua masalah tak serumit ini. Tapi bukankah jika Engkau mencintai hamba-Mu engkau pasti akan mengujinya untuk menaikkan derajatnya?

Hamba tidak tegar ketika hamba harus berpura-pura menerima ketentuan-Mu dengan ikhlas. Sungguh maafkan hamba yang tak pernah bisa berterima kasih atas banyaknya nikmat yang telah Engkau berikan. Maafkan hamba yang ibadahnya tak sepadan dengan permintaannya

Jangan Malu Hidup Sederhana

Sering kali kita terpengaruh dengan apa yang kita lihat. Terpengaruh disini artinya kita jadi ingin mengikuti hal-hal yang kita lihat, atau menginginkannya. Terkait gaya hidup, sering banget kita ngalamin ini

Ngeliat orang pake mobil baru pengen, ngeliat orang beli handphone baru pengen, ngeliat orang jalan-jalan ke luar negeri juga pengen. Semuanya pengen.

Sebagai manusia, sangat wajar memang apabila kita punya banyak keinginan. Pengen punya mobil mewah, rumah besar, jalan-jalan ke luar negri, handphone tiap bulan ganti, dan segala kemewahan-kemewahan lainnya. Kalo duit nya ada sih enak ya, tapi kalo nggak ada ya cuma bisa menghayal doang

Kenapa malu hidup sederhana?
Yang malu itu hidup mewah tapi maksa.
Syukuri aja yang ada. Sebab yang sederhana itu elegan. Nggak ribet, kalo kita mensyukuri segala pemberian Allah kepada kita.

Itulah kenapa orang tua kita selalu mengingatkan kita supaya tidak terlena dengan gemerlap kehidupan dunia. Karena kalo kita terlena, bisa-bisa kita jadi budak dunia yang lupa dimana kita berpijak dan pada akhirnya terperosok kedalam jebakan dunia yang memabukan

Kawan syukuri aja ya^^
Nggak usah ikut-ikutan jika kemampuan kita terbatas. Bedakan mana kebutuhan dan mana yang sekadar keinginan

Berbuat Baiklah, Meski Sempit

BERBUAT BAIKLAH, MESKI SEMPIT…

Oleh: Ustadz Muhammad Ihsan Zainuddin  

Seorang wanita kaya raya berdiri di tepi jalan

akibat mobil kendaranya rusak tak mampu berjalan.

Berulang kali ia memberi tanda dengan tangannya,

namun tak ada yang berkenan hati menyinggahinya.

 

Waktu terus berjalan…

Dan rintik hujan mulai menetes jatuh.

Dan hatinya semakin cemas,

karena gelap malam mulai berarak.

 

Hingga tiba-tiba saja…

Sebuah mobil tua yang payah berhenti.

Tepat di sisi Sang Nyonya nan kaya itu.

Di belakang kemudi,

tampaklah sesosok pemuda berkulit gelap.

Wanita itu menatapnya, dan menatap mobil tuanya.

Wanita itu ragu, sungguh ragu:

apakah ia ikut menumpang,

atau tetap menunggu di tepi jalan yang mulai gelap itu?

 

Nyonya kaya itu bimbang dan ragu,

pasalnya ia mengira segenap manusia

mengetahui kekayaan dan harta bendanya…

 

Tapi akhirnya,

ia putuskan sudah.

Ia menaiki mobil tua itu, dan menumpanginya.

 

Dalam perjalanan itu,

Sang Nyonya kaya menanyakan nama dan pekerjaan anak muda itu.

Anak muda yang tampak payah dalam kemiskinannya.

“Namaku Adam.

Dan pekerjaanku adalah sopir taksi,” jawab anak muda itu.

 

Wanita itu sedikit lebih tenang sekarang.

Dalam hatinya, ia sedikit mengutuk diri,

agak menyesali buruk sangkanya seawal tadi.

Sekarang tampak padanya:

betapa anak muda itu sepenuh adab,

hingga bahkan tak melirik sedikit pun padanya.

 

Singkat cerita,

mereka pun tiba di kota.

Dalam hatinya,

Sang Nyonya kaya itupun telah berniat

akan memberikan seberapa besar pun upah

yang diminta pemuda itu.

 

Sang Nyonya pun meminta sopir taksi itu berhenti.

Taksi itupun berhenti.

“Berapa upahnya, Anak muda?”

“Tidak ada, Nyonya…”

“Tidak ada??!

Mana mungkin? Engkau telah menolongku,

dan mengantarku dengan selamat…”

 

Adam, anak muda itu tersenyum sahaja.

“Upahku adalah Nyonya berjanjilah

untuk melakukan kebaikan kepada siapa saja

yang Nyonya temui…”

 

Adam, sopir taksi itupun berlalu,

meninggalkan Sang Nyonya dalam kebisuannya.

 


 

Dan dalam keterkejutan jiwanya,

Sang Nyonya kaya itu melangkahkan kakinya.

Di depan sebuah kafe kecil, langkahnya terhenti.

Ia masuk ke dalam, dan kepada seorang pelayan wanita

ia memesan secangkir kopi hangat…

 

Sang pelayan pun sejurus kemudian datang.

Menyajikan secawan kopi panas untuk Sang Nyonya itu.

Sang Nyonya memandang pelayan wanita itu.

Tampak lelah dan payah sekali wajahnya.

Perutnya tampak besar dan buncit.

 

“Anda tampak sangat lelah. Kenapa?” tanyanya.

Pelayan itu tersenyum susah-payah.

“Waktu persalinan sudah menjelang, Nyonya…”

 

“Mengapa tidak rehat dan cuti saja?”

“Saya harus menabung untuk biaya persalinan bayiku, Nyonya…”

Sang Nyonya itu mengangguk pelan.

 

Secawan kopi panas itupun selesai.

Sang Nyonya membayar kopinya.

Sang pelayan membawa uang itu

ke kasir untuk mengambilkan kembaliannya,

karena uang besar itu setara dengan 10 cawan kopi.

 

Tapi kursi Nyonya kaya itu telah kosong

saat Sang Pelayan ingin menyerahkan kembaliannya.

Matanya mengedar ke segenap penjuru,

tapi Nyonya itu benar-benar telah pergi.

Tapi di meja itu, ia menemukan secarik kertas:

“Kembalian kopiku itu kuhadiahkan untukmu…”

 

Betapa gembira hati Pelayan itu!

Ia membalik kertas itu untuk kembali menemukan

sebaris kalimat lain:

“Dan di bawah meja ini,

saya juga menitipkan hadiah untuk calon bayimu…”

 

Hampir saja ia berterik histeris,

karena yang di bawah meja itu adalah

sejumlah uang yang setara dengan gajinya

selama 6 bulan!

 

Air matanya tak mungkin lagi dibendung.

Ia bergegas pergi. Meminta izin dari kerjanya.

Ia pergi mendahului angin…

Suaminya harus tahu kegembiraan ini.

Suami yang jiwanya galau sepanjang hari

memikirkan kelahiran bayinya…

 

Ia masuk menerobos pintu rumahnya.

Memanggil-manggil sang suami yang terkejut

dan terheran atas kepulangannya di waktu tak biasa.

“Apakah sudah waktunya melahirkan?”

pikir Sang Suami.

 

Tapi istrinya memeluknya erat.

Suaranya berbaur bahagia dan haru.

“Bersyukurlah, Adam…

Akhirnya Tuhan memberikan jalan keluarNya!”

 

Dan Adam, supir taksi budiman itu

terdiam tanpa kata mendengar tutur kisah sang istri,

dan melihat “hadiah kebaikan” yang dibawanya.

 


 

Jangan pernah melupakan:

Kebaikan itu pasti akan kembali kepadamu,

suatu waktu nanti…

Berbuat baiklah, dan selalu ingat:

“Tidak ada balasan untuk kebaikan

kecuali kebaikan belaka.”

 

Jadi, apa kebaikanmu hari ini?

 

Akhukum,

Muhammad Ihsan Zainuddin

 

NB:

Jika Anda bergabung di Telegram saya:

t.me/IhsanZainuddin

t.me/IhsanZainuddin

saya berharap itu menjadi kebaikan saya hari ini,

karena saya juga berbagi di sana.

 

Saya juga berbagi E-BOOK “Bahasa Arab itu Gampang!”

di blog: http://IhsanZainuddin.com

semoga Anda berkenan membacanya sekarang…

10 Tips Agar Bumil dan Janin Tetap Sehat

 

Hai Bunda, apakah ini adalah kehamilan pertama Anda? Wah selamat ya. Mau tahu beberapa tips singkat soal kehamilan pertama dan kesehatan janin?

Kami punya 10 tips sehat untuk menjaga kehamilan sepanjang 9 bulan 10 hari nanti, agar janin di kandungan Anda lahir dalam kondisi sehat walafiat.

 

Tips 1

Jangan menunda untuk kontrol pada dokter setelah Anda tahu bahwa Anda hamil. Penting sekali lho untuk mengetahui kondisi perkembangan bayi di dalam perut Anda.

Tips 2.

Ubah kebiasaan makan Anda, apabila tadinya doyan makan yang tidak sehat, maka harus makan yang sehat-sehat saja. Hindari junk food, hindari juga minuman bersoda dan beralkohol.

Tips 3.

Berolahraga agar tubuh tetap bugar dan tidak gampang terserang penyakit. Tubuh yang metabolismenya baik, akan lebih mudah menghadapi problem-problem seperti morning sick dan lain sebagainya.

Tips 4.

Selalu disiplin mengikuti anjuran dokter sehingga kandungan Anda selalu sehat dan jauh dari masalah.

Tips 5.

Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan sehingga kebutuhan nutrisi dapat tercukupi. Hindari makanan-makanan kalengan yang nutrisinya tak sebanyak makanan segar.

 

Tips 6.

Rajin membawa buku dan browsing info kehamilan dari sumber yang dapat dipercaya. Jangan hanya mendengarkan apa yang dikatakan orang.

Tips 7.

Berhenti merokok ya, bunda. Rokok berbahaya sekali untuk perkembangan dan kesehatan janin. Bila Anda meneruskan merokok, bisa-bisa kesehatan si kecil akan terganggu.

Tips 8.

Hindari mengonsumsi sembarang obat kimia dan obat tradisional tanpa berkonsultasi pada dokter Anda.

Tips 9.

Mintalah resep tambahan atau multivitamin pada dokter apabila memang kondisi Anda lemah dan mudah jatuh sakit.

Tips 10.

Ajak pasangan untuk mulai hidup sehat, mengonsumsi makanan sehat, dan juga berhenti merokok.

 

Sumber: Fimela

Artikel : Apotek Wahdah

Syarh Singkat Shahih Bukhari (002): Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi

Syarh Singkat Shahih Bukhari (002): Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi

Oleh: Ustadz Rahmat Badani, Lc., MA.

Kitab Permulaan Wahyu

Bab: Permulaan Wahyu

Hadis 2

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ الْحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ الْوَحْيُ فِي الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ فَيَفْصِمُ عَنْهُ وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا.

Dari Aisyah Ibu Kaum Mu’minin, bahwa Al Harits bin Hisyam bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah, bagaimana cara turunnya wahyu turun kepada engkau?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Terkadang datang kepadaku seperti suara gemerincing lonceng dan cara ini yang paling berat buatku, lalu terhenti sehingga aku dapat mengerti apa yang disampaikan. Dan terkadang datang Malaikat menyerupai seorang laki-laki lalu berbicara kepadaku maka aku ikuti apa yang diucapkannya“. Aisyah berkata: “Sungguh aku pernah melihat turunnya wahyu kepada Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu hari yang sangat dingin lalu terhenti, dan aku lihat dahi Beliau mengucurkan keringat.

 

Pelajaran Hadits:

 

  1. Al Harits bin Hisyam adalah saudara kandung musuh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu ‘Amru bin Hisyam Abu Jahal. Al Harits memeluk agama islam pada peristiwa Fathu Makkah dan Ia termasuk sahabat Nabi yang mulia. Al Harits meninggal dunia pada peperangan Negeri Syam sebagai seorang syahid.
  2. Hadis ini menjelaskan 2 cara/proses turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu melalui suara gemerincing lonceng dan berubahnya Malaikat Jibril menjadi rupa seorang laki-laki. Kedua cara ini boleh jadi adalah yang paling sering terjadi kepada Nabi, karena ada hadis-hadis lainnya yang menunjukkan cara/proses lainnya seperti; Melalui suara yang menyerupai bunyi lebah, ilham, mimpi yang benar, berjumpa dengan Malaikat Jibril dalam bentuk aslinya, firman Allah saat Isra Mi’raj, dan sebagainya. Namun diantara ulama ada yang menafsirkan bahwa beberapa cara-cara tersebut kembali kepada 2 cara yang disebutkan dalam hadis di atas.
  3. Suara lonceng terdiri dari dua unsur; pertama adalah kuatnya suara lonceng tersebut, kedua adalah suara gemerincing yang dihasilkannya. Unsur pertama(kuatnya suara lonceng itu) adalah apa yang dimisalkan oleh Nabi dengan wahyu yang dibawa oleh Malaikat Jibril dalam hadis ini. Adapun unsur kedua maka ia bukanlah maksud Nabi dalam hadis ini, karena suara gemerincing lonceng telah dilarang di dalam agama Islam sebagaimana hadis Muslim bahwa para Malaikat menjauh dari suara lonceng. Karenanya pula tatkala Nabi hendak mengadakan lonceng sebagai penanda masuknya waktu shalat, maka Allah mengajarkan yang lebih baik kepadanya yaitu adzan melalui mimpi 2 orang sahabat; Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi dan Umar bin Khattab radiyallahu ‘anhuma.
  4. Makna “shalshalah” dimaknai sebagai wahyu Allah yang disampaikan oleh Malaikat Jibril, atau ia adalah suara kepakan sayapnya.
  5. Datangnya wahyu seperti kuatnya suara lonceng adalah yang terberat bagi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, artinya wahyu itu sangat berat bagi Nabi namun yang terberat adalah jenis di atas. Hal ini juga menjadi salah satu penafsiran “Qaulan Tsaqilan” di dalam surah Al Muzzammil: 5.
  6. Hadis ini menunjukkan bahwa Malaikat Jibril dapat merubah penggambaran dirinya seperti seorang pria. Dan cara penerimaan wahyu ini adalah yang paling mudah menurut Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam karena beliau seakan berbicara kepada seorang manusia biasa sebagaimana hadis Jibril yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab tentang makna Islam, Iman, dan Ihsan.
  7. Terdapat tambahan riwayat dalam hadis ini yang merupakan ucapan Aisyah radiyallahu ‘anha dimana beliau mensifatkan beratnya proses turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad, dimana beliau sampai berkeringat pada musim yang sangat dingin.

Penulis : Rachmat Badani Lc., MA.

Artikel : Wahdahjakarta.com

Sayangi dan Doakan Orangtuamu

Uang Bisa dicari. Ilmu bisa digali. Tapi kesempatan untuk mengasihi orangtua takkan terulang kembali. Sayangi dan doakan orangtuamu maka jangan sia-siakan kesempatanmu dalam berkasih sayang kepada orang tuamu saat masih bersama-sama diberi waktu nikmatnya umur panjang.

Tak peduli saat ini kau jauh ataupun tengah bersama dengannya, kesempatan berkasih sayang itu harus selalu dilakukan. Entah hanya sekedar sapaan dalam telphone semata, atau hanya sebatas dalam doa.

Berterima kasihlah kepada orang tuamu, sebab dengan kerja kerasnya, entah dalam merawatmu, menjagamu, dan mengarahkanmu hingga kau tumbuh menjadi seperti sekarang, semua itu tak lain hanya karena kasih sayang mereka yang amatlah besar kepadamu.

Terkadang mulai melupakannya walau masih sama-sama diberi kesempatan umur yang panjang oleh Allah. Banyak orang yang terlalu sibuk dalam pekerjaannya. Hingga lupa dengan orang tuanya, walaupun hanya sekedar memberikan sapaan hangat lewat angin (telphone) dengan sekedar bertanya “Ma, Pa…sehat?”

 

(Humairo)

…………………

“Selagi nafas masih bisa keluar masuk. Darah masih mengalir dengan normal. Jantung berdetak sempurna. Maka selama itu pula, jangan terbesit dalam hati untuk melupakan orangtua” (MZ)