Tim SAR Wahdah Peduli Mulai Salurkan Bantuan Kepada Korban Gempa Ambon

Tim SAR Wahdah Peduli

(Ambon) Wahdahjakarta.com –  Musibah gempa bumi yang melanda kota Ambon pada Kamis (26/09/2019) menimbulkan derita bagi warga setempat.

Masyarakat terdampak gempa mengungsi ke perbukitan dan sangat membutuhkan bantuan.

Satu hari pasca gempa, Jum’at (27/09/2019)  TEAM SAR WAHDAH PEDULI  tiba titik lokasi epicentrum gempa di desa Liang Kota Ambon.

Team yang di pimpin oleh Abu Umar ini langsung meninjau dan membagikan bantuan kepada warga yang sementara mengungsi di perbukitan. dari hari pertama pasca gempa hingga hari ini pemerintah maupun NGo belum maksimal menyalurkan bantuan masih ada beberapa posko yang sama sekali belum mendapatkan bantuan sehingga masyarakat sangat antusias dan saling berdesak desakan untuk mendapatkan bantuan yang dibagikan oleh team wahdah peduli.

Ada kurang lebih 11 ribu jiwa yang mengungsi, sekitar 2000 KK hingga berita ini diturunkan warga masyarakat yang berada di tempat pengungsian sangat berharap dan membutuhkan bantuan .makanan,air mineral, terpal,senter,serta perlengkapan wanita dan bayi ungkap  salah seorang warga yang berada di pengungsi kepada ustadz abu Umar ketua team WAHDAH PEDULI GEMPA AMBON. []

 

Prof Wan: Problem Utama Dunia Islam Saat Ini Adalah Kerusakan Ilmu

Kuliah Internasional dan Peluncuran Buku “Budaya Ilmu” karya Prof. Wan Mohd nor Wan Daud

Wahdahjakarta.com -, Menyambut tahun baru Islam 1441 H Attaqwa College Depok menggelar Kuliah Internasional “Budaya Ilmu Asas Kebangkitan Peradaban dan Tantangannya”, Sabtu (31/08/2019) malam. Kuliah ini terbilang unik dan langka, karena digelar di Ballrom sebuah Mall. Meskipun langka tapi animo para pecinta ilmu cukup tinggi. Pantauan Wahdahajakarta.com 400 kursi yang disiapkan panitia nyaris terisi penuh.

Kuliah yang dimoderatori direktur ATQO, Adian Husaini ini menghadirkan ilmuwan Melayu Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud. Kuliah yang dirangkaikan dengan peluncuran buku “Budaya Ilmu” ini diawali oleh Prof Wan dengan pernyataan, problem utama dunia Islam saat ini adalah problem ilmu.

Menurut Prof Wan pandangan tentang problem ilmu ini telah dikemukakan oleh Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas sejak tahun 1970an.

“Masalah umat saat ini bukan hanya kemiskinan, perpecahan, kemunduran ekonomi, kemunduran politik, dan kemunduran keluarga. Tapi masalah terbesar adalah problem ilmu”, ujar murid terkemuka Al-Attas ini.

Problem ilmu yang dimaksud kata Prof Wan mengutip Al-Atass bukan hanya kejahilan atau ketiadaan ilmu. “Tapi konsep ilmu yang rusak”, jelasnya. Konsep ilmu yang rusak kata Prof Wan melahirkan ilmuwan yang rusak pula.

“Ilmuwan yang rusak adalah ilmuwan yang rusak adab dan akhlaqnya”, jelasnya. Karena  tujuan ilmu dalam Islam adalah melahirkan manusia yang beradab.

Solusi dari problem ini menurut Wan Mohd Nor adalah menghidupkan budaya ilmu di tengah-tengah masyarakat Islam. Budaya  ilmu artinya bukan sekadar mengejar ilmu pengetahuan, gelar strata satu atau strata dua. Melainkan untuk menjadikan manusia yang bermoral dan beradab. Sebab tujuan ilmu adalah untuk membangun manusia yang berakhlak dan beradab.

“Budaya ilmu yang tidak melahirkan adab akan merusak diri dan orang lain”, jelas Pengasas dan Mantan Pengarah Pengarah Pusat Pengajian Tinggi Islam, Sains dan Peradaban (CASIS), Universiti Teknologi Malayia (UTM).

“Ilmu bukan sekadar maklumat, information. Tapi makna. Makna mengenal diri, untuk mengenal Allah Swt. Setiap ilmuwan harus mengenal tuhannya. Setelah itu dia akan berakhlak, beradab, sebaik-baiknya. Bukan sekadar mau menguasai bidang-bidang tertentu saja,” ungkapnya.

“Sumbangan umat Islam, bukan hanya melahirkan orang-orang yang pakar dalam bidang optik dan lainnya, tapi membentuk manusia yang bertanggung jawab pada tuhannya, nabinya, manusia, dan makhluk lain. Pada bidang ini, dunia tak bisa mengungguli,” jelasnya.

Fenomena kerusakan ilmu yang turut disoroti oleh pelopor International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) ini adalah soal perhatian terhadap skala prioritas dalam mempelajari ilmu. Salah satu buktinya sebut Prof Wan adalah yang fardhu ain dianggap fardhu kifayah, fardhu kifayah dianggap fardhu ain, fardhu ain disempitkan dan terhenti saat baligh saja.

Selama satu setengah jam, mantan Presiden Kebangsaan Persatuan Pelajar Islam Amerika Serikat dan Kanada ini memaparkan mareri kuliahnya dengan lugas dan bernas serta menjawab beberapa pertanyaan hadirin,

Kuliah ini dirangkaiakn dengan Peluncuran buku karya Prof Wan, “Budaya Ilmu; Makna dan Manifestasi dalam Sejarah dan Masa Kini”. Diantara karya Prof Wan yang tereknal di tanah air antara lain Filsafat Pendidikan dan Praktik Syed Muhammad Naquib al-Attas: Sebuah Eksposisi Konsep Asli Islamisasi (1998), yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia.  []

 

Disertasi UIN SUKA Halalkan Sex di Luar Nikah, Ustadz Zaitun: Innalillah, Ini Musibah

Abdul Aziz dan disertasinya yang bolehkan hubungan sex di luar nikah. Photo;Mediasuara.com

Wahdahjakarta.com -, Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin memandang lulusnya disertasi Abdul Aziz di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta yang menghalalkan hubungan sex di luar nikah sebagai musibah.

“Kita di MUI dan ormas Islam pertama menyikapi disertasi ini dengan ucapan innalillahi wa inna ilaihi raji’un”, ujarnya mengawali perbincangan tentang disertasi tersebut di Talkshow Indonesia Pagi TvOne, Ahad (01/09/2019).

Anehnya Abdul Aziz  justru merasa disertasinya bisa menjadi solusi mengatasi problem diskriminasi dan pelanggaran HAM. Ia berdalih, hubungan sex yang dihalalkan dalam Al-Qur’an ada dua. Hubungan sex dengan pasangan yang sah dan diikatboleh pernikahan dan hubungan sex dengan milk al-yamin, yang oleh Aziz diistikahkan dengan sex non marital.

Disertasi Abdul Aziz berjudul Milk Al Yamin: Muhammad Syahrur Sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non Marital. Dia menggunakan konsep Milk Al-Yamin dari intelektual liberal asalSuriah,  Muhammad Syahrur, yang menyatakan seks di luar nikah dalam batasan tertentu tak melanggar syariat Islam.

Aziz  menyebut bahwa sering terjadi kriminalisasi terhadap hubungan seksual nonmarital. Aziz pun tak luput memberi beberapa contoh kasus dalam pelaksanaan hukum yang  kemudian berujung kepada hukuman mati terhadap pelaku.

“Contoh kasus yang mengerikan itu tadi, hukuman mati karena dituduh zina seperti kasus di Aceh tahun 1999 dan di Ambon tahun 2001. Semua itu karena mereka memakai hukum Islam tapi menganggap hubungan seksual nonmarital itu masuk kelompok hubungan zina yang bisa dirajam.” papar Aziz.

“Memang di Al Qur’an ada ayat yang menjelaskan mengenai zina, tetapi definisi zina kan tidak ada itu.” ungkapnya.

Wasekjen MUI ini menanggapi hal tersebut dengan menyayangkan pendapat Aziz. Menurut beliau, pembahasan definisi zina itu di kalangan para ulama sudah selesai dan masyarakat awam pun sudah tahu secara lumrah makna sebenarnya dari zina.

“Kalau definisi zina gak ada, saya tidak tahu kalau seorang doktor bicara begitu, pembahasan zina di kalangan para ulama itu sudah selesai. Bahkan orang-orang baru belajar Islam pun sudah tahu.” ujar UZR.

UZR menyebut bahwa persoalan tersebut terlalu sering disamarkan dengan istilah-istilah asing yang membuatnya kurang dipahami oleh masyarakat awam.

“Persoalan ini yang sebetulnya agak disamar-samarkan dan tidak diterjemahkan, kenapa tidak dijelaskan makna sebenarnya mengenai seks bebas di luar pernikahan? inilah yang kami sayangkan di zaman kita ini.” tanggap Ustadz Zaitun.

“Milkul Yamin itu artinya perbudakan, bukan komitmen seperti yang disebutkan oleh pak Abdul Aziz dan Syahrur juga. Milkul Yamin itu datang sebelum adanya Islam, dimana budak dianggap sebagai hak milik dan dilegalkan untuk melakukan perzinahan dengan budak tersebut. Namun setelah Islam datang, maka hal itu dihapuskan dengan menyempitkan persepsi itu dan membebaskan para budak.” jelas UZR.

“Ini yang tidak diterjemahkan, tiba-tiba Milkul Yamin itu dibawa kepada istilah hubungan seksual yang dilakukan secara komitmen suka sama suka diluar pernikahan. komitmen apa itu?” tangkas UZR lagi. “Kalau itu bilang saja sex bebas”, tegasnya.

Menurut UZR, penyamaran istilah seperti itu adalah sebuah musibah besar apalagi untuk masyarakat awam, karena perzinahan adalah persoalan yang langsung ditentang dalam ayat dalam Al Qur’an.

“Orang berzina saja itu sudah musibah, apalagi berzina dan merasa itu boleh, itu adalah musibah yang adzhom, dan para ulama dan tokoh harus berbicara, ini tidak boleh berlanjut sampai kemudian diamalkan.” tegas UZR.

Kemudian UZR berpesan mengenai penghalalaan hubungan seksual pra-nikah bahwa masyarakat harus takut akan kedatangan musibah sebagai dampaknya.

“Takutlah kita akan kedatangan musibah. Kalau alasan, semua orang bisa cari pembenaran. Ini adalah perbuatan yang bertentangan dengan syariat Islam.” pesan UZR.(fry)

PERNYATAAN SIKAP MAJELIS ORMAS ISLAM (MOI) TENTANG RADIKALISME DI INDONESIA

PERNYATAAN SIKAP MAJELIS ORMAS ISLAM (MOI) TENTANG RADIKALISME DI INDONESIA

 

بسم الله الرحمن الرحيم

Mencermati dengan seksama perkembangan isu radikalisme di Indonesia, maka dengan ini, mengharap rahmat, hidayah, dan ridha Allah ﷻ, Majelis Ormas Islam (MOI) menyampaikan sikap sebagai berikut:

  1. Bahwa gerakan radikalisme adalah gerakan dengan ciri

(a) Menolak NKRI, dasar negara Pancasila dan UUD 1945

(b) Bersikap Rasialis, memaksakan kehendak dengan kekerasan, pembunuhan dan pemberontakan

(c) Melakukan upaya-upaya melemahkan ketahanan bangsa dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan akhlak

(d) Aktif melakukan upaya disintegrasi seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang selalu memprovokasi rakyat Papua untuk memisahkan diri

  1. Mencegah dan menangkal infiltrasi pemikiran radikal di tubuh umat Islam, khususnya dari gerakan:
  • Khawarij yang saat ini berwujud gerakan ISIS dan Jama’ah Takfir wal Hijrah
  • Syiah yang saat ini banyak membuat korban umat Islam di Timur Tengah, begitupun dalam sejarah peradaban dunia seperti kisah Bani Qaramithah dan Shafawiyah di tahun 930 M yang telah menghilangkan jutaan nyawa Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja)
  • Muktazilah atau kelompok Liberalis Rasionalis yang menolak nilai-nilai Islam kalau tidak sesuai dengan logika dan kemauan mereka. Contoh terakhir untuk hal ini adalah desakan mereka agar segera disahkannya RUU P-KS (Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual)
  • Aliran-aliran yang telah dinyatakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia seperti Ahmadiyah
  1. Mewaspadai kebangkitan gerakan Islamphobia dan gerakan radikalisme Anti Islam
  2. Menghimbau para tokoh untuk berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan atau wacana yang tidak tepat dan bisa menimbulkan kegaduhan dalam kehidupan berbangsa
  3. Semua pihak diharapkan untuk bersungguh-sungguh mengantisipasi dan mengatasi gerakan radikalisme melalui Tindakan Persuasif, Dialog, dan Penegakan Hukum

 

Jakarta, 28 Dzulhijjah 1440 H/29 Agustus 2019 M

 

 

Ketua Presidium MOI

Drs. H. Mohammad Siddik, MA.

 

  • ••┈┈•┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈•┈┈•••

Majelis Ormas Islam

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) – Persatuan Umat Islam (PUI) – Wahdah Islamiyah (WI) – Mathla’ul Anwar (MA) – Jam’iyatul Washliyah – Al-Irsyad Al-Islamiyah – Al-Ittihadiyah – Hidayatullah – Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) – Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKsPPI) – Persatuan Islam (Persis) – Syarikat Islam (SI)

Mahasiswa Indonesia di Saudi Arabia Harumkan Nama Bangsa di Ajang HPAIR 2019

Andi Subhan Husain mahasiswa tahun terakhir di Fakultas Hukum dan Ilmu Politik King Saud University yang  berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih juara pertama pada Policy Solutions to Humanitarian Crises Impact Challenge by UNHCR dalam ajang Harvard Project for International Relation (HPAIR) 2019.

Wahdahjakarta.com-, Andi Subhan Husain yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa tahun terakhir di Fakultas Hukum dan Ilmu Politik King Saud University  berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih juara pertama pada Policy Solutions to Humanitarian Crises Impact Challenge by UNHCR dalam ajang Harvard Project for International Relation (HPAIR) 2019. Pada ajang tersebut, Andi Subhan bekerja sama dengan empat anggota timnya; dari USA yang sedang menempuh pendidikan di The University of Tokyo, dari United Arab Emirates University dan dua delegasi dari India; satu bekerja sebagai konsultan untuk The Hon. Chief Minister’s Office di pemerintah India dan satu lagi bekerja di media.

Solusi kebijakan publik yang diajukan sehingga berhasil menjadi pemenang pertama adalah menjawab isu pendidikan untuk anak-anak para pengungsi. Tim ini berhasil meyakinkan dewan juri dari UNHCR tentang darurat akses pendidikan yang setara antara anak-anak pengungsi dan yang lainnya, baik pendidikan tingkat dasar, tingkat lanjutan ataupun pendidikan menengah atas. “Noor” (Nama Proposal Project yang diajukan) menyambungkan antara pelajar lokal dengan anak-anak para pengungsi bahkan pada tahapan berikutnya meyambungkan anak-anak para pengungsi dengan para pelajar di seluruh dunia. Karena ilmu adalah cahaya, maka dengan ilmulah kita bisa menerangi kegelapan dunia dari kebodohan dan ketidakadilan (Filosofi Project). Dengan cahaya ilmu, semoga kita bisa mewujudkan perdamaian dunia.

HPAIR adalah proyek tahunan yang diadakan oleh Harvard University setahun dua kali, yaitu di Amerika dan Asia. Didirikan sejak tahun 1991, HPAIR telah menyelenggarakan 55 konferensi di 12 negara tuan rumah yang berbeda. Untuk pelaksanaan di Amerika, acara diadakan di Harvard University, sedangkan untuk pelaksanaan di Asia tergantung dari negara mana yang menang bidding. Biasanya HPAIR yang diadakan di Harvard berlangsung sekitar awal tahun, sedangkan HPAIR yang di Asia  sekitar pertengahan tahun. Untuk tahun 2019 ini, dilaksanakan di Nur-Sultan (Astana), Kazakhstan pada tanggal 16 – 20 Agustus 2019. Kazakhstan adalah jantung Asia Tengah, memiliki lokasi geopolitik yang sangat strategis antara Uni Eropa, Rusia dan China.

Forum HPAIR sebagai wadah pertukaran bagi pelajar dan profesional muda untuk berdiskusi serta memahami isu terkini di bidang ekonomi, politik, dan sosial yang  yang dihadapi oleh masyarakat kawasan Asia-Pasifik. Tahun ini, HPAIR memiliki 6 trek yang terdiri dari Social Policy and Justice; Art, Media, & Culture; Governance & Geopolitics; Technology & Innovation; Energy & Environmental Sustainability; dan Global Markets & Economy.

Seleksi untuk mengikuti kegiatan ini sangat kompetitif, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Mulai dari english proficiency dari internal kampus apalagi Andi Subhan setiap hari berbahasa arab di kelas,  seleksi berkas, penulisan esai, seleksi wawancara hingga persiapan visa dan sponsor setelah menerima surat undangan. Andi Subhan terpilih sebagai salah satu dari (sekitar) 500 delegasi dari 60-an negara di dunia pada trek Social Policy and Justice.

Adapun delegasi Indonesia yang mengikuti HPAIR Asia 2019 sebanyak 9 orang yang berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Parahyangan, Politeknik Caltex Riau dan Andi Subhan yang juga pernah menjadi koordinator komisi politik PPI Dunia periode 2016-2017 menjadi delegasi Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Luar Negeri. []

Nasehat Untuk Calon Ibu

nasehat untuk calon ibu

Dear Calon Ibu

Jadilah perempuan yang bisa membuat anak-anakmu kelak berkata “Ibuku inspirasiku”, kau adalah madrasah pertama untuk anak-anakmu kelak.

Artinya sebelum kau benar menjadi seorang ibu maka kau dituntut untuk terus membekali dirimu dengan ilmu, karena dengan ilmu itulah kau bisa mengajari anak-anakmu bagaimana menjalani hidup dengan penuh kebijakan hati.

Jadikanlah dirimu shalehah, agar dengan keshalehan diri yang dimiliki kau dapat menginspirasi anak-anakmu kelak

Karena bila kau sudah bijaksana menjaga dirimu dengan baik dan benar, maka bukan hal yang sulit lagi untuk kau mengajari anak-anakmu menjadi seperti dirimu, yaitu selalu bijak, baik, benar menurut Allah.

Jadikanlah hatimu cantik, agar anak-anakmu selalu belajar mempercantik hatinya melalui kecantikan hati yang kau miliki

Karena bekal yang paling berharga dari seorang ibu adalah bukan ketika ia telah mampu mewarisi kecantikan fisiknya pada sang anak.

Jadikanlah dirimu lembut dengan baiknya akhlaq, agar anak-anakmu menjadi pribadi yang tumbuh dengan baiknya akhlaq mulia.

Jika sudah baiknya akhlaq yang menjadi identitasnya dalam menjalani hidup, maka sudah pasti hidup yang ia milikipun akan selalu menjadikannya pribadi yang baik dan bahkan lebih baik dari masa kemasa (Humairo)

……………………….
Kurangi main-main tanpa tujan. Kamu itu calon ibu, kamu itu calon madrasah pertama bagi anak-anakmu kelak. Maka mulai dari sekarang, bersungguh-sungguhlah dalam belajar.

 

Kaji Konsep Pendidikan Al-Qur’an Ulama Bugis,  Ustadz Zaitun Raih Gelar Doktor

Suasana ujian terbuka sidang promosi doktor Ustadz Zaitun Rasmin di kampus UIKA Bogor, Jum’at (16/08/2019)

(Bogor) Wahdahjakarta.com -, Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin meraih gelar doktor dalam bidang Pendidikan Agama Islam di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. Gelar doktor pendidikan Islam diraih Ustadz Zaitun setelah berhasil mempertahankan disertasi beliau dalam sidang terbuka promosi doktor yang digelar pada  Jum’at (16/08/2019) sore.

UZR, sapaan akrab ustadz Zaitun menulis disertasi dengan mengkaji konsep pendidikan tahfizh Al-Qur’an ulama Bugis, KH. Lanre Said dengan judul disertasi, “Mafhum Tarbiyah Tahfizhil Qur’an ‘inda Alim Bugisi Lanre Said.

Disertasi yang ditulis dalam bahasa Arab tersebut dibimbing oleh tiga pakar pendidikan UIKA Bogor, yakni Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, MS, (co promotor), Adian Husaini, Ph.D (promotor), dan Dr. Endin Mujahidin, M.Si (promotor).

Ustadz Zaitun (tengah) bersama para penguji dan promotor usai ujian terbuka sidang promosi doktor.

“Ini (bahasa Arab) luar biasa dari disertasi ini”, ujar seorang hadirin yang turut menyaksikan sidang terbuka promosi doktor Ustadz Zaitun. Yang luar biasa juga, UZR menjalani kuliah S3 dan penulisan disertasi disela-sela kesibukan beliau sebagai pimpinan gerakan da’wah Wahdah Islamiyah dan amanah dakwah lainnya. Bahkan proses penyusunan disertasi sempat tertunda karena agenda keumatan yang harus beliau dahulukan.

“Sungguh pencapaian ini bukan sebatas selesainya program belajar seorang mahasiswa Pasca Sarjana, namun pencapaian ini adalah balut-balut keberkahan yang energinya biiznillah akan terurai pada langkah perjuangan yang lebih tertata, pada semangat yang kembali dan terus menyala, pada ukhuwah yang semakin kuat terjaga”, ujar ketua Dewan Syuro DPP WI Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil.

Gurutta Lanre Said termasuk sosok yang mula-mula membuka pesantren khusus penghafal Al-Qur’an (tafizhul qur’an) di Kajuara Tujutuju Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. []

 

Yuk, Bangun Kembali Asrama Penghafal Al-Qur’an yang Terbakar

Asrama santri yang terbakar

Wahdahjakarta.com -, Kebakaran melanda Pondok Pesantren Abu Bakr Ash-Shiddiq Wahdah Islamiyah di Jalan H Parojai, Desa Taccorong, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 10.30 Wita, Rabu (31/7).

Peristiwa itu terjadi saat santri sedang belajar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, tiga gedung asrama putra ludes dilalap api.

Penyebab kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik atau korsleting dari salah satu ruangan pondok penghafal Alqur’an itu.

Pimpinan Pondok Pesantren Abu Bakr Ash-Shiddiq Bulukumba, Ustaz A. Muhammad Syawal, SHI., mengatakan barang-barang di dalam pesantren yang ikut terbakar, yakni 71 lemari tempat penyimpanan pakaian santri beserta ranjang milik para santri yang berjumlah 71 orang.

“Taksiran kerugian sekitar Rp 350.000.000,” ujarnya melalui rilis.

Pasca kebakaran itu, kegiatan penggalangan dana guna membantu memulihkan kondisi di Pondok Pesantren Abu Bakr Ash-Shiddiq Bulukumba pun dilakukan, di antaranya dari Lazis Wahdah Bulukumba.

Bagi Anda yang ingin membantu dengan menyalurkan donasi, bisa melakukan transfer dana ke Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan nomor rekening: 747 000 22 33, atas nama Lazis Wahdah Bulukumba. Konfirmasi donasi ke nomor telepon: 08114180233.

Sumber: Pilarindonesia.com

 

Kawal Kasus Wanita Bawa Anjing ke Masjid, FUI Temui MUI Bogor

Pimpinan Ormas Islam Kab. Bogor bersama Ketua MUI Kab. Bogor, KH. Mukri Aji usai pertemuan membahasa kasus wanita pembawa Anjing ke Masjid

(Bogor) Wahdahjakarta.com – Sejumlah ulama dan pimpinan ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Bogor Raya melakukan audiensi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor di kantor MUI Kabupaten Bogor, Jl Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (30/7/2019).

Ketua FUI Bogor Ustaz Hasri Harahap mengatakan, audiensi dilakukan dalam rangka membahas kasus wanita membawa anjing ke Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor pada akhir Juni 2019 lalu.

“Kasus ini bukan hanya viral secara nasional tapi juga internasional, kebetulan saya baru safari dakwah di Malaysia dan bertemu kawan-kawan dari berbagai negara itu menanyakan kelanjutan kasus ini,” ujarnya.

“Kasus ini sepertinya bukan hanya sudah dingin tapi kelihatannya sudah seperti masuk ‘freezer‘. Karena itu kita mengunjungi majelis ulama untuk meminta nasihat dan petunjuk langkah selanjutnya yang harus dilakukan,” tambah Hasri.

Sementara itu, tim kuasa hukum Masjid Al Munawaroh Endy Kusuma menambahkan, kedatangan delegasi ini untuk meminta fatwa atas kasus tersebut. Pasalnya, SM yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka ini belum diputus di pengadilan.

“Fatwa diperlukan untuk memperkuat apa yang sudah ditetapkan oleh polisi yaitu pasal 156a tentang penodaan agama, fatwa juga nantinya bisa menguatkan di kejaksaan,” ujar Endy.

Pertemuan Pimpinan Ormas Islam Kab. Bogor bersama MUI Kab. Bogor

Menanggapi hal tersebut, Ketua MUI Kabupaten Bogor KH Ahmad Mukri Aji menegaskan bahwa kasus tersebut jelas adalah pelecehan agama.

Menurutnya, elemen-elemen dalam delik pidana pasal 156a tentang penodaan agama dalam kasus ini sudah terpenuhi. “Sejak awal saya minta kepada aparat agar kasus ini ditegakkan hukum secara profesional, objektif dan terbuka. Itu jelas pelecehan, bukan hanya penodaan,” jelasnya.

Pihaknya mengaku mengawal kasus ini dan berharap bisa tuntas penegakkan hukumnya secara adil. Terkaitnya fatwa yang diminta, MUI Kabupaten Bogor, kata Kiai Mukri Aji, akan segera membahas dalam rapat pleno.

“Pembuatan fatwa ini akan dikaji dalam waktu cepat. Nanti kita bawa dalam bagian fatwa dulu, lalu kemudian kita bawa ke sidang pleno sampai ke pusat. Kita cari waktu yang pas,” tandasnya.

Seperti diketahui, kasus SM membawa seekor anjing masuk Masjid Al-Munawaroh, Sentul pada Ahad (30/6) itu bikin heboh. Tak sedikit masyarakat yang mengecam tindakan perempuan 52 tahun tersebut.

Tak hanya membawa anjing, SM juga masuk dalam masjid tanpa melepas alas kaki. Tindakan SM ini pun langsung ditangani Polres Bogor dan ditetapkan sebagai tersangka. []

Siswa SMAQu Wahdah Islamiyah Raih Juara Silat Tapak Suci UHAMKA Championship

Siswa SMAQu Wahdah Islamiyah Raih Juara Silat Tapak Suci UHAMKA Championship

Adlan Dzil Ikram (santri Kelas XII SMAQu WI)  menerima Piala pesilat terbaik putra tingkat SMA

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Siswa Sekolah Menengah Atas Al-Qur’an (SMAQu) Wahdah Islamiyah Cibinong  Bogor, Adlan Fakhri Dzil  Ikram meraih juara sebagai pesilat terbaik putra tingkat SMA pada kejuaraan silat Tapak Suci UHAMKA Championship, Ahad (21/07/2019).

Adlan mengaku senang dan bangga bisa mempersembahkan medali emas sekaligus prestasi sebagai pesilat terbaik pada kompetisi ini.

“Sangat senang bisa meraih Pesilat terbaik tingkat SMA mewakili Pondok Pesantren Tahfidz Wahdah,  Islamiyah” ujar santri kelas XII ini.

Menurutnya ada enam santri Wahdah yang ikut serta dalam kejuaraan ini. Lima diantaranya berhasil meraih medali.

“Kita menurunkan enam pesilat, Alhamdulillah lima diantaranya meraih medali, Adlan (emas), Nurhijatul (emas), Afadin (perak), Zaki zafran (perak), dan Mahfuz (pertunggu)”, ucapnya.

Tim santri Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor

Yang unik adalah Wahdah merupakan Satu satunya Pondok Pesantren setingkat SMA yang menurukan pesilatnya pada turaneman ini.  Turnamen ini diikuti kalangan umum, baik pelajar, maupun mahasiswa.

Silat yang merupakan olahraga bela diri khas Nusantara memang menjadi salah satu kegiatan ektra kurikuler bagi santri Wahdah Islamiyah Bogor.

“Di Pondok kita ada dua ekskul bela diri, silat dan karate, dan santri wajib memilih salah satunya”, ujar kepala SMAQu Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor, Agusman, S. Si, M.E.I. []