Pra  Mukernas Wahdah ke-12, Ketua Muslimah Wahdah se-Indonesia Ikuti Penataran

(Makassar) Wahdahjakartaa.com – Sebanyak 152 Ketua Muslimah Wahdah se-Indonesia mengikuti penataran ketua yang digelar Muslimah Wahdah Pusat (MWP) di Pusat Dakwah Muslimah, Makassar, Kamis (12/12/2019).

Penataran ketua MW ini merupakan salah satu rangkaian Mukernas XII Wahdah Islamiyah. Kegiatan   ini bertujuan untuk mengajak seluruh ketua Muslimah Wahdah untuk belajar dan mengembangkan dakwah di tengah isu radikalisme dan terorisme yang semakin menyudutkan umat islam saat ini.

 

Baca Juga: 127 Ketua Muslimah Wahdah Konsolidasi di Makassar

Dengan mengusung tema “Eksistensi Ketahanan Organisasi dalam Mewujudkan Visi 2030” ketua muslimah yang hadir mampu menjadi inspirator dan motivator serta tetap eksis dalam mengembangkan ide dakwah yang positif.

 

Salah satu perwakilan Muslimah Wahdah Daerah Nunukan  Karmila berharap kegiatan ini bisa menjadi bekal dalam penguatan dakwah daerah.

“Hadirnya kami di sini agar bisa memberikan warna baru bagi dakwah di daerah Nunukan yang masih butuh penguatan,” ujarnya ketika diwawancarai, Kamis (12/12/2019).

 

Baca Juga: Di Konsolidasi Muslimah Wahdah, Ustadz Zaitun: Kadang Wanita Lebih Kuat dalam Pengambilan Keputusan

Kegiatan penataran ini akan diisi dengan focus group discussion dengan analisis participatory rural approaches (PRA) sehingga setiap ketua Wahdah Islamiyah akan membuat tindakan nyata, rencana, pengawasan dan evaluasi dari setiap lembaga mereka. Nantinya akan diterapkan di masing-masing daerah.

 

Ustadzah Harizah Tipa Abidin selaku Ketua Muslimah Wahdah Pusat momentum Mukernas ini menjadi spirit awal bagi pengurus untuk tetap membentengi dakwah baik secara internal maupun ekternal. “Agenda penataran ini kami mengajak untuk berpikir. Outputnya menjadi modal untuk membangun lembaga di daerah dengan program kerja lebih strategis tidak hanya secara internal tapi ekternal,” ujarnya. []

Penerimaan Siswa Baru SMP-SMA Al-Qur’an Wahdah Islamiyah TA 2020/2021

 

SMP-SMA Al-Qur’an (Pesantren Tahfidz)  Wahdah Islamiyah Cibinong-Bogor menerima siswa baru Tahun Pelajaran 2020/2021.

Visi & Misi

Visi:

“Unggul dalam Tauhid dan Prestasi”

Misi:

  1. Mewujudkan generasi yang memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dan as-Sunnah.
  1. Mewujudkan ilklim dan budaya Islami di lingkungan sekolah.

  2. Mengembangkan pola pembinaan generasi yang berakhlaq mulia.

  3. Mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an secara intensif dan berkesinambumbungan.

  4. Mengembangkan minat, bakat, dan potensi peserta didik untuk mencapai  generasi yang berprestasi.

  5. Mewujudkan sistem manajemen sekolah yang profesional.

  6. Mewujudkan sekolah adiwiyata

Kompetensi Lulusan

Hafal al-Qur’an Minimal 15 Juz

Dapat berbahasa Arab dan Inggris aktif,

Menguasai dasar-dasar Ilmu Syar’i,

Menghafal Hadits Kitabul Jami’ Bulughul Maram,

 

Fasilitas:

Lokasi strategis, dekat pusat pemerintahan Kabupaten Bogor dan GOR Pakansari,

Gedung Asrama dan Ruang Kelas 3 lantai,

 

Kurikulum

Hafalan al-Qur’an,

Bahasa Arab,

Dasar-dasar Ilmu Syar’i; Aqidah, Hadits, Adab, dll

Bahasa Inggris

 

Ekstra Kurikuler

Olahraga; Memanah, Futsal, dan tennis meja

Bela Diri;Karate dan pencaksilat

Pengembangan Diri dan Keorganisasian

Jadwal Pendaftaran

Pendaftaran: 1 Desember 2019-15 Februari 2020 *)

Tes dan Wawancara : 15-16 Februari 2010

Pengumuman Hasil: 19 Februari 2020

Pendaftaran Ulang: 24-29 Februari 2020

*) Pendaftaran dapat ditutup lebih awal jika quota telah terpenuhi

Pendaftaraan online melalui link ini

Materi Tes

  1. Tes tertulis pengetahuan Agama dan Umum
  2. Tes lisan dan wawancara
  3. Baca Tulis Al-Qur’an
  4. Kemampuan menghafal Al-Qur’an

Nara Hubung: 0853 9819 8457

Video Profil dapat anda tonton di sini. 

 

 

 

 

Tasyakuran DIROSA MWD Pinrang Dibanjiri Ribuan Peserta

(Pinrang) –Wahdahjakarta.com -, Entaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Ribuan Peserta Seminar dan Tasyakuran Dirosa Muslimah Wahdah Pinrang Banjiri Gedung Indoor Kantor Bupati Pinrang.

Sebanyak 1115 peserta Seminar dan Tasyakuran Dirosa Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Pinrang dari berbagai Kecamatan di Pinrang membanjiri gedung Indoor Kantor Bupati Pinrang pada Ahad, 8 Desember 2019.

Kegiatan yang merupakan salah satu program kerja dari unit Pembinaan, Pengajaran dan Tahfidzul Qur’an (P2TQ) Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Pinrang ini menghadirkan pemateri Seminar dan Tasyakuran Dirosa Ustadzah Liza Harits, S.P, Da’iyah sekaligus Trainer Muslimah Wahdah Pusat yang didampingi oleh Sitti Ida Nasir sebagai moderator.

Dalam sambutannya, Ketua Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Pinrang, Suzianti Syamsul S.Pd. menyatakan “Kegiatan Dirosa ini sebagai bentuk partisipasi Muslimah Wahdah Pinrang dengan program pemerintah Kabupaten Pinrang dalam mengentaskan Buta Aksara Al-Qur’an khususnya di kalangan Muslimah”

Kegiatan ini dibuka oleh ibu Hj. Mujahidah S,Ag. dari Kementrian Agama Kabupaten Pinrang. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan apresiasinya. “Kementerian agama mengapresiasi kegiatan Dirosa ini dan diharapkan para peserta dirosa tidak hanya dibekali dengan kemampuan baca tulis Al-Qur’an tetapi juga ilmu dasar keislaman yang akan berguna dalam mendidik anak-anaknya” ungkapnya.

Selanjutnya, prosesi tasyakuran bagi para peserta dirosa yang sebelumnya telah menyelesaikan munaqasyah atau ujian akhir usai mengikuti halaqah dirosa sebanyak 20 kali pertemuan dan dinyatakan lulus. Antusiasme peserta terlihat dengan membludaknya jumlah peserta tasyakuran serta kedatangan mereka yang sangat awal memenuhi gedung indoor Kantor Bupati Pinrang.

Meski mayoritas peserta adalah ibu-ibu namun juga terlihat beberapa yang telah berumur, bahkan ada yang lebih dari 50 tahunan. Para peserta ini juga terdiri dari latar belakang profesi yang berbeda. Dari ibu rumah tangga, pegawai, pengusaha hingga ASN.

Salah seorang peseta, Arni Dulfi dari Kelompok Dirosa Ali Imran 14 Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air mengungkapkan kesannya. ” Alhamdulillah, kegiatan ini sangat berkesan, mulai dari peserta, panitia dan pemateri semua sangat antusias, apalagi dihadiri oleh beberapa Ibu Camat. Selain itu peserta dirosa sangat bersemangat dalam mengikuti setiap pertemuan pembelajaran Dirosa sebelumnya”. Kontributor-Pinrang

Bangun Negeri dengan Iman, Ilmu, dan Persatuan

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin

(Bogor) Wahdahjakarta.com-, Wahdah Islamiyah Bogor menggelar Tabligh Akbar di Masjid Al-Hijri II Kampus Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Ahad (08/12/2019). Hadir sebagai pembicara dalam tabligh akbar ini Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah (WI), Ustadz Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc, MA, dan Imam Besar Masjid Al-Hijri II Ustadz Dr. Akhmad Alim, Lc, MA.

Tema dari Tabligh yang merupakan rangkaian dari event Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) DPP WI 2019 ini adalah “Dengan Pengorbanan Bersama Membangun Negeri”.

Kedua pembicara mengangkat pentingnya membangun negeri dengan pembangunan manusia yang berilmu, beriman, dan beradab.

“Berbicara membangun negeri berarti membangun peradaban, dan membangun peradaban dimulai dengan membangun manusia melalui budaya ilmu”, ujar Ustadz Alim.

Sekretaris Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) ini mengungkapkan, yang pertama dilakukan Nabi Muhammad ketika membangun negeri Madinah adalah membangun manusianya melalui budaya ilmu.

Ustadz Zaitun dan usdtadz Alim (tengah)bersama pebgurus DPD WI Bogor

“Membangun peradaban dimulai dengan ilmu, omong kosong peradaban bisa tegak jika dijauhkan dari ilmu. Peradaban akan tegak jika ditopang oleh budaya ilmu, sebagaimana yang dimulai oleh Nabi di Madinah melalui Shuffah”, terangnya.’

Melalui Shuffah Nabi telah mengkader lebih kurang 300an sahabatnya (Ahlus Shuffah) menjadi ilmuwan yang memiliki kualitas ilmu yang tinggi.

“Nabi membangun peradaban di Madinah dengan budaya ilmu yang selanjutnya melahirkan komunitas ilmuwan yang kemudian membangun Madinah”, imbuh Ustadz Alim yang juga pengasuh Pesantren Mahasiswa dan Sarjana Ulil Albab UIKA ini.

Senada dengan Ustadz Alim Ustadz Zaitun Rasmin (UZR) yang tampil sebagai pembicara kedua dalam Tabligh Akbar juga mengatakan bahwa suatu bangsa akan maju dan berkembang dengan baik jika pembangunan manusia. Namun membangun negeri menurut dia harus diawali dengan iman dan tradisi ilmu. Karena ilmu merupakan landasan memperkuat keimanan dan mengokohkan persatuan dan persaudaraan sebagai modal dalam pembangunan.

 

Baca Juga: Ustadz Zaitun Imbau Generasi Milenial Miliki Kecerdasan Berfikir

 

“Bangun kecintaan pada negeri ini dengan melakukan upaya perbaikan bagi negeri ini dengan membangun manusianya”, ucap UZR di hadapan ratusan jama’ah tablig akbar.

Membangun manusia menurut Ustadz Zaitun dimulai dengan iman dan ilmu.

“Kalau penduduk negeri ini beriman kepada Allah bukan hanya mendapatkan kedamaian tapi mendapatkan keberkahan dari Allah”, lanjutnya.

Iman dan ilmu kata Wasekjen MUI ini saling berkaitan karena membangun keimanan sebagai prioritas harus dimulai dengan ilmu.

“Dalam membentuk iman yang kuat jalurnya melalui ilmu llmu agama, karena ilmu menguatkan dan meningkatkan iman”, jelasnya.

“Maka dalam rangka membangun iman masyarakat kita perbanyak lembaga keilmuan, pengajian tingkatkan”, tegasnya.

Wakil Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat ini menyatakan pula bahwa pembangunan iman umat melalui ilmu merupakan pekerjaan yang berat yang membutuhkan pengorbanan.

“Inilah pengorbanan untuk negeri ini”, tegasnya lagi.

Selain itu aspek lain yang tidak kalah pentingnya dalam membangun negeri adalah menjaga ukhuwah, persaudaraan , dan persatuan.

“Dalam rangka membangun negeri mari pertahanan persatuan dan ukhuwah dengan sesama Muslim apapun latar belakang organisasi nya, madzhabnya”, tandasnya.

Menurutnya menjaga ukhuwah dan persatuan untuk membangun negri ini sangat dianjurkan dalam Islam.

Ia juga mengajak agar persatuan sesama anak bangsa dapat dijaga dengan toleransi tanpa mencampur adukkan ajaran antar Agama.

Toleransi menurut Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara ini adalah saling menghormati dan menghargai serta saling membiarkan melaksanakan ajaran Agama masing-masing tanpa sakling menghalangi.

“Toleransi jangan kebablasan, jangan saling mencampuri urusan aqidah masing-masing”, tegasnya.

Mencampuradukkan ritual ibadah dengan dalih toleransi kata UZR merupakan toleransi yang salah kaprah, bahkan dapat dikatakan sok toleransi. (Sym)

Ustadz Zaitun Imbau Generasi Milenial Miliki Kecerdasan Berfikir

(Bogor) Wahdahjakarta.com- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI)  Muhammad Zaitun Rasmin meminta generasi milenial memiliki kecerdasan lebih dalam berfikir.

Hal itu, kata dia, bangsa Indonesia akan maju jika pemimpinnya mempunyai pola pikir dan tindakan yang cerdas.

Baca Juga: Lepas 307 Dai, Ustadz Zaitun: Kita Bangun Negeri Ini dengan Dakwah

Saat ini,  persoalan celana cingkrang dan cadar saja dipersoalkan. Seharusnya hal itu tidak perlu dipermasalahkan. Sebab, ungkap dia, di banyak negara permasalahan celana cinkrang dan cadar tidak pernah di persoalkan.

“Orang memusuhi cadar, celana cingkrang itu tidak masuk diakal, Padahal di dunia banyak yang menggunakan,” ucapnya dalam tabligh akbar di Masjid Al-Hijri Universitas Ibn Khaldun, Bogor, Minggu (08/12/19).

Dijelaskan UZR sebutan akrab Ustadz Zaitun Rasmin, jangan karena adanya oknum yang melakukan kesalahan maka menggeneralisasi penggunaaan cadar dan celana cingkrang.

“Dengan adanya satu, dua oknum keluar larangan itu, kan tidak masuk diakal, orang inilah pemikiran yang tidak cerdas ,” kata dia.

Baca Juga: Ustadz Zaitun Rasmin Serukan Bangun Negeri dengan Iman dan Ilmu

Oleh sebab itu, dihadapan ratusan jama’ah, dirinya berharap generasi milenial mampu menggali potensinya dan menjadi orang yang cerdas.

Diketahui, Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Bogor menggelar tabligh akbar di Masjid Universitas Ibnuln Khaldun. Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dihadiri sekitar 300 orang baik  kaum pria, Wanita dan para santri Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor.

Tabligh Akbar ini merupakan rangkaian dari persiapan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) DPP Wahdah Islamiyah yang akan digelar pada 13-16/12/2019. []

Tawakkal; Sandarkan Hatimu Kepada-Nya

Bagaimana kamu akan tenang, jika kamu tidak tahu caranya pasrah  dan tawakkal pada Allah dalam masalahmu?

Ingat, Allah tak pernah memaksamu menyelesaikan masalah yang kamu hadapi, tapi Allah meminta agar kamu datang pada-Nya dan meminta pertolongan-Nya.

Saat kamu jenuh dengan segala masalah yang ada.Tak lagi berkesudahan, malah tambah ruwet dan semakin sulit.Maka disaat itulah kesempatanmu bermunajat kepada Allah. Menengadah penuh harap, sembari meminta kemudahan.

Kau akan terus menerus merasa gelisah, bila kau tak bisa bijakkan hatimu untuk bersandar pada Allah, mengapa? Karena Allah yang memberi masalah, dan Allah pula yang punya jalan keluarnya.

Lantas bila kau jauhi Allah, bagaimana caranya nanti kau akan menyelesaikan masalahmu? Maka mulailah dekati Allah. Ajarkan hatimu semakin bijak, jika ada masalah kembalilah kepada Allah
………………

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS At Thalaq: 3)

Asmaul Husna [34]: Al-‘ Adzim (Yang Maha Agung)

Asmaul Husna [34]: Al-‘ Adzim (Yang Maha Agung)

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala;

 فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar. (Qs. Al-Waqi’ah: 96)

وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Agung” (QS. Al-Baqarah: 255)

Ibnu Abbas radhiallahu Anhuma meriwayatkan bahwa jika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam disulitkan dengan sebuah masalah beliau selalu berdoa;

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ، وَرَبُّ الْأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

“Tiada Tuhan selain Allah yang Maha penyantun dan Agung, tiada Tuhan  selain Allah Rabb arsy yang agung, tiada Tuhan selain Allah Rabb Arsy yang mulia, tiada Tuhan  selain Allah Rabb langit dan bumi, dan Rabb  ‘Arsy yang agung”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Nama  Al- ‘adzim (yang maha agung) menunjukkan bahwa tidak ada yang mampu mengetahui secara detail dan pasti hakikat Dzat Allah Subhanahu wa ta’ala, bahwa tidak ada yang dapat mengetahui batas kemuliaan dan keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena  keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada awal dan akhirnya. Keagungan  Allah Subhanahu Wa Ta’ala lebih dari keagungan siapapun baik itu dalam dzat, wujud, ilmu, kekuasaan, pengaruh, kebijaksanaan, maupun dalam perintah-Nya.

Sumber: Syarah Asmaul Husna, Mustafa Wahbah

 

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Hadiri Konferensi Internasional Ilmu Fiqih di Oman

(Oman) Wahdahjakarta.com -, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menghadiri Konferensi Internasional  Ilmu Fiqih 2019, Oman Ahad-Selasa (1-3/12/2019).

Konferensi ke-15 ini mengangkat tema  ‘’Fiqih Air dalam Perspektif  Hukum Syariat, Peradaban, dan Problematika Kontemporer”. Pembukaan konferensi dilakukan oleh Menteri Hukum Kesultanan Oman, Dr. Abdullah bin Mohammed bin Saeed Al Saeedi.

Menurut Ketua Panitia Konferensi, Syaikh Dr. Abdul Rahman bin Sulaiman Al-Sami. Ia mengatakan bahwa konferensi ini  merupakan forum peningkatan kapasitas keilmuan dalam bidang fiqih. Ini merupakan forum ilmiah dalam bidang fiqih yang dinantikan oleh para fuqaha dari berbagai penjuru negeri. Karena konferensi fiqih ini merupakan ajang untuk saling bertukar ilmu dan berdiskusi.

Menurut Pejabat  Kementrian Wakaf dan Urusan Agama ini, tema konferensi ini merupakan masalah klasik, namun tetap relevan untuk dikaji dan diteliti.

“Ini termasuk tema klasik jika ditinjau dari ilmu fiqih dalam berbagai aspek dan dimensinya yang berbeda-beda, namun tergolong baru dan tetap relevan karena perhatian terhadap persolan ini terus berkembang”, terangnya.

Konferensi ini penting sekali sebagai respon terhadap perkembangan masalah-masalah fiqih, khususnya yang berkaitan dengan masalah air.

Baca Juga: 6 Konsep Zero Waste dan Kajiannya dalam Al-Qur’an

“Umat Islam membutuhkan penelitian yang mencerahkan dan berkelanjutan tentang berbagai isu kontemporer sehingga dari sini diharapkan hukum fiqih mengalami perkembangan. Karena pada setiap zaman akan selalu ada masalah yang berkembang”, ungkap Mufti Besar Kesultanan Oman, Syaikh Ahmad bin Hamad Al-Khalili sebagaimana dilansir dari omannews.gov.om.

Syaikh Al-Khalili juga menekankan pentingnya konservasi air dan tidak boros dalam menggunakan air. Menurutnya, sikap hemat dapat menjamin kelestarian sumber daya air sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah. Karena air merupakan nikmat dan rahmat Allah yang harus disyukuri.

“Berbagai penelitian telah diungkap untuk menjelaskan tentang nikmat yang agung ini serta pentingnya melakukan pelestarian air, sebagaimana telah dilakukan sejak berabad-abad lalu,” tandasnya.

Konferensi ini dihadiri oleh para ulama, ilmuwan, dan intelektual Islam dari berbagai negeri Islam termasuk dari Indonesia. Peserta dari Indonesia adalah Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin yang juga merupakan Ketua Umum Wahdah Islamiyah.[]

6 Konsep Zero Waste dan Kajiannya dalam Al-Qur’an

Seminar Illmiah Muslimah dengan tema “Zero Waste, There is No Planet B”, Makassar, Sabtu (30/11/2019)

(Makassar) Wahdahjakarta.com – Seminar Illmiah Muslimah dengan tema “Zero Waste, There is No Planet B” sukses digelar oleh Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) Pusat, bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Kampus Mahasiswa Pecinta Mushalla (LDK MPM) Al-Fajri Universitas Fajar (Unifa), di Ballroom Edelweis Unifa, Jalan Prof. Abdurahman Basalamah Kota Makassar, Sabtu (30/11/2019).

Seminar dibuka langsung oleh Ibu Dr. Erniati selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Fajar.

Dalam sambutannya, dia mengapresiasi kegiatan seminar ini. “Ibu bangga dengan adanya kegiatan seperti ini, dan mari sama-sama perhatikan lingkungan dimulai dari diri kita,” ujar dia.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dua materi, yang dimulai dengan kajian ilmiah berjudul “Planet plastic 2050”, oleh Ibu Ellyyana said.

Mengawali materinya, Ellyyana meminta komitmen peserta untuk bersama mengurangi sampah dan merawat Bumi. Karena menurut dia, Bumi saat ini sedang dalam keadaan sakit dan memerlukan perawaratan, salah satunya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Mengapa lingkungan harus dijaga dan dilindungi? Yakni untuk generasi kita kedepannya. Karena bukan hanya kita yang akan tinggal di bumi ini namun anak cucu kita juga. Saya menuntut generasi milenial untuk bersama-sama merawat bumi kita,” tutur Tim penilai Adiwiyata Nasional tahun 2012-2018 ini.

Salah satu cara memelihara bumi menurut Kepala bagian tata usaha BBKSDA Sul-sel ini adalah dengan konsep Zero Waste, yakni program hidup untuk mengurangi adanya sampah serta mengadakan pengelolaan terhadap sampah tersebut.

Ellyana kemudian menyebutkan 6 konsep zero waste, yakni Sustainable agriculture, Education, Industrial design, Community development, Sustainable economics development, Sustainable energy, architecture.

“Kita menjadi agen perubahan untuk diri kita dan keluarga serta orang lain dari agen-agen ini, maka mari kita melakukan perubahan kecil yang berdampak besar dengan melakukan 5R, yakni Refuse, reduce, reuse, recycle, rot,” tambah dia.

Untuk mempertegas pentingnya pelestarian Bumi, hadir sebagai pemateri kedua, dokter Muhyina Nur, Daiyah Muslimah Wahdah Islamiyah, dengan materinya “Save Our Earth, Back to qur’an”.

Muhyina mengawali materinya dengan membuka cakrawala peserta yang hadir dengan menyatakan bahwa Islam bukan hanya ritual keagamaan saja, namun di dalamnya juga terdapat adab dan akhlaq termasuk dalam menjaga lingkungan bumi, sebagaimana dalam Alquran surah Al-Mulk ayat 15.

“Kedudukan Bumi dalam Alquran yakni dijadikan sebagai tempat berjalan, tempat hidup dan berkembang biak, tumbuhnya generasi kita selanjutnya. Kita mau mewariskan bumi yang lebih indah untuk generasi kita selanjutnya,” pungkas dia.

Bumi itu lanjut Muhyina adalah tempat segala macam kebutuhan dan keperluan, bahkan Allah dan RasulNya melaknat bagi manusia yang mengotori sumber air, sebagaimana disebutkan dalam surah Az-zukhruf ayat 10 bahwa bumi ini tempat manusia dilahirkan, ditumbuhkan, dimatikan sampai dibangkitkan lagi.

“Dalam Alquran Allah memuliakan manusia di hadapan malaikat tentang penciptaan khalifah di muka bumi. Siapa penghuni bumi sebelum manusia? Yaitu bangsa jin yang merusak dan menumpahkan darah. Maka Allah menciptakan manusia sebagai khalifah untuk menjaga bumi yang sebelumnya rusak,” terang praktisi kesehatan di Rumah Sakit Wihdatul Ummah Makassar ini, sambil mengutip penggalan surah Al-baqarah ayat 2.

 

Baca Juga: FMDKI  Sukses Gelar Seminar Ilmiah Muslimah ‘’Zero Waste, There is No Planet B”

“Untuk mempertegas bahwa manusia hanya bisa hidup di bumi saja, tidak ada planet lain, Allah menyebutkan dalam banyak ayat, diantaranya adalah Dalam Alquran surah Hud ayat 61, manusia diperintahkan untuk memakmurkan bumi maka wajib baginya untuk menjaga bumi. Ayat lainnya ada dalam Alquran surah ke 7 ayat 85 dan surah Ar-rum ayat 41,” tambah dia.

Setelah menyebutkan kerusakan-kerusakan yang terjadi pada Bumi seperti kebakaran dan penggundulan hutan, serta budaya menghasilkan sampah, Daiyah Wahdah Islamiyah ini memberikan contoh bentuk ketidakramahan manusia dalam beribadah yakni berlebihan dalam berwudhu atau menggunakan air.

“Wudhu Rasulullah hanya 1 sha atau 1 genggam atau 1 gelas dan mandinya Rasulullah itu hanya 1 mud atau 3-4 sha saja. Maka kita perlu memindset agar tidak buang-buang air,” jelas dia.

“Yang bisa dilakukan untuk melestarikan Bumi adalah dengan meminimalisir penggunaan listrik yang berlebihan dan kadang mubazir, contohnya adalah charger ponsel yang terus dicolok, lampu yang menyala disiang hari, dan lainnya,” tutup dia.

Seminar ini dihadiri oleh ratusan muslimah yang berasal dari kalangan Mahasiswa dan Umum.

Selain Seminar Ilmiah Muslimah ini, FMDKI Pusat juga memiliki banyak kegiatan kemuslimahan lainnya, diantaranya adalah pembinaan keislaman Muslimah di kampus-kampus, Temu Aktivis Dakwah Kampus Nasional, Gebyar Mahasiswi Muslimah Indonesia, Kajian Ramadhan Ilmiah Muslimah (KARIMAH), dan lain-lain.

Laporan: Rustam Hafid.

FMDKI  Sukses Gelar Seminar Ilmiah Muslimah ‘’Zero Waste, There is No Planet B”

FMDKI  Sukses Gelar Seminar Ilmiah Muslimah ‘’Zero Waste, There is No Planet B”

(Makassar)- Wahdahjakarta.com— Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) Pusat sukses menggelar Seminar Ilmiah Muslimah dengan tema Zero Waste, There is No Planet B  di Ballroom Edelweis Universitas Fajar, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/11/2019).

Seminar yang dihadirisi ratusan Muslimah ini menghadirkan dua pemerhati lingkungan sebagai narasumber, Ellyana Said dan dokter Muhyina Nur serta dihadiri ratusan Muslimah.

 

Kordinator Panitia Pengarah Azizah Sudriman mengatakan, syariat Islam yang sempurna ini telah melarang segala bentuk pengrusakan alam baik langsung maupun tidak langsung.

 

Bumi yang luas ini merupakan amanah dari Allah Azza Wa Jalla sebagai tempat untuk beribadah kepada-Nya sampai waktu yang telah ditentukan.

 

“Jika terjadi kerusakan di bumi pada dasarnya itu adalah ulah umat manusia yang harus segera disadari disertai adanya langkah perbaikan,” tutur Azizah.

 

Ellyana Said, yang juga sebagai Kepala bagian Tata usaha Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan mengatakan.

 

“Zero waste (bebas limbah) bukanlah berarti sama sekali tidak bersampah. Maksudnya menggunakan sampah kita secara lebih produktif sehingga menggunakan apa saja yang dapat digunakan ulang dan tidak ada yg terbuang. Zero Waste mencakup 5 R (refuse, reduce, reuse, recycle, rot),” ujarnya.

 

Sedangkan dokter Muhyina Nur selaku Praktisi dakwah Muslimah Kesehatan pun menyampaikan bahwa telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an Q.S Ar-Rum: 41 bahwa kerusakan di darat dan dilautan disebabkan oleh perbuatan tangan manusia.

 

“Banyak kerusakan di bumi yg terjadi seperti kebakaran hutan, kerusakan hutan,  budaya  nyampah, berlebihan menggunakan energi seperti penggunaan listrik, menyakiti binatang dan sebagainya,” paparnya.

 

Olehnya itu dokter Muhyina Nur mengajak peserta agar setiap kita menjaga kebersihan di mulai dari diri kita sendiri.

 

“Seharusnya kita sebagai manusia menjaga kebersihan lingkungan, memanfaatkan barang gunakan untuk kemaslahatan diri dari berbagai penyakit serta perbuatan tabdzir dan Israf. Mari memperbaiki bumi kita dengan (mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil dan mulai perbaiki sekarang),” harapnya.

 

Laporan: Muhammad Akbar