Kunjungi Palu 10 Bulan Pasca Bencana, Anies: Kita Saudara Sebangsa dalam Pemulihan Bencana

Wahdahjakarta.com-, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Palu Sulawesi Tengah (Sulteng), Jum’at (14/06/2019).

Kunjungan orang nomor satu DKI tersebut dalam rangka meninjau dan melihat langsung pemanfaatan bantuan Pemprov DKI saat Sulteng diterjang gempa bumi dan tsunami sepuluh bulan lalu.

“Sudah sepuluh bulan sejak bencana dahsyat gempa bumi dan tsunami di Palu Donggala Sigi berlalu, bantuan pun berdatangan dari berbagai lembaga, baik pemerintah maupun swasta untuk memulihkan kondisi beberapa daerah di Sulawesi Tengah”, ujar Anies melalui laman fan page @aniesbaswedan.

“Salah satunya DKI Jakarta, kita telah mengirimkan bantuan sebesar Rp 60 milyar untuk rehabilitasi Palu, Sigi dan Donggala. Hari ini kami meninjau dan melihat langsung pemanfaatan bantuan tersebut”, tutur Anies melanjutkan.

Menurutnya dana Rp 60 milyar yang masuk telah dianggarkan ke dalam APBD 2019 Sulteng, dibagi menjadi dua tahap yakni tahap tanggap darurat dan tahap rehabilitasi. Pada tahap tanggap darurat fokus menyambung akses jalan antar desa antara lain Jalan Kalawara-Kulawi sepanjang 18 km dan Poros Pinembani sepanjang 11 km. Sementara itu tahap rehabilitasi akan fokus pada perbaikan jalan-jalan di kota Palu Donggala dan Sigi.

Bantuan ini kata Anies adalah pajak yang terkumpul dari warga Jakarta.

“Kita merasa sebagai satu saudara sebangsa dalam memulihkan bencana. Kami bersyukur pemulihan di Palu, Sulteng dapat berjalan dengan cepat”, pungkasnya. []

 


Bahagia bisa bersilaturahim dengan Pak Gubernur Longki Djanggola beserta jajaran Pemprov Sulawesi Tengah hari ini.

Sudah sepuluh bulan sejak bencana dahsyat gempa bumi dan tsunami di Palu Donggala Sigi berlalu, bantuan pun berdatangan dari berbagai lembaga, baik pemerintah maupun swasta untuk memulihkan kondisi beberapa daerah di Sulawesi Tengah.

Salah satunya DKI Jakarta, kita telah mengirimkan bantuan sebesar Rp 60 milyar untuk rehabilitasi Palu, Sigi dan Donggala. Hari ini kami meninjau dan melihat langsung pemanfaatan bantuan tersebut.

Dana Rp 60 milyar yang masuk telah dianggarkan ke dalam APBD 2019 Sulteng, dibagi menjadi dua tahap yakni tahap tanggap darurat dan tahap rehabilitasi. Pada tahap tanggap darurat fokus menyambung akses jalan antar desa antara lain Jalan Kalawara-Kulawi sepanjang 18 km dan Poros Pinembani sepanjang 11 km. Sementara itu tahap rehabilitasi akan fokus pada perbaikan jalan-jalan di kota Palu Donggala dan Sigi.

Komitmen Pemprov DKI Jakarta adalah sebisa mungkin turun tangan kalau ada bencana, sehingga kami menyiapkan pos anggaran di APBD yang memungkinkan, serta sudah dikordinasikan dengan berbagai pihak.

Bantuan ini adalah pajak yang terkumpul dari warga Jakarta. Kita merasa sebagai satu saudara sebangsa dalam memulihkan bencana. Kami bersyukur pemulihan di Palu, Sulteng dapat berjalan dengan cepat. *ABW

Dampak Banjir Konawe; Ratusan Sawah Terendam dan Kebun Merica Gagal Panen

Banjir Konawe 2019

Wahdahjakarta.com -, Salah satu dampak kerusakan yang terjadi akibat bencana banjir di Kabupaten Konawe dan Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara adalah rusaknya sawah dan pekebunan merica yang terletak di Desa Wonua monapa, Desa Laloika, Desa Belatu, Desa sulemandara dan Desa lalonggotomi Kecamatan Pondidaha dan Pekebunan Kelapa Sawit di Kec. Amonggedo.

Dalam pantauan relawan LAZIS Wahdah Muh. Abil dilokasi kejadian, Rabu (12/06/2019), sekitar lebih 60 hektar sawah dan kebun merica 80 hektar di sepanjang jalan Pondidaha.

Salah satunya adalah Mansur (52) warga Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe, yang memiliki tanggungan 6 orang, 1 istri 5 anak. Sebagai tulang punggung keluarga, sehari-hari ia dibantu oleh Arisman Syaputra (25) anaknya.

Kepada relawan ia mengeluhkan tentang kondisi pertanian dan pekebunan yang terancam gagal panen. Area lahannya seluas 60 are untuk sawah dan kebun merica seluas 80 are. Kerugian hasil padi diperkirakan sekitar 15 sampai 20 juta sedangkan kebun merica berkisar 50- 65 juta berdasarkan hasil panen tahun lalu.

Banjir Konawe 2019

“Tidak ada lagi yang bisa di panen. Seharusnya bisa dipanen untuk padi bulan 6 ini dan merica antara bulan Agustus sampai Desember. Tapi karena banjir semuanya gagal panen,” kata Mansur kepada relawan.

“Semua warga disini sebenarnya sudah bersiap-siap untuk panen. Sebagian warga juga sudah melakukan panen dan menyimpan hasil panennya di area penjemputan dekat pesawahan namun saat banjir datang hasil gabah yang telah dipanen hanyut,” ungkap pria enam anak ini.

Kini Mansur hanya bisa bersabar atas musibah yang terjadi. Relawan LAZIS Wahdah dan Wahdah Peduli bersama Relawan NGO lainnya terus berupaya untuk memberikan bantuan kepada para korban Banjir semaksimal mungkin dengan kondisi area yang masih terus di guyur hujan teras tiap harinya. []

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #muslim #mudahsedekah #ayosedekah #tarbiyah #banjirkonawe #banjirsultra #sulawesitenggara #berkahpeduli #wahdahpeduli #sedekahplus

Ampuni Aku Ya Allah

 

Diatas sajadah ku meminta
Dibawah langit malam aku memohon
Semoga saat aku dishalatkan nanti 
Dosaku telah Allah ampuni

Di sepertiga malam ku terbangun
Sunyi sepi dan dinginnya udara malam
Tak membuatku enggan dan takut
Untuk melangkahkan kakiku mengambil wudhu

Di saat kubasuh wajahku
Hembusan angin menembus pori-pori kulitku
Semakin terasa dingin setelah ku usaikan wudhu ini
Tapi tak akan membuat keinginanku menciut

Ku hamparkan sajadah dan ku kenakan mukenaku
Meski nafsuku meronta-ronta memintaku ‘tuk terlelap kembali
Namun tak ku hiraukan semua itu
Ku hanya ingin bersimpuh kehadirat Illahi Rabbi

Rabbi
Kutengadahkan tangan kotor ini
Kuberanikan merapalkan doa-doa penuh harap kepadaMu
Kuberharap dosa-dosaku melebur terampuni
Tak tersisa, hingga jejak kaki melangkah masuk ke surga

Rabbi
Tunjukkan kepadaku arah hidayah
Jangan sesatkan kami setelah kau tunjuki kami kebaikan
Bimbing kami dalam ketaatan
Sempurnakan iman kami dengan islam yang kau berkahi

Sumber: FP Apotek Wahdah

Lazis Wahdah Sulteng Bantu Warga Terdampak Banjir Morowali Utara

Banjir Morowali Utara

Wahdahjakarta.com – Selasa, (11/06/2019) LAZIS Wahdah Sulawesi Tengah yang tergabung dalam tim relawan Wahdah Peduli menyalurkan bantuan berupa bahan pokok ke Desa Togo Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Wilayah yang sulit untuk dijangkau tak menyurutkan semangat relawan yang beranggotakan kurang lebih 10 orang ini untuk menyalurkan bantuan langsung ke titik terdampak banjir Morowali Utara. 

“Sudah 4 hari mereka terendam banjir dan tidak ada akses kecuali menggunakan perahu untuk sampai di lokasi. Empat hari tidak ada bantuan yang masuk. Alhamdulillah kami dengan menyewa dua perahu akhirnya bantuan tersebut bisa kita salurkan,” kata Abu Umar Koordinator Team Assesment Wahdah Peduli Wilayah Sulawesi Tengah.

https://wp.me/paJg5M-3Il

Ayo #SahabatDermawan kita banttu warga yang terdampak bencana banjir Morowali Utara :

1. Donasi Online https://sedekahplus.com/campaign/83/berkah-peduli
2. Transfer langsung melalui Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan no.rekening 499 900 9005 an. LAZIS Wahdah Peduli Negeri, untuk amanah pencatatan harap menambakan nominal 570 setiap transfer contoh Rp 1.000.5700.
3. Informasi dan konfirmasi transfer melalui Call Center LAZIS Wahdah 085315900900

💌 LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #muslim#mudahsedekah #ayosedekah #tarbiyah #banjirmorowaliutara#morowaliutara #berkahpeduli #wahdahpeduli #sedekahplus

Fasilitas Minim, Relawan Tetap Distribusikan Bantuan Korban Banjir Konawe

Wahdahjakarta.com – Relawan Wahdah Peduli masih kesulitan membawa bantuan logistik dalam jumlah banyak. Hal ini dikarenakan ketinggian air satu meter lebih menutupi jalan-jalan. Perahu yang digunakan juga tidak terlalu besar. Dengan segala keterbatasan, relawan yang turun membawa bantuan menyasar beberapa rumah warga yang terisolir oleh bantuan.

Dari keterangan Koordinator relawan Wahdah Peduli Abu Salma, perahu yang membawa logistik hanya mampu membawa logistik dalam jumlah yang tak banyak. Meski begitu, sejak Sabtu (8/62/2019) lalu tim relawan telah mengirimkan bantuan ke beberapa desa terisolir.

Desa Teteona dan Desa Ambowiu Kec. Wonggeduku adalah dua Desa yang dikunjungi oleh relawan. Sebanyak 195 kk dan sekitar 700 jiwa menjadi korban. Tak hanya melumpuhkan aktivitas warga, banjir juga menyebabkan banyak warga yang mulai terserang berbagai macam penyakit seperti demam dan diare.

“Banyak ternak warga juga yang mati,” tambahnya

………………………………

Banjir Konawe Sulawesi Tenggara 2019

Sahabat, mari doakan agar saudara kita dapat melalui ujian ini dengan lapang. Mari sempurnakan amaliyah Ramadhan sebulan yang lalu dengan berbagi kepada sesama.

Jangan lupa untuk salurkan bantuan terbaikmu melalui:

Bank Syariah Mandiri (BSM) 499 900 9005
an. LAZIS Wahdah Peduli Negeri

Orang Paling Sabar

Memaafkan orang lain tak semudah kelihatannya. Kadang, tangan telah berjabat, bibir telah mengatakan “Aku sudah memaafkanmu,” tetapi bagaimana dengan hati kecil, apakah Anda telah memaafkan orang lain dengan tulus? Apakah Anda sudah merelakannya dan tidak akan mengungkit hal itu di kemudian hari?

Sekalipun sulit, memaafkan adalah hal yang mulia, memaafkan adalah kemampuan yang bisa dilakukan setiap orang, termasuk Anda. Pilihan terletak di tangan anda

Jika anda memilih kebahagiaan, memaafkan adalah sesuatu yang indah. Sebaliknya jika anda lebih suka mendendam, jiwa anda tidak akan damai dan senantiasa sesak seolah-olah ada yang menusuk di dada

Saat kamu mempunyai kesempatan untuk membalas. Sementara hati kecilmu berkata “Jangan” dan kamu memilih untuk bertahan, maka itu jauh lebih baik. Sebab api hanya akan padam saat ia bertemu dengan air

Sabarkan hatimu dan jangan pernah mau menuruti semua hawa nafsumu. Marah itu lumrah. Namun selagi masih bisa ditahan, memaafkan itu jauh lebih kuat. Karena setiap dari manusia tak akan pernah bisa terbebas dari kesalahan

……………………...
“Orang yang paling sabar
Diantara kamu ialah orang yang memaafkan kesalahan orang lain padahal ia berkuasa untuk membalasnya” (HR Baihaqy)

Banjir Konawe Isolasi 2 Kecamatan dan Rendam 109 Desa di 15 Kecamatan

Banjir Konawe Sulawesi Tenggara 2019

Wahdahjakarta.com -, Dampak banjir yang mengepung Kabupaten Konawe dan Konawe Utara Sulawesi Tenggara makin parah.

Dilansir dari kendaripos.co.id, Rabu (12/06/2019), data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe, dari 15 kecamatan terdampak banjir ada 109 desa/kelurahan terendam.

Dua kecamatan dilaporkan terisolasi, yakni kecamatan Asinua dan Latoma. Akses ke dua kecamatan tersebut hanya dapat dijangkau dengan transportasi udara.

Menurut Ketua BPBD Konawe Ameruddin, korban jiwa mencapai tiga orang meninggal dunia akibat tenggelam, 4.095 jiwa dan atau 1.365 kepala keluarga (KK) mengungsi. Sejauh ini ada 35 titik pengungsian.

Jumlah ini kata Ameruddin masih berpotensi meningkat. “Jumlahnya masih berpotensi bertambah, karena proses evakuasi masih terus berlangsung”, ungkap Ameruddin.

Selain itu banjir juga menggenangi 352 rumah. Korban saat ini membutuhkan bantuan makanan, pakaian, obat-obatan dan air bersih serta fasilitas pendukung operasional evakuasi seperti perahu karet, tenda, matras, sleeping bag, dan peralatan dapur.

(Sumber: Kendaripos.co.id)

 

Saat ini Tim Wahdah Peduli dan LAZIS Wahdah Sulawesi Tenggara sementara melakukan evakuasi dan penyaluran bantuan di beberapa titik banjir.

Ayo #SahabatDermawan kita bantu warga yang terdampak bencana banjir Sulawesi Tenggara :

  1. Donasi Online https://sedekahplus.com/campaign/94/peduli-banjir-bandang-sulawesi-tenggara
  2. Transfer langsung melalui Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan no.rekening 499 900 9005 an. LAZIS Wahdah Peduli Negeri, untuk amanah pencatatan harap menambakan nominal 570 setiap transfer contoh Rp 1.000.5700.
  3. Informasi dan konfirmasi transfer melalui Call Center LAZIS Wahdah 085315900900

💌 LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah#sedekah #zakat #muslim #mudahsedekah#ayosedekah #tarbiyah #ramadhan#ramadhanberkah #berkahpeduli #wahdahpeduli#sedekahplus

 

Relawan Wahdah Peduli dan BPBD Samarinda Evakuasi Korban Banjir Samarinda

(Samarinda) Wahdahjakarta.com – Tak hanya di Konawe, pasca lebaran musibah banjir terus melanda beberapa wilayah di negeri ini. Salah satunya adalah di Samarinda Kalimantan Timur. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Kalimantan Timur, menetapkan status tanggap darurat bencana ini menyusul musibah banjir yang melanda sejumlah daerah di Samarinda. Tak hanya merendam ribuan rumah warga, banjir juga memutus akses ke Bandar Udara (Bandara) Internasional APT Pranoto.

Adapun daerah-daerah yang diterjang banjir yakni Kota Samarinda, Samarinda Utara, Sempaja Utara dan Sempaja Timur. Sempaja Timur menjadi daerah yang paling parah dilanda banjir. Akses lalu lintas terputus, kendaraan banyak mogok, hingga warga yang jatuh sakit.

Banjir yang tak berkesudahan, tak terselesaikan solusinya, menjadi derita bagi warga Samarinda.

Tim Wahdah Peduli dan LAZIS Wahdah menurunkan relawannya membantu BPBD kota Samarinda mengevakuasi warga yang terjebak di rumah-rumah mereka. Evakuasi dilakukan dengan menggunakan perahu karet. Salah satu diantaranya adalah batita berusia 3 tahun dan beberapa anak-anak yang hingga malam hari masih belum tersentuh bantuan.

“Ada beberapa perahu BPBD yang kita pakai untuk mengevakuasi para korban. Hingga malam hari korban yang belum dipindahkan masih banyak,” kata Darwin, salah seorang relawan.

Menurutnya, korban dievakuasi ke rumah kerabatnya yang lebih aman. Beberapa diantaranya dipindahkan ke lokasi aman (pengungsian) yang telah disiapkan.

Meski melakukan evakuasi, hingga saat ini, masih ada warga yang memilih bertahan di rumah mereka. Bantuan yang tiba pun masih sangat minim. []

Ayo #SahabatDermawan kita banttu warga yang terdampak bencana banjir Samarinda :

  1. Donasi Online https://sedekahplus.com/campaign/83/berkah-peduli
  2. Transfer langsung melalui Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan no.rekening 499 900 9005 an. LAZIS Wahdah Peduli Negeri, untuk amanah pencatatan harap menambakan nominal 540 setiap transfer contoh Rp 1.000.540.
  3. Informasi dan konfirmasi transfer melalui Call Center LAZIS Wahdah 085315900900

 

💌 LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayak

Muslimah, Jangan Melempem Kayak Kerupuk

 

Perempuan pada dasarnya memang harus kemayu, yaitu lemah lembut dan cantik. Meski pada dasarnya perempuan harus lemah lembut, adem ayem, dan anggun, namun hatinya harus selalu terjaga kuat, tahan banting, tangguh, dan tidak boleh lemah

Apalagi bila dikaitkan dengan tanggung jawabnya, maka perempuan muslimah tidak boleh lemah, leyeh-leyeh, dan seadanya menjadi prinsipnya sebagai seorang muslimah

Jangan mau jadi muslimah kuper, ketinggalan zaman dan gapteknya ketulungan. Muslimah itu harus kuat, kayak pondasi rumah 🙂

Jadi muslimah itu harus tangguh dan harus pandai menjaga hati. Jika ingin menjadi wanita yang taat dan terjaga diri dan hatinya, maka bertemanlah dengan mereka yang selalu menjaga diri, hati dan selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaannya.

Jaga iffah dan izzahmu. Jika apa yang dilihat adalah seperti drama korea yang banyak melow, dan mendengarkan musik tentang cinta. Maka akan mempengaruhi cara berpikir. Kamu tidak akan maju, yang ada hanyalah baper tidak pada tempatnya

Lebih baik perbanyak membaca tilawah, mendengar kajian, ceramah dan hal yang bermanfaat lainnya. Agar wawasanmu bertambah dan keilmuanmu semakin membaik

Ingatlah, bahwa hati itu diibaratkan seperti wadah, jika tidak diisi dengan kebaikan maka keburukanlah yang mengisinya. Jika tidak diisi dengan kerinduan kepada Allah dan Rasul-Nya, kerinduan menyebut nama Allah, kerinduan membaca surat cinta Allah, maka hati itu akan diisi oleh kerinduan-kerinduan pada yang lain bahkan pada sesuatu yang belum halal baginya

Muslimah itu indah akhlaknya. Baik budi pakertinya. Dimuliakan di dalam Islam. Menyempurnakan sesuatu yang belum sempurna. Dan dari rahim-nyalah, generasi tiap kurun waktu akan lahir ke dunia. Maka siapkan dirimu. Jangan mudah melempem karena kita bukan kerupuk.

…………………..

Muslimah itu:

Saat lahir, Ia menjadi jalan surga bagi kedua orang tuanya;

Saat menikah, Ia menyempurnakan separuh agama suaminya;

Saat menjadi Ibu, surga berada di telapak kakinya

Artikel: Apotek Wahdah

Peduli Bencana Banjir Samarinda

(Samarinda) Wahdahjakarta.com -, Banjir yang melanda di Kota Samarinda, Kalimantan Timur semakin meluas. Hingga saat ini diperkirakan luasan banjir tersebut telah menggenangi tiga wilayah Kecamatan Samarinda Utara, Kecamatan Samarinda Ulu, dan Kecamatan Sungai Pinang dengan jumlah penduduk terdampak mencapai 20 ribu jiwa.

Warga terdampak saat ini sangat membutuhkan bantuan diantaranya berupa makanan siap saji, pakaian dan selimut serta pasokan air bersih dan obat-obatan, karena mereka sudah bertahan di lokasi banjir yang telah berlangsung sekitar lima hari ini.

Sebagian besar korban banjir Samarinda membutuhkan bantuan yang siap digunakan mengingat peralatan dan fasilitas untuk mengolah bantuan tidak tersedia di lokasi banjir.

Ayo #SahabatDermawan kita banttu warga yang terdampak bencana banjir Samarinda :

  1. Donasi Online https://sedekahplus.com/campaign/83/berkah-peduli
  2. Transfer langsung melalui Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan no.rekening 499 900 9005 an. LAZIS Wahdah Peduli Negeri, untuk amanah pencatatan harap menambakan nominal 540 setiap transfer contoh Rp 1.000.540.
  3. Informasi dan konfirmasi transfer melalui Call Center LAZIS Wahdah 085315900900

💌 LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah#sedekah #zakat #muslim #mudahsedekah#ayosedekah #tarbiyah #berkahpeduli#pedulibanjirsamarinda #banjirsamari