700 Muslimah Hadiri Daurah Muslimah Wahdah Sulteng

Muslimah Wahdah

Ratusan tamu yang hadir dalam daurah akbar Muslimah Wahdah yang diselenggarakan di Kab. Sigi, Ahad(2/12/2018)

(Sigi) wahdahjakarta.com, 700an muslimah memadati tenda darurat di halaman SD Islam Terpadu Qurrata A’yun desa Tinggede, Kecamatan Marowa, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah, Ahad (02/12/2018).

Para peserta hadir mengikuti kegiatan Daurah Muslimah yang digelar Muslimah Wahdah Sulteng dengan tema, “PASIGALA Bangkit, Bertauhid dengan Al-Qur’an.”

Program yang merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah

“Kegiatan Daurah Akbar ini merupakan satu di antara program pembinaan Muslimah Wahdah kepada ibu-ibu di tenda pengungsian kawasan Palu, Sigi, dan Donggala (PASIGALA) serta muslimah kota Palu yang tentu tidak terlepas dari wujud kepedulian Muslimah Wahdah terhadap musibah yang menimpa masyarakat PASIGALA khususnya ibu-ibu dan anak-anak.” ujar Uni, Ketua Muslimah Wahdah Daerah Palu

 Daurah Akbar ini juga merupakan ajang silaturahmi dan penguatan bagi masyarakat secara ruhiyah maupun jasadiyah setelah musibah yang menimpa wilayah Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.

Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut kurang lebih 737 muslimah. Sebagian besar merupakan ibu-ibu binaan Muslimah Wahdah Peduli di 36 titik posko pengungsian yang tersebar di PASIGALA.

“Antusias yang tinggi membuat suasana daurah semakin bersemangat. Perbedaan usia, profesi dan asal daerah dari masing-masing peserta tidak menyurutkan kesungguhan untuk menyimak tausiah dan menyemarakkan yel-yel khas kegiatan.” Jelasnya.

Dalam kegiatan yang didukung penuh oleh Lazis Wahdah dan pengurus Mulimah Wahdah Sulawesi Tengah ini, para peserta disuguhkan beberapa materi dan motivasi yang menguatkan hati untuk bangkit, kembali mengingat Allah subhanahu wata’ala serta bersiap menjadi pribadi tangguh dalam menjalankan fase kehidupan pasca gempa.

Terakhir di penghujung acara, panitia menyiapkan makan siang bersama dan pembagian bingkisan berupa jilbab, gamis, dan beberapa item lainnya kepada peserta sehingga membuat suasana kegiatan semakin bersemangat.

“Ucap syukur yang tak terhingga atas terlaksananya kegiatan tersebut dan ucapan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang ikut terlibat dalam kegiatan ini. Semoga Allah subhanahu wata’ala memudahkan segara urusan kita, memberkahi waktu, harta dan setiap jerih payah kita meniti jalan yang diridhoi-Nya.” tutup Uni.

Hadir di Reuni 212, Prabowo: Saya Patuh Untuk Tidak Berkampanye

Prabowo Subianto di reuni 212, Ahad (2/12/2018)

Prabowo Subianto di reuni 212, Ahad (2/12/2018)

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto turut menghadiri aksi reuni  212 yang digelar tadi pagi, Ahad(2/12/2018) di Monas.

Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan bahwa ia tak akan banyak bicara karena statusnya adalah sebagai salah satu kandidat calon presiden.

“Saya tidak akan panjang-panjang bicara, karena sebagaimana kalian ketahui saya sekarang telah mendapat tugas sebagai calon presiden.” ujarnya.

Prabowo juga menyatakan kepatuhannya terhadap aturan yang telah ditetapkan dalam acara tersebut dan berkomitmen untuk tidak berkampanye.

“Karena itu saya harus patuh dan mengikuti semua ketentuan. Saya tidak boleh bicara politik pada kesempatan ini, saya tidak boleh kampanye.” tegasnya.

Beliau menganggap undangan panitia sebagai sebuah kehormatan dan kebanggaan.

“Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih, saya diundang hari ini oleh panitia, ini kehormatan dan kebanggaan bagi saya”.

Mantan Danjen Kopasus ini juga mengaku bangga melihat jutaan rakyat Indonesia berkumpul dengan tertib.

“Saya bangga sebagai anak Indonesia, saya bangga sebagai Muslim, karena Islam mempersatukan dan bersatu akan membawa perdamaian”, ungkapnya. (Fry)

Terkait Reuni 212 Begini Curahan Hati Ustadz Fahmi Salim

Fahmi Salim Blue Print Kebangkitan Islam di Indonesia

Ustadz Fahmi Salim

Berikut ini adalah curahan hati ustadz Fahmi Salim terkait Aksi Reuni Alumni Mujahi 212 yang tengah berlangsung hari ini (Ahad, 2 Desember 2018).

Niat dan tekad sudah terpasang sejak semalam saat tiba di rumah dari perjalanan dakwah Milad Muhammadiyah ke 106 di Kota Jambi.

Baju dan perlengkapan sudah disiapkan untuk berangkat sebelum subuh ke Monas membaur bersama lautan massa umat Islam pagi ini 212 2018.

Namun apa daya, pukul 02.30 dini hari saat bangun mendapati kaki kanan saya bengkak antara tumit dan mata kaki sebelah kiri. Ya Allah sulit digerakkan dan sakit rasanya.

Sedih sekali akhirnya urung dapat hadir di Monas pagi ini.
Namun saya mengamati terus pantauan media sosial dan live streaming youtube dan sebagainya.

Luarr biasa…
Umat Islam Indonesia pantas memimpin kebangkitan dunia Islam..
Setelah perjuangan politik, lanjutkan perjuangan ekonomi pribumi yg berdaulat, kuatkan pilar-pilar iptek utk memajukan bangsa dan negara..
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar

Saya optimis kebangkitan Islam dr Indonesia bukan isapan jempol. Ini salah satu buktinya. Tinggal siapa tokoh2 ulama dan cendekiawan yg merawat dan mengarahkan kebangkitan Islam dr Indonesia ini? Kita memerlukan blue print spt buku2 yang ditulis oleh Syekh Yusuf Qardhawi hafizhahullah seputar ترشيد الصحوة الإسلامية yg menjadi rujukan aktifis2 Islam di timur tengah

Disini saya melihat peran para tokoh ulama MIUMI sangat penting untuk mengawal dan mengarahkan shohwah Islamiyah ini karena selain mumpuni dalam bidang keilmuan masing2 dan diakui integritas moral dan dakwahnya ditengah ummat, juga mewakili kemajemukan mazhab Sunni yang ada berkembang di tanah air. Ukhuwah Islamiyah harus menjadi asas dan lem perekat bagi lapisan-lapisan ummat yang sedang bangkit untuk menjaga Izzah dan Wihdatul Ummah nya.

Para ulama muda Indonesia dari seluruh nusantara harus segera berkumpul merapatkan barisan menyusun blue print kebangkitan Islam dr Indonesia ini. Kalau bukan MIUMI siapa lagi? Kalau bukan kita siapa lagi? Maukah kita singsingkan lengan baju, menyiapkan dasar pondasi kebangkitan Islam sebagai amal jariyah bagi anak cucu kita kelak? Sedekah ilmu nilainya lebih dahsyat dari ibadah shalat sunnah dan sedekah harta di jalan Allah.

Nashrun minallah wa fathun qorib, wa Basyyiril Mu’minin..

Pekojan, 2 Desember 2018 dari sudut ruangan rumah sambil menyantap sarapan pagi buatan permaisuriku

Akhukum fillah
Alfaqir Fahmi Salim

Di Reuni 212, Anies Baswedan Sampaikan Tanggung Jawab Menjaga Persatuan

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyampaikan pidato pada acara reuni 212, Ahad (2/12/2018)

(Jakarta) wahdahjakarta.com— Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan turut memberikan pidato pada kegiatanReuni 212. Dalam pidatonya, ia mengingatkan tanggung jawab menjaga persatuan.

“Yang unik dari Indonesia adalah di tempat ini hadir persatuan bagi seluruh rakyatnya. Kalau bicara keberagaman, banyak negeri lain lebih beragam dari kita, karena itu yang harus kita banggakan adalah persatuan,” ungkap mantan Mentri Pendidikan dan Kebudaayaan ini.

Ia menegaskan bahwa ummat Islam menjadi bagian yang menjaga persatuan di negeri ini.
“Persatuan adalah hasil ikhtiar, Insya Allah kita akan menjadi bagian yang menjaga persatuan di republik ini”, ujarnya.

Anis juga menyebutkan, beberapa janji kampanye yang telah ia penuhi. “Alhamdulillah perjalanan di Jakarta, satu demi satu janji kita tertunaikan.

“Yang dianggap tidak mungkin kita tunaikan satu persatu. Rumah DP (Down-payment) Nol Rupiah rupiah, menutup tempat maksiat,” ucapnya.

Menurut dia, program-program itu dilaksanakan melalui pendekatan regulasi dan politik serta tanpa kekerasan.
“Semua itu diselesaikan cukup dengan selembar kertas dan tanda tangan, jangan anggap remeh sbuah prose politik karena di situlah tanda tangan berfungsi”, tandasnya. (sym)

Tengku Zulkarnain : Generasi Muda Pikul Tanggung Jawab Menjaga NKRI

 Tengku Zulkarnaen Generasi Muda Pikul Tanggung Jawab Menjaga NKRI

Tengku Zulkarnaen : Generasi Muda Pikul Tanggung Jawab Menjaga NKRI

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Tengku Zulkarnain menyemangati para peserta reuni 212 khususnya para pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
‘Saudara-saudari sekalian khususnya generasi muda Negara Kesatuan Republik Indonesia di pundak kamulah terpikul tanggung jawab untuk menjaga NKRI tetap abadi sampai hari kiamat”,
Tapi lanjutnya bukan sembarangan NKRI. “Kita bukan mau NKRI yang pecah NKRI yang menghalalkan homoseksual”, ungkapnya.
Menurutnya NKRI yang dikehendaki adalah NKRI yang baldatul thayyibatun wa rabbun ghafur.
“Cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia merdeka adalah NKRI yang baldatun thoyyibatun wa robbun Ghofur”, ujarnya.
Ia menambahkan bahwa NKRI merdeka bukan hanya untuk membangun infrastruktur. “Kita mau merdeka bukan untuk bangun jembatan, bukan untuk bangun pelabuhan saja, bukan untuk bangun lapangan terbang saja”, ucapnya.
“Lebih dari itu kita mau merdeka supaya negara Indonesia menjadi negara yang baldatun thoyyibatun warabbun ghafur”. Imbuhnya.
“Negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”, tambahnya mengutip salah satu pasal UUD 45.
“Dasar negara kita adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, maka tidak boleh kebijaksanaan negara atau kebijaksanaan personal pribadi-pribadi yang melawan agama tidak boleh ada di bangun rumah pelacuran”, pungkasnya.
Reuni 212 digelar untuk mengenang aksi 212 yang digelar 2 Desember 2016 untuk menuntut keadilan atas penistaan terhadap ayat suci Al-Qur’an oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Ahok akhirnya diputuskan bersalah dengan vonis 2 tahun penjara oleh hakim atas kasus penodaan agama pada Mei 2017. Ahok kini ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. (sym)

Ketua MPR: Yakinlah, Bagi Umat Islam NKRI Harga Mati

Ketua MPR Zulkifli Hasan Yakinlah, Bagi Umat Islam NKRI Harga Mati

Ketua MPR Zulkifli Hasan :  Yakinlah, Bagi Umat Islam NKRI Harga Mati

(Jakarta) wahdahjakarta.com– Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Zulkifli Hasan mengajak alumni 212 untuk menjadi pelopor untuk Indonesia yang damai.
“Mari alumni 212 menjadi pelopor untuk indonesia yang damai.” Ajaknya saat menyampaikan orasi pada Reuni 212 yang digelar di lapangan Monas, Jakarta (2/12/2018).
Bang Zul, sapaan akrabnya mengimbau agar tidak khawatir dengan komitmen toleransi dan kesetiaan umat Islam pada NKRI.
“Tidak usah khawatir dengan umat Islam, umat Islam sudah khatam dengan toleransi”, ungkapnya.
Menurutnya Indonesia tak akan merdeka tanpa peran serta umat islam.
“Yakinlah umat Islam NKRI harga mati, Oleh karena Itu persatuan Indonesia merupakan harga mati bagi umat Islam”. Jelasnya.
Reuni 212 digelar untuk mengenang aksi 212 yang digelar 2 Desember 2016 untuk menuntut keadilan atas penistaan terhadap ayat suci Al-Qur’an oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Ahok akhirnya diputuskan bersalah dengan vonis 2 tahun penjara oleh hakim atas kasus penodaan agama pada Mei 2017. Ahok kini ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. (sym)

Live streaming Reuni Akbar Mujahid 212

Live Streaming Reuni Alumni 212

Live Streaming Reuni Alumni 212

WahdahJakarta.com – Tersebar di beberapa grup whatsapp link kanal youtube Front Tv yang menyiarkan live streaming Reuni Akbar Mujahid 212. Anda bisa melihat kondisi terkini di sekitar Monumen Nasional (Monas) melalui link video di bawah ini.

Update terus informasi Reuni Akbar 212 dari Silang Monas Jakarta di media online www.wahdahjakarta.com.

Integrasi Keislaman dan Kebangsaan, UZR: Islam Sudah Lengkap dengan Nilai Kebangsaan

Ustadz Zaitun Islam Sudah Lengkap dengan Nilai Kebangsaan

Wakil Ketua MIUMI Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin di acara Tabligh Akbar “Arah Perjuangan Umat, Integrasi Keislaman dan Kebangsaan” di Masjid Al-Azhar

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menggelar Tabligh Akbar “Arah Perjuangan Umat, Integrasi Keislaman dan Kebangsaan” di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (1/12/2018) malam.
Wakil Ketua MIUMI Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menyatakan, ajaran Islam lengkap dan sarat dengan nilai-nilai kebangsaan.
“Sebetulnya ajaran Islam itu sendiri sudah lengkap termasuk pesan kebangsaan.” Terangnya UZR, sapaan akrabnya yang juga Ketua Umum Wahdah Islamiyah.
UZR menjelaskan, walaupun umat Islam adalah mayoritas di Indonesia, namun muslim Indonesia tetap menjaga persatuan dengan komponen bangsa lainnya.
“Walaupun sebagian besar kita adalah muslim dan sebagian lain adalah non muslim, sejak sebelum kemerdekaan umat islam ini tidak menafikan keberadaan non Muslim sejak dahulu,” ujar Ketua Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara tersebut.
“Karena itu, tidak usah mengajari kita tentang toleransi.” Tegasnya.
Ia mengatakan, jika umat Islam tidak tahu toleransi, maka umat islam tidak akan mau tinggal bersama non muslim.
“Kalau kita tidak tahu toleransi apakah kita mau sama-sama dengan non muslim? Tentu tidak.” Ungkap Wasekjen MUI Pusat ini.
Tetapi Kita adalah guru, pelopor toleransi sejak pagi turunnya Islam. Bahkan lebih hebat lagi, kita berbuat baik kepada non muslim, apalagi bertetangga.” pungkasnya. [fry/sym]

Aksi menggugah dari kaum Muslimin Indonesia

Aksi menggugah dari kaum Muslimin Indonesia

Salah Seorang Relawan Membagikan Makan Kepada Peserta Reuni 212

Jakarta, WahdahJakarta.com – Pagi ini Ahad (2/12/2018) sama seperti dua tahun sebelumnya kaum Muslimin Indonesia menggelar Reuni Akbar Alumni 212 yang menggugah Ukhuwah Islamiyah bagi seluruh kaum Muslimin di Indonesia.

Bagi peserta Reuni Akbar Alumni 212 yang ada di sekitaran Monumen Nasional (Monas) DKI Jakarta, Ahad (2/12/2018), hari ini, Anda tak perlu khawatir kelaparan, sebab sejumlah relawan telah menyiapkan posko yang khusus menyedikan makanan dan snack gratis.

Posko itu tersebar di dalam dan di luar lokasi acara yang siap meladeni jamaah tanpa membutuhkan persyaratan apapun. Semuanya dilakukan ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Seperti Subuh tadi, para relawan bagi-bagi sarapan gratis itu telah bereaksi, menghadang dan menawarkan makanan kepada setiap peserta yang lewat. Nampak beberapa orang ibu-ibu mengenakan topi bertuliskan kalimat relawan logistik membagi-bagikan sarapan  gratis kepada para peserta reuni alumni 212.

Beberapa hari sebelumnya, para peserta telah diimbau untuk mempersiapkan sejumlah keperluan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan saat pelaksanaan reuni berlangsung, di antaranya imbauan untuk membawa satu jas hujan dikarenakan cuaca sering hujan, kemudian kantong plastik untuk menyimpan telepon seluler, dompet dan barang-barang yang lainnya, serta makanan ringan plus sebotol air mineral, dan perlengkapan shalat.

[pilarindonesia.com/wahdahjakarta.com]

Peserta Aksi Reuni 212 Mulai Bergerak Menuju Monas

Peserta Aksi Reuni 212 Mulai Bergerak Menuju Monas

Peserta Aksi Reuni 212 di depan kementrian perdagangan, antara stasiun gambir dan tugu tani mulai bergerak menuju Monas

Jakarta, WahdahJakarta.com – Para peserta Reuni Akbar Alumni 212 pagi ini berbondong-bondong bergerak menuju Monumen Nasional (Monas) DKI Jakarta, Ahad (2/12/2018). Bahkan ada beberapa peserta yang sudah bermalam di sekitaran Monas dari hari kemarin.

Nampak di sepanjang jalanan di depan kantor Kementrian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag-RI) di antara stasiun Gambir sampai Tugi Tani dipenuhi oleh peserta Reuni Akbar Alumni 212 yang berjalan kaki sembari membawa bendera hitam Al-Liwa dan Ar-Rayah.

Tidak hanya kaum lelaki saja  turut serta pula ibu-ibu dan anak-anak tumpah ruah dalam gelaran acara Reuni Akbar Alumni 212 yang kedua ini. Nampak wajah-wajah penuh semangat sambil melantunkan kalimat Tauhid dari lisan-lisan mereka.

Sementara itu di beberapa titik di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta juga telah berdiri beberapa posko logistik yang siap membagikan paket konsumsi kepada para peserta. Salah satu di antaranya yakni posko logistik Lazis Wahdah Jakarta yang berada di ring 4 dekat Patung Kuda dan mulai beroperasi sejak pukul 21.30 kemarin malam.

“Insya Allah Lazis Wahdah akan memberikan layanan pijat refleksi untuk peserta reuni 212 yang mungkin kelelahan atau pegal-pegal”, ujar Kepala Cabang Lazis Wahdah Jakarta,  Yudi Wahyudi

[aha]