Dinilai Politis Dubes Iran Didemo Soal “Internasionalisasi” Haramain

Demo Tolak “Internasionalisasi” Haramain

Demo Tolak “Internasionalisasi” Haramain

Jakarta – Setidaknya sekitar 200 orang mendemo Kedubes Iran di Jl. HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta, Senin (19/2). Hal ini dipicu mencuatnya ide internasionalisasi 2 Kota Suci (Haramain) yang ditengarai atas inisiatif Iran. Sebagaimana isu yang telah lama muncul beberapa dekade yang lalu dan diangkat kembali awal Februari ini.

Aliansi Pecinta Haramain bersama Gerakan Pemuda Ka’bah, HMI Jakarta, Forum Syuhada Indonesia (FSI), Garda 212 dan beberapa lembaga Islam lain dari Bogor dan Jakarta membanjiri Kedubes Iran.

H. Daud Poliraja, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta, mengatakan usulan Iran ini sangat mengandung nuansa politis. Jika tidak ditolak maka akan mengakibatkan kekisruhan.

“Umat akan bingung, karena jika dilakukan internasionalisasi nanti haji bisa berbeda sesuai mazhab masing-masing, termasuk Syiah” kata Daud.

Aliansi Pecinta Haramain memandang bahwa pengelolaan 2 Kota Suci selama ini telah dilakukan oleh Saudi Arabia dengan cukup baik. Gagasan internasionalisasi hanya akan menimbulkan kegaduhan dan kekisruhan baru.

“Rencana internasionalisasi haji dan urusan dua tanah suci Mekah dan Madinah bisa memicu masalah besar dan persengketaan yang berbahaya,” tegas KH Hasri Harahap dalam orasinya.

Dalam spanduk-spanduknya, Aliansi Pecinta Haramain juga menyebut bahwa ide internasionalisasi hanya akan menyulut sengketa lintas negara. (mib)

BAZNAS Gandeng LAZ dalam Penyaluran Zakat

BAZNAS Gandeng Lazis Wahdah dalam Penyaluran Zakat

BAZNAS Gandeng Lazis Wahdah dalam Penyaluran Zakat

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggandeng lembaga amil zakat (LAZ) dalam menyalurkan dana zakat. Hal itu dikemukakan Ketua BAZNAS  Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA, dalam simbolis penyerahan Kerja Sama Penyaluran Zakat BAZNAS melalui LAZ berbasis organisasi kemasyarakat (ormas) Islam.

Dalam kerja sama pendistribusian tersebut, BAZNAS mengalokasikan sekitar Rp 5 miliar. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan MUI, Lazis Muhammadiyah, Lazis Nahdlatul Ulama dan LAZ dari berbagai ormas seperti LAZ Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Baitul Maal Hidayatullah, LAZ Persis (Pusat Zakat Umat) dan Ormas Wahdah Islamiyah kepada Baznas atas wacana BAZNAS melayani masyarakat Indonesia termasuk aparatur sipil negara (ASN) untuk menunaikan zakat,” ujar Bambang Sudibyo  di Kantor MUI  Jl. Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2018).

Hadir Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)  KH. Ma’ruf Amin, Wakil Ketua BAZNAS  Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama yang juga anggota BAZNAS  Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, dan Deputi BAZNAS  M. Arifin Purwakananta, anggota BAZNAS drh. Emmy Hamidiyah, M.Si, KH. Masdar F. Mas’udi, Prof. Dr. Mundzier Suparta, Ir. Nana Mintarti, MP, dan Prof. Dr. A. Satori Ismail.

Juga tampak para pengurus LAZ ormas, seperti Lazis Muhammadiyah, Lazis NU, Lazis Dewan Dakwah (DDII), Lazis Pusat Zakat Umat Persatuan Islam (Persis), Lazis Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan LAZIS Wahdah.

Sebagaimana amanat Pasal 5 Ayat 1 UU Zakat No 23 Tahun 2011 yakni, untuk melaksanakan pengelolaan zakat, pemerintah membentuk BAZNAS. Kemudian, Pasal 6 UU Zakat menegaskan, Baznas merupakan lembaga yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat secara nasional. Pasal 17, berbunyi, “Untuk membantu BAZNAS dalam pelaksanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat, masyarakat dapat membentuk LAZ.”

Dalam pendistribusian dana zakat, infak dan sedekah (ZIS), BAZNAS melakukan berbagai saluran yakni melalui BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota, lembaga program, ormas, yayasan dan lembaga yang menangani mustahik, baik langsung kepada mustahik maupun melalui kerja sama bidang bidang tertentu dalam membantu mustahik.

Pada hari ini adalah simbolisasi pendistribusian zakat BAZNAS melalui LAZ. Dukungan ormas-ormas besar dalam pendistribusian zakat BAZNAS akan membantu penyaluran yang transparan, merata dan akuntabel di mata masyarakat.

Pendistribusian melalui LAZ akan menyasar bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Seluruh pendistribusian disalurkan kepada asnaf zakat dan dipertanggungjawabkan. BAZNAS juga akan mendorong capacity building LAZ dalam mendistribusikan zakat.

BAZNAS menerapkan pengawasan rangkap dalam pendistribusian berupa monitor dan evaluasi oleh tim independen, audit internal, audit kantor akuntan publik (KAP), audit syariah. Juga penerapan manajemen ISO untuk memastikan pendistribusian sesuai dengan syariat zakat yang berupa Fatwa MUI, pandangan syariah anggota bidang syariah BAZNAS dan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak menyimpang dari asnaf zakat yang telah jelas aturannya.

BAZNAS akan mengembangkan berbagai kemitraan pendistribusian zakat lainnya untuk melayani seluas mungkin kepentingan umat, termasuk mendukung berbagai program MUI. Penguatan pemberdayaan dibarengi dengan penguatan dakwah akan mendorong keberkahan dan kemakmuran Indonesia.

Dalam pengumpulan zakat maupun pendistribusian, BAZNAS akan terus dipandu oleh syariat Islam, Fatwa MUI, tuntunan ulama dan perundangan yang berlaku secara efektif dan efisien dan cermat serta berhati-hati.

Ini agar wacana pengembangan zakat Indonesia dapat berjalan dengan keberkahan, yakni sebanyak mungkin masyarakat Indonesia dapat berzakat dengan mudah, aman dan modern dan pendistribusian dana zakat umat yang sesuai syariah, amanah, transparan dan akuntabel. BAZNAS mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk media dalam kegiatan ini.*

TENTANG BAZNAS

Adalah badan pengelola zakat yang dibentuk pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 8/2001. BAZNAS bertugas menghimpun dan menyalurkan dana zakat infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) pada tingkat nasional. Kelahiran UU No. 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, mengukuhkan peran BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat nasional. BAZNAS sudah berdiri di 509 daerah (tingkat provinsi dan kabupaten/kota).

Gelar Tabligh Akbar, GNPF Ulama Bogor Raya Ajak Umat Jaga Ulama

Tabligh Akbar GNPF Ulama Jaga Ulama Tolak LGBT dan Valentine

Tabligh Akbar GNPF Ulama Jaga Ulama Tolak LGBT dan Valentine

Bogor- Gerakan Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) Bogor Raya menggelar Tabligh Akbar mengajak umat Islam bersatu menjaga ulama, menolak LGBT dan hari Valentine.

Dalam acara yang digelar di Masjid Raya Al Muttaqin itu, Ketua GNPF Ulama Bogor Raya Ustaz Iyus Khaerunnas mengatakan pihaknya akan terus menguatkan barisan dalam menyikapi berbagai persoalan umat.

“Karena itu, seluruh komponen harus bersama-sama bergandengan tangan berjuang menjaga agama dan masyarakat dari hal-hal yang merusak,” katanya, Ahad (11/2/2018).

Sementara itu, dalam ceramahnya, ketua umum Forum Jurnalis Muslim (Forjim) Dudy Sya’bani Takdir mengungkapkan beberapa data soal pertumbuhan LGBT di Bogor dan kota sekitarnya.

“Data dari Dinas Kesehatan Bogor, ada 1.330 pria yang homoseksual. Itu belum termasuk yang lesbian. Jadi kita ini sudah ada di zona merah LGBT,” kata dia.

Untuk itu, Dudy mengajak masyarakat agar senantiasa waspada dan menjaga anak-anak dari incaran predator seksual.

Lebih lanjut, dia juga mengajak umat kembali membaca media Islam. Karena Media Islam lah yang selama ini mengawal dan melakukan pembelaan terhadap ulama dan agenda umat Islam.

“Kalau serius ingin berjuang menjaga ulama dan menghapuskan LGBT, mari kembali ke media Islam. Karena rasanya hanya di media Islam lah ada berita-berita pembelaan terhadap ulama. Mari hijrah dan bersama membesarkan media Islam,” ajaknya.

Senada dengan ajakan itu, Habib Mahdi Assegaf juga menegaskan agar umat Islam tidak lagi malu mensyiarkan ajaran dan agenda-agenda keislaman.

“Sudah saatnya kita mendzaharkan syiar-syiar Islam, jangan ngumpet-ngumpet lagi. Bikin acara yang besar sekalian biar orang tahu kekuatan umat Islam,” tegasnya.

Habib Mahdi juga menekankan pentingnya persatuan umat untuk kembali meraih kejayaan Islam dan menjaga NKRI.

“Tinggalkan itu perbedaan furuiyyah (cabang), udah gak zaman berdebat karena perbedaan pendapat. Ahlussunnah wal jamaah harus bersatu menjaga agama dan negeri yang kita cintai ini,” katanya.

Acara yang bertemakan “Umat Bersatu, Jaga Ulama, Hadang LGBT dan Jauhi Valentine Day” itu dihadiri banyak Ulama dan tokoh masyarakat, antara lain Habib Mahdi bin Hamzah Assegaf (Pimpinan Majelis Syababul Khair), KH Roudl Bahar (Pembina GNPF Ulama), Ustaz Asep Syaripudin (Ketua API Jabar), Ustaz Iyus Khaerunnas (Ketua GNPF Ulama Bogor), Ustaz Abdul Halim (Ketua DDII Kota Bogor), Ustaz Wilyudin Dhani (Komunitas Pecinta Rukyah), Ustaz Iwan Januar (Pemerhati Keluarga Muslim), Ustaz Burhan (FPI Bogor), Ustaz Hasri Harahap (Ketua FUI Bogor), Ustaz Deni Rahmat (HASMI Bogor), Dudy Sya’bani Takdir (Ketua Forjim), Ustaz Amirudin Abu Fikri (Khairu Ummah) dan lainnya. []

Ustadz Zaitun: Cinta NKRI Itu Fitrah

Ustadz Zaitun Cinta NKRI

Ustadz Zaitun Cinta NKRI

Gorontalo – Wahdah Islamiyah Gorontalo menelenggarakan tabligh akbar dengan tema Merawat NKRI dalam Bingkai Ukhuwah dan Persatuan. Bertempat di Masjid Kampus Univeritas Negeri Gorontalo Sabilurrasyad pada hari Ahad, 11/02/2018.

Hadir dalam acara ini Ketua MUI gorontalo Ust. Abdurrahman Bahmid, Lc, Alumni Al Azhar yang juga anggota DPD RI ini menyebut tabligh akbar ini sangat penting sebagai penguatan.

“Umat Islam harus kuat, baik secara pribadi, organisasi, maupun dalam skala ummat. Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah”, terangnya.

“Mashdarul quwwah (sumber kekuatan) adalah kuatnya aqidah dan hubungan dengan Allah. Setelah itu, persatuan ummat”, imbuhnya.

Selanjutnya Ust. Zaitun Ketua Umum Wahdah Islamiyah yang juga Wasekjen MUI menjelaskan pentingnya cinta NKRI dan pentingnya persatuan.

“NKRI adalah anugerah dari Allah yang harus dijaga dan dirawat”, kata beliau.

Menurut Ketua Ikatan Ulama’ dan Da’i Asia Tenggara ini, nasionalisme (cinta negeri) adalah sesuatu yag thabi’i (sesuai dengan sifat bawaan manusia/fitrah). Asalkan tetap dalam batas yang tidak melanggar syari’at.

“Cinta kepada negeri adalah sesuatu yang thabi’i. Sebagaimana dahulu Rasulullah mengungkapkan kecintaan beliau kepada kota Makkah saat berhijrah”, terangnya.

“Umat islam mayoritas di negeri ini harus mengetahui konsep islam tentang nasionalisme. Kalau tidak, akan dimanfaatkan oleh orang lain dari kalangan sekuler menjauhkan ummat islam dari hak-haknya,” lanjut ustad yang juga wakil ketua GNPF ulama ini.

Batasan yang beliau maksudkan adalah kecintaan yang tidak melebihi cinta Allah, Rasul-Nya, dan agama Islam, serta tidak merendahkan bangsa lain.

“Cinta pada negeri ini disyariatkan asal tidak melebihi cinta kita kepada Allah, RasulNya dan ajaran Islam itu sendiri. Nasionalisme yang dilarang Islam adalah menjadikan seseorang membenci atau merendahkan bangsa lain”, tegas beliau.

Beliau menambahkan bahwa wujud cinta negeri adalah dengan membela, membangun, merawat, mencintai, dan memajukan NKRI.

Termasuk bentuk merawat NKRI menurut beliau adalah dengan tetap menghidupkan budaya saling menasehati, Amar ma’ruf nahi mungkar.

“Menjaga persatuan bukan berarti menghilangkan identitas-identitas yang ada pada suku atau agama tertentu. Umat Islam siap bersatu dalam perbedaan demi terjaganya NKRI”, pungkas beliau. [ibw]

Wahdah Peduli Siaga Banjir di Pejaten Timur Jakarta Selatan

Wahdah Peduli Siaga Banjir

Dokumentasi Wahdah Peduli Bantu Banjir di Pejaten Timur Jakarta Selatan

Wahdah Peduli Siaga Banjir di Pejaten Timur Jakarta Selatan

Jakarta – Banjir Jakarta tahun ini (2018) dianggap lebih besar dibanding tahun lalu (2017). Bahkan pada beberapa titik dianggap menyamai banjir tahun 2007 yang hampir menenggelamkan Jakarta, khususnya untuk wilayah di seputaran Ciliwung. Diantara daerah yang dilalui aliran sungai Ciliwung yaitu Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jaksel.

Pada Selasa, 6 Februari 2018 Tim Wahdah Peduli yang disupport penuh oleh LAZIS Wahdah Jakarta alhamdulillah berkesempatan melakukan penyaluran bantuan mendasar berupa sembako (telor 30 kg, mie instan 20 dus, dan beras 50 kg) di RT 005 RW 005 di Pejaten Timur, Jakarta Selatan.

Bantuan diterima langsung oleh Kesra Kelurahan Pejaten Timur beserta Sekel (Sekertaris Kelurahan). Tim Wahdah Peduli daerah Jakarta Selatan yang dipimpin Ustadz Anas Syukur dan LAZIS Wahdah Jakarta yang diketuai Ustadz Yudi berkesempatan bertemu dengan Bapak dan Ibu Camat untuk menyampaikan rasa bela sungkawa atas musibah yang terjadi dan berdiskusi terkait peta bencana di Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Pantauan terakhir kami di lapangan, kebutuhan bantuan berupa pampers, pakaian pantas pakai, peralatan dapur dan tenaga untuk membersihkan lumpur yang belum terpenuhi”, papar Ibu Camat.

Menurut Sekertaris Kelurahan Pejaten Timur, Bapak Akhmad, dikatakan bahwa ada beberapa RW yang terendam Banjir, dan paling parah di RW 7 dan 8. “Data-data masih terus diupdate”, kata beliau.

Jelang sore hari Tim Wahdah Peduli dan LAZIS Wahdah Jakarta melakukan survei ke RT 01 dan RT 16, RW 07 Pejaten Timur. Tim yang sempat bertemu dan berdiskusi dengan Ketua RT 16 dan RT 01 ini kemudian mendapatkan data-data sebagai berikut :

1) Belum adanya bantuan sama sekali ke RT tersebut, baik dari pemerintah maupun lembaga sosial
2) Belum ada dapur umum
3) Sekitar 500 rumah warga terendam banjir, bahkan puluhan rumah lainnya hampir tenggelam dan rusak berat.
4) Kebutuhan mendasar :
– Sembako
– Pakaian pantas pakai
– Perkakas dapur dan rumah
– Tenaga bantuan untuk membersihkan lumpur
– Perbaikan puluhan rumah yang rusak berat.

Pertemuan yang juga didampingi Pegawai Bagian Kesra Kelurahan Pejaten Timur ini berakhir menjelang maghrib, dengan kesepakatan akan membuat dapur umum. Insya Allah.

Bagi anda yang ingin berdonasi meringankan beban warga Jakarta dapat menyalurkan bantuannya melalui rekening Bank Syariah Mandiri (451) 499 900 900 5 an LAZIS Wahdah Peduli Negeri. Kode transfer 700. Contoh Rp 50.700,-. Informasi dan Konfirmasi Bantuan 08119787900 (call/wa/sms). (rd/yd).

Saat Si Kecil Hadir ke Dunia

Saat Si Kecil Lahir ke Dunia

Ilustrasi : Si Kecil Lahir ke Dunia

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Luqman: 34)

Hal-hal ghaib, hanya diketahui oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, termasuk diantaranya apa yang ada di dalam rahim. Mengenai janin dalam rahim, ada beberapa hal yanga hanya diketahui oleh Allah. Antara lain, berapa lama janin akan berada dalam rahim ibu? Bagaimana kehidupan janin tersebut setelah lahir ke dunia? Akan seperti apakah amaliyah hidupnya? Bagaimana rizqinya? Apakah dia bahagia atau sengsara?Dan juga, apa jenis kelamin dari janin tersebut sebelum terbentuk?

Adapun setelah janin diciptakan, maka jenis kelamin yang dimiliki oleh janin itu bukan lagi bagian dari ilmu ghaib, karena dapat diketahui dengan panca indra dengan alat deteksi yang akurat. Deteksi ini dibolehkan dan tidak berarti ‘mendahului’ ketentuan Allah, akan tetapi hanya mengetahui apa yang telah Allah ciptakan. Adapun sebelum semuanya diciptakan oleh Allah, maka hal tersebut merupakan hal ghaib, dimana hanya Allah saja yang mengetahuinya.

Yang terpenting, apapun jenis kelaminnya, hendaklah kita tetap ridha atas anugerah-Nya. Bukan hak kita untuk menentukannya. Jika jenis kelamin anak yang kita lahirkan tidak sesuai dengan harapan kita, maka tetaplah bersyukur, karena banyak orang yang tidak Allah berikan keturunan.

Lalu, hal-hal apa saja yang harus kita lakukan saat si kecil hadir dalam kehidupan kita?

  1. Mohon perlindungan untuk si kecil
    Mohonlah perlindungan agar syaithan tidak menggoda anak kita. Sorang bayi yang lemah tak berdaya, dia belum bisa memohon perlindungan untuk dirinya sendiri kepada Allah Maka kitalah sebagai orangtua yang harus memintakan perlindungan kepada pencipta-Nya. Istri ‘Imran saat melahirkan Maryam beliau berdoa:

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَىٰ ۖ وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Artinya: “Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk”.” (QS Al ‘Imran: 36)

  1. Hukum Adzan dan Iqomat di telinga bayi

Adapun membaca adzan dan iqomat di telinga bayi, sebaiknya ditinggalkan karena diperselisihkan oleh para ulama. Hendaklah kita merasa cukup dengan mengamalkan bimbingan Al Qur’an dan sunnah nabi yang shahih, yang tidak diperselisihkan oleh para ulama.

  1. Mentahnik bayi dan mendoakan keberkahan baginya

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha ia berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ.

Artinya: “Sesungungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah didatangkan kepadanya bayi-bayi, maka beliau mendoakan keberkahan dan mentahnik mereka” (HR.Muslim no.2147)
Tahnik ialah mengunyah kurma kemudian meletakkannya ke mulut bayi lalu menggosok-gosokkan ke langit-langit mulut bayi.
Hanya saja, berhati-hatilah terhadap orang yang tidak kita ketahui keshalihannya. Jangan sampai orang yang merokok melakukan tahnik bagi anak kita, karena bisa saja di mulut dan ludahnya terdapat racun yang berbahaya bagi bayi.

  1. Aqiqah

Aqiqah ialah menyembelih kambing di hari ketujuh, atau ke empat belas,atau ke duapuluh satu setelah kelahiran bayi.
Untuk bayi laki-laki 2 ekor kambing, sedangkan untuk anak perempuan cukup satu ekor kambing.
Di hari ketujuh ini selain ‘aqiqah, disunnahkan pula mencukur rambut, menamai (jika belum ada), dan mengkhitannya.

Setiap yang disyariatkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah bermanfaat dan tidak selayaknya ditinggalkan.
Wallaahu a’lam.

[Tri Afrianti]

Sumber: Tuntunan Praktis dan Padat Bagi Ibu Hamil dari “A” sampai “Z” Menurut Al Qur’an dan As Sunnah yang Shahih

Kebutuhan Atau Keinginan?

Kebutuhan atau Keinginan

Kebutuhan atau Keinginan

Kebutuhan Atau Keinginan?

Suatu hari penduduk Hims mengadukan beberapa permasalahan gubernur mereka, Said bin Amir kepada khalifah Umar bin Khaththab. Mereka adukan 4 hal: pertama, beliau tidak pernah menemui mereka hingga siang hari. Kedua, beliau tidak menerima tamu di malam hari. Ketiga, ada satu hari dalam sebulan dimana beliau tidak menemui atau menerima tamu sama sekali. Dan yang keempat, beliau terkadang pingsan tiba-tiba.

Setelah permasalahan tersebut ditanyakan Amiirul Mu’minin kepada sang gubernur, beliau menjawab, “Demi Allah, aku malu mengatakan ini. Aku tidak mempunyai pembantu, di pagi hari aku mengaduk kue untuk keluargaku, setelah siang baru menemui masyarakat. Sedangkan malam hari aku ingin memberikan waktuku hanya untuk Allah. Aku tidak bisa menerima tamu pada salah satu hari dalam sebulan karena aku harus mencuci satu-satunya baju yang sedang aku pakai ini dan menunggunya hingga kering, baru bisa keluar rumah. Dan aku sering pingsan karena takut dengan do’a sahabatku Khabab bin Adi tatkala ia dibunuh.”

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah ini, betapa Sa’id bin Amir sang gubernur Hims sangat berhati-hati dengan harta. Beliau bisa saja mengambil haknya, yaitu harta sebagai gubernur namun beliau lebih memilih untuk menghindari dunia.

Berbeda sekali dengan orang-orang zaman sekarang yang justru berlomba-lomba memperbanyak harta, memperbanyak koleksi perhiasan dunia. Seringkali orang merasa gembira dengan segala tumpukan hartanya, dan merasa sempit dada ketika melihat barang lain lagi yang belum bisa terbeli.

Apakah haram memperbanyak harta? Tentu saja tidak, jika semua diniatkan untuk dibelanjakan fii sabiilillah. Jika semua harta yang dimiliki, ditujukan untuk ketaatan kepada Allah. Yang jadi masalah adalah saat barang-barang yang kita miliki hanya sekedar untuk koleksi saja. Padahal kelak semua harta yang kita miliki akan dihisab oleh Allah subhanahu wata’ala.

Berhati-hati dalam membelanjakan harta dan tidak berlebih-lebihan tentulah lebih diutamakan bagi seorang mukmin. Hidup adalah sekedar apa yang bisa dirasakan oleh panca indra. Hidup adalah sarana sekaligus perjalanan untuk menjemput kehidupan di akherat. Layaknya sebuah perjalanan, tentulah banyak tantangan dan cobaan yang dihadapi. Tantangan dan cobaan itu, bukan hanya menghindari perkara-perkara yang terang haramnya, namun juga perkara-perkara mubah yang berlebih-lebihan. Perkara mubah yang tidak dimanage dengan baik, akan melupakan kita dari tujuan hidup.

Sekali lagi, coba tengok berapa koleksi barang-barang di rumah kita, yang bahkan barang-barang tersebut sudah tidak kita pakai. Apa jawaban kita kelak saat ditanya di akherat?

Saat masuk ke tempat perbelanjaan, coba kita bertanya pada hati kita saat akan membeli, apakah benar-benar membutuhkan ataukah hanya sekedar keinginang saja? Semua akan ditanya di akhirat kelak. Semua akan dimintai pertanggungjawaban.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana ia mengamalkannya, tentang hartanya, darimana ia memperolehnya dan kemana dibelanjakannya, serta tubuhnya untuk apa digunakannya.” (HR at Tirmidzi no.2417 dishahihkan oleh At Tirmidzi dan Al Albani dalam Ash Shahihah no.946).

Idealnya, seorang mukmin hatinya senantiasa terikat pada akhirat dan surga. Karena segala kenikmatan yang ada di dunia ini tidak lebih baik dan kekal daripada kenikmatan di akherat.

Tentu saja ini membutuhkan tekad yang kuat dan pembiasaan. Mari kita belajar dari pada generasi salafush shalih, karena merekalah generasi yang telah menimba dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.

[Tri Afrianti]

Wahdah Imbau Sholat Gerhana Bulan 31 Januari 2018

Wahdah Islamiyah Imbau Sholat Gerhana Bulan Januari 2018

Wahdah Islamiyah Imbau Sholat Gerhana Bulan Januari 2018

🌗 Imbauan Tentang Pelaksanaan Shalat Gerhana Bulan 🌗
IMBAUAN
Nomor : K.013/IL/DSA-WI/V/1439
Tentang: Pelaksanaan Shalat Gerhana Bulan

Dewan Syariah Wahdah Islamiyah, berdasarkan:
🌸 1. Firman Allah Subhanahu Wata’ala di dalam QS. Fushshilat: 37
وَمِنْ آياتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepda matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepadanya.”

🌸 2. Hadits Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Mas’ud Al Anshari -radhiyallahu ‘anhu-:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ، يُخَوِّفُ اللهُ بِهِمَا عِبَادَهُ، وَإِنَّهُمَا لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ مِنَ النَّاسِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَصَلُّوا، وَادْعُوا اللهَ حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ

“Sesungguhnya matahari dan bulan dua diantara tanda-tanda (kebesaran) Allah, Allah mempertakuti para hamba-Nya dengan dua tanda tersebut, matahari dan bulan mengalami gerhana bukan karena ada seseorang yang meninggal dunia maka jika engkau melihat kejadian gerhana shalatlah dan berdoalah kepada Allah hingga gerhana sirna dari kalian”

🌸 3. Surat Kementrian Agama R.I. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarat Islam tertanggal 29 Rabiul Akhir 1439 H/ 17 Januari 2018 M perihal seruan pelaksanaan shalat Gerhana Bulan (shalat Khusuf).

🌸 4. Hasil musyawarah Pengurus Harian Dewan Syariah Wahdah Islamiyah Indonesia pada hari Rabu, 29 Rabiul Akhir1439 H/ 18 Januari 2018 M, terkait informasi akan terjadinya Gerhana Bulan Total di hampir seluruh kawasan Indonesia pada hari Rabu 14 Jumadal Ula 1439 H/31 Januari 2018 M.

Maka atas pertimbangan keempat point di atas Dewan Syariah Wahdah Islamiyah mengimbau kepada seluruh anggota Wahdah Islamiyah di seluruh wilayah dan daerah serta kaum muslimin secara umum untuk memperhatikan hal-hal berikut:
🍃 1. Shalat Gerhana hukumnya sunnah muakkadah menurut kebanyakan ulama.

🍃 2. Shalat Gerhana hanya dilaksanakan jika gerhana terlihat di wilayah masing-masing.

🍃 3. Menghidupkan beberapa ibadah yang dianjurkan ketika terjadinya gerhana, seperti shalat, memperbanyak zikir, doa, istighfar, sedekah dan amal saleh lainnya.

🍃 4. Shalat Gerhana dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan mengeraskan bacaan surah dalam shalat, dan setiap rakaat dua kali ruku’ dan dua kali sujud.

🍃 5. Waktu pelaksanaan shalat Gerhana sejak terjadi gerhana hingga berakhir

🍃 6. Disunnahkan dilaksanakan secara berjamaah dan boleh dilaksanakan secara sendiri-sendiri, akan tetapi lebih utama dilaksanakan secara berjamaah.

🍃 7. Dianjurkan untuk dilaksanakan shalat Gerhana di masjid.

🍃 8. Disunnahkan untuk diserukan kalimat “asshalatu jaami’ah” pada saat hendak dilaksanakan shalat gerhana dan tidak disyariatkan pelaksanaan adzan dan iqamah.

🍃 9. Tata Cara Shalat Gerhana:
Imam berdiri bertakbir lalu membaca surah al-Fatihah dengan menjaharkannya lalu membaca surah yang panjang semisal surah al-Baqarah, lalu ruku’ dengan ruku’ yang lama meskipun lebih pendek dari ketika berdiri membaca surah, lalu bangkit dari ruku’ dengan mengucapkan: “Sami’allahu liman hamidah, rabbanaa walakal hamdu”. Lalu berdiri dengan berdiri yang lama dengan membaca surah al-Fatihah dan surah lainnya semisal surah Ali Imran meskipun lebih pendek dari berdiri yang pertama. Lalu ruku’ dengan ruku’ yang lama meskipun lebih pendek dari ruku’ yang pertama, lalu sujud dengan sujud yang lama, kemudian duduk di antara dua sujud, kemudian sujud dengan sujud yang lama. Kemudian melanjutkan shalat di rakaat kedua seperti pada rakaat yang pertama dengan dua kali ruku’ yang panjang dan dua kali sujud yang panjang seperti yang dilakukan pada rakaat pertama kemudian tasyahhud lalu salam.

🍃 10. Setelah melaksanakan shalat Gerhana disunnahkan berkotbah kepada para jamaah dengan memberikan peringatan kepada mereka agar tidak lalai dan hanya takut kepada Allah, serta memerintahkan mereka untuk memperbanyak doa dan istighfar.

🍃 11. Jika telah selesai shalat sebelum berakhirnya gerhana, maka dianjurkan untuk berdzikir kepada Allah dan berdoa hingga berakhirnya gerhana dan tidak perlu mengulang shalat. Dan jika gerhana telah berakhir pada saat shalat, maka shalat tetap dilanjutkan hingga selesai meskipun tidak memperpanjang shalatnya.

🍃 12. Tidak dianjurkan meng-qadha shalat Gerhana jika gerhana telah berakhir sebelum shalat.
وفقنا الله جميعا لما يحب ويرضى، وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، والحمد لله رب العالمين

Makassar, 5 Jumadal Ula 1439 H
23 Januari 2018 M

DEWAN SYARIAH WAHDAH ISLAMIYAH
✍🏼 Dr. Muhammad Yusran Anshar, Lc., M.A. – Ketua
✍🏼Harman Tajang, Lc., M.H.I. – Sekretaris

Sumber 👉🏼 http://wahdah.or.id/imbauan-tentang-pelaksanaan-shalat-ger…/

➡ Mohon ketika menyebarkan, harap sertakan sumbernya dan jgn dihapus 🙏🏼
💖 Silahkan SEBARKAN dan semoga Allah memberikan PAHALA atas berbagi ilmu ini
📖 Dapatkan artikel islami lainya di 👉 http://wahdah.or.id/

💖 Daftar Broadcast Wahdah.Or.Id
Ketik nama lengkap – daerah – wi
Contoh:
Irhamullah – Yogyakarta – WI
Kirim via WhatsApp ke:
📱 +6281383787678

👍 Facebook s.id/FBWahdah
📲 Instagram s.id/InstagramWahdah
📩 Telegram s.id/TelegramWahdah
🐣 Twitter s.id/TwitterWahdah
🌐 www.wahdah.or.id

Lebak Diguncang Gempa 6,4 SR Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi di Muara Binuangeun Lebak Banten

Gempa Bumi di Muara Binuangeun Lebak Banten

(Banten – wahdahjakarta.com) Hari Selasa, 23 Januari 2018, pukul 13:34:53 WIB, wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan M=6,1 terjadi dengan koordinat episenter pada 7,23 LS dan 105,9 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Muara Binuangeun,  Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten pada kedalaman 61 km.

Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan berpotensi dirasakan di daerah Jakarta, Tangerang Selatan, Bogor, II SIG-BMKG (IV-V MMI).

Gempabumi selatan Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi berkedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempang Eurasia.

Hingga pukul 13:46 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kabupaten Cilangkahan dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.*

Jakarta, 23 Januari 2018
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG
Drs. MOCH. RIYADI, M.Si.

Kurma dalam Tinjauan Sunnah

Manfaat Buah Kurma

Manfaat Buah Kurma

Dari segi kesehatan, 7Dates membawa manfaat dan kehalalannya pun terjamin, Buah kurma sangat identik dengan Bulan Ramadan. Buah ini dianjurkan untuk dimakan saat berbuka puasa karena manfaat yang dikandungnya.
Berikut manfaat kurma yang dijelaskan menurut hadist, antara lain :

  1. Memakan 7 buah kurma dapat menangkal racun dan sihir
    Dalam Shahih Buhari dan Muslim, diriwayatan oleh Saad bin Abi Waqash, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beliau bersabda ‘Barangsiapa mengkonsumsi kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun atau sihir’.
    “Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir” [1]
    Ajwah merupakan salah satu jenis kurma yang berasal dari Madinah, dikenal sebagai kurma Hijaz yang terbaik dari seluruh jenisnya. Bentuknya bagus, padat dan agak keras, namun termasuk kurma yang paling lezat, harum dan empuk. Harganya paling tinggi diantara yang lain.

  2. Kurma Ajwa berasal dari surga dan dapat mengobati racun
    Sebagaimana sabda Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam : “Kurma ‘Ajwah itu berasal dari Surga, ia adalah obat dari racun”. HR. Ibnu Majah dengan sanad yang shahih.

  3. Kurma mencegah pemiliknya dari kelaparan
    “Rumah yang tidak ada tamr (kurma kering) di dalamnya, akan membikin lapar penghuninya’ (HR. Muslim no. 2046).
    Rumah yang tidak ada tamr (kurma kering) di dalamnya, seperti rumah yang tidak ada makanan di dalamnya’ (HR. Ibnu Majah no. 3328)

  4. Kurma sangat baik untuk menjadi bekal, bahkan pada waktu perang. HR. Muslim
    Kurma adalah jenis nutrisi yang baik, terutama bagi orang yang makanan sehari-harinya mengandung kurma seperti penduduk Madinah. Begitu juga kurma adalah makanan yang baik bagi orang-orang yang tinggal di daerah panas dan agak hangat namun memiliki temperatur tubuh yang lebih dingin.

Bagi penduduk Madinah, tamr (kurma yang kering) merupakan makanan pokok sebagaimana gandum bagi bangsa-bangsa lain. Juga, kurma kering dari daerah Aliyah di Madinah merupakan salah satu jenis kurma terbaik sebab rasanya gurih, lezat dan manis. Kurma termasuk jenis makanan, obat dan buah-buahan, kurma cocok dikonsumsi oleh hampir seluruh manusia.

Dapat berguna untuk memperkuat suhu tubuh alami, tidak menimbulkan reduksi timbunan ampas yang merusak tubuh seperti yang ditimbulkan oleh berbagai jenis makanan dan buah-buahan.

Bahkan bagi yang sudah terbiasa makan kurma, kurma dapat mencegah pembusukan dan kerusakan makanan yang berefek negatif terhadap tubuh.

Imam Ibnul Qayyim memberikan komentar terhadap hadits tersebut, “Yang dimaksud dengan kurma Ajwah disini adalah kurma Ajwah Al-Madinah, yakni salah satu jenis kurma di kota itu, dikenal sebagai kurma Hijaz yang terbaik dari seluruh jenisnya. Betuknya amat bagus, padat, agak keras dan kuat, namun termasuk kurma yang paling lezat, paling harum dan paling empuk”

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Sesungguhnya dalam kurma Ajwah yang berasal dari Aliyah arah kota Madinah di dataran tinggi dekat Nejed itu mengandung obat penawar atau ia merupakan obat penawar, dan ia merupakan obat penawar racun apabila dikonsumsi pada pagi hari”
“Perintah anak-anak kalian untuk shalat pada usia tujuh tahun” Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit, beliau memerintahkan agar kepalanya disiram dengan air sebanyak tujuh qirbah.
Allah pernah memberi kuasa kepada angin untuk mengadzab kaum ‘Aad selama tujuh malam. Nabi Saw pernah berdo’a kepada Allah agar memberikan pertolongan kepada kaumnya dengan tujuh masa sebagaimana yang diminta oleh nabi Yusuf.
Allah menggambarkan sedekah seseorang dilipatgandakan pahalanya seperti tujuh batang pokok padi yang masing-masing berisi seratus butir padi. Batang padi yang dilihat oleh sahabat nabi Yusuf dalam mimpinya jumlahnya juga tujuh buah. Jumlah tahun saat mereka bercocok tanam juga tujuh.
Pelipatgandaan pahala hingga tujuh ratus kali lipat atau lebih. Yang masuk surga dikalangan ummat ini tanpa hisab ada tujuh puluh ribu orang.

[Publik Relation 7dates – Dari berbagai sumber]