Ketum FPI: Kiai Ma’ruf Bijak, Kedepankan Fikih Dakwah

Ketum FPI Ustadz Shabri Lubis bersama Ketum MUI KH. Ma'ruf Amin

Ketum FPI Ustadz Shabri Lubis bersama Ketum MUI KH. Ma’ruf Amin

“Kiai Ma’ruf sangat bijak ketika memaafkan Sukmawati dengan menggunakan pendekatan fikih dakwah, sembari beliau mengakomodir orang yang mau nahi mungkar dengan menuntutnya secara hukum,”

(Jakarta) wahdahjakarta.com-Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Ustadz Shabri Lubis dan Wakil Ketua Umum FPI, Ustadz Ja’far Shodiq, bersilaturrahmi ke Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, Ketua Umum MUI, di kantor MUI, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu sore, 11 April 2018, sekitar pukul 15.00. Kyai Ma’ruf didampingi Wakil Ketua Umum MUI, H. Zainut Tauhid Sa’adi, Ketua MUI Bidang Infokom, H. Masduki Baidlowi, dan Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Cholil Nafis, Ph.D.

Banyak hal yang didiskusikan berkenaan dengan masalah kemasyarakat dan persatuan umat. Di antara diskusi yang cukup hangat adalah pertanyaan Ustadz Shabri Lubis tentang sikap MUI terhadap puisi Ibu Indonesia yang dibacakan Sukmawati Soekarno. Kyai Ma’ruf menjelaskan, MUI secara institusi belum mengeluarkan sikap resmi.

Namun berkenaan dengan harapan Ketum MUI agar umat menerima permintaan maaf yang disampaikan Sukmawati dengan datang ke MUI, adalah bentuk bimbingan bagi orang yang tidak mengerti syari’at dah mengakui kesalahannya. Dalam hal ini Kyai Ma’ruf mendahulukan fikih dakwah daripada fikih ahkam.

“Saya memaafkan Sukmawati itu untuk membimbingnya, karena ia telah mengakui tak mengerti syariah dan meminta maaf kepada umat Islam. Saya hanya berharap tidak dituntut, tapi tak berarti melarang apalagi menghalangi orang yang mau menuntut secara hukum,” kata Kyai Ma’ruf

Berkenaan tuntutan hukum, Kyai Ma’ruf hanya berharap, dan sama sekali tidak melarang, apalagi menghalangi siapapun yang mau menuntut secara hukum. Sebab, wilayah hukum adalah hak seluruh warga negara dan kewenangan penegak hukum.

Jawaban Kiai Ma’ruf ini melegakan Ustadz Shabri Lubis. Bahwa Kyai Ma’ruf bijak dalam menyikapi masalah dugaan penistaan agama dalam puisi Ibu Indonesia. Sebab Kyai Ma’ruf mendahulukan fikih dakwah dalam menyikapi orang yang tidak mengerti syariah tanpa menghalangi orang lain yang mau menuntut secara hukum.

“Kiai Ma’ruf sangat bijak ketika memaafkan Sukmawati dengan menggunakan pendekatan fikih dakwah, sembari beliau mengakomodir orang yang mau nahi mungkar dengan menuntutnya secara hukum,” kata Ustadz Shabri

Tentang persatuan umat, Kyai Ma’ruf dan ustadz Shabri Lubis sepakat untuk membangun saling sepahaman, bahwa dalam berjuang dan membangun dakwah harus bagi tugas dan tidak boleh saling menafikan. Apapun yang sekiranya disalah pahami, sebaiknya dilakukan tabayyun dan musyawarah.

Ini penting sebagai sikap umat Islam. Apalagi di zaman semarak medsos, harus hati-hati dan bijak menanggapi segala isu yang berkembang. Umat Islam perlu menguatkan diri dari berbagai serangan yang mengadu domba sehingga disibukkan dengan masalah perpecahan internal umat Islam.

FPI, kata Ustadz Shabri, siap mendukung kebijakan MUI, terutama dalam melakukan nahi munkar dan menggalang persatuan umat Islam di Indonesia.[]

Kemensos Jalin Kerjasama dengan Dewan Dakwah

Kemensos Jalin Kerjasama dengan Dewan Dakwah

Kemensos Jalin Kerjasama dengan Dewan Dakwah

Menteri Sosial Idrus Marham bersilaturahim ke Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia di Jl Kramat Raya 45 Jakarta Pusat pada Jumat (23/03) sore.
Kedatangan Mensos Idrus yang dilantik pada 17/1/2018 menggantikan Khofifah Indar Parawansa, disambut Ketua Umum Dewan Dakwah Moh Siddik, Waketum Amlir Syaifa Yasin, Sekretaris Umum Dewan Dakwah Avid Solihin, dan manager program Laznas Dewan Dakwah Agung Gumelar.
Dalam dialog yang hangat di ruang kerja Ketum Dewan Dakwah, Menteri Idrus menuturkan, saat ini Kementrian Sosial fokus pada masyarakat perbatasan dan suku adat terpencil.
Idrus Marham yang pernah ditolak masuk gedung Kemensos di Jalan Salemba Raya Jakpus sewaktu menjabat ketua Karang Taruna dan ketua KNPI, mengatakan, warga Indonesia di tepian negeri tersebut umumnya memiliki masalah kemiskinan, keterlantaran, terasing, dan kerawanan perbatasan.
Fokus Kemensos klop dengan program utama Dewan Dakwah yakni dakwah pedalaman yang meliputi pendidikan, dakwah, dan pengembangan masyarakat.
Menteri Sosial kemudian memberi lampu hijau kerjasama. ‘’Misalnya, Kemensos memiliki Program Keluarga Harapan (PKH) berupa penyaluran bantuan dana untuk keluarga prasejahtera. Bisa juga program pendidikan, ekonomi berbasis potensi lokal, serta fasilitas pendukung dakwah yang disesuaikan dengan lokasi setempat,’’ papar Idrus yang didampingi Sekjen Kemensos Hartono Laras.
Sebagai langkah awal, insya Allah pada medio April 2018 Dewan Dakwah Nusa Tenggara Timur akan menggelar panen raya padi pertama kali di Belu, Atambua, yang berbatasan dengan Timor Leste.
Rencananya, panen raya itu akan dihadiri Ketum Dewan Dakwah, Menteri Sosial Idrus Marham, dan Kapolri Jendral Tito Karnavian.

Hidup adalah pilihan

Hidup adalah pilihan.
Terkadang pilihan antara kebaikan dan keburukan , maka jawabannya adalah jelas

Namun terkadang pilihan
juga antara keburukan dan keburukan , maka berusaha lari dari keduanya adalah jalan keselamatan, jangan terlalu cepat merasa terpaksa untuk suatu dosa.

Terkadang pilihan juga antara kebaikan dan kebaikan , jangan terlalu cepat mengabaikan salah satunya… mengumpulkan semua kebaikan itu adalah kebaikan yang paling utama.
Saat ditawari kopi atau susu , maka pilihannya tidak harus salah satunya, namun kopi susu adalah pilihan yang tepat.

Berpikir dikotomis dalam kehidupan tidak selalu membawa maslahat yang maksimal.

Menentukan pilihan berdasar kemaslahatan maksimal dengan tereliminasinya kemudharatan inilah FIQH yang sejati dan inilah substansi SYARIAT itu sendiri .
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah – rahimahullah – menjelaskan bahwa Syariat ini datang untuk mewujudkan kemaslahatan dan menyempurnakannya , serta menolak serta mengeliminasi semua kemudharatan atau meminimalisir kemudharatan itu.

Berpikir general dan tidak parsial , bertindak proporsional dan optimal itulah ciri muslim yang profesional

Oleh Ust.Ikhwan Abdul jalil

Ada Apa Dengan PELAKOR?

Ada Apa Dengan PELAKOR

Ada Apa Dengan PELAKOR

_Bismillaahirrahmaanirrahiim_
*Kajian Parenting Nabawi*
*”Ada Apa Dengan PELAKOR❓”*
(Mengupas hadirnya pihak ketiga dalam rumah tangga)
🔺🔺🔺🔺🔺

📝 Pemateri :
Al Ustadz Bendri Jaisyurrahman Hafidzahullah

Hari/ Tanggal :
jumat 30 Maret 2018
Pkl 08.30 s/d 11.30 WIB

🏫 Tempat : Saung Arafah Pondok Laras
Jl komjen yasin 2e kelapa dua ciamnggis Depok
💌 Investasi :
– Infaq terbaik untuk anak2 yatim penghafal Al Quran

🍹 Fasilitas :
– Snack
– Soft File Materi
– DoorPrize
– Buletin Al Hijaz

📱 Informasi dan Pendaftaran :
Ketik, REG_Kp_NamaLengkap_Nomer WA
Kirim ke No. Hp. 08111110948 (call/wa)

🌐 Event by :
– Yayasan Al Hijaz Al Khairiyah Indonesia
– DPD Wahdah Islamiyah Depok

🚩 Supported by :
– Ponpes Tahfidz Al ihsan Kelapa Dua
– Ponpes Tahfidz Raudhatul Huffadz Pondok cabe
– Paud IBQ Al ihsan
– Rumah quran As-Sakinah.

🔴 TERTARIK?, Segera daftar ya. Ingat-ingat! :
– Peserta terbatas Bagi 200 orang
– Pendaftaran Maksimal sampai dengan tgl 29 Maret 2018 pkl 15.00 WIB.

#YuukBantuSebar
#RaihPahala

10 Kewajiban Ulama dan Da’i dalam Membebaskan Palestina

10 Kewajiban para ulama dan da’i untuk membebaskan Palestina

10 Kewajiban para ulama dan da’i untuk membebaskan Palestina

Berikut 10 kewajiban para ulama dan da’i untuk membebaskan Palestina:

  1. Menyerukan arti pentingnya persatuan dan menghindarkan umat dari perpecahan.

  2. Mengkaji permasalahan krisis Palestina dengan seksama dan menyampaikannya dengan cara yang mudah dipahami.

  3. Menggerakkan kepedulian umat terhadap permasalahan krisis Palestina.

  4. Menyampaikan nasihat kepada pemimpin atau pengusaha.

  5. Membangun komunikasi dengan para tokoh.

  6. Mengeluarkan fatwa yang berkaitan dengan masalah Palestina.

  7. Menjadikan doa sebagai salah satu faktor penting dalam mendapatkan pertolongan dan senantiasa mengingat permasalahan krisis Palestina.

  8. Memotivasi umat untuk berjihad dengan harta di jalan Allah SWT.

  9. Menjaga semangat umat untuk pergi ke medan jihad.

  10. Menyusun skala prioritas dalam menyampaikan pidato atau ceramah kepada khalayak umum.

 

Soal Orang Gila, Ustadz Zaitun: Tahan Diri, Jangan Langsung Menyimpulkan

Ustadz Zaitun Mengisi Tabligh Akbar di Masjid Habiburrahman Kota Dumai

Ustadz Zaitun Mengisi Tabligh Akbar di Masjid Habiburrahman Kota Dumai

Kota Dumai – Dalam ceramahnya di Masjid Habiburrahman Kota Dumai, (4/3/2018) Ustadz Zaitun mengajak jama’ah untuk tadabbur Surat Yusuf terkait maraknya isu aktivis Islam dan Kiyai dibunuh oleh orang gila.

Ustadz Zaitun mengatakan bahwa  Allah menyebutkan di surat ini “Laqad kaana fi qashashihim ‘ibratun li ulil albab”. Yang artinya, “Sungguh dalam kisah mereka (Nabi Yusuf dan keluarganya) ada pelajaran bagi orang-orang yang memiliki akal”. Ini adalah ayat terakhir (111) dari surat Yusuf.

Menurut alumni Universitas Islam Madinah yang juga Ketua Umum Wahdah Islamiyah ini, umat Islam perlu belajar dari Nabi Ya’qub. “Nabi Ya’qub tidak mudah percaya, tidak langsung memvonis anak-anaknya. Meskipun terlihat jelas ada yang janggal dalam cerita rekaan mereka soal Nabi Yusuf dimakan serigala. Mana ada serigala memakan manusia kemudian menyisakan bajunya?” ungkap beliau.

Beliau mengajak umat Islam agar tidak mudah berprasangka bahwa isu soal orang gila ini adalah rekayasa. Jangan sampai umat terlalu dini menyimpulkan, apalagi menaruh kecurigaan kepada aparat. Hal ini perlu diwaspadai karena bisa jadi ada pihak-pihak yang mencoba menjebak dan mengadu domba umat Islam.

“Karena itu, kita harus hati-hati, jika ada informasi dicek baik-baik. Mempercayai saja tidak boleh langsung, apa lagi menyebarkan. Kalau semua info langsung disebar, itu tidak sesuai petunjuk Al Quran. Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyebut orang yang menyebar semua informasi yang didapatnya sebagai pendusta”, tegas beliau.

“Yang paling penting sekarang adalah, pertama bersabar, kedua sandarkan semuanya kepada Allah, dan yang ketiga kita tetap lakukan penyelidikan”, tiga hal ini yang beliau simpulkan dari Surat Yusuf.

Tentang bersabar menghadapi berita-berita yang belum jelas kepastiannya beliau katakan, “Sebagaimana ungkapan Nabi Ya’qub yang mengatakan wallahul mustaan. Semuanya disandarkan kepada Allah Yang Maha Tahu. Sebab kadang sesuatu yang buruk terjadi, tapi tidak selamanya buruk. Boleh jadi itu adalah suatu ujian yang kelak berbuah kebaikan. Serahkan kepada Allah hasilnya”.

Meskipun begitu, beliau menekankan bahwa pengusutan harus tetap dilakukan. Upaya manusiawi ini yang juga tetap ditempuh oleh Nabi Ya’qub dengan memerintahkan anak-anaknya untuk terus mencari Nabi Yusuf. [ibw/aha]

Hadiri Mukerwil II WI Jakarta, Ini Harapan Pemerintah Kota Jakarta Timur Kepada Wahdah Islamiyah

Hadiri Mukerwil II WI Jakarta, Ini Harapan Pemerintah Kota Jakarta Timur Kepada Wahdah Islamiyah

Hadiri Mukerwil II WI Jakarta, Ini Harapan Pemerintah Kota Jakarta Timur Kepada Wahdah Islamiyah

(Jakarta) – wahdahjakarta.com – Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah Islamiyah (DPW WI) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta menggelar Musyawarah Kerja Wilayah Kedua (Mukerwil II), di Aula Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat (BBPLM), Ciracas, Jakarta Timur pada Sabtu (24/02/2018).

Mukerwil II WI Jakarta ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI), Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin. Dalam sambutannya Ustadz Zaitun menyampaikan arahan agar DPW WI Jakarta meningkatkan kerjasama dan sinergitas dengan Pemerintah Provinsi DKI.

“Mukerwil yang kedua ini, kami harap bisa jadi momentum untuk perkenalan lebih dalam dengan pemerintah DKI Jakarta, karena Wahdah Islamiyah ini berada di wilayah Jakarta”, ujarnya.

Selain itu hadir pula perwakikan ormas Islam DKI dan Pemerintah Kota Jakarta Timur. Dalam sambutannya Camat Ciracas Drs. Musa Safrudin, MM yang mewakili Walikota Jaktim yang berhalangan hadir menyampaikan apresiasi dan harapan terhadap ormas Wahdah Islamiyah.

“Kita mengapresiasi program-program Wahdah Islamiyah”, ucapnya. ” Kita berharap Wahdah Islamiyah makin membumi dan makin dikenal masyarakat Jakarta dan Indonesia melalui program-programnya dan tokoh-tokohnya”, lanjutnya.

Menurutnya saat ini Bangsa Indonesia masih membutuhkan tokoh-tokoh yang mumpuni dan memiliki integritas sebagai pengayom dan pemersatu. “Apalagi ini menjelang tahun politik, semoga tokoh-tokoh Wahdah bisa hadir menciptakan suasana kondusif”, harapnya.

Harapan Pemkot Jaktim sejalan dengan tema Mukerwil II WI Jakarta, yakni Optimalisasi Peran Kader Wahdah Islamiyah Jakarta dalam Sinergitas Program Keummatan. Melalui Mukerwil II ini Wahdah Islamiyah DKI Jakarta akan merancang program-program kerja yang dapat disinergikan dengan berbagai komponen ummat dan bangsa.

Menurut Ketua DPW Wahdah Islamiyah Jakarta, Ustadz Ilham Jaya Abdul Rauf bahwa akan membangun dan meningkatkan sinergitas dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal ini juga sesuai dengan arahan Ketua Umum DPP WI agar Wahdah Jakarta meningkatkan kerjasama dan sinergitas dengan pemprov DKI.

Selain itu pada Mukerwi II ini Ustadz Ilham menyampaikan tekad dan komitmen baru Wahdah Jakarta untuk mengoptimalkan peran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dalam dakwah level akar rumput. ” Kita akan membangun basis permanen di DPD-DPD, kita akan membangun pusat Dakwah yang komprehensif di level DPD”, pungkasnya.

Mukerwil II WI Jakarta juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan dan santunan Lazis Wahdah kepada anak yatim dan santri
Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Ihsan Kelapa Dua Depok. Santunan diserahkan Ustadz Zaitun selaku Pembina Lazis Wahdah. [sym]

Ustadz Zaitun Berfoto Dengan Santri Tahfidzul Qur'an Al Ihsan di Sela Acara Mukerwil II WI Jakarta

Ustadz Zaitun Berfoto Dengan Santri Tahfidzul Qur’an Al Ihsan di Sela Acara Mukerwil II WI Jakarta

Penyerahan Santunan Yatim Pondok Tahfidzul Qur'an Al Ihsan di acara Mukerwil II WI Jakarta

Penyerahan Santunan Yatim Pondok Tahfidzul Qur’an Al Ihsan di acara Mukerwil II WI Jakarta

Sambutan Ustadz Ilham Jaya Ketua DPW Wahdah Islamiyah Jakarta

Sambutan Ustadz Ilham Jaya Ketua DPW Wahdah Islamiyah Jakarta

Dinilai Politis Kedubes Iran Didemo Soal “Internasionalisasi” Haramain

Demo Tolak “Internasionalisasi” Haramain

Kedubes Iran Didemo Tolak “Internasionalisasi” Haramain

Jakarta – Setidaknya sekitar 200 orang mendemo Kedubes Iran di Jl. HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta, Senin (19/2). Hal ini dipicu mencuatnya ide internasionalisasi 2 Kota Suci (Haramain) yang ditengarai atas inisiatif Iran. Sebagaimana isu yang telah lama muncul beberapa dekade yang lalu dan diangkat kembali awal Februari ini.

Aliansi Pecinta Haramain bersama Gerakan Pemuda Ka’bah, HMI Jakarta, Forum Syuhada Indonesia (FSI), Garda 212 dan beberapa lembaga Islam lain dari Bogor dan Jakarta membanjiri Kedubes Iran.

H. Daud Poliraja, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta, mengatakan usulan Iran ini sangat mengandung nuansa politis. Jika tidak ditolak maka akan mengakibatkan kekisruhan.

“Umat akan bingung, karena jika dilakukan internasionalisasi nanti haji bisa berbeda sesuai mazhab masing-masing, termasuk Syiah” kata Daud.

Aliansi Pecinta Haramain memandang bahwa pengelolaan 2 Kota Suci selama ini telah dilakukan oleh Saudi Arabia dengan cukup baik. Gagasan internasionalisasi hanya akan menimbulkan kegaduhan dan kekisruhan baru.

“Rencana internasionalisasi haji dan urusan dua tanah suci Mekah dan Madinah bisa memicu masalah besar dan persengketaan yang berbahaya,” tegas KH Hasri Harahap dalam orasinya.

Dalam spanduk-spanduknya, Aliansi Pecinta Haramain juga menyebut bahwa ide internasionalisasi hanya akan menyulut sengketa lintas negara. (mib)

BAZNAS Gandeng LAZ dalam Penyaluran Zakat

BAZNAS Gandeng Lazis Wahdah dalam Penyaluran Zakat

BAZNAS Gandeng Lazis Wahdah dalam Penyaluran Zakat

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggandeng lembaga amil zakat (LAZ) dalam menyalurkan dana zakat. Hal itu dikemukakan Ketua BAZNAS  Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA, dalam simbolis penyerahan Kerja Sama Penyaluran Zakat BAZNAS melalui LAZ berbasis organisasi kemasyarakat (ormas) Islam.

Dalam kerja sama pendistribusian tersebut, BAZNAS mengalokasikan sekitar Rp 5 miliar. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan MUI, Lazis Muhammadiyah, Lazis Nahdlatul Ulama dan LAZ dari berbagai ormas seperti LAZ Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Baitul Maal Hidayatullah, LAZ Persis (Pusat Zakat Umat) dan Ormas Wahdah Islamiyah kepada Baznas atas wacana BAZNAS melayani masyarakat Indonesia termasuk aparatur sipil negara (ASN) untuk menunaikan zakat,” ujar Bambang Sudibyo  di Kantor MUI  Jl. Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2018).

Hadir Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)  KH. Ma’ruf Amin, Wakil Ketua BAZNAS  Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama yang juga anggota BAZNAS  Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, dan Deputi BAZNAS  M. Arifin Purwakananta, anggota BAZNAS drh. Emmy Hamidiyah, M.Si, KH. Masdar F. Mas’udi, Prof. Dr. Mundzier Suparta, Ir. Nana Mintarti, MP, dan Prof. Dr. A. Satori Ismail.

Juga tampak para pengurus LAZ ormas, seperti Lazis Muhammadiyah, Lazis NU, Lazis Dewan Dakwah (DDII), Lazis Pusat Zakat Umat Persatuan Islam (Persis), Lazis Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan LAZIS Wahdah.

Sebagaimana amanat Pasal 5 Ayat 1 UU Zakat No 23 Tahun 2011 yakni, untuk melaksanakan pengelolaan zakat, pemerintah membentuk BAZNAS. Kemudian, Pasal 6 UU Zakat menegaskan, Baznas merupakan lembaga yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat secara nasional. Pasal 17, berbunyi, “Untuk membantu BAZNAS dalam pelaksanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat, masyarakat dapat membentuk LAZ.”

Dalam pendistribusian dana zakat, infak dan sedekah (ZIS), BAZNAS melakukan berbagai saluran yakni melalui BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota, lembaga program, ormas, yayasan dan lembaga yang menangani mustahik, baik langsung kepada mustahik maupun melalui kerja sama bidang bidang tertentu dalam membantu mustahik.

Pada hari ini adalah simbolisasi pendistribusian zakat BAZNAS melalui LAZ. Dukungan ormas-ormas besar dalam pendistribusian zakat BAZNAS akan membantu penyaluran yang transparan, merata dan akuntabel di mata masyarakat.

Pendistribusian melalui LAZ akan menyasar bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Seluruh pendistribusian disalurkan kepada asnaf zakat dan dipertanggungjawabkan. BAZNAS juga akan mendorong capacity building LAZ dalam mendistribusikan zakat.

BAZNAS menerapkan pengawasan rangkap dalam pendistribusian berupa monitor dan evaluasi oleh tim independen, audit internal, audit kantor akuntan publik (KAP), audit syariah. Juga penerapan manajemen ISO untuk memastikan pendistribusian sesuai dengan syariat zakat yang berupa Fatwa MUI, pandangan syariah anggota bidang syariah BAZNAS dan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak menyimpang dari asnaf zakat yang telah jelas aturannya.

BAZNAS akan mengembangkan berbagai kemitraan pendistribusian zakat lainnya untuk melayani seluas mungkin kepentingan umat, termasuk mendukung berbagai program MUI. Penguatan pemberdayaan dibarengi dengan penguatan dakwah akan mendorong keberkahan dan kemakmuran Indonesia.

Dalam pengumpulan zakat maupun pendistribusian, BAZNAS akan terus dipandu oleh syariat Islam, Fatwa MUI, tuntunan ulama dan perundangan yang berlaku secara efektif dan efisien dan cermat serta berhati-hati.

Ini agar wacana pengembangan zakat Indonesia dapat berjalan dengan keberkahan, yakni sebanyak mungkin masyarakat Indonesia dapat berzakat dengan mudah, aman dan modern dan pendistribusian dana zakat umat yang sesuai syariah, amanah, transparan dan akuntabel. BAZNAS mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk media dalam kegiatan ini.*

TENTANG BAZNAS

Adalah badan pengelola zakat yang dibentuk pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 8/2001. BAZNAS bertugas menghimpun dan menyalurkan dana zakat infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) pada tingkat nasional. Kelahiran UU No. 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, mengukuhkan peran BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat nasional. BAZNAS sudah berdiri di 509 daerah (tingkat provinsi dan kabupaten/kota).

Gelar Tabligh Akbar, GNPF Ulama Bogor Raya Ajak Umat Jaga Ulama

Tabligh Akbar GNPF Ulama Jaga Ulama Tolak LGBT dan Valentine

Tabligh Akbar GNPF Ulama Jaga Ulama Tolak LGBT dan Valentine

Bogor- Gerakan Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) Bogor Raya menggelar Tabligh Akbar mengajak umat Islam bersatu menjaga ulama, menolak LGBT dan hari Valentine.

Dalam acara yang digelar di Masjid Raya Al Muttaqin itu, Ketua GNPF Ulama Bogor Raya Ustaz Iyus Khaerunnas mengatakan pihaknya akan terus menguatkan barisan dalam menyikapi berbagai persoalan umat.

“Karena itu, seluruh komponen harus bersama-sama bergandengan tangan berjuang menjaga agama dan masyarakat dari hal-hal yang merusak,” katanya, Ahad (11/2/2018).

Sementara itu, dalam ceramahnya, ketua umum Forum Jurnalis Muslim (Forjim) Dudy Sya’bani Takdir mengungkapkan beberapa data soal pertumbuhan LGBT di Bogor dan kota sekitarnya.

“Data dari Dinas Kesehatan Bogor, ada 1.330 pria yang homoseksual. Itu belum termasuk yang lesbian. Jadi kita ini sudah ada di zona merah LGBT,” kata dia.

Untuk itu, Dudy mengajak masyarakat agar senantiasa waspada dan menjaga anak-anak dari incaran predator seksual.

Lebih lanjut, dia juga mengajak umat kembali membaca media Islam. Karena Media Islam lah yang selama ini mengawal dan melakukan pembelaan terhadap ulama dan agenda umat Islam.

“Kalau serius ingin berjuang menjaga ulama dan menghapuskan LGBT, mari kembali ke media Islam. Karena rasanya hanya di media Islam lah ada berita-berita pembelaan terhadap ulama. Mari hijrah dan bersama membesarkan media Islam,” ajaknya.

Senada dengan ajakan itu, Habib Mahdi Assegaf juga menegaskan agar umat Islam tidak lagi malu mensyiarkan ajaran dan agenda-agenda keislaman.

“Sudah saatnya kita mendzaharkan syiar-syiar Islam, jangan ngumpet-ngumpet lagi. Bikin acara yang besar sekalian biar orang tahu kekuatan umat Islam,” tegasnya.

Habib Mahdi juga menekankan pentingnya persatuan umat untuk kembali meraih kejayaan Islam dan menjaga NKRI.

“Tinggalkan itu perbedaan furuiyyah (cabang), udah gak zaman berdebat karena perbedaan pendapat. Ahlussunnah wal jamaah harus bersatu menjaga agama dan negeri yang kita cintai ini,” katanya.

Acara yang bertemakan “Umat Bersatu, Jaga Ulama, Hadang LGBT dan Jauhi Valentine Day” itu dihadiri banyak Ulama dan tokoh masyarakat, antara lain Habib Mahdi bin Hamzah Assegaf (Pimpinan Majelis Syababul Khair), KH Roudl Bahar (Pembina GNPF Ulama), Ustaz Asep Syaripudin (Ketua API Jabar), Ustaz Iyus Khaerunnas (Ketua GNPF Ulama Bogor), Ustaz Abdul Halim (Ketua DDII Kota Bogor), Ustaz Wilyudin Dhani (Komunitas Pecinta Rukyah), Ustaz Iwan Januar (Pemerhati Keluarga Muslim), Ustaz Burhan (FPI Bogor), Ustaz Hasri Harahap (Ketua FUI Bogor), Ustaz Deni Rahmat (HASMI Bogor), Dudy Sya’bani Takdir (Ketua Forjim), Ustaz Amirudin Abu Fikri (Khairu Ummah) dan lainnya. []