Sempat Diseret Arus Tsunami, Beginilah Kisah Haru Nafisah

Arus Tsunami

Arus Tsunami Menerjang Kota Palu

(Palu) wahdahjakarta. com– Tak ada yang menyangka, jika wajah ceria anak berusia 2,5 tahun ini menyimpan sebuah luka yang mungkin kita tidak mengetahuinya. Jumat (28/9) lalu, saat bumi Sulawesi Tengah diguncang gempa dan tsunami, Nafisah, anak dari pasangan Timang (30) dan Tamrin (40) sempat terseret oleh arus tsunami hingga beberapa meter.

“Alhamdulillah Nafisah selamat saat ibunya berhasil menggenggam sebuah pintu mobil yang terhimpit dari balik reruntuhan bangunan,” ucap Adnan (58) salah seorang tetangganya.

Ia bercerita, waktu itu Nafisah yang sempat terlihat tenggelam tiba-tiba diselamatkan oleh seseorang yang memakai pakaian merah.

“Ada orang, pakaiannya merah datang mengambil Nafisah dan menyelamatkannya. Sementara ibunya juga selamat setelah dibantu oleh beberapa orang,” tuturnya sembari mencoba mengingat-ingat kejadian tersebut.

Nafisah, lanjutnya, sempat dibawa lari menuju pegunungan. Barulah sampai pukul sepuluh malam, Nafisah berhasil diketemukan oleh ayahnya yang sudah berjam-jam kebingungan mencarinya.

Nafisah adalah warga Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli, kota Palu. []

Tim Wahdah Peduli Dirikan Posko di Donggala

Tim Wahdah Peduli Dirikan Posko di Donggala

Gerbang Kabupaten Donggala

wahdahjakarta.com– Guna memaksimalakan dan memperluas jangkauan pelayanan terhdap korban gempa Palu dan sekitarnya, Tim Wahdah Peduli menambah satu posko. Pada Jum’at, (05/10/2018) Tim Wahdah Peduli mendirikan Posko Peduli Gempa Sulteng yang ke.2 di Jl. Petta Lolo, Kabupaten Donggala – Sulawesi Tengah .
“Kita dirikan posko disini untuk membantu warga terdampak gempa, utamanya yang berada di pesisir, ” ujar Suparman Razak, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Donggala.
Bantuan satu truk logistik dipasok dari Posko Utama Wahdah Islamiyah di Sigi yang berasal dari bantuan muhsinin di Majene.
Pada hari yang sama sekira pukul 20.30 bantuan logistik dari DPD Wahdah Islamiyah Pinrang pun tiba di posko. Dua truk besar ini memuat sembako, air mineral, BBM, terpal dan pakaian.
“Alhamdulillah logistik dari Pinrang telah tiba, akan menyusul dari Wajo. Semoga bisa menyasar seluruh masyarakat yang ada di sini.” pungkasnya. [Anas.AK/ed:sym].

Live Streaming Kajian “Dan Bumi pun Bicara”

Live Streaming Dan Bumi pun Bicara

Live Streaming Kajian “Dan Bumi pun Bicara” dan dirangkaikan dengan penggalangan dana Peduli Gempa Sulteng

🔴 LIVE Streaming Kajian

🍂 “Dan Bumi pun Bicara”

👳🏻‍♀Bersama : Ust.Mujahid Nur Islami, S.Pd.I

🕌Tempat : Mesjid Yayasan Al Hijaz Al Khairiyah, Komp.Pondok Laras, Kelapa Dua, Depok

▶Yuuk simak tausyiahnya di 👇🏻

Bagian ke-1 (Kajian “Dan Bumi pun Bicara” dari Fanspage Lazis Wahdah Jakarta)

Bagian ke-2 (Penggalangan dana Peduli Gempa Sulteng dari Fanspage Yayasan Al Hijaz Al Khaeriyah)


🖥Donasi Dakwah Media:
📎Bank Syariah Mandiri (451): 773 800 8008 a.n Lazis Wahdah Jakarta Sedekah
📎Konfirmasi Transfer WA/SMS ke : 08119787900 (dengan menyertakan bukti transfer)

Bersama Meyiarkan Dakwah💧

#PrayForSulteng

Palu City Shakes Again, Volunteers Build Camp on the Mosque Yard

Palu City Shakes Again, Volunteers Build Camp on the Mosque Yard

Palu City Shakes Again, Volunteers Build Camp on the Mosque Yard

(Palu, Central Sulawesi, Indonesia), A big earthquake shook again in Palu City, Tuesday (2/10) early morning.

“There were aftershocks were a bit hard and a few seconds lead our team members to spread out of the mosque (the main disaster post) in SD Wahdah Tinggede. Lahaula wala quwwata illa billah” wrote Ustadz Iskandar Kato, one of the coordinators of Wahdah Cares Search And Rescue Team , through Whatsapp .

This earthquake occurred when Wahdah Peduli volunteers rested at the Command Post.

“One of the personil was temporarily cared for by the medical team because of a knee sprain while running out of the mosque.” Ustadz Iskandar said.

In anticipation of aftershocks, Wahdah volunteers spent the night in the courtyard of the mosque tent.

Based on information from BMKG, aftershocks were 5 times to 11 km. []

Banyak Korban Masih Tertimbun Reruntuhan Rumah, Perumnas Balaroa Seperti Jadi Kuburan Massal

Reruntuhan Akibat Gempa Bak Kuburan Massal Menimbun Tubuh Korban(Palu)wahdahjakarta.com- Perumnas Balaroa Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat. Kota Palu, Sulawesi Tengah termasuk salah satu daerah terdampak gempa yang sangat parah.

Menurut salah seorang warga yang ditemu Tim Media Lazis Wahdah, tanah seakan-akan “diblender”, rumah ditenggelamkan, tanah berlumpur mencuat kepermukaan, dan beberapa ruas jalan raya meninggi 2-4 meter.

Hal ini diperparah oleh terjadinya arus pendek saat gempa menerjang, sehingga menyebabkan kebakaran hebat.

Dari rentuhan bekas kebakaran itu pula Tim Wahdah Peduli mengevakuasi jenazah dalam kondisi tidak utuh lagi, organ-organ terhambur. “Ada jenazah yang ditemukan telah hangus terbakar dan tinggal beberapa helai rambut”, ujar Nasruddin relawan lazis wahdah peduli.

Sejauh mata memandang hanyalah reruntuhan puing-puing rumah, berjalan mesti hati-hati agar tidak terperosok masuk ke kolom rumah yang sudah tua tidak jelas bentuknya.

Pekikan takbir seringkali terjadi yang membuat merinding ketika keluarga korban dari luar Palu datang berkunjung mencari sanak famili dan yang mereka temui hanyalah reruntuhan puing-puing bangunan.

Bendera-bendera atau kain putih terpasang dimana-mana, pertanda bahwa dibawa puing bangunan ini ada jenazah yang tertimbun dan belum bisa dievakuasi. Seakan-akan wilayah menjadi kuburan massal.

Relawan berharap segera ada alat berat yang dapat digunakan untuk menggali reruntuhan rumah yang menimbun para korban.

“Semoga bantuan alat berat yang menjadi harapan korban terdampak yang selamat bisa segera diterjunkan untuk menggali jenazah keluarga yang masih terperangkap”, harapnya.

Mohon doa sahabat kemanusiaan dimanapun berada agar para relawan tetap diberi kesehatan dalam menjalankan tugas-tugasnya selama berada di lokasi terdampak gempa.

Donasi gempa “Donggala, Sulawesi Tengah” bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (600): 499 900 900 5 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri dan Konfirmasi transfer ke 085315900900. Link donasi: http://bit.ly/donaturlaziswahdah.


 

Earthquake Disasters Hit Palu City Wahdah Send Volunteers

Wahdah volunteers of Poso, Ampana and Makassar otw to Palu City

Earthquake Disaster in Palu City Center Sulawesi Indonesia

Through the Center Coordination of Lazis Wahdah (Wahdah Care) team, after Isha prayers last night (Friday, 29/9), the volunteers had been sent from branch office of wahdah as many as 6 persons, from branch office of Ampana 5 people, departed via land tranportation and this morning 2 volunteers including medical personnel departed via air plane.

“The aim of the team departured to the field to do the stage of assessment emergency conditional, whereas the team will spread and do data collection for the center source of the earthquake,” said syahruddin, chairman of lazis wahdah Center

Previous volunteers from the local area of wahdah branch office at the Palu city had already helped in locations.

God willing to the second periode, team of Makassar will be deployed as much as 12 volunteers. Ahmad Muslimin, one of the volunteers of lazis wahdah that are in the location of earthquake sent a number of release videos, photos and news conditions in the Palu city which are also affected severe.

In the video, it looks hysterical cries everywhere with the appearance of sea water started to flow at the segment-road area of mosque. Some also showd the building bridges was also collapsed.

In addition, videos submitted by Ahmad Muslimin also displays the condition of victims in the court office field of the Red cross Indonesia Palu. They are now being treated on the streets with potluck medical supplies.

conditions in the palu city caused by the earthquake

conditions in the Palu city caused by the earthquake

Let show our concern to help each other in need. Donations can be in line through account Syariah Mandiri Bank 4999009005 a.n  Lazis wahdah Peduli Negeri. Transfer code of the bank is 451. The evidence transfer confirmation send to 085315900900 example PGS / name / area / 500.600 (*)

Media team contact: +6281242618963

Liputan Tim Lazis Wahdah di Lokasi Gempa di Palu

(Donggala) wahdahjakarta.com- Gempa bumi berkekuatan 7.7 SR mengguncang kembali Kota Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) petang setelah sebelumnya juga sempat diguncang gempa skala kecil > 5 SR beberapa kali. Gempa ini juga menyebar ke kota Palu hingga ke Sulawesi Barat dan sebagian daerah di Sulawesi Selatan.

Pasca gempa yang menimbulkan gelombang pasang di beberapa daerah tersebut Tim Wahdah Peduli langsung mengirim sejumlah relawan ke Donggala dan Palu Sulawesi Tengah Jum’at malam.

Berikut reportase dari tim relawan Lazis Wahdah Islamiyah di lokasi gempa di Palu Sulawesi Tengah

 

Wawan selaku relawan Wahdah Peduli yang ikut turut dalam rombongan mengatakan, penambahan relawan gelombang ketiga ini ditujukan untuk melakukan Assessment Emergency Conditional di lokasi terdampak gempa.

“Kami akan menyebar di beberapa titik untuk melakukan pendataan dan kebutuhan lainnya sebelum penurunan relawan gelombang selanjutnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemberangkatan jalur darat dilakukan setelah sebelumnya menghubungi pihak terkait untuk memastikan jalur yang aman untuk dilalui.

“Walaupun sempat ada kabar banyak jalur transportasi yang terputus, namun Alhamdulillah telah normal kembali,” terangnya.

Mari tunjukkan kepedulian kita, bantu sesama yang membutuhkan.

Donasi dapat di saluran melalui rekening BSM 4999009005 a.n LAZIS WAHDAH Peduli Negeri. Kode Transfer ATM bersama 451. Konfirmas bukti transfer ke 085315900900 Contoh PGS/Nama/ Daerah/ 500.600

Kontak Media TIM :+6281242618963

Wahdah Islamiyah Lepas Gelombang Ke 3 Relawan ke Palu

Wahdah Islamiyah Lepas Gelombang Ke 3 Relawan ke Palu

Wahdah Islamiyah Lepas Gelombang Ke 3 Relawan ke Palu

(Makassar) wahdahjakarta.com – Sebanyak 20 relawan dengan menggunakan 3 mobil dilepas secara resmi Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) ke Lokasi Gempa Palu

Rombongan relawan dilepas secara resmi oleh Ketua Harian DPP WI, Rahmat Abdurrahman, bersama jajaran petinggi WI lainnya bertempat di Kantor DPP WI, Jalan Antang Raya Makassar, Sabtu (29/9)

Wawan selaku relawan Wahdah Peduli yang ikut turut dalam rombongan mengatakan, penambahan relawan gelombang ketiga ini ditujukan untuk melakukan Assessment Emergency Conditional di lokasi terdampak gempa.

“Kami akan menyebar di beberapa titik untuk melakukan pendataan dan kebutuhan lainnya sebelum penurunan relawan gelombang selanjutnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemberangkatan jalur darat dilakukan setelah sebelumnya menghubungi pihak terkait untuk memastikan jalur yang aman untuk dilalui.

“Walaupun sempat ada kabar banyak jalur transportasi yang terputus, namun Alhamdulillah telah normal kembali,” terangnya.

Rombongan ketiga ini menerjunkan 20 relawan yang akan menempuh perjalanan darat menuju kota Palu yang terdiri dari Tim Asessment, SAR dan Medis.

Gelombang Pertama tadi malam Jumat (28/9) diterjunkan Relawan dari Cabang Wahdah Poso dan Ampana sebanyak 11 Orang dan tadi Pagi tenaga medis Via Pesawat lewat Poso

Mari tunjukkan kepedulian kita, bantu sesama yang membutuhkan.

Donasi dapat di saluran melalui rekening BSM 4999009005 a.n LAZIS WAHDAH Peduli Negeri. Kode Transfer ATM bersama 451. Konfirmas bukti transfer ke 085315900900 Contoh PGS/Nama/ Daerah/ 500.600

Kontak Media TIM :+6281242618963

Jalani Pelatihan Jurnalistik, Media Muslim “Tercerahkan”

Pelatihan Jurnalistik, Media Muslim

Pelatihan Jurnalistik Media Muslim

JALANI PELATIHAN JURNALISTIK, MEDIA MUSLIM “TERCERAHKAN”.

Jakarta(9/9) wahdahjakarta – Forum Jurnalis Muslim (Forjim) mengadakan Workshop Jurnalistik Dakwah Angkatan ke-4 di Masjid Jenderal Sudirman, di kawasan World Trade Center Jakarta Selatan.
Workshop ini diadakan pada tanggal 8-9 September 2018 dalam rangka perwujudan program OMOJ (One Masjid One Journalist) yang merupakan salah satu program Forjim di bidang pendidikan dan pelatihan.

Ada sekitar 30 peserta yang hadir dalam workshop tersebut. Masing-masing peserta berasal dari berbagai DKM Masjid, seperti Masjid Az Zikra Bogor & Masjid Al Azhar. Ada juga yang berasal dari lembaga & media, diantaranya Wahdah Islamiyah, LPOM MUI, Darul Qur’an, dll.

Peserta diajari segala hal di bidang jurnalistik mulai dari teknik wawancara, menulis berita, hingga teknik editing video dan pengambilan gambar.

Pemateri yang didatangkan pun beragam, dibuka oleh Ketua Umum Forjim, Dudy Sya’bani Takdir, S.I.Kom dengan meteri “Urgensi Dakwah Media”, kemudian dilanjutkan dengan teknik wawancara & penulisan berita oleh mantan ketua umum Forjim, Adhes Sastria Sugestian.
Pelatihan kemudian dilanjutkan kembali dengan sedikit sharing ringan mengenai editing video dan pengambilan gambar oleh Produser Video dari ACT dan dilanjutkan oleh materi seputar video editing menggunakan smartphone oleh Direktur Forum Jurnalis Muslim TV, Setyohadi Wiratmoko.

Hari kedua pelatihan, materi yang diajarkan full praktek oleh KPI dan ditutup dengan pelatihan public speaking oleh Radio Dakta.

Dalam sesi testimoni, para peserta mengaku sangat beruntung bisa mengikuti Workshop tersebut karena banyak ilmu baru yang mereka ketahui. Diantaranya ada yang merasa lebih semangat lagi dalam berdakwah di dunia maya dengan ilmu-ilmu yang mereka dapatkan dan mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh di lembaga masing-masing.

Peserta Pelatihan Jurnalistik Media Muslim

Peserta Pelatihan Jurnalistik Media Muslim

“Kami berharap agar Forjim kembali mengadakan kegiatan ini, dan kembali merekrut serta membangkitkan semangat para jurnalis muslim potensial yang akan membela agama ini melalui tulisannya.” ujar salah satu peserta.(Fry)

Berantas Buta Huruf Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Jakarta Gelar TOT Pengajar Al-Qur’an Berskala Nasional

Wahdah Islamiyah Jakarta Gelar TOT Pengajar Al-Qur'an Berskala Nasional

Wahdah Islamiyah Jakarta Gelar TOT Pengajar Al-Qur’an Berskala Nasional

(JAKARTA) wahdahjakarta.com-, Metode Belajar Al Qur’an dari Nol Khusus Dewasa (DIROSA) adalah metode yang akhir-akhir ini sangat populer di Nusantara, khususnya di daerah Ibukota. Banyak halaqoh-halaqoh yang sukses membina peserta yang sebelumnya tidak tahu huruf Al Qur’an sama sekali hingga lancar membaca Al Qur’an bahkan sampai menjadi salah satu pengajar Al Qur’an dengan metode ini.
Namun disamping itu masih ada beberapa kekurangan yang perlu diberbaiki dalam pengembangan Dirosa di beberapa daerah nusantara, sehingga daerah tersebut masih belum maksimal dalam mengembangkan metode ini. Diantara faktor penyebabnya adalah kurangnya pelatihan-pelatihan upgrading di daerah tersebut sehingga banyak daerah masih belum inovatif dan kurang dinamis dalam pengembangan metode Dirosa. Kurangnya kualitas SDM pengajar Dirosa juga merupakan salah satu faktor penyebab dakwah qur’ani tersebut masih ‘ngadat’ dan kurang kreatif.
Untuk itu, Tim Dirosa Wahdah Islamiyah Jakarta/LP3Q mengadakan Training Of Trainer (TOT) DIROSA berskala Nasional dengan tujuan agar kekurangan-kekurangan tersebut bisa tercover dengan baik dan kualitas SDM bisa ditingkatkan.
Acara ini akan digelar pada 31 Agustus hingga 2 September 2018 dengan tema “Meningkatkan Profesionalisme Trainer DIROSA” dan akan dihadiri beberapa daerah seperti Jawa Barat, Banten, Kalimantan Barat, Lampung, dll. Rencananya acara ini akan bertempat di Taman Mini Indonesia Indah ini akan dihadiri langsung oleh Ustadz Komari, S.Pd sebagai penyusun metode ini. Kehadiran beliau diharapkan dapat memotivasi sekaligus memberikan bimbingan kepada 40 lebih Trainer Dirosa yang akan hadir dari berbagai daerah di Nusantara sehingga kualitas para Trainer tersebut bisa ditingkatkan lagi baik dari segi mental maupun ilmu pengetahuan.
“Kita akan serius dalam membina para trainer sehingga kualitas trainer DIROSA di Nusantara dalam dakwah qur’ani ini bisa dimaksimalkan dan merealisasikan tujuan dari dakwah ini yakni membebaskan masyarakat di nusantara dari buta huruf Al Qur’an”, ujar Hermawan Sumarlin, selaku ketua pelaksana dauroh akbar ini. [fadl]