Bersedekahlah Walau dengan “sepotong” Nasehat

 (Catatan Terbenam dari Suatu Malam)
Ta'lim Masjid Wihdatul Ummah Jln. Abdullah Dg. Sirua Makassar

Ta’lim Masjid Wihdatul Ummah Makassar

Mungkin itulah cara Ilahi untuk memberatkan timbangan amal saat sedekah sepotong korma teramat berarti bagi seorang manusia. Bersedekahlah walau dengan “sepotong” nasehat .

Malam tadi saya “terpaksa” mengisi ta’lim di salah satu Masjid di kota Makassar .
Kondisi yang kurang sehat ditambah penjemput yang terlambat datang semakin “sempurna” dengan terjebak macet yang luar biasa .

Bisikan malas pun datang dengan yakinnya, dengan nada berat saya berkata kepada penjemput berambut gondrong itu: “Sudahlah, kita shalat di Masjid terdekat dan langsung balik akhy ” , Iapun mengangguk dengan terbata.

Selepas shalat ia bergegas mendekat dan dengan wajah memelas berkata: “Jamaah full ustadz , meluber sampai keluar, ditungguki“. “Astaghfirullah, kita coba saja ke sana akhy , mudah-mudahan masih bisa minimal jumpa dan menyapa mereka”

Di mobil, sambil jalan saya mencoba hubungi panitia agar bisa memulai ceramah via Hp yang di speaker, alhamdlillah bisa! Mobil meluncur dengan cukup cepat, kemacetan sudah terurai dan beberapa menit Allah mudahkan sampai di Masjid tempat pengajian. Ceramah saya lanjutkan secara langsung, dan berakhir tepat waktu walhamdlillah .

Selepas shalat Isya, kami sempatkan untuk mengintip aktivitas jamaah. Masya Allah mereka masih duduk berkelompok- kelompok, semacam halaqah. Semuanya anak muda, sebagian besar pegang mushaf. Begitu kami sapa, serentak mereka menjawab dengan senyum yang sangat menawan. Senyum generasi Al Quran. Senyum yang memintal asa saat ia telah terurai. Masya Allah .

Halaqah Tarbiyah. Foto: M.Ode Wahyu

Seketika tak tahu mengapa hilang penat yang tadi mendera, terganti rasa hangat yang mengelus-elus dada. Hampir meloncat air mata haru, namun kutahan dan segera pamit.

Baca Juga  Adab Menguap

Malu rasanya untuk berkata setelah melihat mereka. Anak-anak muda yang kita tahu hidup di tengah gelombang dan badai kemaksiatan yang teramat deras menerpa, namun mereka memilih MASJID.
Di tengah arus Pop Korea dan genk motor, mereka memilih TA’LIM

Di saat anak muda lain sedang menghentak badan mengiringi musik cadas oleh sang DJ, mereka memilih Al-Qur’an dan Halaqah.

Para Ustadzku, Sudahlah.

Mari kita jemput genarasi baru ini dengan semangat.
Musuh di depan mata , namun para Anshar pun telah Allah hadirkan , malu rasanya untuk terus bertikai dan berdebat tiada akhir .

Jangan pernah khawatir, dunia ini bukan milik siapa-siapa, hati manusia juga bukan milik anda atau saya, semuanya ada dalam genggaman Allah Yang Maha Kuasa .
Jika sejumput kesempatan untuk menyampaikan Iman, kebenaran dan kebaikan diberikan pada anda, jangan sia-siakan !

Mungkin itulah cara Ilahi untuk memberatkan timbangan amal saat sedekah sepotong korma teramat berarti bagi seorang manusia.

Bersedekahlah walau dengan “sepotong” nasehat .

Makassar 17 Syawal 1438
Dari tepi kota yang selalu menyimpan bara.
Akhukum Abu Nafisah.
[ed:sym]

Artikel: wahdajakarta.com

Posted in Artikel, Tarbiyah, Tazkiyah and tagged , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.