Bulan Muharram Bulan Sial?

Bulan Muharram Bulan Sial?

Bulan Muharram Bulan Sial?

Bulan Muharram Bulan Sial?

 

Pertanyaan:

Bismillah.. Assalamualaikum utadz, saya  mau tanya.. Sekarang kan kita sedang berada di bulan Muharram atau Suro.  Di daerah saya sebagian orang enggan mengadakan hajatan pada bulan muharram. Karena menganggap Muharram sebagai bulan sial.  Benarkah demikian ustadz?  Karena ana juga pernah dengar dan baca bahwa bulan Muharram merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam.  Bagaimana seharusnya kita memuliakan bulan Muharram? (Fadli, Jakarta).

Jawaban:

Wa ‘alikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh

Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia (asyhurul hurum)  yang diistimewakan oleh Allah. Sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam surat At-Taubah ayat 36.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan lanit dan bumi, diantaranya terdapat empat bulan haram.  (Qs. at Taubah :36).

Yang dimaksud dengan empat bulan haram dalam ayat di atas adalah bulan Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Hal ini dijelaskan oleh Nabi dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda,

“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati: tigabulan berturut-turut; Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharra  m dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada tsaniah dan Sya’ban.” (terj. HR. Bukhari dan Muslim).

Bulan Muharram juga disebut oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai syahrullah (Bulan Nya Allah).  Sebagaimana dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim,  Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda:

Baca Juga  Zakat Perdagangan

أفضل الصيام بعد رمضان شهرالله المحرم

Puasa paling afdhal setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulanNya Allah (yakni)  bulan Muharram“. (HR. Muslim)

Penyebutan ini memberi makna bahwa bulan ini memiliki keutamaan khusus karena disandarkan pada lafdzul Jalalah (Allah). Menurut Para Ulama penyandaran sesuatu pada lafdzul Jalalah menunjukan tasyrif (pemuliaan), sebagaimana istilah Baitullah (Rumah Allah/Masjid), Rasulullah, Saifullah (Pedang Allah, gelar bagi Sahabat Nabi Hamzah bin Abdul Muthalib) dan sebagainya. Menurut Imam Ibnu Rajab al-Hambali  rahimahullah, “Muharram disebut dengan syahrullah (bulan-Nya Allah) karena [1]  untuk menunjukkan keutamaan dan kemuliaan bulan Muharram, serta [2] untuk menunjukkan otoritas Allah Ta’ala dalam mensucikankan dan memuliakan bulan Muharram”.

Oleh karena itu kurang tepat jika menganggap bulan Muharram sebagai bulan sial. Sebab pada dasarnya tidak ada hari atau bulan sial. Bahkan keyakinan adanya waktu tertentu yang dianggap sial dapat menyebabkan syirik. Justru sebaliknya. Bulan Muharram merupakan bulanNya Allah yang mulia yang hendaknya dimuliakan dan dihormati. Tentu saja memuliakan dan menghormati bulan Muharram bukan dengan men-sial-kannya atau mengkeramatkannya. Tetapi dengan mengikuti petunjuk Al-Qur’an dan tuntunan Rasulullah dalam memuliakan bulan ini. Yakni dengan meninggalkan kezaliman dan memperbanyak puasa suannah. Wallahu a’lam. [sym].

Tahfidz Weekend
Posted in Artikel, Kajian, Konsultasi and tagged , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.