Penerimaan Santri Baru Pesantren Tahfidz (SMP-SMA) Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Bogor

Penerimaan Santri Baru Pesantren Tahfidz (SMP-SMA) Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor Jawa Barat TA.1439H-1440H/2018-2019

معهد الوحدة الإسلامية لتحفيظ القرآن الكريم

Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor Jawa Barat Menerima Santri Baru Tahun ajaran 1439-1440H/2018-2019.

Visi
Menjadi lembaga Pendidikan Islam berbasis pesantren yang dapat melakukan pengajaran dan pendidikan al-Qur’an guna melahirkan generasi Qur’ani.

Misi:
1. Menjadi lembaga pencetak penghafal dan pengamal al-Qur’an
2. Menanamkan adab dan akhlaq Qur’ani melalui program Tarbiyah Qur’aniyah
3. Membekali para hafidz al-Qur’an dengan dasar-dasar Ilmu Syar’i dan bahasa Arab
Jenjang Pendidikan
1. Sekolah Menengah Pertama Al-Qur’an Wahdah Islamiyah (SMPQu-WI)
2. Sekolah Menengah Atas Al-Qur’an Wahdah Islamiyah (SMAQu-WI)

Kompetensi Lulusan Yang Diharapkan
1. Hafal al-Qur’an 15 Juz untuk SMP dan 30 bagi alumni SMA Juz dan paham maknanya,
2. Dapat berbahasa Arab aktif,
3. Menguasai dasar-dasar Ilmu Syar’i,
4. Menghafal Hadits Kitabul Jami’ Bulughul Maram,

Fasilitas:
1. Lokasi strategis, dekat pusat pemerintahan Kabupaten Bogor dan GOR Pakan Sari,
2. Gedung Asrama dan Ruang Kelas 3 lantai,

Kurikulum
1. Hafalan al-Qur’an,
2. Bahasa Arab,
3. Dasar-dasar Ilmu Syar’i; Tafsir, Hadits, Adab, dll
4. Bahasa Inggris.

Ekstra Kurikuler
1. Olahraga; Memanah, Futsal, dan tennis meja
2. Bela Diri;
3. Pengembangan Diri dan Keorganisasian

Brosur Penerimaan Santri Baru Pesantren Tahfidz (SMAQu) Wahdah Islamiyah Bogor

 

Pengurus dan Pengelola
1. Penyelenggara: Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI).
2. Pembina : KH. DR. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc, MA (Wasekjen MUI Pusat & Ketua DPP Wahdah Islamiyah)
3. Pengelola:
Pimpinan Pondok: Ust. Syamsuddin, M.Pd.I
Kepala Sekolah:Ust. Muh.Hamka, S.Pd
Muhaffidz: Ustadz Hermawan Sumarlin, Lc, Al-Hafidz, Ust. Ld. Munawan, Lc, Al-Hafidz, Ust Firman, SH
Kepala TU: Firmansyah Yuskal, SH
Keuangan: Agusman, S.si.

Jadwal Pendaftaran
Gelombang 1
1. Pendaftaran: 1 Januari 2018 s.d 23 Februari 2018
2. Tes dan Wawancara : 24 – 25 Februari 2018
3. Pengumuman Hasil: 3 Maret 2018

Materi Tes
1. Tes tertulis pengetahuan Agama dan Umum serta psiko tes
2. Tes lisan dan wawancara
3. Baca Tulis Al-Qur’an
4. Kemampuan mghafal Al-Qur’an

Biaya Masuk dan Bulanan

SMPQu

  1. Pendaftaran (Formulir & Tes Masuk) : 200.000

2. Uang Pangkal :  7.000.000

3. Perlengkapan (Ranjang, Kasur,Bantal, Sepre, Lemari) : 1.500.000

4. Seragam 4 Set (Putih-Biru, Jubah, Olah Raga, Batik Lembaga) : 1.000.000

5. Buku Paket UN : 750.000

6. Bulanan Juli 2018, meliputi;
a. Konsumsi : 700.000
b. SPP : 500.000
c. Loundry: 100.000
d. Kegiatan,Ekskul: 100.000
Total: 11.850.000

SMAQu

  1. Pendaftaran (Formulir dan Tes masuk) 200.000
  2. Uang Pangkal 7.000.000
  3. Perlengkapan (Ranjang, kasur, sepre, bantal, dan lemari) 1.500.000
    4 . Seragam 4 set (Putih-Abu-abu, Jubah, Olahraga, Jubah, Batik lembaga 1.000.000
    5 . Buku Paket UN 850.000
    6 Bulanan Juli 2018, meliputi;
    a. Konsumsi: 700.000
    b. SPP: 500.000
    c. Loundry:100.000
    d. Kegiatan & Ekskul 100.000

Total 11.950.000

 

Brosur PPDB SMPQu Wahdah Islamiyah Bogor

Tabligh Akbar di Pontianak, Ustadz Zaitun Berbagi Tips Menjaga Ukhuwah

Ustadz Zaitun Tabligh Akbar di Majid Al-Hikmah Pontianak

Tabligh Akbar di Pontianak, Ustadz Zaitun Berbagi Tips Menjaga Ukhuwah

(Pontianak)- wahdahjakarta.com– Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan bahwa ukhuwah merupakan modal kuat dalam perjuangan. Hal ini beliau katakan saat menyampaikan ceramah pada Tabligh Akbar “Merajut Persatuan dengan Dakwah dan Tarbiyah” di Masjid Al-Hikmah Pontianak Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (27/01/2018).

“Ukhuwah adalah salah satu modal kuat dalam perjuangan, nikmat ukhuwah dan ittihad (persatuan) ini harus kita jaga karena perjuangan masih panjang”, ujarnya. “Saling berbantah-bantahan hanya akan saling melemahkan, sebagaimana dalam Al-Anfal”, imbuhnya.

Selanjutnya Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini menguraikan tips menjaga ukhuwah dan mencapai tingkatan ukhuwah tertinggi. “Cara mencapai tingkatan ukhuwah yang tertinggi, yang pertama adalah dengan memperkuat iman”, terangnya. “Namun jangan tergesa-gesa menyatakan bahwa muslim yang berselisih itu tidak beriman”, lanjutnya.

Tips yang kedua menurut Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) ini adalah, jaga akhlaq. “Itulah hikmahnya dalam surat Al Hujurat ayat 10 dan beberapa ayat setelahnya Allah sebutkan berbagai permasalahan akhlaq yang perlu dijaga agar ukhuwah tetap kokoh”, ungkapnya.

Salah satu akhlaq buruk yang dapat merusak ukhuwah menurut Inisiator MIUMI ini adalah memberi label-label tertentu kepada sesama Muslim atau lembaga-lembaga dakwah. “Tetap bersangka baik kepada sesama lembaga dakwah atau aktivis Islam meskipun kita tidak sepakat dengan berbagai cara dakwahnya”, imbaunya. [ibw/sym]

Kemenag Kalimantan Barat Dukung Program Dakwah Wahdah Islamiyah Pontianak

Kemenag Kalimantan Barat Dukung Program Dakwah Wahdah Islamiyah Pontianak

(Pontianak)-wahdahjakarta.com– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah (WI) Pontianak menggelar Musyawarah Kerja Daerah ke.2 (Mukerda II), pada hari Sabtu-Ahad (27-28/01/2018) di Aula Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Barat, Jln. Sutan Syahrir, Pontianak.

Menurut Ketua DPD Wahdah Islamiyah Pontianak, Ustadz Jundi Harun, Mukerda II Ini mengagendakan evalusi program kerja periode 2017 dan pencanangan serta penetapan program kerja periode 2018.

Mukerda dibuka oleh Wakil Ketua Departemen Dakwah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah, Murtadha Ibawi. Dalam sambutannya Ustadz Ibawi kegiatan musyawarah daerah ini merupakan bagian dari pengamalan Islam yang diajarkan Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Syura sangat penting dalam kegiatan dakwah dan perjuangan, Rasul paling banyak syura”, ucapnya.

Beliau juga menekankan urgensi kaderisasi, ukhuwah, dan persatuan dalam perjuangan membangun dan membina ummat. “Kaderisasi merupakan tulang punggung perjuangan”, ujarnya. “Ukhuwah juga sangat penting, kader ibarat batu bata dan ukhuwah adalah perekatnya”, jelasnya.

Oleh karena itu menurutnya Wahdah Islamiyah sangat memperhatikan dua hal ini dalam amal perjuangannya. “Dan Wahdah Islamiyah siap bersatu dan bersinergi dengan lembaga-lembaga dakwah, pemerintah, dan komponen bangsa lainnya dalam membangun ummat dan bangsa ini”, pungkasnya.

Pembukaan Mukerda II turut dihadiri para pejabat pemerintah dan tokoh Agama, diantaranya Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Kal-Bar (diwakili H. Nur Sahid), Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kal Bar, Ketua Yayasan Mujahidin, Ketua Sinergi Positif, dan yang lainnya.

Dalam sambutannya Kenterian Agama Prov. Kalbar menyatakan dukungan terhadap program-proram dakwah dan pendidikan Wahdah Islamiyah. “Pemerintah melalui Kemenag siap bersinergi, para huffazh akan dibuatkan program-programnya di Kemenag agar lebih maksimal perannya”, ujarnya. [MI/sym

Training Al-Qur’an; Pemuda dan Kebangkitan Islam

Training Al-Qur'an

Training Al-Qur’an; Pemuda dan Kebangkitan Islam

Training Alquran
Pemuda dan kebangkitan Islam

Menghadirkan Materi dan Pemateri

  • Bahagia Dunia Akhirat BersamaMu
    • Oleh: Al Ustadz Imron Bukhari,.Lc,.MA. (Alumnus Universitas Islam Madinah
  • Pemuda dan Al-Qur’an
    • Oleh: Al Ustadz Fakhrizal Idris,.Lc,.MA. (Alumnus Universitas Islam Madinah)
  • Akibat Meninggalkan Al-Qur’an
    • Oleh:Al Ustadz Hermawan Sumarlin,.Lc. (Ketua DPD Wahdah Islamiyah Jakarta Timur)

Hari, Tanggal : Ahad, 28 Januari 2018

Waktu               : 08.30 s/d 13.00 WIB

Tempat         :  Masjid Jami Al-Hidayah, Jl. Bambu Asri Raya No.9, RT.2/RW.9, Pd. Bambu, Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13430 https://goo.gl/maps/2Ewiq21mQo22

Fasilitas :
– Snack
– Makan Siang
– Buletin Al Balagh

Informasi dan Pendaftaran :  Ketik, REGNamaLengkapNomer WA
Kirim ke No. Hp. 085322757765 (call/wa/sms)

Event by :  Dep.Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Jakarta Timur

🚩 Supported by :
– Takmir Masjid Jami’ Al-Hidayah
– Kelompok Kajian Islam Yusuf

🔴 TERTARIK?, Segera daftar ya. Ingat-ingat! :

  • Pendaftaran Maksimal sampai dengan 27 Januari 2018 pkl 15.00 WIB.

#YuukBantuSebar
#RaihPahala

Ustadz DR Syamsuddin Arif: Syiah Bukan Sekadar Mazhab

Doktor Syamsuddin Arif sedang memaparkan Makalah tentang Syi’ah pada Kajian Keislaman yang digelar Forpemi dan MIUMI Sulsel

Ustadz DR Syamsuddin Arif mengatakan,  Syiah bukan sekadar mazhab, Hal ini telah diulas secara lengkap  dalam bukunya “Bukan Sekadar Madzhb: Oposisi dan Heterodoksi Syi’ah.”, yang sekarang ini masih dalam proses cetak.

(Makassar) –Wahdahjakarta.com– Peneliti dan Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Ustadz DR Syamsuddin Arif, menganggap Syiah bukan hanya sekadar mazhab. Menurut pria berdarah Betawi itu, persepsi yang menganggap Syiah tersebut sebagai mazhab kemungkinan lebih besar salahnya daripada benarnya.

“Ini pernyataan. Ini tesis namanya. Potition. Saya katakan begini, kalau mazhab itu seperti mazhab Syafi’i, mazhab Hanafi, mazhab Hambali, dan mazhab Maliki,” ujar Ustadz Syamsuddin di Aula Pusat Bahasa Arab dan Studi Islam Universitas Negeri Makassar, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, pada Jumat (12/1/2018) lalu.

Dalam acara Kajian Keislaman “Syiah Ditinjau dari Pelbagai Aspek”, yang digelar Forum Penggiat Media Islam (Forpemi) bekerjasama dengan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Sulawesi Selatan itu, dosen Universitas Darussalam Gontor tersebut menjelaskan bahwa ummat Islam dari Pakistan, India, dan Turki, umumnya mengikuti mazhab Hanafi.

Kemudian, kaum Muslimin dari Afrika Utara; Sudan, lalu Tunisia, Libya, Maroko, Al Jazair, mengikuti mazhab Maliki.

Adapun dari Saudi Arabia, dan sebagian di Suriah, mengikuti mazhab Hambali. Sedangkan di Indonesia, Malaysia, Brunei, Chechnya, rata-rata mengikuti mazhab Syafii.

“Kalau di Iran ini, itu bukan mazhab bagi saya. Kenapa? karena kita orang Indonesia berbeda dengan orang Turki. Berbeda dengan orang Sudan. Berbeda apanya, berbeda mazhab. Satu ikuti Syafii, Hanafi, Hambali, Maliki, tetapi tidak satu pun dari kita dan mereka yang mengkafirkan sahabat Rasulullah. Namun, coba tanya ke orang Iran. Kalau Syiah itu sekadar mazhab, dia tidak akan mengkafirkan sahabat,” terang Ustad Syamduddin.

Dia melanjutkan, sering muncul pernyataan bahwa Syiah bagian dari Islam.  “Memang jika mengacu kepada kitab para ulama, ada dua pendapat, seperti Imam Abu Hanifah, yang masih menganggap Syiah, seperti juga halnya kelompok Khawarij, Mu’tazilah, dan firqah Islamiyah lainnya, masih bagian ahlul qiblah”, jelasnya.

“Maka, posisi saya sendiri ketika ditanya, kesimpulan saya: Syiah dzahir-nya Islam. Bathinnya, saya tidak tahu. Walapun para ulama telah menunjukkan berbagai macam kekeliruan dan kesesatan dalam pandangan, keyakinan maupun amalan agama mereka. Namun, apabila orang Syiah mengkafirkan orang Islam, maka tuduhan tersebut akan berbalik kepada mereka sendiri. Jika mereka anggap Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar radiyallahu ‘anhuma itu kafir, lantas mereka anggap apa orang lain seperti kita ini semua?” tegas Ustadz  Syamsuddin.

Alumnus Pondok Pesantren Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur itu menyebut Syiah itu kafir kondisional. Artinya manakala mereka mengkafirkan sahabat Rasulullah, maka dengan sendirinya mereka termasuk kafir.

“Jadi, tidak perlu kita mengkafirkan Syiah. Sama seperti kucing, tidak perlu dikucingkan, karena memang dia sudah kucing, dan tidak perlu dimanusiakan. Maksudnya, jangan memanusiakan kucing dan mengkucingkan manusia,” tukas Ustadz Syamsuddin.

Syiah bukan sekadar mazhab telah diulas secara lengkap DR Syamsuddin Arif dalam bukunya “Bukan Sekadar Madzhb: Oposisi dan Heterodoksi Syi’ah.”, yang sekarang ini masih dalam proses cetak.

Pembina Forpemi Sulawesi Selatan, Ustad Supriadi Yosuf Boni, Lc., yang memandu jalannya acara itu, menilai sangat tepat bagi seorang DR Syamsuddin Arif berbicara tentang Syiah dengan cukup komprehensif lantaran sebagai lulus doktor dari di Orientalisches Seminar, Johann Wolfgang Goethe Universitat Frankfurt, Jerman. “Apalagi beliau ini menguasai banyak bahasa, seperti Arab, Inggris, sampai bahasa Ibrani,” pungkasnya.

Sementara Pengurus MIUMI Sulawesi Selatan, DR Ilham Kadir, yang hadir membuka acara itu, mengatakan penting untuk mendalami masalah Syiah, sebab ini menjadi ancaman bagi ummat Islam, sehingga butuh persiapan matang untuk melawan pergerakan kelompok Syiah.

“Dan kehadiran DR Syamsuddin Arif di tengah kita merupakan sebuah anugerah dikarenakan kapasitas keilmuan beliau yang sudah tidak dapat diragukan lagi ketika berbicara masalah Syiah,” tandasnya. (Forpemi Sulsel/ed:sym).

Kajian Hadits “Ittaqillaha haitsu ma Kunta” (Bertakwalah Kepada Allah! Kapan dan di Manapun Engkau Berada)

 

Kajian Hadits Ittaqillah Haitsu Ma Kunta

Kajian Hadits “Ittaqillaha haitsu ma Kunta” Bertakwalah Kepada Allah! Kapan dan di Manapun Engkau Berada

Bersama:

Syaikh Umar bin Salim Al-Mazmumi hafizahullah (Imam, Khatib dan Guru Qur’an di Jeddah Saudi Arabia).

Hari/Tanggal : Jum’at/ 12 Januari 2018

Waktu              : Bakda Maghrib-Isya

Tempat            : Masjid Al-Hijaz, Komp. RM Lesehan Pondok Laras, Jl. Komjen Pol. M. Yassin (Akses UI) Kelapa Dua Depok.

CP:0811 111 0984

Live  Fb:@WahdahIslamiyahJakarta 

Diselenggarakan Oleh:

Wahdah Islamiyah Jakarta dan Al-Hijaz Al-Khairiyah Indonesia

Didukung Oleh:

LAZIS Wahdah Jakarta

Izinkan Aku Mengenal-Mu (Fiqh Asmaul Husna)

Izinkan Aku Mengenal-Mu

Kajian Fiqh Asmaul Husna

Majelis Ilmu Muslimah Wahdah DKI Jakarta

Majelis Ilmu Muslimah Spectakuler Awal Tahun

Menghadirkan Pembahasan;

“Izinkan Aku Mengenal-Mu”,

Yang akan mengulas Fiqh Asmaul Husna

Bersama:

  1. Ustadzah Maha Humaymid Al-Mazmumy (Da’iyah dari Jeddah Saudi Arabia)

  2. Ustadzah Asiyah, Lc (Da’iyah Muslimah Wahdah)

Hari/Tanggal : Jum’at/ 12 Januari 2018
Waktu              : 15.30-17.30 WIB
Tempat            : Pesantren Al-Hijaz,Komp.RM Lesehan Pondok Laras, Jln. Komjen M. Jassin (eks. Jln. Akses UI), No. 2E, Kelapa Dua Depok

Pelaksana:

Muslimah Wahdah Wilayah DKI Jakarta

Pesantren Al-Hijaz Al-Khairiyyah Depok

Tabligh Akbar Pemuda Indonesia bersama Ulama dan Umara

Tabligh Akbar Pemuda bersama Ulama dan Umara. Gambar: Istimewa

Tabligh Akbar Pemuda Indonesia bersama Ulama dan Umara

From Zero To Hero With Alqur’an
Apa dan Bagaimana Menjadi Pahlawan dengan Alqur’an?

Bersama:

1. Syeikh Prof. DR. Muhammad Sholih Al Barrok Hafizhahullah (Guru Besar Tafsir Alqur’an dan Salah satu Murid Syaikh M Sholeh Al Utsaimin di Saudi Arabia).

2. KH. DR. Muhammad  Zaitun Rasmin, Lc., MA. (Wakil Sekjen MUI, Ketua Ikatan Ulama dan Da’i  Asia Tenggara).

3. Sandiaga Salahuddin Uno, MBA* (Wakil Gubernur DKI Jakarta)

4. Ustadz Adin Mahendra (Ketua ARMI Istiqlal)

5. Ustadz Fakhrizal Idris, Lc., MA. (Penerjemah)

6. Tommy Kurniawan (MC)

Tempat            : Masjid Istiqlal Jakarta Pusat

Hari/Tanggal : 17 Januari 2018

Waktu              :(Ba’da Maghrib s/d Pkl 20.30 WIB)

Informasi (call/wa/sms):

0812 9160 7278 (Ust Faza) – 0852 1602 9668 (Ust Rahmat)

Penyelenggara :
ROHIS DKI – ARMI (Asosiasi Remaja Masjid Istiqlal) – JPRMI (Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia)

Bekerja sama dengan:
Wahdah Islamiyah JakartaLAZIS Wahdah – LDK Albashirah

Sponsored by :

Takmir Masjid Istiqlal – DIROSA (Pendidikan Alqur’an untuk Orang Dewasa) – Wahdah Peduli – Akademi Alqur’an dan Dakwah (AQD)Alhijaz Alkhairiyah