Meriahnya Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa di Makassar

Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa di Makassar

Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa di Makassar

Makassar 29/04/2018 – Lembaga Pembinaan & Pengembangan Pendidikan al-Qur’an Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Kabupaten Gowa telah sukses mewisuda 530 santri dari 50 TK-TPA binaannya se-kabupaten Gowa pada hari ke-13 bulan Sya’ban tahun 1439 H yang bertepatan dengan hari ahad terakhir di bulan April tahun ini.

Ratusan orang memadati gedung Addaraen Jl Sultan Alauddin kota Makassar dengan penuh antusias didukung cuaca yang begitu sangat cerah.

Wisuda Santri LP3Q DPD WI Gowa yang ke XV ini dihadiri oleh Bapak Dinas Sosial Kabupaten Gowa mewakili Bupati Gowa. Dalam sambutannya, Bapak H. Syamsuddin Bidol, S.Sos., M.Si membacakan sambutan tertulis dari bapak Bupati Gowa.

Pemerintah Kabupaten Gowa mengapresiasi kegiatan seperti ini karena sejalan dengan misi pemerintah kabupaten dan perlu untuk terus dikembangkan.

Tidak hanya sambutan tertulis dari bapak Bupati Gowa, turut hadir pula bapak Kepala KUA Kecamatan Sombaopu, Bapak H. Tajuddin, S.Ag., M.Ag, mewakili Kementerian Agama Kabupaten Gowa.

Dalam sambutannya, Bapak H. Tajuddin menasehatkan kepada para wisudawan agar tetap mengaji meski ijazah munaqasyah telah didapatkan, karena mengkaji dan mempelajari Al-Qur’an tidak mengenal usia dan masa.

Sambutan hangat nan penuh bangga juga datang dari Ketua LP3Q Wahdah Islamiyah Pusat, Ustadz H. Komari, S.Pd.

Demikian pula sambutan dari Ketua DPD Wahdah Islamiyah Kabupaten Gowa, Ustadz Andi Tajuddin SM, yang penuh harap akan dukungan dari para Tamu dan Hadirin peserta Wisuda Santri untuk bersinergi dalam menyebarkan kebaikan diinul islam di Kabupaten Gowa.

Bapak Kepala Dinas Sosial, Bapak Kepala KUA Kecamatan Sombaopu, Bapak Ketua LP3Q DPP Wahdah Islamiyah dan ketua DPD Wahdah Islamiyah turut mewisuda para santri sebagai puncak acara ini.

Suasana Wisuda Santri Wahdah Islamiyah Gowa

Suasana Wisuda Santri Wahdah Islamiyah Gowa

Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa

Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa

Renungan Tentang Al-Qur’an

Renungan Tentang Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan rahmat terbesar dari Allah kepada manusia (Qs. Yunus:57-58). Dan manusia paling beruntung memperoleh rahmat Allah adalah mereka yang dimudahkan oleh Allah mempelajari, menghapal, mengamalkan dan mengajarkan Al-Qur’an. Singkatnya semua kesibukan manusia yang berkaitan dengan Al-Qur’an merupakan rahmat Allah.

Dua  hari terakhir berseliweran di WhatsApp Group (WAG) sebuah tulisan singkat berbahasa Arab tentang Rahmat Allah berupa kemudahan dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an.

****

 

Salah satu rahmat terbesar adalah Allah mengajarkanmu Al-Qur’an. Allah berfirman:

الرَّحْمَن عَلَّمَ الْقُرْآنَ

“ Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah). Yang telah mengajarkan Al-Qur’an”. (QS. Ar Rahmaan: 1-2)

Anda tidak akan pernah dapat mempelajari Al-Qur’an kecuali dengan rahmat dari Allah Jalla Jalaluhu.

 وَمَا كُنْتَ تَرجُوْ أَنْ يُلْقَى إِلَيْكَ الْكِتَابُ (إِﻻَّ رَحْمَةً) مِنْ رَبِّكَ

Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu”. (QS. Al Qashash: 86)

Allah ‘Azza wa Jalla merahmati (menyayangi) seorang hamba lalu mengajarkannya Al-Qur’an;

 

Lalu mereka bertemu dengan) seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami”. (Terj. QS. Al Kahfi: 65)

Kau tidak akan diberikan taufik untuk kekuatan hafalanmu kecuali dengan rahmat dari Tuhanmu

وَلَئِنْ شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِالَّذِيْ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ ثُمَّ ﻻَ تَجِدُ لَكَ بِهِ عَلَيْنَا وَكِيْلًا

Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, dan dengan pelenyapan itu, kamu tidak akan mendapatkan seorang pembelapun terhadap Kami (QS. Al Israa’: 86)

(اِلَّا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ)

Kecuali karena rahmat dari Tuhanmu

اَللَّهُمَّ ارْحَمْنَا وَعَلِّمْنَا الْقُرْآنَ وَيَسِّرْهُ لَنَا يَارَحِيْمٌ

Ya Allah, kasihilah dan ajarkanlah kami Al-Qur’an serta mudahkanlah ia bagi kami wahai (Allah) Yang Maha Penyayang

Semoga Allah menjadikan kami dan kalian sebagai para ahli Al-Qur’an dan orang istimewa-Nya.

[sym].

 

Hafalan Al-Qur’an Tingkatkan Kesehatan Mental

Hafalan Al-Qur’an Tingkatkan Kesehatan Mental

Sebuah kajian dan penelitian dilakukan. Temanya tentang tingkat kesehatan psikologis yang diperoleh seseorang dan kaitannya dengan tingkat hafalan al-Qurannya. Bagaimana hasilnya?

Ternyata menghafal al-Quran mempunyai korelasi yang sangat kuat dengan tingkat kesehatan psikologi seseorang. Hal ini sangat kuat disimpulkan dari hasil kajian yang dilakukan DR. Shaleh Bin Ibrahim Ashani, seorang dosen di Universitas Imam Muhammad Ibn Saud Riyadh. Penelitian itu melibatkan dua kelompok, yakni kelompok siswa dan siwi Universitas Malik Abdul Aziz di Jeddah yang berjumlah 170 orang. Dan kelompok siwa-siswi Lembaga Kajian al-Quran Imam Syatibi yang berada di bawah koordinasi Organisasi Penghafal al-Quran di Jeddah yang muridnya juga berjumlah 170 orang.

Peneliti mengidentifikasi definisi kesehatan mental sebagai: Situasi kesesuaian psikologi seseorang melalui empat dimensi utama, yaitu dimensi religious atau spiritual, dimensi psikologis, sosial dan dimensi fisik. Peneliti menggunakan skala untuk mengukur kesehatan mental dari bahan kajian Solaiman Dawereay, yang terdiri dari 60 istilah tentang kesehatan mental sehingga menghasilkan koefisien stabilitas yang baik.

Study ini menemukan adanya hubungan positif antara tingginya tingkat hafalan al-Quran dan tingkat kesehatan mental. Siswa-siswi yang memiliki hafalan al-Quran lebih banyak ternyata memiliki tingkat kesehatan mental yang jauh lebih baik di banding selain mereka yang perbandingan yang sangat mencolok.

Ada lebih dari 70 studi yang dilakukan baik oleh kalangan Muslim maupun non Muslim, yang semuanya menekankan pentingnya agama dalam peningkatan tingkat stabilitas psikologis atau mental seseorang. Di Saudi Arabia juga pernah pernah dilakukan sejumlah penelitaian yang menghasilkan bahwa peran hafalan al-Quran sangat besar dalam pengembangan keterampilan siswa di sekolah dasar. Selain itu, dibuktikan juga dampak positif dari al-Quran pada prestasi akademik yang diperoleh mahasiswa di universitas.

Hasil studi itu menyebutkan dengan jelas antara dimensi keagamaan siswa, utamanya hafalan al-Quran dan sejauh mana pengaruhnya dalam kesehatan mental mereka. selain itu, disebutkan juga tentang tingkat ketidakseimbangan mental siswa yang tidak disiplin dengan tuntunan agama, atau hanya memiliki hafalan yang minim terhadap al-Quran.

Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah agar para guru dan pendidik umumnya memperhatikan aspek hafalan al-Qur’an peserta didik. Ini disebabkan bukti bukti yang dihasilkan tentang adanya pengaruh positif yang sangat jelas bagi anak didik secara prestasi maupun kehidupan sosial mereka. Juga dikarenakan hafalan al-Quran menjadi sebab paling penting bagi stabilitas mental. Bahkan karena pengaruh positif yang terjadi dalam diri siswa oleh hafalan al-Qurannya, studi ini juga menghimbau para guru dan pendidik untuk meningkatkan hafalan anak didik melebihi target kurikulum yang ditetapkan pihak sekolah atau lebaga pendidikan.

Begitulah seseorang yang menghafal al-Quran karim sebagai kitabullah dan senantiasa mendengar bacaan ayat-ayat al-Quran, akan mengalami perubahan besar dalam kehidupannya. Hafalan al-Qur’an juga memiliki pengaruh terhdap kesehatan fisik, karena dalam sejumlah eksprimen disebutkan bahwa hafalan al-Quran mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia dan membantunya agar lebih telindung dari penyakit.

Beberapa manfaat menghafal al-Quran yang dihasilkan, baik oleh penelitian maupun pengalaman, yaitu:

  1. Pikiran akan terang
  2. Daya ingat yang semakin kuat
  3. Memiliki ketenangan dan stabilitas psikologis
  4. Memunculkan rasa gembira dan senang yang tak bisa dilukiskan.
  5. Menghilangkan rasa takut, cemas dan sedih.
  6.  Meningkatnya kemampuan berbahasa, khususnya bahasa Arab.
  7. Memiliki kemampuan hubungan sosial yang baik dan mudah menarik kepercayaan orang lain.
  8. Terhindar dari penyakit kronis yang umum dialami orang
  9. Lebih meningkatkan kemampuan memahami dan menguasai persoalan.
  10. Mempunyai mental yang lebih tenang dan stabil.

Itulah sebabnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sebenarnya al-Quran itu ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.

Tulisan ini merupakan penjabaran keuntungan yang diperoleh di dunia. Sedangkan di akhirat akan ada keuntungan yang lebih banyak dan luar biasa yakni bertemu dengan Allah. Mendapatkan ridho-Nya dan dekat dengan Rasulullah pada hari kiamat. (Sumber: Majalah Tarbawi) [sym].

Mengejek Adzan Merupakan Ciri Orang tidak Berakal dan Sifat Pengikut Setan

Mengejek Adzan Ciri Orang Tidak Berakal dan Pengikut Setan

Mengejek Adzan Merupakan Ciri Orang tidak Berakal dan Sifat Pengikut Setan

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ [٥:٥٨

Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal” (Qs. Al-Maidah:58).

Yang dimaksud dengan menyeru dalam ayat di atas adalah mengumandangkan adzan sebagai panggilan untuk mendatangi shalat jama’ah. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibn katsir rahimahullah.

Jika kamu menyeru  mereka untuk mengerjakan shalat mereka menjadikannya buah ejekan ejekan dan permainan“, maksudnya, “Jika kalian mengumandangkan adzan untuk memanggil mereka shalat yang merupakan amalan paling afdhal bagi orang mengerti, mengetahui, dan berakal maka mereka jadikan sebagai ejekan dan permainan“.

Ibn Katsir juga menyebut perilaku ini (mengejek adzan) sebagai sifat setan, karena setan lari jika mendengarkan adzan. Beliau mengatakan, “Dan ini merupakan sifat-sifat para pengikut setan yang “jika mendengarkan adzan lari terkentut-kentut“. (Tafsir ibn Katsir, 2/928).

Allah Ta’ala mengaitkan sifat mereka tersebut dengan kekurangan akal. Sebagaimana diakatakan oleh Ibn Jazi, “Dalam ayat ini Allah menyebutkan kekurangan akal mereka sebagai sebab mereka memperolok-olok Agama (Ibn jazi, 1/242). Ibn katsir juga menegaskan,  “Ini karena mereka tidak mengerti makna-makna ibadah dan syariatnya“.

Senada dengan Imam Ibn Katsir dan Ibn Jazi Syekh As-Sa’di mengatakan. “Hal itu (memperolok-olok panggilan shalat) karena mereka tidak berakal dan sangat bodoh (jahl ‘adzim), karna andaikan mereka memiliki akal maka mereka pasti tunduk pada panggilan shalat tersebut“. (Tafsir As-Sa’di, 238).

Ibn ‘Asyur menambahkan bahwa frasa “dzalika biannahum qaumun laa ya’qilun” sebagai penghinaan pada mereka, sebab panggilan shalat tidak sepantasnya dijadikan objek ejekan, ini karena kerendahan akal mereka”. (Tafsir Ibn ‘Asyur, 6/242).

Kesimpulan

Mengejek, mengolok-olok dan mempermainkan panggilan shalat (adzan) merupakan sifat pengikut setan dan orang-orang jahil yang berakal rendah. [sym].

Musda I Wahdah Islamiyah Semarang Dirangkaikan Tasyakuran DIROSA

Ustadz Muhammad Qasim Saguni Memberi Sambutan Pada Acara Musda I Wahdah Islamiyah Semarang dan Tasyakuran Dirosa

Musda I  Wahdah Islamiyah Semarang Dirangkaikan Tasyakuran DIROSA

(Semarang)  wahdahjakarta.comMusyawarah Daerah (Musda) I Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah (WI) Kota Semarang di Hotel Candi Indah Semarang, pada Sabtu (24/3/2014) dirangkaikan dengan Tasyakuran Alumni Dirosa.

Sebanyak 70 orang alumni Dirosa mengikuti tasykuran yang dihadiri pengurus dan kader Wahdah Islamiyah Semarang, dan Jawa Tengah serta perwakilan Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah yang diwakili Ketua DPP WI Ustadz. Ir. Muhammad Qasim Saguni, MA, Ketua YPWI Ustadz Nursalam Sirajuddin, Wakil Sekjen WI Ustadz Saiful Bahri, SE, Ustadz Elan Kurniawan, SH yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah.

Dirosa (Dirasah Al-Qur’an Orang Dewasa) merupakan metode pembelajaran membaca Al-Qur’an bagi orang dewasa dengan 20 kali pertemuan.

Ketua DPP Wahdah Islamiyah Ustadz Ir. Muhammad Qasim Saguni, MA. dalam sambutannya mengatakan, program Dirosa merupakan pengejawantahan dari salah satu misi dan konsep dakwah Wahdah Islamiyah, yakni mengajak umat kembali kepada Al-Qur’an.

Karenanya Dirosa menjadi salah satu program unggulan Wahdah Islamiyah di seluruh DPD Wahdah Islamiyah.

Saat ini alumni dirosa sudah ribuan dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia.[sym]

Penerimaan Siswa Baru SMA Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Bogor (Gelombang ke.2)

Penerimaan Siswa Baru SMA Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Bogor (Gelombang ke.2)

Sekolah Menengah Atas Al-Qur’an Wahdah Islamiyah (SMAQu WI) Bogor menerima siswa baru gelombang kedua Tahun Ajaran 2018/2019

 

Pengurus dan Pengelola
1. Penyelenggara: Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI).
2. Pembina : KH. DR. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc, MA (Wasekjen MUI Pusat & Ketua DPP Wahdah Islamiyah)
3. Pengelola:
Pimpinan Pondok: Ust. Syamsuddin, M.Pd.I
Kepala Sekolah:Ust. Muh.Hamka, S.Pd
Muhaffidz: Ustadz Hermawan Sumarlin, Lc, Al-Hafidz, Ust. Ld. Munawan, Lc, Al-Hafidz, Ust Firman, SH
Kepala TU: Firmansyah Yuskal, SH
Keuangan: Agusman, S.si.

Kompetensi Lulusan Yang Diharapkan
1. Hafal al-Qur’an  30 Juz  dan paham maknanya,
2. Dapat berbahasa Arab aktif,
3. Menguasai dasar-dasar Ilmu Syar’i,
4. Menghafal Hadits Kitabul Jami’ Bulughul Maram,

Fasilitas:
1. Lokasi strategis, dekat pusat pemerintahan Kabupaten Bogor dan GOR PakanSari,
2. Gedung Asrama dan Ruang Kelas 3 lantai,

Kurikulum
1. Hafalan al-Qur’an,
2. Bahasa Arab,
3. Dasar-dasar Ilmu Syar’i; Tafsir, Hadits, Adab, dll
4. Bahasa Inggris.

Ekstra Kurikuler
1. Olahraga; Memanah, Futsal, dan tennis meja
2. Bela Diri;
3. Pengembangan Diri dan Keorganisasian

Jadwal Pendaftaran 

  1. Pendaftaran: 11 Maret s.d 27 April  2018
  2. Tes dan Wawancara : 28– 29 April  2018
  3. Pengumuman Hasil: 3 Mei 2018

Materi Tes
1. Tes tertulis pengetahuan Agama dan Umum serta psiko tes
2. Tes lisan dan wawancara
3. Baca Tulis Al-Qur’an
4. Kemampuan mghafal Al-Qur’an

Biaya Masuk dan Bulanan

  1. Pendaftaran (Formulir dan Tes masuk) 200.000
  2. Uang Pangkal 7.000.000
  3. Perlengkapan (Ranjang, kasur, sepre, bantal, dan lemari) 1.500.000
    4 . Seragam 4 set (Putih-Abu-abu, Jubah, Olahraga, Jubah, Batik lembaga 1.000.000
    5 . Buku Paket UN 850.000
    6 Bulanan Juli 2018, meliputi;
    a. Konsumsi: 700.000
    b. SPP: 500.000
    c. Loundry:100.000
    d. Kegiatan & Ekskul 100.000

Total 11.950.000

 

Utamakan Akhirat ! Jangan Lupa Dunia

Utamakan Akhirat Jangan Lupa Dunia

Utamakan Akhirat ! Jangan Lupa Dunia

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”(QS:28:77).

Dalam ayat yang mulia ini Allah menganjurkan orang beriman untuk bersungguh-sungguh meraih kenikmatan yang Dia berikan berupa keni’matan di Darul Akhirah (Kampung Akhirat). Dan anjuran itu disertai dengaan peringatan untuk tidak melupakan bagian dari kenikmatan dunia. Kalau dicermati secara saksama , kita akan dapati bahwa yang ditekankan oleh Allah adalah urusan akhirat. Sampai-sampai Allah gunakan fi’il amr (kata perintah): Raihlah! Carilah! Adapun untuk urusan dunia hanya diingatkan; “Dan jangan lupa”. Hal ini memberikan isyarat yang sangat jelas bahwa Akhirat harus menjadi prioritas utama setiap orang.

Mengapa untuk urusan akhirat Allah gunakan kata perintah sementara untuk urusan dunia Dia cukup ingatkan jangan lupa?

Karena pada prinsipnya akhirat memang mesti diraih dengan sungguh-sungguh. Mesti diusahakan. Sementera dunia yang setiap orang memiliki jatah sudah menjadi naluri setiap orang untuk meraihnya. Sehingga tidak perlu dimotivasi. Tanpa diperintah pun orang pasti akan mencari dunia. Tetapi yang menyedihkan adalah kesibukkan mencari dunia terkadang melalaikan dari akhirat. Banyak orang yang tergadaikan akhiratnya oleh karena ambisi yang berlebihan dalam mengejar dunia.

Sebaliknya tidak ada orang yang rugi dan lupa dunia karena sibuk mempersiapkan akhiratnya. Tidak ada orang yang lupa makan karena sibuk beribadah.Tidak ada orang yang lupa menikah karena sibuk berda’wah dan mengurus agama. Sesibuk-sibuknya orang mengurus agama dan mempersiapkan bekal akhiratnya, ia takkan lupa dunianya.Meminjam sebuah ungkapan; Tanam padi rumput ikut, tanam rumput padai luput. Urus akhirat dunia pasti ikut. Urus dunia, akhirat belum tentu ikut.

Bahkan seorang Muslim seharusnya menjadikan nikmat dunia yang diberikan Allah sebagai alat dan kendaraan meraih akhirat. Menjadikan harta dan kenikmatan dunia lainnya sebagai sarana memperoleh pahala dari Allah. Dan tidak sebaliknya, mengorbakan umurnya untuk meninggalkan amal shalih dan mengejar dunia. [sym/aha].

Jangan Sok Tahu

Jangan sok tahu

Jadi Orang Jangan Sok Tahu , Sumber : http://www.wahdahmakassar.co.id

Jangan sok tahu , jangan mengatakan sesuatu yang kamu tidak ketahui. Karena semua yang terucap dan diperbuat akan dimintai pertanggung jawaban.

Allah Ta’ala berfirman;

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

Dan janganlah engkau mengikuti sesuatu yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al Israa`: 36).


Janganlah kamu katakan; ‘saya lihat’ padahal kamu tidak lihat, ‘saya dengar’ padahal kamu tidak dengar, ‘saya tahu’ padahal kamu tidak tahu, karena Allah akan menanyaimu tentang semua itu”, (Qatadah bin Di’amah As-Sadusi dalam Tafsir   Ibn Katsir (Tafsir Al-Qu’an al-‘Adziem)).

Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya, tetapi pastikanlah kebenaran apa yang kamu katakan dan lakukan”. (Syekh As-Sa’di).

Jangan malu mengatakan ‘saya tidak tahu’ jika memang tidak tahu, karena itu lebih selamat daripada mengatakan sesuatu yang kita tidak punya ilmu dan pengetahuan tentangnya”. (Al-Faqir IlaLlah).

Mulia dengan Al-Qur’an (Bagian 3 dari Tiga Tulisan)

Mulia dengan Al-Qur’an

Bagi yang menghendaki kemuliaan hendaknya mengambil bagian dari Al-Qur’an, yakni dengan mempelajari dan atau mengajarkannya. Jadikan belajar dan mengajar Al-Quran sebagai agenda hidup sepanjang hayat. Luangkan waktu mninimal satu dua jam sepekan untuk ngaji qur’an. Tingkatkan kemampuan membaca Alquran! dan teruslah bertumbuh secara ilmiah dan ruhiah bersama Alquran

 

***

Al-Quran merupakan kitab suci lagi mulia. Diturunkan oleh Tuhan semesta alam kepada manusia termulia melalui Malaikat paling mulia serta di tempat paling mulia dan pada waktu paling mulia, yakni bulan Ramadhan. Allah Ta’ala menerangkan dalam beberapa ayatNya tentang keagungan dan kemuliaan Alquran, diantaranya surah Al-Waqi’ah ayat 75-77;

فَلَا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ ﴿٧٥﴾ وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ ﴿٧٦﴾ إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ ﴿٧٧﴾ فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ ﴿٧٨﴾ لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ ﴿٧٩﴾ تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٨٠

Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran. (75) Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. (76) Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, (77) pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), (78) tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (79) Diturunkan dari Rabbil ‘alamiin. (80) (Qs. Al-Waqi’ah:75-80)

Melalui ayat-ayat di atas Allah mengabarkan bahwa Alquran adalah kitab suci dan mulia yang diturunkan dari Rasbb[ul] ‘alamin, Tuhan semesta alam. Dalam ayat ini juga Allah menyifati Alquran sebagai al-karim; bacaan yang mulia. Menurut Ibnu Jauzi bahwa,” al-karim adalah kata (maknanya) menyeluruh untuk segala sesuatu yang terpuji. Alquran disebut dengan sifat al-karim karena mengandung penjelasan, petunjuk, dan hikmah. Alquran diagungkan disisi Allah”. (Zadul Masir,VIII/151).

Pada tulisan sebelumnya telah diterangkan tentang kemuliaan Al-Qur’an dari sisi kemulian tempat dan waktu diturunkan serta kemuliaan Al-Qur’an dari sisi diturunkan kepada Nabi terbaik dan ummat terbaik pula. Pada tulisan ini akan dilanjutkan dengan uaraian kemuliaan Al-Qur’an dari kemuliaan Malaikat yang membawanya keuliaan manusia yang mengembanya.  Selamat membaca.

6. Al-Qur’an Dibawa Oleh Malaikat Termulia

Malaikat yang menjadi pembawa wahyu Al Qur’an adalah Malaikat Jibril yang merupakan sebaik-baik malaikat dan terpercaya. Sbagaimana dijlaskan dalam surat At-Takwir ayat 19;

إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ ﴿١٩

Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)’’. (Qs. At-Takwir:19).

Allah juga memuji malaikat Jibril yang menurunkan al-Qur’an kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah menyifatinya sebagai Malaikat terpercaya untuk menurunkan wahyu Ilahi. Sebagaimana dalam beberapa ayat diantaranya;

قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِن رَّبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ ﴿١٠٢

Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)“. (Qs. An-Nahl:102)

وَإِنَّهُ لَتَنزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿١٩٢﴾ نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ ﴿١٩٣﴾ عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ ﴿١٩٤

Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, (Qs. Asy-Syu’ara:192-194).

7. Al-Qur’an  Diturunkan Pada Generasi Terbaik

Sebaik-baik generasi adalah generasi yang padanya Al Qur’an turun (Sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam).  Rasulullah shalllahu alaihi wasallam bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

“Sebaik-baik generasi adalah generasi di zamanku, kemudian yang setelahnya, dan kemudian yang setelahnya.” (HR. Muslim).

8. Manusia Terbaik adalah yang Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an

Rasulullah shalllahu alaihi wasallam bersabda :

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan yang mengajarkannya”. (HR. Al Bukhari).

فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (43) وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ وَلِقَوْمِكَ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ.

Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab. (Az-Zukhruf : 43-44)

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata;

أَمَا إِنَّ نَبِيَّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ قَالَ إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

Bahwa Nabi kalian shallallahu alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Al Qur’an, dan merendahkan yang lainnya juga dengan Al Qur’an. (HR. Muslim).

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata;

أن جماع أمراض القلب هي أمراض الشبهات والشهوات والقرآن شفاء للنوعين

 “Unsur penyakit hati terkumpul pada dua hal, yaitu syubhat dan syahwat. Dan keduanya diobati dengan Al Qur’an.” (Ighatsatul Lahafan, Juz.1/44).

Dalilnya bisa dilihat di QS. Yunus: 57, Al Isra’: 82;

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ﴿٥٧

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Qs. Yunus:57).

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا ﴿٨٢

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian’’. (Qs. Al-Isra:82)

Anda Juga Ingin MULIA ?

Bagi yang menghendaki kemuliaan hendaknya mengambil bagian dari Al-Qur’an, yakni dengan mempelajari dan atau mengajarkannya. Jadikan belajar dan mengajar Al-Quran sebagai agenda hidup sepanjang hayat. Luangkan waktu mninimal satu dua jam sepekan untuk ngaji qur’an. Tingkatkan kemampuan membaca Alquran! dan teruslah bertumbuh secara ilmiah dan ruhiah bersama Alquran. [sym].

Penerimaan Santri Baru Pesantren Tahfidz (SMP-SMA) Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Bogor

Penerimaan Santri Baru Pesantren Tahfidz (SMP-SMA) Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor Jawa Barat TA.1439H-1440H/2018-2019

 

 

معهد الوحدة الإسلامية لتحفيظ القرآن الكريم

Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor Jawa Barat Menerima Santri Baru Tahun ajaran 1439-1440H/2018-2019.

Visi
Menjadi lembaga Pendidikan Islam berbasis pesantren yang dapat melakukan pengajaran dan pendidikan al-Qur’an guna melahirkan generasi Qur’ani.

Misi:
1. Menjadi lembaga pencetak penghafal dan pengamal al-Qur’an
2. Menanamkan adab dan akhlaq Qur’ani melalui program Tarbiyah Qur’aniyah
3. Membekali para hafidz al-Qur’an dengan dasar-dasar Ilmu Syar’i dan bahasa Arab

Jenjang Pendidikan

1. Sekolah Menengah Pertama Al-Qur’an Wahdah Islamiyah (SMPQu-WI)
2. Sekolah Menengah Atas Al-Qur’an Wahdah Islamiyah (SMAQu-WI)

Kompetensi Lulusan Yang Diharapkan
1. Hafal al-Qur’an 15 Juz untuk SMP dan 30 bagi alumni SMA Juz dan paham maknanya,
2. Dapat berbahasa Arab aktif,
3. Menguasai dasar-dasar Ilmu Syar’i,
4. Menghafal Hadits Kitabul Jami’ Bulughul Maram,

Fasilitas:
1. Lokasi strategis, dekat pusat pemerintahan Kabupaten Bogor dan GOR Pakan Sari,
2. Gedung Asrama dan Ruang Kelas 3 lantai,

Kurikulum
1. Hafalan al-Qur’an,
2. Bahasa Arab,
3. Dasar-dasar Ilmu Syar’i; Tafsir, Hadits, Adab, dll
4. Bahasa Inggris.

Ekstra Kurikuler
1. Olahraga; Memanah, Futsal, dan tennis meja
2. Bela Diri;
3. Pengembangan Diri dan Keorganisasian

Pengurus dan Pengelola
1. Penyelenggara: Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI).
2. Pembina : KH. DR. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc, MA (Wasekjen MUI Pusat & Ketua DPP Wahdah Islamiyah)
3. Pengelola:
Pimpinan Pondok: Ust. Syamsuddin, M.Pd.I
Kepala Sekolah:Ust. Muh.Hamka, S.Pd
Muhaffidz: Ustadz Hermawan Sumarlin, Lc, Al-Hafidz, Ust. Ld. Munawan, Lc, Al-Hafidz, Ust Firman, SH
Kepala TU: Firmansyah Yuskal, SH
Keuangan: Agusman, S.si.

Jadwal Pendaftaran

Gelombang 1
1. Pendaftaran: 1 Januari 2018 s.d 23 Februari 2018
2. Tes dan Wawancara : 24 – 25 Februari 2018
3. Pengumuman Hasil: 3 Maret 2018

Gelombang 2

  1. Pendaftaran : 11 Maret-27 April 2018
  2. Tes dan wawancara : 28-29 April 2018
  3. Pengumuman : 2-3 Mei 2018

Gelombang 3
Pendaftaran: 4 Mei- 31 2018

Materi Tes
1. Tes tertulis pengetahuan Agama dan Umum serta psiko tes
2. Tes lisan dan wawancara
3. Baca Tulis Al-Qur’an
4. Kemampuan mghafal Al-Qur’an

Biaya Masuk dan Bulanan

SMPQu

  1. Pendaftaran (Formulir & Tes Masuk) : 200.000

2. Uang Pangkal :  7.000.000

3. Perlengkapan (Ranjang, Kasur,Bantal, Sepre, Lemari) : 1.500.000

4. Seragam 4 Set (Putih-Biru, Jubah, Olah Raga, Batik Lembaga) : 1.000.000

5. Buku Paket UN : 750.000

6. Bulanan Juli 2018, meliputi;
a. Konsumsi : 700.000
b. SPP : 500.000
c. Loundry: 100.000
d. Kegiatan,Ekskul: 100.000
Total: 11.850.000

SMAQu

  1. Pendaftaran (Formulir dan Tes masuk) 200.000
  2. Uang Pangkal 7.000.000
  3. Perlengkapan (Ranjang, kasur, sepre, bantal, dan lemari) 1.500.000
    4 . Seragam 4 set (Putih-Abu-abu, Jubah, Olahraga, Jubah, Batik lembaga 1.000.000
    5 . Buku Paket UN 850.000
    6 Bulanan Juli 2018, meliputi;
    a. Konsumsi: 700.000
    b. SPP: 500.000
    c. Loundry:100.000
    d. Kegiatan & Ekskul 100.000

Total 11.950.000