Meriahkan IBF 2018, Pustaka Al-Kautsar Hadirkan Penulis Buku “Semua Ada Saatnya”

IBF 2018

Meriahkan IBF 2018, Pustaka Al-Kautsar Hadirkan Penulis Buku “Semua Ada Saatnya”

(Jakarta) wahdahjakarta.com– Perhelatan tahunan Islamic Book Fair 2018 yang diselenggarakan pada 18-22 April 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, akan dimeriahkan dengan kehadiran penulis dan dai internasional asal Mesir, Syaikh Mahmud Al-Mishri.

Kehadiran penulis ratusan judul buku tersebut ke Indonesia atas undangan penerbit Pustaka Al-Kautsar.

Syaikh Mahmud Al-Mishri akan membedah buku hasil karyanya yang berjudul “Semua Ada Saatnya” di Panggung Utama IBF 2018, pada Kamis (19/4) pukul 12.30-14.00 WIB. Dalam buku tersebut, penulis yang akrab dipanggil Abu Ammar ini mengajak pembaca untuk merenungi makna kehidupan lewat berbagai kisah-kisah inspiratif yang menambah keimanan. Ia juga mengajak pembaca agar hidup seimbang, untuk kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.

Buku “Semua Ada Saatnya” yang diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar dan diterjemahkan oleh dai fenomenal Ustadz Abdul Somad, MA., itu sampai saat ini terus mendapat antusias pembaca yang sangat luar biasa. Dalam hitungan bulan, buku ini sudah terjual puluhan ribu eksemplar dan masuk dalam kategori “National Best Seller”.

Syaikh Mahmud Al-Mishri yang saat ini lebih banyak bermukim di Saudi Arabia ini mendapatkan ijazah  menamatkan kutubussittah dan ilmu-ilmu syariah dari Dr. Muhammad Ismail Al-Muqadam. Ia juga mendapat gelar Doktor Honouris Causa sebagai salah seorang dari tujuh tokoh berpengaruh di Timur Tengah.

Selain sebagai penulis, Syaikh Al-Mishri juga aktif sebagai dai internasional dan menghadiri berbagai konferensi internasional di Amerika, Eropa, dan negara-negara Teluk. Beberapa negara yang pernah dikunjungi dalam safari dakwahnya adalah Inggris, Belgia, Belanda, Italia, Perancis, Belgia, dan lain sebagainya. Ia juga pernah meraih penghargaan internasional dalam bidang Al-Qur’an dari Uni Emirat Arab dan Libya.

Selain buku “Semua Ada Saatnya” karya Syaikh Al-Mishri yang diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar adalah Rihlah Ilaa Daaril Akhirah (Tamasya ke Negeri Akhirat) dan Qashash Al-Qur’an li Al-Athfal (Kisah Istimewa Al-Qur’an untuk Anak).  Buku-buku karya lainnya adalah; Syarh Riyadus Shalihin ( 7 jilid), Ashab Ar-Rasul (2 jilid), Qashash Al-Anbiyaa’, Sirah Ar-Rasul, Asrar Al-Fitan baina Ash-Shahabah, Qashash At-Tabi’in, Al-Fiqh Al-Muyassar li Al-Mar’ah Al-Muslimah, Syarh Al-Ahadits Al-Qudsiyah, Laa Tahzan wa Ibtasim li Al-Hayah, Rijaal laa Yansaahumu At-Tarikh, Nisaa’ Al-Anbiya’, Ahdats Nihayah Al-‘Alam, Mausu’ah Akhlaq As-Salaf, dan lain-lain.

Selain membedah buku karyanya di IBF 2018, Syaikh Mahmud Al-Mishri juga akan memberikan ceramah umum di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/4), bakda shalat Maghrib.

Ia juga akan bersilaturrahim dengan para tokoh, ulama, asatidz, dan aktifis Islam Indonesia. Dalam pertemuan tersebut diharapkan terbangun ukhuwah dan saling tukar gagasan bagi kemajuan kaum muslimin di negeri ini.

Pustaka Al-Kautsar berharap kehadiran ulama asal Mesir ini bisa memberikan pencerahan bagi umat Islam Indonesia dan memicu semangat untuk meraih kejayaan Islam.

“Kita bersyukur bisa menghadirkan ulama internasional, dengan harapan beliau bisa lebih mengenal Indonesia dan memberikan pencerahannya bagi kaum muslimin di sini,” ujar Tohir Bawazir, Direktur Pustaka Al-Kautsar. (AW/Pustaka Al-Kautsar)

Sambut Ramadhan, Wahdah Islamiyah Makassar Gelar Dialog Ramadhan

(Makassar) wahdahjakarta.com – Menyambut bulan Ramadhan 1439 H Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Makassar akan menggelar Dialog Ramadan, pada sabtu-ahad (5-6 Mei 2018) mendatang.

Dialog Ramadhan ini akan mengangkat tema “Mengupas Tuntas Masalah Ramadhan”.

Panitia akan  menghadirkan Ketua Dewan Syariah Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah sekaligus Direktur STIBA Makassar Ustadz DR. Muhammad Yusran Anshar, Lc., MA. dan Ketua Dewan Syuro’ Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil, Lc., M.H.I.

Ketua Panitia Dialog Ramadhan, Abdul Haris mengatakan Dialog Ramadhan ini bertujuan untuk mengupas tuntas seputar Ramadhan sebagaimana tema yang diangkat serta sebagai momentum pembekalan menyambut Ramadhan.

“Dalam acara ini akan mengupas tuntas persoalan-persoalan Ramadhan berupa amalan dan larangan, tentu kita ingin mengerjakan amalan terbaik kita di Bulan Ramadhan”. Jelasnya.

Abdul Haris juga mengatakan pembekalan Ramadhan tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena pembekalan ini akan memberikan kesempatan lebih kepada peserta untuk lebih banyak berinteraksi.

“Pembekalan tahun kemarin menghadirkan 4 pemateri dalam 2 hari namun tahun ini menghadirkan 2 pemateri sehingga memberi kesempatan kepada peserta bertanya dan berdialog”. Tutupnya. [Arsul/Muh Akbar].

Puluhan Ribu Jama’ah  Iringi Pelepasan 1000 Ton Beras Indonesia Ke Suriah

Pelepasan kapal Kemanusiaan 1000 Ton Besar dari Masyarakat Aceh Untuk Suria

Puluhan Ribu Jama’ah  Iringi Pelepasan 1000 Ton Beras Indonesia Ke Suriah

(Banda Aceh) wahdahjakarta.com– Konvoi bantuan beras Kapal kemanusiaan 1000 ton untuk Suriah akhirnya dilepas dari masjid Baiturrahman Banda Aceh, Minggu (15/4) diiringi puluhan ribu jamaah serta doa sejumlah ulama.

President Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin menyatakan Indonesia adalah bangsa yang besa, bantuan ini membuktikan hal tersebut. “Langit hadir membersamai kita, jadi saksi keberpihakan kita. Insya Allah segala kebaikan warga aceh akan berbuah kebaikan kepada warga Aceh sendiri,” ujarnya.

Dalam acara tersebut sejumlah ulama besar Indonesia dari Aceh hingga Papua hadir memberi tausyiah, diantaranya ulama asal Arab Saudi yang kini sudah menjadi warga negara Indonesia, Syech Ali Jabeer, tokoh ulama Aceh Tgk Haji Nuruzzahri, Tengku HM Yusuf A Wahab (ulama Aceh), Tengku H Faisal Ali (Wakil Majelis Permusyawatan Ulama Aceh), ustadz Heriwibowo, Lc (ulama Jakarta), dan Ustadz Fazlan Garamatan (ulama Papua).

Acara dilanjutkan dengan doa dan pelepasan konvoi 40 kontainer menuju pelabuhan Belawan Medan oleh Walikota Banda Aceh, Aminullah, ibu Gubernur Nangroe Aceh Darussalam dan President ACT, Ahyudin diiringi para ulama dan ribuan masyarakat Aceh.

Kapal kemanusiaan sendiri akan layarkan pada 21 April mendatang dari pelabuhan Belawan Medan dengan kapal Kemanusiaan. “Insya Allah dikirimkan ke masyarakat suriah melalui Turki, 12,5 juta jiwa menjadi pengungsi, lebih dari 5 juta jiwa diantaranya berada di Turki. Kita akan membersamai Turki dalam turut membantu para pengungsi Suriah, ” tandas Presiden ACT, Ahyudin.

Ia berharap semoga dengan bantuan ini Allah akan menjauhkan rakyat Aceh dari musibah dan marabahaya.

Pelepasan kapal Kemanusiaan 1000 Ton Besar dari Masyarakat Aceh Untuk Suria

Ustadz Fadlan, ulama asal Papua menilai apa yang dilakukan masyarakat Aceh telah membuktikan pesan-pesan Allah. “Mengantarkan makanan terbaik untuk masyarakat suriah yang tengah ditimpa bencana dan musibah. Mengamalkan apa yang dilakukan Khalifah Umar bin Khattab,” ungkapnya.

Sedangkan syech Ali Jabeer, ulama asal Saudi Arabia mengungkapkan kebahagiaannya bisa ikut mengiringi keberangkatan kapal kemanusiaan 1000 ton beras ini ke rakyat suriah yang sedang ditimpa kemalangan.

“Bantuan 1000 ton dari Aceh ini akan menjadi awal kemakmuran Aceh, bahkan kemakmuran bangsa Indonesia. Turki bisa makmur karena sedekahnya kepada para pengungsi Suriah, Aceh juga akan mengalami hal yang sama usai mengirimkan bantuan 1000 ton ini,” imbuh ulama kelahiran kota suci Madinah tersebut disambut ucapan ‘amiin’ dan takbir dari ribuan jamaah yang hadir.

Menjelang magrib, Tabliq Akbar ditutup dengan pelepasan iringan kontainer kapal Kemanusiaan disaksikan ribuan jamaah anak-anak dan dewasa sambil mengibarkan bendera merah putih dan turki. Mereka tampak antusias melepas bantuan rakyat Aceh menuju bumi Syam. [Dudy/Forjim].

 

 

Kader Wahdah Islamiyah Saudi Arabia Gelar Daurah di Madinah

Kader Wahdah Islamiyah Saudi Arabia Gelar Daurah di Madinah

(Madinah) wahdahjakarta.com – Kader Wahdah Islamiyah (W) yang sedang menuntut ilmu di Arab Saudi mengadakan Daurah Murabbi dan Daurah Tamkin di hotel Funun asy-Syalal di kota Madinah al-Munawwarah pada Jum’at, 20 Rajab 1439H (06/04/2018).

Kegiatan yang dilaksanakan atas kerjasama dengan Markaz Al-Inayah bil jaliyah al-Indunusiah Saudi Arabia ini menghadirkan 2 pemateri dari Dewan Pimpinan Pusat WI, yakni Ustadz Ir. Muh. Qasim Saguni, M.A Ketua DPP WI Bidang Dakwah dan Kaderisasi dan Ustadz Ir. Muh. Taufan Djafry, Lc, M.H.I Ketua Departemen Kaderisasi DPP WI.

Daurah ini diikuti oleh para kader Wahdah Islamiyah yang tersebar di Universitas Islam Madinah, King Saud University Riyadh, Universitas Imam Muhammad bin Su’ud Riyadh, dan universitas Al- Qossim Buraidah.

Syaikh Abu Ilyas Adam sholih Qodir Mudir tanfidzi Markaz Inayah dan syaikh Dhiya ar Rifai yang menjabat di bagian keuangan Markaz inayah turut hadir di acara ini dan menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada para mahasiswa Indonesia yang tergabung di Markaz Inayah dan mengikuti seluruh kegiatan yang diadakan Markaz Inayah seperti yaumul ‘Ilmi, Daurah Tamkin, Dakwah Qowafil, Pesantren haji, dan Umrah.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada para peserta halaqah tarbiyah terbaik para kader dari Universitas Islam Madinah dan Universitas Al-Qossim, serta kepada para murabbi dan alumni dari Markaz Inayah yang sebagian akan kembali ke tanah air pada tahun ini karena sudah menyelesaikan studinya di Arab Saudi.[ Yoshi P. Pratama/sym/wahdahjakarta.com].

Wakili Indonesia Terima Penghargaan Bela Palestina, UBN dan UZR Dipertemukan dengan Erdogan

Wakili Indonesia Terima Penghargaan Bela Palestina, UBN dan UZR Dipertemukan dengan Erdogan

(Istanbul)- wahdahjakarta.com– Dalam konferensi Al-Quds Amanati, para aktivis Palestina Internasional mengundang tamu utama, dua tokoh khusus untuk mewakili dua negara pembela Baitul Maqdis. Pertama ustad Bachtiar Nasir mewakili rakyat Indonesia, dan kedua Dr. Nuruddin Nabati, anggota parlemen Turki.

Konferensi yang dihadiri ratusan delegasi Indonesia ini, juga memberikan tanda penghargaan atas usaha-usaha pembelaan terhadap Palestina di dua negara ini. Terkhusus untuk rakyat Indonesia, Konferensi Internasional yang diberada dibawah pengawasan langsung para Ulama Al-Quds ini menghadiahkan salah satu lempengan asli kubah masjid Ash-Shakrah.

Setelah berdampingan di forum dengan Dr. Nuruddin Nabati, anggota Parlemen Turki pembela Al-Quds, Ustad Bachtiar Nasir diundang khusus untuk bertemu Presiden Erdogan yang sedang berada di Istanbul saat itu. Untuk mewakili seluruh umat Islam Indonesia, maka pertemuan itu juga dihadiri oleh Ustad Muhammad Zaitun Rasmin, KH. Ahmad Shabri Lubis, Ustad Jeje Zainuddin dan ustad Ridwan Yahya.

Berikut videonya : https://www.youtube.com

Satu harapan besar dari konferensi internasional aktivis Baitul Maqdis di Istanbul ini agar Indonesia berada di shaf terdepan dalam pembelaannya. Bahkan, seorang tokoh arab yang hadir mengatakan setelah mendengar penampilan bacaan al-Qur’an oleh seorang anak Indonesia bernama Umar Al-Faruq, “Sekarang dalam multaqo ini anak Indonesia Umar Al Faruq membacakan Alquran, semoga kelak yang membebaskan Al Quds adalah Umar Al Faruq dari Indonesia,”.

Amanah besar di pundak, siapkah kita untuk bersama Palestina menjaga Baitul Maqdis?n[SoA/sym/wahdahjakarta.com].

Hadiri Konfrensi Al-Quds Amanah Kita Bersama, Pimpinan Wahdah Tampilkan Nasyid Palestina

Hadiri Konfrensi Al-Quds Amanah Kita Bersama, Pimpinan Wahdah Tampilkan Nasyid Palestina

(Istanbul) wahdahjakarta.com– Bertempat di Kota bersejarah Istambul, Turkey tanggal 13-14 April 2018 berlangsung Konfrensi Internasional Al-Quds Amanah Kita. Dihadiri perwakilan dari berbagai negara muslim dunia, yang membahas persoalan Masjidil Aqsha dan kota Al-Quds tercinta.

Konfrensi ini juga membahas penyikapan yang tegas dan cerdas atas keputusan Amerika untuk menjadikan Al Quds sebagai ibukota Negara penjajah Israel.
Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah (WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin turut hadir sebagai salah satu tamu kehormatan.

Aksi Bela Palestina 17-12-17 di Monas Jakarta yang dinisiasi oleh para Ulama Indonesia diantaranya Ustadz Zaitun Rasmin sebagai salah satu aktor utamanya sungguh mendapat apresiasi luar biasa dari dunia Islam .

Penghargaan berupa keping kubah Masjidil Aqsha diterima oleh Ustadz Bachtiar Nasir dan Ustadz Zaitun bersama beberapa tokoh Ulama Indonesia yang hadir .
Ustadz Zaitun juga memberi nuansa Indonesia dalam konfrensi dengan menampilkan Nasyid Palestina Tercinta bersama Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil dan Ananda Umar Al Faruq yang juga didaulat untuk menbawakan Tilawah Al Quran dalam pembukaan konferensi. Grup Nasyid dadakan ini cukup membuat semangat para peserta bergelora hingga menyambutnya dengan berdiri.

Dalam kunjungan ini UZR berkesempatan untuk bertemu dengan Presiden Turkey Rajab Toyib Erdogan bersama beberapa perwakilan ulama Indonesia .
Semangat membela al Aqsha demikian mengkristal dan hal itu perlu dikapitalisasi dengan cerdas dan cermat . [MIJ/sym/wahdahjakarta.com].

Sekjen MIUMI Peroleh Penghargaan dari Lembaga Al-Quds Amanahku

Sekjen MIUMI Peroleh Penghargaan dari Lembaga Al-Quds Amanahku
(Istanbul) wahdahjakarta.com– Sekretaris Jendral Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (Sekjen MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) didapuk memberikan sambutan terakhir dalam Multaqo Al-Quds Amanati di Istanbul, Turki, Sabtu (14/4/2018).

Video orasi UBN saat Aksi Bela Palestina di Jakarta 17-12-17 menuai decak kagum dan standing applause. “Kita tidak akan surut dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Kami memang datang dari jauh. Tapi kemenangan itu sangat dekat,” ungkapnya.

Lebih lanjut UBN mengatakan, warga Indonesia serta pemuda Idonesia bersama warga dunia yang lain akan terus membebaskan Palestina.

Pimpinan AQL ini juga mengajak para pemimpin negara Islam untuk bersatu membebaskan Palestina. “Musibah terburuk umat saat ini adalah perpecahan. Kekalahan dahulu cukup sudah menjadi pelajaran, kini saatnya bersatu,” tegas UBN.

Pada acara puncak konferensi Internasional al-Quds Amanahku II tersebut KH. Bachtiar Nasir menerima penghargaan dari Lembaga al-Quds Amanahku atas perjuangan dan usahanya bersama para ulama dan tokoh Indonesia dalam membela serta mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk merebut kemerdekaannya, khususnya dalam Aksi Bela Palestina 17 Desember 2017 di Monas Jakarta. Penghargaan tersebut berupa kepingan dari kubah qubbatush shakra di Masjidil Aqsha.

Ini merupakan sebuah kehormatan agar estafet perjuangan pembebasan Al-Quds dipegang oleh muslimin Indonesia. Saat akan menerima penghargaan UBN justru mengatakan, “Saya tidak bisa memimpin jutaan ummat muslim Indonesia dalam aksi 17-12-17 tanpa bantuan sahabat-sahabat saya.”

Lalu UBN memanggil KH Shobri Lubis, Ustadz Zaitun Rasmin (UZR), Ustadz Jeje Zainuddin, Ustadz Tamsil Linrung serta para tokoh Islam Indonesia yang turut hadir pada acara multaqo tersebut. Hal itu sebagai isyarat bahwa penghargaan ini bukanlah untuk individu tertentu, tapi pada hakikatnya ini adalah penghargaan untuk seluruh umat Islam Indonesia yang tetap komit pada janjinya untuk selalu mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. (Forjim).

Ulama Indonesia Hadiri Konferensi Internasional Pembebasan Al-Quds di Istanbul

Sejumlah tokoh dan Ulama Indonesia menghadiri konfrensi Internasional pembebasan Al-Quds diTurki

(Istanbul) wahdahjakarta.com– Sejumlah Tokoh Pemuda Islam dunia dan berbagai organisasi pembebasan Al-Quds menghadiri konferensi internasional pembebasan Al-Quds Amanati ke-II di Istanbul, 13-15 April 2018.

Beberapa tokoh dari Indonesia ikut hadir dalam konferensi tersebut, antara lain Ustadz Bachtiar Nasir (MIUM-AQL), Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin (Wahdah Islamiyah), KH. Ahmad Shobri Lubis (FPI), Ustaz Usamah Hisyam (parmusi), Ustaz Jeje Zainuddin (Persis), Ustaz Ahmad Musyafa dan sebagainya.
“Harapan besar salah satunya pemuda Indonesia menjadi pemegang peranan penting pada pembebasan Al-Quds,” kata ketua pelaksana Multaqo, Dr. Wisam Alribi dari Tunisia.

Al-Quds, lanjutnya, dulu pernah dibebaskan oleh khalifah Umar Al Faruq. “Sekarang dalam multaqo ini anak Indonesia Umar Al Faruq membacakan Alquran, semoga kelak yang membebaskan Al-Quds adalah Umar Al Faruq dari Indonesia,” katanya seperti dilaporkan Hendy Irawan, Ketua Bidang Dakwah Forjim yang meliput jalannya Multaqo, Sabtu (14/4/2018).

Umar Al-faruq bin Muhammad Ikhwan Jalil

Sementara itu, dalam sambutannya Ketua Komite Al-Quds pada organisasi Islam dunia, Dr. Ahmad Al-Umari mengatakan persoalan Masjid Al Aqsa sudah menjadi isu dunia. “Kita harus mempersiapkan segala daya dan upaya untuk pembebasan kembali Al-Quds. Kiya harus bersatu atas nama Allah dan Rasulullah dan atas nama Al-Quds,” tegasnya.

Sejak berdiri tahun 2014, organisasi Amanati Al-Quds berupaya menghidupkan kembali semangat perjuangan Al-Quds dengan berbagai upaya, termasuk secara diplomatik.

Agar semua informasi tentang Masjid Al Aqsa sampai kepada masyarakat dunia, Amanati Al-Quds juga menggunakan media sosial untuk mengkampanyekan kepedulian kepada Al-Quds. (Forjim)

BAZNAS Dorong Audit Syariah Lembaga Zakat

BAZNAS Dorong Audit Syariah Lembaga Zakat

Jakarta (wahdahjakarta.com)– Dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas organisasi pengelola zakat (OPZ), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyambut positif dan turut mensosialisasikan pemberlakuan audit syariah oleh Kementerian Agama.

Hal itu mengemuka dalam acara BAZNAS Development Forum yang mengangkat tema “Preparasi Audit Syariah di OPZ” di Kantor Pusat BAZNAS, Wisma Sirca, Jl. Johar No. 18, Kebonsirih, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/4/2018).

Hadir sebagai narasumber, Deputi BAZNAS, M. Arifin Purwakananta, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), M. Fuad Nasar dan Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. Amirsyah Tambunan. Kegiatan ini melibatkan sekira 40 peserta yang berasal dari para pegiat zakat dari perwakilan OPZ.

“Pemberlakuan audit syariah oleh Kementerian Agama mulai tahun ini, semakin mendorong profesionalisme dan akuntabilitas pengelolaan zakat. Ketika OPZ kredibel dan akuntabel, tentu masyarakat yang menunaikan zakat akan semakin banyak. Ini akan memacu kebangkitan zakat di negeri ini,” ujar Deputi BAZNAS, M. Arifin Purwakananta.

Ia menjelaskan, dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, sudah tegas diatur bahwa badan atau lembaga amil zakat harus melakukan dua audit. Yaitu, audit keungan dan audit syariah.

Karena, menurut Arifin, bisa saja dari aspek pengumpulan, penyaluran, pendistribusian dan pelaporan keuangan benar, tapi dari sisi audit syariah ternyata belum sesuai.

“Jadi, audit syariah bagi OPZ menjadi sangat penting. Karena bagi muzaki, mereka pasti ingin kepastian apakah zakat yang mereka tunaikan dikelola dengan baik dan sesuai syariah,” ucap Arifin.

Ia menyebutkan, zakat merupakan salah satu rukun Islam, sehingga sangat terkait dengan ketentuan syariah. Karena itu, imbuh dia, regulasi audit syariah untuk program zakat akan sangat bermanfaat.

“Zakat ini kan rukun Islam dan sangat terkait dengan ketentuan syariah. Jadi saya pikir ini akan sangat bermanfaat dan harus ditaati dengan sebaik-baiknya,” kata Arifin.

Selain itu, imbuh dia, dalam pengelolaan zakat juga harus dipastikan bahwa alokasi biaya operasional tidak boleh terlalu besar. Karena, hal itu dapat mengurangi dana zakat yang seharusnya bisa maksimal didistribusikan dan didayagunakan untuk para mustahik.

“Ini juga menjadi konsen audit syariah. Betul-betul harus diatur bagaimana alokasi biaya operasional dana zakat tidak lebih dari persentase yang telah ditentukan syariah. Ini tentu kan harus ada. Jadi, yang tak muncul dalam audit keuangan disempurnakan dalam audit syariah,” kata Arifin.

Menurut dia, audit syariah yang dilakukan Kemenag melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam ini, akan berdampak positif terhadap upaya penataan dan pengelolaan zakat oleh OPZ.

“Dalam rangka melakukan proses penataan yang lebih profesional kepada lembaga-lembaga pengelola zakat, audit syariah ini sangat positif-konstruktif untuk memajukan dunia zakat,” ujar Arifin.

Ia menuturkan, audit syariah mendorong profesionalisme OPZ dan menjamin peningkatan mutu manajemen pengelolaan zakat.

“Dengan audit syariah ini, OPZ bisa lebih teruji, demikian juga aspek transparansi dan akuntabilitasnya pasti meningkat,” ucap dia.

Audit syariah, papar Arifin, sepenuhnya ada di Kementerian Agama, sedangkan BAZNAS dan LAZ adalah objeknya. Regulasi ini disambut baik oleh BAZNAS dan LAZ, karena semakin menguatkan kepercayaan masyarakat kepada OPZ,” kata dia.

Arifin menambahkan, dengan audit syariah maka semua proses pengelolahan zakat dipastikan sesuai fikih, baik pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat sesuai asnaf yang ditetapkan Al-Quran dan hadis.

“Dengan demikian, para muzaki semakin nyaman menunaikan zakat ke BAZNAS dan LAZ. Sebaliknya, OPZ lebih aman dan nyaman dalam mengelola dana zakat,” ucap dia.

Menurut Arifin, audit syariah menjadi penyempurna audit keuangan oleh kantor akuntan publik (KAP) yang setiap tahun dijalani BAZNAS dan LAZ dengan mencapai opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

“Bertambahnya kepercayaan masyarakat kepada OPZ juga akan berdampak terhadap peningkatan pengumpulan zakat di masing-masing institusi filantropi Islam, sebagaimana tampak pada tren tahunan peningkatan pengumpulan zakat nasional,”kata dia.

Arifin memaparkan, BAZNAS Development Forum adalah wadah penguatan OPZ. “Forum ini juga menjadi sarana koordinasi dan peningkatan kapasitas OPZ dan para amil. Kali ini kita mengangkat tema ‘Preparasi Audit Syariah di Organisasi Pengelola Zakat’. Ini untuk mewujudkan pelayanan dan pengelolaan zakat yang terpercaya, aman, nyaman dan sesuai syariah,” tutur dia.

Di tempat yang sama, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag, M. Fuad Nasar, mengatakan, regulasi audit syariah untuk program zakat mulai diberlakukan pada tahun ini.

“Berkaitan dengan pedoman audit syariah, sudah ada Peraturan Menteri Agama (PMA). Akhir tahun 2017 sudah diselesaikan oleh Biro Hukum Kemenag, sehingga tahun 2018 bisa diberlakukan,” ujar dia.

Fuad menyebutkan, audit syariah diberlakukan pada badan amil zakat (BAZ) nasional dan daerah, serta lembaga amil zakat (LAZ) yang jumlahnya semakin banyak.

“Dengan audit syariah, mudah-mudahan kepercayaan masyarakat bisa tumbuh dan membayar zakat ke BAZ atau LAZ yang resmi,” ucap dia.

Fuad berharap, keberadaan regulasi audit syariah akan memacu peningkatan pengumpulan dana zakat.

“Dengan audit syariah kita berharap pengumpulan zakat semakin tinggi. Dan  kita harus akui ketika Pak Bambang Sudibyo menjadi ketua BAZNAS ada peningkatan penghimpunan zakat nasional dari 3,7 triliun rupiah menjadi 4,12 triliun rupiah. Dan mudah-mudahan tahun 2018 ini, asumsi Pak Bambang 8 triliun rupiah bisa menjadi kenyataan. Kita sangat optimistis,” kata dia. (forjim)

Ketum FPI: Kiai Ma’ruf Bijak, Kedepankan Fikih Dakwah

Ketum FPI Ustadz Shabri Lubis bersama Ketum MUI KH. Ma'ruf Amin

Ketum FPI Ustadz Shabri Lubis bersama Ketum MUI KH. Ma’ruf Amin

“Kiai Ma’ruf sangat bijak ketika memaafkan Sukmawati dengan menggunakan pendekatan fikih dakwah, sembari beliau mengakomodir orang yang mau nahi mungkar dengan menuntutnya secara hukum,”

(Jakarta) wahdahjakarta.com-Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Ustadz Shabri Lubis dan Wakil Ketua Umum FPI, Ustadz Ja’far Shodiq, bersilaturrahmi ke Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, Ketua Umum MUI, di kantor MUI, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu sore, 11 April 2018, sekitar pukul 15.00. Kyai Ma’ruf didampingi Wakil Ketua Umum MUI, H. Zainut Tauhid Sa’adi, Ketua MUI Bidang Infokom, H. Masduki Baidlowi, dan Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Cholil Nafis, Ph.D.

Banyak hal yang didiskusikan berkenaan dengan masalah kemasyarakat dan persatuan umat. Di antara diskusi yang cukup hangat adalah pertanyaan Ustadz Shabri Lubis tentang sikap MUI terhadap puisi Ibu Indonesia yang dibacakan Sukmawati Soekarno. Kyai Ma’ruf menjelaskan, MUI secara institusi belum mengeluarkan sikap resmi.

Namun berkenaan dengan harapan Ketum MUI agar umat menerima permintaan maaf yang disampaikan Sukmawati dengan datang ke MUI, adalah bentuk bimbingan bagi orang yang tidak mengerti syari’at dah mengakui kesalahannya. Dalam hal ini Kyai Ma’ruf mendahulukan fikih dakwah daripada fikih ahkam.

“Saya memaafkan Sukmawati itu untuk membimbingnya, karena ia telah mengakui tak mengerti syariah dan meminta maaf kepada umat Islam. Saya hanya berharap tidak dituntut, tapi tak berarti melarang apalagi menghalangi orang yang mau menuntut secara hukum,” kata Kyai Ma’ruf

Berkenaan tuntutan hukum, Kyai Ma’ruf hanya berharap, dan sama sekali tidak melarang, apalagi menghalangi siapapun yang mau menuntut secara hukum. Sebab, wilayah hukum adalah hak seluruh warga negara dan kewenangan penegak hukum.

Jawaban Kiai Ma’ruf ini melegakan Ustadz Shabri Lubis. Bahwa Kyai Ma’ruf bijak dalam menyikapi masalah dugaan penistaan agama dalam puisi Ibu Indonesia. Sebab Kyai Ma’ruf mendahulukan fikih dakwah dalam menyikapi orang yang tidak mengerti syariah tanpa menghalangi orang lain yang mau menuntut secara hukum.

“Kiai Ma’ruf sangat bijak ketika memaafkan Sukmawati dengan menggunakan pendekatan fikih dakwah, sembari beliau mengakomodir orang yang mau nahi mungkar dengan menuntutnya secara hukum,” kata Ustadz Shabri

Tentang persatuan umat, Kyai Ma’ruf dan ustadz Shabri Lubis sepakat untuk membangun saling sepahaman, bahwa dalam berjuang dan membangun dakwah harus bagi tugas dan tidak boleh saling menafikan. Apapun yang sekiranya disalah pahami, sebaiknya dilakukan tabayyun dan musyawarah.

Ini penting sebagai sikap umat Islam. Apalagi di zaman semarak medsos, harus hati-hati dan bijak menanggapi segala isu yang berkembang. Umat Islam perlu menguatkan diri dari berbagai serangan yang mengadu domba sehingga disibukkan dengan masalah perpecahan internal umat Islam.

FPI, kata Ustadz Shabri, siap mendukung kebijakan MUI, terutama dalam melakukan nahi munkar dan menggalang persatuan umat Islam di Indonesia.[]