Wahdah Islamiyah Bangun Hunian Sementara dan Kirim Da’i untuk Korban Gempa Lombok

Ketua Umum Wahdah Islamiyah menyerahkan secar simbolis bantuan shelter (hunian sementara) untuk korban gempa Lombok, Ahad (16/09/2018)

Wahdah Islamiyah Bangun Hunian Sementara dan Kirim Da’i untuk Korban Gempa  Lombok

(Lombok) wahdahjakarta.com-, Departemen Sosial dan Lazis Wahdah sejak hari kedua gempa telah mengirim utusan ke Lombok. Sayap relawan kemanusiaan “Wahdah Peduli” memulai dengan mendata kebutuhan, kemudian menerjunkan  relawan dari berbagai wilayah di Indonesia untuk ditempatkan di 5 titik berbeda.

Tim relawan Wahdah Peduli terus mengirimkan bantuan berupa dapur umum, logistik, tenda, mobil,dll. Termasuk juga tim medis, tim trauma healing, dan da’i-da’i sebagai pengajar.

Setelah tenda darurat dianggap tidak memadahi lagi, tim relawan kemudian membangun shelter-shelter (hunian sementara) yang lebih baik. Selain shelter juga sekolah-sekolah sementara sebagai sarana belajar anak-anak sekolah.

Pada hari Ahad, (16/9/2018) Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin bersilaturahmi dengan warga korban gempa di Lombok Barat bersama warga dan para tokoh setempat.

Dalam kesempatan silaturahmi ini Ustadz Zaitun menyerahkan shelter, sekolah sementara, dan santunan untuk korban gempa di Lombok Barat.

Selain bantuan fisik tersebut, Wasekjen MUI ini juga menyampaikan bahwa Wahdah Islamiyah sebagai ormas Islam telah mengirim para da’i untuk ditempatkan di Lombok. Pengiriman Da’i yang merupakan bagian dari Program Tebar Da’i Nusantara (TDN) tersebut  untuk melakukan   program trauma healing  bagi korban gempa Lombok dan sebagai guru mengaji bagi masyarakat. [ed:sym].

Silaturahmi dengan Korban Bencana Lombok, Ustadz Zaitun Sampaikan Agar Tetap Jaga Keimanan

Silaturahmi dengan Korban Bencana Lombok, Ustadz Zaitun Sampaikan Agar Tetap Jaga Keimanan

(Lombok) wahdahjakarta.com-, Lazis Wahdah menyelenggarakan “Silaturrahmi Wahdah Islamiyah dengan Korban Gempa Lombok”, bertempat Kantor Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat pada hari Ahad, (16/9/18).

Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin (UZR) yang secara khusus datang dari Jakarta menyampaikan taushiyah dan serah terima bantuan dari Lazis Wahdah.

Dalam taushiyahnya UZR mengajak masyarakat agar bersabar dan mengembalikan semua musibah ini kepada Allah subhanahu wata’ala.

“Dalam keadaan apapun termasuk musibah, kita diajarkan untuk mengucapkan alhamdulillah ‘alaa kulli haal. Segala puji bagi Allah untuk semua keadaan,” kata beliau.

Wasekjen MUI  Pusat ini juga mengajak masyarakat agar tetap meyakini, ujian ini berasal dari Allah. Jangan sampai ada keyakinan bahwa musibah ini berasal dari selain Allah.

Ustadz Zaitun mengingatkan, bisa jadi musibah ini adalah teguran dari Allah agar kita bertaubat dan kembali kepada-Nya.

Ini sebagaimana kisah Nabi Musa yang seketika Allah turunkan hujan setelah kemarau panjang. Ternyata hal ini karena ada salah satu umatnya yang bertaubat serelah bermaksiat selama 40 tahun.

Terakhir, beliau berpesan bahwa iman adalah kekayaan yang paling berharga. “Iman adalah anugerah yang paling berharga. Jangan sampai iman kita terbeli dengan harga berapapun, apalagi kalau ada yang ingin membeli iman kita hanya dengan bantuan berupa sembako dan sejenisnya.”

Acara silaturahmi ini dirangkaikan dengan penyerahan bantuan dari Lazis Wahdah dan Yayasan Mimbar Tauhid berupa sekolah sementara, shelter (hunian sementara) dan 1.000 paket sembako.

Bukan hanya bantuan fisik, Wahdah Islamiyah bersama Lazis Wahdah juga menyelenggarakan program Tebar Da’i Nusantara (TDN). Wahdah Islamiyah menempatkan da’i-da’i untuk menunjang program trauma healing dan guru mengaji bagi masyarakat.

Rep: M. Ibawi

Editor: Syam

Dewan Syari’ah Wahdah Islamiyah Imbau dan Anjurkan Perbanyak Puasa Sunnah di Bulan Muharram

Dewan Syari’ah Wahdah Islamiyah Imbau dan Anjurkan Perbanyak Puasa Sunnah di Bulan Muharram

Makassar (wahdahjakarta.com) Memasuki bulan Muharram 1440 H Dewan Syari’ah Dewan pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DS DPP WI) keluarkan imbauan dan anjuran memperbanyak puasa sunnah.

“Mengimbau kepada kaum muslimin untuk memperbanyak amalan saleh pada bulan Muharam khususnya puasa sunnah, karena bulan ini adalah salah satu dari empat bulan haram yang diagungkan dan pahala amal saleh dilipatgandakan di sisi Allah ‘azza wa jalla  serta bulan yang sangat utama untuk memperbanyak puasa sunnah”, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan yang ditanda tangani Ketua dan Sekretaris Dewan Syari’ah DPP WI.

Selain itu Dewan Syari’ah DPP Wahdah Islamiyah juga mengimbau untuk menghidupkan sunnah puasa ‘Asyura (10 Muharram) yang didahului dengan puasa Tasu’a sehari sebelumnya (9 Muharram).

“Melaksanakan puasa Asyura untuk menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meraih pengampunan Allah ‘Azza wa jalla.

“Bagi yang hendak melaksanakan puasa Asyura, sangat dianjurkan untuk juga berpuasa sehari sebelumnya (tanggal 9 Muharam) untuk menyelisi kaum Yahudi dan melaksanakan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”.

***

 

SURAT KEPUTUSAN DAN IMBAUAN

DEWAN SYARIAH WAHDAH ISLAMIYAH

Nomor : D.016/QR/DSA-WI/I/1440

Tentang :

KEPUTUSAN AWAL MUHARAM 1440 H SERTA ANJURAN MEMPERBANYAK PUASA

Dengan memohon rahmat Allah “azza Wajalla, Dewan Syariah Wahdah Islamiyah setelah :

MENIMBANG :

  1. Bahwa penetapan awal bulan Muharam adalah perkara syar’i hendaknya didasarkan kepada dalil yang jelas.
  2. Bahwa kader dan simpatisan Wahdah Islamiyah serta kaum muslimin secara umum membutuhkan penjelasan tentang awal bulan Muharam untuk tahun 1440 H.
  3. Bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas maka dipandang perlu menetapkan hal itu dalam sebuah Surat Keputusan.

MENGINGAT :

  1. Firman Allah  dalam al-Quran Surah al-Taubah: 36

‎إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah engkau menganiaya diri kamu di keempat bulan itu”

  1. Firman Allah  dalam al-Quran Surah al-Baqarah: 189

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ…

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan hilal (bulan sabit). Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji”

  1. Hadis Rasulullah  dari Abu Hurairah  :

« أَفْضَلُ الصِّيَامِ، بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ »

“Seutama-utama puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah Muharam” (HR. Muslim)

  1. Hadis Rasulullah  dari Abu Qatadah al-Anshari  ketika beliau ditanya tentang puasa Asyura, maka beliau menjawab:

« يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ »

Menghapuskan dosa tahun lalu” (HR. Muslim)

  1. Hadis Rasulullah  dari Abdullah bin Abbas  :

« لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ »

Jika aku masih hidup hingga tahun depan maka aku akan berpuasa (juga) di tanggal 9 Muharam” (HR. Muslim)

MEMPERHATIKAN :

  1. Hasil pemantauan Tim Rukyatul Hilal BMKG Kab. Gowa dan beberapa Tim Lajnah Falakiyah PBNU pada tanggal 29 Zulhijah 1439 H/ 10 September 2018 M yang melaporkan bahwa hilal awal Bulan Muharam 1440 H telah terlihat.
  2. Hasil pemantauan Tim Komisi Rukyat Falakiyah Dewan Syariah Wahdah Islamiyah pada tanggal 10 September 2018 M di kota Makassar yang melaporkan bahwa hilal terlihat.
  3. Keputusan musyawarah pengurus harian Dewan Syariah Wahdah Islamiyah pada hari Rabu, 12 September 2018 yang menetapkan bahwa 1 Muharam 1440 H jatuh pada hari Selasa yang bertepatan dengan tanggal 11 September 2018 M.

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN :

  1. Menetapkan 1 Muharam 1440 H di Indonesia jatuh pada hari Selasa, bertepatan dengan tanggal 11 September 2018 M.
  2. Hari Asyura tahun ini di Indonesia bertepatan dengan hari Kamis, 20 September 2018.
  3. Mengimbau kepada kaum muslimin untuk memperbanyak amalan saleh pada bulan Muharam khususnya puasa sunnah, karena bulan ini adalah salah satu dari empat bulan haram yang diagungkan dan pahala amal saleh dilipatgandakan di sisi Allah  serta bulan yang sangat utama untuk memperbanyak puasa sunnah.
  4. Melaksanakan puasa Asyura untuk menghidupkan sunnah Rasulullah  dan meraih pengampunan Allah .
  5. Bagi yang hendak melaksanakan puasa Asyura, sangat dianjurkan untuk juga berpuasa sehari sebelumnya (tanggal 9 Muharam) untuk menyelisi kaum Yahudi dan melaksanakan sunnah Rasulullah .

Ditetapkan : Di Makassar

Pada Tanggal : 02 Muharam 1440 H 12 September 2018 M

DEWAN SYARIAH WAHDAH ISLAMIYAH

Dr. Muhammad Yusran Anshar, Lc., M.A.

Ketua

Harman Tajang, Lc., M.H.I.

Sekretaris

Sumber dari: http://wahdah.or.id/keputusan-awal-muharam-1440-h-serta-anjuran-memperbanyak-puasa/

Kyai Ma’shum Bondowoso Tutup Usia

Kyai Ma'shum Bondowoso Tutup Usia

Kyai Ma’shum Bondowoso Tutup Usia

Jakarta (wahdahjakarta.com)-, Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren al-Ishlah Bondowoso Jawa Timur, KH. Muhammad Ma’shum meninggal dunia pada Kamis (13/09/2018) siang di Rumah Sakit Siloam Surabaya.

Sepanjang hidupnya Ulama yang popular dengan nama Kyai Ma’shum Bondowoso ini dikenal sebagai ulama mujahid yang istiqamah dalam perjuangan Islam. Beliau selalu aktif dalam aksi-aksi bela Islam bersama para ulama dan tokoh ummat Islam.

Terakhir beliau hadir dalam Ijtima’ Ulama dan Tokoh Nasional yang digelar di Hotel Menara Peninsula Jakarta beberapa waktu lalu walaupun dengan membawa infusin dan tabung oksigen karena sakit beliau makin parah.

Ummat Islam Indonesia tentu berduka dengan kepergian ulama pejuang tercinta dari Bondowoso Jawa Timur ini.

Ta’ziyah mendalam disampaikan Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin melalui fan page pribadinya.

“Saya menyampaikan ta’ziyah (bela sungkawa) sedalam-dalamnya atas wafatnya guru kita, K.H. Muhammad Ma’shum Bondowoso”.

Menurut Wasekjen MUI Pusat ini, Kyai Ma’shum merupakan pejuang dan teladan dalam perjuangan ummat Islam.

“Beliau adalah teladan dalam perjuangan dan ulama yang sangat besar jasanya”, ujarnya.

“Teriring doa semoga Allah subahanahu wata’ala menerima semua amal kebaikan beliau, dan melipatgandakan pahalanya serta mengampuni segala dosanya”, lanjutnya.

Rahimahullah rahmatan wasi’atan waaskanahu fasiiha jannatihi. Amiin.

10 TAHUN AQL, UBN BERI PESAN DAMAI LEWAT TEMA “PEACE IS POWER”

 

UBN mengajak masyarakat Indonesia agar tidak gampang percaya pada isu-isu yang beredar belakangan ini yang berakibat rusaknya nama baik umat muslim.

Jakarta (wahdahjakarta.com)-, Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center menggelar Milad Akbar pada selasa (11/9/ 2018) yang bertepatan dengan tahun baru Islam 1 Muharram 1440 H, di Balai Kartini, Kuningan Jakarta Selatan me.

Ada pesan penting yang disampaikan mengambil tema “PEACE IS POWER”. Menurut pendiri AQL, Ustadz Bactiar Nasir (UBN), tema ini diambil untuk memberi tahu publik bahwa Islam adalah agama yang damai dan bukan agama teroris, seperti yang dituduhkan semenjak peristiwa Nine Eleven, 11 September 2001 lalu.

“Walaupun World Of Terrorist sudah dihentikan oleh pemerintahan Obama pada 21 April 2013, namun propaganda kebencian yang diedarkan oleh Donald Trump belakangan ini dengan isu-isu baru tentang Islam adalah sebuah fitnah besar bagi umat Muslim di kalangan masyarakat,” ujar UBN dalam Press Conference sebelum acara dimulai.

Oleh sebab itu UBN membuat milad akbar ini dengan bertajuk kedamaian, agar isu-isu yang beredar di kalangan masyarakat tersebut bisa dinetralisir hingga dihentikan. “Kami ingin mengingatkan Donald Trump bahwa terorisme yang dilekatkan kepada Islam adalah sebuah kesalahan yang besar,” imbuhnya.

Melalui acara tersebut, Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini mengajak masyarakat Indonesia agar tidak gampang percaya pada isu-isu yang beredar belakangan ini, yang berakibat rusaknya nama baik umat muslim. “Karena sejatinya umat muslim adalah umat yang menjaga perdamaian, dan bukan umat yang berprilaku keras”, jelasnya.

AQL Islamic Center yang berpusat di Tebet Utara Jakarta Selatan ini didirikan pada 1 Muharram 1429 H yang bertepatan dengan 29 Desember 2008 dengan visi besar membangun peradaban dengan Al-Quran. Visi ini didorong kesadaran pendiri AQL Islamic Center, bahwa rahmat Allah terbesar bagi umat manusia itu adalah Alquran.
(Rep: Fry/Ed:sym).

Gelar Milad ke. 10 AQL Pimpinan UBN Angkat Tema Peace Is  Power

Gelar Milad ke. 10 AQL Pimpinan UBN Angkat Tema Peace Is  Power

Jakarta (wahdahjakarta.com)– Arrahman Quranic Learning (AQL) Islamic Center  pada Selasa 11 September 2018 yang bertepatan dengan 1 Muharram 1440 H menggelar Milad ke-10 dengan tema “Peace Is Power”.

Dalam rilis yang diterima wahdahjakarta.com dinyatakan bahwa, “Peace Is Power adalah basis kekuatan yang membuat peradaban manusia tumbuh dan berkembang melalui tautan hati antar etnis, antar ras yang sejak awal tersemai  melalui benih sapa terindah yang pernah didengar manusia Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”.

Melalui  acara ini AQL pimpinan Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) ingin mengangkat kekuatan Islam yang menawarkan dan memberikan rasa damai dan kedamaian untuk menjadi solusi bagi dunia yang penuh dengan kekerasan dan peperangan ini. Hal tersebut sesuai  dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, “Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

AQL (Ar- Rahman Quranic learning) Islamic Center didirikan pada 1 Muharram 1429 H (29 Desember 2008) mempunyai visi besar membangun peradaban dengan Al-Quran karena pendiri  AQL  Islamic Center menyadari bahwa rahmat Allah terbesar bagi umat manusia itu adalah Alquran. AQL pun berkomitmen kuat untuk selalu mendekatkan Al-Quran kepada masyarakat untuk dibaca dan dihafalkan .

Pada  1 Muharram 1440 H (11 September 2018) AQL Islamic Center  yang mempunyai visi besar membangun peradaban dengan Al-Qur’an tepat berusia 10 tahun. Di usianya yang ke-10 ini AQL Islamic Center bertekad untuk mengawal  kebangkitan Islam di bumi Allah dan menunjukkan kepada dunia bahwa kedamaian itu adalah kekuatan yang paling dibutuhkan dunia saat ini dan Islam mampu memberikan ya Karena untuk kedamaian umat manusialah Allah menurunkan Islam. [ed:sym].

Gagas Program OMOJ, Forjim Kembali  Gelar Pelatihan Jurnalistik Dakwah

Gagas Program OMOJ, Forjim Kembali  Gelar Pelatihan Jurnalistik Dakwah

Jakarta (wahdahjakarta.com)– Forum Jurnalis Muslim (Forjim) kembali menggelar Pelatihan Jurnalistik Dakwah One Masjid One Journalist (OMOJ) di Masjid Jenderal Sudirman World Trade Centre (WTC) Jakarta Selatan, Sabtu-Ahad (8-9/9/2018).

Sebanyak 25 peserta yang berasal dari utusan masjid di Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Purwakarta mengikuti pelatihan ini. Pelatihan ini merupakan angkatan ke empat. Sebelumnya Forjim menggelar Pelatihan OMOJ di Jakarta Timur, Bandung, dan Lombok.

Menurut Ketua Panitia, Ahmad Zuhdi pada pelatihan kali ini fokus pada teknik membuat video jurnalistik dakwah. Diharapkan setelah dari pelatihan ini, para peserta bisa menjadi kader jurnalis masjid yang mampu mendokumentasikan kegiatan masjid.

“Selain itu juga menjadi jejaring atau penyuplai informasi umat guna keperluan dakwah Islam,” ujar Zuhdi.

Pada kesempatan selama dua hari, para peserta mendapat berbagai materi seperti urgensi dakwah media, teknik wawancara dan menulis berita,  teknik membuat video dokumenter, serta proses pembuatan video melalui smartphone.

Setelah ini, Forjim akan menggelar kembali Pelatihan OMOJ di beberapa kota. “Insyaallah dalam waktu dekat kami akhir September diadakan di Bogor untuk angkatan kelima, pertengahan Oktober di Tasikmalaya untuk angkatan ke enam,” ungkap Zuhdi.

Menurut Zuhdi, banyak sekali masjid-masjid di daerah yang berminat menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Dakwah OMOJ. “Bekasi, Yogyakarta, Semarang, Cikampek meminta kami untuk menggelar pelatihan jurnalistik dakwah. Mudah-mudahan bisa terlaksana,” jelas wartawan media online Warta Pilihan.

Pelatihan Jurnalistik Dakwah OMOJ angkatan empat ini didukung berbagai pihak, seperti DKM Masjid Jenderal Sudirman WTC, Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Chanel Muslim, Lazis Wahdah, serta Aksi Cepat Tanggap (ACT).*

Jalani Pelatihan Jurnalistik, Media Muslim “Tercerahkan”

Pelatihan Jurnalistik, Media Muslim

Pelatihan Jurnalistik Media Muslim

JALANI PELATIHAN JURNALISTIK, MEDIA MUSLIM “TERCERAHKAN”.

Jakarta(9/9) wahdahjakarta – Forum Jurnalis Muslim (Forjim) mengadakan Workshop Jurnalistik Dakwah Angkatan ke-4 di Masjid Jenderal Sudirman, di kawasan World Trade Center Jakarta Selatan.
Workshop ini diadakan pada tanggal 8-9 September 2018 dalam rangka perwujudan program OMOJ (One Masjid One Journalist) yang merupakan salah satu program Forjim di bidang pendidikan dan pelatihan.

Ada sekitar 30 peserta yang hadir dalam workshop tersebut. Masing-masing peserta berasal dari berbagai DKM Masjid, seperti Masjid Az Zikra Bogor & Masjid Al Azhar. Ada juga yang berasal dari lembaga & media, diantaranya Wahdah Islamiyah, LPOM MUI, Darul Qur’an, dll.

Peserta diajari segala hal di bidang jurnalistik mulai dari teknik wawancara, menulis berita, hingga teknik editing video dan pengambilan gambar.

Pemateri yang didatangkan pun beragam, dibuka oleh Ketua Umum Forjim, Dudy Sya’bani Takdir, S.I.Kom dengan meteri “Urgensi Dakwah Media”, kemudian dilanjutkan dengan teknik wawancara & penulisan berita oleh mantan ketua umum Forjim, Adhes Sastria Sugestian.
Pelatihan kemudian dilanjutkan kembali dengan sedikit sharing ringan mengenai editing video dan pengambilan gambar oleh Produser Video dari ACT dan dilanjutkan oleh materi seputar video editing menggunakan smartphone oleh Direktur Forum Jurnalis Muslim TV, Setyohadi Wiratmoko.

Hari kedua pelatihan, materi yang diajarkan full praktek oleh KPI dan ditutup dengan pelatihan public speaking oleh Radio Dakta.

Dalam sesi testimoni, para peserta mengaku sangat beruntung bisa mengikuti Workshop tersebut karena banyak ilmu baru yang mereka ketahui. Diantaranya ada yang merasa lebih semangat lagi dalam berdakwah di dunia maya dengan ilmu-ilmu yang mereka dapatkan dan mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh di lembaga masing-masing.

Peserta Pelatihan Jurnalistik Media Muslim

Peserta Pelatihan Jurnalistik Media Muslim

“Kami berharap agar Forjim kembali mengadakan kegiatan ini, dan kembali merekrut serta membangkitkan semangat para jurnalis muslim potensial yang akan membela agama ini melalui tulisannya.” ujar salah satu peserta.(Fry)

Harapan Ustadz Komari Penemu Metode Dirosa

Harapan Ustadz Komari Penemu Metode Dirosa

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Ustadz Komari hadir sebagai pemateri utama dalam Pelatihan Pengajaran Al Qur’an Metode Dirosa yang diadakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), tepatnya di Anjungan Jawa Barat, Jumat-Ahad (31/8-2/9 2018). Ia bersama 4 orang timnya saling bergantian menyampaikan materi selama hampir tiga hari berturut-turut.

Dalam sesi materinya, Ustadz yang menulis buku dirosa ini bertanya kepada peserta TOT yang merupakan pengajar dirosa mengenai teknik yang diajarkan ke peserta. Semua peserta serentak menjawab dengan benar tetapi ada teknik yang belum pernah sama sekali diajarkan oleh pengajar dirosa yaitu teknik berpasangan. Dalam teknik berpasangan, pengajar menyuruh muridnya untuk saling berhadapan dengan temannya, yang satu membaca dan satunya lagi menyimak secara bergantian.

Ustadz Komari saat ditanya oleh Tim LAZIS Wahdah Jakarta mengenai jalannya TOT kali ini, ia mengaku terkesan dengan tempatnya yang berada di lokasi wisata. Namun, peserta juga kewalahan mencari tempat ini.

“Secara umum acara berjalan lancar, tempat yang bagus dan nyaman. Kendala selama ini di Jakarta adalah belum adanya program yang berkesinambungan untuk membuat pelatihan mengajar sehingga program tidak berjalan semestinya. Ini terbukti hanya ada dua pengajar dirosa yang aktif yaitu Ustadz Syaripuddin dan Ustadz Abdurrahman”, ujar Ustadz Komari.

Di akhir sesi wawancaranya dengan Tim LAZIS Wahdah Jakarta, Ustadz Komari sangat berharap melalui TOT kali ini, semua alumninya bisa action mengajar dan membuka banyak pelatihan di daerahnya sehingga bisa melahirkan pengajar-pengajar dirosa yang baru.

“Harapannya adalah alumni bisa action mengajar dan membuka pelatihan untuk melahirkan pengajar-pengajar yang baru, sehingga penambahan jumlah pengajar/guru dirosa bisa terwujud”, tutur Ustadz Komari.

[rsp]

—————

Info donasi dan kegiatan LAZIS Wahdah Jakarta: 0811 9787 900 (call/wa/sms)

LAZIS Wahdah, Melayani dan Memberdayakan

Gelar Daurah Ilmiah Al-Quds,  WI Hadirkan Wakil Ketua Komite Al-Quds

Gelar Daurah Ilmiah Al-Quds,  WI Hadirkan Wakil Ketua Komite Al-Quds

(Makassar) wahdahjakarta.com-,  DPP Wahdah Islamiyah menggelar Daurah Ilmiyah al-Quds bertema “Daurah Nuruddin Ibnu Mahmud Zanki Lil Uluum Al Maqdisiyah” bertempat di Hotel Remcy Jl. Boulevard Blok F5 No.9, Panakkukang, Kota Makassar, Sabtu (1/9). Daurah atau pelatihan tersebut menghadirkan Ulama Palestina sekaligus Wakil Ketua Komite Al Quds Persatuan Ulama Se Dunia Syaikh Samir Said Muhammad Isa.

Selain Syaikh Samir, turut hadir sebagai penerjemah ustadz Muhammad Ikhwan Abdul Jalil Lc. M.HI., Ketua Dewan Syuro Wahdah Islamiyah. Dalam kesempatan tersebut, Syaikh Samir mengatakan, bahwa tujuan diadakannya pelatihan ini agar memahamkan peserta terkait al-Quds sebagai sebuah kota milik kaum Muslimin yang harus dijaga dan dibebaskan nantinya.

”Bertolak kepada perjuangan Nuruddin Zanky lalu dilanjutkan oleh Shalahuddin Al Ayyubi, kita berharap selanjutnya kitalah yang akan membebaskan tanah suci milik umat Islam ini,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan beberapa hal yang orang Israel lakukan untuk menutupi semua kebenaran terkait bangsa Palestina dari dunia luar. Sehingga menurutnya, kebanyakan orang buta dengan sejarah yang sebenarnya.

”Israel itu telah berbohong kepada dunia. Mereka telah membuat makar dengan membunuhi manusia di Palestina, merampas tanah mereka, mengubah identitas tempat suci itu, lalu membuat onar di tanah suci kaum muslimin tersebut,” ujranya.

Kepada akademisi, ia berpesan untuk menggunakan ilmunya di jalan kebaikan, terutama untuk mempertahankan Masjid Al-Aqsa yang sekarang masih terus dikuasai oleh tentara Israel. Ia berharap dengan adanya pelatihan ini akan semakin menambah pemahaman kita tentang Palestina sehingga akan membuat rasa empati dan kecintaan kita kepada tanah suci umat Islam ini semakin bertambah.

Mari buktikan kecintaan kita kepada meraka, saudara-saudara seiman yang sementara berada dalam kondisi terpuruk. Saatnya menyatukan doa, suara, infak dan usaha jihad demi kemenangan Al Quds. Bagi anda yang ingin berkontribusi untuk berkontribusi membantu saudara kita di Palestina, dapat menyalurkan donasinya melalui rekening Bank Syariah Mandiri (451) 799 900 900 4 an LAZIS Wahdah Care. Kode program 940. Contoh Rp 2.000.940,-. Konfirmasi ke 085315900900. []