Foto: Ifthor on the Road Wahdah Islamiyah Depok

Tebar Ifthor Nusantara Wahdah Islamiyah Depok 

(Depok) Wahdahjakarta.com-, Rabu (15/05/2019) yang bertepatan dengan 10 Ramadhan 1440 H Panitia Semarak Ramadhan 1440 H Wahdah Islamiyah Depok menggelar kegiatan “Ifthar on the Road”.

Tim Tebar Ifthar on the Road Wahdah Islamiyah Depok membagikan takjil kepada pengendara dan pengguna jalan

Kegiatan berbagi takjil atau buka puasa kepada pengguna jalan ini merupakan bagian dari rangkaian program Ramadhan Wahdah Islamiyah secara nasional, yakni gerakan “Tebar Ifthar Nusantara”.

Tim Tebar Ifthar on the Road Wahdah Depok membagikan takjil kepada pengendara

“Selain bermaksud meraih berkah Ramadhan melalui berbagi takjil, ifthar on the road ini juga bertujuan membantu para pengguna jalan yang hendak berbuka puasa”, ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Depok, Arofah Syarifuddin.

Ifthor on the Road Wahdah Islamiyah Depok


Yuk gabung di Cafe “Kaget” Ramadhan
Tebar Ifthar dan Takjil Nusantara dan Ifthar on the Road
(Rp. 35.000/paket)

Cara Berdonasi
1).Transfer Donasi melalui Bank Syariah Mandiri (BSM) norek: 773 800 8008 a.n. Lazis Wahdah Jakarta Sedekah (Kode Transfer ATM Bersama: 451).
2).Konfirmasi Transfer Donasi melalui WA/SMS ke +628119787900, ketik : BR/Nama/Alamat/Nama Program/Jumlah Donasi beserta photo bukti transferan.

💌 LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat#posternasihat #nasihat #selfreminder #quotes #muslim#mudahsedekah #ayosedekah #tarbiyah #ramadhan #berkahramadhan#berkah #MarhabanYaRamadhan #ramadhan1440

 

Gelar Semarak Ramadhan 1440 H, Keluarga Mahasiswa Teknik UP Hadirkan Ketua Wahdah Jaksel

 

Ustadz MUhammad Anas Syukur (kopiah hitam) bersama pengurus Keluarga Mahasiswa Teknik UP

Gelar Semarak Ramadhan 1440 H, Keluarga Mahasiswa Teknik UP Hadirkan Ketua Wahdah Jaksel

(Jakarta) Wahdahjakarta.com-, Ramadhan merupakan bulan rahmat. Berbagai kegiatan yang bertujuan menumbuhkan kasih saying antar sesame digelar di bulan Ramadhan penuh berkah ini. Salah satunya rangkaian semarak Ramadhan yang digelar Keluarga Mahasiswa Teknik Universitas Pancasila.

Kegiatan yang mengangkat tema, “Ramadhan, Ciptakan Berkah dengan Rajut Persaudaraan Antar Mahasiswa  KM UP” ini berlangsung sejak tanggal 13-24 Mei 2019.

Menurut panitia pelaksana, kegitan ini digelar untuk merajut Ukhuwah Islamiyah yang lebih erat antar sesama muslim serta menumbuhkan muhabbah dibulan Ramadhan yang  merupakan syahrul rahmah.

Berbagai rangkaian kegiatan yang digelar sebagai rangkaian semarak Ramadhan 1440 H ini antara lain Tadarus & Khataman Al-Qur’an, Kultum dan Buka puasa serta Sahur bersama,  Sholat Tarawih berjamaah, Fun Games bersama Anak Yatim, Santunan Anak Yatim, Ceramah Umum, dan sebagainya.

Selasa (14/05/2019) panitia menghadirkan Ketua DPD Wahdah Islamiyah Jakarta Selatan, Ustadz Anas Syukur pada taushiyah menjelang buka puasa.

Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknik, juga dihadiri mahasiswa lainnya serta civitas akademika Universitas Pancasila

Alhamdulillah kegiatan yang sudah berjalan 2 hari ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan antusias dari para mahasiswa yang ikut dalam buka puasa bersama tersebut.

Dalam taushiyahnya Ustadz Anas mengingatkan tentang keajaiban Istighfar. Menurutnya ada sesuatu yang luar biasa di balik Istighfar. Hanya saja banyak yang kurang tahu keajaiban yang luar biasa tersebut. Oleh karena itu, “mari perbanyak istighfar di bulan ini”, ujar Ustadz Anas. []

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Resmikan Gerai DayaMart Fresh

Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin didampingi Ketua DPW Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok Ustadz Ilham Jaya Abdul Rauf menggunting pita pada Grand Opening Gerai Dayamart Fresh, Rabu (01/05/2019)

(Depok) Wahdahjakarta.com -, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin meresmikan Grand Opening (GO) DayaMart Fresh, Rabu (01/05/2019).

Gerai Dayamart Fresh merupakan salah satu unit usaha kader Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok yang bernaung di bawah badan usaha koperasi Bangkit Hijrah Sejahtera (Bahtera).

Dalam taushiyahnya Ustadz Zaitun mengingatkan tentang bulan Ramadhan sebagai momentum perjuangan dan meraih kemenangan. Namun kemenangan harus dijemput melalui perjuangan. Salah satunya perjuangan di bidang ekonomi.

“Umat Islam menang, untuk memperoleh kemenangan, umat Islam harus berjuang baik dari bidang politik, ekonomi, hukum sosial yang berlandaskan syariat agama,” ujarnya.

Dalam kunjungannya ke  gerai UZR  menawarkan produk Wahdah Water yang dikelola langsung unit usaha Wahdah yang ada di Makassar.

Ia juga menyempatkan berbelanja beberapa kebutuhan dan langsung membayar ke kasir.

Ustadz Zaitun Rasmin (UZR) menyampaikan taushiyah Tarhib Ramadhan sebagai rangkaian grand opening gerai Dayamart Fresh, Rabu (01/05/2019)

” Kampanye  mengurangi sampah plastik ini harus dilakukan oleh semua jajaran Wahdah termasuk semua gerai gerai yang dikelola langsung oleh Wahdah”, ucapnya.

Gerai DayaMart Fresh ini diluncurkan atas kerjasama dengan Koperasi Bangkit Hijrah Sejahtera yang didirikan oleh umat bersama dengan DPW Wahdah Islamiyah DKI Jakarta dan Depok.

“Secara kelembagaan, kami bekerjasama Dompet Dhuafa Niaga. Usaha ini sama seperti usaha kebangkitan umat lainnya yang berkomitmen untuk mengangkat ekonomi umat dengan membangun sinergitas antar lembaga,” kata Ketua DPW Wahdah Islamiyah Jakaarta-Depok, Ustadz Ilham Jaya Abdul Rauf.

Saat ini Gerai DayaMart Fresh baru berjalan bulan ketiga, belum genap setahun. Sebagai lembaga dakwah, Wahdah Islamiyah yang memiliki misi dakwah dan kebangkitan ekonomi di seluruh pelosok tanah air, membuka diri untuk bekerjasama dengan seluruh komponen umat. []

Gelar Grand Opening Dayamart Fresh Raup Omzet 12.5 Juta

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin berbincang dengan Ketua DPW Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok yang juga ketua Koperasi Bahtera, Ustadz Ilham Jaya  sesaat sebelum Grand Opening Gerai Daya Mart Fresh, Rabu (01/05/2019)

(Depok) Wahdahjakarta.com -, Gerai Daya Mart Fresh Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok  menggelar Grand Opening pada Rabu (01/05/2019).

Daya Mart  merupakan gerai minimarket yang menyediakan barang kebutuhan sehari-hari atau FMCG (Fast Moving Consumer Goods) yang digagas oleh Lembaga filantropi Dompet Dhuafa Niaga.

Gerai Daya Mart Fresh yang terletak di Jl. Komjen M Jassin (eks Jl. Akses UI) dikelola secara bersama antara Dompet Dhuafa Niaga dan Koperasi Bangkit Hijrah Sejahtera (Bahtera). Koperasi Bahtera sendiri diinisiasi oleh pengurus, kader, dan simpatisan Wahdah Islamiyah bersama masyarakat.

Dalam grand opening ini pihak pengelola menyediakan promo paket murah. Paket yang disediakan mulai dari harga 13.500 sampai 98.000. Paket promo ini hanya berlaku dua hari yaitu tanggal 1-. 2 Mei 2019.

Antusias masyarakat berbelanja pada grand opening cukup tinggi. Sampai pukul 21.10 malam, omzet mencapai 12,5 juta.

“Antusias dari para konsumen yang datang ke toko Alhamdulillah banyak berbelanja kebutuhan pokok dan paket-paket promo yang telah kami sediakan”, ujar kepala bagian Pengembangan Bisnis Dompet Dhuafa Niaga Ahmad Mukhlis.

Kepada Wahdahjakarta.com seorang konsumen mengaku senang berbelanja di gerai Daya Mart Fresh.

“Saya sangat senang dengan adanya Dayamart untuk kebutuhan keluarga walaupun saya tinggal di Citayam”, ujarnya.

Grand Opening Daya Mart Fres dirangkaikan dengan Tarhib Ramadhan 1440 H dengan menghadirkan Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin.

Dalam taushiyahnya berbicara tentang bulan Ramadhan sebagai bulan kemenangan dan perjuangan. Menurutnya kemenangan harus diraih melalui perjuangan dan kesabaran.

“Salah satu bentuk perjuangan itu adalah dalam aspek ekonomi”, jelasnya.

Ia menegaskan pula pendirian  gerai Daya Mart Fresh menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan di bidang ekonomi.

Usai taushiyah Tarhib Ramadhan, dilanjutkan dengan gunting pita di pintu gerai daya mart sebagai simbolis grand opening pembukaan gerai daya mart fresh. []

Wahdah Jakarta-Depok Gelar Grand Opening Gerai Daya Mart 

Grand Opening Gerai Daya mart

Grand Opening Gerai Daya mart

(Depok) Wahdahjakarta.com-, Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok akan menggelar grand opening gerai Daya Mart. Opening resmi gerai yang telah beroperasi sejak empat bulan ini akan digelar Rabu (1/05/2019).

Grand opening Daya Mart dirangkaikan dengan Tarhib Ramadhan 1440 H dengan menghadirkan Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin dan Ustadz Haikal Hasan (Babe Haikal).

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah (DPW) Wahdah Islamiyah (WI) Jakarta-Depok Ustadz Ilham Jaya Abdul Rauf, pendirian gerai tersebut dilandasi oleh semangat memajukan ekonomi ummat secara  mandiri dan spirit 212 pengurus DPW Wahdah Jakarta Depok mendirikan koperasi Bahtera.

“Semangat memajukan ekonomi ummat secara  mandiri dan spirit 212 pengurus DPW Wahdah Jakarta Depok mendirikan koperasi Bahtera. Bekerjasama dengan Dompet Dhuafa Niaga  membuka gerai mart dengan nama Daya Mart Wahdah”, ujarnya di Jakarta, Ahad (27/04/2019).

“Dasar  utama pemikiran tentang pendirian ini adalah untuk pengembangkan ekonomi secara langsung”, kata Ustadz Ilham yang juga Ketua Koperasi Bahtera yang menaungi gerai mart yang berlokasi di depan rumah makan Pondok Laras tersebut.

 “Kita ingin di masyarakat menjadi spirit bersama bahwa kita umat Islam ini mayoritas di Indonesia”, imbuhnya.

“Tujuan pendirian gerai ini juga bisa  mengedukasi masyarakat bahwa belanja di sini,   bukan sekedar  belanja biasa tapi kita memang niat kan untuk  menjadi bagian dari perjuangan ekonomi bagi masyarakat” ungkapnya. []

Gerakan Peduli Perempuan Gelar Aksi Tolak RUU P-KS

 

Gerakan Peduli Perempuan (#GPP saat melakukan aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) di Car Free Day Dago, Jl. Ir. H. Djuanda Bandung, Ahad (28/04) pagi.

(Bandung) Wahdahjakarta.com-, Gerakan Peduli Perempuan (#GPP) melakukan aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS).

Melibatkan puluhan perempuan muda, #GPP menggelar aksinya di Car Free Day Dago, Jl. Ir. H. Djuanda Bandung, Minggu (28/04) pagi. Aksi tersebut diawali dengan aksi freeze mob atau aksi diam bersama dengan menutup mulut menggunakan perekat sebagai simbol ketidak berdayaan perempuan dalam menyuarakan hak. Selain itu, dalam aksinya mereka memegang poster-poster serta spanduk penolakan.

Dalam rilisnya yang diterima Wahdahjakarta.com, Ahad (28/04) siang, Gerakan ini menolak RUU P-KS tersebut disahkan dengan alasan masih banyak hal yang perlu ditinjau ulang dalam Rancangan Undang-Undang tersebut. Selain itu, masih banyaknya ambiguitas dalam redaksi pasal per pasal yang menjadi celah dan kecacatan hukum apabila itu tetap disahkan.

Diva, salah satu anggota #GPP, mengungkapkan bila RUU ini dilihat sekilas seolah memberikan solusi tentang kasus kekerasan seksual.
“Tetapi kalau diperhatikan naskah akademiknya, RUU ini malah membawa masalah yang lain. Masalah tentang konsep kekerasan seksual ini multitafsir sehingga kebanyakan masyarakat tidak paham dengan konsep yang RUU ini bawa. Jadi, aksi ini betujuan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat, tentang bahayanya RUU ini kalau disahkan. Paling tidak, masyarakat tahu bahwa ada RUU yang membawa konsep yang mengancam ketahanan keluarga.” Jelasnya.

Dengan adanya aksi ini, #GPP memproklamirkan diri sebagai sebuah gerakan perempuan gabungan komunitas dan organisasi yang terdapat di Bandung Raya yang akan mengawal dan mengkritsi RUU P-KS tersebut.

Acara tersebut ditutup dengan aksi jalan bersama sepanjang Jl. Ir. H. Djuanda sembari membawa poster dan spanduk penolakan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Aksi ini juga digelar serentak dibeberapa kota lainnya seperti Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. []

Sekjen MRI Berharap Forjim Terus Advokasi Pemberitaan Umat

Sekjen MRI Ibnu Khajar saat bersama Ketum forjim Dudy S. Takdir saat Konsolidasi dan Mukernasi II Forjim di Menara 165, Kamis (7/3/2019)

(JAKARTA) wahdahjakarta.com — Sekretaris Jenderal Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Ibnu Khajar menyambut baik terselenggaranya Konsolidasi dan Mukernas II Forum Jurnalis Muslim (Forjim)  di Menara 165, Kamis (7/3/2019).

“Kami menyambut baik, saat Forjim merapat dengan MRI. Harapan kita bersatunya kita, besinerginya kita pasti ada urusan besar yang akan kita kerjakan. Jika kita tidak ada urusan besar yang kita kerjakan maka setiap kita tidak memiliki alasan menjadi besar,” kata saat menghadiri pembukaan mukenas.

Ibnu Khajar berharap dengan kerjasama ini, Forjim dapat membantu dalam penyebaran informasi terkait kerelawanan dan kebencanaan.

“Kita punya harapan besar dari Forjim. Mencari jurnalis yang waras susahnya luar biasa. Saya ingat betul, orang yang waras itu orang mereka yang mempunyai ideologi. Yuk kita bikin agenda bersama,” tambahnya.

“Sehingga apa yang disampaikan di publik bukan hanya beritanya, tetapi juga mempunyai spirit dan ideologi.” jelas Ibnu Khajar

 “Luar biasanya  hari ini, semua orang menyampaikan sebuah berita menjadi viral. Semua orang menyampaikan lewat media sosial. Media mainstream yang tidak berpihak kepada umat dilawan. Ini perang opini besar,” kata Ibnu.

“ini menandakan perang media. Saat ini dibutuhkan jurnalis yang pandai membuat pemberitaan publik, yang mampu meluruskan opini pada publik.” Lanjut Ibnu Khajar

“Ini penting sehingga umat bisa mengetahui dalam narasi yang baik, yang benar dan bisa diviralkan. Karena kita tahu betul, ketika masyarakat melihat sesuatu dominasi emosinya lebih dominan daripada membahasakan.  Bahkan, tokoh-tokoh kita yang menyampaikan kebenaran tetapi salah dalam berbahasa menjadi delik,” katanya.

Secara khusus Ibnu menyampaikan harapan agar Forjim terus mengadvokasi umat dari sisi pemberitaan. “Semoga mukernas menghasilkan karya yang terbaik untuk umat,” ujar Ibnu.

Putra Sul-Sel Bedah Buku di Belanda

Andi M. Akhyar saat mengisi acara bedah buku di
Wageningen, Belanda, Ahad siang (24/2).

(BELANDA) wahdahjakarta.com — Andi Muh. Akhyar, penulis buku Perjalanan Rasa Menuju Sakinah,  membedah buku karangannya di Kota Wageningen, Belanda, Ahad siang (24/2).

“Perjalanan menuju sakinah menyimpan banyak rasa. Ada cinta dan benci. Ada kagum dan marah. Ada takut dan berani. Ada harap dan cemas. Ada suka dan duka. Ada dendam dan ukhuwah. Ada doa dan air mata,” ungkap Akhyar mengawali materinya yang diadakan di Aula Universitas Wageningen, Belanda.

Pria asal Soppeng Sulawesi, Selatan, ini menyebutkan bahwa Jodoh itu adalah bagian dari rezki yang Allah telah tuliskan dalam kitab lauful mahfuz. Ia tidak akan berubah dan tidak akan tertukar.  Setiap orang tidak tau siapa jodohnya, kapan dan dimana akan bertemu, dengan cara apa bertemunya.

“Oleh karena itu, karena jodoh itu sudah Allah takdirkan, tidak perlu manusia menempuh jalan yang haram untuk mendapatkan yang sudah pasti. Kalau memang jodoh, walau jin dan manusia berkumpul untuk menggagalkan, pasti akan bertemu. Dan kalau memang tak jodoh, sehebat apapun menjaga, sekuat apapun setia, pasti akan berpisah,” kata Akhyar saat membedah karya ke tiganya tersebut.

Selain menyampaikan konsep jodoh, Akhyar juga memberikan tips kepada para mahasiswa Indonesia tentang cara mengetes jodoh dan teknis mencari jodoh lewat jalan ta`arruf. 

Para peserta yang menghadiri acara bedah buku sangat antusias menyimak pemaparan pemateri. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang masuk dalam sesi tanya jawab di akhir acara. Mereka berharap agar kajian yang inspiratif semacam ini dapat diadakan lagi bulan depan.

PPI Wageningen yang mengundang mantan ketua Pimpinan Pusat Lingkar dakwah Mahasiswa Indonesia (PP LIDMI) itu agar dapat memberikan pencerahan kepada teman-teman mahasiswa Indonesia di Belanda tentang cara Islami menuju ‘sakinah’.

Reporter: Radhiyah Mardhiyah Hamid (Mahasiswa Departemen Biology, Wageningen University and Research)

Andi M. Akhyar, Mahasiswa Indonesia Yang Mengukur Kiblat Masjid di Belanda


Andi Muh. Akhyar, mahasiswa Indonesia yang dimintai bantuan oleh Komite Mesjid Islamic Center Wageningen, Belanda, untuk mengukur arah kiblat masjid, Rabu (27/2).

(BELANDA) wahdahjakarta.com — Andi Muh. Akhyar, lahir di Soppeng 29 tahun yang lalu, dimintai bantuan oleh Komite Mesjid Islamic Center Wageningen, Belanda, untuk mengukur arah kiblat masjid, Rabu (27/2).

“Kami butuh bantuan untuk mengukur arah kiblat bangunan Islamic center yang baru,” ujar Abdul Azis, Ketua Komite Masjid.

Akhyar, yang menimba Ilmu Astronomi Islam di Jurusan Fisika UGM, melakukan pengukuran menggunakan kompas dan busur derajat. Dengan mengetahui magnetic declination dan posisi ka`bah 126.1 derajat dari arah utara kota Wageningen, Akhyar dapat menentukan arah Kiblat masjid tersebut. Hasil yang telah didapatkan tersebut dikuatkan oleh aplikasi qiblah finder yang mendapati arah yang sama.

“Alhamdulillah, orang Indonesia kembali dapat memberikan manfaat di negeri kincir angin ini,” ujar pria yang juga pernah aktif mengajar di Fisika UIN Alauddin tersebut.

Dari tahun ke tahun, mahasiswa Indonesia di Universitas Wageningen terus menjadi bagian penting dalam perkembangan Islamic Center. Bahkan berdirinya masjid ini di tahun 1993, salah satunya, diprakarsai oleh mahasiswa Indonesia.

Belanda adalah salah satu negara Eropa dimana Islam berkembang cukup pesat. Setiap kota terdapat masjid bahkan beberapa gereja telah dialihfungsikan menjadi masjid. Islamic center Wageningen butuh mengukur arah kiblatnya karena akan menempati bangunan baru.

“Bangunan lama sudah tidak memadai lagi digunakan karena jumlah jamaah yang terus meningkat,” tambah Abdul Azis.

Reporter: Radhiyah Mardhiyah Hamid (Mahasiswa Departemen Biology, Wageningen University and Research)

Tingkatkan Kualitas Relawan, Wahdah Islamiyah Gelar Pelatihan Tanggap Bencana

Relawan Wahdah Peduli saat menjalani pelatihan tanggap darurat bencana bersama BPBD dan Basarnas Provinsi Sulawesi Selatan.

(MAKASSAR) wahdahjakarta.com – Wahdah Islamiyah bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Basarnas Provinsi Sulawesi Selatan menggelar pelatihan tanggap bencana di Aula Kantor DPP Wahdah Islamiyah, Antang, Makassar, selama dua hari berturut-turut, terhitung dari hari Sabtu (2/3/2019) hingga Ahad (3/3/2019).

Peserta dalam kegiatan ini berasal dari perwakilan DPD Wahdah Islamiyah se-Sulawesi Selatan dan umum dari lembaga internal maupun eksternal.

Ketua Tim Wahdah Peduli, Gishar Hamka mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta untuk melakukan perencanaan tanggap darurat.

“Penanganan bencana dan mempersiapkan tim yang solid patut ditingkatkan. Apatah lagi, selama ini Wahdah sudah terlibat dalam beberapa aksi penanganan bencana,” ujar Gishar yang juga penanggung jawab pelatihan.

Hadir pula dalam kegiatan ini, Syahruddin, Direktur LAZIS Wahdah. Dalam penyampaiannya, ia mengatakan, Wahdah perlu meningkatkan kualitas relawannya. Termasuk mempersiapkan pola kerja yang masif dan terencana.

Sebagai pemateri, Ardadi yang juga Kepala seksi Logistik BPBD Sulawesi Selatan mengatakan, koordinasi dan penanganan yang cepat, tepat, efektif, efisien, terpadu, dan akuntabel diperlukan dalam penanggulangan bencana agar dampak yang ditimbulkan dapat dikurangi.

Dalam penanggulangan bencana, tambahnya, khususnya dalam fase tanggap darurat harus dilakukan secara cepat, tepat, dan dikoordinasikan dalam satu komando.

“Kegagapan dalam penanganan dan ketidakjelasan informasi dalam kondisi darurat bencana dapat menghambat dalam penanganan kondisi darurat bencana. Situasi dan kondisi seperti ini disebabkan oleh belum terciptanya mekanisme kerja Tanggap Darurat yang baik. Keberadaan sistem yang baik akan memudahkan akses yang ada,” jelas Ardadi.

Di hari pertama, para peserta diberikan materi-materi kebencanaan. Termasuk, materi pengenalan alat-alat savety oleh pihak Basarnas.

Beberapa alat seperti tali karmantel, carabiner, ascender, descender, tandu basket dan semacamnya diperkenalkan.

“Alat-alat ini harus ada. Karena itu yang mendukung proses penyelamatan kita. Jadi, yang pertama kali harus savety ya, penyelamatnya dulu, baru korban. Dan itu perlu waktu untuk menjadi professional,” kata Darul, dari pihak Basarnas Sulsel.

Peserta juga mendapatkan pelatihan langsung di lapangan.[]

Sumber : wahdah.or.id