Sekjen MRI Berharap Forjim Terus Advokasi Pemberitaan Umat

Sekjen MRI Ibnu Khajar saat bersama Ketum forjim Dudy S. Takdir saat Konsolidasi dan Mukernasi II Forjim di Menara 165, Kamis (7/3/2019)

(JAKARTA) wahdahjakarta.com — Sekretaris Jenderal Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Ibnu Khajar menyambut baik terselenggaranya Konsolidasi dan Mukernas II Forum Jurnalis Muslim (Forjim)  di Menara 165, Kamis (7/3/2019).

“Kami menyambut baik, saat Forjim merapat dengan MRI. Harapan kita bersatunya kita, besinerginya kita pasti ada urusan besar yang akan kita kerjakan. Jika kita tidak ada urusan besar yang kita kerjakan maka setiap kita tidak memiliki alasan menjadi besar,” kata saat menghadiri pembukaan mukenas.

Ibnu Khajar berharap dengan kerjasama ini, Forjim dapat membantu dalam penyebaran informasi terkait kerelawanan dan kebencanaan.

“Kita punya harapan besar dari Forjim. Mencari jurnalis yang waras susahnya luar biasa. Saya ingat betul, orang yang waras itu orang mereka yang mempunyai ideologi. Yuk kita bikin agenda bersama,” tambahnya.

“Sehingga apa yang disampaikan di publik bukan hanya beritanya, tetapi juga mempunyai spirit dan ideologi.” jelas Ibnu Khajar

 “Luar biasanya  hari ini, semua orang menyampaikan sebuah berita menjadi viral. Semua orang menyampaikan lewat media sosial. Media mainstream yang tidak berpihak kepada umat dilawan. Ini perang opini besar,” kata Ibnu.

“ini menandakan perang media. Saat ini dibutuhkan jurnalis yang pandai membuat pemberitaan publik, yang mampu meluruskan opini pada publik.” Lanjut Ibnu Khajar

“Ini penting sehingga umat bisa mengetahui dalam narasi yang baik, yang benar dan bisa diviralkan. Karena kita tahu betul, ketika masyarakat melihat sesuatu dominasi emosinya lebih dominan daripada membahasakan.  Bahkan, tokoh-tokoh kita yang menyampaikan kebenaran tetapi salah dalam berbahasa menjadi delik,” katanya.

Secara khusus Ibnu menyampaikan harapan agar Forjim terus mengadvokasi umat dari sisi pemberitaan. “Semoga mukernas menghasilkan karya yang terbaik untuk umat,” ujar Ibnu.

Putra Sul-Sel Bedah Buku di Belanda

Andi M. Akhyar saat mengisi acara bedah buku di
Wageningen, Belanda, Ahad siang (24/2).

(BELANDA) wahdahjakarta.com — Andi Muh. Akhyar, penulis buku Perjalanan Rasa Menuju Sakinah,  membedah buku karangannya di Kota Wageningen, Belanda, Ahad siang (24/2).

“Perjalanan menuju sakinah menyimpan banyak rasa. Ada cinta dan benci. Ada kagum dan marah. Ada takut dan berani. Ada harap dan cemas. Ada suka dan duka. Ada dendam dan ukhuwah. Ada doa dan air mata,” ungkap Akhyar mengawali materinya yang diadakan di Aula Universitas Wageningen, Belanda.

Pria asal Soppeng Sulawesi, Selatan, ini menyebutkan bahwa Jodoh itu adalah bagian dari rezki yang Allah telah tuliskan dalam kitab lauful mahfuz. Ia tidak akan berubah dan tidak akan tertukar.  Setiap orang tidak tau siapa jodohnya, kapan dan dimana akan bertemu, dengan cara apa bertemunya.

“Oleh karena itu, karena jodoh itu sudah Allah takdirkan, tidak perlu manusia menempuh jalan yang haram untuk mendapatkan yang sudah pasti. Kalau memang jodoh, walau jin dan manusia berkumpul untuk menggagalkan, pasti akan bertemu. Dan kalau memang tak jodoh, sehebat apapun menjaga, sekuat apapun setia, pasti akan berpisah,” kata Akhyar saat membedah karya ke tiganya tersebut.

Selain menyampaikan konsep jodoh, Akhyar juga memberikan tips kepada para mahasiswa Indonesia tentang cara mengetes jodoh dan teknis mencari jodoh lewat jalan ta`arruf. 

Para peserta yang menghadiri acara bedah buku sangat antusias menyimak pemaparan pemateri. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang masuk dalam sesi tanya jawab di akhir acara. Mereka berharap agar kajian yang inspiratif semacam ini dapat diadakan lagi bulan depan.

PPI Wageningen yang mengundang mantan ketua Pimpinan Pusat Lingkar dakwah Mahasiswa Indonesia (PP LIDMI) itu agar dapat memberikan pencerahan kepada teman-teman mahasiswa Indonesia di Belanda tentang cara Islami menuju ‘sakinah’.

Reporter: Radhiyah Mardhiyah Hamid (Mahasiswa Departemen Biology, Wageningen University and Research)

Andi M. Akhyar, Mahasiswa Indonesia Yang Mengukur Kiblat Masjid di Belanda


Andi Muh. Akhyar, mahasiswa Indonesia yang dimintai bantuan oleh Komite Mesjid Islamic Center Wageningen, Belanda, untuk mengukur arah kiblat masjid, Rabu (27/2).

(BELANDA) wahdahjakarta.com — Andi Muh. Akhyar, lahir di Soppeng 29 tahun yang lalu, dimintai bantuan oleh Komite Mesjid Islamic Center Wageningen, Belanda, untuk mengukur arah kiblat masjid, Rabu (27/2).

“Kami butuh bantuan untuk mengukur arah kiblat bangunan Islamic center yang baru,” ujar Abdul Azis, Ketua Komite Masjid.

Akhyar, yang menimba Ilmu Astronomi Islam di Jurusan Fisika UGM, melakukan pengukuran menggunakan kompas dan busur derajat. Dengan mengetahui magnetic declination dan posisi ka`bah 126.1 derajat dari arah utara kota Wageningen, Akhyar dapat menentukan arah Kiblat masjid tersebut. Hasil yang telah didapatkan tersebut dikuatkan oleh aplikasi qiblah finder yang mendapati arah yang sama.

“Alhamdulillah, orang Indonesia kembali dapat memberikan manfaat di negeri kincir angin ini,” ujar pria yang juga pernah aktif mengajar di Fisika UIN Alauddin tersebut.

Dari tahun ke tahun, mahasiswa Indonesia di Universitas Wageningen terus menjadi bagian penting dalam perkembangan Islamic Center. Bahkan berdirinya masjid ini di tahun 1993, salah satunya, diprakarsai oleh mahasiswa Indonesia.

Belanda adalah salah satu negara Eropa dimana Islam berkembang cukup pesat. Setiap kota terdapat masjid bahkan beberapa gereja telah dialihfungsikan menjadi masjid. Islamic center Wageningen butuh mengukur arah kiblatnya karena akan menempati bangunan baru.

“Bangunan lama sudah tidak memadai lagi digunakan karena jumlah jamaah yang terus meningkat,” tambah Abdul Azis.

Reporter: Radhiyah Mardhiyah Hamid (Mahasiswa Departemen Biology, Wageningen University and Research)

Tingkatkan Kualitas Relawan, Wahdah Islamiyah Gelar Pelatihan Tanggap Bencana

Relawan Wahdah Peduli saat menjalani pelatihan tanggap darurat bencana bersama BPBD dan Basarnas Provinsi Sulawesi Selatan.

(MAKASSAR) wahdahjakarta.com – Wahdah Islamiyah bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Basarnas Provinsi Sulawesi Selatan menggelar pelatihan tanggap bencana di Aula Kantor DPP Wahdah Islamiyah, Antang, Makassar, selama dua hari berturut-turut, terhitung dari hari Sabtu (2/3/2019) hingga Ahad (3/3/2019).

Peserta dalam kegiatan ini berasal dari perwakilan DPD Wahdah Islamiyah se-Sulawesi Selatan dan umum dari lembaga internal maupun eksternal.

Ketua Tim Wahdah Peduli, Gishar Hamka mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta untuk melakukan perencanaan tanggap darurat.

“Penanganan bencana dan mempersiapkan tim yang solid patut ditingkatkan. Apatah lagi, selama ini Wahdah sudah terlibat dalam beberapa aksi penanganan bencana,” ujar Gishar yang juga penanggung jawab pelatihan.

Hadir pula dalam kegiatan ini, Syahruddin, Direktur LAZIS Wahdah. Dalam penyampaiannya, ia mengatakan, Wahdah perlu meningkatkan kualitas relawannya. Termasuk mempersiapkan pola kerja yang masif dan terencana.

Sebagai pemateri, Ardadi yang juga Kepala seksi Logistik BPBD Sulawesi Selatan mengatakan, koordinasi dan penanganan yang cepat, tepat, efektif, efisien, terpadu, dan akuntabel diperlukan dalam penanggulangan bencana agar dampak yang ditimbulkan dapat dikurangi.

Dalam penanggulangan bencana, tambahnya, khususnya dalam fase tanggap darurat harus dilakukan secara cepat, tepat, dan dikoordinasikan dalam satu komando.

“Kegagapan dalam penanganan dan ketidakjelasan informasi dalam kondisi darurat bencana dapat menghambat dalam penanganan kondisi darurat bencana. Situasi dan kondisi seperti ini disebabkan oleh belum terciptanya mekanisme kerja Tanggap Darurat yang baik. Keberadaan sistem yang baik akan memudahkan akses yang ada,” jelas Ardadi.

Di hari pertama, para peserta diberikan materi-materi kebencanaan. Termasuk, materi pengenalan alat-alat savety oleh pihak Basarnas.

Beberapa alat seperti tali karmantel, carabiner, ascender, descender, tandu basket dan semacamnya diperkenalkan.

“Alat-alat ini harus ada. Karena itu yang mendukung proses penyelamatan kita. Jadi, yang pertama kali harus savety ya, penyelamatnya dulu, baru korban. Dan itu perlu waktu untuk menjadi professional,” kata Darul, dari pihak Basarnas Sulsel.

Peserta juga mendapatkan pelatihan langsung di lapangan.[]

Sumber : wahdah.or.id

Ust. Zaitun: 2019 Umat Harus Berjuang Agar Indonesia Lebih Baik

Ustadz Zaitun Rasmin saat mengisi kajian ahad pagi di ponpes modern Imam Syuhodo Solo (3/2/2019)

(SOLO) Wahdahjakarta.com – Dalam Kajian Ahad Pagi di Ponpes Modern Imam Syuhodo Solo (3/2/19), Ust. Zaitun mengingatkan pentingnya berjuang bagi umat Islam. Terutama di tahun politik 2019.

Menurut Ketua Umum Wahdah Islamiyah ini, salah satu bentuk perjuangan yang tepat di tahun ini adalah ikut pemilu. Termasuk juga bentuk perjuangan adalah mengajak sesama muslim untuk memilih pemimpin yang baik.

“Meskipun pemilihan langsung tidak seideal pemilihan melalui ahlul halli wal aqdi, kita tidak boleh tawaqquf (abstain/golput). Ini untuk menghindarkan madharat yang lebih besar bagi umat dan bangsa,” kata beliau.

Menurut Wasekjen MUI ini, jika umat Islam tidak berpartisipasi dalam Pemilu, yang akan memilih justru akan merugikan umat dan bangsa.

“Kalau orang-orang baik tidak ikut memilih (dalam Pemilu), siapa yang akan memilih Bu..?”, tanya beliau kepada ribuan jama’ah. Serentak jama’ah menjawab, “Orang-orang yang tidak baiiik..”

[ibw]

Buka Mukerwil III WI Jakarta-Depok, Ustadz Zaitun: Wahdah Ingin Indonesia Kuat

Ketua Umum WI Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menyampaikan sambutan dan pengarahan (taujih) pada pembukaan Mukerwil III Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok, Sabtu (02/02/2019)

(Jakarta) Wahdahjakarta.com – Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin membuka Musyawarah Kerja Wilayah ke.3 (Mukerwil III) Dewan Pimpinan (DPW) Wahdah Islamiyah DKI Jakarta-Depok, 2/1/19. Mukerwil ke-3 ini digelar di aula Balaikota Jakarta Selatan.

Ustadz Zaitun menyebut tahun 2019 sebagai “Tahun Konsolidasi” bagi Wahdah Islamiyah. Konsolidasi yang beliau maksud adalah penguatan, baik pribadi kadernya maupun secara kelembagaan.

“Kita ingin para kader terus meningkatkan diri, baik dari sisi aqidah, ibadah, akhlaq, maupun berbagai skill lainnya yang dibutuhkan. Termasuk komitmen dengan pembinaan rutin (tarbiyah)”, kata beliau.

Menurut beliau, menguatnya kapasitas para kader akan meningkatkan kualitas lembaga. Selanjutya dengan menguatnya lembaga, akan semakin besar pula kontribusinya bagi umat dan bangsa.

Menurut beliau di fase kedua visi Wahdah Islamiyah ini, kehadiran Wahdah lebih dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya adalah metode Dirosa, yaitu pembelajaran baca Al Qur’an untuk orang dewasa.

“Masih banyak masyarakat yang sudah tua namun belum bisa baca Quran. Malu kalau belajar bersama anak-anak. Alhamdulillah bisa teratasi dengan adanya Dirosa,” ungkap beliau.

Selanjutnya beliau berharap dengan konsolidasi yang baik dan penyiapan penunjang-penunjang organisasi Wahdah Islamiyah bisa bergerak lebih cepat setelah tahun 2019 untuk memajukan umat dan bangsa.

“Cita-cita Wahdah sejak 20 tahun yang lalu adalah menguatkan umat Islam. Jika umat Islam kuat, tentu saja otomatis akan menguatkan bangsa Indonesia, karena umat Islam adalah mayoritas di negeri ini. Kita ingin mewujudkan cita-cita bersama yaitu membawa negeri ini menjadi baldatun thayyibatun warabbun ghafuur”, pungkas beliau. [ibw]

Fokus di Jalur Dakwah, Wahdah Islamiyah Targetkan Sebar Kader ke  Seluruh Indonesia

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin

(Makassar) wahdahjakarta.com -, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan, Wahdah Islamiyah akan tetap fokus di jalur dakwah.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan arahan (taujih) pada Musyawarah Kerja Nasional Wahdah Islamiyah ke.11 (Mukernas XI WI) di Hotel Sahid Jaya, Makasssar, Ahad (23/12/2018).

Di hadapn peserta Muekrnas XI ia menyatakan, Wahdah Islamiyah saat ini sedang fokus mengembangkan berbagai program dakwah daerah di seluruh Indonesia.

“Tahun 2030 Wahdah Islamiyah insya Allah akan menjadi ormas Islam dengan kader mencapai 80% se-indonesia”, ujarnya di hadapan seribuan pengururus tingkat wilayah dan daerah maupun Muslimah Wahdah perwakilan wilayah dan daerah.

“Sebagai ormas Islam Wahdah Islamiyah harus mampu melahirkan kader-kader militan di berbagai daerah. Jangan pesimis, dengan izin Allah insya allah bisa”, tuturnya.

Dalam sambutan pembukaan Mukernas XI, Sabtu (22/`12/2018) Ustadz Zaitun mendorong agar setiap kader Wahdah Islamiyah terus bergerak mengemban dakwah di setiap pos masing-masing. Ia menjelaskan, dakwah yang dikoordinir dengan rapi akan berdampak kepada keberhasilan dakwah ke depan.

Oleh karenanya, tambah Ketua Ikatan Ulama dan Dai se-Asia Tenggara ini, kini Wahdah Islamiyah tak lagi eksklusif dalam menjalankan program-program dakwahnya melainkan bersifat inklusif, terbuka bagi seluruh umat islam.

Mukernas yang berlangsung dari tanggal 22-24 desember 2018 bertempat di Hotel Sahid Makassar menjadi momen evaluasi program kerja Wahdah Islamiyah. []

Gelar Mukernas  XI, Wahdah Islamiyah Tegaskan  Komitmen Dakwah

Ketua Umum Wahdah Islamiyah menyampaikan sambutan pembukaan Mukernas XI DPP Wahdah Islamiyah, Makassar, Sabtu (22/12/2018)

(Makassar) wahdahjakarta.com – Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) menggelar Musyawarah Kerja Nasional ke.11 (Mekernas X) di Hotel Sahid Jaya, Jl. DR. Ratulangi, Makassar, Sabtu-Ahad (22-23/12/2018).

Mukernas XI dibuka recara resmi oleh Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Ustadz. Muhammad Zaitun Rasmin. Dalam sambutannya Ustadz Zaitun menyatakan, pada mukernas XI ini  Wahdah Islamiyah meneguhkan komitmennya untuk tetap fokus  di jalan dakwah.

“Wahdah Islamiyah sejak awal dibentuk telah menegaskan akan berjuang semampu mungkin untuk membantu pemerintah mengawal pembangunan di negeri ini melalui program-program dakwah”, ujarnya.

Wasekjend Majelis Ulama Indonesia ini pun mendorong agar setiap kader Wahdah Islamiyah terus bergerak mengemban dakwah di setiap pos masing-masing. Ia menjelaskan, dakwah yang dikoordinir dengan rapi akan berdampak kepada keberhasilan dakwah ke depan.

“Semakin tinggi mujahadah kita, semakin tinggi lintasan ilhami yang didapatkan. Kita bertugas dengan amanah yang berat ini, semua harus dimunajatkan kepada Allah,” pesannya kepada para peserta Mukernas XI Wahdah Islamiyah.

Wakil Ketua MIUMi ini juga menekankan agar setiap kader Wahdah Islamiyah di seluruh Indonesia untuk tetap menjaga nilai-nilai luhur bangsa ini.

“Selalu bijak dalam bertindak. Jaga terus nilai-nilai keluhuran bangsa Indonesia. Karena kita berada dalam jamaah ini, semata-mata niatnya untuk membantu pemerintah dalam mengawal pembangunan di negeri ini,” pungkasnya. []

Ed:Sym

Ustadz Zaitun Buka Mukernas XI DPP Wahdah Islamiyah

 

Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhamad Zaitun Rasmin pad apembukaan Mukernas XI DPP WI

(Makassar) wahdahjakarta.com -,  Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah (WI), Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, Lc, MA membuka secara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XI DPP Wahdah Islamiyah di Hotel Sahid Jaya, Makassar, Sabtu (22/12/2018).

Musyawarah tahunan yang mengambil tema “Optimalisasi Kader & Peran Lembaga Menuju Visi 2030” itu dihadiri 715 peserta dari 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 192 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se-Indonesia.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, anggota DPR RI Tamsil Linrung dan Mukhtar Tompo, Ketua DPRD Kab Sidrap Zulkifli Zain, Sekjen Baznas, Wakil Bupati Bantaeng H. Sahabudin.

Dalam sambutannya, Ustadz Zaitun berharap ada penguatan kader dan lembaga yang menunjang keberhasilan visi 2030, yaitu eksis di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia.

Mukernas XI rencananya berlangsung 22-24 Desember 2018. []

DPP Wahdah Islamiyah Serukan Qunut Nazilah Untuk Muslim Uighur

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menyerukan Aksi Bela Muslim Uighur

(Makassar) wahdahjakarta.com  -, Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) mengimbau masyarakat Islam di seluruh dunia untuk melakukan Qunut Nazilah sebagai dukungan terhadap Muslim Uighur yang sedang tertindas.

Seruan dan imbauan tersebut disampaikan Ketua Umum Wahdah Islamiyah melalui pernyataan sikap yang ditanda tangani bersama Sekjen DPP WI Syaibani Mujiono, Kamis (20/12/2018).

“Mengharapkan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan qunut nazilah atas musibah yang dialami kaum Muslimin Uighur”, sebagaimana tertulis pada poin ke. 5.

Wahdah juga mengimbau kepada seluruh umat Islam dan ormas-ormas Islam untuk memberikan dukungan moril dan penggalangan dana untuk membantu masyarakat muslim Uighur.

“Kaum muslimin di seluruh dunia khususnya di tanah air agar semakin cerdas mengekspresikan perjuangan dan pembelaannya serta menghindarkan diri dari tindakan yang kontra produktif”, imbaunya.

Kutipan  lengkap pernyataan sikap DPP WI atas penindasan terhadap etnis Muslim Uighur dapat dibaca di sini.