Wahdah Islamiyah Bangun Hunian Sementara dan Kirim Da’i untuk Korban Gempa Lombok

Ketua Umum Wahdah Islamiyah menyerahkan secar simbolis bantuan shelter (hunian sementara) untuk korban gempa Lombok, Ahad (16/09/2018)

Wahdah Islamiyah Bangun Hunian Sementara dan Kirim Da’i untuk Korban Gempa  Lombok

(Lombok) wahdahjakarta.com-, Departemen Sosial dan Lazis Wahdah sejak hari kedua gempa telah mengirim utusan ke Lombok. Sayap relawan kemanusiaan “Wahdah Peduli” memulai dengan mendata kebutuhan, kemudian menerjunkan  relawan dari berbagai wilayah di Indonesia untuk ditempatkan di 5 titik berbeda.

Tim relawan Wahdah Peduli terus mengirimkan bantuan berupa dapur umum, logistik, tenda, mobil,dll. Termasuk juga tim medis, tim trauma healing, dan da’i-da’i sebagai pengajar.

Setelah tenda darurat dianggap tidak memadahi lagi, tim relawan kemudian membangun shelter-shelter (hunian sementara) yang lebih baik. Selain shelter juga sekolah-sekolah sementara sebagai sarana belajar anak-anak sekolah.

Pada hari Ahad, (16/9/2018) Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin bersilaturahmi dengan warga korban gempa di Lombok Barat bersama warga dan para tokoh setempat.

Dalam kesempatan silaturahmi ini Ustadz Zaitun menyerahkan shelter, sekolah sementara, dan santunan untuk korban gempa di Lombok Barat.

Selain bantuan fisik tersebut, Wasekjen MUI ini juga menyampaikan bahwa Wahdah Islamiyah sebagai ormas Islam telah mengirim para da’i untuk ditempatkan di Lombok. Pengiriman Da’i yang merupakan bagian dari Program Tebar Da’i Nusantara (TDN) tersebut  untuk melakukan   program trauma healing  bagi korban gempa Lombok dan sebagai guru mengaji bagi masyarakat. [ed:sym].

Gelar Milad ke. 10 AQL Pimpinan UBN Angkat Tema Peace Is  Power

Gelar Milad ke. 10 AQL Pimpinan UBN Angkat Tema Peace Is  Power

Jakarta (wahdahjakarta.com)– Arrahman Quranic Learning (AQL) Islamic Center  pada Selasa 11 September 2018 yang bertepatan dengan 1 Muharram 1440 H menggelar Milad ke-10 dengan tema “Peace Is Power”.

Dalam rilis yang diterima wahdahjakarta.com dinyatakan bahwa, “Peace Is Power adalah basis kekuatan yang membuat peradaban manusia tumbuh dan berkembang melalui tautan hati antar etnis, antar ras yang sejak awal tersemai  melalui benih sapa terindah yang pernah didengar manusia Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”.

Melalui  acara ini AQL pimpinan Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) ingin mengangkat kekuatan Islam yang menawarkan dan memberikan rasa damai dan kedamaian untuk menjadi solusi bagi dunia yang penuh dengan kekerasan dan peperangan ini. Hal tersebut sesuai  dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, “Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

AQL (Ar- Rahman Quranic learning) Islamic Center didirikan pada 1 Muharram 1429 H (29 Desember 2008) mempunyai visi besar membangun peradaban dengan Al-Quran karena pendiri  AQL  Islamic Center menyadari bahwa rahmat Allah terbesar bagi umat manusia itu adalah Alquran. AQL pun berkomitmen kuat untuk selalu mendekatkan Al-Quran kepada masyarakat untuk dibaca dan dihafalkan .

Pada  1 Muharram 1440 H (11 September 2018) AQL Islamic Center  yang mempunyai visi besar membangun peradaban dengan Al-Qur’an tepat berusia 10 tahun. Di usianya yang ke-10 ini AQL Islamic Center bertekad untuk mengawal  kebangkitan Islam di bumi Allah dan menunjukkan kepada dunia bahwa kedamaian itu adalah kekuatan yang paling dibutuhkan dunia saat ini dan Islam mampu memberikan ya Karena untuk kedamaian umat manusialah Allah menurunkan Islam. [ed:sym].

Gagas Program OMOJ, Forjim Kembali  Gelar Pelatihan Jurnalistik Dakwah

Gagas Program OMOJ, Forjim Kembali  Gelar Pelatihan Jurnalistik Dakwah

Jakarta (wahdahjakarta.com)– Forum Jurnalis Muslim (Forjim) kembali menggelar Pelatihan Jurnalistik Dakwah One Masjid One Journalist (OMOJ) di Masjid Jenderal Sudirman World Trade Centre (WTC) Jakarta Selatan, Sabtu-Ahad (8-9/9/2018).

Sebanyak 25 peserta yang berasal dari utusan masjid di Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Purwakarta mengikuti pelatihan ini. Pelatihan ini merupakan angkatan ke empat. Sebelumnya Forjim menggelar Pelatihan OMOJ di Jakarta Timur, Bandung, dan Lombok.

Menurut Ketua Panitia, Ahmad Zuhdi pada pelatihan kali ini fokus pada teknik membuat video jurnalistik dakwah. Diharapkan setelah dari pelatihan ini, para peserta bisa menjadi kader jurnalis masjid yang mampu mendokumentasikan kegiatan masjid.

“Selain itu juga menjadi jejaring atau penyuplai informasi umat guna keperluan dakwah Islam,” ujar Zuhdi.

Pada kesempatan selama dua hari, para peserta mendapat berbagai materi seperti urgensi dakwah media, teknik wawancara dan menulis berita,  teknik membuat video dokumenter, serta proses pembuatan video melalui smartphone.

Setelah ini, Forjim akan menggelar kembali Pelatihan OMOJ di beberapa kota. “Insyaallah dalam waktu dekat kami akhir September diadakan di Bogor untuk angkatan kelima, pertengahan Oktober di Tasikmalaya untuk angkatan ke enam,” ungkap Zuhdi.

Menurut Zuhdi, banyak sekali masjid-masjid di daerah yang berminat menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Dakwah OMOJ. “Bekasi, Yogyakarta, Semarang, Cikampek meminta kami untuk menggelar pelatihan jurnalistik dakwah. Mudah-mudahan bisa terlaksana,” jelas wartawan media online Warta Pilihan.

Pelatihan Jurnalistik Dakwah OMOJ angkatan empat ini didukung berbagai pihak, seperti DKM Masjid Jenderal Sudirman WTC, Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Chanel Muslim, Lazis Wahdah, serta Aksi Cepat Tanggap (ACT).*

Harapan Ustadz Komari Penemu Metode Dirosa

Harapan Ustadz Komari Penemu Metode Dirosa

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Ustadz Komari hadir sebagai pemateri utama dalam Pelatihan Pengajaran Al Qur’an Metode Dirosa yang diadakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), tepatnya di Anjungan Jawa Barat, Jumat-Ahad (31/8-2/9 2018). Ia bersama 4 orang timnya saling bergantian menyampaikan materi selama hampir tiga hari berturut-turut.

Dalam sesi materinya, Ustadz yang menulis buku dirosa ini bertanya kepada peserta TOT yang merupakan pengajar dirosa mengenai teknik yang diajarkan ke peserta. Semua peserta serentak menjawab dengan benar tetapi ada teknik yang belum pernah sama sekali diajarkan oleh pengajar dirosa yaitu teknik berpasangan. Dalam teknik berpasangan, pengajar menyuruh muridnya untuk saling berhadapan dengan temannya, yang satu membaca dan satunya lagi menyimak secara bergantian.

Ustadz Komari saat ditanya oleh Tim LAZIS Wahdah Jakarta mengenai jalannya TOT kali ini, ia mengaku terkesan dengan tempatnya yang berada di lokasi wisata. Namun, peserta juga kewalahan mencari tempat ini.

“Secara umum acara berjalan lancar, tempat yang bagus dan nyaman. Kendala selama ini di Jakarta adalah belum adanya program yang berkesinambungan untuk membuat pelatihan mengajar sehingga program tidak berjalan semestinya. Ini terbukti hanya ada dua pengajar dirosa yang aktif yaitu Ustadz Syaripuddin dan Ustadz Abdurrahman”, ujar Ustadz Komari.

Di akhir sesi wawancaranya dengan Tim LAZIS Wahdah Jakarta, Ustadz Komari sangat berharap melalui TOT kali ini, semua alumninya bisa action mengajar dan membuka banyak pelatihan di daerahnya sehingga bisa melahirkan pengajar-pengajar dirosa yang baru.

“Harapannya adalah alumni bisa action mengajar dan membuka pelatihan untuk melahirkan pengajar-pengajar yang baru, sehingga penambahan jumlah pengajar/guru dirosa bisa terwujud”, tutur Ustadz Komari.

[rsp]

—————

Info donasi dan kegiatan LAZIS Wahdah Jakarta: 0811 9787 900 (call/wa/sms)

LAZIS Wahdah, Melayani dan Memberdayakan

Wahdah Islamiyah Jakarta Gelar TOT Pengajar Al-Qur’an Metode Dirosa

Wahdah Islamiyah Jakarta Gelar TOT Pengajar Al-Qur’an Metode Dirosa

Wahdah Islamiyah Jakarta Gelar TOT Pengajar Al-Qur’an Metode Dirosa

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Tema Al-Qur’an sangat strategis dalam melakukan penetrasi dakwah umum ke masyarakat. Beberapa lembaga dakwah yang bermunculan akhir akhir ini  juga mengambil branding mengenai Al Quran.

Salahsatu program dakwah umum yang di jalankan oleh Wahdah Islamiyah Jakarta dan Depok adalah program pembelajaran Al-Qur’an khusus orang dewasa melalui metode khusus yang dikenal dengan Dirosa (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa).

“Metode Dirosa ini adalah  program andalan lembaga Wahdah Islamiyah”, ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah Islamiyah Jakarta dan Depok Ustadz Ilham Jaya Abdul Rauf saat membuka Traininf of Trainer (TOT) Nasiona Pengajar DIROSA yang digelar di Anjungan Jaba Barat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur pada Jum’at (31/08/2018).

Wahdah Islamiyah Jakarta Gelar TOT Pengajar Al-Qur’an Metode Dirosa

Ketua DPW Wahdah Islamiyah Jakarta dan Depok Ustadz Ilham Jaya Abdul Rauf Pada Pembukaan TOT Pengajar Al-Qur’an Metode Dirosa di TMII Jakarta, Jum’at (31/08/2018)

“Untuk mengantisipasi permintaan pengajar Al-Qur’an  metode Dirosa di daerah, harus diiringi ketersediaan tenaga pengajarnya. Dalam melahirkan para pengajar Dirosa di berbagai daerah, maka diperlukan para trainer yang siap melatih para dai menjadi pengajar dirosa”, jelasnya.

Kegiatan ini digagas oleh Tim Dirosa Pusat Wahdah Islamiyah  dibawah kordinasi Lembaga Pembinaan  Pengelolaan dan Pengajaran Quran (LP3Q) bekerja sama dengan Departemen Pendidikan DPW WI DKI Jakarta Depok sebagai panitia enyelenggara lokal.

Kegiatan ini digelar selama 3 hari 31 Agustus – 2 September 2018 dan diikuti oleh 50 orang peserta utusan WI se Indonesia. [Anwr/sym].

Berantas Buta Huruf Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Jakarta Gelar TOT Pengajar Al-Qur’an Berskala Nasional

Wahdah Islamiyah Jakarta Gelar TOT Pengajar Al-Qur'an Berskala Nasional

Wahdah Islamiyah Jakarta Gelar TOT Pengajar Al-Qur’an Berskala Nasional

(JAKARTA) wahdahjakarta.com-, Metode Belajar Al Qur’an dari Nol Khusus Dewasa (DIROSA) adalah metode yang akhir-akhir ini sangat populer di Nusantara, khususnya di daerah Ibukota. Banyak halaqoh-halaqoh yang sukses membina peserta yang sebelumnya tidak tahu huruf Al Qur’an sama sekali hingga lancar membaca Al Qur’an bahkan sampai menjadi salah satu pengajar Al Qur’an dengan metode ini.
Namun disamping itu masih ada beberapa kekurangan yang perlu diberbaiki dalam pengembangan Dirosa di beberapa daerah nusantara, sehingga daerah tersebut masih belum maksimal dalam mengembangkan metode ini. Diantara faktor penyebabnya adalah kurangnya pelatihan-pelatihan upgrading di daerah tersebut sehingga banyak daerah masih belum inovatif dan kurang dinamis dalam pengembangan metode Dirosa. Kurangnya kualitas SDM pengajar Dirosa juga merupakan salah satu faktor penyebab dakwah qur’ani tersebut masih ‘ngadat’ dan kurang kreatif.
Untuk itu, Tim Dirosa Wahdah Islamiyah Jakarta/LP3Q mengadakan Training Of Trainer (TOT) DIROSA berskala Nasional dengan tujuan agar kekurangan-kekurangan tersebut bisa tercover dengan baik dan kualitas SDM bisa ditingkatkan.
Acara ini akan digelar pada 31 Agustus hingga 2 September 2018 dengan tema “Meningkatkan Profesionalisme Trainer DIROSA” dan akan dihadiri beberapa daerah seperti Jawa Barat, Banten, Kalimantan Barat, Lampung, dll. Rencananya acara ini akan bertempat di Taman Mini Indonesia Indah ini akan dihadiri langsung oleh Ustadz Komari, S.Pd sebagai penyusun metode ini. Kehadiran beliau diharapkan dapat memotivasi sekaligus memberikan bimbingan kepada 40 lebih Trainer Dirosa yang akan hadir dari berbagai daerah di Nusantara sehingga kualitas para Trainer tersebut bisa ditingkatkan lagi baik dari segi mental maupun ilmu pengetahuan.
“Kita akan serius dalam membina para trainer sehingga kualitas trainer DIROSA di Nusantara dalam dakwah qur’ani ini bisa dimaksimalkan dan merealisasikan tujuan dari dakwah ini yakni membebaskan masyarakat di nusantara dari buta huruf Al Qur’an”, ujar Hermawan Sumarlin, selaku ketua pelaksana dauroh akbar ini. [fadl]

Semarak Dzulhijjah Muslimah Wahdah Jakarta

Semarak Dzulhijjah Muslimah Wahdah Jakarta 

Semarak Dzulhijjah Muslimah Wahdah Jakarta 

(Depok) wahdahjakarta.com-, Bertepatan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia (1/08/2018), Muslimah Wahdah Wilayah (MWW) Jakarta dan Depok menggelar acara Semarak Dzulhijah di Kompleks Pesantren Al Hijaz Kelapa Dua Depok.  Acara ini dihadiri oleh 80 peserta dari beberapa daerah di Jakarta dan Depok.

Menurut Ketua Muslimah Wahdah Wilayah Jakarta Ustadzah Rahmah Thamrin kegiatan ini digelar sebagai sarana silaturrahmi menambah pemahaman tentang keutamaan bulan Dzulhijjah. “Kami berharap acara ini dapat menjadi sarana silaturahmi muslimah dan sarana menambah pemahaman kita terhadap keutamaan bulan Dzulhijah. Juga sebagai sarana memupuk semangat pengorbanan”, ungkapnya.

Acara semarak Dzulhijah dibuka mulai pukul 8.30 dengan sesi game ta’aruf dan game cerdas tangkas sebagai acara pembuka. Acara selanjutnya merupakan materi inti yang disampaikan oleh Ustadzah Rahmawati Basarang dengan tema “Menggapai Indahnya Islam bersama Bulan Dzulhijah”.

Pada sesi terakhir sebelum penutupan, panitia melakukan orasi penggalangan donasi Qurban dan donasi dakwah.  Alhamdulillah pada sesi ini diperoleh donasi hewan Qurban 4 ekor kambing dan 5 bagian sapi. [yd/ed:sym].

Mudzakarah Seribu Ulama Hasilkan Manifesto Ulama dan Umat

Mudzakarah Seribu Ulama Hasilkan "Manifesto Ulama dan Umat"

Mudzakarah Seribu Ulama Hasilkan “Manifesto Ulama dan Umat”

(Tasikmalaya) wahdahjakarta.com,Mudzakarah Seribu Ulama yang digelar di Gedung Aisyah Kota Tasikmalaya resmi ditutup pada Ahad (5/8/2018) sekira pukul 23.00 WIB. Pertemuan yang dihadiri sejumlah ulama dan tokoh nasional itu menghasilkan tiga keputusan yang diberi judul Manifesto Ulama dan Umat. Berikut ini isinya,

Pertama, menetapkan Resolusi Konstitusional Pemerintah RI untuk kembali kepada Undang-undang Dasar (UUD) 1945 sesyau dengan penetapan Keppres Nomor 150 tahun 1959, LNRI Tahun 1959 Nomor 75, Dekret Presiden Soekarno 5 Juli 1959.

Kedua, Mengundangkan Syariat Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi umat Islam bangsa Indonesia, serta.

Ketiga, Mudzakarah Seribu Ulama di Tasikmalaya mengunkuhkan keputusan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta tentang pencalonan presiden dan wakil presiden 2019. Namun jika terjadi deadlock politik, maka harus ada calon alternatif yang sesuai dengan Syariat Islam secara utuh.

Tiga poin tersebut dibacakan oleh Kaatib ‘Am Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA) Majelis Mujahidin, Drs. H. Nashruddin Salim di hadapan peserta Mudzakarah Seribu Ulama. (Rep: Dadang. M| INA).

1.000 Ulama Hadiri Mudzakarah Ulama dan Kongres Mujahidin

1.000 Ulama Hadiri Mudzakarah Ulama dan Kongres Mujahidin

(Tasikmalaya) wahdahjakarta.com,– Mudzakarah Seribu Ulama dan Kongres Majelis Mujahidin Kelima pada 05-07 Agustus 2018 digelar di Kota Tasikmalaya. Ketua Panitia Mudzakarah Ulama Tasikmalaya, dr. Isa Ridwan mengungkapkan rangkaian acara yang akan dilaksanakan hingga hari Selasa (07/08/2018) mendatang.

“Acara pertama adalah tabligh akbar yang nantinya diisi oleh KH. Cholil Ridwan, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), dan Ustadz Fadlan Garamatan. Kemudian akan dilanjutkan dengan mudzakarah 1.000 ulama,” ungkap Isa dalam sambutannya di Panggung Utama Gedung Aisiyah, Jl. Ir. Juanda, Tasikmalaya, Ahad (05/08/2018).

Isa mengucapkan, bahwa dari data bagian kesekretariatan, ada lebih dari 1.000 ulama yang mendaftar dan hadir dalam Mudzakarah ini.

“Para ulama ini sudah ada yang terwakili dari Sabang sampai Merauke. Ada dari NTB yang meskipun masih dilanda musibah alam, menyisihkan waktunya datang dalam Mudzakarah ini. Ada dari ujung timur juga ada,” ungkapnya.

Isa mengungkapkan, acara ini tidak akan berlangsung tanpa bantuan semua kalangan. Ia juga bersyukur bahwa acara ini mendapat perhatian dari Walikota Tasikmalaya, juga dari masyarakat Islam kota Tasikmalaya.

“Jujur kita kekurangan dari keuangan, tapi berkat bantuan warga kota Tasikmalaya, seperti memberi bantuan non materi, berupa makanan dan juga jasa. Lebih dari 500 relawan, hampir mendekati angka 1.000 yang membantu acara ini,” ungkapnya.

Bahkan, bukan hanya elemen yang mengatasnamakan elemen umat Islam, tapi ada juga elemen beladiri yang mengawal acara ini. Menurutnya, pengunjung acara Tabligh Akbar ini tembus sampai 10.000 orang.

Sedangkan Walikota Tasikmalaya, Budi Budiman dalam sambutannya berharap bahwa acara ini menuai keberkahan bagi warga Tasikmalaya.

“Harapan kami acara ini berjalan dengan lancar, penuh kedamaian, dan kami bersama-sama panitia berterima kasih kepada keamanan dari kepolisian dan juga laskar-laskar. Kita ingin menghadirkan kemurnian Mudzakarah ulama, mudah-mudahan mudzakarah ini memberikan rekomendasi-rekomendasi kepada pemerintah dalam rangka menghadirkan negara yang Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur,” ungkapnya.

Ia berharap, Mudzakarah 1000 ulama ini menjadi momentum bagi kebaikan bangsa ke depan, yang bukan hanya bagi warga Tasikmalaya, tapi juga kepada umat Islam dari Sabang sampe Merauke. “Semoga Mudzakarah dan Kongres MMI ini akan menghadirkan keberkahan bagi bangsa,” tutupnya.

Hadir dalam Mudzakarah 1000 ulama ini, Ketua MMI Ustadz Abu Jibril, Ustadz Fadhlan Garamatan, Walikota Tasikmalaya Budi Budiman, Ketua MUI Pusat, KH. Cholil Ridwan, Wasekjen MUI Pusat, Tengku Zulkarnaen, Gus Nur, Ketua MUI Tasikmalaya KH. Achef Noor Mubarok, Purnawirawan TNI Sarwan Hamid.  (Rep: M. Jundi/ed:sym).

Siapkan  Qurban Terbaik Anda

Tebar Qurban Nusantara

Siapkan  Qurban Terbaik Anda

Qurban atau dalam bahasa Arabnya disebut dengan udhiyah atau dhahiyyah adalah nama atau istilah yang diberikan kepada hewan sembelihan (unta, sapi atau kambing) pada idul adha dan pada hari-hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah) dalam rangka ibadah dan bertaqarrub kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Dalil-dalil disyariatkannya yakni berdasarkan Al-Qur’an, As Sunnah dan Ijma’:

Dalil Al-Qur’an

Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berqurbanlah” (Q.S Al Kautsar:2)

Berkata sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan berqurban dalam ayat ini adalah menyembelih  udhiyah (hewan qurban) yang dilakukan sesudah shalat idul adha (lihat Tafsir Ibnu Katsir 4:505 dan Al Mughni 13:360)

Dalil As Sunnah

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berqurban dengan dua ekor domba jantan yang keduanya berwarna putih bercampur hitam dan bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri sambil membaca basmalah dan bertakbir” (HR.Bukhari dan Muslim).

Dalil Ijma’

Seluruh kaum muslimin telah bersepakat tentang disyariatkannya (lihat Al Mughni 13:360).

[dikutip dari wahdah.or.id]

**

 

Mari berqurban bersama para Da’i Nusantara melalui LAZIS Wahdah. Qurban Anda akan disebarkan ke seluruh wilayah Nusantara dengan sasaran penyebaran seperti kaum dhuafa, binaan da’i,  tahfidz, yatim, muallaf dan daerah minoritas.

Info seputar Qurban bisa hubungi nomor kami 08119787900 (call/wa/sms) atau kunjungi kantor kami yang beralamat di Jl. Lenteng Agung No.1, RT 03 RW 04, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan ➡lokasi https://goo.gl/maps/b9oyWT1HWrK2

 

LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”