Ketua Umum Wahdah Islamiyah Hadiri Konferensi Internasional Ilmu Fiqih di Oman

(Oman) Wahdahjakarta.com -, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menghadiri Konferensi Internasional  Ilmu Fiqih 2019, Oman Ahad-Selasa (1-3/12/2019).

Konferensi ke-15 ini mengangkat tema  ‘’Fiqih Air dalam Perspektif  Hukum Syariat, Peradaban, dan Problematika Kontemporer”. Pembukaan konferensi dilakukan oleh Menteri Hukum Kesultanan Oman, Dr. Abdullah bin Mohammed bin Saeed Al Saeedi.

Menurut Ketua Panitia Konferensi, Syaikh Dr. Abdul Rahman bin Sulaiman Al-Sami. Ia mengatakan bahwa konferensi ini  merupakan forum peningkatan kapasitas keilmuan dalam bidang fiqih. Ini merupakan forum ilmiah dalam bidang fiqih yang dinantikan oleh para fuqaha dari berbagai penjuru negeri. Karena konferensi fiqih ini merupakan ajang untuk saling bertukar ilmu dan berdiskusi.

Menurut Pejabat  Kementrian Wakaf dan Urusan Agama ini, tema konferensi ini merupakan masalah klasik, namun tetap relevan untuk dikaji dan diteliti.

“Ini termasuk tema klasik jika ditinjau dari ilmu fiqih dalam berbagai aspek dan dimensinya yang berbeda-beda, namun tergolong baru dan tetap relevan karena perhatian terhadap persolan ini terus berkembang”, terangnya.

Konferensi ini penting sekali sebagai respon terhadap perkembangan masalah-masalah fiqih, khususnya yang berkaitan dengan masalah air.

Baca Juga: 6 Konsep Zero Waste dan Kajiannya dalam Al-Qur’an

“Umat Islam membutuhkan penelitian yang mencerahkan dan berkelanjutan tentang berbagai isu kontemporer sehingga dari sini diharapkan hukum fiqih mengalami perkembangan. Karena pada setiap zaman akan selalu ada masalah yang berkembang”, ungkap Mufti Besar Kesultanan Oman, Syaikh Ahmad bin Hamad Al-Khalili sebagaimana dilansir dari omannews.gov.om.

Syaikh Al-Khalili juga menekankan pentingnya konservasi air dan tidak boros dalam menggunakan air. Menurutnya, sikap hemat dapat menjamin kelestarian sumber daya air sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah. Karena air merupakan nikmat dan rahmat Allah yang harus disyukuri.

“Berbagai penelitian telah diungkap untuk menjelaskan tentang nikmat yang agung ini serta pentingnya melakukan pelestarian air, sebagaimana telah dilakukan sejak berabad-abad lalu,” tandasnya.

Konferensi ini dihadiri oleh para ulama, ilmuwan, dan intelektual Islam dari berbagai negeri Islam termasuk dari Indonesia. Peserta dari Indonesia adalah Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin yang juga merupakan Ketua Umum Wahdah Islamiyah.[]

Seminar Ilmiah Muslimah Tentang Pelestarian Lingkungan Digelar di Makassar, Catat Waktunya!

Seminar Muslimah yang digelar FMDKI, Photo: Dok.FMDKI

(Makassar) Wahdahjakarta.com — Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) Pusat akan menggelar Seminar Ilmiah Muslimah  tentang pelestarian lingkungan di Ballroom Edelweis Universitas Fajar, Jalan Prof. Abdurahman Basalamah Kota Makassar, Sabtu (30/11/2019) esok.

 

Seminar dengan tema “Zero Waste, There is No Planet B” ini direncanakan akan menghadirkan dua pemerhati lingkungan sebagai pemateri, diantaranya adalah Ellyana Said dan dokter Muhyina Nur.

 

Ellyana Said adalah Kepala bagian Tata usaha Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan serta sebagai tim penilai Adiwiyata Nasional tahun 2012-2018.

Sedangkan dokter Muhyina Nur sendiri adalah Praktisi dakwah Muslimah Kesehatan.

Keduanya akan bergantian membawakan materi dengan dua topik, “Planet Plastik 2050” dan “Save Our Earth, Back to Qur’an”.

Baca Juga: Batasan Aurat Wanita dan Laki-Laki

Dalam keterangan tertulisnya, Azizah Sudirman selaku Kordinator Panitia Pengarah mengatakan, syariat Islam yang sempurna ini telah melarang segala bentuk pengrusakan alam baik langsung maupun tidak langsung.

 

Menurut dia, setiap kaum muslimin bahkan diwajibkan menjaga kelestarian lingkungannya agar tetap terjaga untuk menjadi tempat tinggal umat manusia. Bumi yang luas ini merupakan amanah dari Allah Azza Wa Jalla sebagai tempat untuk beribadah kepada-Nya sampai waktu yang telah ditentukan.

 

“Jika terjadi kerusakan di bumi pada dasarnya itu adalah ulah umat manusia yang harus segera disadari disertai adanya langkah perbaikan,” tutur Azizah.

 

Dari dasar itulah menurut Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) ini sehingga FMDKI Pusat menggelar kegiatan ini.

 

Seminar ini ditargetkan akan dihadiri oleh 700 Muslimah yang terdiri atas Mahasiswa dan umum.

Dalam penyelenggaraan kegiatan, FMDKI Pusat bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Kampus Mahasiswa Pecinta Mushalla (MPM) Al-Fajri Universitas Fajar. [RH/Sym].

MUI Pusat Mulai Lakukan Standarisasi Da’i Bersertifikat

Standarisai Da’i MUI Oleh Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat

(Jakarta) wahdahjakarta.com -, Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesi (MUI) Pusat mulai melakukan kegiatan standarisasi da’i bersertifikat. Proses standarisasi dimulai dengan mengundang para da’I ke kantor MUI Pusat, Senin (18/11/2019).

Menurut Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat KH. Cholil Nafis, da’I yang diundang dalam forum ini ialah para da’i yang  sudah berkiprah di masyarakat. Mereka  diundang ke Majelis Ulama Indonesia untuk musyawarah dan tukar pikiran agar menyatukan visi dan koordinasi langkah dakwah.

“Merekalah yang akan direkomendasi oleh MUI sebagai da’i”, ujar Kyai Cholil melalui keterangan tertulis yang diterima wahdahjakarta.com.

Materi bahasannya  kata Ustadz Cholil secara garis besar meliputi wawasan ke-Islaman, wawasan kebangsaan dan metode dakwah.

“Materi Wasasan Islam wasathi (moderat) mengulas tentang pahas Islam yang diajarkan Rasulullah saw dan dijelaskan oleh para sahabatnya. Islam wasathi sebagai arus utama pahama Islam Indonesia. Mengikuti aqidah Ahlussunnah wal-jemaah. Islam yang tidak ekstrim kanan juga tidak skstrim kiri”, jelas Pimpinan Pondok Pesantren Cendekia Amanah Depok ini.

“Wawasan Kebangsaan dipaparkan berkenaan dengan kesepakatan kebangsaan (al-ittafaqaat al-wathaniyah), bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai ajaran Islam,  sudah final dan mengikat. Cinta tanah air adalah bagian dari Iman.  Membela negara adalah bagian dari implementasi beragama Islam.”, terangnya.

Mantan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) ini juga menyatakan, metode dakwah yang disepakati adalah yang menguatkan keagamaan Islam sekaligus memperkokoh persatuan dalam bingkai NKRI.

“Permasalahan khilafiyah harus ditoleransi dan menghormati perbedaan, namun masalah penyimpangan (inhiraf) penodaan agama harus diamputasi”, tegasnya.

“Standarisasi da’i ini dalam rangka menyatukan persepsi (taswiyatul afkar) dalam mengembangkan ajaran Islam dan mengoordinasi langkah dakwah (tansiqul harakah) agar maksimal dalam menyebarkan dakwah Islamiyah”, tandasnya.

“Di akhir acara semua peserta da’i bersepakat untuk memgembangkan dakwah Islam Wasathi dan menjaga keutuhan NKRI”, pungkasnya. []

 

 

Foto: Ifthor on the Road Wahdah Islamiyah Depok

Tebar Ifthor Nusantara Wahdah Islamiyah Depok 

(Depok) Wahdahjakarta.com-, Rabu (15/05/2019) yang bertepatan dengan 10 Ramadhan 1440 H Panitia Semarak Ramadhan 1440 H Wahdah Islamiyah Depok menggelar kegiatan “Ifthar on the Road”.

Tim Tebar Ifthar on the Road Wahdah Islamiyah Depok membagikan takjil kepada pengendara dan pengguna jalan

Kegiatan berbagi takjil atau buka puasa kepada pengguna jalan ini merupakan bagian dari rangkaian program Ramadhan Wahdah Islamiyah secara nasional, yakni gerakan “Tebar Ifthar Nusantara”.

Tim Tebar Ifthar on the Road Wahdah Depok membagikan takjil kepada pengendara

“Selain bermaksud meraih berkah Ramadhan melalui berbagi takjil, ifthar on the road ini juga bertujuan membantu para pengguna jalan yang hendak berbuka puasa”, ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Depok, Arofah Syarifuddin.

Ifthor on the Road Wahdah Islamiyah Depok


Yuk gabung di Cafe “Kaget” Ramadhan
Tebar Ifthar dan Takjil Nusantara dan Ifthar on the Road
(Rp. 35.000/paket)

Cara Berdonasi
1).Transfer Donasi melalui Bank Syariah Mandiri (BSM) norek: 773 800 8008 a.n. Lazis Wahdah Jakarta Sedekah (Kode Transfer ATM Bersama: 451).
2).Konfirmasi Transfer Donasi melalui WA/SMS ke +628119787900, ketik : BR/Nama/Alamat/Nama Program/Jumlah Donasi beserta photo bukti transferan.

💌 LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat#posternasihat #nasihat #selfreminder #quotes #muslim#mudahsedekah #ayosedekah #tarbiyah #ramadhan #berkahramadhan#berkah #MarhabanYaRamadhan #ramadhan1440

 

Gelar Semarak Ramadhan 1440 H, Keluarga Mahasiswa Teknik UP Hadirkan Ketua Wahdah Jaksel

 

Ustadz MUhammad Anas Syukur (kopiah hitam) bersama pengurus Keluarga Mahasiswa Teknik UP

Gelar Semarak Ramadhan 1440 H, Keluarga Mahasiswa Teknik UP Hadirkan Ketua Wahdah Jaksel

(Jakarta) Wahdahjakarta.com-, Ramadhan merupakan bulan rahmat. Berbagai kegiatan yang bertujuan menumbuhkan kasih saying antar sesame digelar di bulan Ramadhan penuh berkah ini. Salah satunya rangkaian semarak Ramadhan yang digelar Keluarga Mahasiswa Teknik Universitas Pancasila.

Kegiatan yang mengangkat tema, “Ramadhan, Ciptakan Berkah dengan Rajut Persaudaraan Antar Mahasiswa  KM UP” ini berlangsung sejak tanggal 13-24 Mei 2019.

Menurut panitia pelaksana, kegitan ini digelar untuk merajut Ukhuwah Islamiyah yang lebih erat antar sesama muslim serta menumbuhkan muhabbah dibulan Ramadhan yang  merupakan syahrul rahmah.

Berbagai rangkaian kegiatan yang digelar sebagai rangkaian semarak Ramadhan 1440 H ini antara lain Tadarus & Khataman Al-Qur’an, Kultum dan Buka puasa serta Sahur bersama,  Sholat Tarawih berjamaah, Fun Games bersama Anak Yatim, Santunan Anak Yatim, Ceramah Umum, dan sebagainya.

Selasa (14/05/2019) panitia menghadirkan Ketua DPD Wahdah Islamiyah Jakarta Selatan, Ustadz Anas Syukur pada taushiyah menjelang buka puasa.

Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknik, juga dihadiri mahasiswa lainnya serta civitas akademika Universitas Pancasila

Alhamdulillah kegiatan yang sudah berjalan 2 hari ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan antusias dari para mahasiswa yang ikut dalam buka puasa bersama tersebut.

Dalam taushiyahnya Ustadz Anas mengingatkan tentang keajaiban Istighfar. Menurutnya ada sesuatu yang luar biasa di balik Istighfar. Hanya saja banyak yang kurang tahu keajaiban yang luar biasa tersebut. Oleh karena itu, “mari perbanyak istighfar di bulan ini”, ujar Ustadz Anas. []

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Resmikan Gerai DayaMart Fresh

Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin didampingi Ketua DPW Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok Ustadz Ilham Jaya Abdul Rauf menggunting pita pada Grand Opening Gerai Dayamart Fresh, Rabu (01/05/2019)

(Depok) Wahdahjakarta.com -, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin meresmikan Grand Opening (GO) DayaMart Fresh, Rabu (01/05/2019).

Gerai Dayamart Fresh merupakan salah satu unit usaha kader Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok yang bernaung di bawah badan usaha koperasi Bangkit Hijrah Sejahtera (Bahtera).

Dalam taushiyahnya Ustadz Zaitun mengingatkan tentang bulan Ramadhan sebagai momentum perjuangan dan meraih kemenangan. Namun kemenangan harus dijemput melalui perjuangan. Salah satunya perjuangan di bidang ekonomi.

“Umat Islam menang, untuk memperoleh kemenangan, umat Islam harus berjuang baik dari bidang politik, ekonomi, hukum sosial yang berlandaskan syariat agama,” ujarnya.

Dalam kunjungannya ke  gerai UZR  menawarkan produk Wahdah Water yang dikelola langsung unit usaha Wahdah yang ada di Makassar.

Ia juga menyempatkan berbelanja beberapa kebutuhan dan langsung membayar ke kasir.

Ustadz Zaitun Rasmin (UZR) menyampaikan taushiyah Tarhib Ramadhan sebagai rangkaian grand opening gerai Dayamart Fresh, Rabu (01/05/2019)

” Kampanye  mengurangi sampah plastik ini harus dilakukan oleh semua jajaran Wahdah termasuk semua gerai gerai yang dikelola langsung oleh Wahdah”, ucapnya.

Gerai DayaMart Fresh ini diluncurkan atas kerjasama dengan Koperasi Bangkit Hijrah Sejahtera yang didirikan oleh umat bersama dengan DPW Wahdah Islamiyah DKI Jakarta dan Depok.

“Secara kelembagaan, kami bekerjasama Dompet Dhuafa Niaga. Usaha ini sama seperti usaha kebangkitan umat lainnya yang berkomitmen untuk mengangkat ekonomi umat dengan membangun sinergitas antar lembaga,” kata Ketua DPW Wahdah Islamiyah Jakaarta-Depok, Ustadz Ilham Jaya Abdul Rauf.

Saat ini Gerai DayaMart Fresh baru berjalan bulan ketiga, belum genap setahun. Sebagai lembaga dakwah, Wahdah Islamiyah yang memiliki misi dakwah dan kebangkitan ekonomi di seluruh pelosok tanah air, membuka diri untuk bekerjasama dengan seluruh komponen umat. []

Gelar Grand Opening Dayamart Fresh Raup Omzet 12.5 Juta

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin berbincang dengan Ketua DPW Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok yang juga ketua Koperasi Bahtera, Ustadz Ilham Jaya  sesaat sebelum Grand Opening Gerai Daya Mart Fresh, Rabu (01/05/2019)

(Depok) Wahdahjakarta.com -, Gerai Daya Mart Fresh Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok  menggelar Grand Opening pada Rabu (01/05/2019).

Daya Mart  merupakan gerai minimarket yang menyediakan barang kebutuhan sehari-hari atau FMCG (Fast Moving Consumer Goods) yang digagas oleh Lembaga filantropi Dompet Dhuafa Niaga.

Gerai Daya Mart Fresh yang terletak di Jl. Komjen M Jassin (eks Jl. Akses UI) dikelola secara bersama antara Dompet Dhuafa Niaga dan Koperasi Bangkit Hijrah Sejahtera (Bahtera). Koperasi Bahtera sendiri diinisiasi oleh pengurus, kader, dan simpatisan Wahdah Islamiyah bersama masyarakat.

Dalam grand opening ini pihak pengelola menyediakan promo paket murah. Paket yang disediakan mulai dari harga 13.500 sampai 98.000. Paket promo ini hanya berlaku dua hari yaitu tanggal 1-. 2 Mei 2019.

Antusias masyarakat berbelanja pada grand opening cukup tinggi. Sampai pukul 21.10 malam, omzet mencapai 12,5 juta.

“Antusias dari para konsumen yang datang ke toko Alhamdulillah banyak berbelanja kebutuhan pokok dan paket-paket promo yang telah kami sediakan”, ujar kepala bagian Pengembangan Bisnis Dompet Dhuafa Niaga Ahmad Mukhlis.

Kepada Wahdahjakarta.com seorang konsumen mengaku senang berbelanja di gerai Daya Mart Fresh.

“Saya sangat senang dengan adanya Dayamart untuk kebutuhan keluarga walaupun saya tinggal di Citayam”, ujarnya.

Grand Opening Daya Mart Fres dirangkaikan dengan Tarhib Ramadhan 1440 H dengan menghadirkan Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin.

Dalam taushiyahnya berbicara tentang bulan Ramadhan sebagai bulan kemenangan dan perjuangan. Menurutnya kemenangan harus diraih melalui perjuangan dan kesabaran.

“Salah satu bentuk perjuangan itu adalah dalam aspek ekonomi”, jelasnya.

Ia menegaskan pula pendirian  gerai Daya Mart Fresh menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan di bidang ekonomi.

Usai taushiyah Tarhib Ramadhan, dilanjutkan dengan gunting pita di pintu gerai daya mart sebagai simbolis grand opening pembukaan gerai daya mart fresh. []

Wahdah Jakarta-Depok Gelar Grand Opening Gerai Daya Mart 

Grand Opening Gerai Daya mart

Grand Opening Gerai Daya mart

(Depok) Wahdahjakarta.com-, Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok akan menggelar grand opening gerai Daya Mart. Opening resmi gerai yang telah beroperasi sejak empat bulan ini akan digelar Rabu (1/05/2019).

Grand opening Daya Mart dirangkaikan dengan Tarhib Ramadhan 1440 H dengan menghadirkan Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin dan Ustadz Haikal Hasan (Babe Haikal).

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah (DPW) Wahdah Islamiyah (WI) Jakarta-Depok Ustadz Ilham Jaya Abdul Rauf, pendirian gerai tersebut dilandasi oleh semangat memajukan ekonomi ummat secara  mandiri dan spirit 212 pengurus DPW Wahdah Jakarta Depok mendirikan koperasi Bahtera.

“Semangat memajukan ekonomi ummat secara  mandiri dan spirit 212 pengurus DPW Wahdah Jakarta Depok mendirikan koperasi Bahtera. Bekerjasama dengan Dompet Dhuafa Niaga  membuka gerai mart dengan nama Daya Mart Wahdah”, ujarnya di Jakarta, Ahad (27/04/2019).

“Dasar  utama pemikiran tentang pendirian ini adalah untuk pengembangkan ekonomi secara langsung”, kata Ustadz Ilham yang juga Ketua Koperasi Bahtera yang menaungi gerai mart yang berlokasi di depan rumah makan Pondok Laras tersebut.

 “Kita ingin di masyarakat menjadi spirit bersama bahwa kita umat Islam ini mayoritas di Indonesia”, imbuhnya.

“Tujuan pendirian gerai ini juga bisa  mengedukasi masyarakat bahwa belanja di sini,   bukan sekedar  belanja biasa tapi kita memang niat kan untuk  menjadi bagian dari perjuangan ekonomi bagi masyarakat” ungkapnya. []

Gerakan Peduli Perempuan Gelar Aksi Tolak RUU P-KS

 

Gerakan Peduli Perempuan (#GPP saat melakukan aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) di Car Free Day Dago, Jl. Ir. H. Djuanda Bandung, Ahad (28/04) pagi.

(Bandung) Wahdahjakarta.com-, Gerakan Peduli Perempuan (#GPP) melakukan aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS).

Melibatkan puluhan perempuan muda, #GPP menggelar aksinya di Car Free Day Dago, Jl. Ir. H. Djuanda Bandung, Minggu (28/04) pagi. Aksi tersebut diawali dengan aksi freeze mob atau aksi diam bersama dengan menutup mulut menggunakan perekat sebagai simbol ketidak berdayaan perempuan dalam menyuarakan hak. Selain itu, dalam aksinya mereka memegang poster-poster serta spanduk penolakan.

Dalam rilisnya yang diterima Wahdahjakarta.com, Ahad (28/04) siang, Gerakan ini menolak RUU P-KS tersebut disahkan dengan alasan masih banyak hal yang perlu ditinjau ulang dalam Rancangan Undang-Undang tersebut. Selain itu, masih banyaknya ambiguitas dalam redaksi pasal per pasal yang menjadi celah dan kecacatan hukum apabila itu tetap disahkan.

Diva, salah satu anggota #GPP, mengungkapkan bila RUU ini dilihat sekilas seolah memberikan solusi tentang kasus kekerasan seksual.
“Tetapi kalau diperhatikan naskah akademiknya, RUU ini malah membawa masalah yang lain. Masalah tentang konsep kekerasan seksual ini multitafsir sehingga kebanyakan masyarakat tidak paham dengan konsep yang RUU ini bawa. Jadi, aksi ini betujuan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat, tentang bahayanya RUU ini kalau disahkan. Paling tidak, masyarakat tahu bahwa ada RUU yang membawa konsep yang mengancam ketahanan keluarga.” Jelasnya.

Dengan adanya aksi ini, #GPP memproklamirkan diri sebagai sebuah gerakan perempuan gabungan komunitas dan organisasi yang terdapat di Bandung Raya yang akan mengawal dan mengkritsi RUU P-KS tersebut.

Acara tersebut ditutup dengan aksi jalan bersama sepanjang Jl. Ir. H. Djuanda sembari membawa poster dan spanduk penolakan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Aksi ini juga digelar serentak dibeberapa kota lainnya seperti Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. []

Sekjen MRI Berharap Forjim Terus Advokasi Pemberitaan Umat

Sekjen MRI Ibnu Khajar saat bersama Ketum forjim Dudy S. Takdir saat Konsolidasi dan Mukernasi II Forjim di Menara 165, Kamis (7/3/2019)

(JAKARTA) wahdahjakarta.com — Sekretaris Jenderal Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Ibnu Khajar menyambut baik terselenggaranya Konsolidasi dan Mukernas II Forum Jurnalis Muslim (Forjim)  di Menara 165, Kamis (7/3/2019).

“Kami menyambut baik, saat Forjim merapat dengan MRI. Harapan kita bersatunya kita, besinerginya kita pasti ada urusan besar yang akan kita kerjakan. Jika kita tidak ada urusan besar yang kita kerjakan maka setiap kita tidak memiliki alasan menjadi besar,” kata saat menghadiri pembukaan mukenas.

Ibnu Khajar berharap dengan kerjasama ini, Forjim dapat membantu dalam penyebaran informasi terkait kerelawanan dan kebencanaan.

“Kita punya harapan besar dari Forjim. Mencari jurnalis yang waras susahnya luar biasa. Saya ingat betul, orang yang waras itu orang mereka yang mempunyai ideologi. Yuk kita bikin agenda bersama,” tambahnya.

“Sehingga apa yang disampaikan di publik bukan hanya beritanya, tetapi juga mempunyai spirit dan ideologi.” jelas Ibnu Khajar

 “Luar biasanya  hari ini, semua orang menyampaikan sebuah berita menjadi viral. Semua orang menyampaikan lewat media sosial. Media mainstream yang tidak berpihak kepada umat dilawan. Ini perang opini besar,” kata Ibnu.

“ini menandakan perang media. Saat ini dibutuhkan jurnalis yang pandai membuat pemberitaan publik, yang mampu meluruskan opini pada publik.” Lanjut Ibnu Khajar

“Ini penting sehingga umat bisa mengetahui dalam narasi yang baik, yang benar dan bisa diviralkan. Karena kita tahu betul, ketika masyarakat melihat sesuatu dominasi emosinya lebih dominan daripada membahasakan.  Bahkan, tokoh-tokoh kita yang menyampaikan kebenaran tetapi salah dalam berbahasa menjadi delik,” katanya.

Secara khusus Ibnu menyampaikan harapan agar Forjim terus mengadvokasi umat dari sisi pemberitaan. “Semoga mukernas menghasilkan karya yang terbaik untuk umat,” ujar Ibnu.