MPI Serukan Persatuan dan Waspadai Penjajahan Berkedok Investasi

Ustadz Bachtiar Nasir

(Semarang) Wahdahjakarta.com – Majelis Pelayan Indonesia (MPI) bekerja sama dengan Gerakan Ummat Pecinta Masjid (GUPM) menyelenggarakan tabligh akbar di Masjid Abu Bakar Assegaf, Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang, Sabtu (6/4). Tabligh akbar bertema “Merajut Ukhuwah untuk Membangun Peradaban Bangsa”.

Beberapa pimpinan MPI hadir pada acara ini. Mereka adalah Ustadz Bachtiar Nasir (UBN)  dan Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin. Keduanya termasuk penggerak Aksi Damai 212 bersama Habib Rizieq. Hadir pula Ustadz Erick Yusuf, Ustadz Taufan, Tony Rosyid penulis pemenang 212 Award.

Dalam taushiyahnya, Ustadz Bachtiar Nasir mengingatkan pentingnya persatuan. Menurutnya, persatuan adalah salah satu bagian dari Pancasila yang keseluruhan sila-silanya merupakan bagian dari ajaran Islam.

Dengan persatuan, menurutnya, negeri ini akan kuat dan tidak mudah dijajah. “Para pahlawan yang memerdekakan negeri ini atas berkat rahmat Allah Ta’ala, tidak rela jika negeri ini dijajah oleh negara lain atas nama investasi!”, tegasnya.

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin

Selanjutnya, Ustadz Zaitun Rasmin yang juga Wasekjen MUI Pusat mengingatkan soal politik Islam.  “Ajaran Islam sangat lengkap, termasuk masalah politik yang tidak bisa dipisahkan. Jadi, salah kalau ada yang melarang bicara politik di dalam masjid.” ungkapnya.

“Inti dari siyasah syariyyah adalah bagaimana kekuasaan bisa mewujudkan kemaslahatan sebesar-besarnya bagi rakyat. Kemaslahatan dunia maupun akhirat.” imbuhnya.

Masjid Unissula dihadiri ribuan jamaah dalam acara ini. Jamaah bukan hanya berasal dari Semarang, namun juga Jawa Tengah secrara umum.[]

Hijrah Bersama Al Qur’an

Ust. Yudi Wahyudi, Direktur LAZIS Wahdah Jakarta (kiri), Syaikh Harits, Pengemban Sanad Qiraah Sab’ah & Pemateri Ammar tv (tengah), Ust.Waulat (Da’i dan Marketing Executive LAZIS Wahdah Jakarta


DEPOK – Quranic Living Service (QaLS) kembali mengadakan seminar bertemakan Al Qur’an. Pada Rabu (3/4) telah terselenggara Seminar Muslimah Hijrah yang menghadirkan tiga pemateri. Event yang disponsori oleh LAZIS Wahdah ini berkerjasama dengan Rabbani diadakan di Aula Rabbani Lt.4 (dekat ruangan shalat), Jl.Margonda, Depok.

Pemateri pertama dalam acara ini adalah Ummi Santi, Da’iyah Muslimah Wahdah dan Pembina Rumah Akhwat. Materinya lebih membahas tentang hal yang berkaitan dengan muslimah dan bagaimana hijrah menjadi muslimah sejati melalui kecintaan kepada Al Qur’an sebagai teman penguat dalam perjalanan hijrah.

Pemateri kedua dalam acara ini adalah pemateri yang sering mengisi acara yang diselenggarakan oleh QaLS yaitu Ust. Muhammad Nur Hasan Palogai, Lc. Pemateri merupakan lulusan LIPIA Jakarta saat ini aktif mengajar di Al Kuttab, Quranic and Arabic School memaparkan materi tentang bagaimana menterjemahkan Al Quran dengan mudah melalui teknik menghafal ratusan kosakata bahasa Arab yang telah menjadi bahasa Indonesia.

“Alhamdulillah, peserta seminar tadi itu semangatnya luar biasa, mereka cepat menangkap materi terjemah Qur’an. Ini kita harapkan folllownya…Jazakallah khairan LAZIS Wahdah”, kata Ust. Muhammad Nur Hasan kepada Tim Media LAZIS Wahdah Jakarta, Rabu (3/4).

Selanjutnya pemateri terakhir adalah Syaikh Harits Al Arjaliy. Ia membawakan tema perbaikan bacaan Al Fatihah karena Al Fatihah adalah induknya Al Qur’an.

“Bacalah Al Qur’an dengan Ikhlas, semangat yang tinggi, mencari guru yang hafalannya minimal juz 30, mencari tempat dan waktu yang cocok, istiqomah setiap hari membaca/menghafal, hati bersih( akhlak baik dan banyak istighfar), meninggalkan maksiat, dan Mujahadah”, ucapnya dalam pemaparan materinya. (rsp)

**

Antusias Peserta Dengan Materi yang Disampaikan Syaikh Harits


Depok (3 April 2019) – Syaikh Harits Al Arjaliy menjadi salah satu narasumber di Seminar Muslimah Hijrah yang diselenggarakan oleh QaLS dan disponsori oleh LAZIS Wahdah bertempat di Aula Rabbani, Lt 4, Jl. Margonda, Depok pada Rabu (3/4).

Syaikh yang berasal dari Yaman ini sekarang sudah menetap di Jakarta dan mempunyai aktivitas yang cukup padat dalam mengajar tahfidz, mengisi seminar, dan mengisi acara di salah satu stasiun tv swasta (Ammar tv). Ia juga pengemban sanad Qiraah Sab’ah yang merupakan putra dari Syaikh Abdullah Al Qawiy, pengemban Qiraah A’srah. Di tengah kesibukannya, Ia menyempatkan menjadi pemateri pada Seminar Muslimah Hijrah dengan membawakan tema “Perbaikan Bacaan Al Fatihah”.

Peserta yang banyak dihadiri oleh kalangan Ibu-Ibu cukup antusias dengan apa yang disampaikan pemateri dan menyempatkan berfoto bersama syaikh seusai acara.

“Materinya sangat bermanfaat, menarik, dan menyenangkan serta mudah diaplikasikan terutama pada kegiatan belajar Al Qur’an”, ungkap salah seorang peserta yang tidak disebutkan namanya. (rsp)
————-
**

Laskar Sedekah Barang IDC Santuni Anak Yatim Dhuafa

(JAKARTA) Wahdahjakarta.com — Laskar Sedekah Barang Infaq Dakwah Center (IDC), menggelar kegiatan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa.

Kegiatan ini digelar bertepatan dengan hari libur Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Isra Mi’raj, 27 Rajab 1440 H di Gudang Sedekah Barang IDC, yang terletak di Kemanggisan, Jakarta Barat.

Ustadz Agus, salah seorang Laskar Sedekah Barang IDC menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari penyaluran hasil kelola sedekah barang dari para muhsinin, kepada penerima manfaat yakni anak-anak yatim.

“Mudah-mudahan apa yang diberikan oleh para muhsinin dan donatur sedekah barang lebih bermanfaat bagi kami semua,” kata Ustadz Agus dalam sambutannya di acara santunan yatim dhuafa, Rabu (3/4/2019).

Untuk diketahui, IDC memiliki Program Sedekah Barang Berkualitas (Barkas) yang dijalankan oleh Laskar Sedekah Barang.

Hasil dari sedekah barang ada yang langsung disalurkan kepada penerima manfaat seperti korban bencana, yakni berupa pakaian layak. Ada pula sedekah barang yang dikelola dan hasilnya disalurkan untuk membantu anak-anak yatim dan dhuafa yang membutuhkan.

Bagi kaum Muslimin yang memiliki barang bekas berkualitas, Laskar Sedekah Barang IDC siap menjemput, tanpa dipungut biaya (gratis). Untuk sementara pejemputan Sedekah Barang hanya melayani sekita Jabodetabek dan Solo. Informasi dan penjemputan Sedekah Barang bisa menghubungi 08122700020 (Admin IDC).[]

Di Pameran Kamar Diponegoro, Anies Berbagi Cerita Tentang Pangeran Diponegoro

Peresmian Pameran Kamar Diponegoro di Museum Sejarah Jakarta, Senin (01/04/2019)

(Jakarta) Wahdahjakarta.com– Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Anies Baswedan meresmikan Pameran Kamar Diponegoro di Museum Sejarah Jakarta, Senin (01/04/2019).

Di Museum Fatahillah ini Pangeran Diponegoro ditahan selama 26 hari sebelum diasingkan ke Sulawesi.

Anies berharap museum kamar Diponegoro ini menjadi tempat merefleksikan perjuangan Pangeran Diponegoro.

“Jadi tempat ini kita harapkan menjadi tempat bagi ribuan orang untuk merefleksikan. Ukurannya tidak besar, dari sisi luas ruangan, tetapi kekuatan sebuah museum adalah dia mengkonversi perjalanan waktu jadi ruang. Itulah kekuatan museum”, jelas Gubernur Anies.

Melalui fan page @Aniesbaswedan mantan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Kerja ini juga berbagi cerita singkat tentang Pangeran Diponegoro.

Kamar Diponegoro. Di Kamar inilah Pangeran Diponegoro disekap selama 26 hari sebelum diasingkan ke Sulawesi.

Berikut selengkapnya;

Ketika di sekolah dulu kita semua pasti fasih dengan kisah perjuangan Pangeran Diponegoro.

Bicara mengenai Pangeran Diponegoro saya ada cerita tersendiri.

Masa kecil saya di Jogja, sekolah saya dulu hanya sekitar satu kilometer dari Tegalrejo, kami sering sekali bermain di tempat perlawanan Pangeran Diponegoro dulu, tak terlupakan masa-masa itu.

Tiga tahun yang lalu, Februari 2015 saya mendapatkan kehormatan mewakili bangsa dan negara untuk menerima pengembalian Tongkat Cakra Pangeran Diponegoro dari Belanda. Tongkat pusaka tersebut lepas pada 1829, setahun sebelum Perang Diponegoro. Lalu ditemukan di keluarga Baud di Belanda diserahkan kembali ke Indonesia dan kini disimpan di museum Nasional.

Joglo di rumah saya adalah boyongan dari Kyai Kasan Besari yang dibangun 1742 di Pesantren Tegalsari, Ponorogo dan salah satu santrinya adalah Diponegoro. Karena itu ada lukisan wajah Pangeran Diponegoro yg dibuat oleh pelukis Rosid terpasang di dalam joglo.

Dan hari ini kembali mendapatkan kehormatan untuk meresmikan dibukanya Pameran Kamar Diponegoro di Museum Sejarah Jakarta. Di tempat ini Pangeran Diponegoro pernah ditahan selama 26 hari sebelum diasingkan ke Sulawesi.

Kalau kita datang ke ruangan ini bayangkan di abad ke-19, akan melihat detail perjalanannya dan hidupnya, perjuangannya dan juga bagaimana seorang Diponegoro di dalam pengasingannya memberikan perhatian pada keluarganya yang ada di Jogja Pada masa itu.

Jadi tempat ini kita harapkan menjadi tempat bagi ribuan orang untuk merefleksikan. Ukurannya tidak besar, dari sisi luas ruangan, tetapi kekuatan sebuah museum adalah dia mengkonversi perjalanan waktu jadi ruang. Itulah kekuatan museum.

Karena itu kami ingin menyampaikan terima kasih, khususnya kepada pak Peter Carey sebagai kurator, sejarawan yang dari karya-karya penelitian dan tulisannya kita banyak belajar soal Diponegoro. Dan apresiasi juga kepada para pegiat museum yang sudah membantu proses bisa terbangunnya Kamar Diponegoro ini.

Mudah-mudahan semua yang terlibat mendapatkan keberkahan atas ini semua dan InsyaAllah kepada yang mengelola, kelola ini dengan baik-baik, jadikan sebuah amanat, bahwa ini adalah untuk masa depan bangsa kita.

Museum tidak hanya bicara masa lalu, museum adalah tentang menginspirasi ke masa depan. Karena itu kita berharap anak-anak muda generasi baru yang datang ke tempat ini, menjadi lebih memahami nilai perjuangan Pangeran Diponegoro.

Mari datangi, mari jadikan tempat ini sebagai inspirasi. #ABW

Sumber: @Aniesbaswedan 

Mengharukan, Gubernur Anies Puji Kebesaran Hati Ibu Elly

Ibu Elly, ibunda dari Naufal Rosyid, petugas kebersihan korban kecelakaan tabrak lari saat menerima santunan meninggal dunia JKK dari BPJS. Sumber Photo: @Aniesbaswesan

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (DKI Jakarta) Anies Baswedan memuji kebesaran hati Ibu Elly. Ibu Elly merupakan ibu dari Naufal Rosyid, petugas kebersihan pemprov DKI Jakarta yang meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari saat bekerja.

“Wajahnya jelas dalam duka, tapi imannya memancar lebih jelas. Itulah Ibu Elly, Ibunda Alm Naufal Rosyid. Itulah wajah beliau saat tiba di Balai Kota”, kata Guberbur Anies melalui Fan Page @Aniesbaswedan, Selasa (02/04/2019) siang.

Hari ini, Selasa (02/04/2019) Ibu Elly selaku ahli waris meneriman santunan meninggal dunia JKK dari BPJS di kantor Balaikota.

“Pagi ini santunan senilai 196 juta diserahkan dari BPJS Ketenagakerjaan utk Ibu Elly, sbg ahli waris”, lanjut Anies.

Berikut curhatan Anies selengkapnya;

Badannya Kecil, Hatinya Besar

Wajahnya jelas dalam duka, tapi imannya memancar lebih jelas. Itulah Ibu Elly, Ibunda Alm.Naufal Rosyid. Itulah wajah beliau saat tiba di Balai Kota.

Almarhum Naufal masih bujang, dia tinggal bersama Ibunya dan bekerja untuk ikut menghidupi keluarganya. Ibunya menuturkan bahwa gaji Naufal selalu diserahkan padanya.

Kini Naufal telah pulang ke Yang Maha Abadi. Meskipun sudah berpulang, seakan Naufal masih menitipkan uang untuk ibunya. Pagi ini santunan senilai 196 juta diserahkan dari BPJS Ketenagakerjaan utk Ibu Elly, sbg ahli waris.

Semua pekerja yang bekerja untuk Pemprov DKI Jakarta kami daftarkan di BPJS Ketenagakerjaan. Iuran bulanan dibayarkan oleh Pemprov. Kami ingin semua bisa bekerja dengan tenang. Jika kita memikirkan para pekerja, maka para pekerja bisa menunaikan tugas dengan tenang dan keluarganya bisa tentram terjamin. Kami minta semua badan usaha dan badan pemerintah untuk melindungi tenanga kerjanya dengan jaminan. Khususnya pekerja yang masih berstatus pegawai tidak tetap. Izinkan mereka bekerja dalam rasa tenang.

Pagi ini Ibu Elly menerima titipan uang yang terakhir dari Alm Naufal. Kita tahu, sebesar apapun santunan, ia tak pernah bisa menggantikan seorang anak yang lahir dari rahimnya. Sesantun apapun ucapan pengantar santunan, dia tak pernah bisa menghapus duka di hati seorang ibu.

Kita doakan agar Ibu Elly terus diberikan ketabahan. Saat berpamit, saya sampaikan padanya, “Bu Elly, Insya Allah Alm.Naufal pulang duluan untuk membukakan pintu Jannah bagi Ibunya…“ beliau menatap dengan mata berair, tersenyum dan menjawab lirih sekali… “amin amin ya rabbal alamin…“ #ABW []

Gubernur DKI Anies Baswedan memanggul jenazah alm. Naufal Rosyid, Petugas Kebersihan korban kecelakaan tabrak lari.

Naufal Rosyid (24 thn) adalah petugas kebersihan pemprov DKI yang menjadi korban tabrak lari, (26/03) lalu.  ditemukan terkapar di tepi jalan di bawah jalan layang Pasar Rebo Jakarta Timur. Masih dengan sapu dan seragamnya. Tak sadarkan diri. Pukul 5.30 pagi dia ditemukan oleh kawan kerjanya.

Subuh itu, teman-teman kerjanya sesama petugas kebersihan, melarikan Naufal ke RS Pasar Minggu. Tim dokter bekerja keras, dioperasi karena ada pendarahan di otak. Kondisinya berat.

Ibunya mencintai Naufal, tapi Allah lebih mencintainya. Panggilan pulang ke Rahmatullah yang ia songsong pada Ahad (31/03/2019). Insya Allah ia husnul khatimah, kata Anies. 

Gubernur Anies turut melayat, menyolatkan, mendoakan, dan mengantar jenazah almarhum ke kuburan. []

Fenomena Ustadz Daun Salam dalam Pesta Politik

llustrasi: Daun salam dan nasi uduk

Wahdahjakarta.com -, Dalam suasana kampanye, setiap partai dan caleg hingga capres membutuhkan keikutsertaan dan kehadiran ustadz, kiyai dan ulama. Tapi jangan seperti daun salam dalam pembuatan nasi uduk yang fungsinya sekadar penyedap. Sesudah nasi uduk jadi dengan aroma yang menggoda, justeru yang pertama dibuang atau disingkirkan adalah daun salam.

Selama ini, kenyataannya memang demikian. Ustadz dan ulama hanya dibutuhkan saat kampanye, setelah itu kebijakan para pemimpin justeru bertentangan dengan apa yang diajarkan para ustadz dan ulama itu. Bahkan prilaku sang pemimpin sendiri sangat bententangan seperti melakukan kebohongan, korupsi dan seterusnya.

Lebih tragis lagi, sesudah berkuasa, justeru ustadz dan ulama itu yang dipenjarakan karena tidak sejalan dengan kebijakan pemimpin. 

Oleh: Ahmad Yani (Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI))

Lazis Wahdah Jakarta Dukung Training Jurnalistik Asyik

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok dan Forum Jurnalis Muslim (Forjim)  menggelar Training Jurnalistik Asyik di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jakarta Timur, Sabtu (30/03/2019). Pelatihan ini didukung Lazis Wahdah Jakarta.

Menurut Ketua Departemen Informasi dan Komunikasi (Infokom) Wahdah Jakarta-Depok, Syamsuddin Al-Munawiy  pelatihan ini digelar untuk melahirkan kader jurnalistik dakwah yang memiliki kompetensi dalam dakwah media.

“Diharapkan dari  pelatihan ini lahir jurnalis-jurnalis dakwah yang siap berdakwah melalui jurnalistik, karena di zaman ini peran media dalam dakwah tidak dinafikan”, ucapnya.

Sementara Direktur Eksekutif  Lazis Wahdah Jakarta, Yudi Wahyudi berharap pelatihan ini dapat ditindak lanjuti. Apalagi melihat animo peserta yang antusias mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir.

“Pelatihan jurnalistik asyik insya Allah akan terus berlanjut dan akan segera ada follow up, baik pelatihan singkat mupun bentuk lain berupa pelatihan  jurnalistik video maupun pelatiahn intensif selama tiga bulan”, ungkapnya.

“Dengan melihat antusiasme peserta maka menjadi gambaran ke depan, pelatihan akan menjadi salah satu program berkelanjutan”, imbuhnya.

Ia menambahkan, kerjsama dengan forjim merupakn kerjasam yang sangat strategis. “Mudah-mudahan bisa memperkaya materi kita ke depan sehingga minat dan semangat calon jurnalis dapat ditingkatkan”, harapnya.

Pelatihan ini diikuti  22 peserta yang berasal dari para pelajar dan Da’i perwakilan Pesantren sekitar Jakarta. []

Wahdah Peduli Gelar Pelatihan Tanggap Darurat Bencana di Bone

(Watampone) Wahdahjakarta.com– Wahdah Peduli, lembaga kemanusiaan yang berada di bawah naungan Ormas Wahdah Islamiyah (WI) bersama LAZIS Wahdah melaksanakan Pelatihan Tanggap Darurat Bencana, di Aula Kantor ASDP Cabang Bajoe Kabupaten Bone, Sabtu (30/03/2019).

Sebanyak 45 peserta yang merupakan kader Wahdah Islamiyah daerah Bone, Sinjai dan Wajo mengikuti pelatihan yang digelar selama dua hari ini, mulai Sabtu (30/03/2019) hingga Ahad (31/0 3/2019).

Pelatihan ini dibuka oleh Wakil Bupati Bone, Haji Ambo Dalle, yang dihadiri pula oleh beberapa pejabat pemerintah kab. Bone, antara lain General manager PT. ASDP Kab. Bone, Kepala BPBD Kab. Bone, Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan BPBD Kab. Bone, serta Ketua Dewan Pimpinan Daerah WI Bone dan Ketua DPW WI Sulsel.

Dalam sambutannya, Ambo Dalle menyampaikan, selama ini Wahdah Islamiyah memiliki kepedulian yang luar biasa di beberapa bencana alam yang terjadi di Indonesia.

“Tahun 2018 lalu ada di Lombok. Tak lama kemudian ada lagi di Palu, Sigi dan Donggala, serta daerah bencana lainnya. Selalu saya dapati di daerah-daerah tersebut. Maka memang sudah luar biasa pengabdiannya,” tutur dia.

Dia juga mengapresiasi pelatihan yang dilaksanakan oleh Wahdah Peduli (WP) Ini. Menurut dia, apa yang dilakukan hari ini oleh WP akan memiliki banyak manfaat.

“Setiap saat jika dibutuhkan akan selalu siap untuk melakukan pertolongan. Terutama bisa bekerjasama dengan unit-unit kebencanaan yang telah kami bentuk disetiap daerah di kabupaten Bone,” ujar dia.

Maka dari itu, lanjut Ambo Dalle, dengan adanya kader Wahdah Islamiyah yang sedang dilatih, maka masyarakat, khususnya Pemerintah daerah akan sangat terbantu.

“Jika praktik nanti, utamakan keselamatan. Harus ada SOP, agar suatu saat nanti bukan justru kita yang diselamatkan,” pesannya.

Ketua IKA STKIP Muhammadiyah Bone itu juga berharap agar Wahdah Islamiyah bisa membantu Pemerintah Daerah untuk mengajak Masyarakat menjaga lingkungan Bone yang asri, bersih dan sejuk.

“Semoga Wahdah Islamiyah bisa masuk dalam sosialisasi program Pemerintah daerah. Diantaranya adalah survei keberadaan jamban keluarga, pengolahan sampah organik dan anorganik utamanya sampah plastik di perairan pesisir Bone, tidak merokok pada sembarang tempat, dan program lainnya,” tukasnya.

“Utamanya sosialisasi program-program ini di sekolah-sekolah, dan kami harapkan bisa melalui mimbar Dakwah Wahdah Islamiyah, termasuk ke desa-desa se kabupaten Bone,” tambahnya. (rls)

Petugas Kebersihan Korban Tabrak Lari Meninggal Dunia, Anies: Insya Allah Husnul Khatimah

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Petugas kebersihan korban tabrak lari 26 maret lalu meninggal dunia, Ahad (31/03/2019). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdo’a semoga almarhum Naufal Rosyid husnul khatimah.

Gubernur Anies juga mengecam pengendar yang sampai saat ini belum ditemukan. “Dan kau penungggang kendaaran tak dikenal itu… Ingatlah bahwa kau bisa lari pagi itu, tapi kau tidak bisa lari dari pertanggungjawaban di hadapan Yang Maha Adil”, tulis Anies dalam Fans Page resminya, Ahad (31/03/2019) siang.

Berikut selengkapnya.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Hai kau pengemudi motor. Ketahuilah petugas penyapu jalan yang kau tabrak itu hari ini dikuburkan. Kau tabrak dia hari Selasa Subuh, 26 Maret. Lalu kau lari. Kau tega meninggalkan anak manusia terkapar tak berdaya di jalan raya.

Naufal Rosyid ditemukan terkapar di tepi jalan. Masih dengan sapu dan seragamnya. Di bawah jalan layang Pasar Rebo. Tak sadarkan diri. Pukul 5.30 pagi dia ditemukan oleh kawan kerjanya.

Pagi itu sejak masih gelap. Naufal, anak umur muda 24 tahun ini sudah berada di jalan raya. Dia dan puluhan ribu petugas sejak pukul 3 pagi sudah bangun. Mereka yang paling berpeluh memastikan jalanan bersih. Demi kenyamaan jutaan orang melintas menuju kerja. Jika ada yg kebetulan tersisa, sebagian pelalulalang akan dengan ringan memaki lewat jempol tangannya di media sosial seakan tak membayangkan beratnya mereka bekerja.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memanggul jenazah Naufal Rosyid, petugas kebersihan korban tabrak lari saat bertugas .

Subuh itu, teman-teman kerjanya sesama petugas kebersihan, melarikan korban ke RS Pasar Minggu. Tim dokter bekerja keras, dioperasi karena ada pendarahan di otak. Kondisinya berat.

Ibunya mencintai Naufal, tapi Allah lebih mencintainya. Panggilan pulang ke Rahmatullah yang ia songsong. Ia pulang ke Ibunya. Tapi ibunya di rumah hanya bisa menyambut anaknya sebagai jenazah.

Tadi kami takziyah ke keluarga ini. Rumahnya di tengah kampung, lewat gang sempit. Wajah duka terlihat di warga sekampung itu. Ibunya tabah, ayahnya pula. Tampak ada duka tapi ada juga iman. Saat kafan dibuka, wajah almarhum jernih ada senyum. InsyaAllah penanda ia husnul khatimah.

Untuk semua pengguna jalan. Kurangi kecepatan bila melihat ada petugas bekerja di jalan raya. Seragam mereka berwarna terang. Dan jadi bercahaya bila terkena lampu di saat gelap. Ingat, setiap petugas itu punya ibu, ayah, anak, istri, suami dan keluarga. Bantu pastikan mereka, yang bekerja untuk kita semua ini, bisa pulang ke rumah dengan selamat.

Dan kau penungggang kendaaran tak dikenal itu… Ingatlah bahwa kau bisa lari pagi itu, tapi kau tidak bisa lari dari pertanggungjawaban di hadapan Yang Maha Adil.

#ABW (aniesbaswedan)