Milad ke-27, Radio Dakta Kokohkan Komitmen Sebagai Media Informasi Terpercaya

Radio Dakta

(Bekasi) Wahdahjakarta.com -, Menginjak usia yang ke-27, Radio Dakta semakin mengokohkan dirinya sebagai radio informasi yang terpercaya di Kota Bekasi.

Perjalanan Radio Dakta diawali dari pembelian sebuah radio di Bandung bernama Radio Famor lalu dipindahkan ke Bekasi, tepatnya di Jalan KH Agus Salim nomor 77, Bekasi Timur.

“Kita juga pernah menjadi radio hiburan, radio keluarga, hingga pada akhirnya kita kembali ke khittah-nya menjadi radio informasi yang bernafaskan islam di tahun 2000-an,” ujar  Direktur Utama PT Radio Nada Komunikasi Utama, Andi Kosala, pada Rabu (27/3)

Menanggapi tentang tantangan di masa depan, Andi mengatakan regenerasi dan revitalisasi Radio Dakta juga harus dilakukan, salah satunya dengan mengubah format siaran.

“Jika kita perhatikan Radio Dakta juga kini sudah berubah format dengan memunculkan lebih banyak informasi dan edukasi sesuai dengan visi dan misi kami,” imbuhnya.

Andi menambahkan dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, Radio Dakta juga bertransformasi menyasar ke sejumlah media sosial.

“Jadi Radio Dakta kini sudah ada Facebook, Twitter, dan Instagram. Ini diperlukan dalam rangka revitalisasi program, selain juga untuk merangkul pendengar dari kalangan muda dan milenial,” tutupnya.

Di usia yang ke-27 ini juga banyak harapan pendengar dan masyarakat Kota Bekasi agar Radio Dakta tetap mampu menghadirkan informasi yang mencerdaskan, serta menjadi penyambung lidah dengan pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi. []

Sumber: Rilis

Horizon Baru Baitul Maqdis (Catatan Hiwar Da’wi Wahdah Jakarta-Depok)

Dr. Munjid Muhammad Ridwan dan Ustadz Ilham Jaya Abdul Rauf, Lc, MA pada acara Hiwar Da’wi “Baitul Maqdis Amanah Al-Qur’an” yang digelar Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok di Masjid At-Ta’lim IPD/IPP Cilandak, Senin (25/03/2019)

Horizon Baru Baitul Maqdis (Catatan Hiwar Da’wi Wahdah Jakarta-Depok 25/03/2019)

Beberapa peserta yang hadir, sebagaimana juga ana pribadi, merasa bahwa kuliah yang satu ini berhasil memperluas horizon berpikir. Bahkan mungkin suatu saat paradigmatik, pada level tertentu. Betapa tidak, ada ungkapan fakta-fakta yang bisa jadi sebelumnya lewat begitu saja. Tapi kuliah kemarin berhasil melakukan “zoom out” terhadap cuplikan-cuplikan tersebut untuk melahirkan satu kesadaran baru. Kesadaran tentang bagaimana seharusnya persoalan Palestina didudukkan dalam peta harakah dan masyru’ Islami.

Ana gak perlu berpanjang-panjang. Ana kutip singkat poin-poin penting kuliah Dr. Munjid Muhammad Ridwan dari yang ana catat sendiri. Sebagiannya ana konfirmasikan dengan bacaan lama serta data-data bebas yang bisa digoogling.
a. Terdapat 11 ayat di dalam Alquran yang menyinggung al Masjidil Aqsa atau Baitul Maqdis, sebagaimana terdapat 15 hadits nabawi (shahih-tidaknya belum terkonfirmasi) dengan konten yang sama.
b. Baitul Maqdis satu-satunya wilayah yang di dalam Alquran disebut sebagai berkah bagi “al ‘alamin”/seluruh alam (21: 71). SubhanaLlah.

c. Sebagaimana fatwa Ibnu Taimiyyah, bahwa di periode awalnya Islam berjaya di bumi Hijaz. Sebaliknya, di periode akhir, Islam akan berjaya di bumi Syam.
d. Hikmah Allah pasti sangat besar saat menjadikan al Masjidil Aqsa sebagai titik tolak bagi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk mi’raj ke langit. Padahal, bisa saja titik tolak itu dari al Masjidil Haram saja. Mengutip bahasa Dr. Munjid, “Baitul Maqdis adalah pintu menuju ridha Allah.”
e. Para Nabi alaihimus salam bercita-cita untuk tinggal di Baitul Maqdis. Cita-cita ini menjadi bagian dari kisah Nabi Yusuf kelak yang diungkap Rasulullah tentang perempuan tua Bani Israil (Shahih Ibni Hibban dan as Silsilatus Shahihah).
f. Rasul tidak ketinggalan. Ekspedisi pasukan terakhir yang diutus Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebelum beliau wafat adalah yang diutus ke negeri Syam.
g. Peristiwa yang tersebut dalam QS. Al A’raf: 143, yang mana Allah Subhanahu Wata’ala “menampakkan diri” kepada gunung, terjadi di Baitul Maqdis.
h. Hadits Tamim ad Daari tentang pertanyaan-pertanyaan Dajjal mendeskripsikan tentang negeri yang menjadi pokok perhatian Dajjal: Baitul Maqdis.
i. Semua Nabi yang diutus sejak usia belia adalah mereka yang tinggal di Baitul Maqdis. Rasul kita yang mulia menjadi salah satu yang tinggal di luar Baitul Maqdis dan diangkat sebagai nabi nanti di usia 40 tahun.
j. Nabi Dawud alaihis salam diangkat sebagai nabi setelah memasuki Baitul Maqdis dan diberi kerajaan setelah membebaskannya dari penjajahan.
k. Al Masjidil Haram adalah masjid yang pertama didirikan, sedangkan al Masjidil Aqsa adalah yang kedua. Uniknya, interval waktu antara keduanya cuma 40 tahun (HR. Bukhari-Muslim). Intinya, negeri Baitul Maqdis adalah kawasan berberkah sejak awal sejarah kemanusiaan.
l. Terdapat dua kali kata ‘khalifah’ disebut dalam Alquran. Pertama merujuk kepada Adam, yang kedua merujuk kepada Nabi Dawud. Yang pertama berjasa membangun al Masjidil Aqsa, yang kedua berprestasi membebaskan Baitul Maqdis.

m. “Makkah adalah ibukota Islam sebagai agama,” tegas Dr. Munjid, “sedangkan Baitul Maqdis adalah ibukota Islam sebagai sistem politik. Itu sebabnya, Nabi Muhammad menjadi imam para nabi di Baitul Maqdis.”

Akhi, jangan menunggu besok untuk memasukkan agenda Baitul Maqdis ini dalam proyek dakwahmu. Letakkan dia dalam schedulmu langsung setelah membaca tulisan ini!

26/03/2019
Ilham Jaya R.
Wahdah Jakarta – Depok.

LAZIS Wahdah Capai MoU Dengan Khalifa IMS

Direktur LAZIS Wahdah Jakarta, Yudi Wahyudi (di sebelah kiri) dan Wakil Bidang Keagamaan Khalifa IMS, Habibi (di sebelah kanan)

TANGERANG SELATAN — LAZIS Wahdah melakukan akad kerjasama atau yang dikenal dengan MoU dengan Khalifa IMS. Akad kerjasama ini ditandatangani oleh Direktur LAZIS Wahdah Jakarta, Yudi Wahyudi dan Wakil Bidang Keagamaan Khalifa IMS, Habibi pada Selasa (26/3) yang bertempat di ruangan pertemuan Khalifa IMS, Jl.Kp.Lio No.68, RT 2/RW 1, Parigi Baru, Pd.Aren, Tangerang Selatan, Banten.

Kerjasama yang disepakati antara dua belah pihak adalah sebuah program pengadaan pundi sedekah untuk siswa dan siswi Khalifa IMS. Pundi Sedekah adalah program LAZIS Wahdah yang sejauh ini banyak diminati masyarakat karena program ini sangat membantu masyarakat dalam mengeluarkan infaq /sedekah dimanapun, berapapun, dan kapanpun. Adapun untuk segenap siswa Khalifa IMS, program ini sangat membantu mereka sebagai latihan bersedekah semenjak usia dini dan menumbuhkan jiwa sosial mereka untuk lebih peduli dengan lingkungannya.

Divisi Fundrising LAZIS Wahdah Jakarta yang diwakili Ismail selaku koordinator terjadinya pertemuan ini mengaku kagum dengan Khalifa IMS melalui prestasinya dan manajemen sekolahnya. “Sekolahnya bertaraf internasional yang mana menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar disamping bahasa Indonesia dan bahasa Arab serta juga fokus membina akhlak anak didiknya melalui pendidikan agama yang intensif ditambah dengan program tahfidz sebagai muatan lokalnya “, ucapnya kepada Tim Media LAZIS Wahdah Jakarta, Selasa (26/3).

Pihak Khalifa IMS yang diwakili oleh Bapak Habibi mengucapkan terimakasih kepada LAZIS Wahdah atas kerjasama ini dan berharap berjalan dengan baik dan berkah. (rsp)

**

Layanan Fogging Gratis IDC Diminati Masyarakat

Laskar Fogging IDC

(BEKASI) Wahdahjakarta.com—Infaq Dakwah Center (IDC) kembali melakukan layanan fogging (pengasapan) gratis. Kali ini layanan fogging dilakukan di Kampung Ujung Harapan, RT 06 RW 18, Babelan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Ahad (24/3/2019).

Selain fogging, pada kesempatan ini IDC juga membarengi dengan pengobatan gratis di lokasi yang sama. Warga setempat begitu antusias berobat kepada tim dokter dari Go Medica yang digandeng IDC. Sekira seratus lebih warga, baik orangtua, remaja, dan anak-anak mengikuti pengobatan ini.

Untuk layanan fogging, IDC menurunkan empat orang laskar fogging dan dua mesin fogging. Selama pengasapan, warga menyambut Laskar Fogging IDC di depan pintu-pintu rumah mereka. Diantara warga ada yang menginginkan pengasapan hingga ke dalam rumah, ada juga yang menginginkan hanya sebatas di halaman rumah.

Ketua RT 06 Saptaji Pamungkas menyampaikan apresiasi kepada IDC yang telah menggelar bakti sosial di wilayahnya. “Kita bersyukur sekali adanya pengobatan dan fogging gratis dari IDC ini. Sehingga diharapkan warga di sini terhindar dari penyakit,” kata Saptaji saat ditemui di lokasi acara.

Relawan IDC Irfanuddin mengungkapkan antusiasme masyarakat atas layanan fogging gratis. Dikatakan Irfanuddin, sejak diluncurkan Februari 2019 silam, layanan fogging gratis IDC ini mendapat sambutan positif dari masyarakat.

“Permintaan masyarakat akan layanan fogging gratis begitu tinggi. Banyak masyarakat yang menghubungi call center IDC menyampaikan permintaan fogging gratis di wilayah mereka,” kata Irfanuddin.

Dikatakan Irfanuddin, sebelum di Kampung Ujung Harapan Bekasi, IDC melayani fogging di beberapa tempat, termasuk di daerah Palmerah, Jakarta Barat

“Jadwal selanjutkan, Rabu pekan depan, 27 Maret 2019 IDC akan melakukan fogging gratis di Perwira, Bekasi bekerjasama dengan Puskesmas setempat. Kemudian, IDC bekerjasama dengan Masjid Agung Al Barkah Bekasi. Selain fogging, diadakan juga pengobatan gratis kerjasama dengan Masjid Agung,” jelas Irfanuddin.

Bagi masyarakat yang menginginkan layanan fogging gratis, Irfanuddin mempersilakan menghubungi call center IDC di 0856-7700-020. “Insyaallah untuk sementara kami hanya melayani fogging gratis di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi),” kata Irfanuddin.*

Pengamat: Negara Anggota  OKI Harus Cegah Meluasnya Islamophobia

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Pengamat masalah Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Yon Machmudi, mengatakan, negara-negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI) perlu bertindak cepat untuk mencegah makin meluasnya Islamophobia yang mengarah kebencian terhadap Islam.

“Islamofobia menjadi masalah dunia yang mulai mengkhawatirkan,” ujar Yon Machmudi.

Karena itu, menurut Yon, pertemuan darurat tingkat menteri OKI yang digagas Turki untuk menanggapi aksi terorisme di Selandia Baru sangat positif karena secara cepat merespons persoalan-persoalan dunia Islam.

“OKI di bawah kepemimpinan Turki memang lebih progesif dan responsif dalam menyelesaikan isu-isu dunia Islam,” ujar dia.

Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Darurat OKI yang bertajuk “OIC Open Ended Executive Committee Emergency Ministerial Meeting On The Recent Terrorist Attack Against Two Mosques In New Zealand And Countering Hatred Against Muslims” itu diselenggarakan di Istanbul, Turki pada Jumat (22/03/2019).

Dalam pertemuan darurat tersebut, negara-negara anggota OKI, termasuk Indonesia yang diwakili Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, bersatu mengecam serangan teror yang terjadi pada Jumat (15/03/2019) di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru yang menewaskan 50 orang dan membuat puluhan orang lainnya luka-luka.

Stop Islamophobia

Menurut Yon, langkah kongkret OKI diperlukan karena sikap anti-Islam tidak lagi terbatas pada ujaran kebencian dalam lisan dan tulisan, tetapi sudah mulai terorganisasi dan berkembang menjadi aksi terorisme.

Sehingga, Islamophobia tidak hanya mengancam umat Islam, tetapi juga dapat merusak perdamaian dan peradaban dunia secara umum.

“Selama ini Islamofobia dikembangkan melalui gerakan radikal supremasi kulit putih Eropa melalui kampanye anti-imigran,” kata dia kutip INI-Net di Jakarta, Sabtu (23/03/2019). []

Sumber: Hidayatullah.com 

Mengharukan, Anies Sampaikan Ucapan Terima Kasih Kepada Pekerja Pembangunan MRT

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Gubernur DKI) Anies Baswedan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pekerja pembanguan MRT Jakarta.

Ucapan terima kasih disampaikan Gubernur Anies melalui fan page resmi @aniesbaswedan, Ahad (24/03/2019) sore. Hingga berita ini diturunkan postingan ucapan terima kasih Anies telah dibagikan (share) sebanyak 23.370, 63 ribu like, dan 6,3 ribu komentar warga net.

Pengerjaan pembangunan MRT Jakarta

Berikut selengkapnya.

Kepada Yth.

Para Pekerja Pembangunan MRT Jakarta

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Ibu dan Bapak yang saya hormati, saya menuliskan pesan ini untuk ucapkan terima kasih. Mengirimkan apresiasi pada semua yang pernah bekerja untuk membangun MRT ini.

Saya sudah berkali-kali naik MRT, tapi tadi pagi berbeda. Pagi ini bersejarah karena MRT akan diresmikan. Di perjalanan menuju lokasi acara, wajah para pekerja itulah yang muncul di benak saya.

Mereka yang berpeluh siang malam. Saya tahu persis karena hampir setiap malam lewat sekitar tiang-tiang pancang. Di malam gulita, saat mayoritas warga telah tidur, Anda semua masih berkeringat. Bekerja tanpa henti.

Ibu, Bapak dan Saudara semua, kerja keras itu, butiran keringat jernih itu yang membuat bangsa kita bisa cemerlang. MRT adalah kristal cemerlang dari keringat Ibu, Bapak dan Saudara semua.

Kita tahu bahwa Borobudur itu dibangun selama lebih dari 100 tahun; bangsa kita memang punya stamina untuk membuat karya monumental lintas masa. Kita kagum karyanya tapi tak pernah kenal nama-nama para pekerjanya. Memang para pekerja di balik karya besar selalu tersembunyi, tapi karyanya dirasakan dan membanggakan.

Saya sudah meminta kepada Direksi PT. MRT bahwa kali ini harap dicatat setiap nama yang terlibat, sekecil apapun termasuk para pekerja paling operasional. Dokumentasikan semua, dan izinkan kami, bangsa Indonesia, mengenal orang-orang yang bekerja keras dalam sunyi untuk mengubah wajah ibu kota.

Hari ini mungkin Anda di rumah, menonton di televisi atau membaca beritanya. Anda tidak berada di lokasi, tak menyaksikan langsung hasil kerja keras yang anda lakukan. Tapi ketahuilah, tepuk tangan tadi membahana. Ribuan bertepuk-tangan. Izinkan saya menegaskan bahwa tepuk tangan itu sesungguhnya untuk Anda, untuk tiap jiwa yang bekerja dalam senyap.

Bapak, Ibu dan Saudara semua, Anda telah mengubah wajah ibu kota, hasil kerja Anda akan memudahkan hidup jutaan orang selama puluhan tahun yang akan datang. Mereka semua hampir pasti tidak kenal dengan nama Anda tapi semua pasti merasakan karya Anda yang akan berbekas sepanjang sejarah.

Kami yang berdiri di atas panggung saat ini, gelintiran jumlahnya, tak sebanding dengan Ibu-Bapak yang ratusan ribu jumlahnya yang bekerja tak tampak, jauh dari sorotan publik.

Atas nama rakyat Jakarta, saya mengirimkan rasa terima kasih dan rasa hormat pada Ibu, Bapak dan Saudara semua. Di manapun Anda berada, kami mendoakan. Semoga tiap butir keringat itu akan dicatat sebagai amal shaleh, dan setiap kemudahan yang dirasakan oleh pengguna MRT akan dicatat sebagai amal jariyah bagi Anda semua.

Wassalamu’alaikum warrahmatulahi wabarakatuh.

Salam,

Anies Baswedan

Menurut Joko Intarto (wartawan) MRT Jakarta sudah digagas sejak tahun 1985. Atau 34 tahun lalu. Namun langkah konkritnya baru dimulai tahun 2005, setelah presiden menetapkan MRT Jakarta sebagai proyek nasional.

Setahun kemudian (2006), dilakukan penandatanganan pembiayaan antara Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Kyosuke Shinozawa dan Duta Besar Indonesia untuk Jepang Yusuf Anwar. JBIC kemudian mendesain dan memberikan rekomendasi studi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Desain proyek memang sudah selesai tahun 2009. Namun tahap pengerjaan konstruksi baru bisa dilakukan pada Oktober 2013 dengan target selesai tahun 2018. Mestinya bertepatan dengan pelaksanaan Asian Games. MRT fase I memiliki panjang 16 Kilometer. Menghubungkan Bundaran HI dengan Lebak Bulus. Melewati 13 stasiun dan 1 depo.

Waktu tempuh dari ujung ke ujung, kurang lebih 30 menit. Ada pun jeda keberangkatan kereta satu dengan lainnya adalah 5 menit. Dengan frekuensi tersebut, MRT diperkirakan bisa melayani 16 ribu penumpang per hari. []

Pasca Insiden Teror Christchurch, Ustadz Zaitun Berharap Selandia Baru Pelopori Lawan Islamophobia

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Pusat KH. Muhammad Zaitun Rasmin berharap pemerintah Selandia Baru bisa memanfaatkan insiden teror penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood, Christchurch, Jum’at lalu sebagai momentum perlawanan terhadap islamophobia.

“Memang ini sangat menyedihkan, sangat menyakitkan, termasuk bagi pemerintah Selandia Baru yang turut menjadi korban. Tetapi mudah-mudahan ada efek baiknya, kami berharap Selandia Baru menjadi pelopor untuk melawan Islamophobia”, ujarnya usai pertemuan MUI Pusat dengan Kedutaan Besar Selandia Baru, Jum’at (22/03/2019) siang.

“Mudah-mudahan Selandia Baru sebagai negara yang terkenal sebagai salah satu tempat terindah di dunia, tempat ternyaman, dapat mempelopori perlawanan terhadap suatu penyakit yang saat ini melanda dunia, berupa Islamophobia. Yang sedikit banyak telah menjadi sebab terjadinya beberapa aksi terorisme terhadap muslim di berbagai belahan dunia,” tuturnya.

Kedutaan Besar Selandia Baru diwakili Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Selandia Baru Roy Ferguson. Sementara dari MUI diwakili Ketua Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Muhyiddin Junaidi, Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas, Ketua Komite Hubungan Internasional MUI Shabah Surur,Wakil Sekjen Muhammad Zaitun Rasmin, dan beberapa pimpinan ormas Islam.

“Siang hari ini dalam rangka silaturrahim dengan Bapak Duta Besar New Zealand untuk Indonesia, Bapak Roy, sebetulnya beliau wakil duta besar, duta besarnya belum ada dalam waktu beberapa minggu,” ujar Kiyai Muhyiddin saat membuka pertemuan.
Kyai Muhyiddin berharap pertemua ini dapat meningkatkan hubungan bilateral persahabatan antara Indonesia dan New Zealand.

Sementara Roy menyatakan bahwa tindakan teroris itu bukanlah mewakili Selandia Baru. “Saya datang ke sini hari ini untuk memberikan Anda semua ada tiga jaminan. Pertama kami melakukan semua yang kami bisa lakukan untuk para korban serangan teroris ini. Kedua, kita bereaksi cepat dan tegas. Dan ketiga tindakan ini tidak mewakili Selandia Baru,” kata Roy. []
Reporter: Murtadha Ibawi

BNPB: Korban Banjir Bandang Sentani 104 Meninggal dan 9691 Mengungsi

Banjir bandang Sentani Jayapura 2019

Wahdahjakarta.com, Hingga Rabu (20/03/2019) pagi WIB, jumlah korbang banjir bandang Sentani Jayapura mencapai 104 orang meninggal dunia, sedangkan 97 orang korban di Kabupaten Jayapura dan 7 orang korban di Kota Jayapura.

“Belum semua korban berhasil diindentifikasi. Ada 40 korban meninggal dunia yang belum diidentitikasi sehingga Bupati Jayapura memutuskan korban akan dimakamkan secara massal pada 21/03/2019, ”ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya, Rabu.

Pemakaman massal diputuskan setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pihak gereja yang dituangkan dalam bentuk tertulis. Pemda Jayapura sudah menyiapkan lahan dan kendaraan untuk pemakaman massal.

Sementara itu, 79 orang belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian sesuai dengan laporan masyarakat yang diumumkan belum menemukan anggota. Sebanyak 160 orang luka-luka di mana 85 orang luka berat dan 75 orang luka ringan.

“Pengungsi terus bertambah. Tercatat 9,691 orang mengungsi yang tersebar di 18 titik pengungsi, ”katanya.

Bertambahnya jumlah pengungsi karena rasa trauma dan takut akan ada banjir bandang susulan mengingat hujan masih sering terjadi di wilayah Jayapura. Bertambahnya pengungsi ini menyebabkan beberapa tempat pengungsian penuh dan kondisinya tidak nyaman.

Selain itu juga menyulitkan dalam distribusi bantuan.

Untuk itu, sesuai kesepakatan dalam rapat koordinasi di Posko Tanggap Darurat, dari 18 titik pengungsian yang ada saat ini akan dikumpulkan menjadi 6 titik pengungsi agar memudahkan distribusi bantuan.

Pendinginan kerusakan bangunan juga dapat dilakukan. Tercatat 375 rumah rusak berat, 5 unit rusak berat, 8 rusak berat, 104 unit rusak berat, 4 jembatan rusak berat, 4 ruas jalan rusak berat dan rusak bangunan lainnya.

Berbagai upaya penaganan darurat dilakukan oleh 2.317 anggota dari 28 lembaga dan organisasi, seperti evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, pelayanan kesehatan, dapur umum, penanganan pengungsi perbaikan sara prasana darurat, dan lainnya.

Balai Besar Jalan Nasional masih melakukan pemasangan jalan protokol Sentani dengan mengerahkan 14 unit excavator dan 3 unit loader .

“Jalan sepanjang 600 meter sudah bersih. Disiapkan jembatan balley dengan bentang 30 meter, 25 meter dan 9 meter pada jembatan yang rusak. Dinas PU Kabupaten Jayapura telah membangun 16 unit MCK dan akan ditambah. Penyediaan air bersih terkendala antrean pengambilan air dari sumber air PDAM. Perbaikan listriuk juga terus dilakukan oleh petugas, ”sebutnya.

Bupati Kabupaten Jayapura telah menyetujui masa tanggap darurat selama 14 hari mulai mulai 16 – 29 Maret 2019.

Daerah yang terdampak bencana, bukan hanya Distrik / Distrik Sentani saja, ternyata 5 distrik yaitu Distrik Sentani, Waibu, Sentani barat, Ravenirara, dan Depapre.

Sementara itu, Gubernur Papua telah memutuskan untuk menyelesaikan bencana di provinsi ini karena terjadi di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.

“Bantuan dari pusat, pemda, masyarakat dan dunia usaha terus mengalir. BNPB telah menyetujui bantuan dana yang disiapkan sebesar Rp 1,5 miliar untuk operasional penanganan darurat. Yaitu Rp 1 miliar untuk BPBD Kabupaten Jayapura, Rp 250 juta untuk BPBD Kota Jayapura, dan Rp 250 juta untuk BPBD Provinsi Papua, ”ungkapnya. []

LAZIS Wahdah Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Bandang Sentani

(Jayapura) Wahdahjakarta.com — Bencana banjir Bandang di Sentani, Jayapura yang terjadi pada Sabtu (16/03/2019) lalu akibat curah hujan tinggi menyebabkan banjir bandang menenggelamkan ratusan rumah, merusak bangunan-bangunan penting hingga korban jiwa yang tak sedikit.

Air bercampur material tanah, pepohonan dan lumpur dari arah pegunungan Cycloop tumpah ke jalan raya dan masuk ke komplek perumahan warga yang ada di seputaran wilayah Sentani.

Perumahan Yahim Gajah Mada Permai termasuk terdampak parah, lebih dari 300 uni rumah terendam banjir. Dari pantaun Tim Wahdah Peduli Rabu, (21/03/2019) areal jalan perumahan berubah seperti sungai yang deras.

Sebagian besar rumah masih terendam banjir dan lumpur pasir yang tinggi. Terlihat warga masih berusaha menyelamatkan barang-barang meski harus berjuang keras melewati arus yang deras.

Warga terdampak banjir saat ini sudah mengungsi yang tersebar ke beberapa titik pengungsian.

Banjir bandang Sentani 2019

“Kami berinisiatif mendirikan posko di Mushola Miftahul Jannah. Ada sekitar 30 KK dan 140 jiwa yang tertampung di posko ini.” ujar Sumadiono (39) warga setempat sesaat setelah menerima paket bantuan dari LAZIS Wahdah.

“Kondisi warga di sini sangat memprihatinkan. Selain makanan jadi dan sembako juga sangat membutuhkan pakaian Pak. Karena pakaian sudah terendam lumpur yang tidak bisa dipagai lagi,” tambahnya. []

Ayo bersama LAZIS Wahdah kita bantu warga terdampak Bencana Banjir Bandang Sentani Jayapura, berikan bantuan terbaik anda melalui link ini :

>> Transfer melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri.

>> Informasi dan Konfirmasi via WA/Tlp Center LAZIS Wahdah +6285315900900

#SedekahPlus #laziswahdah #ayosedekah #ayodonasi #wahdahpeduli #wahdahislamiyah #prayforsentani #pedulibanjirbandangsentani #banjirsentani #sentani #jayapura

Bahas Teror Masjid Selandia Baru, OKI Gelar Pertemuan Darurat 

Wahdahjakarta.com -, Sekretariat Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menggelar pertemuan luar negeri di Istanbul, Turki pada Selasa (20/03/2019) untuk untuk membahas serangan teroris terhadap dua masjid di Christchurch, Selandia Baru yang terjadi Jum’at lalu.

Pertemuan  ini muncul atas permintaan Turki, yang dijadwalkan pada 22 Maret di Istanbul dan akan dihadiri oleh para menteri luar negeri Komite Eksekutif OKI.

Pertemuan tersebut datang atas permintaan Turki, Ketua KTT Islam dan Komite Eksekutif. Komite Eksekutif terdiri dari KTT Islam Troika (Turki, Mesir dan Gambia) Dewan Menteri Luar Negeri Troika (Uni Emirat Arab, Bangladesh dan Niger), markas OKI (Kerajaan Arab Saudi) dan Sekretaris Jenderal OKI,  tulis akun resmi OKI.

Sekretaris Jenderal OKI, Dr. Yousef A. Al-Othaimeen (Yusuf al-Uthaymeen) akan meninjau kembali upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang ancaman Islamofobia dan perang melawan terorisme, serta upaya yang dilakukan untuk melindungi dan mendukung komunitas Muslim di seluruh dunia.

Setidaknya 50 Muslim terbunuh ketika seorang pria bersenjata menembaki jemaah selama shalat Jumat di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Christchurch, Selandia Baru.

Empat tersangka – tiga pria dan satu wanita – telah ditahan, sementara satu tersangka lainnya dibebaskan. []

Sumber: Hidayatullah.com