79 Jiwa Meninggal Dunia dan 43 Hilang Pasca Banjir Bandang Sentani

Banjir bandang Sentani Jayapura

(JAKARTA) Wahdahjakarta.com – Jumlah korban banjir bandang yang menerjang Sentani Provinsi Papua terus bertambah. Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban.

Kepala Pusat Data, Informansi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan melalui siaran persa, hingga Senin (18/3/2019) pukul 15.00 WIB, banjir bandang yang terjadi di Sentani, Jayapura, Papua pada Sabtu (16/3) pukul 21.30 waktu setempat telah menyebabkan 79 jiwa meninggal dunia dan 43 jiwa belum ditemukan.

“Ke-72 jiwa korban meninggal teridentifikasi di Kabupaten Jayapura, sisanya berada di Kota Jayapura. Terkait dengan korban hilang, 34 jiwa diidentifikasi di Kampung Milimik Sentani, 6 di Komplek Perumahan Inauli Advent dan 3 di Doyo Baru”, ujar Sutopo melalui siaran pers yang diterima Wahdahjakarta.com, Senin (18/03/2019) sore.

Sementara itu lanjut Sutopo, 4.728 jiwa mengungsi di 6 titik pos penampungan. Jumlah penyintas terbesar, yaitu 1.450 jiwa, terdapat di BTN Gajah Mada. Kelima pos penampungan yang lain berlokasi di Posko Induk Gunung Merah menampung 1.273 jiwa, BTN Bintang Timur 600 jiwa, Sekolah HIS Sentani 400 jiwa, SIL Sentani 300 jiwa, dan Doyo Baru 203 jiwa.

“Sementara itu, 11.725 keluarga terdampak akibat banjir bandang yang dipicu oleh hujan ekstrem yang berlangsung selama 7 jam tersebut. Upaya penanganan pemerintah daerah setempat telah dilakukan sejak hari pertama pascabanjir bandang”, jelasnya.

Pos Komando yang didirikan di Kantor Bupati Jayapura telah melayani korban luka dan terdampak melalui pelayanan medis maupun dapur umum. Pelayanan medis telah didukung kembali oleh operasional rumah sakit yang telah berfungsi kembali, seperti RSUD Yowaris, sedangkan RS Dian Harapan, RS Bhayangkara, RS Abepura dan RS Aryoko difungsikan sebagai rumah sakit rujukan.

Pemerintah daerah setempat bersama dinas terkait, TNI, dan Polri melakukan upaya pemulihan dini seperti pembersihan kayu gelondongan, bebatuan, puing-puing dan material lain dengan alat berat. Di samping itu, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura mengerahkan 4 unit ekskavator, 4 wheel loader (traktor dengan roda karet untuk mengangkut material), dan 10 dump truck (truk jungkit) untuk pembersihan ruas Jalan Nasional Jayapura-Sentani-Kemiri sepanjang 70 km yang tertutupi lumpur dan pohon tumbang.

Banjir bandang ini menerjang sembilan kelurahan dengan tiga Tiga kelurahan yang mengalami kerusakan parah adalah Dobonsolo, Doyo Baru dan Hinekombe. Kesembilan kelurahan yang terdampak adalah Kelurahan Dobonsolo, Hinekombe, Hobong, Ifale, Ifar Besar, Keheran, Sentani Kota, Sereh, dan Yobhe. []

Peduli Bencana Banjir Bandang Sentani Jayapura 

Pada hari Sabtu tanggal 16 Maret 2019 pukul 19.00 Wit telah terjadi bencana banjir yang diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi diseputaran wilayah Sentani Kabupaten Jayapura hingga menghanyutkan beberapa rumah dan juga menimbulkan korban jiwa akibat terbawa/terseret arus air yang bercampur material lumpur dan kayu.

Hingga Minggu (17/03) pukul 15.00 WIB, tercatat dampak banjir bandang yang menerjang 9 kelurahan di Kabupaten Sentani, sebanyak 63 orang meninggal dunia, 106 orang luka-luka dan 4.153 mengungsi di 7 titik posko penampungan.

Wahdah Peduli dan LAZIS Wahdah merespon cepat kejadian ini dengan mengutus relawan Taufik Rusli yang segera berkoordinasi ldengan tim BPBD serta relawan setempat.

Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi dan belum semua daerah terdampak dijangkau karena tertutup pohon, batu, lumpur dan material banjir banjir bandang.

—-

Ayo bersama LAZIS Wahdah kita bantu warga terdampak Bencana Banjir Bandang Sentani Jayapura, donasi bisa disalurkan melalui melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri.

Demi amanah dan kedisiplinan pencatatan maka diharapkan menambah jumlah nominal 570 setiap transferan. Contoh Rp 500.570,-

Konfirmasi Transfer melalui WA/SMS ke +6285315900900, ketik : PBBS/Nama/Alamat/Jumlah Donasi beserta photo bukti transferan.              

Banjir Bandang Terjang Sentani, Begini Kondisinya

(Jayapura) Wahdahjakarta.com – Banjir bandang menerjang Sentani, Jayapura, Papua, sejak Sabtu (16/3) malam. Banjir dengan arus yang deras itu merobohkan sebuah tembok kosan saat subuh tadi.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari berbagai pemberitaan, tembok kos yang memiliki 27 kamar itu ambruk tepatnya di bagian belakang karena disebabkan oleh terjangan Banjir pada Minggu (17/3/2019), pukul 05.00 WIT.

Meri, salah satu penghuni kos mengaku sejak pukul 01.00 WIT itu sudah ada bunyi retak-retak di bagian belakang kos. Namun, karena penghuni sebagian terlelap, mereka tidak bisa mengantisipasi.

Banjir Bandang Sentani

“Kami panik. Langsung saja kami barlarian keluar Rumah,” katanya.

Sebagian penghuni, lanjutnya, membawa semua barangnya yakni pakaian, alat dapur dan barang berharga serta surat-surat penting lainnya lalu keluar rumah. Ada juga yang berlari bermodal pakaian yang dikenakan di badannya saja.

Penghuni juga cepat-cepat mengeluarkan kendaraan roda dua miliknya keluar kos untuk mencari tempat yang aman untuk memarkir kendaraannya. Tak hanya motor dan barang yang dikeluarkan, penghuni juga sibuk menelpon keluarganya memberitahukan musibah itu.

Mama Arga, penghuni kos lainnya mengatakan ia dan anak-anaknya berada di kamar paling depan. Arga menduga tembok roboh karena ada bolongan di bagian tembok.

“Saya bawa anak-anak keluar rumah karena takut terjadi seperti itu, makanya kami mengungsi dulu untuk sementara,” kata Arga, yang dikutip dari detik. []

————–

Ayo bersama LAZIS Wahdah kita bantu warga terdampak Bencana Banjir Bandang Sentani Jayapura, donasi bisa disalurkan melalui melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri.

Demi amanah dan kedisiplinan pencatatan maka diharapkan menambah jumlah nominal 570 setiap transferan. Contoh Rp 500.570,-

Konfirmasi Transfer melalui WA/SMS ke +6285315900900, ketik : PBSJ/Nama/Alamat/Jumlah Donasi beserta photo bukti transferan.

Sikapi Insiden Selandia Baru, BKsPPI Imbau Kaum Muslimin Makmurkan Masjid

(Bogor) Wahdahjakarta.com -, Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) menyikapi insiden Selandia Baru dengan mengimbau masyarakat Islam memakmurkan masjid.

“Mengajak kepada seluruh kaum muslimin untuk terus menerus memakmurkan masjid-masjid dengan kegiatan shalat berjamaah dan kegiatan muamalah yang bermanfaat bagi jamaahnya seperti kegiatan pendidikan, dakwah, sosial ekonomi dan bahkan kegiatan dakwah dibidang politik yang sesuai dengan ajaran Islam yang damai, toleran, penuh dengan kejujuran dan penghargaan pada nilai-nilai keadilan”, jelas Ketua BKsPPI KH. Didin Hafidhuddin melalui siaran pers yang kepada wahdahjakarta.com, Ahad (17/03/2019).

Menurut Kyai Didin, pihaknya juga mengajak dan menghimbau seluruh masyarakat Internasional untuk mengutuk perbuatan biadab tersebut, karena bertentangan secara diametral dengan nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seluruh umat manusia.

BksPPI juga mengajak kaum Muslimin khususnya para Ulama dan santri untuk mendoakan korban insiden terror tersebut.

“Mengajak seluruh kaum muslimin dan khususnya para Alim Ulama dan Para santri di pondok pesantren seluruh Indonesia untuk mendoakan kaum muslimin yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, mudah-mudahan meninggal dunia dalam keadaan syahid dan dimasukkanNya  kedalam syurga Jannatunnaii’m”, imbaunya.

Ia berharap semoga mereka yang terluka segera disembuhkan dan dimudahkan segala urusannya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, Keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. []

Sumber: Rilis

Ini Yang Lebih Berbahaya dari Perpecahan Menurut MIUMI

 Ustadz Bachtiar Nasir

(Garut) Wahdahjakarta.com -, Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengatakan, perpecahan memang berbahaya, namun ada yang lebih berbahaya, yakni putus asa dari bersatu dan mempersatukan.

“Berpecah itu bahaya tapi ada yang lebih berbahaya dari perpecahan, yaitu putus asa bersatu dan putus asa mempersatukan atas nama Islam”, jelas UBN saat menyampaikan Tabligh Akbar Integrasi Keislaman dan Kebangsaan di STAIPI Garut, Ahad (17/03/2019).

Isyarat ini telah disampaikan oleh UBN kepada seluruh pemimpin dunia Islam. Ia mewanti-wanti para pemimpijn dunia Islam agar mewujudukan persatuan di atas landasan dan ikatan keislaman. Ia menyerukan agar para pemimpin dunia Islam menyingkirkan sekat-sekat geopolitik yang menghambat persatuan umat Islam.

“Wahai pemimpin dunia islam, jika kalian bersatu atas nama teritorial Arab,kalian bersatu atas nama pemimpin dunia Balkan, kalian bersatu atas nama  Eropa dan kalian bersatu atas nama Asia Tenggara, Selama persatuan itu yang kalian pakai kalian tidak akan pernah mendapatkan pertolongan dan jaminan kemenangan dari Allah”, serunya penuh semangat.

“Kalian akan menjadi bangsa yang kuat jika persatuan kalian didasarkan Islam, dan kalian akan dimenangkan menjadi sebuah peradaban yang hebat di muka bumi jika pemimpin dunia Islam bersatu atas nama agamanya”, tegasnya yang disambut pekikan takbir peserta.

“Psikologi dunia islam butuh support ditengah gempuran liberalisme”, pungkasnya. []

Menakjubkan, Pasca Insiden New Zealand Masjid di Eropa Disesaki Jama’ah

Suasana Shalat berjam’ah di salah satu Masjid di Eropa pasca insiden Selandia Baru

Sejak semalam, Hampir semua masjid di negeri-negeri Barat jamaahnya bertambah hingga 3 kali lipat. Sebagian ummat Islam disana yang sebelumnya tidak pernah atau jarang terlihat di masjid, Sejak maghrib kemarin hingga subuh ini berebut datang menghadap kepadaNya.

Mereka memenuhi rumah rumah Allah bukan sekedar untuk menunjukkan solidaritas. Lebih jauh lagi mereka sedang mengadu kepada Allah tentang kedzaliman demi kedzaliman yang terjadi sejak hari-hari sebelum ini, Dengan puncaknya kemarin itu di New Zealand.

Sekaligus mereka berdoa, Berharap perlindungan, Serta memasrahkan segalanya, Yang akan terjadi hari ini dan di masa depan, KepadaNya.

Temen saya di Australia, Yang selama ini idupnya urakan, Mendadak 3 waktu terakhir hadir shaf depan di masjid dekat rumah. Dia marah besar. Hpnya dibanting saking gemasnya baca berita New Zealand. Tapi dengan sebab kemarahan itu rupanya Allah turunkan hidayah.

Ibunya chatting sama saya pagi tadi. Nangis-nangis bahagia anaknya shalat maghrib isya subuh di masjid. Bahkan sejak kemarin terus nginep disana. Tilawah dan banyak merenung. Padahal sebelum ini dia ga kenal shalat kecuali jumat dan Iedul Fitri.

Si anak, Dalam kemaksiatan dan kebangsatan hidup yang selama ini dijalani, Ternyata masih menyimpan ghirah, Kecemburuan pada Islam dan kaum muslimin. Makanya kemarin itu tubuhnya bergetar hebat. Emosinya tak terbendung, Lalu memutuskan pergi ke masjid, Menjaganya sampai pagi bersama belasan muslim lainnya.

Alasan kawan saya tadi sederhana saja :

“Serangan kemarin kemungkinan besar akan memicu bangkitnya ekstrimis-ekstrimis sayap kanan. Dan pasti rumah-rumah Allah yang kembali akan menjadi sasaran. Jadi kita harus menjaganya sampai suasana reda.

Lagipula saya ini pendosa. Udah terlalu banyak dosa saya. Kalau misalnya masjid ini diserang, Semoga saya ada ketika itu. Lalu saya menghentikan serangan tersebut atau gugur di tangannya sebagai syuhada.

Mana saja yang menjadi takdir Allah, Saya sudah siap. Semoga dengan itu Allah mengampuni saya”.

Sumber: Copas dari Status Fathi Yazid Attamimi

MIUMI Dukung Gubernur DKI Lepas Saham Bir, Ini Alasannya

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mendukung langkah gubernur DKI Anies Baswedan melepas saham bir milik Pemprov DKI. Sebab hal itu sejalan dengan janji kampanye beliau dan sesuai dan sesuai dengan asas pembangunan masyarakat yang bertakwa dan bermoral.

“Sehubungan  dengan rencana guberbnur  DKI menjual saham bir Pemprov DKI  maka Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), memberikan dukungan penuh akan hal tersebut”, ujar Wakil Ketua MIUMI Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin di sela-sela Silatnas MIUMI di Jakarta, Jum’at (15/03/2019) malam.

“Karena itu selain sesuai  dengan janji kampanye pak gubenur juga ini sebetulnya yang sesuai dengan asas-asas pembangunan masyarakat yang beriman dan bertakwa, yang menjunjung tinggi moral yang dan sama-sama ingin kita wujudkan masyarakat yang hidup dalam kehidupan yang berakhlaq, religius demi terwujudnya keternraman di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”, terangnya.

Ketua Umum Wahdah Islamiyah ini berharap, melalui langkah gubernur Anies melepas saham bir diharapkan ke depan akan semakin mengurangi hal-hal yang dapat merusak moral  baik itu minuman keras narkoba dan sejenisnya.

Oleh karena itu MIUMI mengecam sikap anggota DPRD DKI yang menghalangi langkah gubernur melepas saham bir tersebut.

“Kami turut mengecam sikap anggota dewan yang menolak gubernur untuk melaksanakan janjinya dan demi menjaga moral masyarakat, dan termasuk bagaimana mendapatkan pendapatan yang lebih baik, lebih bermartabat, lebih halal bagi DKI dan masyarakatnya”, jelasnya.

Dan tentu saja lanjut Ustadz Zaitun yang halal lebih mudah mendatangkan berkah  dan bisa melipatgandakan keuntungan yang lebih besar dari yang diinginkan anggota DPRD yang menolak langkah gubernur tersebut.

Senada dengan Ustadz Zaitun Sekjen MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyampaikan dukungan MIUMI terhadap rencana gubernur Anies untuk mengalihkan saham bir kepada program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat DKI.

“MIUMI juga mendukung guberbur Anies Baswedan untuk mengalihkan saham untuk kepentingan rakyat khususnya di DKI  kepada yang lebih bermanfaat, apakah untuk 100.000 rumah yang akan mendapatkan saluran air  atau membuat 200 rumah sakit tipe D atau membuat sekolahan”.

MIUMI mengimbau kepada masyarakat khusnnya Muslim di Jakarta untuk berani memberi kesaksian ke DPRD baik atas nama pribadi, kelompk atau komunitasnya, bahwa mendukung gubernur DKI untuk melepas sahamnya dari perubahan bir PT Delta khususnya. (sym)

Pernyataan Sikap DPP Wahdah Islamiyah Tentang Insiden Selandia Baru

PERNYATAAN SIKAP DEWAN PIMPINAN PUSAT WAHDAH ISLAMIYAH

TENTANG PERISTIWA PENEMBAKAN DI MASJID AL NOOR DAN MASJID LINWOOD

KOTA CHRISTCHURCH SELANDIA BARU

Nomor: K.1299/IL/I/07/1440

Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun.

Sehubungan dengan peristiwa penembakan di masjid Al Noor dan masjid Linwood Kota Christchurch, Selandia Baru yang terjadi pada Jum’at 15 Maret 2019, maka Wahdah Islamiyah menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mengecam dan mengutuk keras pelaku teror dan pihak yang berada di balik penembakan ini, siapapun mereka dan apapun motifnya yang mana tindakan tersebut tidak dibenarkan dalam agama apapun;
  2. Menumpahkan darah manusia yang tidak berdosa apalagi di tempat ibadah kaum muslimin adalah sebuah tindakan biadab yang pelakunya harus dihukum dengan seberat-beratnya;
  3. Mendesak pemerintah Selandia Baru untuk segera mengadili pelaku penembakan dan memberi hukuman mati kepada pelaku teror ini. Walau satu jiwa nista teroris biadab ini tidak akan sepadan dengan jiwa-jiwa suci kaum muslimin yang sedang berada di rumah Allah, namun setidaknya tindakan tegas terhadap teroris biadab ini bisa sedikit meredakan situasi demi tetap memelihara situasi aman bagi semua pihak;
  4. Menghimbau seluruh komponen umat dan bangsa khususnya umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta memohon kekuatan dan perlindungan dariNya atas segala marabahaya, kemudian senantiasa berada dalam kewaspadaan dan kesiapan untuk kondisi- kondisi yang tidak menguntungkan kaum muslimin;
  5. Menyampaikan rasa keprihatinan dan duka yang sedalam-dalamnya atas terjadinya aksi kekerasan yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa, semoga para kaum muslimin korban kebiadaban ini mendapatkan syahid di jalan Allah, mendapat rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tiada terhingga di SyurgaNya. Semoga pula para keluarga yang ditinggalkan tetap tegar dan tabah. Kami bersama kalian lahir dan batin;
  6. Peristiwa ini membuktikan bahwa tindakan terorisme dapat dilakukan oleh siapa saja, dan olehnya kepada semua pihak menjadi peringatan untuk tidak senantiasa mengaitkan perilaku teror kepada agama atau kelompok tertentu, terutama kepada Islam dan kaum muslimin;
  7. Mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengeluarkan nota diplomatik kepada pemerintah Selandia Baru untuk bertindak tegas dalam masalah ini;
  8. Menghimbau kaum muslimin untuk melakukan qunut nazilah mendoakan keselamatan kaum muslimin dan kebinasaan kaum kafir harbi yang melaksanakan dan merencanakan tindakan biadab ini. Khusus kaum muslimin di Selandia Baru dihimbau untuk tetap tegar dan jangan khawatir, dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’laa kita adalah pemenang;
  9. Demikian pernyataan ini kami buat sebagai arahan bagi umat untuk senantiasa siap dengan segala kondisi dan berusaha selalu di bawah berkat dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Makassar, 9 Rajab 1440 H/16 Maret 2019 M

DEWAN PIMPINAN PUSAT WAHDAH ISLAMIYAH

Muh. Zaitun Rasmin, Lc., M.A.

Ketua Umum

Syaibani Mujiono

Sekretaris Jenderal 

Pasca Insiden Selandia Baru, Ini Seruan Ikatan Ulama dan Da’I Asia Tenggara

Konfrensi Pers Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara menyikapi insiden teror New Zealand yang digelar Sabtu (16/03/2019)

(Jakarta) Wahdahjakarta.com –, Menyikapi insiden New Zealand berupa  penembakan umat muslim di Mesjid An Noir dan Linwood, Christchurch Selandia Baru, yang terjadi pada Jum’at (15/03/2019) Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara menyerukan kepada seluruh kedutaan besar negeri-negeri muslim di Selandia Baru untuk melakukan langkah diplomatik dalam upaya pengamanan dan perlindungan keselamatan bagi  umat muslim di negara tersebut khususnya dan di negara-negara lain pada umumnya.

Seruan itu disampaikan melalui konfrensi pers yang digelar di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Cawang, Jakarta Selatan , Sabtu (16/03/2019).

Ketua Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara  Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin ini juga menyatakan, lembaga yang dipimpinnya juga menyerukan kepada seluruh umat Islam di Selandia Baru dan di seluruh dunia untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi berbagai macam permusuhan dan terror dengan meningkatkan ketaqwaan, memperbanyak doa, dan menunjukan kemuliaan akhlak sebagai para pengemban agama rahmatan lil ‘alamin.

Selain itu lembaga yang menghimpun Ulama dan Da’I seAsean ini juga menyerukan kepada seluruh ummat Islam di seluruh dunia untuk menggalakkan kewaspadaan  agar kasus yang sama tidak terjadi di belahan dunia lain yang nyata-nyata bertolak belakang dengan kebebasan, kemerdekaan beragama dan hak asasi manusia.

Berikut pernyataan sikap selengkapnya sebagaimana dibacakan DR. Yusran Hadi (pengurus Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara asal Aceh) dan ditandatangani Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin selaku ketua.

PERNYATAAN SIKAP IKATAN ULAMA DAN DAI ASEAN TERKAIT PEMBANTAIAN KEJI DI DUA MASJID DI NEW ZEALAND

No.06/BYN/RUDA/IV/201 9

Menyikapi tragedi penembakan umat muslim di Mesjid An Noir dan Linwood, Christchurch Selandia Baru, lkatan Ulama dan Dai Asia Tenggara menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh saudara kami yang menjadi korban pada peristiwa penembakan ini, seraya mendoakan mereka semoga mereka dicatat sebagai para syuhada, yang terluka semoga segera dipulihkan oleh Allah demikian pula semoga seluruh keluarganya diberi ketabahan juga diberi pengganti yan terbaik dad sisi Allah  Subhanahu wata’ala.
  2. Bahwa tindakan penembakan tersebut hakikatnya adalah teror dan pembantaian yang sangat keji, yang tidak dilakukan kecuali dengan sengaja dan terencana, karena terbukti bahwa pelaku mempersiapkan sedemikian rupa bahkan menyiarkannya sendiri secara langsung lewat sosial media.
  3. Tindakan biadab tersebut dengan terang benderang membuktikan adanya potensi dan peluang penyerangan terhadap komunitas muslim dalam menjalankan keyakinan agamanya di negara- negara yang katanya menganut paham demokrasi, kebebasan, dan mengharmati hak-hak asasi manusia.
  4. Mendesak pemerintah Selandia Baru untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi warga muslim di negaranya.
  5. Menyerukan seluruh kedutaan besar negeri-negeri muslim di Selandia Baru untuk melakukan langkah-langkah diplomatik dalam upaya pengamanan dan perlindungan keselamatan bagi umat muslim di negara tersebut khususnya dan di negara-negara lain pada umumnya.
  6. Menyerukan seluruh umat muslim di Selandia Baru dan di seluruh dunia untuk meningkatkan kewaspadaan, menghadapi berbagai macam permusuhan dan terror dengan meningkatkan ketaqwaan, memperbanyak doa, dan menunjukan kemuliaan akhlak sebagai para pengemban agama rahmatan lil ‘alamin.
  7. Menghimbau agar seluruh muslim di dunia menyampaikan empati dan sikap salidaritasnya dengan cara-cara yang mulia, damai, dan simpatik, dengan tanpa mendeskreditkan ras, suku, agama, maupun kelompok yang lain.
  8. Mendesak pemerintah RI baik di Indonesia maupun melalui kedubes RI di Selandia Baru untuk mengambil langkah-langkah diplomatik strategis guna melakukan proses pemulihan sesegera mungkin agar situasi traumatik yang dirasakan warga negara Indonesia di selandia baru khususnya dan warga muslim yang lainnya segera terpulihkan.
  9. Menyerukan kepada seluruh ummat Islam di seluruh dunia untuk menggalakkan kewaspadaan agar kasus yang sama tidak terjadi di belahan dunia lain yang nyata-nyata bertolak belakang dengan kebebasan, kemerdekaan beragama dan hak asasi manusia.

Jakarta, 8 Rajab 1440-15 Maret 2019

IKATAN ULAMA DAN DA’i ASEAN

Muhammad Zaitun Rasmin,Lc.M.A

Ketua

MIUMI: RUU P-KS Parasit Bagi Ketahanan Keluarga

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Majelis Intelektul dan Ulama Mudan Indonesia menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS). Salah satu alasannya, RUU P-KS ini merupakan parasit bagi ketahanan keluarga Indonesia.

“RUU PKS ini adalah parasit bagi ketahanan keluaraga Indonesia yang memberi peluang bagi berkembangnya seluruh prilaku seksual yang berbsis suka sama suka”, ujar pakar gender MIUMI Hendri Salahuddin di Jakarta, Jum’at (14/03/2019).

Karena lanjut Hendri kekerasan seksual yang dimaksud dalam RUU ini adalah pemaksaan seksual.

Hal ini menurut Hendri karena RUU P-KS ini didominasi oleh ideologi feminisme radikal. “RUU P-KS banyak didominasi oleh ideologi feminis radikal yaitu berkaitan dengan objek tubuh”, jelasnya.

“Sumber ideologi RUU ini (feminisme) menjelaskan, relasi laki-laki dan perempuan itu adalah relasi kebencian dan dominasi, itulah dasar dari RUU ini”, tegasnya.

Seharusnya terang Direktur Eksekutif INSITS ini kalau betul, RUU P-KS ini ingin  melindungi semua permpuan sharusnya namanya diganti menjadi RUU penghapusan kejahatan seksual. “Bukan kekerasan seksual yang sifatnya sangat manipulatif”, jelasnya.

Oleh karna itu RUU PKS ini adalah bentuk kekerasan yang ingin dilembagakan. “Jadi kami menilai bahwasanya di situ RUU P-KS merupakan pelembagaan kekerasan seksual”, pungkasnya. []