Teror Muslim Selandia Baru, Bantah Tuduhan Terorisme Terhadap Muslim

Foto: (kiri) aksi pelaku saat melakukan pembantaian, (kanan) wajah pelaku pembantaian

(JAKARTA) wahdahjakarta.com — Ketua Eksekutif Nasional BHP KSHUMI & Sekjen LBH Pelita Umat Chandra Purna Irawan mengungkapkan bahwa terorisme yang saat ini menimpa umat muslim di New Zealand adalah bantahan terhadap isu-isu terorisme yang selama ini dituduhkan kepada umat muslim.

“Harian New Zealand Herald melaporkan pelaku adalah seorang pria yang diduga telah menulis manifesto anti-Islam dan anti-imigran.” terangnya dalam keterangan pers yang diterima wahdahjakarta.com

Berdasarkan kejadian di tersebut, Chandra menyampaikan beberapa pendapat hukum.

“Pertama, bahwa pelaku sudah dapat dikategorikan sebagai pelaku tindak pidana terorisme, berdasarkan International Convention for the Suppression of Terrorist Bombings” ungkapnya

Chandra juga mengutip pasal 2 ayat 1 dalam undang-undang tersebut.

Pasal 2 ayat (1) ;
“Any person commits an offence within the meaning of this Convention if that person unlawfully and intentionally delivers, places, discharges or detonates an explosive or other lethal device in, into or against a place of public use, a State or government facility, a public transportation system or an infrastructure facility: (a) With the intent to cause death or serious bodily injury; or (b) With the intent to cause extensive destruction of such a place, facility or system, where such destruction results in or is likely to result in major economic loss.

Dalam paparannya, Chandra mengurut unsur-unsur tindak pidana terorisme berdasarkan International Convention for the Suppression of Terrorist Bombings pada pokoknya sebagai berikut : (i)seseorang atau siapapun juga; (ii)melanggar hukum dan disengaja; (iii)meledakkan alat peladak atau alat yang mematikan lainnya; (iv)terhadap tempat umum atau fasilita lainya; (v) dengan maksud menyebabkan kematian atau cidera atau perusakan tempat atau kerugian ekonomi yang begitu hebat.

“Kedua, peristiwa ini dapat dijadikan dalil bahwa tindakan terorisme yang selama ini dituduhkan kepada umat Islam terbantahkan. Dengan ini mendorong berbagai pihak untuk tidak pernah mengkaitkan terorisme dengan Islam, Umat Islam dan simbol-simbol Islam.” jelas Chandra

Oleh karena itu, Chandra menghimbau kepada Pemerintah Indonesia untuk melakukan kecaman keras dan mengambil tindakan politik yang tepat.

“Ketiga, mendorong Pemerintah Indonesia untuk melakukan kecaman keras dan mengambil tindakan politik yang tepat guna membela kepentingan umat Islam diberbagai dunia khususnya di Selandia Baru.” ujarnya

“Keempat, menyeru kepada seluruh umat Islam untuk bersatu padu, membangun solidaritas dan soliditas untuk melakukan pembelaan terhadap Islam, Umat Islam dan simbol-simbol Islam yang berpotensi dikriminalisasi.” pungkas Chandra

Sumber : Pers Release resmi Chandra Purna Irawan

Presiden PKS : Bentuk Teror Apapun Harus Dilawan Bersama


Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman di kantor DPP PKS Jakarta, Jumat (15/3/2019).

(Jakarta) wahdahjakarta.com — Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengutuk keras tindakan penembakan massal terhadap umat Islam yang sedang menyelenggarakan ibadah shalat Jumat di Masjid Al Noor, Linewood Selandia Baru.

“Ini benar-benar tindakan yang sangat biadab dan merupakan teror terhadap kemanusiaan dan umat Islam. Semua yang masih memiliki rasa kemanusiaan pasti mengutuk keras tindakan kejahatan ini,” ujar Sohibul Iman di kantor DPP PKS Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Sohibul menegaskan bahwa segala bentuk teror kepada siapapun, oleh siapapun dan dilakukan dengan alasan apapun adalah tindakan kejahatan yang harus dilawan bersama-sama

Sohibul juga mengucapkan rasa bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada korban dan masyarakat Selandia Baru, “Kami juga turut berbela sungkawa atas peristiwa tragis ini. Semoga pihak yang berwewenang segera menghukum pelaku dengan hukuman yang seberat-beratnya!”

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini juga mengajak dunia internasional untuk menghentikan segala bentuk propaganda yang memberikan stigma negatif terhadap Islam dan umat Islam atau islamophobia.

Mengenai tersiar kabar ada korban WNI, Sohibul Iman mendukung upaya Kementerian Luar Negeri melalui KBRI di Selandia Baru untuk melindungi WNI yang ada di sana.

Sumber : Pks.id

PKS : Hentikan Stigma Terhadap Umat Islam dan Islamophobia


Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS Sukamta.

(JAKARTA) wahdahjakarta.com — Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS Sukamta menyebut serangan brutal terhadap Masjid Al Noor di Selandia Baru saat shalat Jumat adalah tindakan terorisme yang keji.

Sukamta mengatakan, ditengah upaya umat Islam menjaga perdamaian, ada yang ingin merusaknya dengan cara-cara yang keji.

“Kami mengutuk keras tindakan yang brutal dan tidak berperikemanusiaan ini. Jelas ini tindakan terorisme yang sangat keji. Kami tidak ingin berspekulasi tentang tragedi ini. Tapi, apapun motif pelaku kita tidak bisa menolerir segala bentuk tindakan terorisme,” ungkap Sukamta di Jakarta, Jum’at (15/03/2019).

Anggota Komisi I DPR RI ini juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dunia untuk bersama-sama menciptakan perdamaian dan menghentikan phobia terhadap umat Islam.

“Kami mengimbau kepada dunia Internasional agar menghentikan stigma terhadap umat Islam dan Islamophobia dengan segala cara karena hanya akan mendorong orang-orang biadab dan hilang akal untuk melakukan tindakan antikemanusiaan seperti ini,” papar Sukamta.

Anggota DPR asal Daerah Istimewa Yogyakarta ini menambahkan, dirinya juga telah melakukan koordinasi dengan pihak KBRI terkait keamanan warga Indonesia di Selandia Baru.

Sukamta berharap, penegak hukum akan segera bergerak dan menindak kasus ini dengan seadil-adilnya.

“Kami meminta kepada aparat penegak hukum setempat agar penyelidikan kasus ini dilakukan dengan seadil-adilnya. Kami mendesak agar pelaku dihukum seberat-beratmya menurut hukum yang berlaku, sebagaimana pelaku tindak terorisme selama ini yang telah dihukum seberat-beratnya,” katanya.

Sumber : Pks.id

Din Syamsuddin : Kita Semua Mengutuk Sekeras-Kerasnya Serangan di New Zealand

(JAKARTA) wahdahjakarta.com — Ketua Dewan Pertimbangan MUI/President of Asian Conference on Religions for Peace (ACRP) Prof. Din Syamsuddin menegaskan bahwa MUI mengutuk sekeras-kerasnya penyerangan Masjid di Wellington, New Zealand yang terjadi pada Jum’at kemarin(15/03/2019).

“Kita semua mengutuk sekeras-kerasnya serangan yg disertai penembakan secara brutal terhadap umat Islam yg  sedang menunaikan ibadah Jum’at di sebuah masjid di Wellington, Mew Zealand pada Jum’at 15 Maret 2019.” Ujar Din dalam pers rilisnya.

Din juga mengungkapkan rasa duka citanya terhadap para korban penembakan brutal tersebut.

“Mengungkapkan rasa duka cita yg mendalam kepada keluarga para korban dan berdoa semoga para korban menjadi syuhada.” Terang Din

“Aksi teror tersebut adalah tindak kekerasan ekstrim (violent extreemism) dan bentuk Islamofobia yg tidak beralasan, serta hanya dilakulan oleh orang yg tidak berperiketuhanan dan berperikemanusiaan.” jelasnya

Din meminta kepada Pemerintah New Zealand utk melakukan investigasi serius dan menyeret pelakunya ke jalur hukum sesuai dengan undang-undang yg berlaku.

Terakhir, Din mengimbau kepada umat Islam di dunia, khususnya di Indonesia, agar dapat menahan diri dan tidak terhasut melakukan reaksi negatif.

“Semoga Allah SWT melindungi kita semua.” Tutupnya.

Sumber : Pers Release resmi dari Prof. Din Syamsuddin

Pernyataan Sikap MUI Terhadap Aksi Teror Anti Islam di Selandia Baru

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengutuk keras aksi teror terhadap kaum Muslimin di Selandia Baru, Jum’at (15/03/2019).

Menyikapi hal ini MUI Pusat mengutuk tindakan biadab yang bertentangan dengan perikemanusiaan tersebut.

Berikut pernyataan selengkapnya yang ditanda tangani sekrtetaris komisi Fatwa MUI Pusat Asrorun Ni’am Sholeh.

  1. MUI berduka cita atas wafatnya puluhan jamaah sholat Jumat di dua Masjid di Christchurch, NZ dan mengutuk atas tororisme yang dilakukan.
  2. Mengutuk keras aksi teror anti-Islam di Selandia Baru. Tindakan itu merupakan tindakan biadab yang bertentangan dg perikemanusiaan. Ini adalah tragedi kemanusiaan terkeji di dunia yg mencederai kemuliaan manusia.
  3. Meminta Pemerintah RI agar segera memberikan dukungan bagi pemulihan korban, baik korban WNI maupun warga negara lain serta menjalin kontak pemerintah Selandia Baru untuk melakukan pemulihan dan penegakan hukum dan memastikan perlindungan bagi umat beragama.
  4. Mengajak ummat Islam dunia, dan umat Islam Indonesia khususnya untuk melakukan shalat ghaib bagi para korban wafat, menggalang solidaritas untuk membantu korban, serta.
  5. Mengajak umat Islam dan bangsa Indonesia untuk menjaga kondusifitas kehidupan berbangsa dan bernegara serta meningkatkan persudaraan keislaman (ukhuwwah islamiyah), persudaraan kebangsaan (ukhuwwah wathaniyah) dan (ukhuwwah basyariyah).

Asrorun Niam Sholeh

Sekretaris komisi Fatwa MUI.

Kecam Pembantaian Muslim di New Zealand, MIUMI Keluarkan Pernyataan Tegas

Ustadz Bachtiar Nasir bersama pengurus MIUMI lainnya saat konferensi pers Silaturrahmi Nasional di Hotel Balairung, Matraman. Jum’at(15/03/2019)

(JAKARTA) wahdahjakarta.com — Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengecam tindak terorisme yang melanda umat muslim di New Zealand yang terjadi siang kemarin di Masjid Christchurch, Jum’at(15/03/2019) saat mengeluarkan pernyataan sikap tegas dalam Silatrurahim Nasional di Jakarta di Ruang Pagaruyuang, Hotel Balairung, Matraman.

“Sebagai Muslim terbesar di dunia sekaligus pengurus MIUMI menyatakan keprihatinan yang paling mendalam atas kejadian ini,”jelas Ustad Bachtiar Natsir, Sekretaris Jenderal Miumi Pusat.

Karena itu MIUMI menuntut kepada pemerintah New Zeland agar secepatnya menangkap dan memberikan hukuman seberat-beratnya demi kedamaian dunia.

Sedang Ustad Zaitun Rasmin sebagai wakil ketua MIUMI Pusat menegaskan bahwa teror ini tidak akan menghentikan animo umat Islam mendatangi masjid.

“Bahkan animo manusia memeluk agama Islam tidak akan berkurang,”jelas Ustad Zaitun.

Dalam forum tersebut juga semua peserta Silatnas sepakat menuntut pemerintah Indonesia untuk meminta penjelasan dari pemerintah new Zealand atas peristiswa pembataian tersebut.

“Untuk kaum Muslimin kami harap solidaritasnya dengan melakukan aksi di depan kedutaan New Zeland, di seluruh dunia,”tegas Ustad Bahctiar Natsir.

UBN juga menghimbau Masyarakat Indonesia agar tidak terpancing atas tindakan biadap yang mereka lakukan.

“Kalau ummat Islam mayoritas selalu mengayomi tapi saat minoritas selalu dibantai,”terang Ustad Abdullah Hadrami, peserta dari Malang. (Bahrul)

Sumber : Rilis

MELALUI PROGRAM SEJUTA QUR’AN, BINA SANTRI YATIM-DHUAFA

LAZIS Wahdah yang diwakili Ust. Syaripudin, Divisi Pemberdayaan menyalurkan mushaf Al Quran untuk para santri yatim dan dhuafa di Pondok Cabe, Kamis (14/3)


TANGSEL- LAZIS Wahdah yang diwakili Divisi Pemberdayaan, Ust.Syaripudin bersama stafnya Iqbal Abdul Malik berkunjung ke Pondok Pesantren Raudhatul Hufadz di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Kamis (14/3). Pondok yang membina santri yatim dan dhuafa ini dikelola oleh alumni LIPIA Jakarta, Ust.Zainuddin, Lc. Ustadz yang sehari-hari biasa dipanggil dengan Ustadz Zain ini selalu berkomitmen membina peserta didiknya untuk menjadi seorang hafidz yang berakhlak mulai dan berwawasan luas.

Dalam kunjungannya, LAZIS Wahdah menyampaikan amanah dari donatur berupa 20 buah Al Qur’an yang diberikan kepada 20 santri. Bantuan ini berasal dari Program Sejuta Quran yang mana menjadi salah satu progam unggulan LAZIS Wahdah setelah Program Kemanusiaan dengan berkomitmen mengembangkan dakwah Qurani, membina para santri penghafal Quran, membina masyarakat dengan pendidikan Quran melalui para da’i yang ditempatkan jauh di pelosok negeri.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada LAZIS Wahdah yang selama ini banyak berkontribusi untuk pengembangan dakwah Quran… Pada hari ini ada serah terima bantuan berupa Qur’an dari Gerakan Sejuta Qur’an. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan taufiq kepada LAZIS Wahdah dan orang-orang yang tergabung dalam lembaga dakwah ini senantiasa istiqamah menjalankan amanah ini”, ucap Ust. Zainuddin saat dimintai testimoninya oleh Tim Media LAZIS Wahdah Jakarta, Kamis (14/3).

“Kepada kaum muslimin dan muhsinin yang ingin menginfakan hartanya di jalan Allah, jangan kuatir, di sini ada LAZIS Wahdah, in syaa Allah selalu amanah dalam menjalankan amanah dari umat islam….Kemudian pengembangan dakwah Qur’an di Tangsel alhamdulillah cukup besar dan kedepannya kami tetap istiqamah dalam menyampaikan dakwah Quran ini”, tambahnya. (rsp)

**
Mari bergabung bersama Kami memberantas buta huruf Al Qur’an sampai ke pelosok negeri melalui donasi yang Anda kirimkan..

Program Sejuta Qur’an & Kemanusiaan: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) No Rek: 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah, Mulai Rp.110.000,- (Paket Bersama Pendidikan dan Pembinaan)

📲Konfirmasi Transfer WA/SMS ke 08119787900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

Ketua DPP Wahdah : Jumlah Dai dan Khatib Belum Seimbang Dengan Umat Islam

(MAKASSAR) wahdahjakarta.com – Ustadz Ir. Muhammad Qasim Saguni, MA. mengatakan jumlah dai dan khatib saat ini belum seimbang dengan rasio umat Islam.

Hal ini ia ungkap saat memberikan sambutan dalam pembukaan Training Of Trainer (TOT) Diklat Dai dan Khatib yang digelar oleh Departemen Dakwah DPP Wahdah Islamiyah di Hotel Remcy, Jl. Boulevard, Panakukang, Makassar. Jumat (8/3/2019).

Ketua DPP Wahdah Islamiyah Bidang Dakwah dan Kaderisasi ini mencontohkan adanya masjid yang jamaah shalat Jumatnya bubar karena tidak adanya khatib.

“Ada beberapa fakta di lapangan, shalat jumat tidak jadi dilaksanakan karena tidak ada khatibnya,” ungkap beliau

Menurutnya kegiatan ini menjadi salah satu solusi atas problem tersebut. “TOT bertujuan mempersiapkan trainer yang akan menyelenggarakan diklat dai dan khatib di seluruh Indonesia,” katanya

Ketua Departemen Dakwah DPP Wahdah Islamiyah ustadz Mukran Usman, Lc. M.HI. mengatakan, kegiatan dilaksanakan selama 3 hari terhitung 8 sampai 10 Maret 2019.

“Peserta merupakan perwakilan dai dari berbagai daerah dan lebih banyak dari luar Sulsel,” terang ustadz Mukran.[]

Sumber : wahdah.or.id

Israel Tutup Seluruh Akses Menuju Masjid Al Aqsha

Tentara zionis Israel saat berpatroli di depan pintu Masjid Al Aqsha. Selasa(12/03/2019)

(PALESTINA) wahdahjakarta.com — Zionis Israel kembali melakukan penyerbuan ke kawasan Masjidil Aqsha di Al-Quds (Jerussalam) Palestina. Dalam penyerbuan tersebut, tentara Israel menutup seluruh Akses menuju Masjid Al Aqsha dan menghalangi jamaah untuk beribadah.

“Setelah kegagalan zionis dalam kendali bangunan pintu Ar Rahmah akibat keberhasilan umat Islam memulihkan pintu tersebut dan menjadikannya sebagai musolla, satu lagi kegagalan penjajah untuk menakut nakutkan pekerja Al-Aqsa dan Almurhabitin” ujar Syarif Abu Syamalah, Ketua Organisasi Alquds Malaysia.

“Mereka juga tidak mendapat manfaat dari keputusan penjauhan dan hukuman kepada penjaga AlAqso yg membuka musholla setiap hari” katanya dalam rilis yang diterima wahdahjakarta.com, Selasa(12/03/2019)

Dalam penyerangan tersebut, sempat terjadi kebakaran kecil di kantor polisi Israel di dalam Masjid Al-Aqsa, namun semua selidikan menunjukkan bahwa kebakaran itu dibuat oleh penjajah itu sendiri.

“Tentu saja, kantor polisi penjajah israel awalnya adalah Al-Khulwah/Qubah Jumblatti, tempat belajar Islam di dekat Qubah As-Sakhrah yang kemudian polisi penjajah Israel mengusainya. Kedzaliman harus berakhir” tutur Syarif

Polisi Israel mengambil keuntungan dari kebakaran tersebut dan menyerang para jama’ah solat pria, wanita dan staf kementrian Awqaf kemudian melukai mereka.

“Kontradiksi dalam skema penguasaan dan pengenaan fakta di lapangan, pasukan penjajah israel mengosongkan masjid dari para jamaah dan karyawan dan menyita kunci kantor direktur Masjid Al-Aqsa serta melakukan kedzaliman di masjid” jelasnya.

Pintu ditutup, sehingga jamaah tidak bisa masuk ke dalam Masjid untuk beribadah.

Dalam penyerbuan tersebut, Polisi Israel menutup pintu2 Masjid Al-Aqsa dan mencegah jamaah masuk. Karenanya, umat Islam mendirikan shalat Ashar di gerbang2 Al-Aqsa.

Seorang pemuda yang ditawan di Gerbang Al Aqsha oleh tentara Israel

Pasukan zionis juga menyerang para jamaah yang datang ke gerbang al-Aqsa untuk sholat, terutama di halaman depan pintu Al-asbath.

Pasukan penjajah kemudian menutup beberapa gerbang kota tua seperti Bab al-Amud untuk mengawal pergerakan jamaah yang ingin duduk di gerbang al-Aqsa untuk protes sampai dibuka kembali.

Syarif juga menyerukan kepada siapa saja yang dapat mencapai batas maksimum Al Aqsha untuk bersegera dan terus bertahan di gerbang Al Ashbat sampai dibuka kembali.

“Apa yang terjadi di Al-Aqsa menunjukkan kekuatan yang melekat dalam gerakan bangsa Palestina dan kemampuan mereka untuk menghalangi penjajahan dan melindungi Al Aqsa, jauh dari pernyataan resmi” terang Syarif.

“Siapa pun yang tidak dapat mencapai Masjid Al-Aqsa dianggap mengambil peran yang ia ketahui dan kuasai. Jika tidak,maka do’a adalah sebuah batas minimal” pungkasnya.

Sumber : Rilis

Serang Al-Aqsa, Tentara Israel Lukai Tokoh Agama

Jemaah Al Aqsha yang diperlakukan secara kasar oleh tentara zionis Israel dalam penyerbuan ke Masjid Al Aqsha, Selasa(12/03/2019)

(PALESTINA) wahdahjakarta.com – Pasukan Zionis Israel melukai beberapa tokoh agama saat menyerbu untuk menutup beberapa pintu masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, di tengah bentrokan yang sedang berlangsung dengan jamaah Palestina pada Selasa (12/03/2019).

“Lusinan tentara Israel menyerbu kompleks Al-Aqsa dan menyerang beberapa tokoh agama,” Firas al-Dibs, seorang juru bicara Otoritas Wakaf Yerusalem, sebuah badan yang dikelola Yordania yang bertugas mengawasi situs-situs Muslim dan Kristen di kota itu.

Menurut al-Dibs, Direktur Masjid Al-Aqsa Omar Kiswani dan Syaikh Wasef al-Bakri, penjabat hakim agung Pengadilan Islam Yerusalem, termasuk di antara mereka yang diserang oleh polisi Zionis Israel.

Polisi yang memegang tongkat, katanya, telah menyerang puluhan jamaah Muslim di dekat kompleks Masjid Al-Aqsa, Masjid Khubatu Shakhra.

“Setidaknya lima warga Palestina ditangkap sebelum ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata al-Dibs.

Pihak berwenang Israel belum mengomentari laporan tersebut.

Presidensi Palestina, sementara itu, telah mengecam laporan peningkatan ketegangan di situs agama yang menjadi titik nyala tersebut.

Menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita WAFA Palestina, Presiden Mahmoud Abbas mempertahankan “kontak intensif” dengan semua pihak terkait dengan harapan menjinakkan situasi.

Dia juga meminta masyarakat internasional untuk campur tangan, menuduh polisi Israel dan pemukim ilegal Yahudi “secara konsisten melanggar kesucian masjid dan memprovokasi sentimen Muslim”.

Ketegangan meningkat di Yerusalem sejak bulan lalu, ketika polisi Israel secara singkat menyegel Gerbang Al-Rahma di kompleks Al-Aqsa, yang berdekatan dengan tembok timur Kota Tua, memicu demonstrasi Palestina yang marah.

Dalam minggu-minggu sejak itu, pihak berwenang Israel telah melarang sejumlah orang Palestina – termasuk pejabat agama – untuk memasuki Al-Aqsa, yang bagi umat Islam merupakan situs paling suci ketiga di dunia.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Negara Zionis itu menganeksasi seluruh kota pada tahun 1980 dalam suatu langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Sumber : VOA Islam.com