LAZIS Wahdah Kirim Relawan Tambahan ke Daerah Terdampak Tsunami Selat Sunda

Relawan Lazis Wahdah bersiap menuju lokasi terdampak tsunami selat Sunda

(Banten) wahdahjakarta.comLAZIS Wahdah mengirimkan tim relawan tambahan ke daerah bencana tsunami di pesisir pantai Selat Sunda di wilayah Provinsi Banten dan Lampung. Hingga hari ini, dari laporan tim data di lapangan, relawan yang telah diturunkan sebanyak 30 orang.

Wahdah Islamiyah hingga hari ini telah menurunkan total 30 relawan, baik relawan lokal maupun yang dipasok dari berbagai wilayah di Indonesia,” kata Irfan, koordinator relawan LAZIS Wahdah Peduli Tsunami Selat Sunda, Selasa (25/12/2018).

Ia mengatakan, pihaknya hari ini telah mengirimkan lima orang relawan tambahan untuk melakukan assesment lapangan di daerah terdampak bencana dan penyegaran tim sebelumnya.

“Hari ini sudah saya kirimkan bantuan. Relawan juga telah dikirimkan sebagian adalah tenaga medis, dan SAR,” tuturnya.

Selain bantuan logistik, kata Irfan, LAZIS Wahdah juga akan memberikan bantuan secara khusus seperti pada bencana gempa di Lombok dan Palu.

“InsyaAllah dalam waktu dekat bantuan-bantuan logistik juga yang dibutuhkan akan kami kirim, karena bagaimana pun kondisi mereka begitu memprihatinkan. Kemarin kita juga baru saja menyalurkan bantuan di Desa Cibaliung dan Desa Sumur. Desa lain insya Allah menyusul,” jelasnya.

Hingga hari ketiga pasca bencana tsunami, tim relawan telah membentuk sejumlah posko. Selain posko satelit di Desa Cibaliung, LAZIS Wahdah juga telah membangun posko induk di Pondok pesantren wahdah islamiyah,Jl.Belakang Terminal No.1 RT.03 RW.04 Pemancangan,Cipocok Jaya Kota Serang.

Irfan mengatakan hingga saat ini masih banyak keperluan warga yang perlu untuk segera didistribusikan seperti makanan, bantuan medis dan obat-obata, alas tidur, selimut, kebutuhan bayi, paket mandi, dan perlengkapan sekolah.

Ayo bersama LAZIS Wahdah kita bantu warga terdampak Tsunami Selat Sunda, donasi bisa disalurkan melalui melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri. Konfirmasi Transfer melalui WA/SMS ke +6285315900900

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #tsunamiselatsunda #tsunamibanten #tsunamilampung

Lazis Wahdah Serahkan Bantuan Logistik Untuk Pengungsi Tsunami Selat Sunda

Relawan Lazis Wahdah

(Banten) WahdahJakarta.com – Alhamdulillah, Bantuan berupa 4 dus makanan ringan bergizi tinggi untuk pengungsi tsunami selat sunda  telah tersalurkan, Senin (24/12/20180, pukul 17.30 WIB.

Penyaluran perdana dari LAZIS Wahdah dilakukan di desa Cibaliung, kecamatan Sumur kabupaten Banten.

Suherdi, Koordinator Posko Swadaya Masyarakat di Desa Cibaliung, Kec Sumur, Banten menyampaikan, `Alhamdulillah, dengan kepedulian saudara-saudara kita, kami mengucapkan terimakasih..`

Selanjutnya Desa Cibaliung insyaAllah akan menjadi salah satu posko LAZIS Wahdah.

Bantuan selanjutnya didistribusikan ke posko cabang yang akan dibuatkan tenda. Pendataan penyaluran bantuan masih berlangsung, berapa jumlah pengungsi, dan apa yang dibutuhkan.

`Bantuan baru sampe ke Desa Sumur, sedangkan ke desa lainnya yg terdampak parah, yaitu Desa Kertajaya, Sumber jaya belum tersentuh sama sekali`, kata relawan  LAZIS Wahdah Rudisa Putra.

Hasil pantauan relawan LAZIS Wahdah, bantuan yang diprioritaskan adalah obat, beras, makanan ringan dan bahan-bahan untuk penyiapan dapur umum`, ujar Irfan Korlap Relawan LAZIS Wahdah. []

Laporan:  Rudisa Putra

Bagi yang akan berdonasi dapat mengirimkan bantuan melalui rekening :

BSM (471) 499 900 900 5 an LAZIS Wahdah Peduli Negeri

Informasi selengkapnya hubungi nomer 08119787900 (wa/sms/call)

 LAZIS Wahdah, Melayani dan Memberdayakan

LAZIS Wahdah Jakarta Kirim Tim Reaksi Cepat ke Lokasi Tsunami Selat Sunda

LAZIS Wahdah Jakarta Kirim Tim Reaksi Cepat ke Lokasi Tsunami Selat Sunda

LAZIS Wahdah Jakarta Kirim Tim Reaksi Cepat ke Lokasi Tsunami Selat Sunda

(Jakarta) wahdahjakarta.com – LAZIS Wahdah Jakarta berangkatkan Tim Reaksi Cepat Tanggap untuk membantu korban  terdampak bencana Tsunami Selat Sunda pada Senin (24/12/2018) pukul 01.30 dinihari WIB.

“Bencana tsunami yang kali ini memang tidak sama dan sedikit unik karena tidak didahului dengan gempa sehingga kemungkinan besar memerlukan penanganan khusus dan memerlukan informasi yang lebih akurat di lokasi untuk penanganan kegawatdaruratannya. Pendampingan terhadap masyarakat sangat diperlukan di lokasi agar mereka bisa dibantu keselamatannya dan arahannya.” Ujar Yudi Wahyudi, Ketua LAZIS Wahdah Jakarta.

“Tim LAZIS Wahdah dari Jakarta berencana akan membawa beberapa kebutuhan yang dianggap penting seperti bantuan air minum, roti, kemudian pakaian bekas yang bersifat darurat dan tenaga dari relawan, baik tenaga lapangan maupun tenaga media.” Tambahnya.

Untuk bantuan pangan, LAZIS Wahdah menyediakan beberapa kebutuhan pokok seperti beberapa dus air minum dan biskuit. Kemudian untuk sandang, tim LAZIS juga membawa 3 karung pakaian bekas yang masih layak pakai yang terdiri dari pakaian pria dan wanita, mukena dan jilbab, serta selimut dan handuk.

“Kita belum bisa pastikan secara tepat jumlah bantuan pangannya berapa karena kita tidak bawa langsung dari Jakarta, nanti kita beli ketika sampai di lokasi” ujar Rudi, manager online marketing LAZIS Wahdah Jakarta.

Tim LAZIS Wahdah dikirim dari Jakarta sebanyak 3 orang, terdiri dari 2 orang tim Rescue dan 1 orang tim media yang  merupakan jurnalis dari wahdahjakarta.com. Nantinya tim LAZIS Wahdah Jakarta akan bergabung dan berkoordinasi dengan tim LAZIS Wahdah Jawa Barat yang juga dikirim sebanyak 3 orang yang sudah sampai di Banten semenjak pukul 01.00 dinihari tadi.  [fry]

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Sampaikan Ucapkan Duka Atas Tsunami Selat Sunda

Ucapan Belasungkawa dari Ketua Umum Wahdah Islamiyah untuk korban tsunami selat Sunda.

(Makassar) wahdahjakarta.com — Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menyampaikan ucapan dukacita bagi para korban bencana tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) malam.

Ia menegaskan, sejumlah elemen pemerintah saat ini telah bergerak untuk melakukan penanganan bencana termasuk Wahdah Islamiyah yang akan mengirimkan sejumlah relawan.

“Saya mewakili keluarga besar Wahdah Islamiyah turut prihatin atas kejadian tsunami yang terjadi di selat sunda. Semoga seluruh korban mendapatkan tempat yang layak disis-Nya. Dan teruntuk bagi keluarga yang ditinggalkan semoga selalu diberi kesabaran,” ungkap ustad Zaitun di arena Mukernas XI Wahdah Islamiyah di Hotel Sahid Jaya Makassar, Ahad (23/12).

Menurutnya, musibah yang terjadi merupakan ujian dari Allah yang harus kita sikapi dengan hati yang lapang.

“Peristiwa tsunami di selat sunda yang berdampak di Lampung, Padeglang Dan Serang Banten adalah hamba yang lemah dan kematian serta musibah sifatnya datang secara tiba-tiba. Olehnya itu mari kita semakin rendah hati dan bersikap lapang dada untuk menghadapinya,” ujarnya.

Akibat bencana tersebut, sebagaimana laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),  hingga pukul 16.00 WIB telah terdapat 222 orang meninggal dunia, 843 orang terluka, dan 28 orang hilang.

Bencana tsunami menerjang wilayah pantai Selat Sunda menyebabkan sejumlah daerah rusak parah. Wilayah tersebut diantaranya Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan. []

Sekjen Baznas: Potensi Zakat di Indonesia Belum Dikelola Secara optimal

Sekjen Baznas Jaja Jaelani (kanan) bersama Ketua Lazis Wahdah Ustadz Syahruddin

(Makassar) wahdahjakarta.com –, Sekretaris Jenderal Badan Amil Zakat Nasional (Sekjen Baznas) Jaja Jaelani mengatakan, potensi zakat di Indonesia cukup besar, namun belum optimal. Diperlukan optimalisasi program kerja untuk menggarap potensi yang ada.

“Potensi zakat di Indonesia sangat besar, akan tetapi hasil zakat di indonesia sekarang hanya mencapai 7 triliun yang seharusnya mencapai 217 triliun, ini membuktikan bahwa perlunya mengoptimalkan program kerja setiap lembaga amil zakat di Indonesia, ujarnya saat berbicara di arena Musyawarah Kerja Nasional Wahdah Islamiyah ke.11 (Mukernas XI WI) di Makassar, Sabtu (22/12/2018) malam.

Ia berharap Lembaga Amil Zakat Wahdah Islamiyah (Lazis Wahdah) dapat bersinergin dalam pengelolaan Zakat di Indonesia.

“Wahdah Islamiyah yang saat ini telah memiliki badan amil zakat tersendiri “Lazis Wahdah” diharapkan bisa bersinergi dalam pengelolaan zakat di Indonesia”, harapnya.

Peserta Mukernas XI  sekitar 700 orang utusan  34 DPW, 500 DPD, 140 Muslimah Wahdah Islamiyah se-indonesia mengikuti paparan Jaja tentang zakat dengan seksama.

MUKERNAS XI  Wahdah Islamiyah  berlangsung hingga 24 Desember 2018 bertajuk ” Optimalisasi Kader dan peran lembaga menuju visi 2030″.

Uighur Memanggil, Mari Ulurkan Bantuan

Uighur Memamanggil

Wahdahjakarta.com –, Belakangan ini, penderitaan masyarakat etnis Uighur tengah menjadi sorotan dunia. Mereka mengalami penindasan, persekusi, diskriminasi, serta perlakuan tidak adil oleh pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Jutaan warga dikurung dan tidak bebas menjalankan keyakinannya. Kecaman hingga aksi boikot dilakukan beberapa masyarakat dunia termasuk Indonesia.

Uighur adalah etnis masyarakat yang mayoritas beragama Islam yang berasal dari daerah Xinjiang, RRT. Mereka diperlakukan dengan kejam karena pilihannya untuk memeluk dan mengamalkan agama Islam. Perlakuan tersebut bahkan dipusatkan dalam kamp konsentrasi yang berkapasitas jutaan jiwa dengan dikelilingi tembok tinggi, menara pengawas, kamera CCTV dan penjaga bersenjata.

Beberapa perlakuan diskriminatif yang dilakukan kepada mereka antara lain:

-Pelarangan memberi nama bayi dengan nama-nama Islami, dengan ancaman tidak akan mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan

-Pelarangan orangtua Muslim menyelenggarakan kegiatan/ritual agama untuk anak mereka

-Pelarangan anak-anak Muslim Uighur terlibat dalam kegiatan/ritual agama

-Memerintahkan seluruh Muslim Uighur untuk menyerahkan sajadah, mushaf Al-Qur’an dan barang-barang yang berkaitan dengan Islam

-Pelarangan laki-laki Muslim memanjangkan jenggot

-Pemaksaan warga Muslim untuk memakan babi dan meminum alkohol di kamp konsentrasi

-Pemaksaan warga Muslim untuk meninggalkan agamanya dan menyanyikan lagu-lagu Partai Komunis

Indonesia telah dikenal dunia sebagai bangsa berpenduduk  Muslim terbesar dunia. Aksi kemanusiaan, simbol bahwa Indonesia adalah bangsa yang peduli. Adalah umat yang mau berbagi kesedihan kepada saudara mereka yang ditindas oleh kaum penjajah.

Mari kita bela dan jaga akidah dan raga muslim Uighur. Karena mereka tetaplah saudara kita, meski kita disekat oleh benua dan samudera!

LAZIS Wahdah membuka kesempatan bagi sahabat yang ingin berpartisipasi, donasi melalui Bank Syariah Mandiri (451) 799 900 900 4 an LAZIS Wahdah Care. dan konfirmasi ke 085315900900 (call/wa/sms).

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahcare #muslimuighur #uighur

LAZIS Wahdah Target 500 Paket Musim Dingin Untuk Bumi Syam

Paket Musimm Dingin untuk bumi Syam dari Masyarakat Indonesia melalui Lazis Wahdah

(Yordania) wahdahjakarta.com- LAZIS Wahdah kembali menjalankan misi “Ekspedisi Kemanusiaan” sebagai wujud amanah dari masyarakat Indonesia.

Dalam ekspedisi kali ini LAZIS Wahdah mendistribusikan bantuan kepada pengungsi Palestina yang tinggal di provinsi Jerash sejak tahun 1968 silam. Bantuan yang diberikan sebanyak 100 paket musim dingin berupa sembako dan selimut, Selasa (11/12).

Kamp Gaza yang menjadi lokasi pendistribusian dihuni oleh sekitar 40.000 jiwa. Mereka tinggal di tanah seluas 0,75 Km2.

“Ini program pertama dari tiga lokasi pendistribusian bantuan untuk bumi Syam,” ujar Syahruddin, Direktur LAZIS Wahdah Islamiyah, Kamis (13/12).

Ia menginformasikan bahwa saat ini, kondisi para pengungsi Palestina asal Gaza sangat memprihatinkan karena mereka harus bertahan pada musim panas dan dingin di rumah dengan atap zenco asbes yang kurang layak dihuni.

“Meskipun cuaca terik tapi suhu disini benar-benar dingin. Apalagi hembusan angin juga begitu kencang,” imbuhnya melalui siaran langsung yang diunggahnya Rabu (12/12) kemarin.

Sebanyak 88% warga pengungsi tidak mendapatkan kewarganegaraan Yordania. Akibatnya, mereka tidak mendapatkan hak pekerjaan, jaminan kesehatan dan pendidikan. Sementara itu, pasokan logistik begitu kurang, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.

Jangan biarkan mereka kedinginan tanpa logistik dan kebutuhan pangan yang memadai. Insya Allah, LAZIS Wahdah Islamiyah akan kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan sesuai target awal 500 paket musim dingin bagi warga Palestina dan Suriah.

————————-

sumber: laziswahdah.com

Info: 0811 9787 900 (call/wa/sms)

#LazisWahdah

#PeduliSyam

Pemkab Lombok Utara Resmikan Dua Masjid yang Dibangun Lazis Wahdah

masjid Nurul  Yaqin, dusun Sebaro Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utra Nusa Tenggara Barat

(Tanjung) wahdahjakarta.com—Pemerintah Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat  (NTB) meresmikan dua Masjid  masing-masing di dusun Sebaro dan Dusun Selebung Desa Persiapan Samaguna, Kecamatan Tanjung Lombok Utara, Jum’at (14/12/2018). Kedua masjid tersebut dibangun oleh Lembaga Amil Zakat dan Sedekah Wahdah Islamiyah (Lazis Wahdah).

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Lombok Utara, Zainuddin,  mengatakan, hampir semua Masjid di daerahnya terdampak gempa yang menguncang Lombok dan sekitarnya pada Juli lalu.

“Kami sangat bersyukur kepada Allah, yang mana tempat ibadah (masjid) warga Sebaro yang dibangunkan LAZIS Wahdah sudah jadi. Karena tempat-tempat lain di Lombok Utara ini masih banyak masyarakat yang shalat Jumat di bawah tenda. Dari 339 masjid, hampir semua terdampak gempa dan 90 % rusak berat.” Ujarnya sebagaimana dilansir dari wahdah.or.id.

“Suatu kesyukuran dan karunia Allah hingga kini pasca gempa Lombok masih ada dermawan yang membantu kita termasuk yang membangun kan masjid.” pungkasnya.

Pembangunan masjid oleh LAZIS Wahdah merupakan bagian dari program pendampingan dakwah pasca gempa Lombok. Selain membangun masjid lembaga ini juga membangun shelter atau hunian sementara untuk warga terdampak gempa.

Laporan: Nasruddin/wahdah.or.id

Editor  : Al-Munawiy

Lazis Wahdah Kirim Ekspedisi Kemanusiaan ke Kamp. Pengungsi Palestina di Yordania

Distribusi Paket Musim Dingin untuk Pengungsi Palestina, Kamis (13/12/2018)

(Yordania) wahdahjakarta.com — Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Wahdah Islamiyah (Lazis Wahdah) mengirim ekspedisi kemanusiaan ke Kamp. Pengungsi Palestina di provinsi Jerash Yordania. Pengiriman ekspedisi ini merupakan bagian dari program Tebar Kehangan di Bumi Syam.

Direktur Lazis Wahdah, Syahruddin mengatakan, bantuan tahap awal berupa 100 paket musim dingin yang terdiri atas bahan makanan (sembako) dan selimut yang disalurkan kepada pengungsi Palestina yang mendiami kamp.pengungsi di provinsi Jerash sejak 1968.

 “Ini program pertama dari tiga lokasi pendistribusian bantuan untuk bumi Syam,” ujar Syahruddin, sebagaimana dilansir dari wahdah.or.id, Kamis (13/12).

Ia menginformasikan, saat ini, kondisi para pengungsi Palestina asal Gaza sangat memprihatinkan karena mereka harus bertahan pada musim panas dan dingin di rumah dengan atap zenco asbes yang kurang layak dihuni.

“Meskipun cuaca terik tapi suhu disini benar-benar dingin. Apalagi hembusan angin juga begitu kencang,” imbuhnya.

Kamp Gaza yang menjadi lokasi pendistribusian, lanjut Syahruddin dihuni oleh sekitar 40.000 jiwa. Mereka tinggal di tanah seluas 0,75 Km2.

Direktur Lazis Wahdah, Syahruddin

Perang bersenjata belum berakhir di Syam, Palestina dan Suriah. Sudah ribuan nyawa hilang, jutaan jiwa menyelamatkan diri di kamp-kamp pengungsian.

Memasuki akhir November, suhu di bumi para nabi ini pun mulai turun. Para pengungsi pun harus berjuang hidup sambil menahan dingin yang bisa mencapai minus 16 derajat celsius.

Pertengahan 2018 lalu, Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS) merangkum sebuah statistik tentang kemiskinan yang makin membubung di Gaza.

Berdasarkan laporan tersebut, angka kemiskinan di Gaza mencapai 53% dari hampir dua juta jiwa. Angka ini empat kali lebih besar ketimbang angka kemiskinan di wilayah Palestina yang lain; Tepi Barat yang hanya berada di kisaran 13,9 % dari seluruh populasi Tepi Barat.

Belum lagi dengan statistik mereka yang menganggur tanpa pekerjaan. Musim dingin bukan hanya masalah logistik, namun lebih dari itu, masalah kemanusiaan tak bisa terelakkan lagi.

Keterlibatan Indonesia dalam misi kemanusiaan bumi Syam kembali dibuktikan. LAZIS Wahdah Islamiyah kembali menjalankan misi “Ekspedisi Kemanusiaan” sebagai wujud amanah dari masyarakat Indonesia.

Sebanyak 88% warga pengungsi tidak mendapatkan kewarganegaraan Yordania. Akibatnya, mereka tidak mendapatkan hak pekerjaan, jaminan kesehatan dan pendidikan. Sementara itu, pasokan logistik begitu kurang, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.

LAZIS Wahdah Islamiyah tetap membuka kesempatan kepada siapa pun untuk berdonasi bagi warga Palestina dan Suriah untuk menghadapi musim dingin, melalui

Bank Syariah Mandiri (451) 799 900 900 4 an LAZIS Wahdah Care. Kode program 940. Contoh Rp 2.000.940,-. Konfirmasi ke 085315900900 (call/wa/sms).[]

Meluber Hingga Keluar Gedung, Ratusan Unit Usaha Minati Stand Ummat Fest 2018

Stand Lazis Wahdah di Pameran Ummat Fest 2018 yang digelar selama tiga hari, Makassar, Jum’at-Ahad (14-16/12/2018)

(Makassar) wahdahjakarta.com— Ratusan unit usaha memadati ruangan stand pameran Ummat Fest yang digelar Wahdah Islamiyah, Makassar Jum’at (14/12) hingga Ahad (16/12/2018).

Ini menunjukan tingginya minat pegiat usaha untuk ikut dalam event pertama dan terbesar di Makassar ini.

Ketua Panitia Ummat Fest Gishar Hamka mengatakan pameran produk kali ini dipastikan akan meriah karena selain jumlah stan yang lebih banyak, kolaborasi sejumlah stakeholder dari Wahdah Islamiyah dan insan pengusaha swasta juga menyuguhkan beberapa kegiatan talkshow bersama sejumlah tokoh nasional dan publik figur inspirasi hijrah.

“Lokasinya cukup padat. Terbukti dengan masih banyaknya permintaan sejak tadi pagi,” katanya, Jumat (14/12/2018).

Stand 212 Mart di Pameran Ummat Fest 2018

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Makassar ini, kegiatan Ummat Fest merupakan kegiatan pertama dan terbesar yang pernah hadir di kota Makassar.

“Tahun ini kita agendakan kegiatan akbar dalam rangka menyongsong mukernas Wahdah Islamiyah yang ke-11,” ujarnya.

Pagi sekitar jam 06.00 waktu Makassar, beberapa penjaga Stan sudah terlihat mempersiapkan segala sesuatunya. Beragam produk mengisi semua ruang-ruang space yang telah disediakan Panitia.

“Kami sebetulnya sudah penuh. Tapi banyak yang minta. Ya terpaksa kami sediakan lagi meskipun harus diluar,” ujar Akhyar,humas panitia.

Sumber: Laziswahdah.com