LAZIS Wahdah Target 500 Paket Musim Dingin Untuk Bumi Syam

Paket Musimm Dingin untuk bumi Syam dari Masyarakat Indonesia melalui Lazis Wahdah

(Yordania) wahdahjakarta.com- LAZIS Wahdah kembali menjalankan misi “Ekspedisi Kemanusiaan” sebagai wujud amanah dari masyarakat Indonesia.

Dalam ekspedisi kali ini LAZIS Wahdah mendistribusikan bantuan kepada pengungsi Palestina yang tinggal di provinsi Jerash sejak tahun 1968 silam. Bantuan yang diberikan sebanyak 100 paket musim dingin berupa sembako dan selimut, Selasa (11/12).

Kamp Gaza yang menjadi lokasi pendistribusian dihuni oleh sekitar 40.000 jiwa. Mereka tinggal di tanah seluas 0,75 Km2.

“Ini program pertama dari tiga lokasi pendistribusian bantuan untuk bumi Syam,” ujar Syahruddin, Direktur LAZIS Wahdah Islamiyah, Kamis (13/12).

Ia menginformasikan bahwa saat ini, kondisi para pengungsi Palestina asal Gaza sangat memprihatinkan karena mereka harus bertahan pada musim panas dan dingin di rumah dengan atap zenco asbes yang kurang layak dihuni.

“Meskipun cuaca terik tapi suhu disini benar-benar dingin. Apalagi hembusan angin juga begitu kencang,” imbuhnya melalui siaran langsung yang diunggahnya Rabu (12/12) kemarin.

Sebanyak 88% warga pengungsi tidak mendapatkan kewarganegaraan Yordania. Akibatnya, mereka tidak mendapatkan hak pekerjaan, jaminan kesehatan dan pendidikan. Sementara itu, pasokan logistik begitu kurang, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.

Jangan biarkan mereka kedinginan tanpa logistik dan kebutuhan pangan yang memadai. Insya Allah, LAZIS Wahdah Islamiyah akan kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan sesuai target awal 500 paket musim dingin bagi warga Palestina dan Suriah.

————————-

sumber: laziswahdah.com

Info: 0811 9787 900 (call/wa/sms)

#LazisWahdah

#PeduliSyam

Pemkab Lombok Utara Resmikan Dua Masjid yang Dibangun Lazis Wahdah

masjid Nurul  Yaqin, dusun Sebaro Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utra Nusa Tenggara Barat

(Tanjung) wahdahjakarta.com—Pemerintah Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat  (NTB) meresmikan dua Masjid  masing-masing di dusun Sebaro dan Dusun Selebung Desa Persiapan Samaguna, Kecamatan Tanjung Lombok Utara, Jum’at (14/12/2018). Kedua masjid tersebut dibangun oleh Lembaga Amil Zakat dan Sedekah Wahdah Islamiyah (Lazis Wahdah).

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Lombok Utara, Zainuddin,  mengatakan, hampir semua Masjid di daerahnya terdampak gempa yang menguncang Lombok dan sekitarnya pada Juli lalu.

“Kami sangat bersyukur kepada Allah, yang mana tempat ibadah (masjid) warga Sebaro yang dibangunkan LAZIS Wahdah sudah jadi. Karena tempat-tempat lain di Lombok Utara ini masih banyak masyarakat yang shalat Jumat di bawah tenda. Dari 339 masjid, hampir semua terdampak gempa dan 90 % rusak berat.” Ujarnya sebagaimana dilansir dari wahdah.or.id.

“Suatu kesyukuran dan karunia Allah hingga kini pasca gempa Lombok masih ada dermawan yang membantu kita termasuk yang membangun kan masjid.” pungkasnya.

Pembangunan masjid oleh LAZIS Wahdah merupakan bagian dari program pendampingan dakwah pasca gempa Lombok. Selain membangun masjid lembaga ini juga membangun shelter atau hunian sementara untuk warga terdampak gempa.

Laporan: Nasruddin/wahdah.or.id

Editor  : Al-Munawiy

Lazis Wahdah Kirim Ekspedisi Kemanusiaan ke Kamp. Pengungsi Palestina di Yordania

Distribusi Paket Musim Dingin untuk Pengungsi Palestina, Kamis (13/12/2018)

(Yordania) wahdahjakarta.com — Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Wahdah Islamiyah (Lazis Wahdah) mengirim ekspedisi kemanusiaan ke Kamp. Pengungsi Palestina di provinsi Jerash Yordania. Pengiriman ekspedisi ini merupakan bagian dari program Tebar Kehangan di Bumi Syam.

Direktur Lazis Wahdah, Syahruddin mengatakan, bantuan tahap awal berupa 100 paket musim dingin yang terdiri atas bahan makanan (sembako) dan selimut yang disalurkan kepada pengungsi Palestina yang mendiami kamp.pengungsi di provinsi Jerash sejak 1968.

 “Ini program pertama dari tiga lokasi pendistribusian bantuan untuk bumi Syam,” ujar Syahruddin, sebagaimana dilansir dari wahdah.or.id, Kamis (13/12).

Ia menginformasikan, saat ini, kondisi para pengungsi Palestina asal Gaza sangat memprihatinkan karena mereka harus bertahan pada musim panas dan dingin di rumah dengan atap zenco asbes yang kurang layak dihuni.

“Meskipun cuaca terik tapi suhu disini benar-benar dingin. Apalagi hembusan angin juga begitu kencang,” imbuhnya.

Kamp Gaza yang menjadi lokasi pendistribusian, lanjut Syahruddin dihuni oleh sekitar 40.000 jiwa. Mereka tinggal di tanah seluas 0,75 Km2.

Direktur Lazis Wahdah, Syahruddin

Perang bersenjata belum berakhir di Syam, Palestina dan Suriah. Sudah ribuan nyawa hilang, jutaan jiwa menyelamatkan diri di kamp-kamp pengungsian.

Memasuki akhir November, suhu di bumi para nabi ini pun mulai turun. Para pengungsi pun harus berjuang hidup sambil menahan dingin yang bisa mencapai minus 16 derajat celsius.

Pertengahan 2018 lalu, Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS) merangkum sebuah statistik tentang kemiskinan yang makin membubung di Gaza.

Berdasarkan laporan tersebut, angka kemiskinan di Gaza mencapai 53% dari hampir dua juta jiwa. Angka ini empat kali lebih besar ketimbang angka kemiskinan di wilayah Palestina yang lain; Tepi Barat yang hanya berada di kisaran 13,9 % dari seluruh populasi Tepi Barat.

Belum lagi dengan statistik mereka yang menganggur tanpa pekerjaan. Musim dingin bukan hanya masalah logistik, namun lebih dari itu, masalah kemanusiaan tak bisa terelakkan lagi.

Keterlibatan Indonesia dalam misi kemanusiaan bumi Syam kembali dibuktikan. LAZIS Wahdah Islamiyah kembali menjalankan misi “Ekspedisi Kemanusiaan” sebagai wujud amanah dari masyarakat Indonesia.

Sebanyak 88% warga pengungsi tidak mendapatkan kewarganegaraan Yordania. Akibatnya, mereka tidak mendapatkan hak pekerjaan, jaminan kesehatan dan pendidikan. Sementara itu, pasokan logistik begitu kurang, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.

LAZIS Wahdah Islamiyah tetap membuka kesempatan kepada siapa pun untuk berdonasi bagi warga Palestina dan Suriah untuk menghadapi musim dingin, melalui

Bank Syariah Mandiri (451) 799 900 900 4 an LAZIS Wahdah Care. Kode program 940. Contoh Rp 2.000.940,-. Konfirmasi ke 085315900900 (call/wa/sms).[]

Meluber Hingga Keluar Gedung, Ratusan Unit Usaha Minati Stand Ummat Fest 2018

Stand Lazis Wahdah di Pameran Ummat Fest 2018 yang digelar selama tiga hari, Makassar, Jum’at-Ahad (14-16/12/2018)

(Makassar) wahdahjakarta.com— Ratusan unit usaha memadati ruangan stand pameran Ummat Fest yang digelar Wahdah Islamiyah, Makassar Jum’at (14/12) hingga Ahad (16/12/2018).

Ini menunjukan tingginya minat pegiat usaha untuk ikut dalam event pertama dan terbesar di Makassar ini.

Ketua Panitia Ummat Fest Gishar Hamka mengatakan pameran produk kali ini dipastikan akan meriah karena selain jumlah stan yang lebih banyak, kolaborasi sejumlah stakeholder dari Wahdah Islamiyah dan insan pengusaha swasta juga menyuguhkan beberapa kegiatan talkshow bersama sejumlah tokoh nasional dan publik figur inspirasi hijrah.

“Lokasinya cukup padat. Terbukti dengan masih banyaknya permintaan sejak tadi pagi,” katanya, Jumat (14/12/2018).

Stand 212 Mart di Pameran Ummat Fest 2018

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Makassar ini, kegiatan Ummat Fest merupakan kegiatan pertama dan terbesar yang pernah hadir di kota Makassar.

“Tahun ini kita agendakan kegiatan akbar dalam rangka menyongsong mukernas Wahdah Islamiyah yang ke-11,” ujarnya.

Pagi sekitar jam 06.00 waktu Makassar, beberapa penjaga Stan sudah terlihat mempersiapkan segala sesuatunya. Beragam produk mengisi semua ruang-ruang space yang telah disediakan Panitia.

“Kami sebetulnya sudah penuh. Tapi banyak yang minta. Ya terpaksa kami sediakan lagi meskipun harus diluar,” ujar Akhyar,humas panitia.

Sumber: Laziswahdah.com

Lazis Wahdah Distribusikan Bantuan Penerangan Kamp.Pengungsi Rohingya di Bangladesh

(Bangladesh) Wahdahjakarta.com – LAZIS Wahdah Islamiyah menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket listrik tenaga matahari (sel surya) dan bahan-bahan bangunan di kamp pengungsi warga Rohingya di Refugee Camp, Cox’s Bazar, Bangladesh.

Direktur Lazis Wahdah  Syahruddin C Asho mengatakan, bantuan paket listrik dan bahan bangunan tersebut diperuntukan bagi Pondok Tahfizh Al-Qur’an Ummul Quro di kamp tersebut.

Sebagaimana diketahui selama ini kamp-kamp pengungsi warga Muslim Rohingnya di Refugee tidak mendapat fasilitas listrik karena letaknya yang jauh dari perbatasan. Sehingga untuk dapat menikmati penerangan dan kebutuhan lainnya mereka harus berusaha mandiri dengan memanfaatkan peralatan seadanya.

Pondok Tahfizh Ummul Quro merupakan tempat pembinaan para penghafal al-Qur’an, yang di khususkan bagi anak-anak pengungsi.

“Mereka ada sekitar 300-an orang. Mereka di bina di sebuah gubuk sederhana yang terbuat dari bambu dan bahan-bahan alam lainnya. Saat hujan mengguyur beberapa bulan yang lalu, bangunan tahfizh rubuh dan sudah tidak layak,” ujar Syahruddin.

Bantuan ini di terima langsung oleh pihak pengelola tahfizh yakni Abdul Ghofur. Lanjut Syahruddin, adapun pembangunan akan tetap berlanjut hingga bisa secara total dimanfaatkan untuk kepentingan para santri.

Tentu sangat sulit bagi pengungsi Rohingya ini untuk mendapatkan sumber listrik ini karena status mereka sebagai pengungsi. Insya Allah kedepan LAZIS Wahdah Islamiyah akan terus membantu pengungsi Rohingnya ini secara berkesinambungan. Tentunya juga atas doa, dukungan, dan bantuan dari rakyat Indonesia.

Donasi Peduli Rohingya terus dibuka, silahkan salurkan bantuan anda tunai atau transfer ke Rekening Kemanusiaan LAZIS Wahdah Bank Syariah Mandiri No.Rek : 799 900 9004 a.n. Lazis Wahdah Care (Kode Transfer ATM Bersama: 451)

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahcare #pedulirohingya

Reuni 212, Lazis Wahdah Buka Posko Layanan Kesehatan dan Konsumsi

bn

Posko Layanan Kesehatan dan konsumsi Lazis Wahdah di lokasi reuni 212, Patung Kuda.

(Jakarta)  wahdahjakarta. com–Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Wahdah Islamiyah (Lazis Wahdah)  membuka posko layanan kesehatan dan konsumsi di lokasi aksi Reuni 212  yang akan digelar Ahad (2/12/2018).

“Insya Allah Lazis Wahdah akan memberikan layanan pijat refleksi untuk peserta reuni 212 yang mungkin kelelahan atau pegal-pegal”, ujar Kepala Cabang Lazis Wahdah Jakarta,  Yudi Wahyudi kepada wahdahjakarta.com, Sabtu (1/12/2018).

Selain itu lembaga yang merupakan unit pengumpul dan penyalur zakat ormas Wahdah Islamiyah ini juga akan membagikan paket konsumsi kepada para peserta.

“Kita juga akan ikut berbagi paket konsumsi berupa snack kepada para peserta, insya Allah yang sudah siap seribuan paket”, ucapnya.

Yudi menambahkan, pihaknya juga menurunkan relawan kebersihan. “Kita juga menyiapkan relawan kebersihan yang akan turut bersama relawan Lainna menjaga kebersihan areal Monas saat aksi dan pasca aksi”, tandasnya.

Posko lazis Wahdah berada di ring 4 dekat Patung Kuda dan mulai beroperasi sejak pukul 21.30 malam ini.

Kondisi  terkini di Monas  Panggung reuni 212 sudah siap. Situasi aman terkendali Tidak nampak kumpulan aparat seperti yang sempat diberitakan.

Acara reuni 212 akan dimulai dari pukul 03.00 sd 12.00 dengan rangkaian antara lain sholat tahajjud, subuh berjamaah, dan taushiyyah dari para ulama. (sym)

Mengintip  Dinamika  Dakwah Islamiyah di Pulau Buru

Suasana belajar Islam di salah satu Masjid di Pulau Buru dibawah bimbingan Da’i Wahdah Islamiyah

(Pulau Buru) wahdahjakarta.com — Daerah-daerah Indonesia masih banyak yang terpinggirkan. Tak hanya dari sisi perekonomian, akses dan pangan yang terkadang belum mencukupi, dakwah Islam di wilayah ini kadang-kadang terluput dari pantauan masyarakat luar. Meski sejak lahir mereka telah beragama Islam, namun kurangnya pasokan dai ke tempat mereka menjadi problem tersendiri. Anak-anak hanya sebatas bisa mengeja alif ba ta hingga ya, namun pengucapannya masih kurang fasih. Belum lagi hukum bacaan lainnya yang juga luput diajarkan karena dangkalnya pengetahuan para orangtua mereka.

Kondisi Masjid yang jauh dari kata ramai. Pengelolaan serta manajemen keislaman yang perlu di pupuk lebih baik lagi. Hingga tak jarang, di wilayah tertentu, ternyata masih belum ada Masjid yang terbangun.

Adalah ustadz Ariansyah Nur, dai Wahdah Islamiyah yang mendedikasikan hidupnya untuk berdakwah di Pulau Buru, Kepulauan Maluku sejak 2017 silam. Pulau Buru merupakan pulau terbesar ketiga setelah Pulau Halmahera di Maluku Utara dan dan Pulau Seram di Maluku Tengah yang memiliki corak topografi berupa perbukitan dan pegunungan. Wilayah yang cukup menantang untuk para dai yang berasal dari luar Maluku.

Ada beberapa kelompok etnis yang menetap di Buru: etnis asli, yakni Buru (baik di pesisir maupun di pedalaman); dan etnis pendatang, yakni Ambon, Maluku Tenggara (terutama Kei), Ambalau, Kep. Sula (terutama Sanana), Buton, Bugis, dan Jawa (terutama di daerah pemukiman transmigrasi). Tidak diketahui data mengenai komposisi penduduk berdasarkan etnis.

Setiap hari dai asal Makassar ini mengajari anak-anak al-Qur’an. Memahamkan para orangtua dengan dakwah secara pendekatan person to person.

Ustadz ariansyah, Da’i Wahdah Islamiyah di Pulau Buru

“Kita ajak mereka kembali kepada ajaran Islam yang murni. Perkuat tauhid mereka. Karena pengamalan animisme dan dinamisme disini masih sangat kental,” ujarnya lewat pesan singkat kepada LAZISWahdah.com, Selasa (27/11).

Dakwah di daerah terpencil, apalagi minoritas membutuhkan strategi tersendiri. Bagi ustadz Ariansyah, prinsip terpenting dalam berdakwah di pelosok negeri ialah memperkenalkan agama yang membuat hidup masyarakat lebih mudah dan nyaman. Di kantong-kantong kemiskinan, para dai tak cukup hanya mendakwahkan teori-teori mengenai Islam. Pemberdayaan ekonomi, akses pendidikan, dan pelayanan kesehatan menjadi satu hal penting yang perlu dilakukan.

“Mereka sebetulnya punya ghiroh untuk belajar. Akan tetapi, jumlah dai yang belum maksimal kadang menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Tapi Insya Allah, sembari menunggu pasokan dai dari Makassar, Wahdah Islamiyah akan tetap berjuang di tempat ini. Ada tidaknya, tetap akan jalan,” tegasnya.

Melihat kebutuhan tersebut, Syahruddin, Direktur LAZIS Wahdah Islamiyah menilai, pelatihan dai tak cukup hanya membekali mereka dengan kemampuan ceramah. Para dai perlu dilatih agar memiliki keterampilan dan keahlian yang akan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat daerah terpencil. Mereka perlu memahami psikologi dan sosiologi masyarakat sekitar. Penguasaan bahasa daerah juga menjadi bekal yang sangat diperlukan. Selain itu, kemampuan yang ada perlu ditambah dengan keahlian tertentu, misal pengobatan, totok, urut, dan sebagainya. Keahlian dan keterampilan ini sangat diperlukan untuk memberikan akses kesehatan kepada masyarakat.

“mendekati masyarakat tidak melulu soal dalil-dalil. Kita perlu perencanaan yang baik. Program peningkatan ekonomi juga perlu di gagas,” ujar dia.

Sahabat, mungkin kita pernah berpikir. Apa jadinya jika tak ada dai yang memiliki tekad baja seperti ustadz Ariansyah. Di beberapa tempat, ada dai yang merelakan uang sakunya untuk membiayai dakwahnya. Belum lagi bagi mereka yang telah berkeluarga. Keringat telah terkucur deras, kantong kian menipis, dan amanah dakwah kian bertambah. Jangan biarkan dai pelosok negeri berpikir sendiri. Ayo bantu mereka melalui program “Tebar Dai Nusantara” Wahdah Islamiyah.

Donasi program tebar Dai bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 497 900 9009 a.n LAZIS Wahdah Sedekah dan konfirmasi transfer ke 085315900900. Mari bentangkan kebaikan membantu sesama bersama LAZIS Wahdah, melayani dan memberdayakan. []

Jangan Pernah Biarkan Sulawesi Tengah Menangis

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Rasa peduli dan kebersamaan sebagai satu bangsa tetap bergelora. Semua elemen bangsa bersatu dalam membantu warga yang terdampak gempa di Sulawesi Tengah (Palu, Sigi, dan Donggala) baik dalam bentuk materi maupun non materi.

Kepedulian ini juga ditunjukkan oleh Komunitas Ladang Amal (KALAM) Jakarta dengan menyalurkan donasi melalui LAZIS Wahdah sejumlah uang dengan total Rp.3.660.000. Perwakilan Komunitas Ladang Amal (KALAM) Jakarta, Bapak Udin mengaku memilih LAZIS Wahdah sebagai mitra untuk program bantuan gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah yang terjadi akhir september lalu karena menurutnya LAZIS Wahah sudah terpercaya.

“Alhamdulillah sudah menyampaikan donasi bantuan untuk saudara kita di Palu, Donggala, dan Sulawesi Tengah pada umumnya. Kami memilih LAZIS Wahdah sebagai mitra untuk program bantuan gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah karena menurut kami LAZIS Wahdah sudah terpercaya dan kantor pusatnya juga berada di Sulawesi. Semoga apa yang sudah kita lakukan bersama-sama menjadi bermanfaat untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah pada umumnya…”. ujarnya  di Kantor LAZIS Wahdah Jakarta, Rabu (21/11).

“Harapannya semoga menjadi jalan hadirnya pertolongan Allah kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana gempa dan tsunami. Semoga ini menjadi wasilah untuk kebangkitan kembali saudara-saudara kita seperti sediakala di tempatnya masing-masing”, tambahnya.

Perwakilan LAZIS Wahdah Jakarta, Ismail mengaku terkesan dengan apa yang telah dilakukan oleh Komunitas ini. Ia yang sehari-sehari menjalani amanah sebagai Manajer Fundrising ini menyerahkan piagam penghargaan kepada Komunitas Ladang Amal (KALAM) Jakarta.(rsp)

 


Dukung Dakwah Qur’an Untuk Palu dan Indonesia dengan menyalurkan donasi melalui: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) No Rek: 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

🎁 Donasi 1000 Qur`an Palu & Indonesia : Mulai Rp.110.000,- (Paket Bersama Pendidikan dan Pembinaan).
Berlaku sampai dengan 11 Desember 2018

📲Konfirmasi Transfer WA/SMS ke 08119787900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

#1000QuranForPalu
#1000QuranForIndonesia
#pedulinegeri
#melayanidanmemberdayakan

Komunitas Hijrah Youth Move Up Jambi Galang Donasi Peduli Gempa Sulteng

lazis wahdah jambi

(Jambi) wahdahjakarta.com – Komunitas Hijrah Youth Move Up Kota Jambi menggalang bantuan berupa donasi peduli gempa Sulawesi Tengah.

Menurut Ketua Komunitas Hijrah Youth Move Up Jambi Muhammad Sopian, aksi penggalangan bantuan tersebut sebagai wujud kepedulian pihaknya atas musibah yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala.

“Kami merasa terpanggil atas kejadian ini,” ungkap Sopian.

Komunitas memberikan bantuan sebesar Rp.17.275.250.00 yang disalurkan melalui Lazis Wahdah Islamiyah Jambi. Dana tersebut adalah hasil dari usaha penggalangan dana selama kurang lebih satu bulan.

Donasi diserhakan ketua komunitas kepada Ketua Wahdah Jambi, Kasrul Wahid pada Kamis (22/11/2018).

Sopian menjelaskan, pihaknya berharap agar bantuan yang diberikan bisa memberikan kemudahan dalam recovery pasca gempa bagi para korban.

“Mudah-mudahan, bantuan ini bisa meringankan masyarakat disana,” tutup Sopian.

Sementara itu, dari pihak LAZIS Wahdah yang diwakili oleh Kasrul Wahid berterima kasih atas kepercayaan komunitas Youth Move Up kota Jambi kepada LAZIS Wahdah.

“Kami mewakili pengurus LAZIS Wahdah Jambi mengucapkan jazaakukumullahu khoiran kepada komunitas pemuda hijrah Youth Move Up kota Jambi atas bantuan dan kepercayaannya kepada kami. Insyaa Allah dana tersebut akan segera di salurkan kepada sauadara-saudara kita yang tertimpa musibah di Palu, Sigi dan Donggala,” paparnya.

Donasikan harta terbaik Anda melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri dan konfirmasi transfer ke 085315900900. Bersama Wahdah Islamiyah, Sulteng bangkit !

Lazis Wahdah Kembali Berangkatkan Bahan Banguan ke Sulawesi Tengah

lazis wahdah

Mobil ekspedisi kemanusiaan lazis Wahdah yang membawa bahan kontruksi banguan berangkat menuju Palu Sulawesi Tengah, jum’at (23/11/2018) malam.

LAZIS Wahdah Islamiyah hingga kini masih tetap konsisten untuk mendampingi para penduduk Palu, Sigi dan Donggala, berupaya untuk terus meringankan penderitaan mereka yang kini masih membutuhkan uluran tangan kita semua.

(Makassar) wahdahjakarta.com-, Gempa dan tsunami yang telah memporak-porandakan bangunan di bumi Sulawesi Tengah menyisakan banyak kepiluan bagi para penyintas bencana. Tak ada lagi yang tersisa. Semuanya musnah dalam sekejap. Belum lagi anak-anak yang ingin bersekolah harus menggit jari jemarinya lantaran bangunan yang selama ini di gunakannya belajar telah rata dengan tanah.

Atas  izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala, LAZIS Wahdah Islamiyah hingga kini masih tetap konsisten untuk mendampingi para penduduk Palu, Sigi dan Donggala, berupaya untuk terus meringankan penderitaan mereka yang kini masih membutuhkan uluran tangan kita semua.

Melalui Fan page resmi Lazis Wahdah disamapikan, pengiriman bahan konstruksi bangunan Kamis (22/11) dimaksudkan untuk membangun kembali rumah-rumah mereka yan telah hancur. Dua truk ditambah satu buah mobil lapangan berangkat dari Makassar dengan membawa beberapa bahan seperti kalsiboard, baja ringan, tandon air, bahan makanan, kebutuhan bayi, al-Qur’an / iqro, kebutuhan mandi, pakaian layak pakai, rendang, dan kloset.

Penyediaan sekolah sementara, MCK darurat, penyediaan air bersih dan pembinaan keagamaan bagi warga terdampak Semua itu adalah bukti bahwa kita masih setia untuk mendampingi mereka.

Di saat-saat seperti ini, donasi terbaik yang kita sampaikan akan sangat bermanfaat bagi penyambung hidup saudara-saudara kita. Donasikan harta terbaik Anda melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri dan konfirmasi transfer ke 085315900900. Bersama Wahdah Islamiyah, Sulteng bangkit !

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #pedulinegeri #peduligempasulteng #gempadonggala

#gempapalu #pasukanhijau

#wahdahpeduli