Lazis Wahdah Distribusikan Bantuan Penerangan Kamp.Pengungsi Rohingya di Bangladesh

(Bangladesh) Wahdahjakarta.com – LAZIS Wahdah Islamiyah menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket listrik tenaga matahari (sel surya) dan bahan-bahan bangunan di kamp pengungsi warga Rohingya di Refugee Camp, Cox’s Bazar, Bangladesh.

Direktur Lazis Wahdah  Syahruddin C Asho mengatakan, bantuan paket listrik dan bahan bangunan tersebut diperuntukan bagi Pondok Tahfizh Al-Qur’an Ummul Quro di kamp tersebut.

Sebagaimana diketahui selama ini kamp-kamp pengungsi warga Muslim Rohingnya di Refugee tidak mendapat fasilitas listrik karena letaknya yang jauh dari perbatasan. Sehingga untuk dapat menikmati penerangan dan kebutuhan lainnya mereka harus berusaha mandiri dengan memanfaatkan peralatan seadanya.

Pondok Tahfizh Ummul Quro merupakan tempat pembinaan para penghafal al-Qur’an, yang di khususkan bagi anak-anak pengungsi.

“Mereka ada sekitar 300-an orang. Mereka di bina di sebuah gubuk sederhana yang terbuat dari bambu dan bahan-bahan alam lainnya. Saat hujan mengguyur beberapa bulan yang lalu, bangunan tahfizh rubuh dan sudah tidak layak,” ujar Syahruddin.

Bantuan ini di terima langsung oleh pihak pengelola tahfizh yakni Abdul Ghofur. Lanjut Syahruddin, adapun pembangunan akan tetap berlanjut hingga bisa secara total dimanfaatkan untuk kepentingan para santri.

Tentu sangat sulit bagi pengungsi Rohingya ini untuk mendapatkan sumber listrik ini karena status mereka sebagai pengungsi. Insya Allah kedepan LAZIS Wahdah Islamiyah akan terus membantu pengungsi Rohingnya ini secara berkesinambungan. Tentunya juga atas doa, dukungan, dan bantuan dari rakyat Indonesia.

Donasi Peduli Rohingya terus dibuka, silahkan salurkan bantuan anda tunai atau transfer ke Rekening Kemanusiaan LAZIS Wahdah Bank Syariah Mandiri No.Rek : 799 900 9004 a.n. Lazis Wahdah Care (Kode Transfer ATM Bersama: 451)

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahcare #pedulirohingya

Reuni 212, Lazis Wahdah Buka Posko Layanan Kesehatan dan Konsumsi

bn

Posko Layanan Kesehatan dan konsumsi Lazis Wahdah di lokasi reuni 212, Patung Kuda.

(Jakarta)  wahdahjakarta. com–Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Wahdah Islamiyah (Lazis Wahdah)  membuka posko layanan kesehatan dan konsumsi di lokasi aksi Reuni 212  yang akan digelar Ahad (2/12/2018).

“Insya Allah Lazis Wahdah akan memberikan layanan pijat refleksi untuk peserta reuni 212 yang mungkin kelelahan atau pegal-pegal”, ujar Kepala Cabang Lazis Wahdah Jakarta,  Yudi Wahyudi kepada wahdahjakarta.com, Sabtu (1/12/2018).

Selain itu lembaga yang merupakan unit pengumpul dan penyalur zakat ormas Wahdah Islamiyah ini juga akan membagikan paket konsumsi kepada para peserta.

“Kita juga akan ikut berbagi paket konsumsi berupa snack kepada para peserta, insya Allah yang sudah siap seribuan paket”, ucapnya.

Yudi menambahkan, pihaknya juga menurunkan relawan kebersihan. “Kita juga menyiapkan relawan kebersihan yang akan turut bersama relawan Lainna menjaga kebersihan areal Monas saat aksi dan pasca aksi”, tandasnya.

Posko lazis Wahdah berada di ring 4 dekat Patung Kuda dan mulai beroperasi sejak pukul 21.30 malam ini.

Kondisi  terkini di Monas  Panggung reuni 212 sudah siap. Situasi aman terkendali Tidak nampak kumpulan aparat seperti yang sempat diberitakan.

Acara reuni 212 akan dimulai dari pukul 03.00 sd 12.00 dengan rangkaian antara lain sholat tahajjud, subuh berjamaah, dan taushiyyah dari para ulama. (sym)

Mengintip  Dinamika  Dakwah Islamiyah di Pulau Buru

Suasana belajar Islam di salah satu Masjid di Pulau Buru dibawah bimbingan Da’i Wahdah Islamiyah

(Pulau Buru) wahdahjakarta.com — Daerah-daerah Indonesia masih banyak yang terpinggirkan. Tak hanya dari sisi perekonomian, akses dan pangan yang terkadang belum mencukupi, dakwah Islam di wilayah ini kadang-kadang terluput dari pantauan masyarakat luar. Meski sejak lahir mereka telah beragama Islam, namun kurangnya pasokan dai ke tempat mereka menjadi problem tersendiri. Anak-anak hanya sebatas bisa mengeja alif ba ta hingga ya, namun pengucapannya masih kurang fasih. Belum lagi hukum bacaan lainnya yang juga luput diajarkan karena dangkalnya pengetahuan para orangtua mereka.

Kondisi Masjid yang jauh dari kata ramai. Pengelolaan serta manajemen keislaman yang perlu di pupuk lebih baik lagi. Hingga tak jarang, di wilayah tertentu, ternyata masih belum ada Masjid yang terbangun.

Adalah ustadz Ariansyah Nur, dai Wahdah Islamiyah yang mendedikasikan hidupnya untuk berdakwah di Pulau Buru, Kepulauan Maluku sejak 2017 silam. Pulau Buru merupakan pulau terbesar ketiga setelah Pulau Halmahera di Maluku Utara dan dan Pulau Seram di Maluku Tengah yang memiliki corak topografi berupa perbukitan dan pegunungan. Wilayah yang cukup menantang untuk para dai yang berasal dari luar Maluku.

Ada beberapa kelompok etnis yang menetap di Buru: etnis asli, yakni Buru (baik di pesisir maupun di pedalaman); dan etnis pendatang, yakni Ambon, Maluku Tenggara (terutama Kei), Ambalau, Kep. Sula (terutama Sanana), Buton, Bugis, dan Jawa (terutama di daerah pemukiman transmigrasi). Tidak diketahui data mengenai komposisi penduduk berdasarkan etnis.

Setiap hari dai asal Makassar ini mengajari anak-anak al-Qur’an. Memahamkan para orangtua dengan dakwah secara pendekatan person to person.

Ustadz ariansyah, Da’i Wahdah Islamiyah di Pulau Buru

“Kita ajak mereka kembali kepada ajaran Islam yang murni. Perkuat tauhid mereka. Karena pengamalan animisme dan dinamisme disini masih sangat kental,” ujarnya lewat pesan singkat kepada LAZISWahdah.com, Selasa (27/11).

Dakwah di daerah terpencil, apalagi minoritas membutuhkan strategi tersendiri. Bagi ustadz Ariansyah, prinsip terpenting dalam berdakwah di pelosok negeri ialah memperkenalkan agama yang membuat hidup masyarakat lebih mudah dan nyaman. Di kantong-kantong kemiskinan, para dai tak cukup hanya mendakwahkan teori-teori mengenai Islam. Pemberdayaan ekonomi, akses pendidikan, dan pelayanan kesehatan menjadi satu hal penting yang perlu dilakukan.

“Mereka sebetulnya punya ghiroh untuk belajar. Akan tetapi, jumlah dai yang belum maksimal kadang menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Tapi Insya Allah, sembari menunggu pasokan dai dari Makassar, Wahdah Islamiyah akan tetap berjuang di tempat ini. Ada tidaknya, tetap akan jalan,” tegasnya.

Melihat kebutuhan tersebut, Syahruddin, Direktur LAZIS Wahdah Islamiyah menilai, pelatihan dai tak cukup hanya membekali mereka dengan kemampuan ceramah. Para dai perlu dilatih agar memiliki keterampilan dan keahlian yang akan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat daerah terpencil. Mereka perlu memahami psikologi dan sosiologi masyarakat sekitar. Penguasaan bahasa daerah juga menjadi bekal yang sangat diperlukan. Selain itu, kemampuan yang ada perlu ditambah dengan keahlian tertentu, misal pengobatan, totok, urut, dan sebagainya. Keahlian dan keterampilan ini sangat diperlukan untuk memberikan akses kesehatan kepada masyarakat.

“mendekati masyarakat tidak melulu soal dalil-dalil. Kita perlu perencanaan yang baik. Program peningkatan ekonomi juga perlu di gagas,” ujar dia.

Sahabat, mungkin kita pernah berpikir. Apa jadinya jika tak ada dai yang memiliki tekad baja seperti ustadz Ariansyah. Di beberapa tempat, ada dai yang merelakan uang sakunya untuk membiayai dakwahnya. Belum lagi bagi mereka yang telah berkeluarga. Keringat telah terkucur deras, kantong kian menipis, dan amanah dakwah kian bertambah. Jangan biarkan dai pelosok negeri berpikir sendiri. Ayo bantu mereka melalui program “Tebar Dai Nusantara” Wahdah Islamiyah.

Donasi program tebar Dai bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 497 900 9009 a.n LAZIS Wahdah Sedekah dan konfirmasi transfer ke 085315900900. Mari bentangkan kebaikan membantu sesama bersama LAZIS Wahdah, melayani dan memberdayakan. []

Jangan Pernah Biarkan Sulawesi Tengah Menangis

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Rasa peduli dan kebersamaan sebagai satu bangsa tetap bergelora. Semua elemen bangsa bersatu dalam membantu warga yang terdampak gempa di Sulawesi Tengah (Palu, Sigi, dan Donggala) baik dalam bentuk materi maupun non materi.

Kepedulian ini juga ditunjukkan oleh Komunitas Ladang Amal (KALAM) Jakarta dengan menyalurkan donasi melalui LAZIS Wahdah sejumlah uang dengan total Rp.3.660.000. Perwakilan Komunitas Ladang Amal (KALAM) Jakarta, Bapak Udin mengaku memilih LAZIS Wahdah sebagai mitra untuk program bantuan gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah yang terjadi akhir september lalu karena menurutnya LAZIS Wahah sudah terpercaya.

“Alhamdulillah sudah menyampaikan donasi bantuan untuk saudara kita di Palu, Donggala, dan Sulawesi Tengah pada umumnya. Kami memilih LAZIS Wahdah sebagai mitra untuk program bantuan gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah karena menurut kami LAZIS Wahdah sudah terpercaya dan kantor pusatnya juga berada di Sulawesi. Semoga apa yang sudah kita lakukan bersama-sama menjadi bermanfaat untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah pada umumnya…”. ujarnya  di Kantor LAZIS Wahdah Jakarta, Rabu (21/11).

“Harapannya semoga menjadi jalan hadirnya pertolongan Allah kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana gempa dan tsunami. Semoga ini menjadi wasilah untuk kebangkitan kembali saudara-saudara kita seperti sediakala di tempatnya masing-masing”, tambahnya.

Perwakilan LAZIS Wahdah Jakarta, Ismail mengaku terkesan dengan apa yang telah dilakukan oleh Komunitas ini. Ia yang sehari-sehari menjalani amanah sebagai Manajer Fundrising ini menyerahkan piagam penghargaan kepada Komunitas Ladang Amal (KALAM) Jakarta.(rsp)

 


Dukung Dakwah Qur’an Untuk Palu dan Indonesia dengan menyalurkan donasi melalui: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) No Rek: 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

🎁 Donasi 1000 Qur`an Palu & Indonesia : Mulai Rp.110.000,- (Paket Bersama Pendidikan dan Pembinaan).
Berlaku sampai dengan 11 Desember 2018

📲Konfirmasi Transfer WA/SMS ke 08119787900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

#1000QuranForPalu
#1000QuranForIndonesia
#pedulinegeri
#melayanidanmemberdayakan

Komunitas Hijrah Youth Move Up Jambi Galang Donasi Peduli Gempa Sulteng

lazis wahdah jambi

(Jambi) wahdahjakarta.com – Komunitas Hijrah Youth Move Up Kota Jambi menggalang bantuan berupa donasi peduli gempa Sulawesi Tengah.

Menurut Ketua Komunitas Hijrah Youth Move Up Jambi Muhammad Sopian, aksi penggalangan bantuan tersebut sebagai wujud kepedulian pihaknya atas musibah yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala.

“Kami merasa terpanggil atas kejadian ini,” ungkap Sopian.

Komunitas memberikan bantuan sebesar Rp.17.275.250.00 yang disalurkan melalui Lazis Wahdah Islamiyah Jambi. Dana tersebut adalah hasil dari usaha penggalangan dana selama kurang lebih satu bulan.

Donasi diserhakan ketua komunitas kepada Ketua Wahdah Jambi, Kasrul Wahid pada Kamis (22/11/2018).

Sopian menjelaskan, pihaknya berharap agar bantuan yang diberikan bisa memberikan kemudahan dalam recovery pasca gempa bagi para korban.

“Mudah-mudahan, bantuan ini bisa meringankan masyarakat disana,” tutup Sopian.

Sementara itu, dari pihak LAZIS Wahdah yang diwakili oleh Kasrul Wahid berterima kasih atas kepercayaan komunitas Youth Move Up kota Jambi kepada LAZIS Wahdah.

“Kami mewakili pengurus LAZIS Wahdah Jambi mengucapkan jazaakukumullahu khoiran kepada komunitas pemuda hijrah Youth Move Up kota Jambi atas bantuan dan kepercayaannya kepada kami. Insyaa Allah dana tersebut akan segera di salurkan kepada sauadara-saudara kita yang tertimpa musibah di Palu, Sigi dan Donggala,” paparnya.

Donasikan harta terbaik Anda melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri dan konfirmasi transfer ke 085315900900. Bersama Wahdah Islamiyah, Sulteng bangkit !

Lazis Wahdah Kembali Berangkatkan Bahan Banguan ke Sulawesi Tengah

lazis wahdah

Mobil ekspedisi kemanusiaan lazis Wahdah yang membawa bahan kontruksi banguan berangkat menuju Palu Sulawesi Tengah, jum’at (23/11/2018) malam.

LAZIS Wahdah Islamiyah hingga kini masih tetap konsisten untuk mendampingi para penduduk Palu, Sigi dan Donggala, berupaya untuk terus meringankan penderitaan mereka yang kini masih membutuhkan uluran tangan kita semua.

(Makassar) wahdahjakarta.com-, Gempa dan tsunami yang telah memporak-porandakan bangunan di bumi Sulawesi Tengah menyisakan banyak kepiluan bagi para penyintas bencana. Tak ada lagi yang tersisa. Semuanya musnah dalam sekejap. Belum lagi anak-anak yang ingin bersekolah harus menggit jari jemarinya lantaran bangunan yang selama ini di gunakannya belajar telah rata dengan tanah.

Atas  izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala, LAZIS Wahdah Islamiyah hingga kini masih tetap konsisten untuk mendampingi para penduduk Palu, Sigi dan Donggala, berupaya untuk terus meringankan penderitaan mereka yang kini masih membutuhkan uluran tangan kita semua.

Melalui Fan page resmi Lazis Wahdah disamapikan, pengiriman bahan konstruksi bangunan Kamis (22/11) dimaksudkan untuk membangun kembali rumah-rumah mereka yan telah hancur. Dua truk ditambah satu buah mobil lapangan berangkat dari Makassar dengan membawa beberapa bahan seperti kalsiboard, baja ringan, tandon air, bahan makanan, kebutuhan bayi, al-Qur’an / iqro, kebutuhan mandi, pakaian layak pakai, rendang, dan kloset.

Penyediaan sekolah sementara, MCK darurat, penyediaan air bersih dan pembinaan keagamaan bagi warga terdampak Semua itu adalah bukti bahwa kita masih setia untuk mendampingi mereka.

Di saat-saat seperti ini, donasi terbaik yang kita sampaikan akan sangat bermanfaat bagi penyambung hidup saudara-saudara kita. Donasikan harta terbaik Anda melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri dan konfirmasi transfer ke 085315900900. Bersama Wahdah Islamiyah, Sulteng bangkit !

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #pedulinegeri #peduligempasulteng #gempadonggala

#gempapalu #pasukanhijau

#wahdahpeduli

Lazis Wahdah Terima Penghargaan dari PANGKOGASGAPPAD TNI

(Mataram) Wahdahjakarta.com – LAZIS Wahdah Islamiyah mendapatkan penghargaan kemanusiaan dari PANGKOGASGAPPAD (Komando Satuan Tugas Gabungan Terpadu) TNI Angkatan Darat di acara Ramah Tamah sejumlah relawan NGO dan TNI di Gedung Bandara Selaparang, kota Mataram, Jumat (16/11).

TNI menilai, keterlibatan LAZIS Wahdah dalam aksi kemanusiaan gempa Lombok sangat memuaskan.

“Tanpa keterlibatan para relawan mustahil TNI bisa bekerja maksimal hingga detik ini. Mereka adalah pahlawan yang berhati mulia,” ujar Mayjen Madsuni, ketua PANGKOGASGAPPAD.

Sementara itu kordinator Program LAZIS Wahdah Peduli Negeri Gempa Lombok, Nu’man Mansur ST., MT., Mengatakan capaian ini untuk memotivasi agar berbuat lebih baik lagi, khususnya dalam hal penanggulangan kebencanaan di Indonesia.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Evaluasi untuk memberikan gambaran apa yang belum kita lakukan untuk perbaikan sistem kedepan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera didiskusikan,” kata Nu’man.

Nu’man mengatakan, pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa.

Anggota Dewan Syuro Wahdah Islamiyah yang juga merupakan dosen Universitas Mataram (Unram) ini menegaskan, LAZIS Wahdah akan terus mengawal proses recovery gempa Lombok dan Sumbawa.

 “Oleh karena itu, LAZIS Wahdah akan bekerja semaksimal mungkin dan akan mengawal proses perbaikan Lombok dan Sumbawa ke depan,” imbuhnya. []

Peduli Gempa Palu, Dua Siswa Ini Galang Donasi

Sultan Brata dan Jophin di kantor Lazis Wahdah Jakarta usai menyerahkan donasi Peduli Gempa Palu, Selasa (06/11/2018)

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Gempabumi, tsunami, dan likuifaksi yang melanda Palu, Sigi, dan Donggala Sulawesi Tengah pada akhir september 2018 lalu memantik empati berbagai kalangan.

Salah satu empati ditunjukan para siswa Kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Kartika 81 Jakarta Selatan.

Selasa (06/11/2018) lalu, Sultan Brata dan Jophin perwakilan para siswa mendatangai Kantor LAZIS Wahdah Jakarta,  dalam rangka menyalurkan donasi untuk warga tedampak gempa di Sulawesi Tengah (Palu, Sigi, dan Donggala) sejumlah Rp.5.900.000,00.

“Donasi dikumpulkan semenjak 3 minggu yang lalu setelah saya melihat gambar LAZIS Wahdah saat pulang sekolah. Donasi yang terkumpul berasal dari 12 kelas (6 IPA dan 6 IPS)”. ujar salah seorang dari mereka kepada Tim Media LAZIS Wahdah Jakarta.

“Saya merasa tahu gimana kita ngga punya apa-apa, ya setidaknya berbagi”, kata Sultan.

“Kalo melihat mereka menderita begitu ada rasanya miris di hati, ko kita ngga bisa ngebantu gitu, ya udah akhirnya kita berdua gerakin penggalangan dana antar kelas kolektifan berapa aja selama satu minggu ini, akhirnya kita kumpulin dapat segitu”, sambung Jophin menambahkan.

Donasi gempa Palu  sejumlah Rp.5.900.000,00 itu diteriman Ketua Divisi Fundrising LAZIS Wahdah Jakarta, Ismail,  untuk selanjutnya dikirimkan ke lokasi bencana. “Terima kasih, semoga itu kembalinya kepada teman-teman. Tolong diingatkan kepada teman-teman kalian bahwa kebaikan itu jangan berhenti pada kalian, kebaikan itu harus terus mengalir kepada siapapun..”, katanya. (rsp)


 

Dukung Dakwah Qur’an Untuk Palu dan Indonesia dengan menyalurkan donasi melalui: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) No Rek: 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

 

🎁 Paket Donasi: mulai Rp.110.000,- untuk pendidikan dan pembinaan (sampai dengan 11 Desember 2018)

 

📲Konfirmasi Transfer WA/SMS ke 08119787900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

 

#1000QuranForPalu

#1000QuranForIndonesia

#pedulinegeri

#melayanidanmemberdayakan

Kesan Peserta Terapi Qur’ani

(Depok) wahdahjakarta.com – Event Terapi Qurani yang sudah selesai pada Sabtu (10/11) mendapatkan kesan positif dari berbagai pihak. Ketua panitia acara ini, Ustadz Muhammad Kahar menilai acara ini berjalan seperti yang diharapkan.

“Acara terapi ruqyah dengan pembicara Syaikh Yunes Bin Sulaiman berasal dari Mekah berkebangsaan Yaman. Alhamdulillah banyak peserta yang datang kemudian sambutan DKM sangat mendukung acara itu”. ujarnya.

Peserta yang hadir mulai dari anak-anak sampai kakek-kakek , santriwati sampai ibu-ibu bahkan peserta dari luar kota (Yogyakarta dan Solo) ikut menghadiri kegiatan tersebut.

Para satpol PP yang sedang bertugas ternyata meluangkan waktunya untuk mengikuti acara tersebut. Suara Syaikh Yunes yang bergema di masjid sampai tembus ke luar masjid telah menarik perhatian mereka untuk hadir di acara tersebut,

DKM Masjid Baitul Kamal Balai Kota Depok, Bapak Rojali sangat mendukung acara ini. “Mudah-mudahan bisa lanjut bersinergi lagi”, tuturnya.

Selanjutnya ada testimoni dari Bapak Abdullah, salah seorang jemaah Masjid Baitul Kamal, tempat diadakannya acara ini mengaku tertarik dengan acara ini. “Pagi-pagi setelah sholat shubuh, saya sempat membaca pemflet kemudian saya mengikuti acara ini dan saya ingin ikut lagi karena acara ini bagus dan menarik dan bisa memahami materi dengan baik”. Katanya.

Ketua panitia event yang pertama kali diadakan ini, Ustadz Muhammad Kahar berencana kedepannya akan diadakan event seperti ini di beberapa kota untuk memenuhi harapan dari peserta.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar dan para peserta mendapatkan manfaat yang luar biasa dari materi yang disampaikan oleh Syaikh Yunes, sehingga mereka tau apa itu hakikat terapi qur’ani yang sangat dibutuhkan oleh kaum muslimin khususnya dan pada umumnya umat manusia baik dalam kondisi sehat maupun kondisi sakit. Ujar pembina acara, Ustadz Yudi Wahyudi kepada Tim Lazis Wahdah Jakarta. Rabu (14/11). (rsp)
————

Mari bersama tebarkan kepedulian:
Donasi Dakwah Quran Untuk PALU dan Indonesia bisa disalurkan melalui: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) No Rek.773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

Konfirmasi transfer WA/SMS ke 0811 9787 900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

🌹 Atas partisipasi dan sedekahnya kami ucapkan “Syukran wa Jazakumullahu Khairan” dan semoga Allah melipat gandakan pahala sedekah kita.

💌 LAZIS WAHDAH
” Melayani dan Memberdayakan”

#spiritquran
#pedulipalu

Berbagai Reaksi Peserta Saat Diterapi Qur’ani

Depok – QALS (Quranic Living Servis) mengadakan Seminar & Workshop Terapi Qur’ani yang bertempat di Masjid Baitul Kamal Balai Kota Depok, Sabtu (10/11). Acara yang disponsori oleh LAZIS Wahdah dan Mahad Bina Tahfidz Indonesia ini menghadirkan seorang pakar ruqyah yang berasal dari Mekah sebagai pematerinya, Syaikh Yunes Bin Sulaiman Hafidzahullah yang dipandu oleh Ustadz Nur Hasan Palogai, Lc sebagai penerjemahnya.

QALS sebagai penyelenggara acara ini, baru pertama kali mengadakannya. Event ini dihadiri seratus orang lebih. “Acara yang diikuti oleh 100 peserta lebih ini meskipun baru pertama kali dilaksanakan mendapatkan antusiasme dari para peserta. Banyak pertanyaan peserta yang belum sempat dijawab dari mulai yang menanyakan berbagai keluhan sampai pelatihan”. Ujar Ustadz Yudi Wahyudi selaku pembina acara ini kepada Tim Lazis Wahdah Jakarta.

Para peserta yang mengikuti sesi praktek terapi qur’ani

Para peserta yang mengikuti sesi praktek terapi qur’ani

“Para peserta yang mengikuti sesi praktek terapi qur’ani, mereka merasakan berbagai reaksi diantaranya ada yang mengantuk , ada yang merasa dibagian tubuhnya seperti ada yang bergerak-gerak, ada yang merasa pegal, pusing di bagian kepalanya atau dibagian tubuhnya, bahkan ada yang bereaksi muntah-muntah. Bahkan ada beberapa peserta bereaksi hebat, maka untuk itu panitia melakukan antisipasi dengan berusaha memegang kendali tubuh para peserta yang bereaksi hebat tersebut baik ikhwan maupun akhwat.”. Tambahnya.

Peserta ikhwan yang bereaksi hebat langsung ditangani oleh syaikh sampai kondisinya lebih stabil. Setelah dilakukan konsultasi dan dialog dengan peserta yang bersangkutan. Syaikh menyampaikan bahwa kemungkinan hal tersebut berasal dari gangguan sihir.

Peserta lainnya yang mendapat reaksi hebat saat diruqyah ada sekitar 20 orang lebih. Pembina acara tersebut, Ustadz Yudi Wahyudi menyarankan kepada mereka agar melakukan terapi lanjutan seperti terapi mandiri dan terapi herbal yang mendukung seperti minyak zaitun dan bidara, maupun diterapi oleh terapis ruqyah yang berkompeten atau bisa juga dengan mengikuti Event Terapi Qur’ani selanjutnya. (yd/rsp)
————–

“Sedekah Membangun Negeri”, Sedekah Anda untuk Program Dakwah, Program Tahfizh, Program Pendidikan, Program Kemandirian dan Program Wahdah Peduli

Layanan Sedekah: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

Layanan Zakat: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) 772 800 8002 an Lazis Wahdah Jakarta Zakat

Konfirmasi transfer WA/SMS ke: 0811 9787 900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

#SeribuQuranUntukNegeri
#MelayanidanMemberdayakan