Kesungguhan Hati Seorang Kakek Mengikuti Pelatihan Bekam

(Kudus) wahdahjakarta.com —Menjaga kesehatan itu penting. Orang bijak mengatakan “Mencegah lebih baik dari mengobati”. Jika ingin sehat, maka banyak cara yang dilakukan termasuk di antaranya mengikuti Pelatihan Bekam Sunnah yang diadakan di Yayasan Holistik NSH, Kudus (27-28 Oktober).

Tidak ada batasan usia bagi siapapun yang ingin belajar asalkan mempunyai keinginan yang kuat. Sebuah kisah menginspirasi datang dari seorang Kakek Slamet yang berasal dari Pati yang jaraknya lumayan jauh dari Kudus. Kakek Slamet ternyata aslinya satu kampung dengan trainer pelatihan ini, Ustadz Yudi Wahyudi, ST. Ia begitu antusias mengikuti pelatihan ini dengan duduk paling depan dan selalu datang tepat waktu di kegiatan kelas.

Kakek Slamet di usia senjanya ingin sekali memberikan manfaat untuk keluarga dan masyarakatnya. Melalui Pelatihan Bekam Sunnah ini, ia berharap bisa menambah wawasan, dapat menjaga kesehatan serta dapat mengamalkannya sesuai standar bekam sunnah Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI).

Ia pernah berdiskusi dengan trainer untuk pengembangan pelatihan ini karena mengaku banyak terinspirasi dari penyampaian trainer dalam berdakwah di bidang kesehatan. Kakek yang berjiwa muda ini pernah menyampaikan bahwa ia terpaksa meninggalkan pekerjaannya lebih dini dikarenakan untuk menghindari berbagai godaan duniawi yang melalaikan dari agama.

LAZIS Wahdah selaku sponsor pelatihan ini memberikan apresiasi kepada Kakek Slamet sebagai peserta yang paling semangat dalam usia yang sudah tua. Selain itu, LAZIS Wahdah juga turut mengapresiasi kepada beberapa peserta lainnya. Penghargaan kepada peserta terbaik diberikan bonus berupa majalah dan kopi herbal dari berbagai kriteria penghargaan. Insya Allah pelatihan ini akan berlanjut dan peserta akan didorong untuk mengikuti standarisasi nasional dari Perkumpulan Bekam Indonesia yang merupakan satu-satunya mitra dari KEMENKES dalam hal pembinaan pembekam Indonesia.(yd/rsp)
———

Info donasi: 0811 9787 900 (call/wa/sms) atau (021) 2237 3844

Layanan Sedekah Harian:
Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) No Rek. 773 800 8008 an Lazis Wahdah Peduli Negeri

Konfirmasi Transfer WA/SMS ke 0811 9787 900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

#spiritquran
#pedulinegeri

Wahdah Islamiyah Distribusikan Bantuan 1 M dari Lembaga Sosial Arab Saudi

Wahdah Islamiyah Distribusikan Bantuan 1 M dari Lembaga Sosial Arab Saudi

Relawan Wahdah Peduli sedang menurunkan paket bantuan kemanusiaan dari Lembaga Sosial Arab Saudi. Lembaga bentukan Raja Salman ini menyalurkan bantuan senilai 1 Milyar Rupiah untuk korban gempa Sulteng

Palu (Wahdahjakarta.com)– Memasuki pekan keenam pasca bencana gempabumi, tsunami, dan likuifaksi yang menimpa beberapa daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng), Jum’at (28/09/2018) lalu, bantuan kemanusian terus berdatangan.

Delegasi Lembaga Sosial Arab Saudi King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre tiba di Palu, Sulawesi Tengah pada Selasa (6/11/2018). Lembaga yang didikan Raja Salman bin Abdul Aziz ini merupakan lembaga sosial yang bergerak di bidang  sosial dan bantuan kemanusiaan.

Para relawan Arab Saudi tersebut dipimpin Syaikh Khalid Al-Salamah dan didampingi oleh relawan Wahdah Peduli Syandri Sya’ban dan beberapa relawan lainnya.

Kedatangan lembaga sosial Raja Salman itu bertujuan untuk menindaklanjuti beberapa program sosial kemanusiaan di Sulawesi Tengah.

“Mereka datang dengan berbagai program. Wahdah Islamiyah digandeng sebagai mitra dalam hal pendataan dan penyaluran bantuan,” terang Syandri kepada LAZISWahdah.com.

Syaikh Khalid juga menyampaikan terima kasih kepada Wahdah Islamiyah atas sambutan yang ramah serta berbagai kemudahan dan bantuan yang diberikan dalam melaksanakan proyek-proyek sosial dan kemanusiaan di Sulawesi Tengah.

Wahdah Islamiyah Distribusikan Bantuan 1 M dari Lembaga Sosial Arab Saudi

“Semoga kerjasama ini bisa terus berlanjut dan mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat” tukasnya.

Total bantuan sebesar 1 M dengan rincian 5000 paket sembako, 5000 paket hygiene kit dan 3500 perlengkapan dapur. Bantuan tersebut akan didistribusikan oleh Wahdah Islamiyah di beberapa titik lokasi pengungsi Palu, Sigi dan Donggala.

Selain menggandeng Wahdah Islamiyah lembaga sosial internasional ini juga bermitra dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penyaluran bantuan kepada warga terdampak bencana gempa Palu. [sym]

Lazis Wahdah Rampungkan Pembangunan Masjid Sementara di Lombok Timur

Wahdah Islamiyah

Masjid sementara Wahdah Islamiyah di Lombok Timur

(Lombok Timur) wahdahjakarta.com  – Sudah tiga bulan gempa Lombok berlalu. Wahdah Islamiyah (WI) bersama masyarakat Indonesia terus berupaya mengikhtiarkan segala usaha untuk menghadirkan pelayanan maksimal demi kenyamanan masyarakat terdampak bencana gempa.

Diantara program yang dijalankan  oleh Wahdah adalah pembangunan Kompleks Shelter hunian sementara yang dilengkapi fasilitas umum seperti Masjid sementara dan Sekolah darurat yang  masih tengah berlangsung.

“Alhamdulillah, Rabu (31/10), Masjid Darurat yang berlokasi di Dusun Aikmanis, Desa Gunung Malang, Kec. Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur telah rampung dan siap dimanfaatkan oleh warga sekitar”, kata staf Lazis wahdah kepada wahdahjakarta.com melalui keterangann tertulis, Rabu (7/11/2018) siang.

Masjid ini seluas 134 m² ini memiliki daya tampung sebanyak 220 jamaah, dengan kontruksi  rangka baja ringan dan atap spandek serta dinding kalsiboard.

Program recovery tersebut merupakan bentuk dukungan dan solusi sebagai kebutuhan masyarakat akan sarana ibadah kala berada di pengungsian.

Menurut Nu’man, selaku Koordinator relawan bahwa kebutuhan tempat beribadah bagi warga masyarakat Lombok pasca gempa  merupakan yang  utama. Menurutnya, sarana ibadah berupa pembangunan Majid darurat adalah awal yang baik bagi kebangkitan Lombok kedepan.

“Alhamdulillah, LAZIS Wahdah menghadirkan manfaat kebaikan melalui program pembangunan Masjid ini. Upaya ini merupakan bentuk totalitas Wahdah untuk membangun kembali pulau seribu Masjid,” pungkasnya. []

Donasi peduli Lombok dapat disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri dan konfirmasi transfer WA/SMS ke 0811 9787 900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer) . Semoga Allah membalas semua usahaka kita atas kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita, aamiin. []

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #pedulinegeri #peduligempalombok #gemalombok

#pasukanhijau

#wahdahpeduli

#bangunkembalilombok

Terapi Qur’ani untuk  Trauma Healing Korban Gempa Palu 

 

Ustadz Muhammad Yani Abdul Karim, tim trauma healing Lazis Wahdah sedang menyampaikan taushiyah sebagai salah satu agenda terapi Qur’ani yang merupakan bagian dari kegiatan Trauma healing korban gempa Palu yang digelar Lazis Wahdah, Palu, Selasa (06/11/2018)

(Palu) wahdahjakarta.com – Tim penyembuhan trauma (Trauma Healing) LAZIS Wahdah  menitikberatkan penyembuhan psikologi korban gempa Palu dengan metode al-Qur’an. Hal ini dikemukakan langsung oleh Muhammad Yani Abdul Karim Lc. MA., Tim Dai dan Trauma Healing Wahdah Islamiyah.

“Mereka tidak hanya butuh makanan dan obat-obatan. Tetapi mereka perlu juga kita isi ruhnya dengan al-Qur’an agar hati dan pikiran mereka bisa terbuka bahwa bencana ini adalah ujian yang mengharuskan kita sabar,” ujarnya, Selasa (6/10).

Menurutnya, tim memilih teknik bermain dan pengelolaan emosi spiritual. Tim akan melakukan pendidikan bersifat religius, seperti terapi al-Qur’an, siraman rohani, kisah-kisah dan bermain bagi anak-anak.

“Nanti kami juga akan membantu mereka, adik-adik itu membaca Alquran. Karena itu persiapan untuk trauma healing, medianya juga macam-macam,” kata Yani.

Kegiatan ini dilaksanakan di mushola darurat di Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu dengan jumlah peserta sebanyak 77 orang dengan rincian 30 ibu-ibu, 40 anak-anak dan 7 remaja, 11 diantaranya ikut bergabung dalam program dirosa (pembinaan al-Qur’an untuk orang deawasa) Wahdah Islamiyah.

Marlina (46), peserta kegiatan ini merasa senang karena telah dihibur oleh tim. Tak hanya itu, bantuan yang diberikan juga bervariasi. Selain hiburan bagi anak-anak, tausyiah bagi ibu-ibu juga diberikan santunan tunai per orang sebagai bentuk kepedulian Wahdah Islamiyah kepada para korban gempa.

“Alhamdulillah Wahdah Islamiyah tak hanya beri kami makanan, tapi juga ajari kami al-Qur,an dan mendampingi anak-anak kami,” ujarnya.

Hingga saat ini penanganan korban gempa dengan beragam kegiatan masih terus berlanjut. Wahdah Islamiyah sendiri hingga saat ini telah menjalankan beberapa program dan salah satunya adalah proyek hunian sementara atau shelter dibeberapa titik. Selain dari pasokan logistik, aksi layanan medis dan sebagainya. [sym]

Wahdah Donggala Gelar Trauma Healing Melalui Motivasi Hijrah

Wahdah Donggala Gelar Trauma Healing Melalui Motivasi Hijrah

Jama’ah sedang menyimak taushiyah Tabligh Akbar “Donggala Berhijrah” yang disampaikan ketua STIBA Makassar, Ustadz. DR. Muhammad Yusran Ansar, Lc, MA, Ahad (4/11/2018).

(Donggala) wahdahjakarta.com – Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Kabupaten Donggala menggelar Tabligh Akbar dengan tema “Donggala Berhijrah” di Masjid Al-Istiqomah Labuan Bajo Kabupaten Donggala, Sul-Teng, Ahad (4/11/2018).

Tabligh Akbar diawali dengan sambutan dari Ketua DPD WI Donggala, ustad Suparman Razak. Dalam penyampaiannya beliau mengungkapkan, Tabligh Akbar ini adalah yang kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Masjid Raya Donggala.

“Kami berusaha memberikan yang terbaik ketika kita semua terlanda musibah, dengan mendatangkan bantuan sandang dan pangan dari seluruh daerah di Indonesia. Saat bencana, banyak warga yang trauma karenanya, maka kami mendatangkan praktisi trauma healing untuk mengatasinya,” tukasnya.

Selain bantuan sandang dan pangan, lanjut Ustad Suparman, warga juga membutuhkan logistik rohani. Rohani harus terisi agar keimanan semakin terisi.

Ketua DPD Wahdah Islamiyah Donggala (Wahdah Donggala) ustadz Suparman

“Maka WI hadir untuk memikirkan bagaimana caranya agar seluruh kaum muslimin, khususnya korban Gempa, bahagia jasmani dan rohaninya,” tutupnya.

Roni Jalaluddin, ketua Pengurus Masjid Al-Istiqomah ikut memberikan komentar kepada kegiatan Tabligh Akbar ini.

Menurutnya, kegiatan ini adalah salah satu cara Trauma Healing untuk masyarakat pasca bencana yang terjadi.

Setelah gempa dan tsunami melanda, Roni mengungkapkan kesuyukuran atas kehadiran LAZIS Wahdah yang hadir membangkitkan semangat warga Donggala. “Sebagaimana pada tema kegiatan, kita bersama membangun Donggala kembali untuk hijrah ke arah yang lebih baik ,” ujarnya.

Sambutan ini kemudian dilanjutkan dengan Tabligh Akbar dengan tema “Donggala Berhijrah” bersama Ustad Muhammad Yusran Anshar, diikuti dengan pembagian 700 paket logistik kepada warga Donggala yang hadir. (Rustam/Sym)

Ustadz Zaitun: Palu, Sigi, dan Donggala Akan Bangkit

Ustadz Zaitun: Palu, Sigi, dan Donggala Akan Bangkit

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menyampaikan taushiyah kepada pengungsi korban gempa Sulteng di bukit Suharto, Petobo, Palu Sulawesi Tengah, Kamis (1/21/11/2018). Photo: Rustam 

(PALU) wahdahjakarta.com– Wahdah Islamiyah (WI) menggelar Silaturahim Akbar bersama korban Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi Sulawesi Tengah di Kompleks Pengungsian Bukit Suharto, Kelurahana Petobo, Palu, Kamis (1/11/2018).

Tausiyah Agama disampaikan  oleh Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah (WI) , Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin.

Di hadapan ratusan warga yang hadir dia berpesan, sebagai orang beriman, musibah apapun yang terjadi, walaupun membuat kita sedih, namun kita harus mengakui bahwa musibah itu tidak terlepas dari ketentuan Allah Ta’ala.

“Dalam menghadapi kejadian seperti itu, kita harus semakin memperkuat keimanan terhadap takdir Allah Taala, bahwa apapun yang terjadi, semuanya adalah kehendak Allah. Kita harus meyakini ketika Allah berkehendak, maka ada kebaikan yang diharapkan untuk kita,” tuturnya.

“Walaupun kita kehilangan, namun kita masih beruntung karena diberi kesempatan oleh Allah Ta’ala untuk hidup menghirup udaraNya”, imbuhnya.

“Kita adalah manusia-manusia pilihan yang mendapat karunia kehidupan, dan berbagai karunia lainnya. Terutama adalah apa yang terpancar dari wajah bapak dan Ibu yakni wajah-wajah yang penuh keimanan,” sambungnya.

Di akhir tausiyah, ustadz Zaitun berpesan agar seluruh warga yang hadir mempertebal keimanan, dengan tidak mudah dirayu dengan bantuan sembako atau yang lainnya, agar meninggalkan Islam.

“Ujian apapun, kita harus selalu siap mempertahankan keimanan, siap?, ” sapa ustad Zaitun yang disambut dengan teriakan ‘Siap’ oleh ratusan warga dan relawan yang hadir.

Wasekjen MUI Pusat ini juga menyatakan dengan penuh harap dan optimis bahwa Palu, Sigi, dan Doanggala akan bangkit insya Allah.

”Palu Sigi dan Donggala, bahkan Indonesia akan bangkit dan menuju ke arah yang lebih baik,” tutupnya.

Silaturahim Akbar Wahdah Islamiyah ini juga dihadiri oleh Pimpinan AQL  Ustad Bachtiar Nasir yang ikut memberikan tausiyah kepada warga yang hadir.

Di tempat kegiatan ini telah berdiri beberapa tenda hunian sementara Wahdah Islamiyah yang menjadi salah program terbesar Wahdah di SulTeng yakni pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk korban gempa yang kehilangan rumah.[RH/sym]

Laporan: Rustam Hafid (Relawan Media Wahdah Islamiyah)

Temui Relawan Wahdah di Palu, Ini Harapan Ustadz Bachtiar Nasir

Wahdah Islamiyah

Ustadz Zaitun Rasmin (UZR) dan Ustadz bachtiar Nasir (UBN) usai acara silaturrahim relawan wahdah dengan pengungsi korban gempa Palu dan sekitarnya

(Palu) wahdahjakarta.com – Wahdah Islamiyah  (WI) mengadakan Silaturrahim Akbar antara para relawan bersama korban gempa, tsunami, dan likuifaksi Palu, Sigi, dan Donggala pada hari Kamis, (01/11/2018).

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin hadir (UZR) dalam acara ini sebagai penceramah dan juga perwakilan dari Wahdah Islamiyah dalam serah terima bantuan.

Ustadz Zaitun menyampaikan penguatan kepada para korban agar tetap bersabar dan berbaik sangka kepada Allah subhanahu wata’ala.

“Ambil hikmah dari taqdir Allah atas musibah ini. Jika Allah berkehendak maka Allah hanya berfirman “Kun” (Jadilah!) maka jadilah yang Allah kehendaki tetap husnuzhzhan kepada Allah. Ucapkan khairan in syaa Allah”, ajak beliau.

Selain Ustadz Zaitun Rasmin, hadir juga Ustadz Bachtiar Nashir pimpinan Arrahman Qur’anic Learning Center (AQL) dari Jakarta.

Dalam ceramahnya, ustadz yang dikenal dengan sapaan UBN ini menjelaskan tadabbur ayat-ayat Al Qur’an tentang bencaa alam.

Beliau menjelaskan bahwa rentetan bencana alam di negeri ini adalah teguran dari Allah subhanahu wata’ala.

Di akhir ceramahnya, UBN menyampaikan apresiasi kepada relawan Wahdah Islamiyah. Beliau juga berharap agar relawan Wahdah Islamiyah bisa membangun peradaban di Palu.

“Relawan Wahdah bukan hanya membahagiakan, tapi juga membanggakan. Saya berharap relawan Wahdah Islamiyah bisa membangun peradaban di Palu, bukan hanya pembangunan fisik”, ungkap beliau dalam ceramahnya.

Rangkaian Silaturrahim Akbar diakhiri dengan penyaluran bantuan paket sembako kepada warga terdampak gempa, tsunami, dan likuifaksi. [ibw/sym]

Kunjungi Pengungsi Gempa Palu, Ini Pesan Ustadz Zaitun

Ketua Umum Wahdah islamiyah

Ustadz Muhammad Zaitun rasmin sedang menyampaikan taushiyah kepada para pengungsi korban gempa palu dan sekitarnya, Kamis (01/11/2018)

(Palu) wahdahjakarta.com – Ketua Umum  Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin bertolak dari Jakarta menuju kota Palu Sulawesi Tengah untuk mengunjungi korban gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang terjadi di Sulawesi Tengah.

Sebelum menggelar Silaturahim Akbar, Ustadz Zaitun meresmikan pembangunan shelter  Hunian Sementara (Huntara) yang berlokasi di Kelurahan Baiya Kecamatan Tawaeli.

Pantauan Kiblat.net di lapangan sejak pukul 08.30 Wita, ratusan pengungsi baik ibu-ibu dan anak-anak yang berasal dari tempat-tempat pengungsian yang berada di sekitar kompleks pengungsian Wahdah Islamiyah Bukit Suharto Kelurahan Petobo (Ngatabaru) mendatangi tempat silaturahim tersebut.

Ustadz Zaitun menyampaikan bahwa orang yang beriman harus tetap meyakini bencana yang terjadi tidak terlepas dari ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Dengan adanya bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah, seharusnya dalam menghadapi musibah bisa semakin membuat manusia bertambah beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ungkapnya di tengah-tengah pengungsi Petobo pada Kamis (01/11/2018).

Wasekjen MUI Pusat itu pun berpesan kepada masyarakat yang menjadi korban untuk tetap bersabar atas musibah yang terjadi dan bersyukur atas kebaikan-kebaikan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta menjaga akidah keluarga dan kerabatnya.

“Saya berpesan kepada pengungsi dan korban gempa, tsunami dan likuefaksi agar tetap menjaga dirinya, keluarga serta kerabatnya dari paham-paham yang menyesatkan serta tetap bersabar atas musibah dan bersyukur dengan kebaikan atas kebaikan-kebaikan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” pesannya.

Di sela-sela Silaturahmi Akbar tersebut hadir pula Ustadz Bachtiar Nasir yang turut berkunjung ke Kota Palu untuk menyerahkan langsung bantuan Huntara yang dibangun oleh AQL Islamic Center kepada masyarakat di Kabupaten Sigi.

Sumber:kiblat.net

Kunjungi Palu, Ustadz Zaitun Serahkan Shelter Huntara Untuk Korban Gempa Palu

Kunjungi Palu, Ustadz Zaitun Serahkan Shelter Huntara Untuk Korban Gempa Palu

Ustadz Zaitun menyerahkan secara simbolis kunci Shelter Hunian Sementara ( Huntara) kepada Korban Gempa Palu Sulawesi Tengah, Kamis (01/11/2018)

(Palu) – Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Ustad Muhammad Zaitun Rasmin mengunjungi lokasi terdampak tsunami dan gempa kota Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah,  Kamis (01/11/18).

Kehadiran ustadz Zaitun bersama relawan Wahdah Islamiyah disambut antusias oleh warga Palu dan sekitarnya.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu. Dalam kesempatan tersebut, Wahdah Islamiyah memberikan berbagai bantuan kepada para korban gempa Palu dan sekitarnya.

Di lokasi ini Ustadz Zaitun menyerahkan lebih dari 20 shelter hunian sementara (huntara). Sebagiannya sudah jadi dan sebagiannya lagi masih dalam proses pembangunan.

Dalam sambutannya, Kepala Kelurahan Baiya, Hendra Okto Utama menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima warganya.

Sebagaimana diketahui, relawan Wahdah Islamiyah sudah hadir sejak hari pertama pasca gempa dan hingga kini masih ada tidak kurang dari 200 yang masih menjalankan berbagai program penanggulangan musibah.

Selain shelter, ustadz Zaitun juga menyalurkan bantuan berupa uang tunai serta 200 paket sembako untuk korban gempa. [ibw]

Jemaah Masjid Al Hijrah Cikeas Peduli  Korban Gempa Sulteng

Lazis Wahdah

Jemaah Masjid Al Hijrah Cikeas Peduli Korban Gempa Sulteng

(Bogor) Wahdahjakarta.com – Gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi yang melanda beberapa daerah  di Sulawesi Tengah (29/09/2018) lalu memantik  empati dan  perhatian dari semua pihak. Tak ketinggalan, DKM Masjid Al Hijrah, Cikeas Kabupaten Bogor Jawa Barat yang menyalurkan donasi dari jemaah dan masyarakat  perumahan sekitar  masjid melalui LAZIS Wahdah, Sabtu (27/10/2018).

Donasi untuk korban gempa Sulteng  diserahkan  oleh Mansyur (Pimpinan DKM Masjid Al Hijrah) dan Bapak Iswan yang merupakan salah satu pengurus juga.

“Dana yang disalurkan ini untuk kebutuhan masyarakat Palu, Donggala, dan Sigi karena masyarakat dan jemaah dari perumahan di Cikeas ini prihatin dengan kejadian yang terjadi di Palu, Sigi, dan Donggala”. Tutur  Mansyur kepada Tim LAZIS Wahdah Jakarta. [ism/rsp]

———

Peduli Gempa Sulteng:

Bank Syariah Mandiri (kode bank:451) 499 900 9005 an Lazis Wahdah Peduli Negeri

Markaz Qur’an Wahdah (Layanan Qur’an Untuk Dhuafa):

Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

Konfirmasi transfer WA/SMS: 0811 9787 900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

#bersatuuntuksulteng

#SpiritPeduliPaluDonggala

#SpiritAlquran