Lazis Wahdah Terima Penghargaan dari PANGKOGASGAPPAD TNI

(Mataram) Wahdahjakarta.com – LAZIS Wahdah Islamiyah mendapatkan penghargaan kemanusiaan dari PANGKOGASGAPPAD (Komando Satuan Tugas Gabungan Terpadu) TNI Angkatan Darat di acara Ramah Tamah sejumlah relawan NGO dan TNI di Gedung Bandara Selaparang, kota Mataram, Jumat (16/11).

TNI menilai, keterlibatan LAZIS Wahdah dalam aksi kemanusiaan gempa Lombok sangat memuaskan.

“Tanpa keterlibatan para relawan mustahil TNI bisa bekerja maksimal hingga detik ini. Mereka adalah pahlawan yang berhati mulia,” ujar Mayjen Madsuni, ketua PANGKOGASGAPPAD.

Sementara itu kordinator Program LAZIS Wahdah Peduli Negeri Gempa Lombok, Nu’man Mansur ST., MT., Mengatakan capaian ini untuk memotivasi agar berbuat lebih baik lagi, khususnya dalam hal penanggulangan kebencanaan di Indonesia.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Evaluasi untuk memberikan gambaran apa yang belum kita lakukan untuk perbaikan sistem kedepan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera didiskusikan,” kata Nu’man.

Nu’man mengatakan, pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa.

Anggota Dewan Syuro Wahdah Islamiyah yang juga merupakan dosen Universitas Mataram (Unram) ini menegaskan, LAZIS Wahdah akan terus mengawal proses recovery gempa Lombok dan Sumbawa.

 “Oleh karena itu, LAZIS Wahdah akan bekerja semaksimal mungkin dan akan mengawal proses perbaikan Lombok dan Sumbawa ke depan,” imbuhnya. []

Peduli Gempa Palu, Dua Siswa Ini Galang Donasi

Sultan Brata dan Jophin di kantor Lazis Wahdah Jakarta usai menyerahkan donasi Peduli Gempa Palu, Selasa (06/11/2018)

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Gempabumi, tsunami, dan likuifaksi yang melanda Palu, Sigi, dan Donggala Sulawesi Tengah pada akhir september 2018 lalu memantik empati berbagai kalangan.

Salah satu empati ditunjukan para siswa Kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Kartika 81 Jakarta Selatan.

Selasa (06/11/2018) lalu, Sultan Brata dan Jophin perwakilan para siswa mendatangai Kantor LAZIS Wahdah Jakarta,  dalam rangka menyalurkan donasi untuk warga tedampak gempa di Sulawesi Tengah (Palu, Sigi, dan Donggala) sejumlah Rp.5.900.000,00.

“Donasi dikumpulkan semenjak 3 minggu yang lalu setelah saya melihat gambar LAZIS Wahdah saat pulang sekolah. Donasi yang terkumpul berasal dari 12 kelas (6 IPA dan 6 IPS)”. ujar salah seorang dari mereka kepada Tim Media LAZIS Wahdah Jakarta.

“Saya merasa tahu gimana kita ngga punya apa-apa, ya setidaknya berbagi”, kata Sultan.

“Kalo melihat mereka menderita begitu ada rasanya miris di hati, ko kita ngga bisa ngebantu gitu, ya udah akhirnya kita berdua gerakin penggalangan dana antar kelas kolektifan berapa aja selama satu minggu ini, akhirnya kita kumpulin dapat segitu”, sambung Jophin menambahkan.

Donasi gempa Palu  sejumlah Rp.5.900.000,00 itu diteriman Ketua Divisi Fundrising LAZIS Wahdah Jakarta, Ismail,  untuk selanjutnya dikirimkan ke lokasi bencana. “Terima kasih, semoga itu kembalinya kepada teman-teman. Tolong diingatkan kepada teman-teman kalian bahwa kebaikan itu jangan berhenti pada kalian, kebaikan itu harus terus mengalir kepada siapapun..”, katanya. (rsp)


 

Dukung Dakwah Qur’an Untuk Palu dan Indonesia dengan menyalurkan donasi melalui: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) No Rek: 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

 

🎁 Paket Donasi: mulai Rp.110.000,- untuk pendidikan dan pembinaan (sampai dengan 11 Desember 2018)

 

📲Konfirmasi Transfer WA/SMS ke 08119787900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

 

#1000QuranForPalu

#1000QuranForIndonesia

#pedulinegeri

#melayanidanmemberdayakan

Kesan Peserta Terapi Qur’ani

(Depok) wahdahjakarta.com – Event Terapi Qurani yang sudah selesai pada Sabtu (10/11) mendapatkan kesan positif dari berbagai pihak. Ketua panitia acara ini, Ustadz Muhammad Kahar menilai acara ini berjalan seperti yang diharapkan.

“Acara terapi ruqyah dengan pembicara Syaikh Yunes Bin Sulaiman berasal dari Mekah berkebangsaan Yaman. Alhamdulillah banyak peserta yang datang kemudian sambutan DKM sangat mendukung acara itu”. ujarnya.

Peserta yang hadir mulai dari anak-anak sampai kakek-kakek , santriwati sampai ibu-ibu bahkan peserta dari luar kota (Yogyakarta dan Solo) ikut menghadiri kegiatan tersebut.

Para satpol PP yang sedang bertugas ternyata meluangkan waktunya untuk mengikuti acara tersebut. Suara Syaikh Yunes yang bergema di masjid sampai tembus ke luar masjid telah menarik perhatian mereka untuk hadir di acara tersebut,

DKM Masjid Baitul Kamal Balai Kota Depok, Bapak Rojali sangat mendukung acara ini. “Mudah-mudahan bisa lanjut bersinergi lagi”, tuturnya.

Selanjutnya ada testimoni dari Bapak Abdullah, salah seorang jemaah Masjid Baitul Kamal, tempat diadakannya acara ini mengaku tertarik dengan acara ini. “Pagi-pagi setelah sholat shubuh, saya sempat membaca pemflet kemudian saya mengikuti acara ini dan saya ingin ikut lagi karena acara ini bagus dan menarik dan bisa memahami materi dengan baik”. Katanya.

Ketua panitia event yang pertama kali diadakan ini, Ustadz Muhammad Kahar berencana kedepannya akan diadakan event seperti ini di beberapa kota untuk memenuhi harapan dari peserta.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar dan para peserta mendapatkan manfaat yang luar biasa dari materi yang disampaikan oleh Syaikh Yunes, sehingga mereka tau apa itu hakikat terapi qur’ani yang sangat dibutuhkan oleh kaum muslimin khususnya dan pada umumnya umat manusia baik dalam kondisi sehat maupun kondisi sakit. Ujar pembina acara, Ustadz Yudi Wahyudi kepada Tim Lazis Wahdah Jakarta. Rabu (14/11). (rsp)
————

Mari bersama tebarkan kepedulian:
Donasi Dakwah Quran Untuk PALU dan Indonesia bisa disalurkan melalui: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) No Rek.773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

Konfirmasi transfer WA/SMS ke 0811 9787 900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

🌹 Atas partisipasi dan sedekahnya kami ucapkan “Syukran wa Jazakumullahu Khairan” dan semoga Allah melipat gandakan pahala sedekah kita.

💌 LAZIS WAHDAH
” Melayani dan Memberdayakan”

#spiritquran
#pedulipalu

Berbagai Reaksi Peserta Saat Diterapi Qur’ani

Depok – QALS (Quranic Living Servis) mengadakan Seminar & Workshop Terapi Qur’ani yang bertempat di Masjid Baitul Kamal Balai Kota Depok, Sabtu (10/11). Acara yang disponsori oleh LAZIS Wahdah dan Mahad Bina Tahfidz Indonesia ini menghadirkan seorang pakar ruqyah yang berasal dari Mekah sebagai pematerinya, Syaikh Yunes Bin Sulaiman Hafidzahullah yang dipandu oleh Ustadz Nur Hasan Palogai, Lc sebagai penerjemahnya.

QALS sebagai penyelenggara acara ini, baru pertama kali mengadakannya. Event ini dihadiri seratus orang lebih. “Acara yang diikuti oleh 100 peserta lebih ini meskipun baru pertama kali dilaksanakan mendapatkan antusiasme dari para peserta. Banyak pertanyaan peserta yang belum sempat dijawab dari mulai yang menanyakan berbagai keluhan sampai pelatihan”. Ujar Ustadz Yudi Wahyudi selaku pembina acara ini kepada Tim Lazis Wahdah Jakarta.

Para peserta yang mengikuti sesi praktek terapi qur’ani

Para peserta yang mengikuti sesi praktek terapi qur’ani

“Para peserta yang mengikuti sesi praktek terapi qur’ani, mereka merasakan berbagai reaksi diantaranya ada yang mengantuk , ada yang merasa dibagian tubuhnya seperti ada yang bergerak-gerak, ada yang merasa pegal, pusing di bagian kepalanya atau dibagian tubuhnya, bahkan ada yang bereaksi muntah-muntah. Bahkan ada beberapa peserta bereaksi hebat, maka untuk itu panitia melakukan antisipasi dengan berusaha memegang kendali tubuh para peserta yang bereaksi hebat tersebut baik ikhwan maupun akhwat.”. Tambahnya.

Peserta ikhwan yang bereaksi hebat langsung ditangani oleh syaikh sampai kondisinya lebih stabil. Setelah dilakukan konsultasi dan dialog dengan peserta yang bersangkutan. Syaikh menyampaikan bahwa kemungkinan hal tersebut berasal dari gangguan sihir.

Peserta lainnya yang mendapat reaksi hebat saat diruqyah ada sekitar 20 orang lebih. Pembina acara tersebut, Ustadz Yudi Wahyudi menyarankan kepada mereka agar melakukan terapi lanjutan seperti terapi mandiri dan terapi herbal yang mendukung seperti minyak zaitun dan bidara, maupun diterapi oleh terapis ruqyah yang berkompeten atau bisa juga dengan mengikuti Event Terapi Qur’ani selanjutnya. (yd/rsp)
————–

“Sedekah Membangun Negeri”, Sedekah Anda untuk Program Dakwah, Program Tahfizh, Program Pendidikan, Program Kemandirian dan Program Wahdah Peduli

Layanan Sedekah: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

Layanan Zakat: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) 772 800 8002 an Lazis Wahdah Jakarta Zakat

Konfirmasi transfer WA/SMS ke: 0811 9787 900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

#SeribuQuranUntukNegeri
#MelayanidanMemberdayakan

LAZIS Wahdah Terus Berkontribusi Menjaga Amanah Ummat

LAZIS Wahdah Terus Berkontribusi Menjaga Amanah Ummat

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Perwakilan dari PT. Jaya Tatara Sejahtera, Wimal Hardiyana  menerima kunjungan Tim LAZIS Wahdah Jakarta, Rabu (7/11)  di Masjid Tarqiyah Telkomsel.

Kunjungan ini dalam rangka penyerahkan cendramata ucapan terima kasih dari LAZIS Wahdah kepada PT Jaya Tatara Sejahtera yang diwakili oleh Bapak Wimal atas donasi yang disalurkan melalui LAZIS Wahdah untuk warga yang terdampak gempa di Palu, Sigi, dan Donggala.

Wimal mengaku antusias dengan Program Program LAZIS Wahdah, ia berharap dengan bantuan yg disalurkan oleh LAZIS Wahdah ataupun lembaga lain bisa membantu saudara kita yg terkena musibah di Sulteng, dan ia berharap agar LAZIS Wahdah bisa menjadi pioneer dan terus berkontribusi menjaga ummat serta menjadi lembaga yang besar seperti lembaga lainnya.

“Yang saya harapkan di sini mudah-mudahan bantuan sedikit ini bisa membantu saudara-saudara kami di Palu yang mengalami bencana. Semoga bisa meringankan sedikit beban yang harus mereka terima. Saya percaya insya Allah, Tim LAZIS Wahdah bisa menunaikan amanah ini dengan tepat sasaran. Mudah-mudahan ini menjadi amal buat kami. Saya mewakili PT Jaya Tatara berharap semoga kedepannya kerjasama ini bisa terus dilanjutkan untuk penyaluran ZIS saya pribadi ataupun dari perusahaan”, ujar Bapak Wimal kepada Tim LAZIS Wahdah Jakarta. (Ismail)
————

Peduli Gempa Sulteng :
Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) No Rek. 499 900 9005 an Lazis Wahdah Peduli Negeri

Konfirmasi transfer WA/SMS ke 08119787900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

#SpiritQuran
#pedulinegeri

Alumni SMAN 159 Sungguminasa Salurkan Donasi Peduli Sulteng Melalui Lazis Wahdah

Alumni SMAN 159 Sungguminasa Salurkan Donasi Peduli Sulteng Melalui Lazis Wahdah

(Gowa) wahdahjakarta.com – Gempa bumi dan tsunami yang mengguncang Palu, Sigi, dan Donggala, Jumat (28/9/2018) lalu menyisakan kesedihan dan keprihatinan yang mendalam bagi para korban.

Sebagai wujud keprihatinan kepada warga terdampak bencana, Alumni SMAN 159 Sungguminasa, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan ikut terlibat membantu meringankan duka para korban dengan menyalurkan donasi lewat LAZIS Wahdah Islamiyah.

Hirsan Bachtiar Daeng Makkio selaku koordinator alumni menjelaskan, bantuan ini dihimpun dari sejumlah alumni dan siswa untuk kemudian dimanfaatkan dalam membantu korban bencana gempa dan tsunami.

“Kami para alumni merasakan duka yang sedang dialami oleh saudara kami di sana. Mudah-mudahan bantuan ini sedikit meringankan beban mereka,” harapnya.

Total bantuan yang diberikan senilai Rp. 2.850.000,- rupiah ini akan disalurkan lewat posko-posko Wahdah Islamiyah di Sulawesi Tengah.

“Kami percaya LAZIS Wahdah bisa menyalurkannya dengan tepat sasaran,” pungkasnya.

“Sedekah Membangun Negeri”, Sedekah Anda untuk Program Dakwah, Program Tahfizh, Program Pendidikan, Program Kemandirian dan Program Wahdah Peduli

Sumber dari : laziswahdahislamiyah

Layanan Sedekah: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

Layanan Zakat: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) 772 800 8002 an Lazis Wahdah Jakarta Zakat

Konfirmasi transfer/Layanan Jemput Donasi: 0811 9787 900 (call/wa/sms)

#melayanidanmemberdayakan

#spiritalqur’an

Kursi Roda untuk Fahri, Korban Gempa yang Kehilangan Kaki dan Kedua Orangtuanya

Kursi Roda untuk Fahri, Korban Gempa yang Kehilangan Kaki dan Kedua Orangtuanya

Kursi Roda untuk Fahri, Korban Gempa yang Kehilangan Kaki dan Kedua Orangtuanya

(Palu) wahdahjakarta.com — Gempa besar dengan magnitudo 7,7 SR yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) lalu, yang diikuti dengan tsunami meninggalkan kisah yang mengharukan.

Salah satunya Fahri (11, korban gempa yang harus kehilangan kaki kanannya akibat tertimpa bangunan dan likuifaksi saat gempa. Kaki Fahri terpaksa diamputasi karena kondisinya yang sudah parah.

Fahri merupakan warga Perumnas Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Perumnas Balaroa kelas lima. Akibat kejadian ini, selain kakinya, ia juga harus kehilangan kedua orangtuanya dan salah seorang adiknya.

Saat  ditemui relawan LAZIS Wahdah Fahri tak banyak bicara. Menurut keterangan bibinya bernama Indah (33), Fahri masih mengalami trauma sehingga sangat sulit diajak berkomunikasi.

“Apalagi kakinya diamputasi. Traumanya bertambah,” ujar Indah, Rabu (14/11).

Indah, kepada relawan ia berkisah, saat gempa terjadi, suasana memang sudah agak gelap. Keluarga Fahri, ayah, ibu dan saudara-saudaranya hendak ke Masjid untuk sholat berjamaah. Belum sempat keluar dari rumah, gempa mengguncang Balaroa. Tubuh Fahri terpental. Ia berusaha untuk lari sekuat tenaga. Kakinya terjepit. Ia mengerang kesakitan.

“Fahri sempat bertakbir sambil memegangi kakinya yang terjepit. Sementara ibunya juga terbanting dan rumah sudah ikut tenggelam,” ujar Indah.

Tepat pukul 10, ibu Fahri meninggal dunia. Sementara sang adik baru ditemukan beberapa jam setelahnya. Mereka berdua dikebumikan Sabtu pagi.

“Ibu Fahri sebelum meninggal sempat bersyahadat. Sayang, ayah Fahri masih hilang sampai sekarang,” jelasnya.

Kondisi Fahri saat ini masih kurang baik. Ia sangat sulit diajak berkomunikasi. Hanya bisa menangis saat terus-terusan ditanya tentang kronologi kejadian tersebut. Fahri mendapatkan bantuan kursi roda dari LAZIS Wahdah sebagai bentuk kepeduliaan relawan atas musibah yang menimpa Fahri.

“Mudah-mudahan bisa membantu dan kami doakan kepada keluarga Fahri, dan semua korban terdampak agar bisa bersabar,” pungkas Abu Umar, relawan LAZIS Wahdah saat berkunjung ke kediaman Fahri []

LAZIS Wahdah Dukung Program Perbaikan Ekonomi NTB

(Mataram) wahdahjakarta.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat koordinasi bersama organisasi non pemerintah atau NGO (Non-govermental Organization) di Kantor Gubernur NTB, Mataram pada Selasa (13/11/2018).

Dalam rakor ini dibahas rencana program perbaikan ekonomi masyarakat NTB pasca gempa. Turut hadir Wakil Gubernur Provinsi NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi dan Perwakilan Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Khairul Mansyur.

“Kita di NTB sudah komitmen untuk membantu warga. Bersama dengan teman-teman NGO naungan FOZ, LAZIS Wahdah akan mendukung program penguraian kemiskinan pasca gempa,” ujar Nu’man, perwakilan relawan LAZIS Wahdah, Selasa (13/11/2018).

LAZIS Wahdah akan melakukan penguatan SDM dengan review kembali program-program pendidikan yang memungkinkan untuk diselenggarakan. Termasuk memberdayakan sumber daya yang ada untuk menumbuh kembangkan perekonomian warga terdampak gempa.

Disamping itu, pemberdayaan ekonomi untuk menumbuhkan gimik-gimik usaha ekonomi yang ada di masyarakat baik dari aspek penyertaan modal perbaikan produk maupun pembukaan jaringan pasar yang tersedia di dalam maupun luar negeri.

“Kami akan membuat rancangan jangka panjang untuk menetapkan program ekonomi yang cocok untuk dikembangkan,” lanjutnya.

Wakil Gubernur berharap kepada semua NGO agar tetap mengawal program ini selama 5 tahun kedepan.

“Kita perlu rekonstruksi di segala bidang, utamanya perbaikan ekonomi warga,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, tidak hanya kerusakan pada struktur bangunan dan fasilitas umum lainnya yang diakibatkan oleh gempa, akan tetapi, pasca gempa tersebut sejumlah masalah baru bermunculan. Salah satunya potensi peningkatan kemiskinan dan pengangguran.

“Tak ada kata mundur untuk Lombok. Kita usahakan semua yang kita punya disamping berdoa kepada Allah, juga penting kita lakukan,” jelas ustadz Nu’man. []

 Lazis Wahdah Salurkan 60 Unit Meja Belajar Untuk Sekolah Darurat di Palu

Penyerahan 60 unitb fasilitas belajar untuk Sekiolah darurat palu. Penyerahan dari Lazis Wahdah kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu

Palu (wahdahjakarta.com) Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Wahdah Islamiyah (Lazis Wahdah) terus memberikan pelayanan korban gempa Palu dan sekitarnya.

Pada Senin (12/11/2018) Relawan Lazis Wahdah menyalurkan bantuan berupa fasilitas belajar kepada siswa Sekolah Dasar Inpres 2 Lere, Jalan Asam 3 Palu.

Bantuan sejumlah 60 unit diterima Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Palu Ansyar Sutiadi, kemudian diserahkan langsung di sekolah darurat tersebut.

Ansyar Sutiadi mengapresiasi bantuan itu dengan menyebut bahwa dengan batuan tersebut, semangat anak-anak dalam belajar semakin meningkat.

“Seluruh anak-anak Indonesia tanpa terkecuali harus mendapatkan kesempatan pelayanan pendidikan yang layak, termasuk merea yang terdampak bencana. Dengan bantuan ini, semoga akan meningkatkan semangat anak-anak dalam belajar,” ujar Ansyar.

Sekolah darurat  SD Inpres 2 Lere dibangun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sekolah darurat  berupa bangunan semi permanen yang terbuat dari bambu ini  baru dimanfaatkan 14 hari.

Hafid, salah satu murid kelas VI SD negeri 2 lere mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan ini. Anak  usia 12 tahun yang bercita-cita menjadi  dokter ini, bertutur bahwa selama 14 hari, dirinya kesulitan karena harus menulis tanpa meja. Kini dia bisa kembali menulis di atas meja untuk kelanjutan pendidikannya.

“Terima kasih kepada relawan yang telah membantu saya,” tuturnya.

Berdasarkan data Sekretariat Satuan Pendidikan Aman Bencana per 16 Oktober 2018, ada 1.185 sekolah, 177.166 peserta didik serta 12.410 guru di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong yang terdampak langsung bencana. Dari jumlah itu, sebagian besar sekolah tutup karena bangunannya ambruk. Sehingga dengan adanya Sekolah Darurat ini untuk sementara waktu bisa dimanfaatkan sembari menunggu perbaikan dan bantuan pemerintah selanjutnya. [sym]

Keceriaan Anak-Anak Korban Gempa Ikuti Lomba Keagamaan di Sekolah Darurat

Peserta lomba halafan Al-Qur’an yang digelar Sekolah Darurat Wahdah Islamiyah, Palu

(Palu) wahdahjakarta.com – Sekolah Darurat Wahdah Islamiyah di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatangga kota Palu menggelar aneka lomba keagamaan untuk anak-anak korban gempa Palu Sulawesi Tengah, Kamis (8/11/2018) lalu.

Lomba Puzzle huruf Hijaiyah

Menurut panitia Lomba Reski , lomba ini bermasud memberikan pelayanan terhadap penyintas gempa dan tsunami dalam bentuk kegiatan Trauma Healing. Terutama bagi anak-anak terdampak gempa dengan cara mengikutsertakan mereka dalam kegiatan lomba seperti lomba hafaan al-Qur’an, adzan, dan lomba puzzle huruf hijaiyah.

“Anak-anak membutuhkan sarana hiburan yang positif dan mendidik di tengah keprihatinan musibah gempa yang melanda mereka”, kata Reski dalam pesan WhatssApp yang dikirimkannya.

“Lomba puzzle huruf Hijaiyah kategori iqro putra berjumlah 8 orang dan kategori iqro putri berjumlah 17 orang. Jumlah peserta lomba azan kategori al-Qur’an putra berjumlah 6 orang dan jumlah peserta kategori iqro 6 orang,” tambahnya.

Lomba Adzan

Hujan lebat sempat mengguyur lokasi lomba. Kendati demikian, antusiasme anak-anak dalam mengikuti lomba sangat tinggi.

“Kita sangat berterima kasih kepada LAZIS Wahdah dan para donatur atas bantuan yang luar biasa kepada kami dan masyarakat di Palu yang terus mengakir ini”, katanya. []

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #pedulinegeri #peduligempasulteng #gempadonggala

#gempapalu #pasukanhijau

#wahdahpeduli