FOZ Gelar  Seminar Pemberdayaan Ekonomi Melalui Zakat dan Wakaf

FOZ Gelar Seminar Pemberdayaan Ekonomi Melalui Zakat dan Wakaf

(Jakarta) wahdahjakarta.com — Forum Zakat (FOZ)  Wilayah Jakarta mengadakan Seminar Pemberdayaan Ekonomi Ummat Berbasis Zakat dan Wakaf di Gedung Indosat Oreedo, Lt 4, Jl. Medan Merdeka Barat, No.21 Jakarta Pusat,  pada Sabtu (27/10/2018).

Acara ini diikuti oleh sejumlah Lembaga Amil Zakat di Jabodetabek serta beberapa DKM dan yayasan sosial termasuk didalamnya LAZIS Wahdah.

Hadir sebagai narasumber para pakar dan praktisi  yang berkompeten di bidangnya seperti Bambang Suherman (Ketua FOZNAS), Bambang Hikmawan (Praktisi Ekonomi Syariah), dan Iwan Fuad (Komisioner BWI).

Intisari  dari materi seminar yang disampaikan adalah membangun sinergi sesama lembaga amil yang ada di Indonesia dalam bekerja bersama-sama mengembangkan ekonomi ummat berbasis zakat dan wakaf untuk memulihkan perekonomian, memberdayakan mustahiq melalui wakaf produktif, serta bagaimana menghindari riba.

“Jika riba meningkat maka jual beli akan mati. Melalui zakat, infaq, sedekah, dan wakaf yang disalurkan ke mustahik dalam bentuk program berarti kita menghidupkan perekonomian” . Ujar Bambang Hikmawan dalam penyampaian materinya. [rsp].

——

Peduli Gempa Sulteng:

Bank Syariah Mandiri (kode bank:451) 499 900 9005 an Lazis Wahdah Peduli Negeri

Markaz Qur’an Wahdah (Layanan Qur’an Untuk Dhuafa):

Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

Konfirmasi transfer WA/SMS: 0811 9787 900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

#bersatuuntuksulteng

#SpiritPeduliPaluDonggala

Relawan Wahdah Peduli Terjebak Longsor, Ini Kronologisnya

Antar bantuan ke Lindu Sigi, Relawan Wahdah Terjebak Longsor

Kondisi jalan menuju Lindu Kab. Sigi saat relawan Lazis Wahdah mengantar bantuan beberaa hari lalu.

(Sigi) wahdahjakarta.com- Tujuh personil  Relawan Wahdah Peduli dikabarkan terjebak longsor di sekitar danau Lindu, kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (20/10/2018) petang.

“Iya, ada  7 orang yang terjebak,” ujar Wakil Koordinator Umum Relawan Wahdah Islamiyah, ustadz Abdurrahim saat dikonfirmasi via pesan Whatsapp, Ahad (21/10).

Menurut ustadz Abdurrahim, ketujuh relawan awalnya hendak mengantarkan bantuan dan melakukan trauma healing kepada warga terdampak gempa di kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi.  Mereka berpencar menjadi dua kelompok kecil.

“Ada 3 orang  yang duluan naik  dan 4 orang masih di bawah bersama dengan kendaraan, longsor terjadi di dua tempat sehingga yang di bawa tidak bisa naik dan pulang,” imbuhnya.

Berikut kronologis terjebaknya relawan yang dijuluki Pasukan Hijau ini, sebagaimana dikutip dari Fan Page Lazis Wahdah, Senin (22/10/2018).

Pada hari Sabtu (20/10/2018) siang sekira pukul 14.00 para relawan Wahdah Peduli bertolak dari posko induk di Tinggede membawa sejumlah bantuan logistik menuju Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah.

Setelah sampai di desa Sudonta para relawan dijemput oleh masyarakat Lindu dengan sepeda motor. Sekitar sepuluh motor yang akan membawa  7 personil relawan LAZIS Wahdah  dan ada pula relawan dari lembaga lain sekitar 10 orang.

Menjelang magrib relawan  bertolak ke Kec. Lindu dengan menggunakan motor setelah sebelumnya di jalan ada satu unit motor yang mogok, sehingga yang lain mesti menunggu. Namun ada dua motor yang di gunakan relawan Wahdah Peduli tetap melanjutkan perjalanan. Setelah motor diperbaiki mereka kembali melanjutkan perjalanan dalam keadaan diguyur hujan deras.

Dalam perjalanan relawan terjebak dengan longsor. Akhirnya  berhenti dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Setelah berembuk diputuskan kembali ke bawah bersama relawan dari lembaga lain. Keadaan 3 relawan yang melanjutkan perjalanan pun tidak diketahui karena tidak ada signal dan hujan lebat.

Kondisi Jalan menuju Lindu beberapa hari sebelumnya

Namun dalam perjalanan pulang terjebak oleh 3 tempat longsor yang sangat menyulitkan mberjalan .

Alhamdulillah relawan sampai di desa Sidonta dengan selamat. Mereka mendapatkan pelayanan masyarakat mulai dari pakaian, baju dan sarung. Pada hari Ahad (21/10/2018)  pai relawan tidak bisa kemana-mana, karena akses jalan pulang ke Palu juga terdampak longsor. Longsor menimbun jalanan sepanjang 5 kilometer. Tanah yang menutup jalan ini hanya dapat dibersihkan  dengan. Akhirnya  relawan kembali berembuk dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Kec. Lindu karena mendapatkan kabar selalu ada helikopter yang mengantar logistik.

Para relawan dibonceng oleh masyarakat dengan sepeda motor.  Setiap  menemui tanah longsoran yang sulit dilalui motor mereka terlebih dahulu membuka akses jalan denga menggunakan cangkul. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan. Begitu  seterusnya hingga akhirnya mereka sampai di Kec. Lindu. Relawan berkumpul di rumah keluarga salah seorang kader Wahdah Islamiyah yang memberikan informasi dan petunjuk ke Kec. Lindu.

Tim Wahdah Peduli melalui Ustadz Muhammad Ikhwan berkordinasi dan meminta bantuan beberapa pihak. Alhamdulillah pagi ini (22/10/2018) setelah berkomunikasi dengan Mayor Lubis Uma maka relawan Wahdah Islamiyah di Lindu akan dijemput dengan helicopter Puma milik TNI.

Sumber:  Fan Page Lazis Wahdah

Bersama Lazis Wahdah Bangun Kembali Palu, Sigi, dan Donggala

Bersama Lazis Wahdah Bangun Kembali Palu, Sigi, dan Donggala

Bersama Lazis Wahdah Bangun Kembali Palu, Sigi, dan Donggala

 

Bencana  gempabumi, tsunami dan likuifaksi yang melanda 4 daerah di Sulawesi Tengah yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong menimbulkan dampak yang luar biasa.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dampak bencana hingga Ahad (21/10/2018) pukul 13.00 WIB, tercatat 2.256 orang meninggal dunia. Sebarannya di Kota Palu 1.703 orang meninggal dunia, Donggala 171 orang, Sigi 366 orang, Parigi Moutong 15 orang dan Pasangkayu 1 orang.  Semua korban sudah dimakamkan.  Sebanyak 1.309 orang hilang, 4.612 orang luka-luka dan 223.751 orang mengungsi di 122 titik.

Banyak bangunan dan infrastruktur yang hancur akibat bencana. Kerusakan meliputi 68.451 unit rumah, 327 unit rumah ibadah, 265 unit sekolah, perkantoran 78 unit, toko 362 unit, jalan 168 titik retak, jembatan 7 unit dan sebagainya. Data tersebut adalah data sementara, yang akan bertambah seiring pendataan yang terus dilakukan.

Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB terus melakukan pendataan dan melakukan kaji cepat untuk menghitung dampak bencana. Hasil perhitungan sementara terhadap kerugian dan kerusakan akibat bencana berdasarkan data per 20/10/2018, mencapai lebih dari 13,82 trilyun rupiah. Diperkirakan dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana ini akan bertambah, mengingat data yang digunakan adalah data sementara.

Dari Rp 13,82 trilyun dampak ekonomi akibat bencana tersebut, kerugian mencapai Rp 1,99 trilyun dan kerusakan mencapai Rp 11,83 trilyun. Dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana ini meliputi 5 sektor pembangunan yaitu kerugian dan kerusakan di sektor permukiman mencapai Rp 7,95 trilyun, sektor infrastruktur Rp 701,8 milyar, sektor ekonomi produktif Rp 1,66 trilyun, sektor  sosial Rp 3,13 tilyun, dan lintas sektor mencapai Rp 378 milyar.

Dampak kerugian dan kerusakan di sektor permukiman adalah paling besar karena luas dan masifnya dampak bencana. Hampir sepanjang pantai di Teluk Palu bangunan rata tanah dan rusak berat. Terjangan tsunami dengan ketinggian antara 2,2 hingga 11,3 meter dengan landaan terjauh mencapai hampir 0,5 km telah menghancurkan permukiman disana. Begitu juga adanya amblesan dan pengangkatan permukiman di Balaroa. Likuifaksi yang menenggelamkan permukiman di Petobo, Jono Oge dan Sibalaya telah menyebabkan ribuan rumah hilang.

Berdasarkan sebaran wilayah, maka kerugian dan kerusakan di Kota Palu mencapai Rp 7,63 trilyun, Kabupaten Sigi Rp 4,29 trilyun, Donggala Rp 1,61 trilyun dan Parigi Moutong mencapai Rp 393 milyar. Perhitungan kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana belum dilakukan perhitungan.

Sumber: Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Ahad (21/10/2018)


Mari Bersama Kami, Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Wahdah Islamiyah (Lazis Wahdah)Bangun Kembali Palu, Sigi, dan Donggala

Program LAZIS Wahdah untuk Warga Terdampak Gempa SulTeng

1.Pembangunan Shelter (Hunian Sementara)

  1. Pembangunan Masjid
  2. Pembangunan Sekolah Semetara
  3. Pembangunan Sarana MCK
  4. Dapur Umum
  5. Layanan Medis
  6. Paket Sembako
  7. Paket Tikar, Sarung dan Selimut
  8. Hygiens Kit
  9. Dakwah dan Trauma Healing

 

💰 Ayo bantu saudara-saudara kita yang terkena dampak Gempa Sulteng. Donasi bisa disalurkan melalui melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri.

 

📚 Catatan

  1. Demi amanah dan kedisiplinan pencatatan maka diharapkan menambah jumlah nominal 600 setiap transferan. Contoh Rp 500.600,-
  2. Konfirmasi Transfer melalui WA/SMS ke +6285315900900, ketik : PGS/Nama/Alamat/Jumlah Donasi beserta photo bukti transferan.

 

🌹 Atas partisipasi dan sedekahnya kami ucapkan “Syukran wa Jazakumullahu Khairan” dan semoga Allah melipat gandakan pahala sedekah kita.

 

💌 LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”

 

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #pedulinegeri #peduligempasulteng #gempadonggala

#gempapalu #pasukanhijau

#wahdahpeduli

Relawan Pasukan Hijau, Bekerja Tak Kenal Lelah

Relawan Pasukan Hijau Wahdah Islamiyah

Relawan Pasukan Hijau Wahdah Islamiyah sedang bongkar muat bahan pangan yang siap ddistribusikan kepada pengungsi.

Sejak saudara-saudara kami  di Palu, Donggala, dan Sigi diguncang gempa dan diamuk tsunami, Jum’at (29/09/2018) lalu,  sejak itupula namamu “Pasukan Hijau” semakin tenar. Ketenaran yang kalian tidak cari, tetapi konsekwensi dari aksi kerja-kerja kalian.

Banyak yang ingin terjun sebagai relawan, tapi tidak semua diizinkan. Banyak yang terlibat tapi tidak semua terabadikan.

Kalian “Pasukan Hijau” memang relawan sejati

Diantara kalian ada yang cuti dari amanah besarnya. Ada  yang memendam rindu kepada keluarganya karena jauh dan lamanya berpisah. Makan dan minum seadanya, tidur beralaskan  ala kadarnya , peralatan  yang serba terbatas. Namun Allah  memudahkan segalanya.

Panas terik matahari tidak engkau hiraukan. Dinginnya  malam yang menembus melelapkan tidurmu. Tanah  longsor yang menjebakmu  tidak memudarkan semangatmu.

Karena ukhuwah kalian tekuni pekerjaan ini.  Karena  cinta kalian memabntu dan melayani sepenuh hati. Karena  tanggung jawab kalian tidak lari. Karena  Islam kalian mencintai.

Warga Terdampak Gempa Palu Kami Berterima Kasih Kepada Wahdah

Lelahmu, pahalahmu sungguh mengalahkan kami.

Padamu kami belajar kerja keras. Dari kinerjamu kami belajar kerja cerdas. Dari ceritamu kami belajar kerja ikhlas.

Relawan sejati mengajarkan ukhuwah tak bertepi.

Selamat berjuang !

(Ibnu Sakka/sym )

Sejumlah Kampus di Palu Rusak Parah Akibat Gempa dan Tsunami Palu

Sejumlah Kampus di Palu Rusak Parah Akibat Gempa dan Tsunami Palu

Rektorat Institut Agama Islam Negri (IAIN) Palu sehari pasca gempa dan tsunami Palu.

Pasca gempa dan tsunami Palu, perkuliahan di Universitas Tadulako diberhentikan sementara. Meski demikian, mahasiswa Untad tetap bisa mengikuti kuliah dalam program sit in di beberapa kampus di Indonesia yang menyatakan kesediaannya untuk membantu.

(PALU) Wahdahjakarta.com – Hari kedua dan ketiga di Palu, Forjim Solidarity dan Tim Media Lazis Wahdah menyambangi tiga kampus yang menjadi ikon pendidikan di Palu, yakni Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismu), Kampus Universitas Al-Khairat, dan kampus Universitas Tadulako (Untad).

Kampus IAIN Palu yang berada di tepi Pantai Talise, tepatnya di Jl Diponegoro No23, Lere, Palu, Sulawesi Tengah, termasuk kampus yang terkena gelombang tsunami.  Kondisinya terbilang parah dan menyedihkan. Saat memasuki kampus, terlihat lumpur tebal dan genangan air di seluruh area kampus.

Bangunan kuliah hingga rektorat rusak terendam lumpur. Begitu juga dengan mobil yang terparkir di pekarangan kampus tampak ringsek.  Hingga saat ini, belajar mengajar di kampus IAIN Palu diliburkan. Belum bisa dipastikan kapan mahasiswa kembali ke kampus, mengingat area kampus masih tergenang air dan lumpur.

Sejumlah Kampus di Palu Rusak Parah Akibat Gempa dan Tsunami Palu

Salah satu ruangan IAIN Palu yang rusak akibat gempa dan tsunami Palu. Photo diambil sehari setelah gempa Palu, Sabtu (30/09/2018).

Selain kampus IAIN, gempa Palu juga menimpa kampus Universitas Tadulako (Untad). Sebagian besar kondisi bangunannya retak-retak dan tak sedkit yang roboh.

Menurut Muhammad Khairil Al Fath, salah satu mahasiswa Untad, ia mendengar informasi dari teman-teman kuliahnya, bahwa dua mahasiswa yang meninggal dunia akibat gempa Palu. Satu laki-laki, dan satu perempuan. Juga dikabarkan ada beberapa mahasiswi yang dinyatakan hilang, belum diketahui keberadaannya.

“Saya mendengar, mahasiwa yang meninggal itu tertimpa runtuhan bangunan. Nyawanya tak tertolong, ketika hendak dievakuasi. Saat mau ditolong, mahasiswa itu menolak untuk dipotong salah satu tangannya, hingga menghembuskan nafasnya yang terakhir,” kata Khairil.

Adapun perempuan yang meninggal adalah mahasiswi bercadar. Ketika ditemui, perempuan itu terlihat utuh tubuhnya dan tetap terbalut dengan busana muslimahnya. Namun Khairil belum mengetahui nama kedua mahasiswa yang meninggal tersebut.

Pasca gempa dan tsunami Palu, perkuliahan di Universitas Tadulako diberhentikan sementara. Meski demikian, mahasiswa Untad tetap bisa mengikuti kuliah dalam program sit in di beberapa kampus di Indonesia yang menyatakan kesediaannya untuk membantu. Kabarmya, pada 5 November 2018, mahasiswa akan kembali kuliah.

Dalam kesempatan itu, forjim solidarity dan tim media Laznas Wahdah juga menyambangi Universitas Muhammadiyah (Unismu) Palu. Hanya satu gedung serba guna (arena olahraga) yang roboh akibat gempa. Sedangkan Gedung kampus Universitas Al Khairat tidak mengalami kerusakan yang berarti. Namun kampusnya dijadikan sebagai posko pengungsian. (des/sym)

Tim SAR  Mulai Bersihkan Puing Reruntuhan di Balaroa

Tim SAR Wahdah Islamiyah

 

(PALU) wahdahjakarta.com – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memang telah menghentikan evakuasi jenazah akibat gempa dan tsunami di Palu pada 11 Oktober lalu. Meski demikian, Tim SAR Wahdah Islamiyah tetap melanjutkan aktivitas di perumahan Balaroa, namun bukan lagi evakuasi jenazah, melainkan membersihkan puing-puing reruntuhan rumah warga akibat gempa.

Usai apel pagi, Rabu (17/10/2018), Tim SAR Lazis Wahdah langsung bergerak menuju Balaroa. Aksi bersih-bersih dimulai di kediaman Suardi, salah seorang warga yang rumahnya hancur lebur akibat gempa, tepatnya di Jl. Kamboja. Tampak sekelilingnya puing-puing reruntuhan dan genangan air di tempatnya tinggal.

Pak Suardi sedkit bercerita, ketika bencana gempa terjadi, ia menjebol pintu rumahnya yang telah roboh. Alhamdulillah, istri dan anak-anaknya berhasil lolos dari maut dan berlari ke tempat yang lebih tinggi. “Sebelum gempa terjadi, di depan rumah saya ada pohon jambu yang biasa kami kami panjati,” ujarnya mengenang.

Ustadz Mustafa selaku Koordinator Tim SAR, meminta tim relawan agar tetap berhati-hati. Utamakan keselamatan dengan menggunakan helm dan sarung tangan.

Selain membersihkan reruntuhan, tim SAR Wahdah juga membantu warga menyelamatkan harta benda yang tertimbun dan tergenang air.

“Hari ini, Tim SAR Lazis Wahdah mengevakuasi sepeda motor relawan kami yang menjadi korban gempa. Ia ingin motornya dievakuasi, meski kondisinya rusak parah. Atau mungkin ia ingin menjadikan motornya sebagai kenang-kenangan,” kata Ustadz Abu Umar selaku koordinator lapangan Relawan Wahdah Islamiyah.[des]

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #pedulinegeri #peduligempasulteng #gempadonggala

#gempapalu #pasukanhijau

#wahdahpeduli

Tolong Menolong Dalam Kebaikan

Tolong Menolong dalam Kebaikan

Tolong Menolong Dalam Kebaikan

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya (QS. Al-Mâidah/5:2)

Dalam ayat ini Allah memerintahkan untuk saling tolong menolong dalam kebajikan dan taqwa.

Maksudnya Menurut Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di dalam Taisir karimir Rahman fi  Tafsir Kalamil Mannan adalah;

“Hendaknya kalian saling menolong satu sama lain dalam kebajikan (al-birr). Yakni segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah, berupa amalan yang nampak maupun tersembunyi, merupakan hak Allah maupun hak sesama manusia”.

Sedangkan taqwa yang dimaksud dalam ayat di atas masih menurut Syekh As Sa’di adalah, “Meninggalkan segala sesuatu yang dibenci Allah dan RasulNya, berupa perbuatan yang nampak maupun yang tersembunyi”.

Oleh karena itu, lanjut As Sa’di,

“Segala kebaikan yang diperintahkan syariat untuk mengerjakannya, atau segala keburujan yang diperintahkan syariat untuk meninggalkannya, maka wajib melakukannya, dan wajib pula kepada setiap orang beriman saling bekerjasama dan tolong menolong dalam melakukannya”.

Jadi kebajikan dan taqwa yang wajib dilakukan secara bersama dalam bingkai “ta’awun” atau saling tolong menolong dan kerjasama adalah mencakup segala aspek yang dicintai, diridhai, dan diperuntahkan Allah. Baik yang menyangkut hak Allah maupun hak sesama manusia.


“Sedekah Membangun Negeri”, Sedekah Anda untuk Program Dakwah, Program Tahfizh, Program Pendidikan, Program Kemandirian dan Program Wahdah Peduli

📲 Layanan Jemput Donasi: 0811 9787 900 (call/wa/sms)

📻 Info Kegiatan & Program LAZIS Wahdah, kunjungi:

👉🏻Web : www.laziswahdah.com

👉🏻Fanspage :https://tinyurl.com/y7yvbmjx

👉🏻Twitter:https://goo.gl/ikdpAq

👉🏻Instagram:https://goo.gl/dy7jsL

👉🏻Telegram:https://goo.gl/bgSE5h

👉🏻Youtube:https://goo.gl/PNgXVa

📺 Media Partner

Web WI: www.wahdah.or.id

Wahdah TV: https://www.facebook.com/wahdahtv/

Radio Makkah AM 954 KHz

💌 LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”

Unik, Bayi Pengungsi Palu Ini Diberi Nama Muslimah Wahdah

Unik, Bayi Pengungsi Palu Ini Diberi Nama Muslimah Wahdah

(Makassar) Wahdahjakarta.com– Di balik duka musibah Palu, terpancar kebahagiaan tersendiri bagi keluarga Ibu Jamila, salah satu pengungsi Palu di Posko Muslimah Wahdah (MW). Hadiah terindah di balik musibah yang menimpanya. Tepatnya  10 Oktober 2018, Pagi hari di Puskesmas Batua Kota Makassar, lahirlah seorang bayi anak ke empat dengan perjuangan yang tidak mudah.

Selasa (16/10/2018) bayi ini diakikah di Posko Pengungsian Muslimah Wahdah Jalan Abubakar Lambogo No. 111 Makassar.

Yang unik, bayi ini  riberi nama Muslimah Wahdah. Mengenai alasan  pemberian nama Muslimah Wahdah untuk bayi perempuannya ini,  Ibu Jamila mengungkapkan alasan menamainya Muslimah Wahdah karena tersimpan banyak kenangan di posko pengungsian Muslimah Wahdah.

“Mereka Tim Muslimah Wahdah Peduli ini terus dan terus mengurusi saya dari awal kedatangan di Asrama Haji Sudiang, proses kelahiran hingga acara akikah ini, setiap saat mereka ada untuk keluarga saya. Sampai  saya berfikir apakah mereka ini tidak  punya kerjaan selain saya diurusi. Kenangan terdalam, terindah dan sangat tak bisa terlupakan,” ungkap ibu muda berusia 33 tahun ini.

Dan tentunya paling utama,tambahnya, bahwa saya berharap agar kelak anakku bisa menjadi anak yang sholehah dan baik, seperti ummi-umminya para Tim Muslimah Wahdah Peduli di posko ini, yang telah banyak membantu kami

Dibalik musibah  ada hikmah di baliknya. Sebagai bahan pembelajaran untuk bisa menjadi orang yang lebih baik.

“Dari kejadian ini saya masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk bertaubat menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya, “tutupnya.

Unik, Bayi Pengungsi Palu Ini Diberi Nama Muslimah Wahdah

Jamila, Ibu dari bayi “Muslimah Wahdah” bersama pengurus Muslimah Wahdah (MW), Selasa (16/10/2018)

Menurut Ketua Departemen Sosial Muslimah Wahdah Islamiyah Ustadzah Herlinda, sejak ada informasi bahwa ribuan korban gempa mengungsi ke Makassar, maka kami segera bentuk tim relawan muslimah dan kordinasikan dengan cabang wahdah di makassar untuk memantau titik titik pengungsian

“Alhamdulillah tim awal kemarin meninjau lokasi pengungsian di Asrama Haji, melihat banyaknya pengungsi yang datang, tim akhirnya buka  15 titik pengungsian untuk menampung korban di 14 Kecamatan di Makassar,sampai akhirnya dibuka 100 titik pengungsian, jelas Ustadzah yang biasa disapa Ummu Iffah ini.

Terkhusus untuk kondisi Ibu Jamila,tambah Ummu Iffah, waktu itu relawan yang diterjunkan di Asrama haji, setelah kordinasi dengan pihak pemerintah, melihat Ibu Jamila dalam kondisi hamil tua, tim berinisiatif memindahkan perawatan ke tempat yang lebih kondusif sampai melahirkan.

“Tim Relawan Muslimah Wahdah diberi tugas khusus mengawal ibu Jamila sampai melahirkan, relawan muslimah diatur secara bergiliran melakukan pelayanan, ” tambahnya. [sym]

Laporan:Nisa (Tim Infokom Muslimah Wahdah Islamiyah)

Warga Terdampak Gempa Palu: Kami Berterima Kasih Kepada Wahdah

Warga Terdampak Gempa Palu Kami Berterima Kasih Kepada Wahdah

TIm Relawan Wahdah Islamiyah Menyalurkan Bantuan kepada Para Pengungsi Korban Gempa Sulawesi Tengah

(Sigi) wahdahjakarta.com — Ikhtiar untuk membantu, meringankan duka saudara sebangsa terdampak gempa di Sulawesi Tengah tidak mengenal kata berhenti.

Memasuki pekan ketiga fase emergency, LAZIS Wahdah terus berupaya meningkatkan pelayanan dan memaksimalkan proses pendistribusian logistik untuk wilayah-wilayah terdampak.

Kemarin, Senin (15/10) dengan menjalin kerjasama Masjid Iktikaf ZB Kelantan Malaysia, paket 300 sembako dibagikan kepada 300 pengungsi di Tinggede, Kab. Sigi, Sulawesi Tengah.

Sebelum warga mengantri seperti biasa, wejangan tausyiah keislaman dihadirkan untuk memberikan kesan hikmah kepada sejumlah pengungsi yang hadir. Beberapa warga tampak haru.

“Kami sangat berterima kasih kepada Wahdah. Dari awal kedatangan hingga hari ini mereka senantiasa menyambut kami dengan antusias,” ucap salah seorang warga terdampak gempa Palu.

Palu, Sigi, dan Donggala masih teramat membutuhkan kita. Maka jangan surutkan antusias kita dalam membantu. Jangan turunkan layar ekspedisi kemanusiaan. Tetaplah bantu mereka hingga lukanya hilang semuanya.

Donasi peduli gempa “Sulawesi Tengah” bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (451): 499 900 900 5 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri dan Konfirmasi transfer ke 085315900900. Link donasi: http://bit.ly/donaturlaziswahdah. []

Pemda Wajo Salurkan Bantuan Melalui Wahdah Islamiyah

Pemda Wajo Salurkan Bantuan Melalui Lazis Wahdah

Pemda Wajo Berkunjung ke Posko Lazis Wahdah untuk Salurkan Bantuan kepada Korban Gempa Sulteng

 

(Sigi) wahdahjakarta.com- Pemerintah Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, melalui Aipda Fahmi mengunjungi posko induk Lazis Wahdah Islamiyah di Jln. Rappolinja, Tinggede, Kabupaten Sigi, Jumat (12/10) lalu.

Dalam kunjungannya, sejumlah bantuan logistik berbagai jenis disalurkan melalui perwakilan relawan.

“Saya datang ke sini memang sengaja. Saya tahu betul Wahdah. Penyalurannya sangat amanah,” ucap Babin Polsek Wajo ini.

Kepada relawan ia mengaku bahwa rombongan yang membawa bantuan ini melakukan perjalanan selama satu hari satu malam.

“Bantuan ini berasal dari masyarakat Wajo yang ingin dibantu penyalurannya oleh Wahdah Islamiyah,” ujarnya.

Sebelumnya juga Bantuan Masyarakat dari Kabupaten Sidrap diantar ke Posko Induk dan diserahkan Langsung Ketua DPRD Kabupaten Sidrap H. Zulkifli Zain (Dzulkifli/sym).