Terapi Qur’ani untuk  Trauma Healing Korban Gempa Palu 

 

Ustadz Muhammad Yani Abdul Karim, tim trauma healing Lazis Wahdah sedang menyampaikan taushiyah sebagai salah satu agenda terapi Qur’ani yang merupakan bagian dari kegiatan Trauma healing korban gempa Palu yang digelar Lazis Wahdah, Palu, Selasa (06/11/2018)

(Palu) wahdahjakarta.com – Tim penyembuhan trauma (Trauma Healing) LAZIS Wahdah  menitikberatkan penyembuhan psikologi korban gempa Palu dengan metode al-Qur’an. Hal ini dikemukakan langsung oleh Muhammad Yani Abdul Karim Lc. MA., Tim Dai dan Trauma Healing Wahdah Islamiyah.

“Mereka tidak hanya butuh makanan dan obat-obatan. Tetapi mereka perlu juga kita isi ruhnya dengan al-Qur’an agar hati dan pikiran mereka bisa terbuka bahwa bencana ini adalah ujian yang mengharuskan kita sabar,” ujarnya, Selasa (6/10).

Menurutnya, tim memilih teknik bermain dan pengelolaan emosi spiritual. Tim akan melakukan pendidikan bersifat religius, seperti terapi al-Qur’an, siraman rohani, kisah-kisah dan bermain bagi anak-anak.

“Nanti kami juga akan membantu mereka, adik-adik itu membaca Alquran. Karena itu persiapan untuk trauma healing, medianya juga macam-macam,” kata Yani.

Kegiatan ini dilaksanakan di mushola darurat di Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu dengan jumlah peserta sebanyak 77 orang dengan rincian 30 ibu-ibu, 40 anak-anak dan 7 remaja, 11 diantaranya ikut bergabung dalam program dirosa (pembinaan al-Qur’an untuk orang deawasa) Wahdah Islamiyah.

Marlina (46), peserta kegiatan ini merasa senang karena telah dihibur oleh tim. Tak hanya itu, bantuan yang diberikan juga bervariasi. Selain hiburan bagi anak-anak, tausyiah bagi ibu-ibu juga diberikan santunan tunai per orang sebagai bentuk kepedulian Wahdah Islamiyah kepada para korban gempa.

“Alhamdulillah Wahdah Islamiyah tak hanya beri kami makanan, tapi juga ajari kami al-Qur,an dan mendampingi anak-anak kami,” ujarnya.

Hingga saat ini penanganan korban gempa dengan beragam kegiatan masih terus berlanjut. Wahdah Islamiyah sendiri hingga saat ini telah menjalankan beberapa program dan salah satunya adalah proyek hunian sementara atau shelter dibeberapa titik. Selain dari pasokan logistik, aksi layanan medis dan sebagainya. [sym]

Wahdah Donggala Gelar Trauma Healing Melalui Motivasi Hijrah

Wahdah Donggala Gelar Trauma Healing Melalui Motivasi Hijrah

Jama’ah sedang menyimak taushiyah Tabligh Akbar “Donggala Berhijrah” yang disampaikan ketua STIBA Makassar, Ustadz. DR. Muhammad Yusran Ansar, Lc, MA, Ahad (4/11/2018).

(Donggala) wahdahjakarta.com – Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Kabupaten Donggala menggelar Tabligh Akbar dengan tema “Donggala Berhijrah” di Masjid Al-Istiqomah Labuan Bajo Kabupaten Donggala, Sul-Teng, Ahad (4/11/2018).

Tabligh Akbar diawali dengan sambutan dari Ketua DPD WI Donggala, ustad Suparman Razak. Dalam penyampaiannya beliau mengungkapkan, Tabligh Akbar ini adalah yang kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Masjid Raya Donggala.

“Kami berusaha memberikan yang terbaik ketika kita semua terlanda musibah, dengan mendatangkan bantuan sandang dan pangan dari seluruh daerah di Indonesia. Saat bencana, banyak warga yang trauma karenanya, maka kami mendatangkan praktisi trauma healing untuk mengatasinya,” tukasnya.

Selain bantuan sandang dan pangan, lanjut Ustad Suparman, warga juga membutuhkan logistik rohani. Rohani harus terisi agar keimanan semakin terisi.

Ketua DPD Wahdah Islamiyah Donggala (Wahdah Donggala) ustadz Suparman

“Maka WI hadir untuk memikirkan bagaimana caranya agar seluruh kaum muslimin, khususnya korban Gempa, bahagia jasmani dan rohaninya,” tutupnya.

Roni Jalaluddin, ketua Pengurus Masjid Al-Istiqomah ikut memberikan komentar kepada kegiatan Tabligh Akbar ini.

Menurutnya, kegiatan ini adalah salah satu cara Trauma Healing untuk masyarakat pasca bencana yang terjadi.

Setelah gempa dan tsunami melanda, Roni mengungkapkan kesuyukuran atas kehadiran LAZIS Wahdah yang hadir membangkitkan semangat warga Donggala. “Sebagaimana pada tema kegiatan, kita bersama membangun Donggala kembali untuk hijrah ke arah yang lebih baik ,” ujarnya.

Sambutan ini kemudian dilanjutkan dengan Tabligh Akbar dengan tema “Donggala Berhijrah” bersama Ustad Muhammad Yusran Anshar, diikuti dengan pembagian 700 paket logistik kepada warga Donggala yang hadir. (Rustam/Sym)

Ustadz Zaitun: Palu, Sigi, dan Donggala Akan Bangkit

Ustadz Zaitun: Palu, Sigi, dan Donggala Akan Bangkit

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menyampaikan taushiyah kepada pengungsi korban gempa Sulteng di bukit Suharto, Petobo, Palu Sulawesi Tengah, Kamis (1/21/11/2018). Photo: Rustam 

(PALU) wahdahjakarta.com– Wahdah Islamiyah (WI) menggelar Silaturahim Akbar bersama korban Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi Sulawesi Tengah di Kompleks Pengungsian Bukit Suharto, Kelurahana Petobo, Palu, Kamis (1/11/2018).

Tausiyah Agama disampaikan  oleh Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah (WI) , Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin.

Di hadapan ratusan warga yang hadir dia berpesan, sebagai orang beriman, musibah apapun yang terjadi, walaupun membuat kita sedih, namun kita harus mengakui bahwa musibah itu tidak terlepas dari ketentuan Allah Ta’ala.

“Dalam menghadapi kejadian seperti itu, kita harus semakin memperkuat keimanan terhadap takdir Allah Taala, bahwa apapun yang terjadi, semuanya adalah kehendak Allah. Kita harus meyakini ketika Allah berkehendak, maka ada kebaikan yang diharapkan untuk kita,” tuturnya.

“Walaupun kita kehilangan, namun kita masih beruntung karena diberi kesempatan oleh Allah Ta’ala untuk hidup menghirup udaraNya”, imbuhnya.

“Kita adalah manusia-manusia pilihan yang mendapat karunia kehidupan, dan berbagai karunia lainnya. Terutama adalah apa yang terpancar dari wajah bapak dan Ibu yakni wajah-wajah yang penuh keimanan,” sambungnya.

Di akhir tausiyah, ustadz Zaitun berpesan agar seluruh warga yang hadir mempertebal keimanan, dengan tidak mudah dirayu dengan bantuan sembako atau yang lainnya, agar meninggalkan Islam.

“Ujian apapun, kita harus selalu siap mempertahankan keimanan, siap?, ” sapa ustad Zaitun yang disambut dengan teriakan ‘Siap’ oleh ratusan warga dan relawan yang hadir.

Wasekjen MUI Pusat ini juga menyatakan dengan penuh harap dan optimis bahwa Palu, Sigi, dan Doanggala akan bangkit insya Allah.

”Palu Sigi dan Donggala, bahkan Indonesia akan bangkit dan menuju ke arah yang lebih baik,” tutupnya.

Silaturahim Akbar Wahdah Islamiyah ini juga dihadiri oleh Pimpinan AQL  Ustad Bachtiar Nasir yang ikut memberikan tausiyah kepada warga yang hadir.

Di tempat kegiatan ini telah berdiri beberapa tenda hunian sementara Wahdah Islamiyah yang menjadi salah program terbesar Wahdah di SulTeng yakni pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk korban gempa yang kehilangan rumah.[RH/sym]

Laporan: Rustam Hafid (Relawan Media Wahdah Islamiyah)

Temui Relawan Wahdah di Palu, Ini Harapan Ustadz Bachtiar Nasir

Wahdah Islamiyah

Ustadz Zaitun Rasmin (UZR) dan Ustadz bachtiar Nasir (UBN) usai acara silaturrahim relawan wahdah dengan pengungsi korban gempa Palu dan sekitarnya

(Palu) wahdahjakarta.com – Wahdah Islamiyah  (WI) mengadakan Silaturrahim Akbar antara para relawan bersama korban gempa, tsunami, dan likuifaksi Palu, Sigi, dan Donggala pada hari Kamis, (01/11/2018).

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin hadir (UZR) dalam acara ini sebagai penceramah dan juga perwakilan dari Wahdah Islamiyah dalam serah terima bantuan.

Ustadz Zaitun menyampaikan penguatan kepada para korban agar tetap bersabar dan berbaik sangka kepada Allah subhanahu wata’ala.

“Ambil hikmah dari taqdir Allah atas musibah ini. Jika Allah berkehendak maka Allah hanya berfirman “Kun” (Jadilah!) maka jadilah yang Allah kehendaki tetap husnuzhzhan kepada Allah. Ucapkan khairan in syaa Allah”, ajak beliau.

Selain Ustadz Zaitun Rasmin, hadir juga Ustadz Bachtiar Nashir pimpinan Arrahman Qur’anic Learning Center (AQL) dari Jakarta.

Dalam ceramahnya, ustadz yang dikenal dengan sapaan UBN ini menjelaskan tadabbur ayat-ayat Al Qur’an tentang bencaa alam.

Beliau menjelaskan bahwa rentetan bencana alam di negeri ini adalah teguran dari Allah subhanahu wata’ala.

Di akhir ceramahnya, UBN menyampaikan apresiasi kepada relawan Wahdah Islamiyah. Beliau juga berharap agar relawan Wahdah Islamiyah bisa membangun peradaban di Palu.

“Relawan Wahdah bukan hanya membahagiakan, tapi juga membanggakan. Saya berharap relawan Wahdah Islamiyah bisa membangun peradaban di Palu, bukan hanya pembangunan fisik”, ungkap beliau dalam ceramahnya.

Rangkaian Silaturrahim Akbar diakhiri dengan penyaluran bantuan paket sembako kepada warga terdampak gempa, tsunami, dan likuifaksi. [ibw/sym]

Kunjungi Pengungsi Gempa Palu, Ini Pesan Ustadz Zaitun

Ketua Umum Wahdah islamiyah

Ustadz Muhammad Zaitun rasmin sedang menyampaikan taushiyah kepada para pengungsi korban gempa palu dan sekitarnya, Kamis (01/11/2018)

(Palu) wahdahjakarta.com – Ketua Umum  Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin bertolak dari Jakarta menuju kota Palu Sulawesi Tengah untuk mengunjungi korban gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang terjadi di Sulawesi Tengah.

Sebelum menggelar Silaturahim Akbar, Ustadz Zaitun meresmikan pembangunan shelter  Hunian Sementara (Huntara) yang berlokasi di Kelurahan Baiya Kecamatan Tawaeli.

Pantauan Kiblat.net di lapangan sejak pukul 08.30 Wita, ratusan pengungsi baik ibu-ibu dan anak-anak yang berasal dari tempat-tempat pengungsian yang berada di sekitar kompleks pengungsian Wahdah Islamiyah Bukit Suharto Kelurahan Petobo (Ngatabaru) mendatangi tempat silaturahim tersebut.

Ustadz Zaitun menyampaikan bahwa orang yang beriman harus tetap meyakini bencana yang terjadi tidak terlepas dari ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Dengan adanya bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah, seharusnya dalam menghadapi musibah bisa semakin membuat manusia bertambah beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ungkapnya di tengah-tengah pengungsi Petobo pada Kamis (01/11/2018).

Wasekjen MUI Pusat itu pun berpesan kepada masyarakat yang menjadi korban untuk tetap bersabar atas musibah yang terjadi dan bersyukur atas kebaikan-kebaikan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta menjaga akidah keluarga dan kerabatnya.

“Saya berpesan kepada pengungsi dan korban gempa, tsunami dan likuefaksi agar tetap menjaga dirinya, keluarga serta kerabatnya dari paham-paham yang menyesatkan serta tetap bersabar atas musibah dan bersyukur dengan kebaikan atas kebaikan-kebaikan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” pesannya.

Di sela-sela Silaturahmi Akbar tersebut hadir pula Ustadz Bachtiar Nasir yang turut berkunjung ke Kota Palu untuk menyerahkan langsung bantuan Huntara yang dibangun oleh AQL Islamic Center kepada masyarakat di Kabupaten Sigi.

Sumber:kiblat.net

Kunjungi Palu, Ustadz Zaitun Serahkan Shelter Huntara Untuk Korban Gempa Palu

Kunjungi Palu, Ustadz Zaitun Serahkan Shelter Huntara Untuk Korban Gempa Palu

Ustadz Zaitun menyerahkan secara simbolis kunci Shelter Hunian Sementara ( Huntara) kepada Korban Gempa Palu Sulawesi Tengah, Kamis (01/11/2018)

(Palu) – Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Ustad Muhammad Zaitun Rasmin mengunjungi lokasi terdampak tsunami dan gempa kota Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah,  Kamis (01/11/18).

Kehadiran ustadz Zaitun bersama relawan Wahdah Islamiyah disambut antusias oleh warga Palu dan sekitarnya.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu. Dalam kesempatan tersebut, Wahdah Islamiyah memberikan berbagai bantuan kepada para korban gempa Palu dan sekitarnya.

Di lokasi ini Ustadz Zaitun menyerahkan lebih dari 20 shelter hunian sementara (huntara). Sebagiannya sudah jadi dan sebagiannya lagi masih dalam proses pembangunan.

Dalam sambutannya, Kepala Kelurahan Baiya, Hendra Okto Utama menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima warganya.

Sebagaimana diketahui, relawan Wahdah Islamiyah sudah hadir sejak hari pertama pasca gempa dan hingga kini masih ada tidak kurang dari 200 yang masih menjalankan berbagai program penanggulangan musibah.

Selain shelter, ustadz Zaitun juga menyalurkan bantuan berupa uang tunai serta 200 paket sembako untuk korban gempa. [ibw]

Jemaah Masjid Al Hijrah Cikeas Peduli  Korban Gempa Sulteng

Lazis Wahdah

Jemaah Masjid Al Hijrah Cikeas Peduli Korban Gempa Sulteng

(Bogor) Wahdahjakarta.com – Gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi yang melanda beberapa daerah  di Sulawesi Tengah (29/09/2018) lalu memantik  empati dan  perhatian dari semua pihak. Tak ketinggalan, DKM Masjid Al Hijrah, Cikeas Kabupaten Bogor Jawa Barat yang menyalurkan donasi dari jemaah dan masyarakat  perumahan sekitar  masjid melalui LAZIS Wahdah, Sabtu (27/10/2018).

Donasi untuk korban gempa Sulteng  diserahkan  oleh Mansyur (Pimpinan DKM Masjid Al Hijrah) dan Bapak Iswan yang merupakan salah satu pengurus juga.

“Dana yang disalurkan ini untuk kebutuhan masyarakat Palu, Donggala, dan Sigi karena masyarakat dan jemaah dari perumahan di Cikeas ini prihatin dengan kejadian yang terjadi di Palu, Sigi, dan Donggala”. Tutur  Mansyur kepada Tim LAZIS Wahdah Jakarta. [ism/rsp]

———

Peduli Gempa Sulteng:

Bank Syariah Mandiri (kode bank:451) 499 900 9005 an Lazis Wahdah Peduli Negeri

Markaz Qur’an Wahdah (Layanan Qur’an Untuk Dhuafa):

Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

Konfirmasi transfer WA/SMS: 0811 9787 900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

#bersatuuntuksulteng

#SpiritPeduliPaluDonggala

#SpiritAlquran

FOZ Gelar  Seminar Pemberdayaan Ekonomi Melalui Zakat dan Wakaf

FOZ Gelar Seminar Pemberdayaan Ekonomi Melalui Zakat dan Wakaf

(Jakarta) wahdahjakarta.com — Forum Zakat (FOZ)  Wilayah Jakarta mengadakan Seminar Pemberdayaan Ekonomi Ummat Berbasis Zakat dan Wakaf di Gedung Indosat Oreedo, Lt 4, Jl. Medan Merdeka Barat, No.21 Jakarta Pusat,  pada Sabtu (27/10/2018).

Acara ini diikuti oleh sejumlah Lembaga Amil Zakat di Jabodetabek serta beberapa DKM dan yayasan sosial termasuk didalamnya LAZIS Wahdah.

Hadir sebagai narasumber para pakar dan praktisi  yang berkompeten di bidangnya seperti Bambang Suherman (Ketua FOZNAS), Bambang Hikmawan (Praktisi Ekonomi Syariah), dan Iwan Fuad (Komisioner BWI).

Intisari  dari materi seminar yang disampaikan adalah membangun sinergi sesama lembaga amil yang ada di Indonesia dalam bekerja bersama-sama mengembangkan ekonomi ummat berbasis zakat dan wakaf untuk memulihkan perekonomian, memberdayakan mustahiq melalui wakaf produktif, serta bagaimana menghindari riba.

“Jika riba meningkat maka jual beli akan mati. Melalui zakat, infaq, sedekah, dan wakaf yang disalurkan ke mustahik dalam bentuk program berarti kita menghidupkan perekonomian” . Ujar Bambang Hikmawan dalam penyampaian materinya. [rsp].

——

Peduli Gempa Sulteng:

Bank Syariah Mandiri (kode bank:451) 499 900 9005 an Lazis Wahdah Peduli Negeri

Markaz Qur’an Wahdah (Layanan Qur’an Untuk Dhuafa):

Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

Konfirmasi transfer WA/SMS: 0811 9787 900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

#bersatuuntuksulteng

#SpiritPeduliPaluDonggala

Relawan Wahdah Peduli Terjebak Longsor, Ini Kronologisnya

Antar bantuan ke Lindu Sigi, Relawan Wahdah Terjebak Longsor

Kondisi jalan menuju Lindu Kab. Sigi saat relawan Lazis Wahdah mengantar bantuan beberaa hari lalu.

(Sigi) wahdahjakarta.com- Tujuh personil  Relawan Wahdah Peduli dikabarkan terjebak longsor di sekitar danau Lindu, kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (20/10/2018) petang.

“Iya, ada  7 orang yang terjebak,” ujar Wakil Koordinator Umum Relawan Wahdah Islamiyah, ustadz Abdurrahim saat dikonfirmasi via pesan Whatsapp, Ahad (21/10).

Menurut ustadz Abdurrahim, ketujuh relawan awalnya hendak mengantarkan bantuan dan melakukan trauma healing kepada warga terdampak gempa di kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi.  Mereka berpencar menjadi dua kelompok kecil.

“Ada 3 orang  yang duluan naik  dan 4 orang masih di bawah bersama dengan kendaraan, longsor terjadi di dua tempat sehingga yang di bawa tidak bisa naik dan pulang,” imbuhnya.

Berikut kronologis terjebaknya relawan yang dijuluki Pasukan Hijau ini, sebagaimana dikutip dari Fan Page Lazis Wahdah, Senin (22/10/2018).

Pada hari Sabtu (20/10/2018) siang sekira pukul 14.00 para relawan Wahdah Peduli bertolak dari posko induk di Tinggede membawa sejumlah bantuan logistik menuju Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah.

Setelah sampai di desa Sudonta para relawan dijemput oleh masyarakat Lindu dengan sepeda motor. Sekitar sepuluh motor yang akan membawa  7 personil relawan LAZIS Wahdah  dan ada pula relawan dari lembaga lain sekitar 10 orang.

Menjelang magrib relawan  bertolak ke Kec. Lindu dengan menggunakan motor setelah sebelumnya di jalan ada satu unit motor yang mogok, sehingga yang lain mesti menunggu. Namun ada dua motor yang di gunakan relawan Wahdah Peduli tetap melanjutkan perjalanan. Setelah motor diperbaiki mereka kembali melanjutkan perjalanan dalam keadaan diguyur hujan deras.

Dalam perjalanan relawan terjebak dengan longsor. Akhirnya  berhenti dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Setelah berembuk diputuskan kembali ke bawah bersama relawan dari lembaga lain. Keadaan 3 relawan yang melanjutkan perjalanan pun tidak diketahui karena tidak ada signal dan hujan lebat.

Kondisi Jalan menuju Lindu beberapa hari sebelumnya

Namun dalam perjalanan pulang terjebak oleh 3 tempat longsor yang sangat menyulitkan mberjalan .

Alhamdulillah relawan sampai di desa Sidonta dengan selamat. Mereka mendapatkan pelayanan masyarakat mulai dari pakaian, baju dan sarung. Pada hari Ahad (21/10/2018)  pai relawan tidak bisa kemana-mana, karena akses jalan pulang ke Palu juga terdampak longsor. Longsor menimbun jalanan sepanjang 5 kilometer. Tanah yang menutup jalan ini hanya dapat dibersihkan  dengan. Akhirnya  relawan kembali berembuk dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Kec. Lindu karena mendapatkan kabar selalu ada helikopter yang mengantar logistik.

Para relawan dibonceng oleh masyarakat dengan sepeda motor.  Setiap  menemui tanah longsoran yang sulit dilalui motor mereka terlebih dahulu membuka akses jalan denga menggunakan cangkul. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan. Begitu  seterusnya hingga akhirnya mereka sampai di Kec. Lindu. Relawan berkumpul di rumah keluarga salah seorang kader Wahdah Islamiyah yang memberikan informasi dan petunjuk ke Kec. Lindu.

Tim Wahdah Peduli melalui Ustadz Muhammad Ikhwan berkordinasi dan meminta bantuan beberapa pihak. Alhamdulillah pagi ini (22/10/2018) setelah berkomunikasi dengan Mayor Lubis Uma maka relawan Wahdah Islamiyah di Lindu akan dijemput dengan helicopter Puma milik TNI.

Sumber:  Fan Page Lazis Wahdah

Bersama Lazis Wahdah Bangun Kembali Palu, Sigi, dan Donggala

Bersama Lazis Wahdah Bangun Kembali Palu, Sigi, dan Donggala

Bersama Lazis Wahdah Bangun Kembali Palu, Sigi, dan Donggala

 

Bencana  gempabumi, tsunami dan likuifaksi yang melanda 4 daerah di Sulawesi Tengah yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong menimbulkan dampak yang luar biasa.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dampak bencana hingga Ahad (21/10/2018) pukul 13.00 WIB, tercatat 2.256 orang meninggal dunia. Sebarannya di Kota Palu 1.703 orang meninggal dunia, Donggala 171 orang, Sigi 366 orang, Parigi Moutong 15 orang dan Pasangkayu 1 orang.  Semua korban sudah dimakamkan.  Sebanyak 1.309 orang hilang, 4.612 orang luka-luka dan 223.751 orang mengungsi di 122 titik.

Banyak bangunan dan infrastruktur yang hancur akibat bencana. Kerusakan meliputi 68.451 unit rumah, 327 unit rumah ibadah, 265 unit sekolah, perkantoran 78 unit, toko 362 unit, jalan 168 titik retak, jembatan 7 unit dan sebagainya. Data tersebut adalah data sementara, yang akan bertambah seiring pendataan yang terus dilakukan.

Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB terus melakukan pendataan dan melakukan kaji cepat untuk menghitung dampak bencana. Hasil perhitungan sementara terhadap kerugian dan kerusakan akibat bencana berdasarkan data per 20/10/2018, mencapai lebih dari 13,82 trilyun rupiah. Diperkirakan dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana ini akan bertambah, mengingat data yang digunakan adalah data sementara.

Dari Rp 13,82 trilyun dampak ekonomi akibat bencana tersebut, kerugian mencapai Rp 1,99 trilyun dan kerusakan mencapai Rp 11,83 trilyun. Dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana ini meliputi 5 sektor pembangunan yaitu kerugian dan kerusakan di sektor permukiman mencapai Rp 7,95 trilyun, sektor infrastruktur Rp 701,8 milyar, sektor ekonomi produktif Rp 1,66 trilyun, sektor  sosial Rp 3,13 tilyun, dan lintas sektor mencapai Rp 378 milyar.

Dampak kerugian dan kerusakan di sektor permukiman adalah paling besar karena luas dan masifnya dampak bencana. Hampir sepanjang pantai di Teluk Palu bangunan rata tanah dan rusak berat. Terjangan tsunami dengan ketinggian antara 2,2 hingga 11,3 meter dengan landaan terjauh mencapai hampir 0,5 km telah menghancurkan permukiman disana. Begitu juga adanya amblesan dan pengangkatan permukiman di Balaroa. Likuifaksi yang menenggelamkan permukiman di Petobo, Jono Oge dan Sibalaya telah menyebabkan ribuan rumah hilang.

Berdasarkan sebaran wilayah, maka kerugian dan kerusakan di Kota Palu mencapai Rp 7,63 trilyun, Kabupaten Sigi Rp 4,29 trilyun, Donggala Rp 1,61 trilyun dan Parigi Moutong mencapai Rp 393 milyar. Perhitungan kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana belum dilakukan perhitungan.

Sumber: Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Ahad (21/10/2018)


Mari Bersama Kami, Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Wahdah Islamiyah (Lazis Wahdah)Bangun Kembali Palu, Sigi, dan Donggala

Program LAZIS Wahdah untuk Warga Terdampak Gempa SulTeng

1.Pembangunan Shelter (Hunian Sementara)

  1. Pembangunan Masjid
  2. Pembangunan Sekolah Semetara
  3. Pembangunan Sarana MCK
  4. Dapur Umum
  5. Layanan Medis
  6. Paket Sembako
  7. Paket Tikar, Sarung dan Selimut
  8. Hygiens Kit
  9. Dakwah dan Trauma Healing

 

💰 Ayo bantu saudara-saudara kita yang terkena dampak Gempa Sulteng. Donasi bisa disalurkan melalui melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri.

 

📚 Catatan

  1. Demi amanah dan kedisiplinan pencatatan maka diharapkan menambah jumlah nominal 600 setiap transferan. Contoh Rp 500.600,-
  2. Konfirmasi Transfer melalui WA/SMS ke +6285315900900, ketik : PGS/Nama/Alamat/Jumlah Donasi beserta photo bukti transferan.

 

🌹 Atas partisipasi dan sedekahnya kami ucapkan “Syukran wa Jazakumullahu Khairan” dan semoga Allah melipat gandakan pahala sedekah kita.

 

💌 LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”

 

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #pedulinegeri #peduligempasulteng #gempadonggala

#gempapalu #pasukanhijau

#wahdahpeduli