Menarik, Relawan Sisipkan Pesan Dakwah Saat Penyerahan Bantuan

Menarik, Relawan Sisipkan Pesan Dakwah Saat Penyerahan Bantuan

Relawan Wahdah Islamiyah sedang menyampaikan taushiyah sebelum Penyerahan Bantuan kepada pengungsi di Sigi Sulteng, Sabtu (13/10/2018).

Menarik, Relawan Sisipkan Pesan Dakwah Saat Penyerahan Bantuan

(Sigi)  Wahdahjakarta.com,– Ada yang berbeda dengan pembagian logistik yang dilakukan oleh sejumlah relawan wahdah peduli terhadap ratusan korban gempa yang terlihat mengantri. Tampak beberapa relawan tampil dihadapan pengungsi lalu menyampaikan sedikit tausyiah.

“Ibu-ibu tetap sabar ya. Jangan lupa sholat dan ibadahnya ya. Insya Allah, kita akan tetap dijaga oleh Allah selama kita tunduk dan patuh kepada-Nya,” ujar ustadz Anwar, salah seorang relawan di hadapan ratusan pengungsi, Sabtu (13/10).

Setelah itu, sejumlah relawan mulai menginstruksikan kepada warga untuk mengantri secara teratur. Satu per satu warga menerima bantuan yang berisi beras, mie instan, paket perlengkapan bayi, peralatan mandi, dan pakaian layak pakai.

“Kita datang kesini pak, bu, semata-mata karena ingin membantu warga disini. Jangan dilihat isinya tapi lihatlah bagaimana kita bersama-sama ada untuk saling membantu,” ujarnya, di posko induk Wahdah Islamiyah, Tinggede, Kabupaten Sigi.

Beberapa anak remaja terlihat senang menerima paket hijab dari relawan. Menurut mereka, relawan Wahdah itu istimewa.

“Saya lihat wahdah ini tak hanya bantu kami dengan sembako. Tapi kita juga dikasi ceramah dan hijab,” ujar salah seorang warga.

Sehari sebelumnya, ustadz Anshar, salah seorang dari tim dai Wahdah Islamiyah yang diutus ke Sulteng juga menyempatkan diri untuk mengunjungi pengungsi Balaroa. Seperti biasa, tak hanya logistik yang diberikan, tetapi nasehat agama juga tak lupa relawan berikan.

“Kita punya misi. Yaitu memberi manusia makan dan pakaian, dan yang terpenting memberi mereka penguatan-penguatan lewat pesan-pesan dakwah,” ujar ustadz Anshar. []

Relawan Gelar Pengajian Perdana di Pengungsian Donggala

Relawan Gelar Pengajian Perdana di Pengungsian Donggala

Shalat maghrib berjama’ah sebelum acara pengajian di tenda pengungsi desa Limboro Kec. Banawa, kab. Donggala, Jum’at (12/10/2018)

Relawan Gelar Pengajian Perdana di Pengungsian Donggala

(Donggala) Wahdahjakarta.com, — Pada hari Jum’at (12/10/2018) Relawan Wahdah Islamiyah menyambangi posko pengungsian di Desa Limboro, Kec. Banawa Tengah, Kabupaten Donggala,

Setiba di lokasi, tim relawan yang dijuluki pasukan hijau ini segera membuat tenda, kemudian melaksanakan shalat Maghrib secara berjamaah, dilanjutkan dengan pengajian perdana bersama anak-anak di posko pengungsian.

Menurut Andi Rahman (43), tokoh pemuda setempat, semenjak terjadinya gempa, anak-anak yg ada di tiga desa mulai putus sekolah.

Dia melanjutkan, anak-anak awalnya mengaji di kampung, setelah gempa mereka trauma sehingga bisa melupakan bacaan al-qurannya, termasuk hafalan Alquran.

“Kami bersyukur ada relawan, sehingga mereka bisa kembali mengaji sebagaimana biasa sehingga traumanya bisa hilang,” ungkapnya.

Kondisi posko pengungsian ramai ibarat pasar malam.

“Hanya saja karena musholla yang digunakan untuk shalat dan pengajian yang akan dimulai oleh relawan , tidak memiliki penerangan dan pengeras suara. Sehingga sedikit menyulitkan untuk beribadah, termasuk untuk mengumandangkan adzan,” ucap Irfan, relawan Wahdah Islamiyah.

“Kami sangat butuh alat penerangan agar anak-anak bisa maksimal dalam belajar,” tambahnya. []

Tersebar di 8 Titik, Ini Alamat Posko Wahdah di Sulawesi Tengah

Posko Wahdah Tersebar di 8 Titik  Pengungsian di Sulawesi Tengah

Posko Wahdah Tersebar di 8 Titik Pengungsian di Sulawesi Tengah

(Palu) wahdahjakarta.com- Untuk memaksimalkan distribusi bantuan ke korban gempa, tim Wahdah Peduli dirikan posko di 8 titik di Kota Palu dan sekitarnya

Berikut ini alamat masing-masing posko dan penanggung jawabnya:

  1. Posko Induk. Kompleks SDIT Qurrata A’yun, Desa Tinggigede, Kordinator Abu Jamiah

  2. Posko Kota Palu Jl. WR. Supratman No. 37, Kordinator Asgar

  3. Posko Donggala, Kordinator Irfan

  1. Posko Pantai Barat, Kordinator Abu Ridho

  2. Posko Petobo, Kordinator Mustaan

  3. Posko Sekolah Imam Muslim Kordinator Zulkarnain

  4. Posko Tawaeli, Kordinator Nawir

  5. Posko Sigi Soulove, Kordinator A. Setiawan

Wakil Kordinator Lapangan Abu Umar mengatakan bahwa Selain 8 posko di atas,tim juga menyiapkan posko bayangan di dekat tenda tenda pengungsian yang sifatnya pendampingan ke korban bencana

Sebuah Tenda Raksasa sudah didirikan Relawan di wilayah Balaroa peruntukan tempat Ibadah, Pengajaran Al Quran bagi anak anak dan warga sekitar

“Saat ini tercatat sudah ada 430 relawan yang diterjunkan yang berasal dari beberapa cabang Wahdah Islamiyah di Sulawesi. Relawan ini melakukan tugas SAR, Logistik, Medis dan Trauma Healing,”ungkap Abu Umar. Kontak layanan Posko 082193054150 ()

Lap:Dzulkifli TD (Relawan Media Lazis Wahdah Islamiyah)

Mantan Kepala BNN Palu  Beberkan Beberapa Fakta Mengejutkan Soal Gempa Palu

Mantan Kepala BNN Palu  Beberkan Beberapa Fakta Mengejutkan Soal Gempa Palu

Mantan Kepala BNN Palu  H.Hamzah Ruji (mengenakan jas) usai shalat Jum’at di Masjid An-Na’im Balaroa Palu Barat, Jum’at (12/10/2018). 

 

Mantan Kepala BNN Palu  Beberkan Beberapa Fakta Mengejutkan Soal Gempa Palu

(Palu) Wahdahjakarta.com,-Mantan Kepala BNN Kota Palu, H. Hamzah Ruji yang juga merupakan mubaligh kota Palu membeberkan beberapa fakta menarik soal gempa Sulawesi Tengah (Sulteng).

Selepas  sholat Jumat di Masjid An ‘Naim di Kel. Balaroa, Kec. Palu Barat, kota Palu, H. Hamzah menceritakan beberapa kisah keajaiban gempa Palu yang langsung ia alami bersama dengan keluarganya.

Anak beliau yang bekerja di hotel dekat pantai Talise selamat. Sebab sore itu pak Haji melarang anaknya menghadiri kegiatan berbau syirik yang digelar dia pantai Talise.

“Dua anak saya kerja di sebuah hotel dekat Pantai Talise. Sore itu ia hendak pamit karena harus mengurus kegiatan walikota di pantai tersebut. Saya larang karena itu berbau kesyirikan. Akhirnya anak saya mengalah dan alhamdulillah ia selamat,” ungkapnya kepada relawan, Jumat (12/10).

Tidak hanya itu, beberapa kisah di dalam al-Qur’an juga ia ceritakan seperti kisah Nabi Luth, kisah Nabi Saleh, dan kisah Nabi Nuh.

“Semua kisah itu, adalah pelajaran bagi kita di zaman sekarang. Saya berbicara tauhid, semata-mata untuk mengingatkan semua warga bahwa yang selama ini mereka lakukan adalah tidak benar,” imbuhnya.

“Saya juga punya keluarga. Saya larang ikut kegiatan itu. Namun ternyata ia malah nekad pergi. Beruntung, dia sakit perut dan buru -buru pulang, akhirnya ia selamat,” terangnya kepada relawan yang hadir.

Oleh karena itu ia mengimbau agar masyarakat Palu bisa menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran yang nantinya tak akan lagi diulangi oleh generasi selanjutnya.

“Sebab, Allah sangat murka jika ada yang sengaja mempersekutukan-Nya,” jelasnya. []

Shalat di Masjid, Nuriadi  Selamat dari Gempa Palu

Shalat di Masjid, Nuriadi  Selamat dari Gempa Palu

Nuriadi, korban  Selamat Gempa Palu saat berbincang dengan Tim Media Lazis Wahdah. Beli selamat karena saat gempa terjadi beliau sedang menunaikan shalat di Masjid.

Shalat di Masjid, Nuriadi  Selamat dari Gempa Palu

(Palu) Wahdahjakarta.com, — Ada banyak kisah mengharukan sekaligus menyedihkan dari korban yang sempat selamat dari hantaman gempa di bumi Sulawesi Tengah. Salah satunya datang dari Nuriadi (35) bersama dengan kedua anaknya.

Ia menuturkan kepada Tim Media Lazis Wahdah,  saat kejadian itu, ia bersama anaknya sementara berada di dalam Masjid An ‘Naim Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Sulawesi Tengah.

“Saat itu masih azan. Bumi sempat bergetar dan suaranya sangat menakutkan. Saya keluar Masjid dan langsung menuju rumah,” ucapnya, Jumat (12/10).

Dari penjelasannya, sebelum rumahnya tenggelam, ia sempat melihat rumah itu bergerak sejauh 50 meter lalu berputar-putar.

Ia menangis karena istrinya masih ada didalam rumah.

“Lahaula wa la quwwata illa billah. Semoga saya masih sempat menjumpai dia di syurga-Nya kelak,” ujarnya sambil berkaca-kaca.

Rencananya ia bersama pengungsi lainnya akan pindah ke lokasi yang kebih aman. Ia akan dibangunkan hunian sementara oleh pemerintah selain dari 70 orang lainnya yang sempat selamat. []

 

Donasi peduli gempa “Sulawesi Tengah” bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (451): 499 900 900 5 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri dan Konfirmasi transfer ke 085315900900. Link donasi: http://bit.ly/donaturlaziswahdah. []

LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #pedulinegeri #peduligempasulteng #gempadonggala

Lihatlah Saudaramu di Palu dengan Kacamata Husnudzan

Ustadz Fakhrurrazi Bersikap Husnudzon Kepada Saudaramu di Palu

Ustadz Muhammad Fakhrurrazi Anshar mengingatkan untuk tetap bersikap husnudzon  saat menyampaikan Kultum selepas Shalat Shubuh di Posko Induk Wahdah Islamiyah Sigi Sulteng, Jum’at (12/10/2018. Photo. Tim Media Lazis Wahdah

Lihatlah Saudaramu di Palu dengan Kacamata Husnudzan

(Sigi) Wahdahjakarta.com,-Banyak yang beredar di pemberitaan, soal kemaksiatan yang dihubung-hubungkan dengan sebab datangnya musibah ini. Memang betul, tapi saudaraku, lihatlah mereka dalam kacamata huznudzon ” Demikian dikatakan Ustadz Muhammad Fakhrurrazi Anshar (UMFA), saat menyampaikan kultum selepas sholat subuh di posko Induk Wahdah Islamiyah, Tenggede, Kabu. Sigi, Jumat (12/10).

Menurutnya mungkin saja mereka berbuat seperti itu karena sebab ketidaktahuan mereka, karena mereka penasaran dengan perbuatan itu, atau mereka melakukannya karena terlalu mengikuti hawa nafsu.

Da’i muda yang juga Ketua Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Wahdah Islamiyah Sudan ini hadir di Palu dan sekitarnya sebagai tim relawan trauma healing Wahdah Islamiyah.

Ia mengajak seluruh relawan dan pengungsi untuk tetap bersabar menghadapi musibah yang terjadi.

“Allah tak akan menerlantarkan hamba-hamba-Nya yang dekat kepada-Nya,” ujarnya,

Dalam misi kemanusiaan ini, ia mengajak seluruh relawan untuk senantiasa mengikutkan dakwah dalam setiap program.

“Mau logistik, mau medis, mau tim SAR, dan sebagainya, tetaplah ikutkan dakwah dalam setiap pekerjaan kita. Karena kita berbeda. Kita adalah relawan sekaligus dai,” tambahnya. []

Relawan Pasukan Hijau Gemakan Takbir di Kamp Pengungsi Balaroa

Relawan Pasukan Hijau Gemakan Takbir di Pengungsian Balaroa (2)

Suasana bakda Shalat magrib di Mushalla Darurat di kamp Pengungsi balaroa Palu yang dibangun oleh relawan pasukan hijau Sar Wahdah Islamiyah, Kamis (11/10/2018) petang. Photo: Media Lazis Wahdah

 

Relawan Pasukan Hijau Gemakan Takbir di Kamp Pengungsi Balaroa

(Palu) Wahdahjakarta.com-Pekikan takbir tiba-tiba menggema di sebuah posko pengungsian yang berada di Perumnas Balaroa, Palu Barat, Kamis (11/10).

Pasalnya, sebanyak 20 relawan Pasukan Hijau Wahdah Islamiyah seusai menunaikan ibadah sholat Maghrib meluapkan kegembiraannya setelah berhasil mendirikan sebuah tenda komando berukuran raksasa di tengah-tengah posko pengungsian yang begitu luas.

“Tim SAR hari ini benar-benar melakukan tugasnya dengan begitu baik. Jumlah yang sedikit memang, tapi kesolidannya tidak perlu diragukan lagi,” ucap Abu Umar, komandan Tim SAR Wahdah Islamiyah.

“Yang istimewa karena menurut warga yang kami temui, takbir kami tadi adalah yang paling keras selama di sekitar pengungsian ini. Bahkan kami baru melihat ada relawan yang seperti ini,” tambahnya.

Sebelumnya, tim SAR Pasukan Hujau Wahdah Islamiyah juga sempat membantu pihak RS Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah yang berlokasi di Jl. Dr. Suharso Lrg III, No.02, Besusu Barat, Palu Timur membersihkan seluruh ruangan.

Menurut Abu Umar, pendirian tenda komando ini bertujuan sebagai tempat pengajaran al-Qur’an bagi warga sekitar, pelaksanaan program trauma healing, dan beberapa program lainnya, khusus di sekitaran pengungsian Balaroa. []

Relawan Wahdah Islamiyah Berbagi Keceriaan bersama Anak-anak Korban Gempa

Relawan Wahdah Islamiyah saat bertemu dengan anak-anak korban gempa di Sulteng.

Relawan Wahdah Islamiyah saat bertemu dengan anak-anak korban gempa di Sulteng.

(SIGI) wahdahjakarta.com– Pada hari Rabu (10/10/2018) Relawan Wahdah Islamiyah menyambangi salah satu titik terdampak gempa Palu dan sekitarnya di Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Tepatnya di Desa Rogi, Kec. Dolo Selatan, Kabupaten Sigi.

Kedatangan relawan yang dijuluki pasukan hijau ini untuk menyampaikan bantuan dan menghibur para korban agar bangkit setelah tetimpa bencana.

Anak-anak terdampak Gempa yang ikut menjadi korban tak luput dari perhatian relawan Wahdah Islamiyah, bukan hanya membagikan bantuan logistik. Di sela pembagian logistik, puluhan anak mendapatkan sambutan hangat dari relawan berupa games dan pembagian paket ceria.

“Kami membagikan makanan ringan seadanya kepada mereka, walaupun tidak seberapa namun semoga bisa memberikan sedikit keceriaan,” ucap Eri Gunawan, relawan Wahdah Islamiyah asal Toli-toli Sulawesi Tengah.

Eri menambahkan, hadirnya relawan seharusnya tidak hanya memberikan logistik, namun bisa memberikan semangat ruhiyah kepada warga terdampak Gempa.

“Ini adalah salah satu bentuk trauma healing kepada anak-anak, yakni mengajak bermain dan memberikan pesan-pesan agama yang sesuai dengan kapasitas mereka,” tukasnya.

Selain pembagian bantuan sembako, program Wahdah Islamiyah di lokasi terdampak gempa juga diselingi dengan trauma healing, baik kepada anak-anak maupun orang tua. (ed:sym)

Jelang Akhir Masa Tanggap Darurat, BNPB: Korban Meninggal 2.045 Jiwa

Proses evakuasi korban meninggal yang dilakukan Relawan di wilayah pusat gempa.

Proses evakuasi korban meninggal yang dilakukan Relawan di wilayah pusat gempa.

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Menjelang hari-hari terkhir evakuasi korban gempa Sulteng, pencarian terhadap korban kian digencarkan oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BNPB, maupun Relawan dan masyarakat.

Sutopo Purwo Nugroho, Kapusdatin & Humas BNPB menyatakan, penghentian evakuasi korban akan dilaksanakan pada 11 Oktober 2018 berdasarkan pernyataan wakil presiden yang merupakan koordinator dalam penanganan darurat bencana yang ditunjuk langsung oleh presiden.

Pada konferensi Pers yang digelarRabu(10/10/2018) BNPB melaporkan, sekitar 2.045 korban meninggal berhasil ditemukan dalam keadaan sudah hancur, melepuh dan sulit dikenali, sehingga pada saat korban ditemukan, Tim Evakuasi memutuskan untuk segera menguburkan jenazah karena berpotensi menyebabkan penyakit. Tetapi sebelumnya, Tim Evakuasi mengambil sampel identitas berupa foto bagian yang mudah dikenali dari jenazah sebelum dimakamkan.

“Korban yang hilang kemungkinan lebih banyak, dan hingga saat ini Tim Evakuasi masih melakukan pencarian.” Tutur Sutopo.

Untuk korban luka hingga kemarin, tercatat sebanyak 10.679 orang, korban mengalami luka berat sebanyak 2.549, dan 8.130 orang lainnya mengalami luka ringan.

Sutopo menyebutkan, pada saat evakuasi dihentikan nanti, jenazah yang belum ditemukan akan dinyatakan hilang, dan seandainya ditemukan oleh Relawan maupun warga, maka akan tetap dicatat di BNPB sebagai korban meninggal.
Namun jika masyarakat menemukan mayat korban gempa diimbau untuk melaporkannya agar dicatat sebagai korban meninggal.

“Kadang warga ketika merapikan puing-puing bangunan menemukan jenazah, nanti dilaporkan saja, biar kita catat sebagai korban meninggal.” Ujar Sutopo. (Fry)

Ustadz Ikhwan Jalil: Kembalikan Palu Ke Pangkuan Bumi Hijrah

Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil

Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil (memakai tas ranse) dan Ustadz Jahada Mangka, sesaat setelah mendarat di Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Selasa (09102018) saat menjafi Relawan Trauma Healing untuk korban gempa Sulteng.

SIGI – Bencana alam yang terjadi di Kota Palu dan sekitarnya merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah ta’ala yang harus semakin menambah keimanan setiap manusia, khususnya orang-orang yang berada dekat dengan lokasi kejadian.

“Adalah sebuah kerugian jika tanda kekuasaan Allah ta’ala ini sama sekali tidak menambah keimanan kita. Maka untuk kita yang hadir, mari memperbanyak dzikir agar hikmah peristiwa ini tidak berlalu begitu saja,” ungkap Ustad Muhammad Ikhwan Jalil di hadapan seratusan relawan Wahdah Islamiyah di Kecamatan Tinggede, Kabupaten Sigi, Selasa (9/10/2018).

Beliau juga mengajak, untuk memperbanyak membaca Alquran serta menghafalkannya. Sebab menurut dia, Alquran akan memperkuat jiwa para relawan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaannya.

Anggota Dewan Syariah Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah ini juga menghimbau untuk memperkuat persaudaraan agar tercipta kesolidan kerja.

“Ketua divisi harus mengenal anggotanya, demikian pula setiap anggota sesama relawan, harus saling mengenal. Inilah salah satu asas keberadaan kita disini,” pesannya.

Dalam penyampaiannya juga, ustad Ikhwan menambahkan masalah penting yang menjadi fokus relawan Wahdah, yakni bukan hanya memberikan makanan raga kepada Korban terdampak gempa, namun juga makanan ruhani.

“Ini kekhasan kita. Maka mari kita bumikan salah satu jargon yang menjadi asas kehidupan seorang Muslim, yakni Dakwah dan Tarbiyah. Bersama kita kembalikan Palu ke pangkuan bumi Hijrah,” terangnya bersambut takbir para relawan.

Sambutan sekaligus ceramah dari Juru Bicara Forum Umat Islam Bersatu Sulawesi Selatan (FUIB Sulsel) ini merupakan sambutan perdana sebagai Kordinator umum relawan Wahdah Islamiyah, yang sebelumnya dipegang oleh Ustad Iskandar Kato, yang bertugas sepekan di lokasi terdampak gempa.

Selanjutnya, ustad Ikhwan akan bertugas mengoordinir kinerja relawan WI selama masa penanggulangan musibah bencana gempa bumi Palu dan sekitarnya. (Fry)