Relawan Pasukan Hijau, Bekerja Tak Kenal Lelah

Relawan Pasukan Hijau Wahdah Islamiyah

Relawan Pasukan Hijau Wahdah Islamiyah sedang bongkar muat bahan pangan yang siap ddistribusikan kepada pengungsi.

Sejak saudara-saudara kami  di Palu, Donggala, dan Sigi diguncang gempa dan diamuk tsunami, Jum’at (29/09/2018) lalu,  sejak itupula namamu “Pasukan Hijau” semakin tenar. Ketenaran yang kalian tidak cari, tetapi konsekwensi dari aksi kerja-kerja kalian.

Banyak yang ingin terjun sebagai relawan, tapi tidak semua diizinkan. Banyak yang terlibat tapi tidak semua terabadikan.

Kalian “Pasukan Hijau” memang relawan sejati

Diantara kalian ada yang cuti dari amanah besarnya. Ada  yang memendam rindu kepada keluarganya karena jauh dan lamanya berpisah. Makan dan minum seadanya, tidur beralaskan  ala kadarnya , peralatan  yang serba terbatas. Namun Allah  memudahkan segalanya.

Panas terik matahari tidak engkau hiraukan. Dinginnya  malam yang menembus melelapkan tidurmu. Tanah  longsor yang menjebakmu  tidak memudarkan semangatmu.

Karena ukhuwah kalian tekuni pekerjaan ini.  Karena  cinta kalian memabntu dan melayani sepenuh hati. Karena  tanggung jawab kalian tidak lari. Karena  Islam kalian mencintai.

Warga Terdampak Gempa Palu Kami Berterima Kasih Kepada Wahdah

Lelahmu, pahalahmu sungguh mengalahkan kami.

Padamu kami belajar kerja keras. Dari kinerjamu kami belajar kerja cerdas. Dari ceritamu kami belajar kerja ikhlas.

Relawan sejati mengajarkan ukhuwah tak bertepi.

Selamat berjuang !

(Ibnu Sakka/sym )

Sejumlah Kampus di Palu Rusak Parah Akibat Gempa dan Tsunami Palu

Sejumlah Kampus di Palu Rusak Parah Akibat Gempa dan Tsunami Palu

Rektorat Institut Agama Islam Negri (IAIN) Palu sehari pasca gempa dan tsunami Palu.

Pasca gempa dan tsunami Palu, perkuliahan di Universitas Tadulako diberhentikan sementara. Meski demikian, mahasiswa Untad tetap bisa mengikuti kuliah dalam program sit in di beberapa kampus di Indonesia yang menyatakan kesediaannya untuk membantu.

(PALU) Wahdahjakarta.com – Hari kedua dan ketiga di Palu, Forjim Solidarity dan Tim Media Lazis Wahdah menyambangi tiga kampus yang menjadi ikon pendidikan di Palu, yakni Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismu), Kampus Universitas Al-Khairat, dan kampus Universitas Tadulako (Untad).

Kampus IAIN Palu yang berada di tepi Pantai Talise, tepatnya di Jl Diponegoro No23, Lere, Palu, Sulawesi Tengah, termasuk kampus yang terkena gelombang tsunami.  Kondisinya terbilang parah dan menyedihkan. Saat memasuki kampus, terlihat lumpur tebal dan genangan air di seluruh area kampus.

Bangunan kuliah hingga rektorat rusak terendam lumpur. Begitu juga dengan mobil yang terparkir di pekarangan kampus tampak ringsek.  Hingga saat ini, belajar mengajar di kampus IAIN Palu diliburkan. Belum bisa dipastikan kapan mahasiswa kembali ke kampus, mengingat area kampus masih tergenang air dan lumpur.

Sejumlah Kampus di Palu Rusak Parah Akibat Gempa dan Tsunami Palu

Salah satu ruangan IAIN Palu yang rusak akibat gempa dan tsunami Palu. Photo diambil sehari setelah gempa Palu, Sabtu (30/09/2018).

Selain kampus IAIN, gempa Palu juga menimpa kampus Universitas Tadulako (Untad). Sebagian besar kondisi bangunannya retak-retak dan tak sedkit yang roboh.

Menurut Muhammad Khairil Al Fath, salah satu mahasiswa Untad, ia mendengar informasi dari teman-teman kuliahnya, bahwa dua mahasiswa yang meninggal dunia akibat gempa Palu. Satu laki-laki, dan satu perempuan. Juga dikabarkan ada beberapa mahasiswi yang dinyatakan hilang, belum diketahui keberadaannya.

“Saya mendengar, mahasiwa yang meninggal itu tertimpa runtuhan bangunan. Nyawanya tak tertolong, ketika hendak dievakuasi. Saat mau ditolong, mahasiswa itu menolak untuk dipotong salah satu tangannya, hingga menghembuskan nafasnya yang terakhir,” kata Khairil.

Adapun perempuan yang meninggal adalah mahasiswi bercadar. Ketika ditemui, perempuan itu terlihat utuh tubuhnya dan tetap terbalut dengan busana muslimahnya. Namun Khairil belum mengetahui nama kedua mahasiswa yang meninggal tersebut.

Pasca gempa dan tsunami Palu, perkuliahan di Universitas Tadulako diberhentikan sementara. Meski demikian, mahasiswa Untad tetap bisa mengikuti kuliah dalam program sit in di beberapa kampus di Indonesia yang menyatakan kesediaannya untuk membantu. Kabarmya, pada 5 November 2018, mahasiswa akan kembali kuliah.

Dalam kesempatan itu, forjim solidarity dan tim media Laznas Wahdah juga menyambangi Universitas Muhammadiyah (Unismu) Palu. Hanya satu gedung serba guna (arena olahraga) yang roboh akibat gempa. Sedangkan Gedung kampus Universitas Al Khairat tidak mengalami kerusakan yang berarti. Namun kampusnya dijadikan sebagai posko pengungsian. (des/sym)

Tim SAR  Mulai Bersihkan Puing Reruntuhan di Balaroa

Tim SAR Wahdah Islamiyah

 

(PALU) wahdahjakarta.com – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memang telah menghentikan evakuasi jenazah akibat gempa dan tsunami di Palu pada 11 Oktober lalu. Meski demikian, Tim SAR Wahdah Islamiyah tetap melanjutkan aktivitas di perumahan Balaroa, namun bukan lagi evakuasi jenazah, melainkan membersihkan puing-puing reruntuhan rumah warga akibat gempa.

Usai apel pagi, Rabu (17/10/2018), Tim SAR Lazis Wahdah langsung bergerak menuju Balaroa. Aksi bersih-bersih dimulai di kediaman Suardi, salah seorang warga yang rumahnya hancur lebur akibat gempa, tepatnya di Jl. Kamboja. Tampak sekelilingnya puing-puing reruntuhan dan genangan air di tempatnya tinggal.

Pak Suardi sedkit bercerita, ketika bencana gempa terjadi, ia menjebol pintu rumahnya yang telah roboh. Alhamdulillah, istri dan anak-anaknya berhasil lolos dari maut dan berlari ke tempat yang lebih tinggi. “Sebelum gempa terjadi, di depan rumah saya ada pohon jambu yang biasa kami kami panjati,” ujarnya mengenang.

Ustadz Mustafa selaku Koordinator Tim SAR, meminta tim relawan agar tetap berhati-hati. Utamakan keselamatan dengan menggunakan helm dan sarung tangan.

Selain membersihkan reruntuhan, tim SAR Wahdah juga membantu warga menyelamatkan harta benda yang tertimbun dan tergenang air.

“Hari ini, Tim SAR Lazis Wahdah mengevakuasi sepeda motor relawan kami yang menjadi korban gempa. Ia ingin motornya dievakuasi, meski kondisinya rusak parah. Atau mungkin ia ingin menjadikan motornya sebagai kenang-kenangan,” kata Ustadz Abu Umar selaku koordinator lapangan Relawan Wahdah Islamiyah.[des]

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #pedulinegeri #peduligempasulteng #gempadonggala

#gempapalu #pasukanhijau

#wahdahpeduli

Tolong Menolong Dalam Kebaikan

Tolong Menolong dalam Kebaikan

Tolong Menolong Dalam Kebaikan

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya (QS. Al-Mâidah/5:2)

Dalam ayat ini Allah memerintahkan untuk saling tolong menolong dalam kebajikan dan taqwa.

Maksudnya Menurut Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di dalam Taisir karimir Rahman fi  Tafsir Kalamil Mannan adalah;

“Hendaknya kalian saling menolong satu sama lain dalam kebajikan (al-birr). Yakni segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah, berupa amalan yang nampak maupun tersembunyi, merupakan hak Allah maupun hak sesama manusia”.

Sedangkan taqwa yang dimaksud dalam ayat di atas masih menurut Syekh As Sa’di adalah, “Meninggalkan segala sesuatu yang dibenci Allah dan RasulNya, berupa perbuatan yang nampak maupun yang tersembunyi”.

Oleh karena itu, lanjut As Sa’di,

“Segala kebaikan yang diperintahkan syariat untuk mengerjakannya, atau segala keburujan yang diperintahkan syariat untuk meninggalkannya, maka wajib melakukannya, dan wajib pula kepada setiap orang beriman saling bekerjasama dan tolong menolong dalam melakukannya”.

Jadi kebajikan dan taqwa yang wajib dilakukan secara bersama dalam bingkai “ta’awun” atau saling tolong menolong dan kerjasama adalah mencakup segala aspek yang dicintai, diridhai, dan diperuntahkan Allah. Baik yang menyangkut hak Allah maupun hak sesama manusia.


“Sedekah Membangun Negeri”, Sedekah Anda untuk Program Dakwah, Program Tahfizh, Program Pendidikan, Program Kemandirian dan Program Wahdah Peduli

📲 Layanan Jemput Donasi: 0811 9787 900 (call/wa/sms)

📻 Info Kegiatan & Program LAZIS Wahdah, kunjungi:

👉🏻Web : www.laziswahdah.com

👉🏻Fanspage :https://tinyurl.com/y7yvbmjx

👉🏻Twitter:https://goo.gl/ikdpAq

👉🏻Instagram:https://goo.gl/dy7jsL

👉🏻Telegram:https://goo.gl/bgSE5h

👉🏻Youtube:https://goo.gl/PNgXVa

📺 Media Partner

Web WI: www.wahdah.or.id

Wahdah TV: https://www.facebook.com/wahdahtv/

Radio Makkah AM 954 KHz

💌 LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”

Unik, Bayi Pengungsi Palu Ini Diberi Nama Muslimah Wahdah

Unik, Bayi Pengungsi Palu Ini Diberi Nama Muslimah Wahdah

(Makassar) Wahdahjakarta.com– Di balik duka musibah Palu, terpancar kebahagiaan tersendiri bagi keluarga Ibu Jamila, salah satu pengungsi Palu di Posko Muslimah Wahdah (MW). Hadiah terindah di balik musibah yang menimpanya. Tepatnya  10 Oktober 2018, Pagi hari di Puskesmas Batua Kota Makassar, lahirlah seorang bayi anak ke empat dengan perjuangan yang tidak mudah.

Selasa (16/10/2018) bayi ini diakikah di Posko Pengungsian Muslimah Wahdah Jalan Abubakar Lambogo No. 111 Makassar.

Yang unik, bayi ini  riberi nama Muslimah Wahdah. Mengenai alasan  pemberian nama Muslimah Wahdah untuk bayi perempuannya ini,  Ibu Jamila mengungkapkan alasan menamainya Muslimah Wahdah karena tersimpan banyak kenangan di posko pengungsian Muslimah Wahdah.

“Mereka Tim Muslimah Wahdah Peduli ini terus dan terus mengurusi saya dari awal kedatangan di Asrama Haji Sudiang, proses kelahiran hingga acara akikah ini, setiap saat mereka ada untuk keluarga saya. Sampai  saya berfikir apakah mereka ini tidak  punya kerjaan selain saya diurusi. Kenangan terdalam, terindah dan sangat tak bisa terlupakan,” ungkap ibu muda berusia 33 tahun ini.

Dan tentunya paling utama,tambahnya, bahwa saya berharap agar kelak anakku bisa menjadi anak yang sholehah dan baik, seperti ummi-umminya para Tim Muslimah Wahdah Peduli di posko ini, yang telah banyak membantu kami

Dibalik musibah  ada hikmah di baliknya. Sebagai bahan pembelajaran untuk bisa menjadi orang yang lebih baik.

“Dari kejadian ini saya masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk bertaubat menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya, “tutupnya.

Unik, Bayi Pengungsi Palu Ini Diberi Nama Muslimah Wahdah

Jamila, Ibu dari bayi “Muslimah Wahdah” bersama pengurus Muslimah Wahdah (MW), Selasa (16/10/2018)

Menurut Ketua Departemen Sosial Muslimah Wahdah Islamiyah Ustadzah Herlinda, sejak ada informasi bahwa ribuan korban gempa mengungsi ke Makassar, maka kami segera bentuk tim relawan muslimah dan kordinasikan dengan cabang wahdah di makassar untuk memantau titik titik pengungsian

“Alhamdulillah tim awal kemarin meninjau lokasi pengungsian di Asrama Haji, melihat banyaknya pengungsi yang datang, tim akhirnya buka  15 titik pengungsian untuk menampung korban di 14 Kecamatan di Makassar,sampai akhirnya dibuka 100 titik pengungsian, jelas Ustadzah yang biasa disapa Ummu Iffah ini.

Terkhusus untuk kondisi Ibu Jamila,tambah Ummu Iffah, waktu itu relawan yang diterjunkan di Asrama haji, setelah kordinasi dengan pihak pemerintah, melihat Ibu Jamila dalam kondisi hamil tua, tim berinisiatif memindahkan perawatan ke tempat yang lebih kondusif sampai melahirkan.

“Tim Relawan Muslimah Wahdah diberi tugas khusus mengawal ibu Jamila sampai melahirkan, relawan muslimah diatur secara bergiliran melakukan pelayanan, ” tambahnya. [sym]

Laporan:Nisa (Tim Infokom Muslimah Wahdah Islamiyah)

Warga Terdampak Gempa Palu: Kami Berterima Kasih Kepada Wahdah

Warga Terdampak Gempa Palu Kami Berterima Kasih Kepada Wahdah

TIm Relawan Wahdah Islamiyah Menyalurkan Bantuan kepada Para Pengungsi Korban Gempa Sulawesi Tengah

(Sigi) wahdahjakarta.com — Ikhtiar untuk membantu, meringankan duka saudara sebangsa terdampak gempa di Sulawesi Tengah tidak mengenal kata berhenti.

Memasuki pekan ketiga fase emergency, LAZIS Wahdah terus berupaya meningkatkan pelayanan dan memaksimalkan proses pendistribusian logistik untuk wilayah-wilayah terdampak.

Kemarin, Senin (15/10) dengan menjalin kerjasama Masjid Iktikaf ZB Kelantan Malaysia, paket 300 sembako dibagikan kepada 300 pengungsi di Tinggede, Kab. Sigi, Sulawesi Tengah.

Sebelum warga mengantri seperti biasa, wejangan tausyiah keislaman dihadirkan untuk memberikan kesan hikmah kepada sejumlah pengungsi yang hadir. Beberapa warga tampak haru.

“Kami sangat berterima kasih kepada Wahdah. Dari awal kedatangan hingga hari ini mereka senantiasa menyambut kami dengan antusias,” ucap salah seorang warga terdampak gempa Palu.

Palu, Sigi, dan Donggala masih teramat membutuhkan kita. Maka jangan surutkan antusias kita dalam membantu. Jangan turunkan layar ekspedisi kemanusiaan. Tetaplah bantu mereka hingga lukanya hilang semuanya.

Donasi peduli gempa “Sulawesi Tengah” bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (451): 499 900 900 5 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri dan Konfirmasi transfer ke 085315900900. Link donasi: http://bit.ly/donaturlaziswahdah. []

Pemda Wajo Salurkan Bantuan Melalui Wahdah Islamiyah

Pemda Wajo Salurkan Bantuan Melalui Lazis Wahdah

Pemda Wajo Berkunjung ke Posko Lazis Wahdah untuk Salurkan Bantuan kepada Korban Gempa Sulteng

 

(Sigi) wahdahjakarta.com- Pemerintah Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, melalui Aipda Fahmi mengunjungi posko induk Lazis Wahdah Islamiyah di Jln. Rappolinja, Tinggede, Kabupaten Sigi, Jumat (12/10) lalu.

Dalam kunjungannya, sejumlah bantuan logistik berbagai jenis disalurkan melalui perwakilan relawan.

“Saya datang ke sini memang sengaja. Saya tahu betul Wahdah. Penyalurannya sangat amanah,” ucap Babin Polsek Wajo ini.

Kepada relawan ia mengaku bahwa rombongan yang membawa bantuan ini melakukan perjalanan selama satu hari satu malam.

“Bantuan ini berasal dari masyarakat Wajo yang ingin dibantu penyalurannya oleh Wahdah Islamiyah,” ujarnya.

Sebelumnya juga Bantuan Masyarakat dari Kabupaten Sidrap diantar ke Posko Induk dan diserahkan Langsung Ketua DPRD Kabupaten Sidrap H. Zulkifli Zain (Dzulkifli/sym).

MTT  dan DKM Asy Syakirin Salurkan Bantuan Korban Gempa Melalui Lazis Wahdah

MTT  dan DKM Asy Syakirin Salurkan Bantuan Korban Gempa Melalui Lazis Wahdah

 

MTT dan DKM Asy Syakirin Salurkan Bantuan Korban Gempa Melalui Lazis Wahdah

Wakil Ketua Majelis Taklim Telokomsel (MTT) Ade Muwazir menyerahkan bantuan korban gempa palu dan Donggala ke  Lazis Wahdah, Senin (15/10/2018)

(Jakarta-Depok) wahdahjakarta.com- Rasa simpati terhadap warga Sulawesi Tengah terdampak musibah gempa dan tsunami di  Palu, Sigi dan Donggala, terus mengalir. Sampai memasuki hari ke-15 pascagempa bantuan kemanusiaan melalui Lazis Wahdah dari lembaga pemerintah dan swasta  di berbagai daerah ters berdatangan.

Tanpa terkecuali, di Jakarta Majelis Taklim Telkomsel (MTT), menyerahkan bantuan berupa dana sebesar Rp. 32.780.500. Penyerahan dilakukan  Wakil Ketua MTT Ade Muzawir dan diterima Staf lazis Wahdah Jakarta Ismail T, Senin (15/10/2018).

Pada hari yang  sama,  usai shalat Maghrib DKM Masjid Asyakirin Komp. Perumahan Mekarsari Permai Depok juga menyerahkan dana peduli gempa dan tsunami Sulteng. Serah terima dana 10 juta tersebut diwakili H.Suryadi selaku pengurus DKM bidang Dakwah,  dan diserahkan kepada UPZ Wahdah Islamiyah Depok.

MTT dan DKM Asy Syakirin Salurkan Bantuan Korban Gempa Melalui Lazis Wahdah (2)

Serah terima Bantuan Peduli  Gempa Sulteng  dari  DKM Masjid Asy Syakirin  Komp. Perumahan Mekarsari Permai Depok ke Lazis Wahdah, Senin (15/10/2018)

Alhamdulillah, selain dua lembaga diatas juga telah menyalurkan bantuannya dari, masjid Energizeer, masjid Asyuhada, karyawan PT. Lucky Ceramic, RM Pondok Laras Depok,

Laporan  tim Lazis Wahdah Pusat, sampai 12 Oktober mencapai 20 ton beras,   3600 doz mie instant, 3500 doz air minum kemasan, dan 1300 kaleng ikan.

Jumlah penerima manfaat dari program penyaluran bantuan logistik 28.742 jiwa.

Selain program bantuan bahan pokok, program dakwah, trauma healing dan layanan kesehatan, juga menjadi prioritas relawan Wahdah Islamiyah di tempat-tempat pengungsian.

Pasca gempa dan tsunami, Lazis Wahdah bergerak untuk membantu warga terdampak melalui tiga tahapan : tahap tanggap bencana, tahap pemulihan, dan ketiga tahap program dakwah yang merupakan program jangka panjang. [Anwar.A/sym].

Hari Pertama Sekolah Pasca Gempa, Relawan Gelar Trauma Healing di SMAN 1 Banawa

Hari Pertama Sekolah Pasca Gempa, Relawan Gelar Trauma Healing di SMAN 1 Banawa

Relawan Wahdah Peduli sedang memberikan Trauma Healing kepada Siswa SMAN 1 Banawa Kab. Donggala di hari pertama masuk sekolah pasca gempa, Senin (15/10/2018)

(DONGGALA) wahdahjakarta.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah mengeluarkan instruksi untuk memulai kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud). Salah satunya adalah di SMA Negeri 1 Banawa, jalan Banawa No.20, Kabupaten Donggala, Senin (15/10/2018).

Kegiatan belajar mengajar diawali dengan Trauma Healing oleh Tim Relawan Wahdah Peduli.

Menurut  Malik selaku salah satu tenaga pengajar di SMA Negeri 1 Banawa, kegiatan tersebut dilakukan di hari pertama sekolah pasca gempa untuk menghilangan trauma dari para siswa serta membangkitkan semangat belajar mereka.

“Materi trauma healing yang diberikan sangat baik dan sangat membantu pihak sekolah, karena dengan kegiatan ini minimal bisa membangkitkan semangat siswa untuk bisa move on dari keaadan saat ini,” tuturnya.

Trauma Healing ini merupakan salah satu program utama Wahdah Islamiyah dalam penanganan bencana Gempa Bumi yang melanda Sulawesi Tengah. Diantara tujuannya adalah untuk menghilangkan trauma warga akan bencana yang pernah mereka alami. ()

Dosen Universitas Malaya Malaysia Motivasi Relawan untuk Ikhlas dalam Bekerja

Dosen Universitas Malaya Malaysia Motivasi Relawan untuk Ikhlas dalam Bekerja

Dosen Universitas Malaya Malaysia Dr. Mahyudin Daud saat menyampaikan taushiyah dan motivasi kepada para  relawan Wahdah Islamiyah, Sigi, Ahad (15/09/2018).

(Sigi) Wahdahjakarta.com, — Dr. Mahyudin Daud, salah seorang pengajar al-Qur’an di Universitas Malaya Malaysia mengajak seluruh relawan Wahdah untuk tetap menjaga keikhlasan selama bekerja.

“Jagalah keikhlasan kita. Karena itu yang menjadi sebab Allah mudahkan urusan kita,” ucapnya, dihadapan jamaah Shalat Maghrib di Masjid Abdul Hadi Al Quraim, Tinggede, Kab. Sigi, Sulawesi Tengah, Ahad (15/10).

Ia menambahkan bahwa relawan muslim itu perlu menyisipkan pesan-pesan dakwah kepada semua penerima manfaat.

Bersama dengan Saufi Zakaria, mantan Perwira Angkatan Udara Malaysia yang juga merupakan pendiri Masjid Iktikaf ZB Kelantan, beliau membawa beberapa program kemanusiaan seperti paket ribuan nasi siap santap, paket sembako dan bantuan tenda.

“Kita datang kesini mewakili pihak Masjid di Kelantan dan gabung dengan Wahdah, dalam rangka mempersambungkan bantuan rakyat Malaysia untuk kawan-kawan di Sulawesi Tengah ini,” ujarnya.

Ia berharap, agar kerjasama ini bisa terus dilanjutkan. “Karena kita adalah saudara yang diikat dengan Islam,” pungkasnya. []