Tanya Jawab Fiqh Puasa (13): Ciuman Suami istri, Membatalkan Puasa?

Ciuman Suami istri, Membatalkan Puasa?

Pertanyaan : Apakah batal jika kita mencium istri pada bulan Ramadhan ? (Guntoro, Lampung Selatan)

Jawaban:

Ciumuan antara suami istri pada siang hari bulan Ramadhan tidak membatalakn puasa. Oleh karena itu hukumnya boleh. Namun kebolehan ini hanya berlaku bagi mereka yang mampu mengendalikan syahwatnya. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hal ini. Namun beliau merupakan manusia yang paling mampu mengendalikan syahwatnya.

Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengabarkan;

“كانَ النَّبيُّ – صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُ وَهُو صائمٌ ويُباشرُ وهُوَ صائمٌ، ولكنه أَمْلَكَكُمْ لإرْبِهِ” مُتّفقٌ عليه واللفظٌ لمسلم، وزاد في روايةٍ “في رَمَضَان”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium (istrinya) dalam keadaan beliau berpuasa, dan beliau juga mencumbui (istrinya) saat puasa, tapi beliau adalah orang yang paling mampu mengendalikan hasratnya”. (Muttafaq ‘alaih). Dalam redaksi lain, “Pada bulan Ramadhan”.

Hadits ini merupakan dalil bolehnya mencium istri atau bermesraan dan bercumbu saat berpuasa, dengan syarat ciuman dan cumbuan tersebut tidak sampai menggerakkan syahwat. Artinya kebolehan ini tidak berlaku secar mutlak. Boleh bagi yang dapat mengendalikan nafsunya seperti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Adapaun bagi mereka yang mudah bergejolak syahwatnya atau masih muda, hendaknya tidak melakukan hal tersebut.  Karena dikhawatirkan berlanjut kepada hubungan badan yang membatalkan puasa. []

===

Pembaca yang ingin bertanya dapat menyampaikan pertanyaan via Whatsapp ke narahubung “Tanya Ustadz”:  0813 7848 2598, dengan cara ketik Nama/Alamat/Pertanyaan.

Posted in Al-Qur'an, Artikel, Konsultasi and tagged , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.