“Da’i Tangguh” dan “Pejuang Tauhid” Ustadz Ismail Syahril dalam Kenangan (2)

Ustadz Ismail Syahril

Sambungan dari Tulisan Sebelumnya

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Wahdah Islamiyah (DPC WI) Batui Ustadz Ismail Syahril rahimahullah meninggal dunia sepulang Umrah di salah satu rumah sakit di Jakarta, Ahad (20/01/2019) pukul 15.30 sore. Kepergiannya menyisakan duka yang mendalam bagi segenap pengurus, kader, dan simpatisan Wahdah Islamiyah.

Pimpinan Umum WI Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin yang hari itu sedang menyampaikan taujih kepada kader Wahdah Sesulawesi Tenggara di Kendari sempat menghentikan taujihnya beberapa saat ketika mendapat kabar kematian Ustadz Ismail. (UZR) menyempatkan berbicara singkat tentang kiprah dan dedikasi Ustadz Ismail dalam dakwah dan perjuangan, sembari mendoakan beliau.

Ustadz Zaitun juga menyebut beliau sebagai salah satu kader terbaik, da’i tangguh yang telah menjadi wasilah tersampaikannya hidayah. Aktif berdakwah dan membina hingga pelosok-pelosok pedalaman.

“Yaa Allah, rahmatilah saudara kami Ust. Ismail Syahril. Ampuni kesalahannya dan tempatkanlah di surga yang paling tinggi di sisi-Mu”. Ujar Ustadz Zaitun melalui Fan Page resmi @Zaitunrasmin, Ahad (20/01/2019) malam.

Sejak kabar kepergian beliau hingga catatan ini ditulis, Selasa (22/01/2019) ungkapan belasungkawa dan kesaksian akan dedikasi dakwah Ustadz Ismail mewarnai percakapan di berbagai grup  Whatsapp, dan beranda facebook. Hampir setiap ada tag di akun Ustadz Ismail. Para murid, jama’ah pengajian, tokoh masyarakat Batui, dan teman seolah semua kompak menyampaikan kesaksian, Ustadz Ismail adalah orang baik, da’i tangguh, pejuang tauhid. Wallahu hasibuhu wala nuzakki ‘Alallahi Ahad.

Pegiat Sosial dan Kemanusiaan

Ustadz Ismail Syahril tidak hanya berdakwah lewat ceramah, khutbah, dan majelis ilmu. Tapi beliau juga sering terjun dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kemanusiaan. Beliau memang dikenal sebagai aktivis dakwah multi talenta yang tak kenal lelah. Karena semua aktivitas hidupnya Lillah, untuk karena dan demi Allah.

Ustadz Ismail Syahril (duduk kiri) di depan sekretariat DPC Wahdah Islamiyah Batui Sulawesi Tengah 

“Kalau mau melihat orang yang ikhlas mengajak kepada kebaikan, beliau salah satunya. Tak peduli medan dakwahnya seperti apa. Mau diajak berdakwah ke pedalaman. Ayo! Masuk menyusuri hutan. Ayo! Menyeberangi sungai yang lumayan dalam dan licin, sambil membawa barang karungan untuk kebutuhan dakwah. Ayo! Menaiki gunung dan menuruni lembah. Ayo! Berbaring rehat sejenak, mau di lapangan, di teras masjid, atau di mana terserah. Ayo!”, tulis Ali Akbar.

Ia terbiasa menyertakan dalam kegiatan dakwahnya program-program sosial dan kemanusiaan. Mulai dari level lokal, seperti di pedalaman Batui dan Morowali Utara, sampai nasional, bahkan internasional. Wahdahjakarta.com  menemukan di akun Ismasil Syahril beberapa jejak digital kegiatan beliau dalam program sosial dan kemanusiaan berupa pemberian bantuan, santunan kepada yang kurang mampu, bantuan korban bencana alam, tebar qurban nusantara bersama Lazis Wahdah sampai peduli Syam dan Ghouthah.

Ustadz Ismail Syahril (ketiga dari kiri) pada program Tebar Qurban Nusantara 1438 H

Afiel Al-Butoni sahabat Ustadz Ismail semasa kuliah di STIBA  menuliskan kesaksiannya melalui sebuah puisi singkat yang terkirim kegrup WA alumni STIBA,

“ . . . Akhir-akhir ini ….

Ketika Palu diguncang Tsunami ..

Aku melihat engkau terdepan mengevakuasi mayat  . . .

Aku melihatmu sibuk dalam dakwah

Mengantarkan kader-kadermu

Masuk ke pesantren-pesantren dan perguruan tinggi Islam

Engkau mencetak amal jariahmu”. (Afiel)

Pejuang Dakwah Bermental Baja

Sebagai da’i Ustadz Ismail juga dikenal memiliki obesesi tinggi, pantang menyerah, bermental baja, dan penuh ide kreatif untuk memajukan dakwah dan perjuangan. Karakter luhur ini Nampak ketika beliau merintis pendirian Sekolah Dasar Islam di Batui. Al-Akh Rais menceritakan hal ini di WAG Peduli Ummat.

Ustadz Ismail Syahril bersama siswa SD Wahdah Batui dan mobil antar jemput siswa (i) Sekolah yang ia rintis.

“Kami teringat kisah beliau membangun sekolah SD Wahdah di sana (Batui). Dengan modal keyakinan kepada Allah azza wajalla beliau mau membangun sekolah. Diutarakan lah hal itu kepada istrinya tapi istrinya tidak yakin akan rencana nya. Dikarenakan  modal untuk membangun sekolah tidak ada. Jangankan  bangunan dari batu bata, bangunan dari kayu pun beliau tidak bisa beli. Tapi ia  tidak kehabisan akal. Caranya  dia mencicil di toko bangunan kayu untuk dipakai membangun satu kelas.

Tantangan selanjutnya siapa yang akan sekolah di sana? Sekolah baru, bangunannya terbuat dari kayu.

Lagi-lagi beliau menunjukkan mental bajanya. Ada  ide yang tak terpikirkan oleh manusia.  Beliau mempromosikan sekolahnya dan ditambah dengan fasilitas antar jemput gratis.

Nah mulailah pada saat itu ada yang tertarik. Maka Ustadz Ismail ini setiap hari kerjaannya antar jemput anak sekolah dengan motor pribadinya ditambah beliau sendiri yang menjadi gurunya.

Pernah suatu ketika beliau membonceng anak sekolah dan tiba-tiba dijalanan beliau jatuh dengan beberapa anak-anak.

Dan anak tersebut kepalanya bocor maka orang tua nya marah-marah kepada ustadz. Dan sekarang  muridnya sudah 95, Subhanallah. (Rais).

Ustad Ismail Syahril dalam perjalanan dakwah pedalaman yang menjadi rutinitas beliau rahimahullah.

Bahkan cita-citanya untuk mendirikan lembaga pendidikan, tidak hanya sampai tingkat SD. Ia bercita-cita mendirikan perguruan tinggi Islam sebagai lembaga kaderisasi da’i. Masih menurut penuturan akh Rais; “Ana juga pernah bertemu ustadz Ismail di Luwuk Banggai, beliau banyak berbicara bagaimana membangun dakwah di Luwuk Banggai, bagaimana membangun sekolah dari awal,, semuanya penuh dengan perjuangan. Banyak kisah beliau merintis disana. Dan cita-cita beliau ingin membuat STIBA di Luwuk, dan itu beliau sudah rencanakan dengan banyaknya mahasiswa yang beliau kirim ke STIBA dan LIPIA , dan beliau membiayai mahasiswa tersebut sampai selesai. Semoga Husnul khatimah”. []

Bersambung insya Allah.

Posted in Artikel.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.