Dakwah Pemuda, Markaz Qur’an Jakarta Utara Buka Kelas Desain.

Suasana saat training desain grafis

(JAKARTA) Wahdahjakarta.com — Wahdah Jakarta utara membuka kelas untuk belajar desain grafis pemula bersama desainer muslim professional di Markaz Qur’an Wahdah, Koja, Jakarta Utara pada Ahad(3/11/2019).

Tak hanya membimbing untuk belajar Al Qur’an, Markaz Qur’an Wahdah(MQW) di wilayah Rawabadak ini juga membuka kesempatan untuk para peminat desain grafis untuk belajar langsung bersama pakar professional.

“Alhamdulillah ini adalah kegiatan yang sangat bagus khususnya untuk kaula muda, keahlian seperti ini sangat dibutuhkan untuk dakwah.” kata Saripudin, ketua Markaz Qur’an Wahdah Jakarta Utara.

Isra’ Mi’raj, Founder MahirDesain yang menjadi pemateri dalam kelas desain

Pelatihan ini dibimbing oleh Isra’ Mi’raj, Founder program training desain grafis MahirDesain dengan menggunakan aplikasi desain Corel Draw. Untuk langkah awal, Isra’ menjelaskan fungsi masing-masing tools kemudian lanjut dengan cara pemakaiannya, teknik-teknik dasar, pembuatan desain thumbnail, hingga belajar membuat logo.

Para peserta mengaku terpuaskan dengan materi-materi tersebut, bahkan ada yang baru belajar dari nol  hingga mampu menguasai teknik-teknik dasar desain grafis.

“Banyak yang saya belum tahu ternyata, walaupun saya sudah menguasai teknik-teknik dasar Corel.” ujar Thoriq, salah satu peserta dari tim multimedia yayasan Al Hijaz Al Kahiriyah Indonesia.

“Saya bahkan sudah menjadi pengajar di kelas-kelas pondok pesantren, tapi ada banyak pula yang baru saya tau disini saat belajar.” kata Dicky, peserta dari yayasan Daarut Tauhid.

Isra’ mengaku senang bisa berbagi ilmu dalam kelas pertamanya di Jakarta. Karena sebelumnya, Ia berdomisili di Makassar bersama istrinya yang saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa STIBA Makassar. Kemudian setelah istrinya mendapat tugas berdakwah dalam program TDN (Tebar Da’i/Da’iyah Nusantara) STIBA Makassar, maka beliau memutuskan untuk membantu istrinya dalam berdakwah pula dengan keahlian yang dimilikinya.

Dalam broadcast publikasi kelasnya, Isra’ membuka kelas bulanan untuk peserta yang ingin belajar lebih intensif atu bahkan mampu mendapatkan penghasilan dari keahilan desain grafis.

“Materi-materi untuk para peserta yang mendaftar saya kirimkan via telegram, karena pengaturan pesannya lebih teratur, kemudian untuk publikasi dan promosi ana pakai facebook dan Instagram.” tuturnya.

Saripudin mengaku sangat mendukung kegiatan ini. Sarip berharap kegiatan ini mampu menambah skill pemuda dalam dunia desain grafis.

“Untuk dukungan kita bisa terus gunakan sarana kita, baik markaz qur’an, maupun kelas yang ada disini untuk kegiatan-kegiatan seperti ini.” tuturnya.

“Jadwalnya beberapa sudah diatur disamping kegiatan-kegiatan seperti tahsin, Dirosa, bahasa arab, tarbiyah, dan lain-lain” tambah Sarip.

Salah satu peserta saat sesi training desain grafis.

Pengajar program Dirosa ini juga berharap agar kegiatan seperti ini juga mampu menarik jamaah dan bisa mengembangkan diri untuk professional supaya menjadi trainer pula di kemudian hari.

“Jadi jangan hanya menjadi peserta terus, ada levelnya pula, mungkin sekali-kali mampu pula menjadi trainer.” tandas Sarip.

(Fadel)

Posted in Artikel and tagged , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.