Dukung Ekonomi Syariah, KPMI dan LIMA Event Siap Bantu UKM

Foto bersama anggota KPMI setelah konferensi pers Muslim Lifestyle Fest 2019.

(JAKARTA) Wahdahjakarta.comKPMI (Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia) dan PT. LIMA Armada Utama menyatakan kesiapannya dalam menggodok perekonomian syariah di Indonesia, utamanya dalam pengembangan produk halal.

Ketua KPMI, Rachmat Sutarnas Marpaung melihat adanya komitmen dari pemerintah untuk membangun pondasi sistem ekonomi syariah melalui Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019 – 2024 yang baru saja diresmikan bulan Mei 2019.

Diharapkan dengan MEKSI tersebut, Indonesia bisa menjadi pemain utama sebagai produsen industry halal global pada 2024.

Tertulis dalam rilis media, KPMI senantisa merangkul semua pihak untuk berkolaborasi menguatkan rantai nilai produk halal pada sektor potensial yang berdaya saing tinggi, seperti makanan,minuman, pariwisata, busana muslim, media, farmasi dan kosmetik.

Kemudian, penguatan sektor keuangan syariah, penguatan sektor UMKM sebagai penggerak utama rantai nilai produk halal, dan penguatan ekonomi digital terutama perdagangan (e-commerce) dan keuangan (teknologi finansial).

“Jadi, merchant-merchant yang kita lihat datanya tumbuh namun butuh permodalan, nanti disitu kita bekerjasama dengan fintech syariah untuk memberikan modal” ujar Rachmat saat wawancara dengan media setelah konferensi pers Muslim Lifestyle Fest di Hall Cendrawasih JCC Senayan (30/8/2019).

Tak hanya itu, untuk kegiatan ekspor dan impor, KPMI mengadakan pelatihan dan penyuluhan untuk mengedukasi para pengusaha ataupun calon pengusaha muslim dalam mengembangkan usahanya bedasarkan prinsip syariah sesuai contoh Rasulullah SAW.

“Kita punya pelatihan ekspor sudah 58 angkatan, total anggota KPM Eksport Learning Club itu sudah 4.000 orang dan kita sudah menghasilkan sekitar 180 ekportir baru dari yang tadinya gak bisa eksport.” papar Rachmat singkat.

Tak hanya itu, PT. Lima Event sebagai penyelenggara acara juga memfasilitasi para pengusaha muslim dalam pengurusan sertifikasi halal untuk setiap produk yang dipasarkan.

Abu Yudhis Tejo, Organizer Pesta Jajanan Halal saat diwawancarai media pasca pembukaan Muslim Lifestyle Fest 2019.

“Seperti kata gubernur, kota Jakarta akan menjadi kota wisata Halal, makanya produk-produknya harus halal, bukan cuma halal, yang mengelola produknya harus amanah dan tersertifikasi BNSP. Kita akan fokus di tenan-tenan event, karena kita pikir kalau dakwah halal ke konsumen butuh waktu panjang, kita ambil strategi dengan mensertifikasi penyedia makanannya” ujar Abu Yudhis Tejo selaku Organizer Pesta Jajanan Halal Muslim Lifestyle Fest dari LIMA Event.

Abu Yudhis membocorkan, pasca event Muslim Lifestyle Fest, akan ada pendampingan fasilitas dalam sertifikasi kehalalan produk untuk pelaku usaha kuliner.

“Setelah event ini nanti kita akan buat lagi pendampingan, jadi kita gak menguber-uber event. Kita akan adakan lagi yang secara rutin sertifikasi halal dan food-food tender sebagai salah satu follow up nya.”pungkasnya. (fry)

Posted in Artikel.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.