Dunia Tempat Ujian

Dunia bukan Tempat Piknik

Dunia bukan Tempat Piknik

Sobat, setiap orang selalu diuji oleh Allah dengan kadar mereka masing-masing. Ujian yang tidak selalu sama bahkan cenderung berbeda satu sama lain. Karena memang dunia tempat ujian, bukan tempat piknik.

Kalau kemudian merasakan hidup kok dari dulu begini terus, masalah datang bertubi kayak debur ombak di laut, ga ada hentinya …, lantas kenapa? Mau protes sama Allah? Helloo …! Nyadar dong kalau ini di dunia fana. Wajar saja kalau masalah senantiasa datang untuk menguji kadar keimanan kita. Allah berfirman :

لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً

“Supaya Dia menguji kamu siapa yang paling baik amalnya” (potongan ayat QS Al-Mulk : 2) *)

Jadi, jangan kaget dan heran …. Yakin saja bahwa setiap orang mendapat jatah ujian hidup. Hanya saja, seringkali orang yang diuji dengan kenikmatan itu lalai sedang mereka yang diuji dengan kesempitan merasa merana seakan paling menderita. Ini yang perlu kita koreksi dari mindset kita.

Jangan sampai kita masuk dalam golongan orang yang gampang galau. Dikit-dikit baper. Dikit-dikit ngeluh. Dikit-dikit manyun. Lihat orang lain dapat nikmat dikit aja, kita jadi galau super tinggi. Selalu yang terlihat itu rumput tetangga lebih hijau dari rumput di halaman sendiri. Apa iya demikian adanya?

Coba kita pikirkan sejenak. Dengan mengeluh, apa iya masalah jadi selesai? Jelas enggak kan?! Yang ada malah hati tambah runyam, pikiran kalut, mood pun jadi jongkok. Kita perlu menyadari, kalau kita punya masalah, orang lain pun punya masalah. Kalau kita lagi merasakan kesempitan, yakin saja ada orang yang lebih sempit dari kita. Untuk urusan dunia, kita memang tidak usah terlalu sering mendongak ke atas. Biar kepala ga pusing dan mata ga kena debu dunia. Masih banyak hal-hal yang patut kita syukuri daripada sibuk membandingkan keadaan diri kita dengan orang lain yang tampak lebih baik keadaannya dari kita. Percayalah, rumput tetangga tak selalu sehijau seperti kenampakannya.

Baca Juga  Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka! Begini Caranya

Belajar mensyukuri kehidupan yang kita jalani insya Allah lebih menentramkan hati. Dan bukankah syukur nikmat itu akan melahirkan nikmat-nikmat yang berikutnya? Allah lebih tahu yang terbaik buat kita daripada kita sendiri. Kalaupun Allah menguji kita dengan beragam persoalan hidup, yakin saja bahwa Allah ga bakalan memberi ujian yang kita tidak sanggup menanggungnya. Sebagaimana Allah berfirman,

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَا‌ۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡہَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡ‌ۗ

“Allah tidak membebani seseorang kecuali yang sesuai dengan kemampuannya. Baginya ganjaran untuk apa yang diusahakannya” (potongan ayat QS Al-Baqoroh : 287)

Jadi semuanya sudah terukur, dan Allah Maha Tahu kapasitas hamba-hamba-Nya. Kita tinggal action dan membuktikan sama Allah bahwa kita bisa menjalani apa pun hempasan yang datang menyapa. Yakin saja, bahwa Allah ga bakalan ninggalin kita. Bahwa Allah selalu membersamai kita. #ummisanti

 

*) Maksudnya, Allah menguji hamba-Nya siapa ikhlas dan benar dalam melakukan amalnya. Sebab amal yang dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar maka tidak akan diterima. Dan jika dia benar, tetapi tidak ikhlas maka amalnya juga tidak diterima. Adapun amal yang ikhlas adalah amal yang dilakukan karena Allah, sedang amal yang benar adalah bila dia sesuai dengan Sunnah Rasulullah
Posted in Artikel, Tazkiyah and tagged , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.