ETHIS Mengantongi Izin Ke-3 di Indonesia sebagai Platform P2P Syariah

Tim Ethis 2019

 

(JAKARTA)Wahdahjakarta.comEthis, perusahaan fintek yang dikenal sebagai platform pembiayaan peer-to-peer (p2p) untuk pembangunan rumah subsidi dan rumah sederhana di Indonesia, telah resmi terdaftar sebagai penyelenggara p2p financing di Indonesia kemarin Rabu (30/10/2019).

Persetujuan tersebut secara resmi dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menjadi kelanjutan atas 2 perizinan fintek yang diterima sebelumnya di tahun 2019 ini. Terobosan tersebut ialah Lisensi dan  Penghargaan sebagai Islamic Equity Crowdfunding pertama di Malaysia pada bulan Mei, dan kemudian disusul sebagai Property Crowdfunding pertama di Dubai pada bulan Juli.

Founder ETHIS, Ronald Yusuf Wijaya

“Fintek sedang menjadi tren di Indonesia,” kata Ronald Wijaya, co-founder Ethis dan Direktur Utama Ethis.co.id.

“Tidak ada negara lain yang memiliki kecepatan adopsi dan memiliki dampak se-massive ini. Ethis memiliki 5 tahun lebih pengalaman yang solid di Indonesia dan dengan terdaftarnya Ethis di OJK, maka sekarang kami bisa berbisnis dengan skala yang jauh lebih besar.”

Ronald juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Fintek Syariah Indonesia (AFSI), yang juga merupakan asosiasi fintek syariah terbesar di dunia dengan lebih dari 70 anggota.

Jumlah penduduk Indonesia yang besar dan penerapan fintek yang cepat menjadi inti dari ekspansi ambisius Ethis. Dengan Indonesia sebagai target pengembangan utama, dan kini sudah diatur di 3 negara, maka Ethis sedang berada dijalur yang tepat untuk benar-benar menjadi pemain p2p financing global.

Komisaris Ethis Global, Datuk Mohd Radzif Yunus menambahkan, “Kami bertujuan meningkatkan taraf hidup manusia melalui fintek. Indonesia memberikan kami kesempatan yang sempurna dalam memberi dampak kepada jutaan jiwa melalui p2p financing. Di waktu yang bersamaan, infrastruktur Malaysia dan Dubai sebagai Financial Hub memungkinkan kami untuk bersaing di tingkat global.”

Sebelum terdaftar di OJK, Ethis telah lebih dulu memiliki Proof of Concept yaitu memberikan pembiayaan properti sebanyak lebih dari 1,300 transaksi dari total 59 negara untuk pembangunan lebih dari 8,000 unit rumah di Indonesia.  Di Dubai, Ethis juga fokus dalam pembangunan properti namun untuk aset yang lebih komersial, sementara Ethis Malaysia akan menyediakan proyek Equity Crowdfunding yang lebih luas.

“Ethis menargetkan untuk berkembang 10 kali lipat dalam 2 tahun kedepan. Untuk melakukan ini, kami harus mengembangkan teknologi dan inovasi-inovasi terbaru, dan untuk menuangkan pengalaman kami kedalam sebuah sistem intelijen dengan algoritma yang efisien dan terpercaya. Kami sedang membuat progres yang signifikan di area ini.” tambah Umar Munshi, Direktur Ethis Group.

Posted in Artikel.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.