Evakuasi Korban Gempa Sulteng Dihentikan, BNPB: Yang Belum Ditemukan Dinyatakan Hilang

Proses evakuasi Korban Gempa Sulteng oleh Relawan

Proses evakuasi Korban Gempa Sulteng oleh Relawan

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memutuskan menghentikan masa tanggap darurat gempa Sulteng. Dengan demikian proses evakuasi korban juga dihentikan. Adapun korban yang belum ditemukan dinyatakan hilang, dan areal lokasi bencan dijadikan sebagai areal kuburan massal.

Dalam catatan BNPB pada konferensi Pers yang digelar, Rabu(10/10/2018) siang sekitar 2.045 korban meninggal berhasil ditemukan dalam keadaan sudah hancur, melepuh dan sulit dikenali. Sehingga saat korban ditemukan, tim Evakuasi memutuskan untuk segera menguburkan jenazah karena berpotensi menyebabkan penyakit.

“Tetapi sebelumnya, Tim Evakuasi mengambil sampel identitas berupa foto bagian yang mudah dikenali dari jenazah sebelum dimakamkan”, jelas Kapusdatin & Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers kemarin, rabu (10/10/2018)

“Korban yang hilang kemungkinan lebih banyak, dan hingga saat ini Tim Evakuasi masih melakukan pencarian.” Imbuh Sutopo.

Korban yang ditemukan sudah dimakamkan seluruhnya, 969 jenazah dimakamkan secara massal, sedangkan 1.076 lainnya dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan di pemakaman keluarga.
Untuk korban luka, tercatat sebanyak 10.679 orang, korban mengalami luka berat sebanyak 2.549, dan 8.130 orang lainnya mengalami luka ringan.Sutopo menyebutkan, pada saat evakuasi dihentikan nanti, jenazah yang belum ditemukan akan dinyatakan hilang, dan seandainya ditemukan oleh Relawan maupun warga, maka akan tetap dicatat di BNPB sebagai korban meninggal.
“Kadang warga ketika merapikan puing-puing bangunan menemukan jenazah, nanti dilaporkan saja, biar kita catat sebagai korban meninggal.”

Sebelumnya media ini memberitakan keputusan BNPB mengakhiri masa tanggap darurat gempa Palu dan penghentian evakuasli berdasarkan keputusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

“Berdasarkan keputusan gubernur Sulteng, BNPB mengumumkan evakuasi tanggap darurat korban akan diakhiri pada tanggal 11 Oktober besok, sehingga untuk evakuasi korban yang masih tersisa akan di maksimalkan sebelum jatuh tempo”, ujar Sutopo saat Konfrensi pers,Rabu (10/10/2018).

“Karena Tim SAR juga punya tugas lain dalam hal penanganan bencana, maupun kemanusiaan, dan tempo pencarian korban juga kami menyesuaikan dengan undang-undang”, tuturnya.

Beberapa pertimbangan lain berdasarkan Rapat Koordinasi dengan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola adalah bahwa korban yang dievakuasi sudah banyak yang rusak dan sulit dikenali akibat kondisi jenazah yang sudah melepuh, sehingga begitu ditemukan langsung dimakamkan karena berpotensi menyebabkan penyakit.

Tokoh agama dan tokoh masyarakat juga menyampaikan agar dipertimbangkan untuk tidak melanjutkan evakuasi, sehingga lokasi bencana diusulkan agar menjadi tenpat penguburan massal dan masyarakat akan dibangunkan tempat lain untuk tinggal diluar lokasi bencana. [fsy/sym].

Posted in Artikel, Berita and tagged , , , , , , , , , , , , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.