Fardhu Wudhu Menurut Madzhab Syafi’i

Fardhu Wudhu

Fardhu Wudhu Menurut Madzhab Syafi’i

Bismillahirrahmanirrahim,

Berikut ini penjelasan singkat fardhu wudhu atau diwajibkan dalam wudhu menurut madzhab Syafi’i. Bila salah satu dari fardhu wudhu ini ditinggalkan maka mengakibatkan wudhu tidak sah. Fardhu wudhu ini harus dilakukan meski hanya sekali basuh atau usap.

Menurut mazhab Syafi’I sebagaimana termaktub dalam kitab Matan Al-Ghayah Wat Taqrib atau yang masyhur dengan nama Matan Abi Syuja’ karya Imam Abu Syuja’ Ahmad bin Husain bin Ahmad Al-Ashfahani, fardhu wudhu ada enam.

Keenam fardhu wudhu tersebut berdasarkan firman Allah Ta’ala da lam surat Al-Maidah ayat 6:

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. (Terj. Qs. Al-Maidah:6)

  1. Niat; Yaitu kesengajaan dan kemantapan hati untuk berwudhu dalam rangka melaksanakan perintah Allah. Wudhu merupakan ibadah dan setiap ibadah harus disertai niat, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam;

 “Amalan-amalan itu sesuai dengan niatnya  ”. (HR. Bukhari).

Artinya, amalan itu tidak akan dianggap secara syar’I kecuali jika seseorang meniatkannya.   

  1. Membasuh Wajah; Yang termasuk dalam batasan wajah yang wajib dibasuh adalah mulai dari bagian atas dahi hingga pangkal dagu dan dari daun telinga kanan sampai daun telinga kiri. Kewajiban membasuh wudhu sebagai fardhu wudhu berdasarkan firman Allah;

 “maka basuhlah wajahmu”. (Qs. Al Maidah:6).

  1. Membasuh kedua tangan sampai siku, berdasarkan firman Allah Ta’ala;

 “dan (basuhlah) kedua tanganmu sampai siku”. (Qs. Al Maidah:6).

  1. Mengusap kepala. Ini berdasarkan firman Allah Ta’ala;

 “Dan usaplah kepalamu”. (Qs. Al Maidah:6).

  1. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki, berdasarkan firman Allah Ta’ala;

 “Dan (basuhlah) kedua kakimu sampai kedua mata kaki”. (Qs. Al Maidah:6).

  1. Tertib diantara anggota-anggota wudhu yang dibasuh, yakni dengan membasuh wajah terlebih dahulu, kemudian tangannya, lalu mengusap kepala, selanjutnya membasuh kedua kaki. Sebab perintah Allah mengenai anggota wudhu berurutan, yaitu wajah, tangan, kepala, kaki.

Dalam Kitab Al-Majmu’ disebutkan, “Para shabat berhujjah dengan hadits-hadits shahih yang bersumber dari sejumlah besar sahabat tentang tatacara wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semuanya menggambarkan, wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu tertib”. (1/484).

Wallahu a’lam. (sym)

Posted in Artikel.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.