Gelar Mukernas X, Wahdah Islamiyah Konkritkan Peran Politik Hisbah Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin pada Pembukaan Mukernas X Wahdah Islamiyah

Wahdah Islamiyah akan mengkapitalisasi peran ini, hisbah dan amar ma’ruf nahi munkar dilembagakan pada kader-kader wahdah”. (Ustadz Zaitun).

(Makassar-wahdahjakarta.com)- Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) menggelar Musyawarah Kerja Nasioinal ke.10 (Mukernas X) di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Mukernas X ini diagendakan berlangsung selama tiga hari, 22-24 Desember 2017.

Mukernas X DPP WI dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Wahdah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin. Dalam arahannya Ustadz Zaitun menekankan empat poin penting berkenan dengan peran dakwah Wahdah Islamiyah. Diantaranya Institusionalisasi peran politik Hisbah Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

“Pada mukernas ini kita ingin mengkongkritkan peran politik hisbah amar ma’ruf nahyi munkar Wahdah Islamiyah”, ucapnya di hadapan seribuan peserta Mukernas X. “Wahdah Islamiyah akan mengkapitalisasi peran ini, hisbah dan amar ma’ruf nahi munkar dilembagakan pada kader-kader wahdah”, jelasnya.

Menurut ustadz Zaitun hal ini merupakan bagian dari peran Wahdah Islamiyah dalam melakukan perbaikan di negeri ini serta mewadahi potensi para kader dalam bidang ini. “Kita punya cita-cita besar melalukan islah, perbaikan di seantero masyarakat kita”, terangnya.

“Para kader kita diharapkan lebih berperan, karena setiap Muslim punya kewajiban merubah keadaan yang buruk”, tandasnya. “Mungkin selama ini banyak kader kita yang tidak tersalurkan potensinya dalam amar ma’ruf nahi munkar”, imbuhnya.

Baca Juga  Ulama Palestina: 5-10 tahun Lagi insya Allah Al-Aqsha Merdeka

Menurut beliau ini merupakan bagian dari makna optimalisasi peran kader yang menjadi inti tema mukernas X kali ini. “Dalam mukernas ini makna itu ditegaskan, ini makna optimalisasi kader”, lanjutnya lagi.
Meskipun demikian Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) ini menekan, hisbah amar ma’ruf nahi munkar dilakukan secara santun. “Semangat harus tinggi, perjuangan tak kenal lelah, tapi tetap jaga kesantunan”, pungkasnya.

Guna mengoptimalkan peran kader dalam amar ma’ruf nahi munkar, Wahdah Islamiyah telah membentuk lembaga otonom yang menangahi bidang ini, yang bernama Garda Ummat dan Bangsa (Garuda). Garuda dibentuk dan berkedudukan di Makassar. Pengurusnya telah dikukuhkan oleh Ustadz Zaitun pada hari Ahad, 30 Shafar 1439 H (19/11/2017) lalu. [sym].

Posted in Berita and tagged , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.