Hadits Puasa [8]: Anjuran Makan Sahur

Hadits Puasa [8]: Anjuran Makan Sahur

Wahdahjakarta.com|  Salah satu sunnah dalam puasa adalah anjuran makan sahur. Dalam satu sabdanya Nabi menganjurkan untuk makan sahur karena dalam makan sahur terdapat berkah.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

وعنْ أَنس بنِ مَالكٍ – رضي الله عنه – قال: قال رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم -: “تَسَحَّرُوا فإن في السَّحُورِ بركةً” مُتّفقٌ عَلَيه.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

Makan sahurlah kalian, karena dalam makan sahur itu terdapat berkah”. (Muttafaq ‘alaihi).

Hadits ini menunjukkan anjuran makan sahur sebagai bentuk mengikuti tuntunan Sunnah Nabi dan menyelisihi ahli kitab serta memperkuat fisik dalam beribadah serta melakukan aktivitas lainnya saat menjalani puasa.

Makan sahur merupakan satu Sunnah dan kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Makan sahur juga sekaligus merupakan bentuk mukhalafah terhadap ahli kitab yang berpuasa tanpa makan sahur. Dalam salah satu hadistnya Nabi mengabarkan bahwa diantara pembeda antara puasa kita dengan puasa kalangan ahli kitab adalah makan sahur.

Keberkahan makan sahur juga berupa do’a Malaikat dan rahmat Allah kepada orang yang makan sahur. Sebagaimana dikabarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits lain bahwa:

Sesungguhnya Allah dan para Malaikat bershalawat untuk orang-orang yang makan sahur.”

Shalawatnya Allah bermakna pujian dan rahmat. Artinya Allah memuji dan merahmati orang-orang yang makan sahur. Sedangkan shalawatnya Malaikat berarti do’a dan permohonan ampun. Maknanya Malaikat mendoakan kebaikan dan memohonkan ampunan untuk orang yang makan sahur.

Baca Juga  Tanya Jawab Fiqh Puasa [09]: Kembali dari Perjalanan Pada Siang Hari, Boleh Melakukan Hubungan Suami Istri?

Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewanti-wanti agar santap sahur ini tidak ditinggalkan sama sekali. Minimal memakan sebutir kurma dan atau meminum seteguk air. [sym].

Tahfidz Weekend

Posted in Fiqih, Hadits and tagged , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.