Inilah 10 Rekomendasi Pertemuan Ulama dan Da’i Asia Tenggara, Arika, dan Eropa

Pertemuan Ulama dan Da'i Internasional

Sambutan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Penutupan Pertemuan Ulama dan Da’i Internasional

Inilah 10 Rekomendasi Pertemuan Ulama dan Da’i Asia Tenggara, Arika, dan Eropa

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Pertemuan Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Afrika ke.V yang digelar selama empat hari resmi ditutup hari ini, Jum’at (06/07/2018) oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Forum Ilmiah Internasional ini menghasilkan sepuluh rekomendasi strategis terkait persoalan dakwah dan problematika umat Islam. Berikut poin-poin penting rekomendasi multaqa sebagaimana dibacakan Sekjen Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara Jeje Zainuddin.

***

REKOMENDASI

PERTEMUAN ULAMA DAN DA’I ASIA TENGGARA, AFRIKA DAN EROPA

DENGAN TEMA: “BERPEGANG TEGUHLAH DENGAN TALI ALLAH, SINERGI UNTUK HARMONI”

JAKARTA, 19-22 SYAWAL 1439 H/ 3-6 JULI 2018

 

بسم الله الرحمن الرحيم

 Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dan semoga Allah memberkati Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Nabi yang terpercaya, dan semua saudara-saudaranya para Nabi dan Rasul, keluarga beliau yang baik dan suci, serta sahabat-sahabat beliau.

Pada tanggal 19-22 Syawal 1439 H. bertepatan dengan 3-6 Juli 2018, bertempat di Jakarta, telah berlangsung Forum Ilmiah Internasional Kelima ulama dan da’I se-Asia Tenggara, Afrika dan Eropa dengan tema “Bersatulah”. Forum tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya, yang merupakan hasil kerjasama antara Yayasan Al-Manara dan Pemerintah Jakarta dan dihadiri oleh kurang lebih 600 Ulama, Dai’, peneliti dan aktivis di bidang dakwah yang berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan yang berpegang pada moderasi Islam.

Setelah para peserta membahas kondisi bangsa dan peran dakwah dan da’i dalam proses reformasi dan kebangkitan bangsa dalam situasi kondisi ketika umat Islam tengah menghadapi serangan-serangan keji dari luar dan aliran-aliran radikal dari dalam, yang mengharuskan para aktivis di bidang dakwah untuk mengerahkan energi dalam mengimplementasikan dan menerjemahkan konsep-konsep Islam yang bersifat teoritis ke dalam tataran praktis dan implementatif. Dalam rangka untuk menyelamatkan umat Islam dari krisis yang menyelimutinya. Maka para peserta forum ini menyepakati untuk mendeklarasikan keputusan-keputusan dan rekomendasi sebagai berikut:

  1. Menekankan pentingnya rahmat dalam Islam dan hidup berdampingan secara damai dan harmoni antara Muslim dan non-muslim dan bahwa cinta terhadap kebaikan antar sesama merupakan hal yang baik, maka seharusnya tidak menginginkan keburukan untuk dirinya sendiri dan orang lain

  2. Untuk mencapai persatuan dan kesatuan di antara umat. Perlu berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman yang komprehensif dan terintegrasi yang sejalan dengan kaidah-kaidah ilmiah dan praktis yang telah disusun oleh para ulama otoritatif dari masa ke masa.

  3. Pentingnya membangun kemitraan kerja sama antara lembaga-lembaga dakwah dengan berbagai lembaga-lembaga ilmiah dan pendidikan baik pemerintah atau swasta, dalam rangka mencapai perdamaian, stabilitas, kemajuan, pembangunan dan kemakmuran dalam naungan ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

  4. Meningkatkan peran strategis lembaga-lembaga dakwah dan kontribusinya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Muslim di berbagai bidang dan disiplin ilmu dalam rangka mewujudkan misi “khairu ummah” dan “ummatan wasatha”.

  5. Memperkuat posisi keluarga sebagai institusi terkecil dan pondasi dasar bangsa dan negara, melalui pendidikan dan pengembangan karakter yang mulia yagn sejalan dengan ajaran Islam yang hanif.

  6. Mendorong para ulama dan da’i untuk melakukan revolusi penyampaian dakwah yang cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi (IT) dan media sosial sebagai media untuk menyampaikan dakwah Islam yang berorientasi kepada budaya literasi.

  7. Mengingat Indonesia adalah negara Muslim terbesar dalam hal jumlah penduduk, ia harus memainkan peran utama dalam menciptakan perdamaian dunia melalui dakwah dan pendidikan yang didukung oleh kebijakan pemerintah yang benar

  8. Karena Jakarta sebagai Ibu Kota Negara memiliki berbagai keragaman agama, etnis, sosial, budaya dan lain-lain, maka setiap orang yang bekerja di bidang dakwah Islam harus mengambil metode dan strategi yang dapat membina dan mempertahankan kohesi sosial.

  9. Memperkuat kedudukan kota Jakarta sebagai pusat Peradaban berbasis Dakwah dan Pendidikan Islam di konteks nasional dan internasional.

  10. Membentuk panitia khusus untuk merealisasikan seluruh keputusan forum multaqa ini dengan melibatkan semua unsur-unsur terkait.

[ed:sym]

Baca Juga  Di Pertemuan Ulama Anies Baswedan Beberkan Keunikan Indonesia Jaga Persatuan

1000 Quran untuk Palu dan Indonesia

Posted in Agenda Ummat, Berita and tagged , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.