Peran Istri dalam keharmonisan rumah tangga

Istri dan Keharmonisan Rumah Tangga (1)

Pernikahan mempertemukan dua hati dan dua kepribadian dalam satu ikatan suci, dalam satu bahtera rumah tangga. Bahtera yang melaju melintasi lembaran-lembaran masa dan mengukir beragam kisah dengan segala keunikannya. Pernikahan merupakan tim sukses dari pasangan suami istri yang saling bahu membahu menghalau badai agar bahtera rumah tangga tetap kokoh. Satu sama lain berusaha mengimbangi rasa dan irama agar tercipta harmoni indah, sehingga hempasan persoalan yang datang menerpa tidak menjadikan bahtera rumah tangga karam dan runyam. Masalah yang hadir dalam kehidupan rumah tangga justru menjadi bumbu penyedap yang makin mempererat ikatan hati.
Siapa pun tentu menginginkan kondisi rumah tangga seperti itu. Rumah tangga yang hangat penuh cinta, bertabur kebahagiaan dan kemesraan. Hanya saja, yang menginginkan belum tentu bisa meraihnya. Karena untuk mewujudkannya tentulah butuh kesungguhan, kerja sama, dan kekompakan.
Salah satu faktor utama untuk meraih rumah tangga serasa surga adalah keberadaan seorang istri. Ia punya peran dan andil besar dalam mengarahkan bahtera rumah tangga menuju pantai kebahagiaan, untuk mencapai rumah tangga yang bernilai dan berbobot, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Allah berfirman,
وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْۤا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ؕ اِنَّ فِيْ ذٰ لِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: Ayat 21)
Dari ayat tersebut dapat kita tangkap sebuah makna bahwa kehadiran istri dapat memberikan rasa tenteram serta perasaan cinta dan kasih sayang bagi suaminya. Pertanyaannya, apakah semua istri dapat memainkan peran tersebut? Tentunya, pemeran terbaik adalah istri yang paham akan kedudukannya di mata suami dan memaknai hakikat pernikahan yang dijalaninya semata untuk meraih ridha Allah.
Sebagaimana kita ketahui, pada umumnya masa awal pernikahan semua terasa begitu manis. Istri begitu mencurahkan cinta dan kasih sayang kepada suami. Seiring berjalannya waktu, bertambahnya usia pernikahan, kekuatan cinta pun teruji oleh berbagai situasi dan kondisi. Ada yang menguat, tak sedikit pula yang kian memudar. Ada istri yang mengeluhkan suaminya menjadi begitu kaku dan cuek setelah masa yang panjang dari pernikahannya, tanpa dia sendiri menengok ke dalam diri bahwa bisa jadi dialah penyebab perubahan itu.
Seorang istri semestinya punya kepekaan tinggi terhadap fluktuasi ruhiyah rumah tangganya. Karena bagaimana pun, dia memegang peran strategis yang menentukan nasib bahtera rumah tangganya, menuju kepada kebahagiaan atau justru kehancuran. Istri yang pandai memainkan peran dan paham terhadap hak dan kewajibannya, akan punya energi lebih untuk mengayuh bahtera rumah tangganya menuju maghligai kebahagiaan yang hakiki.
Ada banyak peran yang bisa dimainkan oleh seorang istri dalam menjaga keutuhan rumah tangganya. Peran-peran tersebut dapat menjadi pupuk cinta dan keharmonisan rumah tangga. Kemampuan istri mengolah peran dan memberikan suguhan rasa yang berbeda sangat dibutuhkan oleh seorang suami,suguhan dengan menu yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan suami. Istri yang cerdas akan mampu menempatkan diri dan memainkan peran sesuai dengan situasi dan keadaan.
Peran Istri sebagai Kekasih
Peran ini punya arti sangat vital bagi kehidupan rumah tangga. Betapa banyak orang yang menikah tapi tidak saling menjadi kekasih. Pernikahan hanya menjadi simbol sosial dan masing-masing disibukkan oleh rutinitas yang makin lama kian menjemukan. Hingga datang masanya titik kulminasi kebosanan dalam rutinitas pernikahan yang menyebabkan pertengkaran, perselingkuhan, bahkan perceraian.
Karenanya, penting bagi seorang istri untuk bisa menyuguhkan rasa seorang kekasih bagi sang suami. Dengan begitu rumah tangga yang dijalani memiliki ruh kemesraan, ada ikatan batin kuat yang mengokohkan bahtera rumah tangga. Ada cinta yang tersemai dan terjaga dengan baik. Ada pelangi bahagia yang membuat satu sama lain merasa saling membutuhkan dan enggan terpisahkan.
Jadilah kekasih bagi suami Anda. Kekasih yang mau memahami dan menerima kekurangannya serta lebih terfokus pada kelebihan yang dia miliki. Jadilah seorang kekasih yang selalu mensyukuri kehadirannya sebagai anugerah indah yang Allah berikan. Jadilah kekasih yang makna kehadiran Anda di dekat suami lebih dari sekedar “berada bersamanya”.
Seorang istri adalah kekasih hati bagi suaminya. Dia selalu ada saat suami membutuhkan. Selalu ada cara baginya untuk menggoda dan memikat hati suami. Dia mampu menjadi tempat berbagi kemesraan dan kasih sayang.
Sebagai kekasih, istri yang cerdas memahami kebutuhan biologis suaminya, mampu menangkap sinyal-sinyal yang terkadang tidak terungkapkan. Dia tidak lelah mencurahkan belaian cinta dan kasih sayang untuk belahan jiwanya. Ketika sang suami menginginkan dirinya, maka ia bersegera dengan sepenuh hati dan kesungguhan memenuhi hasrat suaminya. Ia menyadari wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Jika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu ia tidak mendatanginya sehingga dia (suami) tidur dalam keadaan marah kepadanya, maka para malaikat melaknatnya hingga subuh.” (HR Bukhari No. 5194 dan Muslim No. 1436)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda, “Demi Rabb yang jiwaku di tangan-Nya. Tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidur lalu ia menolak ajakannya melainkan Rabb yang di langit dalam keadaan murka terhadapnya hingga suaminya ridha kepadanya.” (HR Muslim No. 1436)
Seorang istri tentu tidak rela dirinya dilaknat oleh penduduk langit dan Rabb yang menciptakannya. Baginya, membahagiakan suami adalah kebahagiaan juga untuknya. Ia menyadari bahwa keinginan suami yang tertunda dapat menjadi celah yang menggerogoti keharmonisan rumah tangga. Betapa mereka yang tidak memperhatikan kebutuhan primer suami yang satu ini akan menemukan rumah tangganya berada dalam titik rawan. Ketika seorang istri seringkali mengabaikan kebutuhan ranjang suaminya, hal ini bisa memicu terjadinya perselingkuhan bahkan perceraian.
[bersambung …]

Baca Juga  Rambu Pernikahan: Memilih Pasangan yang Tepat

#ummisanti

Posted in Artikel, Muslimah, Tajuk, Tarbiyah and tagged , , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.