Peran Istri dalam keharmonisan rumah tangga

Istri dan Keharmonisan Rumah Tangga (2)

Pada artikel seri kedua ini kita akan melanjutkan bahasan tentang beberapa peran istri yang bisa mendorong tercapainya rumah tangga bahagia. Sebelumnya, kita sudah membahas peran istri sebagai kekasih bagi suami.
Peran Istri sebagai Ibu bagi Anak-anak
Dalam kehidupan rumah tangga, kehadiran anak merupakan sebuah kemestian. Meskipun tidak setiap pasangan dikarunia keturunan, akan tetapi secara umum bahwa tujuan pernikahan di antaranya adalah untuk melestarikan keturunan. Maka kehadiran anak dalam kehidupan rumah tangga merupakan bagian yang tak terpisahkan.
Berbicara tentang anak tentu tidak lepas dari sosok seorang ibu. Dan dalam Islam, sosok ibu ini mendapat tempat atau kedudukan yang mulia. Allah berfirman,
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسٰنَ بِوَالِدَيْهِ ۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَالِدَيْكَ ؕ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” [QS. Luqman: Ayat 14]
Betapa payahnya seorang ibu mengandung anaknya selama 9 bulan kemudian melahirkannya dengan taruhan nyawa. Perjuangan masih dilanjutkan dengan mengasuh dan merawatnya. Masya Allah, ladang pahala yang sangat subur sehingga Allah pun menyandingkan rasa syukur kepada ibu bapak sejajar dengan rasa syukur kepada-Nya. Ayat di atas tentunya menjadi pendorong tersendiri bagi seorang istri untuk bisa memposisikan dirinya sebagai ibu yang baik bagi anak-anaknya.
Sosok laki-laki sebagai suami sekaligus ayah bagi anak-anaknya memiliki waktu yang terbatas untuk berlama-lama di rumah karena tuntutan tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Maka di sinilah peran istri untuk berbagi tugas dengan suami, menjadi ibu untuk mengasuh dan mendidik anak-anak mereka.
Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Seorang ibu memiliki waktu lebih banyak untuk bersama anak-anak dibandingkan sang ayah. Ibu memegang tanggung jawab atas pembinaan masa depan anak-anak. Keberadaan dan peran seorang ibu menjadi sangat vital bagi pendidikan anak di awal pertumbuhan mereka. Dan inilah yang menjadi kunci awal pembentukan kepribadian mereka di masa depan.
Ibu adalah model bagi anak-anaknya di mana setiap gerak dan tingkah lakunya akan dicontoh dan ditiru. Istri yang bisa memainkan peran sebagai ibu yang baik tentunya akan membuat suami tenang dan memberi kepercayaan penuh untuk mengurus anak-anak. Tentunya peran yang satu ini bukan peran yang mudah dilakukan meski secara alami atau fitrahnya seorang perempuan memiliki jiwa keibuan. Maka penting bagi seorang istri untuk terus mengasah keilmuan dan ketrampilannya dalam mengasuh dan mendidik anak agar peran sebagai ibu dapat dilakoni dengan baik.
Peran Istri sebagai Sahabat Suami
Siapakah sahabat? Dia adalah orang yang dekat di hati kita. Orang yang memiliki ikatan batin yang kuat dengan kita. Persahabatan menunjukkan hubungan kedekatan perasaan dan emosi. Sahabat adalah orang yang paling mudah kita ajak bicara tentang banyak hal. Seorang sahabat siap menjadi pendengar yang baik, menjadi sandaran saat sahabatnya rapuh, tempat berbagi tawa dan air mata. Hampir tidak ada rahasia di antara dua orang yang bersahabat. Dukaku dukamu, bahagiamu bahagiaku. Aku nyaman bersamamu,engkau pun nyaman bersamaku. Begitulah, seseorang akan merasa nyaman bersama sahabatnya. Mereka bisa saling menerima kekurangan satu sama lain. Mengatasi persoalan yang timbul di antara keduanya dengan semangat persahabatan sehingga kerenggangan hubungan mudah teratasi.
Seorang sahabat siap sedia saat dibutuhkan. Rela menyisihkan waktu dan mengorbankan kepentingannya untuk sahabatnya. Saat dekat hati merasa bahagia. Saat jauh pun banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan dan ada kerinduan untuk bersama. Saling menghargai dan saling percaya. Seperti itulah sosok seorang sahabat. Persahabatan menjadikan seseorang begitu istimewa dan sangat dibutuhkan kehadirannya.
Bagaimana jika sosok sahabat ini hadir dalam kehidupan rumah tangga? Itulah peran yang perlu dimainkan oleh istri, menjalin persahabatan dengan suami. Dengan begitu, istri menjadi begitu istimewa di hati suami dan sebaliknya pula suami menjadi begitu istimewa di hati istri.
Persahabatan yang terjalin antara suami istri membuat saat-saat perjumpaan menjadi hal yang dirindukan. Suami bisa dengan leluasa mencurahkan suka dukanya, mengisahkan rahasia hidupnya, serta merasa aman dan nyaman bersamanya. Mereka saling memahami, saling mengerti, saling memberi dan menerima, penuh kehangatan dan begitu akrab.
Yang sering kali terjadi saat ini, banyak pasangan suami istri yang jarang atau bahkan tidak sempat meluangkan waktu bersama. Mereka kurang menyadari betapa berharganya detik-detik kebersamaan bersama pasangan. Benarkah demikian?
Kesibukan seorang suami mencari nafkah di luar rumah seringkali menyita waktu. Begitupun rutinitas seorang istri di rumah dengan seabreg pekerjaan rumah tangga. Apalagi jika istri juga berperan sebagai wanita karir, tentu waktu untuk membersamai keluarga menjadi sangat berkurang. Jika masing-masing pasangan tidak menyadari pentingnya membangun kedekatan hati satu sama lain, tidak memperhatikan kualitas kebersamaan mereka, hubungan suami istri dengan pola semacam ini akan menjadi hambar seiring berjalannya waktu. Ketika suami istri berkesempatan bersama di rumah, keduanya sibuk dengan gadget masing-masing. Sibuk berasyik ria dengan orang yang jauh di luar sana dan lupa dengan keberadaan orang terdekatnya. Mereka asyik dengan pertemanan di dunia maya sampai lupa membangun ikatan hati dengan pasangannya. Atau jika tidak, saat sedang bersama justru mereka sering disibukkan dengan pembicaraan tagihan listrik, pembelanjaan dapur, ataupun segala tetek bengek kebutuhan rumah tangga yang tak kunjung habis untuk dibicarakan. Meskipun hal-hal seperti ini memang perlu dibicarakan dan didiskusikan, akan tetapi jangan sampai porsinya mengabaikan kebutuhan hati.
Istri yang memahami perannya tentu tidak akan membiarkan kondisi seperti ini berlaku dalam rumah tangganya. Bagaimana pun kebersamaan dengan pasangan adalah momen berharga yang tidak boleh dilewatkan dengan hal-hal yang kurang berarti. Ia sangat memperhatikan kualitas hubungannya dengan suami. Selalu siap saat suami membutuhkan bantuan. Dia berusaha memberikan perhatian-perhatian kecil sehingga suami menyadari betapa istimewanya dia.
-selesai-

Baca Juga  Hadits Puasa [12]: Berbekam Saat Puasa

#ummisanti

Tahfidz Weekend

Posted in Artikel, Muslimah, Tajuk, Tarbiyah and tagged , , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.