Jadilah Terbaik di Mata Allah dan Sederhana di Mata Manusia

Seringkali dengan mudah kita melontarkan kritik jelek pada orang lain. Padahal kita baru saja bertemu dengan orang itu. Saat melihat penampilannya yang tidak sesuai dengan selera kita, kita langsung menilai jelek orang tersebut

Kebiasaan menilai orang dari penampilannya sudah melekat dalam diri sebagian besar orang. Ketika, kita melihat orang yang berbeda dari kita, kita secara spontan mencibirnya, menganggapnya aneh, kemudian memandangnya remeh

Sebagai manusia, kita memang tempatnya salah dan lupa. Tak pernah berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Kegiatan mencibir orang lain sepertinya sudah mendarah daging dalam diri manusia. Padahal kita tidak pernah tahu apapun tentang orang lain yang pernah kita sindir tersebut

Sebelum menilai baik buruknya seseorang. Terlebih dahulu, nilailah diri sendiri. Sebab, aib kita belum tentu lebih sedikit bila dibandingkan orang lain. Jadilah terburuk untuk diri sendiri. Sebab, dimata manusia kita memang baik, tapi percayalah bahwa itu terjadi karena Allah menutupi aib-aib kita

Sederhanakan pitutur dan tetingkahmu dihadapan khalayak ramai. Dan jadilah yang terbaik dihadapan Allah. Sederhana itu mengajarkan kepada manusia soal bagaimana merendahkan hati diantara sesama. Tak congkak dengan segala keterlebihan yang ada. Sebab asal baik di mata Allah, itu lebih dari cukup. Biarkan Dia yang menilaimu, sementara manusia tak banyak cukup tahu soal dirimu.


“Jadilah terbaik di mata Allah. Jadilah yang terburuk di mata sendiri. Jadilah sederhana diantara manusia” (Ali bin Abi Thalib Rhadiyallahu ‘anhu)

Artikel: Apotek wahdah

Posted in Artikel and tagged , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.