Jangan Bersedih Hanya Karena Urusan Dunia

 

Sedih itu, sedih ini. Sedih dengan berbagai perkara. Kematian, kemalangan, kehilangan, cacian dan makian, umpatan orang dan sebagainya.

Ada juga yang bersedih dengan rupa parasnya, bersedih dengan kejadiannya, bersedih mengenangkan nasibnya, sedih dengan cara hidupnya.

Alangkah baiknya jika kita bersedih dengan diri yang begitu lemah dalam hal keimanan yang rendah, ibadah yang sedikit dan amalan yang belum cukup dibawa menghadap Allah.

Ada waktu, memang manusia akan merasakan kesedihan. Akan ada luka saat angan-angan tak sesuai dengan kenyataan.

Dunia memang begitu kawan. Tempat kita menderita, diuji, hingga diperkarakan oleh masalah-masalah tiada batas. Hanyalah sabar dan sholat sebagai jawaban. Sebagai cara agar dunia bisa kita tundukkan. Sebab nafsu yang sering kali melalaikan

Jangan bersedih hanya karena urusan dunia. Karena kita hanya bertamu diatas tanahnya. Suatu saat kita akan dibawahnya. Sendiri. Tak ada siapa-siapa. Bersiap ditanyai oleh para malaikat. Menyambut gadah dari besi yang menyambar bagaikan kilatan petir, saat lidah keluh– tak mampu menjawab pertanyaan para malaikat.

………………………..

“dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis” (An-Najm: 43)

Posted in Artikel, Tarbiyah, Tazkiyah and tagged , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.