Jelang Tahun Baru, Kemenkes Ingatkan Bahaya Penularan Difteri Melalui Terompet

Terompet tahun baru, hati-hati difteri

“Jelang Perayaan Tahun Baru, Kemenkes Ingatkan Bahaya Penularan Difteri Melalui Terompet”

(Jakarta-wahdahjakarta.com) Pergantian tahun sisa menghitung hari. Berbagai persiapan telah dilakukan. Diantaranya pedagan terompet yang mulai marak di pinggir-pinggir jalan. Pergantian tahun biasanya identik dengan tiup terompet. Namun sebaiknya anda hati-hati dan waspada terhadap penggunaan terompet. Sebab berpotensi tertular penyakit difteri.

Hal ini diingatkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Bahwa ada potensi penularan penyakit difteri melalui terompet. Sebab, penyakit difteri dapat ditularkan melalui percikan ludah, bahkan hembusan nafas.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Elizabeth Jane Soepradi menyebutkan adanya potensi penularan penyakit difteri melalui terompet. Sebab, penyakit difteri dapat ditularkan melalui percikan ludah, bahkan hembusan nafas.

“Terompet tentu bisa (menularkan difteri). Karena penularan difteri itu umumnya melalui percikan ludah, juga udara. Karena difteri itu menyerang selaput lendir pada hidung sampai tenggorokan,” kata Jane sebagaimana dilansir Republika.co.id, Kamis (28/12).

Tahfidz Weekend

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat lebih berhati-hati terhadap potensi penularan penyakit difteri tersebut. Dia juga meminta, pemerintah dan semua pihak bersikap proaktif, menyosialisasikan pencegahan difteri kepada semua masyarakat. “Terompet itu kan tiupannya keras, jadi ya masyarakat harus hati-hati. Nanti ada yang menderita difteri lalu percikan ludahnya nyemprot-nyemprot,” tegasnya.

Menurutnya saat ini mulai nampak peningkatan kesadaran masyarakat terkait penyakit difteri. Hal itu terjadi karena gencarnya sosialisasi dan imbauan Kemenkes melalui media sosial dan media mainstream. Namun sayangnya, kesadaran tersebut didominasi oleh masyarakat menengah ke atas.

Baca Juga  Kesempurnaan Syariat Islam Tak Boleh Dilecehkan

Masyarakat di pedesaan atau menengah ke bawah, tingkat kesadaran dan pengetahuan tentang difteri masih sangat minim. Karena itu, dia mendorong agar semua pihak terus proaktif, dengan mengecek dan mensosialisasikan kepada masyarakat di daerah secara langsung. Dengan begitu, mereka bisa lebih berhati-hati. [Sym/Sumber: Republikaonline.com]

Posted in Artikel, Berita and tagged , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.