Istimewa, Kajian Fiqh Muslimah Wahdah Jakarta Dihadiri Da’iyah Saudi Arabia

Kajian Fi qh Muslimah Wahdah Jakarta

Kajian Fiqh Muslimah Wahdah Jakarta

(Depok)-Wahdahjakarta.com – Awal tahun ini Muslimah Wahdah Jakarta kedatangan tamu istimewa dari Saudi Arabia, ustadzah Maha Humaymid al-Mazmumy. Beliau adalah seorang daiyah dan belajar khusus di bidang Adab dan Manajemen Amal. Tidak mau kehilangan kesempatan berharga, keberadaan ustadzah Maha Humaymid al-Mamumy digunakan oleh Muslimah Wahdah Jakarta untuk memberikan acara spesial bagi para muslimah di wilayah Jakarta.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Muslimah Wahdah Jakarta sejak dua bulan yang lalu secara rutin mengadakan kajian fiqh muslimah setiap hari jum’at di masjid pesantren Al Hijaz, Kompleks Pondok Laras Jl Komjen Pol. M. Yasin (Jl Akses UI) No 2E kelapa Dua Depok. Acara ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk memberikan pencerahan kepada muslimah terhadap agamanya.

Dan pada hari Jum’at tanggal 12 Januari 2018, acara taklim muslimah terasa begitu istimewa dengan kehadiran ustadzah Maha Humaymid al-Mazmumy sebagai pemateri. Taklim yang biasanya dilaksanakan dari jam 13.00 – 15.00 ini digeser pada jam 15.30 – 17.30 karena menyesuaikan jadwal pemateri. Tema yang diangkat pada kesempatan kali ini adalah, “Izinkan Aku Mengenal-Mu”, satu tema bahasan fikih Asmaul Husna yang sangat menarik.

Ustadzah Maha menjelaskan tentang nama-nama Allah yang indah di antaranya Ar Rahman, Ar Rahiim, Al Malik, Al Qudus, dan As Salam. Dengan mengenal dan memahami nama-nama Allah kita akan menjadi hamba yang bebas dan merdeka. Hati kita akan menjadi tenang dan bahagia karena yakin dan percaya bahwa Allah tidak pernah menyulitkan hamba-Nya.

Penerjemah yang merupakan alumni LIPIA dan salah satu dosen di pesantren Al Wafa Bogor, Ustadzah Asiyah, Lc., turut andil dalam menciptakan suasana taklim sehingga terasa makin hidup. Beliau menerjemahkan materi dari ustadzah Maha Humaymid al-Mazmumy  dengan alur kalimat yang mudah dipahami peserta dan penyampaiannya begitu antusias.

Baca Juga  Asmaul Husna [20]:  Al-‘Alim (Maha Mengetahui)

“Alhamdulillah materinya bagus, menambah keimanan saya. Membuat saya semakin yakin dan percaya bahwa Allah itu Maha Jujur, Maha Benar, dan janji-Nya pasti. Kajian tentang Asmaul Husna tadi membuat saya harus bertahan dalam kesabaran karena semua yang diberikan Allah itu baik”, kata bu Tarti, salah satu peserta dari Depok.

Kajian muslimah yang dihadiri 58 peserta ini semakin meriah dengan banyaknya hadiah yang dibagikan kepada peserta yang aktif bertanya ataupun dapat menjawab pertanyaan dari pemateri.

Selain memberikan ilmu tentang Asmaul Husna, ustadzah Maha juga sempat memberikan taujih kepada para da’iyah Muslimah Wahdah Jakarta di sesi selanjutnya setelah shalat maghrib. Beliau menyampaikan bahwa da’iyah harus selalu berusaha mengembangkan diri dalam segala hal baik berupa tsaqofah, keterampilan (skill) maupun sifat-sifat yang harus dimiliki seorang da’iyah. Dengan bekal ini diharapkan da’iyah mampu berdakwah di tengah masyarakat dengan baik. Seorang da’iyah juga harus selalu mampu membuat strategi dakwah yang kreatif namun tetap berlandaskan al Qur’an dan sunnah. Hal ini akan sangat mendukung keberhasilan dakwahnya.

Di akhir pertemuan dengan Muslimah Wahdah Jakarta, ustadzah Maha menyampaikan kesan beliau terhadap sambutan yang beliau dapatkan dari para muslimah. “Alhamdulillah saya senang sekali bisa bersama para da’iyah yang menyambut saya seperti sedang bersama dengan keluarga sendiri. Semoga ini bukan pertemuan pertama dan terakhir kali. Insya Allah kita akan bertemu kembali bi idznillah”, tutur beliau.

#ummusanti

Posted in Artikel, Berita, Muslimah and tagged , , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.