Kakek Rasulullah ﷺ Meninggal Dunia (Serial Sirah Nabawiyah Part:07)

 

Serial Siran Nabawiyah [07] Kakek Rasulullah Meninggal Dunia

Kakek Rasulullah ﷺ Meninggal Dunia (Serial Sirah Nabawiyah [07] dari Kitab Al-Khulaashoh al-Bahiyyah fiy Ahdaats as-Siyrah an-Nabawiyah, Karya Syekh Wahid Abdus-Salam Bali)

٧ – ولما بلغ – صلى الله عليه وسلم – ثماني سنوات توفي جده عبد المطلب وكفله عمه أبو طالب

7 . Saat Rasulullah ﷺ berumur 8 tahun, kakeknya yang bernama Abdul Muththolib wafat. Dan pengasuhan Rasulullah ﷺ beralih ke pamannya Abu Tholib.

Pelajaran:

Abdul Muththolib merupakan pemuka Makkah. Beliau menonjol bukan karena hartanya. Akan tetapi karena ia lah yang mengurus Ka’bah dan melayani para tamu yang datang berhaji. Ia lah yang berperan sebagai juru bicara Quraisy untuk berkomunikasi dengan Abrahah ketika akan memerangi Makkah. (As-Sirah an-Nabawiyah ash-shohihah, Akram Dhiya’ al-Umari)

Abdul Muththolib juga terpandang di Makkah karena usahanya menggali dan menjaga eksisnya sumur zam-zam yang merupakan mata air terpenting di Makkah. (Sirah Ibnu Hisyam I/131-134)

Ada riwayat dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Abdul Muththolib pernah bernadzar jika Allah ﷻ memberinya 10 org anak laki2 maka ia akan mengorbankan 1 diantara mreka di depan ka’bah, tatkala Allah ﷻ memberikannya, undian jatuh pada Abdullah. Pdahal Abdullah merpkan anak yang paling dicintainya. Ia pun brkata: ‘Yaa Allah, Abdullah atau 100 ekor unta (sebagai tebusannya)?’ Kemudian ia mengundi lagi antara Abdullah dan 100 ekor unta, maka undian itu jatuh pada 100 ekor unta tersebut.” (Ath-Thabari 2:239-240).

Baca Juga  Do’a Nabi Ibrahim dan Kabar Gembira Nabi ‘Isa ‘alaihimassalam

Allah ﷻ menjaga hidup Abdullah (ayah Rasulullah ﷺ) dengan memalingkan niat Abdul Muththolib yang akan mengorbankannya, sebagai ketetapan Allah untuk kelahiran Rasulullah ﷺ

Abdul Muththolib meninggal dunia 8 tahun setelah peristiwa pasukan bergajah (tahun gajah). (Sirah Ibnu Hisyam I/129).

Abdul Muththolib berwasiat kepada paman Rasulullah ﷺ Abu Tholib untuk menjaga beliau sepeninggalnya. Dipilihnya Abu Tholib, karena ia dan Abdullah mrupakan saudara kandung, seibu dan sebapak. Ibu dari keduanya bernama Fathimah binti ‘Amr. (Sirah Ibnu Hisyam I/137). [MU/sym].

1000 Quran untuk Palu dan Indonesia
Posted in Artikel, Sirah Nabawiyah and tagged , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.