Kesalahan dalam Mendidik Anak (1): Membiasakan Anak Memiliki Sifat Penakut dan Tidak Percaya Diri

Kesalahan Mendidik Anak

Kesalahan dalam Mendidik Anak

Meski begitu besar tanggungjawab dalam mendidik anak, namun banyak orangtua yang melalaikannya. Bahkan tidak sedikit yang menganggap enteng amanah tersebut. Mereka tidak memelihara dengan sebaik-baiknya. Mereka menelantarkan anak-anaknya, mengabaikan pendidikannya, tidak memperhatikan dan tidak mengarahkan mereka.

Begitu melihat benih-benih penyimpangan dan kenakalan pada anak-anak mereka, mulailah mereka menghardik dan mengeluhkannya. Mereka tidak menyadari, penyebab utama dari kenakalan dan penyimpangan itu adalah kelalaian mereka sendiri. Sebagaimana dikatakan dalam sebuah sya’ir;

Dia telah campakkan anak-anaknya ke telaga dengan terbelenggu Lalu berkata,
”jangan sekali-kali engakau basah dengan air!”

Tahfidz Weekend

Kelalaian dalam mendidik anak banyak sekali bentuk dan ragamnya.Semua bentuk kelalaian itu akan menjadi penyebab penyimpangan dan kenakalan pada anak-anak.Diantara bentuk-bentuk kelalaian itu adalah .

1. Membiasakan Anak Memiliki Sifat Penakut dan Tidak Percaya Diri

Diantara kesalahan yang sering terjadi dalam mendidik anak adalah menakut-nakuti mereka saat menangis agar diam. Seperti menakut-nakuti mereka dengan hantu, orang jahat, jin, suara angin dan lain-lain.

Efek negatif dari kesalahan metode ini,yakni menakuti-nakuti mereka dengan guru, sekolah,a tau dokter, maka mereka akan tumbuh dalam bayang-bayang perasaan takut, gemetar dan gelisah jika disebutkan nama-nama tersebut. Ini adalah bentuk ketakutan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Disamping itu, ada hal yang sangat berpengaruh dalam menanamkan sifat pada diri anak, yaitu sikap panik dan gugup orang tua atas sesuatu yang menimpa si anak.

Baca Juga  Ustadz Zaitun: Pelopor Ekonomi Adalah Mujahid

Sebagai contoh, ketika si anak terjatuh dari lantai hingga terluka dan keluar darah pada bagian wajah, tangan atau lututnya. Sang ibu bukannya berusaha menenangkan rasa akut pada anaknya dengan memberikan penegrtian bahwa kecelakaan (jatuh) yang terjadi padanya adalah hal yang biasa dan tidak berbahaya. Tetapi, sang ibu justru telihat gugup dan takut, menampar wajahnya sendiri, atau memukul-mukul dadanya, dan berteriak meminta pertolongan kepada seluruh penghuni rumah.

Sikap seperti ini akan membuat sikap si anak yang mestinya biasa saja atas kejadian tersebut,justru menjadikannya seolah-olah menghadapi masalah yang besar, hingga sang anak semakin keras menangis karena ketakutan ,bukan rasa sakit yang dialami. Dan akhirnya, anak akan terbiasa ketakutan apabila melihat darah atau merasakan sakit. [sym]. Bersambung.
Sumber: Buku “Jangan Salah Mendidik Buah Hati” karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim al Hamd.

Posted in Artikel, Tarbiyah and tagged , , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.